Alasan Surat Al-Alaq diturunkan Pertama Kali
Surah Al 'Alaq, ayat Al-Qur'an yang pertama kali turun ke bumi sekaligus menandai dimulainya periode kenabian (nubuwwah). Gua Hira Jabal Nur Makkah menjadi saksi turunnya wahyu pertama kepada Nabi Muhammad shalallahu 'alaihi wasallam bertepatan malam 17 Ramadhan. Riwayat lain menyebut pada malam 21 dan 24 Ramadhan.
Hikmah yang terkandung di Gua Hira tentu tertuju pada salah satu surat dalam Al-Qur'an yaitu Surat Al-'Alaq (surah ke-96) atau disebut juga Surat Iqra' terdiri 19 ayat. Di awal ayat Surat ini berisi perintah membaca (Iqra'). Saat itu Nabi Muhammad shalallahu 'alaihi wasallam berusia 40 tahun.
Di saat itulah, seluruh umat manusia sedang diliputi oleh kesesatan yang sulit diperbaiki, termasuk penduduk kota Mekkah, mereka tenggelam dalam kebejatan dan kemusyrikan. Hal tersebut membuat Nabi Muhammad shalallahu 'alaihi wasallam sedih dan gelisah.
Akhirnya, beliau mengasingkan diri di Gua Hira selama beberapa hari tanpa pulang ke rumah. Di sana, Nabi Muhammad shalallahu 'alaihi wasallam berusaha semakin mendekatkan diri kepada Allah SWT dengan harapan dapat memperbaiki keadaan umat muslim pada zaman tersebut. Ketika Nabi Muhammad shalallahu 'alaihi wasallam tengah tenggelam dalam bermunajat kepada Allah, ia didatangi oleh Malaikat Jibril yang membawa perintah dari Allah SWT untuk menyampaikan wahyu pertama, yaitu Surat Al-Alaq ayat 1-5.
Dalam pertemuan pertamanya dengan Malaikat Jibril, Nabi Muhammad shalallahu 'alaihi wasallam merasa ketakutan dan merasa gugup yang luar biasa. Saat menemui Nabi Muhammad shalallahu 'alaihi wasallam, Jibril berkata, “Bacalah!” Nabi Muhammad shalallahu 'alaihi wasallam menjawab, “Aku tidak dapat membaca.”
Lalu Jibril memegang beliau seraya mendekapnya sampai Nabi Muhammad shalallahu 'alaihi wasallam merasa lelah. Kemudian, Jibril mendekapnya untuk kedua kalinya sampai beliau benar-benar kelelahan. “Bacalah,” ujar malaikat Jibril lagi seraya melepas pelukannya. “Aku tidak bisa membaca,” lagi-lagi Nabi Muhammad shalallahu 'alaihi
1
Universitas Indonesia
wasallam menjawab dengan jawaban yang sama. Lalu Jibril mendekap untuk ketiga kalinya, kemudian melepaskan Nabi Muhammad shalallahu 'alaihi wasallam seraya berkata: "Iqra bismirabbikal ladzii khalaq. Khalaqal insaana min 'alaq. Iqra wa rabbukal akram. Alladzii 'allama bil qalam. Allamal insaana maa lam ya'lam.” Hal tersebut merupakan proses turunnya wahyu pertama.
Setelah peristiwa itu Nabi Muhammad kembali kepada keluarganya dengan membawa kalimat wahyu tadi dalam keadaan ketakutan. Beliau menemui istri tercintanya Sayyidah Khadijah binti Khawailid seraya berkata: "Selimuti aku, selimuti aku!". Tanpa bertanya, Khadijah langsung menyelimuti tubuh Rasulullah yang mulia hingga hilang ketakutannya.
Esoknya, Khadijah mengajak Nabi Muhammad bertemu Waroqoh bin Naufal bin Asad bin Abdul 'Uzza, putra paman Khadijah, seorang ahli kitab beragama Nasrani di masa Jahiliyyah. Kepada Nabi, Waroqoh berkata: "Ini adalah Namus, seperti yang pernah Allah turunkan kepada Musa. Duhai seandainya aku masih muda dan aku masih hidup saat kamu nanti diusir oleh kaummu".
Menurut Dosen Fakultas Sains dan Teknologi (Saintek) UIN Malang Dr Munirul Abidin MAg menjelaskannya dari perspektif ilmiah. Munir menyatakan, untuk sampai kepada ketuhanan, tidak akan sempurna kalau tidak melalui ilmu pengetahuan.
"Kalau dilihat dari ayat iqra' bismirobbikalladzii kholaq, sebenarnya Allah menyuruh kepada manusia lewat Nabi Muhammad shalallahu 'alaihi wasallam hari itu, sebelum kamu mengetahui tentang ketuhanan, belajarlah dulu tentang alam semesta, belajar dulu tentang apa pun yang ada di sekitar kamu," terangnya.
Tetapi, apabila belajar ini tidak diimbangi dan diikuti dengan rasa ketuhanan, maka nanti juga akan menjadi sesat. Karena itulah, setelah iqra 'disebutkan bismirobbikalladzi kholaq yang berarti dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang menciptakan.
Maka dari itulah, orang menuntut ilmu kalau fokus ilmu pengetahuan saja maka bisa menjadi sesat dan sekuler. Ia akan menganggap bahwa dirinya adalah orang yang paling top dan tidak butuh Tuhan karena merasa sudah bisa menyelesaikan segala sesuatunya dengan ilmu pengetahuan. "Karena itu, Allah SWT sudah mengingatkan dalam Surat Al-'Alaq,"
tandasnya.
Daftar Pustaka
Helmy, Y. (2020, Mei 18). Ternyata Ini Alasan Mengapa Surat Al-'Alaq yang Pertama diturunkan 2
Universitas Indonesia
Allah. JATIM IMES.
Ramadhani, D. A. (2021, September 12). Sejarah Turunnya Al-Alaq, Surat Pertama dalam Alquran.
Popmama.
Siregar, R. H. (2021, Agustus 6). Surat Al Alaq: Ayat Al-Qur'an yang Pertama Kali Turun. Kalam.
3
Universitas Indonesia