• Tidak ada hasil yang ditemukan

Amanat Upacara Adek

N/A
N/A
Denny Kurniawan Laoli

Academic year: 2024

Membagikan " Amanat Upacara Adek"

Copied!
2
0
0

Teks penuh

(1)

Selamat pagi, salam sejahterah bagi kita semua Ya’ahowu.

Yang saya hormati: Bapak Kepala Sekolah, Bapak/Ibu Wakil Kepala Sekolah, Bapak/Ibu PKS, seluruh Bapak/Ibu guru serta staf pegawai tata usaha dan teristimewa seluruh peserta didik yang kami banggakan.

Puji dan syukur kita panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa, atas kemurahannya kita bisa berkumpul dan melaksanakan upacara pengibaran bendera.

Saya menyampaikan apresiasi kepada petugas upacara yang dengan penuh rasa tanggung jawab, telah menunaikan tugasnya dengan baik.

Pada amanat kali ini, saya menyampaikan kepada seluruh peserta didik kami tentang Krisis Moral Generasi Muda.

Di tengah cengkeraman arus globalisasi sekarang, pendidikan moral dan etika sangat diperlukan oleh siswa/siswi kami sebagai generasi muda yang digadang-gadang sebagai tonggak atau penentu masa depan bangsa.

Permasalahan krisis moral dikalangan para remaja belakangan ini telah menjadi masalah yang cukup serius dimana hasil penelitian membuktikan angkanya selau bertambah. Beberapa tahun terakhir kalangan para remaja menghadapi berbagai problem perilaku seperti narkoba, seks bebas, bully, tawuran, bergabung komunitas geng yang tidak mengindahkan norma” dan lain sebagainya. Hal ini terjadi karena di usia remaja seorang anak akan mencari jati diri dan figur yang dianggap cocok dengan karakter dirinya. Banyak remaja yang berontak dengan aturan- aturan dalam keluarga karena mereka menganggap orang tua terlalu kolot, hanya mementingkan kebutuhan material, dan selalu merasa paling benar.

Dampak negatif dari krisis moral, sering terjadinya peristiwa di luar akal sehat. Contoh nyata, ada anak yang membunuh orang tuanya gara-gara tidak dibelikan motor, hp, dan lainnya, masalahnya sepele sekali tetapi karena moralnya sudah terkikis sehingga tidak ada rasa hormat, rasa kasih sayang, iba, peduli. Ada juga yang menyalah gunakan media sosial dengan mengirim atau membagikan hal-hal yang melanggar norma susila, seperti membagikan konten” berbau pornografi. Dari beberapa fakta tersebut dapat dikatakan bahwa generasi muda saat ini tengah mengalami kerusakan, kemerosotan moral dan adab serta terkikisnya jati diri sebagai bangsa Indonesia.

Lalu adakah solusi untuk mengatasi masalah tersebut?. Tentu ada. Untuk mengatasi berbagai kerusakan moral yaitu :

1. Menanamkan pendidikan karakter

2. Memilih teman bergaul dan lingkungan yang tepat

3. Memanfaatkan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi dengan baik 4. Meningkatkan iman dan taqwa kepada Tuhan

5. Menghargai sesama, orang tua dan guru.

Maka dari itu mari mulai sekarang kita mulai membiasakan diri beretika yang baik, dan menjaga moral kita jangan sampai menjadi manusia yang tak bermoral.

Demikian amanat Pembina Upacara yang bisa saya sampaikan kali ini semoga bermanfaat, mohon maaf jika ada salah ucap atau kata. Salam hebat dan Bahagia, Yaahowu.

(2)

Referensi

Dokumen terkait

Dengan cara mengantisipasi pengaruh negatif arus globalisasi terhadap perkembangan moral peserta didik, maka diharapkan peserta didik nantinya akan terhindar dari budaya

Kebudayaan adalah perwujudan dari budi pekerti (Ki Hadjar Dewantara, Pusara, 1952:170). Dan kondisi kekinian Indonesia berada di tengah globalisasi yang mengikis kesadaran generasi

Di era globalisasi yang tidak mampu menahan derasnya arus informasi dari dunia manapun, membuat generasi muda dengan mudah mengetahui dan menyerap informasi dan budaya

Kami Koperasi Proyek Ruang Hidup Seratus Juta Generasi Muda menyampaikan kepada Ketua Mahkamah Konstitusi, ajuan permohonan untuk dapat amanat ketetapan hukum agar segera direalisasi

Pendidikan moral dapat diartikan sebagai suatu konsep kebaikan (konsep yang bermoral) yang diberikan atau diajarkan kepada peserta didik (generasi muda dan masyarakat) untuk

Terkait dengan arus modernisasi dan globalisasi yang telah terjadi pada berbagai bidang kehidupan masyarakat Indonesia, penting bagi anda sebegai generasi muda untuk

Bukan berarti peserta didik yang merupakan digital natives tidak memiliki etika ketika hendak menyampaikan pesan atau opininya kepada pendidik yang kemungkinan berasal dari generasi

Oleh karena itu, strategi dakwah yang dilakukan para pengurus organisasi KMNU Regional Bandung Raya dalam memperkuat kualiatas moral kader nahdliyin di tengah kriris moral generasi muda