• Tidak ada hasil yang ditemukan

Akuntansi Manajemen Sektor Publik

N/A
N/A
Krisna Naufal

Academic year: 2024

Membagikan "Akuntansi Manajemen Sektor Publik"

Copied!
15
0
0

Teks penuh

(1)

AKUNTANSI MANAJEMEN SEKTOR PUBLIK

Disusun untuk memenuhi tugas mata kuliah Akuntansi Publik Dosen Pengampu : Mujahid Shiroth Rasyid Jauhari S.E.,M.AP

Disusun Oleh Kelompok 1 :

SEKOLAH TINGGI ILMU ADMINISTRASI BAGASASI BANDUNG PROGRAM STUDI ADMINISTRASI PUBLIK

2023

Agung lutvilah : 2222010405 Alifia Annaafi Hafiidh : 2222010768 Anisa Aulia H : 2222010821 Kiara Alfagari Supawar : 2222010824 Krisna Naufal : 2222010318 Nurul Aulia Sifa : 2222010823 Rini Aulia wanti : 2222010996 Riski Indra Sakti : 2222010651

(2)

i Daftar Isi

BAB I PENDAHULUAN ... 1

1.1 Latar Belakang ... 1

1.2 Rumusan Masalah ... 1

1.3 Tujuan Penulisan ... 2

BAB II PEMBAHASAN ... 3

2.1 Pengertian dan Ruang Lingkup Akuntansi Manajemen Sektor Publik ... 3

2.1.1 Pengertian Akuntansi Manajemen Sektor Publik ... 3

2.1.2 Ruang Lingkup Akuntansi Manajemen Sektor Publik ... 3

2.2 Peran Dan Tujuan Akuntansi Manajemen Sektor Publik ... 4

2.2.1 Peran Akuntansi Manajemen Sektor Publik ... 4

2.2.2 Tujuan Akuntansi Manajemen Sektor Publik ... 8

2.3 Akuntansi Sebagai Alat Perencanaan Dan Pengendalian Organisasi ... 9

2.3.1 Akuntansi Sebagai Alat Perencanaan Organisasi ... 9

2.3.2 Akuntansi Sebagai Alat Pengendalian Organisasi ... 10

DAFTAR PUSTAKA ... 12

(3)

1 BAB I

PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

Akuntansi manajemen adalah suatu proses mengidentifikasi, mengukur, mengumpulkan, menganalisis serta mengkomunikasikan informasi finansial yang akan digunakan manajemen dalam perencanaan, evaluasi, dan pengendalian. Akuntansi manajemen sektor publik sangat diperlukan dalam pengelolaan organisasi pada sektor publik. Hal ini terjadi karena akuntansi manajemen dapat memberikan berbagai macam informasi yang tidak hanya berfokus pada informasi keuangan saja tetapi meliputi semua informasi secara keseluruhan. Akuntansi manajemen juga dapat membantu organisasi sektor publik dalam proses perencanaan dan pengendalian sebab pada era globalisasi banyak sekali permasalahan kompleks yang muncul, sehingga organisasi sektor publik harus bisa beradaptasi dengan hal tersebut maka dengan adanya akuntansi manajemen diharapkan akan dapat membantu organisasi dalam usaha untuk mencapai tujuannya serta membantu organisasi untuk membangun hubungan antar elemen dalam organisasi dengan baik.

Proses perencanaan bisa memberikan gambaran yang jelas mengenai tujuan yang hendak dicapai oleh organisasi. Penerapan akuntansi manajemen sektor publik adalah sebuah langkah yang dapat digunakan untuk mengelola semua sumber daya yang dimiliki oleh organisasi sebab organisasi sektor publik merupakan organisasi yang berusaha untuk memberikan pelayanan kepada publik dengan baik. Agar pelayanan tersebut tidak membuat publik kecewa maka pihak intern organisasi terlebih dahulu harus dikelola dengan baik dan salah satu caranya adalah dengan menggunakan akuntansi manajemen karena dengan adanya akuntansi manajemen akan membantu pihak intern untuk mendapatkan kejelasan tugas, selain itu juga dapat membantu organisasi dalam melakukan pengendalian. Pengendalian ini sangat dibutuhkan sebagai jaminan agar tujuan organisasi yang telah ditetapkan bisa tercapai.

Akuntansi manajemen sektor publik berfungsi sebagai pemberi informasi dalam pengambilan keputusan ekonomi, sosial dan politik. Aspek-aspek tersebut tentunya memberikan pengaruh yang sangat besar terhadap organisasi sektor publik. Akuntansi manajemen dalam organisasi sektor publik memiliki peran dalam merencanakan strategi, memberikan informasi biaya, penilaian investasi, penganggaran, dan penentuan biaya pelayanan dan tarif pelayanan.

Sehingga dengan adanya akuntansi manajemen maka diharapkan semua kegiatan di dalam organisasi sektor publik dapat dikelola dengan baik.

1.2 Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang yang telah diuraikan, maka rumusan masalah makalah ini adalah sebagai berikut:

1. Apa pengertian dan ruang lingkup dari akuntansi manajemen sektor publik ? 2. Apa saja peran dan tujuan akuntansi manajemen sektor publik ?

3. Bagaimana akuntansi berperan sebagai alat perencanaan dan pengendalian organisasi?

(4)

2 1.3 Tujuan Penulisan

Berdasarkan rumusan masalah yang sudah disebutkan di atas, makan tujuan dari penulisan ini adalah sebagai berikut :

1. Untuk mengetahui pengertian serta ruang lingkup dari akuntansi manajemen sektor publik.

2. Untuk mengetahui peran serta tujuan dari akuntansi manajemen sektor publik.

3. Untuk mengetahui peran akuntansi sebagai alat dalam perencanaan dan pengendalian organisasi.

(5)

3 BAB II

PEMBAHASAN

2.1 Pengertian dan Ruang Lingkup Akuntansi Manajemen Sektor Publik 2.1.1 Pengertian Akuntansi Manajemen Sektor Publik

Akuntansi manajemen sektor publik sangat dipengaruhi oleh adanya reformasi pelayanan publik dan reformasi akuntansi sektor publik. Hal ini memicu munculnya pemahaman mengenai pengertian dari akuntansi manajemen sektor publik. Pengertian akuntansi manajemen dalam sektor publik menggabungkan pengertian antara akuntansi manajemen dan sektor publik. Menurut Chartered Institute of Management Accountants (CIMA) akuntansi manajemen adalah proses identifikasi, pengukuran, akumulasi, analisis, penyusunan, interpretasi, dan komunikasi informasi yang digunakan oleh manajemen untuk merencanakan, mengevaluasi, dan pengendalian dalam suatu entitas dan untuk memastikan sesuai dan akuntabilitas penggunaan sumber daya tersebut.

Selain itu, pengertian akuntansi manajemen menurut Statements on Management Accounting 1A adalah proses pengidentifikasian, pengukuran, pencatatan, dan pelaporan transaksi keuangan dari entitas pemerintah daerah guna pengambilan keputusan ekonomi yang bermanfaat bagi pihak eksternal.

Menurut Institute of Management Accountants (1981) akuntansi manajemen sektor publik adalah proses pengidentifikasian, pengukuran, pengakumulasian, analisis, penyiapan, interpretasi, dan komunikasi informasi keuangan yang digunakan oleh manajemen untuk merencanakan, mengevaluasi, dan mengendalikan dalam organisasi dan untuk memastikan penggunaan dan pertanggungjawaban sumber daya yang tepat.

Dari ketiga pengertian di atas maka dapat disimpulkan bahwa akuntansi manajemen sektor publik merupakan proses pengidentifikasian, pengukuran, pengakumulasian, analisis, penyiapan, interpretasi, dan komunikasi informasi keuangan yang digunakan oleh manajemen dari entitas pemerintah yang berguna dalam pengambilan keputusan ekonomi yang bermanfaat bagi pihak eksternal.

2.1.2 Ruang Lingkup Akuntansi Manajemen Sektor Publik

Menurut Indra Bastian dalam jurnalnya yang berjudul Lingkup Akuntansi Sektor Publik disebutkan bahwa ruang lingkup akuntansi sektor publik dapat dipandang sebagai turunan berbagai perkembangan pemikiran yang ada. Sehingga secara spesifik ruang lingkup organisasi sektor publik di Indonesia meliputi lembaga-lembaga tinggi negara dan departemen-departemen di bawahnya, pemerintahan daerah, yayasan, partai politik, perguruan tinggi, serta organisasi- organisasi publik nonprofit. Sistem akuntansi untuk badan-badan pemerintahan harus mengikuti standar akuntansi pemerintah (SAP) seperti dimaksud dalam undang-undang nomor 17 tahun 2003 pasal 32, undang-undang nomor 1 tahun 2004 pasal 51 ayat 3, dan peraturan pemerintah nomor 24 tahun 2005. Di sisi lain, unit-unit pemerintah yang bergerak di bidang bisnis (BUMN dan BUMD) harus mengikuti standar akuntansi keuangan yang dikeluarkan oleh IAI (ikatan

(6)

4 akuntansi Indonesia). Sementara itu, organisasi publik non pemerintahan mengikuti standar akuntansi keuangan.

2.2 Peran Dan Tujuan Akuntansi Manajemen Sektor Publik 2.2.1 Peran Akuntansi Manajemen Sektor Publik

Pada dasarnya prinsip akuntansi manajemen sektor publik tidak memiliki banyak perbedaan dengan prinsip akuntansi manajemen yang diterapkan dalam sektor swasta. Namun harus diingat bahwa sektor publik dan swasta memiliki banyak perbedaan baik dalam sifat maupun karakteristik oleh karena itu penerapan teknik akuntansi manajemen sektor swasta tidak dapat diadopsi secara langsung tanpa modifikasi.

Dalam organisasi sektor publik akuntansi manajemen mempunyai peran utama untuk memberikan informasi akuntansi yang relevan, kredibel, handal, dan dapat dipercaya sehingga dapat digunakan oleh manajer sektor publik untuk melaksanakan fungsi perencanaan dan pengendalian terhadap suatu entitas, lembaga ataupun perusahaan.

Pada organisasi sektor publik, perencanaan dilakukan bersamaan dengan perencanaan strategi sementara pengendaliannya dilakukan kepada pengendali tugas atau task control. Untuk menjalankan kedua fungsi tersebut tentunya akuntansi manajemen memiliki peranan yang sangat penting. Dalam organisasi sektor publik akuntansi manajemen berperan dalam :

1. Perencanaan Strategi

Pada tahap ini manajemen memberikan serta menyusun beberapa alternatif program yang dapat mendukung strategi yang efektif bagi organisasi sehingga akuntansi manajemen berperan dalam memberikan informasi yang nantinya dapat digunakan untuk menentukan berapa biaya program (cost of program) dan biaya suatu aktivitas (cost of activity) sehingga pada akhirnya manajemen akan dapat menentukan besaran anggaran yang dibutuhkan yang kemudian anggaran tersebut akan dikaitkan dengan sumber daya yang dimiliki. Untuk menghitung besarnya biaya program, aktivitas, ataupun sebuah proyek tentunya diperlukan sebuah informasi akuntansi manajemen yang akurat, relevan, dan handal yang dapat memberikan jaminan dialokasikannya sumber daya input secara ekonomis, efisien dan efektif.

Selain itu, sistem informasi akuntansi manajemen yang baik juga dapat mengurangi peluang untuk terjadinya pemborosan, kebocoran dana, dan mendeteksi program-program yang tidak layak secara ekonomi. Keandalan sistem informasi akuntansi manajemen tentunya memiliki peranan yang sangat penting untuk dimiliki karena seiring dengan adanya paradigma baru mengenai organisasi pemerintah yang lebih berorientasi kepada pelayanan masyarakat dan kepentingan publik (putting the customer first). Akuntansi manajemen sektor publik tentunya memiliki keterkaitan yang sangat erat dengan proses pemilihan program, penentuan biaya dan manfaat program serta penganggaran. Selain itu akuntansi manajemen sektor publik juga mempunyai fungsi untuk memfasilitasi dihasilkannya anggaran sektor publik yang efektif, efisien, dan ekonomis (value for money budget).

2. Pemberian Informasi Biaya

(7)

5 Pada tahap ini informasi akuntansi manajemen hendaknya bisa mendeteksi adanya sumber pemborosan yang masih berpotensi untuk diefisiensikan serta mencari metode atau teknik yang jauh lebih baik dalam upaya untuk menghemat biaya. Akuntansi manajemen sektor publik memiliki peran yang sangat strategis terutama dalam perencanaan finansial yang terkait dengan identifikasi biaya-biaya yang terjadi. cost accounting sangat dibutuhkan oleh Akuntansi manajemen sektor publik terutama dalam hal pengambilan keputusan biaya.

Akuntansi biaya pada sektor publik memiliki peran untuk memberikan sejumlah informasi mengenai pengeluaran publik yang dapat digunakan baik oleh pihak internal maupun pihak eksternal dalam perencanaan, pengendalian dan pengambilan keputusan. Dalam pemberian informasi biaya, akuntansi manajemen memiliki peran dalam hal penentuan klasifikasi biaya, seperti biaya apa saja yang masuk dalam kategori biaya rutin (recurrent expenditure) dan biaya modal (capital expenditure), controllable serta uncontrollable, biaya tetap dan variabel, dan lain sebagainya. Keberadaan informasi akuntansi manajemen tentunya diharapkan dapat memudahkan manajemen dalam melaporkan dan menentukan biaya.

Dalam akuntansi sektor publik, biaya (cost) dapat dibagi menjadi tiga kelompok, yaitu:

1) Biaya Input

Biaya input merupakan sumber daya yang dikeluarkan dalam rangka untuk memberikan pelayanan. Contohnya seperti biaya untuk tenaga kerja dan biaya bahan baku.

2) Biaya output

Biaya output adalah biaya yang dikorbankan untuk mengantarkan produk hingga sampai kepada pelanggan. Pada organisasi sektor publik output dapat diukur dengan berbagai cara tergantung pada jenis pelayanan yang dihasilkan.

3) Biaya proses

Biaya proses adalah biaya yang berkaitan dengan biaya yang digunakan selama proses produksi maupun pelayanan. Biaya proses ini bisa dipisahkan berdasarkan dengan fungsi organisasi serta diukur dengan mempertimbangkan fungsi dari organisasi.

Proses penentuan biaya meliputi lima aktivitas, yaitu:

• Cost finding

Pada tahap ini, organisasi mengumpulkan data mengenai keseluruhan biaya yang terlibat dalam produksi sebuah produk maupun penyediaan suatu layanan seperti biaya bahan baku, tenaga kerja, overhead, dan lainnya. Tujuan dari cost finding adalah untuk menentukan secara akurat mengenai banyaknya biaya yang diperlukan untuk

(8)

6 menghasilkan suatu produk atau layanan. Informasi ini selanjutnya bisa digunakan untuk menetapkan harga jual, membuat anggaran, dan membuat keputusan bisnis lainnya.

• Cost recording

Merupakan tahap kedua dari proses penentuan biaya yang mana pada tahap ini, data biaya yang telah dikumpulkan pada tahap cost finding dicatat ke dalam sistem akuntansi organisasi.

• Cost analyzing

Dalam tahap ini dilakukan suatu penganalisisan biaya seperti mengidentifikasi jenis dan perhitungan biaya, perubahan biaya serta volume kegiatan.

• Strategic cost reduction

Pada tahap ini dilakukan sebuah penentuan strategi dalam upaya untuk melakukan penghematan biaya agar bisa mencapai value for money.

• Cost reporting

Merupakan tahap akhir dari proses penentuan biaya yang mana informasi tentang biaya yang telah dikumpulkan serta dicatat dalam proses cost finding dan cost recording disusun dan disampaikan kepada pemangku kepentingan. Laporan biaya ini dapat dijadikan sebagai landasan untuk membuat keputusan bisnis, seperti menetapkan harga jual, membuat anggaran, dan mengevaluasi kinerja.

Informasi biaya tersebut wajib diberikan karena berhubungan dengan transparansi dana.

Sehingga manajemen dapat mengevaluasi biaya apakah berlebih dan kurang. Oleh karena itu, sebaiknya informasi yang diberikan rinci dan detail.

3. Penilaian Investasi

Pada tahap ini akuntansi manajemen berperan untuk menilai apakah sebuah investasi tersebut layak baik secara ekonomi dan finansial. Oleh karena itu akuntansi manajemen sangat diperlukan dalam penilaian investasi karena agar manajemen dapat menilai kelayakan sebuah investasi tentunya diperlukan identifikasi biaya, risiko dan manfaat serta keuntungan dari suatu investasi.

Faktor lain yang harus diperhatikan oleh akuntan manajemen adalah tingkat diskonto, tingkat inflasi, tingkat risiko dan ketidakpastian (country risk dan political risk) dan sumber pendanaan untuk investasi yang hendak dilakukan. Selain itu untuk mempermudah manajemen dalam menilai kelayakan sebuat investasi maka dapat menggunakan analisis efektifitas biaya (cost-effectiveness analysis) yang menekankan pada seberapa besar dampak (outcome) yang dapat dicapai dari suatu proyek atau investasi dengan biaya tertentu.

4. Penganggaran

(9)

7 Pada tahapan penganggaran, diharapkan akuntansi manajemen sektor publik dapat berperan dalam memfasilitasi terbentuknya anggaran publik yang lebih efektif yang memiliki keterkaitan dengan 3 fungsi anggaran, yaitu sebagai alat alokasi sumber daya publik, distribusi dan stabilitas.

Sehingga akuntansi manajemen dapat menjadi alat dalam pengalokasian serta pendistribusian sumber dana publik kepada masyarakat secara tepat, efisien, adil, dan merata.

5. Penentuan Biaya Pelayanan (Cost of Services) dan Penentuan Tarif Pelayanan (Charging for Services)

Akuntansi manajemen dapat digunakan untuk menghitung pengeluaran yang telah digunakan untuk memberikan layanan termasuk pengeluaran subsidi yang diberikan untuk kepentingan publik. Tuntutan agar pemerintah segera meningkatkan mutu pelayanan dan keluhan masyarakat akan besarnya biaya pelayanan termasuk suatu indikasi bahwa diperlukannya perbaikan sistem akuntansi manajemen di sektor publik. Masyarakat juga menghendaki pemerintah untuk memberikan pelayanan yang cepat, berkualitas, dan murah. Selain itu Pemerintah juga harus berorientasi pada pelayanan publik harus merespon keluhan, tuntutan dan keinginan masyarakat tersebut agar kualitas hidup masyarakat menjadi semakin baik dan kesejahteraan masyarakat meningkat.

Penentuan biaya pelayanan (cost of services) dan penentuan tarif (charging for service) merupakan satu rangkaian yang keduanya sama-sama membutuhkan informasi akuntansi. Sebagai contoh, pemerintah daerah harus bisa untuk menentukan berapa biaya untuk membangun terminal bus atau stasiun kereta api yang tertib, aman dan nyaman serta biaya operasionalnya. Berdasarkan informasi tersebut pemerintah setempat dapat menentukan berapa tarif pelayanan yang akan dibebankan kepada pemakai jasa pelayanan terminal atau stasiun kereta api tersebut. Perusahaan air minum milik pemerintah daerah harus dapat mengidentifikasi biaya-biaya apa saja yang terjadi di perusahaan, sehingga berdasarkan informasi biaya tersebut dapat ditentukan tarif harga per meter kubik kepada pelanggannya dan dapat dilakukan efisiensi agar perusahaan tidak merugi. Adanya informasi akuntansi manajemen, sumber-sumber inefisiensi di organisasi dapat dideteksi dan dihilangkan.

6. Penilaian kinerja

Akuntansi manajemen juga dapat digunakan dalam penilaian kinerja. Seperti mengukur seberapa besar tingkat efektivitas dan efisiensi organisasi dalam mencapai tujuan yang sudah direncanakan.

Dengan kata lain, akuntansi manajemen dapat digunakan sebagai sistem pengendalian suatu organisasi. Dalam tahap penilaian kinerja, akuntansi manajemen berperan dalam pembuatan indikator kinerja kunci (key performance indicator) dan satuan ukur untuk masing-masing aktivitas yang dilakukan ukur untuk masing-masing aktivitas yang dilakukan. Penilaian kinerja merupakan bagian dari sistem pengendalian. Penilaian kinerja dilakukan untuk mengetahui tingkat efisiensi dan efektivitas organisasi dalam mencapai tujuan yang sudah ditetapkan.

Akuntansi manajemen sektor publik juga tentunya memiliki kaitan yang erat dengan sistem pengendalian manajemen sektor publik. Karena pengendalian manajemen sektor publik berperan sebagai pihak yang bertugas untuk mengendalikan serta mengawasi organisasi agar mencapai tujuan yang telah ditetapkan dan menghindarkannya dari kesalahan atau kegagalan yang bisa

(10)

8 terjadi karena fungsi manajemen itu sendiri tidak berjalan dengan sebagaimana mestinya.

Pengendalian manajemen sektor publik yang ada di Indonesia ini diterapkan dalam beberapa kelompok, diantaranya:

1. Pengendalian Preventif

Merupakan Pengendalian yang dilakukan sebelum berjalannya proses manajemen sehingga dapat meminimalisir kesalahan serta merencanakan strategi dalam usaha untuk mencapai tujuan organisasi. Strategi tersebut dituangkan dalam program-program kerja yang harus diselesaikan dan harus mencapai tujuan-tujuan jangka pendek yang sudah dicanangkan. Perencanaan yang detail akan sangat membantu organisasi untuk beroperasi dengan sedikit kesalahan dan hal ini tentu saja akan berdampak pada meningkatnya efektivitas serta efisiensi kerja.

2. Pengendalian Operasional

Pengendalian ini dilakukan ketika manajemen melakukan pengawasan yang terkait dengan pelaksanaan operasional organisasi, yaitu dengan berjalannya program-program kerja yang sudah disusun. Alat pengawasan pada pengendalian ini adalah anggaran yang dibuat di awal tahun kerja untuk setiap program kerja yang akan dibuat. Anggaran dana ini tentunya menjadi alat yang menghubungkan antara perencanaan dengan pengendalian.

3. Pengendalian Kinerja

Jika program kerja sudah dapat diselesaikan ataupun organisasi telah mencapai tahun akhir kerja, maka manajemen akan melakukan tipe pengendalian kinerja melalui penilaian program kerja dan bagaimana kinerja orang-orang di dalam organisasi tersebut. Evaluasi terhadap kinerja tahun terkait bisa didasarkan pada poin-poin yang sudah dicapai dalam setiap program kerja yang telah direncanakan dari awal atau dapat dibandingkan dengan kinerja tahun lalu sebagai standarnya.

2.2.2 Tujuan Akuntansi Manajemen Sektor Publik

Tujuan dari akuntansi manajemen sektor publik pada dasarnya tidak terlepas dari adanya upaya untuk memperbaiki kinerja manajemen serta meningkatkan akuntabilitas internal yang akan berdampak terhadap masyarakat sehingga pemerintah menetapkan tiga tujuan untuk akuntansi manajemen sektor publik, yaitu:

1. Menetapkan prasyarat untuk memantau keuangan pemerintah.

2. Mendistribusikan sumber daya sesuai prioritas-prioritas politik.

3. Menciptakan efisiensi yang baik saat menggunakan sumber daya negara.

Akuntansi manajemen juga mempunyai tujuan lain, yaitu:

-Management Control (Kontrol Manajemen)

Akuntansi manajemen sektor publik akan memberikan informasi yang dibutuhkan oleh lembaga publik dalam pengelolaan secara tepat dan efisien serta memberikan informasi penggunaan sumber daya yang sudah dianggarkan dalam lembaga publik.

(11)

9 - Accountability (Pertanggungjawaban)

Accountability dapat digunakan dalam pelaporan pelaksanaan pertanggungjawaban sumber daya yang berada dalam wewenang manajer tersebut. Sedangkan menurut kerangka konseptual akuntansi sektor publik disebutkan bahwa laporan keuangan Pemerintah Daerah harus dapat menjelaskan mengenai beberapa informasi yang bermanfaat untuk menilai akuntabilitas dan pembuatan keputusan yang tepat. Berikut beberapa tujuan akuntansi publik berdasar kerangka konseptualnya;

- Menginformasikan sumber, alokasi, dan penggunaan sumber daya keuangan

- Menginformasikan kecukupan penerimaan periode berjalan sebagai pembiayaan semua pengeluaran

- Menginformasikan jumlah sumber daya ekonomi yang digunakan dalam kegiatan entitas pembuatan laporan dan juga hasil yang sesuai

- Menginformasikan posisi keuangan sesuai dengan kondisi entitas pembuatan laporan sesuai dengan sumber penerimaan dalam jangka pendek maupun jangka Panjang

2.3 Akuntansi Sebagai Alat Perencanaan Dan Pengendalian Organisasi 2.3.1 Akuntansi Sebagai Alat Perencanaan Organisasi

Perencanaan merupakan salah satu cara organisasi dalam menetapkan tujuan dan sasaran organisasi. Perencanaan ini meliputi berbagai aktivitas yang sifatnya strategic maupun bersifat taktis serta juga melibatkan aspek operasional. Dalam hal perencanaan organisasi, akuntansi manajemen mempunyai peran dalam pemberian informasi historis dan prospektif yang bisa digunakan untuk memfasilitasi perencanaan. Proses perencanaan juga tentunya melibatkan aspek perilaku berupa partisipasi dalam pengembangan sistem perencanaan, penetapan tujuan dan pemilihan alat yang dirasa paling tepat untuk mengawasi perkembangan pencapaian tujuan.

Untuk mengantisipasi keadaan di masa yang akan datang perencanaan organisasi ini memang sangat penting untuk dilakukan mengingat setiap jenis organisasi tentunya mempunyai sistem perencanaan yang berbeda-beda tergantung pada tingkat ketidakpastian serta kestabilan lingkungan yang mempengaruhinya, karena semakin tinggi tingkat ketidakpastian dan ketidakstabilan lingkungan yang dihadapi oleh suatu organisasi, maka sangat diperlukan sebuah sistem perencanaan yang kompleks dan canggih.

Lingkungan yang mempengaruhi organisasi sektor publik tentunya sangat heterogen. Berbagai faktor seperti faktor politik dan ekonomi yang sangat dominan dalam mempengaruhi tingkat kestabilan organisasi. Selain itu informasi akuntansi juga diperlukan untuk membuat prediksi- prediksi dan estimasi mengenai berbagai kejadian ekonomi yang akan datang yang nantinya akan dikaitkan dengan keadaan ekonomi dan politik saat ini.

Di samping itu, tingkat ketidakpastian (turbulansi) yang dihadapi organisasi sektor publik di masa- masa mendatang akan semakin meningkat. Hal ini tidak terlepas dari pesatnya kemajuan teknologi

(12)

10 informasi yang merambah pada setiap sektor, termasuk sektor publik. Contohnya perkembangan internet yang menyebabkan munculnya gagasan untuk dikembangkannya konsep e-government.

E-government ini merupakan upaya yang dilakukan pemerintah dalam rangka untuk memperbaiki proses serta prosedur administrasi di dalam pemerintahan karena dengan menggunakan teknologi informasi (internet) tentunya dapat memberikan kemudahan dan kecepatan pelayanan kepada stakeholder-nya. Maka sebagai alat perencanaan akuntansi tentunya memiliki peran yang sentral dalam menentukan arah organisasi.

Sebagai alat perencanaan, informasi akuntansi pada dasarnya dapat dibedakan menjadi tiga kelompok, yaitu :

1. Informasi sifatnya rutin atau ad hoc

Informasi yang sifatnya rutin diperlukan untuk perencanaan yang bersifat reguler seperti misalnya laporan keuangan bulanan, triwulan, semesteran maupun tahunan. Di sisi lain organisasi sektor publik juga sering kali menghadapi berbagai masalah yang sifatnya temporer serta membutuhkan informasi yang segera sehingga diperlukan lah informasi yang sifatnya ad hoc.

2. Informasi kuantitatif atau kualitatif

Informasi kuantitatif merupakan informasi yang dapat diukur dan dinyatakan dalam bentuk angka, sedangkan informasi kualitatif adalah informasi yang bersifat deskriptif dan tidak dapat diukur dengan angka.

3. Informasi disampaikan melalui saluran formal atau informal

Informasi formal adalah informasi yang disampaikan melalui saluran resmi dalam organisasi, sedangkan informasi informal adalah informasi yang disampaikan melalui saluran non-resmi atau percakapan sehari-hari.

Informasi akuntansi untuk perencanaan juga dapat dibedakan berdasarkan cara penyampaiannya.

Seperti informasi akuntansi tersebut disampaikan melalui mekanisme formal seperti rapat-rapat dinas maupun mekanisme informal. Pada organisasi sektor publik, saluran informasi lebih banyak yang bersifat formal dibandingkan dengan informal. Hal tersebut terjadi karena adanya batasan transparansi dan akuntabilitas publik yang harus dilakukan oleh lembaga-lembaga publik sehingga proses perencanaan tidak dapat dilakukan secara personal ataupun hanya melibatkan beberapa orang saja.

2.3.2 Akuntansi Sebagai Alat Pengendalian Organisasi

Untuk memastikan bahwa strategi yang digunakan untuk mencapai tujuan organisasi dijalankan secara ekonomis, efisien dan efektif, maka tentunya diperlukan sebuah sistem pengendalian yang efektif. Pola pengendalian organisasi pastinya berbeda-beda karena tergantung pada jenis dan karakteristik organisasi tersebut. Misalnya organisasi bisnis yang sifatnya berorientasi kepada perolehan laba, maka alat pengendaliannya cenderung bertumpu pada mekanisme negosiasi (negotiated bargain). Sementara itu, organisasi sektor publik karena sifatnya yang tidak mengejar laba serta dipengaruhi oleh faktor politik yang besar, maka alat pengendaliannya lebih banyak berupa peraturan birokrasi.

(13)

11 Pada dasarnya fungsi utama dari akuntansi adalah pengendalian. Karena informasi akuntansi merupakan alat pengendalian yang sangat vital bagi sebuah organisasi karena akuntansi dapat memberikan informasi yang bersifat kuantitatif yang umumnya dinyatakan dalam bentuk ukuran finansial, sehingga memungkinkan untuk dilakukannya pengintegrasian informasi dari setiap unit organisasi yang pada akhirnya akan membentuk gambaran kinerja organisasi secara keseluruhan.

selanjutnya, informasi akuntansi memungkinkan bagi setiap organisasi untuk mengintegrasikan aktivitas organisasi.

Dalam memahami akuntansi sebagai alat pengendalian, maka perlu dibedakan antara penggunaan informasi akuntansi sebagai alat pengendalian keuangan (financial control) dengan akuntansi sebagai alat pengendalian organisasi (organizational control). Sebagai alat pengendalian keuangan tentunya akuntansi akan berkaitan dengan peraturan atau sistem aliran uang dalam organisasi, terutama dalam memastikan bahwa organisasi memiliki likuiditas dan solvabilitas yang baik.

Sementara itu, sebagai alat pengendalian organisasi tentunya akuntansi akan terkait dengan pengintegrasian aktivitas fungsional ke dalam sebuah sistem organisasi secara keseluruhan.

Pengendalian organisasi sangat diperlukan untuk menjamin bahwa organisasi tidak menyimpang dari tujuan dan strategi organisasi yang sudah ditetapkan sebelumnya. Pengendalian organisasi ini memerlukan informasi yang lebih luas jika dibandingkan dengan pengendalian keuangan. Sebagai contoh, di dalam sebuah usulan investasi publik informasi yang dibutuhkan untuk pengendalian keuangan dapat berupa sebuah prediksi aliran kas dan profitabilitas dari investasi tersebut.

Sementara itu, untuk tujuan pengendalian organisasi dibutuhkan sebuah informasi yang jauh lebih luas yang meliputi aspek ekonomi, sosial dan politik dari investasi yang diajukan

Perencanaan dan pengendalian pada hakikatnya seperti dua sisi dari mata uang yang sama sehingga keduanya harus dipertimbangkan secara bersamaan. Karena tanpa adanya pengendalian maka perencanaan tidak akan memiliki arti yang lebih sebab tidak ada tindak lanjut (follow-up) untuk mengidentifikasi apakah rencana organisasi tersebut telah dicapai. Namun sebaliknya, tanpa ada perencanaan juga maka pengendalian tidak akan berarti karena tidak ada target atau rencana yang dapat digunakan sebagai pembanding sehingga perencanaan dan pengendalian merupakan suatu proses yang dapat membentuk suatu siklus yang mengakibatkan tahap yang satu akan terkait dengan tahap yang lain dan terintegrasi dalam suatu organisasi.

Jones and Pendlebury (1996) membagi proses perencanaan dan pengendalian manajerial pada organisasi sektor publik menjadi lima tahap, yaitu:

(1) Perencanaan tujuan dan sasaran dasar (2) Perencanaan operasional

(3) Penganggaran

(4) Pengendalian dan pengukuran (5) Pelaporan, analisis dan umpan balik.

(14)

12 DAFTAR PUSTAKA

Bahri, S. (2021). Akuntansi Sektor Publik (hlm. 22–32). Penerbit Media Sains Indonesia.

http://repository.upm.ac.id/2568/1/Buku%20Digital%20-

%20AKUNTANSI%20SEKTOR%20PUBLIK_compressed.pdf#page=34.

Bastian, I. (2017). Akuntansi Manajemen Sektor Publik. Lingkup Akuntansi Sektor Publik, 1, (hlm 3–5). https://d1wqtxts1xzle7.cloudfront.net/61574166/EKSI4207-M120191220-15532- n8dueo-libre.pdf?1576916283=&response-content-

disposition=inline%3B+filename%3DLingkup_Akuntansi_Sektor_Publik.pdf&Expires=

1704961741&Signature=PY7EOQdauzq3s3UMSdHuT2fdCcULI0yiLlD0fX0xXCpuNd EZT0d1SJ3cpB-

YKoOEcL75lXyzdQxvPYyiG0oqdjEdJWK5kHVeyBr4Q~cz60pZc4LrOaeQfwVAdPQf WqWep6wjiKbWo4Y~YvnNa2kO1DLTin91pivYDqlzxk31uwa0GgPxObbcfdpCLYpfK5 Y0wHQwHrpDpnCnRoQxPGNb78ylFQjiJXD1Gm~dC1y1DapRcxBOjbut4P~-

5csfuft8778oFdkhGcc5J8-

6iIXfTqxR36lNJxOr2srKLfrwMhRCw7tJnSsXbKtOpLPDyuN7znRf4tBgBzPGwPjtoCd M8w__&Key-Pair-Id=APKAJLOHF5GGSLRBV4ZA

Prof. Dr. Mardiasmo,MBA., Ak.,CA. (2021). AKUNTANSI SEKTOR PUBLIK - Edisi Terbaru

(hlm. 33–42). Penerbit Andi.

https://books.google.co.id/books?hl=id&lr=&id=pBVCEAAAQBAJ&oi=fnd&pg=PP1&

dq=akuntansi+manajemen+sektor+publik&ots=z6qtVw-

jID&sig=5ZmCA4OKe0DY_NLL3saaZsxOOuY&redir_esc=y#v=onepage&q=akuntansi

%20manajemen%20sektor%20publik&f=false

(15)

12

Referensi

Dokumen terkait

Setelah mengikuti kuliah ini, mahasiswa dapat memahami dan menjelaskan konsep akuntansi sektor publik, profesi akuntan sektor publik dan proses akuntansi sektor publik;

Akuntansi Manajemen Sektor public & system pengendalian Manjemen Sektor Publik Pemahaman terhadap pengertian akuntansi dan system perencanaan dan pengendalian

.Akuntansi Sektor Publik Materi Pertemuan ke-5.. De nisi Standar Akuntansi Sektor

PERTEMUAN KE-5, KULIAH PENGGANTI PERTEMUAN KE-3 STANDAR AKUNTANSI SEKTOR PUBLIK.. De nisi Standar Akuntansi Sektor

Pada makala ini, akan dibahas antara lain perkembangan pemikiran akuntansi; tujuan komparasi; asumsi akuntansi; akuntansi sektor publik versus sektor

Akuntansi keuangan sektor publik adalah salah satu jenis akuntansi maka dalam akuntansi keuangan sektor publik juga terdapat proses pengidentifikasian, pengukuran,

Kualitas pelayan publik yang tinggi dan murah dapat diperoleh jika pemerintah mengadopsi system informasi akuntansi manajemen yang modern. Meskipun pada dasarnya

Yang membeclakan Akuntansi Keuangan dengan Akuntansi Sektor Publik aclalah harus cliperhatikannya penekanan clalam hal siapa yang mengelola sumber clananya clan clari mana