PENDAHULUAN
Latar Belakang Masalah
Artinya: “Mengapa ada di antara orang-orang sebelum kamu orang-orang yang mempunyai keutamaan mencegah (perbuatan) kerusakan di muka bumi, kecuali segolongan kecil dari orang-orang yang telah Kami selamatkan dari antara mereka, dan orang-orang yang melampaui batas itu hanya peduli terhadapnya. kemewahan yang mereka miliki, dan mereka adalah orang-orang yang berdosa.” 6. Ayat di atas menyatakan: “dan orang-orang yang melampaui batas itu hanya mementingkan kemewahan yang ada pada mereka, dan mereka itulah orang-orang yang berdosa.” Apabila kejadian sebegini berlaku dalam sesebuah masyarakat, orang yang mampu mengaibkan mereka yang kurang berkemampuan, maka ia akan membawa kepada orang yang tidak berkemampuan menjadi rendah diri.
Batasan Masalah
Ketiga: Terdapat perbedaan tajam mengenai alokasi konsumsi antara pandangan ekonomi konvensional dan ekonomi Islam yang perlu dijelaskan agar dapat dijadikan acuan konsumen muslim dalam berkonsumsi. Berdasarkan latar belakang diatas maka peneliti tertarik untuk melakukan penelitian dengan judul “Income Sharing dari Perspektif Ekonomi Islam”.
Rumusan Masalah
Tujuan Penelitian
Kegunaan Penelitian
Penelitian Terdahulu
Persamaan penelitian ini berdasarkan sudut pandang Islam, sedangkan perbedaan penelitian ini adalah membahas tentang bagaimana pendistribusian pendapatan menurut para ahli, sedangkan penelitian di atas membahas tentang distribusi pendapatan. Sedangkan yang membedakan penelitian ini adalah penelitian diatas membahas tentang distribusi pendapatan menurut salah satu tokoh ekonomi, penelitian ini membahas tentang distribusi pendapatan menurut para ahli ekonomi.
Metode Penelitian
Penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan oleh karena itu data dikumpulkan dari sumber tertulis berupa buku-buku yang berkaitan dengan penelitian ini. Dalam penelitian ini analisis data yang digunakan adalah analisis isi (content analysis) yang akan memberikan gambaran sejelas-jelasnya.
Sistematika Penulisan
KAJIAN TEORI
- Pengertian Alokasi
- Pengertian Pendapatan
- Jenis –jenis Pendapatan
- Sumber – sumber Pendapatan
- Alokasi Pendapatan Perspektif Ekonomi Islam
- Zakat
- Sedekah dan Infak
- Kharaj
Pendapatan atau gaji boleh ditakrifkan sebagai jumlah wang yang dibayar oleh seseorang yang mengambil pekerja untuk perkhidmatannya di bawah kontrak. Artinya: “Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu saling memakan harta sesamamu dengan jalan yang batil, kecuali dalam perniagaan yang berlaku dengan suka sama suka di antara kamu. Dari sudut hukum, zakat merupakan salah satu rukun Islam iaitu fardu a'in bagi setiap orang yang layak.
Adapun mengenai kebaikan, zakat mensucikan harta orang mukmin karena kebahagiaan yang diperolehnya terkadang tercampur dengan kesulitan-kesulitan yang kecil. Katakanlah kesenangan dunia ini singkat dan akhirat lebih baik bagi orang-orang yang bertakwa, niscaya kamu tidak akan dirugikan sedikit pun.” 30. Pemanfaatan zakat memang penting dan banyak jumlahnya, baik untuk perilaku konsumsi masyarakat. orang kaya dan untuk kemakmuran.
Dan ajarlah diri anda untuk menjadi mulia dan pemurah dengan sentiasa memberi amanah kepada orang yang berhak dan berminat. Ayat yang menganjurkan memberi atau mengeluarkan sedekah cukup banyak, berkaitan dengan orang-orang yang beriman dan bertakwa kepada Tuhannya.
Riwayat Hidup Objek Penelitian
Ishaq Asy-Syaitibi
Yusuf Qardawi
Monzer Kahf
Monzer Kahf adalah warga negara Amerika yang saat ini tinggal di Westminster, California bersama istri dan anak-anaknya. Monzer Kahf menyelesaikan pendidikan dasar dan menengahnya di lembaga pendidikan di Damaskus dan kemudian mengambil gelar sarjana. Monzer Kahf memperoleh “Diploma Tinggi Perencanaan Sosial dan Ekonomi dari Badan Perencanaan PBB di Suriah.
Tidak hanya itu: pada bulan Maret 1975, Monzer Kahf menerima gelar doktor di bidang ekonomi (jurusan mata uang dan pembangunan ekonomi) dari Universitas Utah, Salt Lake, kota Utah. Monzer Kahf dikenal sebagai ekonom terkemuka, konsultan, dosen dan pakar Syariah dan hukum Islam. Monzer Kahf menjadi direktur keuangan di Masyarakat Islam Amerika Utara dan manajer Dana Zakat Nasional dan Dana Koperasi Islam untuk Muslim di Amerika Utara.
Monzer Kahf bergabung dengan Universitas Yarmouk, Yordania, sebagai profesor ekonomi dan perbankan Islam dalam program pascasarjana dan mengajar ekonomi Islam. Monzer Kahf juga mendirikan Credit Union Asosiasi Mahasiswa Muslim berlisensi negara dan Indiana Islamic Cooperative Housing Society pada tahun 1980.
Abdul Mannan
Pada tahun 1970 ia menerbitkan buku pertamanya yang berjudul “Islam, Teori dan Praktek”.56 Buku ini dipandang oleh sebagian besar mahasiswa dan peneliti ekonomi sebagai buku teks pertama tentang ekonomi Islam. Bagi sebagian besar mahasiswa dan cendekiawan ekonomi Islam, buku ini dijadikan sebagai buku ajar ekonomi Islam yang pertama. Buku ini merupakan kelanjutan dari karya Mannan sebelumnya, buku ini memberikan gambaran luas dan rinci tentang ekonomi Islam serta membantu menegakkan amanah ekonomi Islam.59.
Perbedaan ekonomi modern dan ekonomi Islam dalam hal konsumsi terletak pada cara pendekatannya. Mannan memberikan kontribusi terhadap pemikiran ekonomi Islam melalui bukunya yang berjudul Islamic Economic Theory and Practice, yang menjelaskan bahwa sistem ekonomi Islam memiliki petunjuk dalam Al-Quran dan Hadits. Dari rangkuman Tabel 4.1 di atas, dapat penulis sampaikan bahwa secara umum terdapat kesamaan pemikiran antara keempat pakar ekonomi syariah di atas, menjelaskan bahwa alokasi utama pendapatan harus selalu digunakan untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Sedangkan perbedaan pemikiran keempat ekonom Islam di atas adalah pemikiran Yusuf Qardawi dan Abdul Mannan yang secara jelas menyatakan bahwa seorang muslim harus mengalokasikan pendapatan dan hartanya untuk diwariskan kepada keturunannya. Secara umum terdapat kesepakatan di antara keempat ekonom Islam bahwa alokasi utama pendapatan harus selalu digunakan untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT. Skripsi yang berjudul “Alokasi Pendapatan Dalam Perspektif Ekonomi Islam, Kajian Pemikiran Para Ekonom Islam” ini diharapkan dapat menyadarkan pembaca akan harta dan pendapatan kita.
Almizan med judul “Distribusi Pendapatan Kesejahteraan Ifølge Konsep Ekonomi Islam”, jurnal Maqdis, Vol 1, No.1, (januar-juni 2016) Al-Qaradawi, Yusuf Norma dan Etika Ekonomi Islam, trans.
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
Alokasi Pendapatan Menurut Ishaq Asy Syaitibi
Alokasi Pendapatan Menurut Yusuf Qardawi
Alokasi Pendapatan Menurut Monzer Kahf
Masyarakat diberikan kebebasan untuk melakukan aktivitas konsumsi sesuai dengan kaidah ajaran Islam. Islam tidak hanya mengatur ibadah dan cara mendekatkan diri kepada Penciptanya, tetapi juga aktivitas ekonomi. Dalam konsep Islam, pendapatan yang dimiliki bukan sekedar harta benda; tidak hanya dibelanjakan untuk hal-hal yang bersifat konsumtif saja, namun ada juga pendapatan yang dikeluarkan untuk berjuang di jalan Allah yang biasa disebut dengan infaq.87 .
Menurut Kahff, Islam tidak melarang seseorang menggunakan suatu barang untuk memperoleh kepuasan sepanjang orang tersebut tidak mengkonsumsi barang yang haram, berbahaya atau merusak. Artinya: Perumpamaan (pendapatan yang dibelanjakan) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan. Barang siapa yang menafkahkan hartanya di jalan Allah, maka mereka tidak menemani apa yang mereka belanjakan dengan menyebutkan pemberiannya dan dengan tidak menyakiti (perasaan si penerima), maka mereka mendapat pahala dari Tuhannya.
Konsumsi untuk ibadah mempunyai nilai yang lebih tinggi karena orientasinya pada al-falah {yang akan mendapatkan pahala dari Allah SWT, sehingga lebih ditujukan untuk kehidupan akhirat. Seorang muslim dalam beraktivitas khususnya dalam mengkonsumsi suatu barang atau jasa harus berpedoman pada etika dan norma yang ditetapkan oleh hukum Islam.
Alokasi Pendapatan Menurut Abdul Mannan
Seseorang akan menabung sebagian pendapatannya untuk berbagai motif, antara lain: untuk melindungi dari ketidakpastian di masa depan, untuk persiapan membeli barang-barang konsumsi di masa depan, untuk mengumpulkan kekayaan. Yaitu: bagian seorang anak laki-laki sama dengan bagian dua anak perempuan; dan jika semua anak itu lebih dari dua orang anak perempuan, maka kepada mereka dua pertiga harta warisan; jika anak perempuannya hanya seorang, maka dia mendapat separuh hartanya. Dan bagi dua orang tua, untuk setiap seperenam harta warisan yang tersisa, jika yang meninggal mempunyai anak; jika yang meninggal tidak mempunyai anak dan.
Tentang) ibu bapamu dan anak-anakmu, kamu tidak mengetahui siapa di antara mereka yang lebih dekat (lebih) bermanfaat bagimu. Selain daripada itu Menafkahkan sebahagian rezeki atau memberikan sebahagian daripada harta yang telah dikurniakan oleh Allah SWT kepada orang yang disyariatkan oleh agama, seperti fakir, miskin, kerabat, anak yatim dan lain-lain. Maksudnya: (iaitu) orang-orang yang beriman kepada yang ghaib, yang mendirikan solat dan menafkahkan sebahagian dari rezeki yang Kami anugerahkan kepada mereka. (QS: Al-Baqarah; 3)90.
Persamaan Dan Perbedaan Alokasi Pendapatan Menurut Para Ahli
Syatibi menjelaskan, alokasi pendapatan tersebut harus membawa manfaat bagi dirinya dan masyarakat lain, antara lain. Selain itu, penghasilan yang diperoleh seorang muslim harus sesuai dengan ajaran dan perintah agama, serta menghindari segala larangan-Nya. Syatibi menjelaskan, pembagian pendapatan hendaknya membawa manfaat bagi dirinya dan orang lain di masyarakat, antara lain pemeliharaan agama, pemeliharaan jiwa, pemeliharaan keturunan, dan pemeliharaan akal.
Qardawi menjelaskan norma dan etika dalam pendistribusian, dengan menjadikan Allah satu-satunya Tuhan seluruh alam, pemilik dan pengatur segala urusan, termasuk pengakuan eksistensi manusia dan nilai keadilan. Kahff menjelaskan, alokasi penghasilan seorang muslim antara lain mensyukuri nikmat Allah, gemar bersedekah, menjauhi kekikiran, boros (tabz{ir/israf), dan maslahah al-. Menurut Mannan, alokasi pendapatan meliputi antara lain penggunaan harta secara terus-menerus, pembayaran zakat sesuai dengan harta yang dimiliki, penggunaan harta dengan cara yang menguntungkan, penggunaan harta tanpa merugikan orang lain, kepemilikan harta yang sah, penggunaan harta yang tidak merugikan orang lain, kepemilikan harta yang sah, penggunaan harta yang tidak merugikan orang lain, kepemilikan harta yang sah, penggunaan harta yang tidak merugikan orang lain, kepemilikan harta yang sah, penggunaan harta yang tidak merugikan orang lain, kepemilikan harta yang sah, penggunaan harta yang tidak merugikan orang lain, kepemilikan harta yang sah, penggunaan harta yang tidak merugikan orang lain, kepemilikan harta yang sah, penggunaan harta yang tidak merugikan orang lain, kepemilikan harta yang sah, penggunaan harta yang tidak merugikan orang lain, kepemilikan harta yang sah, penggunaan harta yang tidak merugikan orang lain, kepemilikan harta yang sah, penggunaan harta yang tidak merugikan orang lain, kepemilikan harta yang sah, penggunaan harta yang tidak merugikan orang lain, kepemilikan harta yang sah, penggunaan harta yang tidak merugikan orang lain, kepemilikan harta yang sah, penggunaan harta yang tidak merugikan orang lain, kepemilikan harta yang sah, penggunaan harta yang tidak merugikan orang lain, kepemilikan harta yang sah, penggunaan harta yang tidak merugikan orang lain. boros atau serakah, menggunakan harta untuk tujuan memperoleh keuntungan atas haknya, menentukan warisan.
Selain itu, penghasilan yang diperoleh seorang muslim harus sesuai dengan ajaran dan perintah agama serta menghindari segala larangannya. Penulis juga berharap dengan skripsi ini dapat menambah pengetahuan tentang distribusi pendapatan dan kekayaan, sehingga dapat menjadi contoh bagi masyarakat.
PENUTUP
Kesimpulan
Saran
Dan pembaca dapat mengalokasikan harta dan pendapatan yang diperolehnya selain untuk memenuhi kebutuhan pribadi dan keluarganya. Kewajiban juga untuk membagi harta dan penghasilan kepada orang lain yaitu anak yatim, fakir miskin, antara lain dengan mengeluarkan zakat, infaq, sadaqah dengan cara tersebut. Selain membantu orang yang membutuhkan, juga membersihkan jiwa dan harta benda yang tercela. kualitas. Penulis berharap karya ini dapat menjadi referensi bagi para peneliti dan literatur di masa yang akan datang. Muntholip, Abd, “Perilaku Konsumen dalam Perspektif Islam”, Jurnal Kajian Islam dan Pendidikan Volume 01, Nomor 01 (1 April 2012) Reksoprayitno, Sistem Ekonomi dan Ekonomi Kerakyatan, Jakarta: Bina Grafik,.