ALTERNATIF SOLUSI PENGGUNAAN GEOTEXTILE PADA KONSTRUKSI JALAN DIATAS TANAH LUNAK
Teks penuh
(2) •. Reaksi kimia antara geotekstil dan lingkungan sekitar Sinar ultra violet Air laut Kondisi Asam dan Basa Waktu Pembebanan. • • • •. Dalam GMA (Geosynthetic Materials Association) White Paper II tentang Geosynthetic Reinforcement of The Aggregate Base/Subbase Course of Pavement Structure yang disiapkan untuk AASHTO Committee 4E tanggal 27 Juni 2000 untuk mendisain perkerasan dengan geosintetik dikenal dengan konsep T B R dan B C R rasio. Masing dijelaskan sebagai berikut: a. T B R - Traffic Benefit Ratio. Sebuah nilai rasio perbandingan antara jumlah beban berulang yang menyebabkan sistem perkerasan tanpa perkuatan geosintetik dengan perkuatan geosintetik sama-sama mengalami tingkat kerusakan standar yang sama. Dimana menurut Robert F. Korner dalam buku Designing With Geosynthetics jika digunakan geogrid dapat digunakan konsep G E F {geogrid effectiveness factor) yang didapat dari berbagai pengujian oleh Haas seperti Gambar 3 berikut ini:. :'."SoH subgrode vv-j. Gambar 2. Konsep fungsi geosintetiic sebagai separator, mencegah intermixing (after Rankilor, 1981) Pemilihan jenis geotekstil untuk perkuatan dipengaruhi oleh beberapa factor, yaitu : faktor internal maupun faktor ekstemal. (Didiek Jarwadi, 2006) Faktor Internal terdiri dari: • Kuat tarik geotekstil • Sifat perpanjangan (elongasi) • Struktur geotekstil (woven atau non woven) • Daya tahan terhadap lingkungan Faktor Ekstemal terdiri dari: • Jenis bahan timbunan. Number of load cycles. I. 10. c % 5 =—' _E 10. p. •S 15 1 20. 10J. 105. 103. 10«. i 1 i T m ] — 1 1 1 mil) Reinforced 2 Reinforced 1 Nonreinforced 1 Failure criterion. — Nonreinforced 2. f S. 30 Gambar 3. Hasil pengujian Lapis Perkerasan Aspal dengan Geogrid dan Tanpa Geogrid. (Permanent Deformation at Surface, after Haas). Dengan menggunakan persamaan di bawah ini: DTN R = D T N / G E F dimana, DTN R = jumlah lintasan dengan perkuatan geogrid DTN = jumlah lintasan tanpa perkuatan geogrid GEF = geogrid effectiveness factor ( =3) sesuai hasil pengujian. Mi. 1. I. M. S • I'fi c. «. f>n. SI. O'A. :t=. 1. T. 1—. 1. 1. F o r C 3 R i 3.0 a ntd Ku D6( th < 150r. 06. »>. 0 7 • ; !!. • 1. Sedangkan jika menggunakan material geotekstil tipe non woven. Look K H memberikan grafik pengaruh material non woven geotesktil terhadap umur rencana jalan seperti Gambar 4.. S-^. •§ § '. Load R&pethton.. '•. s. Gambar 4. Pengaruh Non Woven Geotekstil pada Umur Rencana Jalan Dengan, W(80kN) (g) = W(80kN) / Tg dimana,Tg = design life influence factor. 60.
(3) W(80kN) = intensitas lalu lintas yang di ekuivalenkan ke beban gandar kendaraan 80 kN selama umur rencana b. B C R - Base Course Reduction Ratio. Persen pengurangan tebal perkerasan dikarenakan penggunaan perkerasan geosintetik dibandingkan dengan tanpa menggunakan perkuatan geosintetik untuk mencapai tingkat kerusakan standar yang sama. Nilai ini didapat karena adanya peningkatan daya dukung tanah karena pemasangan material perkuatan geosintetik. Menurut Look, K H nilai peningkatan penggunaan geotekstil tipe non woven akan dapat meningkatkan Soil Support Value (S) yang berkorelasi dengan nilai C B R tanah dasar {sub grade) sesuai dengan Gambar 5 berikut ini.. Batuh pecah Lapisan aspal. Nilai S N didapat dari dua nomogram, satu untuk lalu lintas rendah dan lalu lintas tinggi di bawah ini dengan memperhatikan nilai-nilai: a. R, faktor regional Kondisi iklim Wet season Dry season. 1.0 ' 2.0 3.0 ' I ' I 'i 1. 2 50. 10. 6.0 9.0 I . II,MI. 20 30 4050. 10 0. 100 200. STUDI K A S U S Dari penjelasan di atas akan diberikan perbandingan hitungan konstruksi jalan dengan berbagai sistem perkuatan dan tanpa perkuatan: A . Perkerasan tanpa perkuatan geosintetik B. Perkerasan dengan perkuatan komposit antara Enkagrid + geotekstil (GlobalTex Non Woven 201 G) Dari hitungan tersebut juga akan diberikan perhitungan perbandingan harga satuan yang harus dikeluarkan untuk masing-masing sistem perkerasan. Semua sistem perkuatan akan didisain dengan menggunakan dasar data yang sama sebagai berikut: • CBRsubgrade :3% • W(80kN) : 10 X 10'^ kendaraan selama 5 tahun • R :4.5 • a1 : 0.1 (sandy clay). 3.00. CBR (!(). Gambar 6. Kehilangan tebal Agregat vs CBR subgrade Dari ketiga konsep disain di atas akan dapat dibandingkan konstruksi perkerasan jalan antara tanpa perkuatan perkuatan gesintetik dibanding jika menggunakan perkuatan geosintetik. Standar perencanaan yang digunakan adalah metode A A S H T O yang telah diadopsi juga oleh Departeman Pekerjaan Umum Direktorat Bina Marga. Dalam A A S H T O dalam disain digunakan beberapa chart atau nomogram untuk mencari nilai SN nomer struktur- dari perkerasan. SN < Z ai.Di dimana,ai = koefisian lapisan perkerasan nilai sesuai tabel di bawah Dj = ketebalan masing-masing lapisan perkerasan Jenis material Pasir atau pasir lempung Kerikil lempung. * 6. 7.0. Jika menggunakan menggunakan perkuatan geosintetik maka nilai-nilai S dan W(80kN) adalah nilai yang telah dimodifikasi/dikoreksi sesuai hasil-hasil pengujian di atas. Selain itu juga jika kondisi tanah dasar (sub-grade) jelek atau soft maka harus juga diperhitungkan kehilangan ketebalan lapis perkerasan karena nilai C B R yang rendah < 3 % sesuai Gambar 6).. \ 200. 3. 6.0 'i. c. W(8o kN), intensitas lalu lintas yang di ekuivalenkan ke beban gandar kendaraan 80 kN selama umur rencana.. \. 1.50. 2. 4.0 S.O I IMM'I. California Boaring'Ratio (CBR). c. Konsep agegate lost yang disebabkan oleh kondisi C B R tanah dasar. Menurut FHWA (Federal Highway Adminstration), 1989 mengeluarkan diagram rentang kehilangan agregat (Gambar 6).. 1.00. Soil Support V h l o B (S). I. Gambar 5. Pengaruh Non Woven Geotekstil pada Daya Dukung Tanah, Sg = FxS. 0.50. Nilai R 4-5 0.2-1.5. b. S, soil support value berkorelasi dengan nilai C B R sub-grade. Error! Objects cannot be created from editing field codes.. 0.00. 0.14 0.44. Sesuai dengan nomogram pada Gambar 7b, didapat hasil perhitungan sebagai berikut:. Nilai aj 0.05-0.10 0.11. 61.
(4) Sistem A C. Agregat lost 20% 0%. S. Sg. W(gokN). W(80kN)g. SN. D. 3.25 1.5. 1.5 2.25. 10x10' 10x10'. 10x10' 3.3x10'. 77.50 52.50. 1,240 mm 525 mm. Susunan lapisan perkerasan jalan: Blse & Pivonent. Adapun pemilihan tipe Enkagrid dilakukan dengan melakukan analisa stabilitas dengan menggunakan software GGU-Stability seperti out di bawah (Gambar 8) didapat faktor keamanan SF= 1.47. Jenis yang diusulkan adalah Enkagrid Mak 30 sesuai spesifikasi terlampir.. 1.240 mm Bas« & Pavement. Sistem A. Sistem B. PENUTUP Dari uraian dan perhitungan di atas tentang perencanaan jalan diatas tanah lunak dengan perkuatan geotekstil dan menjadi salah satu alternative konstruksi dan menunjukkan hasil yang lebih baik.. of Finite Elements Analysis". Geotextiles and Geomembranes. Vol.6, No. 1-3: 53-80. Robert M . Koerner, Ph.D., P.E, 1994, "Designing with Geosynthetics" Third Edition, Prentice Hall.. DAFTAR PUSTAKA Brown, B.S, and Poulos, H . G . , 1980, "Analysis of Foundation on Reinforces Soil ", Civil Engineering Research Report R.377. University of Sydney Djarwadi, Didiek, 2006, "Konstruksi Jalan diatas Tanah Lunak dengan Perkuatan Geotextil", International Civil Engineering Conference, Surabaya. Rowe, K.R., and Soderman, K . L . , 1987, " Stabilisation of Very Soft Soil using High Strength Geosynthetics: the Role. LAMPIRAN. 62.
(5) Gambar 7a. Nomogram Perancangan nilai SN untuk pt = 2.0 (Volume Lalu lintas rendah). Gambar 7b. Nomogram Perancangan niiai SN untuk pt = 2.5 (Volume Lalu lintas Tinggi). 63.
(6)
Dokumen terkait
ANALISIS PENURUNAN DAN DAYA DUKUNG FONDASI KONSTRUKSI SARANG LABA-LABA PADA TANAH LUNAK.. Settlement and Bearing Capacity Analysis of Konstruksi Sarang Laba-Laba Foundation at
Fungsi PVD pada pekerjaan perbaikan tanah lempung lunak metoda preloading dengan peng- gunaan PVD adalah untuk mempercepat waktu proses konsolidasi seperti yang
Keseimbangan batas pada stabilitas internal seperti terlihat pada Gambar 2, menunjukkan bahwa untuk menghindarkan kerusakan pada konstruksi timbunan, kuat tarik geotextile harus
Fungsi PVD pada pekerjaan perbaikan tanah lempung lunak metoda preloading dengan peng- gunaan PVD adalah untuk mempercepat waktu proses konsolidasi seperti yang
Penelitian ini dilakukan analisis nilai kapasitas dukung dan penurunan pondasi KSLL dengan perkuatan geotextile woven yang terletak pada tanah lempung lunak.. Metode analisis
Fungsi PVD pada pekerjaan perbaikan tanah lempung lunak metoda preloading dengan peng- gunaan PVD adalah untuk mempercepat waktu proses konsolidasi seperti yang
Tahanan geser tanah pada stabilitas lereng yang diperkuat dengan cerucuk selain dipengaruhi oleh parameter momen maksimum yang bekerja pada cerucuk (Mmaks), koefisien
Kegiatan penyuluhan diawali dengan pemberian informasi tentang cara efektif dan efisien pengurugan di atas tanah lunak sebagai alternatif pengganti jembatan dari kayu yang mahal