• Tidak ada hasil yang ditemukan

ANALISA KEMACETAN RUAS JALAN GUNUNG MERBABU

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2024

Membagikan "ANALISA KEMACETAN RUAS JALAN GUNUNG MERBABU"

Copied!
10
0
0

Teks penuh

(1)

ANALISA KERUSAKAN TEBAL PERKERASAN LENTUR PADA RUAS JALAN KOTA TANAH GROGOT – LOLO – KUARO (KABUPATEN PASER ) DENGAN

METODE ANALISA KOMPONEN ABSTRAK

Jalan merupakan prasarana infrastruktur yang sangat penting,salah satunya untuk membuka atau mengembangkan suatu wilayah.Dimana jalan juga sebagai sarana yang akan berdampak pada kemajuan dan peningkatan perekonomian suatu wilayah atau daerah.

Jalan juga merupakan bagian dari beberapa stuktur lapis perkerasan dan lapis permukaan yang terdiri dari tanah dasar(sub grede),lapis pondasi bawah(sub base course),lapis pondasi atas (base course).dan lapis permukaan(surface course).masing-masing perkerasan mempunyai komposisi yang berbeda-beda sesuei dengan spesifikasi yang telah ditentukan pemilik pekerjaan (Owner)

Kerusakan struktur perkerasan suatu jalan di sebabkan oleh beberapa faktor pelaksanaan suatu jenis pekerjaan, hal ini biasa terjadi karena dalam pengambilan contoh dalam mutu suatu material atau jenis pekerjaan dilaksanakan secara acak yang sifatnya hanya mewakili dari suatu jenis material atau pekerjaan dari suatu luasan,volume pekerjaan kerusakan struktur perkerasan jalan juga disebabkan oleh kurang taatnya pemakai jalan terhadap klasifikasi atau jenis klas jalan yang diperuntukannya.Kerusakan jalan bisa juga bisa terjadi akibat dari sistim drainase yang kurang baik.

Untuk menjaga keawetan atau ketahanan suatu struktur perkerasan jalan perlu adanya pemeliharaan jalan secara kontinyu dan cepat dalam penenganan bila terjadi kerusakan hal ini agar tidak meluasnya suatu kerusakan jalan.Perlu adanya pengawasan terhadap pemakai jalan khususnya jenis kendaraan – kendaraan besar ( berat ) yang akan melintas pada satu kelas jalan dan pengawasan terhadap pembangunan di sepanjang jalan khususnya yang berdampak pada sistim drainase yang ada.

Dengan ini penulis melakukan suatu analisa dengan judul yang diangkat yakni ANALISA KERUSAKAN TEBAL PERKERASAN LENTUR PADA RUAS JALAN KOTA TANAH GROGOT – LOLO – KUARO ( KABUPATEN PASER ) DENGAN METODE ANALISA KOMPONEN ″ , Berdasarkan judul diatas penulis amati banyak jalan yang geometriknya harus di perbaiki dan kerusakan-kerusakan yang perlu penanganan.

(2)

BAB I

PENDAHULUAN

Jalan merupakan sarana transportasi yang paling banyak digunakan oleh masyarakat untuk melakukan mobilitas keseharian, sehingga volume kendaraan yang melewati suatu ruas jalan mempengaruhi kapasitas dan kemampuan dukungnya. Kekuatan dan keawetan kontruksi perkerasan jalan sangat ditentukan oleh beban yang diterima jalan tersebut dan sifat-sifat daya dukung tanah dasar .

Ruas jalan Kota Tanah Grogot – Lolo - Kuaro Kabupaten Pasir merupakan jalan arteri Primer dan merupakan jalur ekonomi yang menghubungkan jalur lalu lintas antar Kota dan jalur antar provinsi, terutama Kota Tanah Grogot dan Kerang dayu(kabupaten Pasir). Dalam hal ini pada ruas jalan tersebut ditinjau ulang terhadap volume kendaraan yang melintas pada ruas jalan tesebut apakah menjadi salah satu penyebab terjadinya kerusakan atau faktor lain, salah satu data yang diperlukan dalam peninjauan kerusakan yang terjadi pada ruas jalan tersebut adalah volume kendaraan (LHR), yang nanti digunakan dalam perhitungan ulang terhadap konstruksi pekerasan jalan tersebut.

Untuk itu diperlukan kaji ulang agar apakah benar percepatan umur perkerasan terjadi disebabkan oleh volume kendaraan yang melintas pada ruas jalan tersebut atau faktor lainnya.

Sehubungan dengan uraian di atas maka penulis mengambil judul tentang “Analisa Kerusakan Tebal Perkerasan Lentur Pada Ruas Jalan Kota Tanah Grogot – Lolo - Kuaro (Kabupaten Pasir) Dengan Metode Analisa Komponen”.

Rumusan Masalah

Adapun permasalahan yang terjadi pada Ruas Jalan Kota Tanah Grogot –Lolo - Kuaro sebagai berikut :

a. Faktor-faktor apa sajakah penyebab kerusakan pada Ruas Jalan Kota Tanah Grogot –Lolo - Kuaro ?

b. Berapakah tebal Desain Konstruksi Perkerasan pada ruas jalan Kota Tanah Grogot –Lolo - Kuaro?

Maksud dan Tujuan Penelitian Maksud Penelitian

Maksud dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kerusakan perkerasan jalan tersebut, sehingga dapat menerima beban kendaraan yang melintas sesuai dengan umur rencana.

Tujuan Penelitian

Adapun tujuan dari penelitian tugas akhir ini adalah:

a. Untuk mengetahui atau menganalisa apa sajakah kerusakan yang terjadi pada tebal perkerasan yang ada di ruas jalan tersebut ? b. Untuk mengetahui atau menganalisa tingkat kerusakan jalan

tersebut ? Batasan Masalah

Mengingat luasnya ruang lingkup dan permasalahan serta karena keterbatasan pengetahuan penulis, maka dibuat batasan masalah yang nantinya akan dijadikan pembahasan.

(3)

a. Lokasi yang ditinjau dalam analisa Kerusakan tebal perkerasan hanya pada ruas jalan Tanah Grogot – Lolo – Kuaro (Kabupaten Pasir) sepanjang 2 Km

b. Menganalisa kerusakan tebal perkerasan lentur.

Sistematika Penulisan

Sistematika penulisan tugas akhir “Analisa Kerusakan Tebal Perkerasan Lentur Pada Ruas Jalan Kota Tanah Grogot –Lolo - Kuaro (Kabupaten Pasir) Dengan Metode Analisa Komponen” adalah sebagai berikut :

 Bab I Pendahuluan: Menguraikan mengenai latar belakang, rumusan masalah, maksud dan tujuan, batasan masalah, dan sitematika penulisan.

 Bab II Tinjauan Pustaka: berisi tentang pengertian jalan, klasifikasi dan fungsi jalan, karakteristik lalau lintas. Kerusakan-kerusakan pada perkerasan lentur, pembagian segmen jalan, dan pelapisan ulang (overlay).

 Bab III Metode Penelitian: berisi lokasi penelitian, teknik pengumpulan data, jadual/waktu penelitian, instrument pengolahan data, dan bagan alur penelitian.

 Bab IV Pembahasan: berisi survey lapangan yang meliputi kerusakan struktural pada ruas jalan kota Tanah Grogot – Lolo - Kuaro serta cara penanganannya, kerusakan fungsional pada ruas jalan kota Tanah Grogot – Lolo – Kuaro (Kabupaten Pasir), faktor lalu lintas, faktor non lalu lintas, perhitungan nilai kondisi perkerasan permukaan aspal.

 Bab V Penutup: Bab ini berisikan tentang kesimpulan dan saran yang didapat dari hasil analisis penyebab terjadinya kerusakan pada ruas jalan Kota Tanah Grogot –Lolo - Kuaro (Kabupaten Pasir).

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

Lapisan pekerasan berfungsi untuk menerima beban dan menyebarkan beban lalu lintas tanpa menimbulkan kerusakan yang berarti pada konstruksi perkerasan jalan itu sendiri. Dengan demikian memberikan kenyamanan kepada sipengemudi selama masa pelayanan jalan tersebut. Untuk itu dalam perencanaan perlulah dipertimbangkan seluruh faktor – faktor yang dapat mempengaruhi fungsi pelayanan konstruksi perkerasan jalan seperti:

1. Pengertian Jalan

2. Klasifikasi dan Fungsi Jalan

3. Klasifikasi Jalan Menurut Status/Wewenang Pembinaan Jalan 4. Klasifikasi Jalan Menurut Spesifikasi Prasarana Jalan

5. Klasifikasi Menurut Type dan Kelas Jalan 6. Karakteristik Lalu Lintas

Pengertian Jalan

Istilah umum Jalan sesuai dalam Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 38 Tahun 2004 tentang JALAN, sebagai berikut:

1. Jalan

Jalan adalah prasarana transportasi darat yang meliputi segala bagian jalan, termasuk bangunan pelengkap dan perlengkapannya yang diperuntukkan bagi lalu lintas, yang berada pada permukaan tanah, di

(4)

atas permukaan tanah, di bawah permukaan tanah dan atau air, serta di atas permukaan air, kecuali jalan kereta api, jalan lori, dan jalan kabel.

2. Jalan Umum

Jalan Umum adalah jalan yang diperuntukkan bagi lalu lintas umum.

3. Jalan Khusus

Jalan Khusus adalah jalan yang dibangun oleh instansi, hadan usaha, perseorangan, atau kelompok masyarakat untuk kepentingan sendiri.

Yang dimaksud dengan jalan khusus, antara lain, adalah jalan di dalam kawasan pelabuhan, jalan kehutanan, jalan perkebunan, jalan inspeksi pengairan, jalan di kawasan industri, dan jalan di kawasan permukiman yang belum diserahkan kepada pemerintah.

4. Jalan Tol

Jalan Tol adalah jalan umum yang merupakan bagian sistem jaringan jalan dan sebagai jalan nasional yang penggunaannya diwajibkan membayar tol.

Karena Jalan adalah sarana trasnportasi darat yang meliputi sebagai bagian jalan, termasuk bagian pelengkapnya, suatu tempat atau area yang berbentuk jalur yang digunakan sebagai prasarana transportasi, baik menggunakan kendaraan maupun jalan kaki, karena jalan adalah salah satu prasarana transportasi, maka harus memenuhi persyaratan sesuai dengan fungsinya.

Fungsi transportasi adalah memindahkan barang atau orang dari satu tempat ketempat lain, dengan cara aman, nyaman, lancar, dan ekonomis.

Aman berarti barang atau orang yang dipindahkan tidak rusak atau cidera karena kecelakaan atau gangguan lainnya, dan nyaman berarti selama proses memindahkan / perjalanan pemakai jalan merasa enak dan bisa menikmati tanpa ada gangguan, sedangkan lancar berarti tidak ada hambatan yang berarti, sehingga barang atau orang bisa sampai pada tujuan sesuai dengan waktu yang direncanakan. Selain persyaratan tersebut di atas proses pemindahan orang / barang harus ekonomis, berarti biaya pemakai jalan rendah. Hal ini bisa tercapai apabila jarak diambil jarak yang terletak dan semua standar yang digunakan diambil standar minimal dalam batas aman.

BAB III

METODE PENELITIAN Lokasi Penelitian

Tempat penelitian dilaksanakan pada ruas jalan Tanah Grogot - Lolo - Kuaro (Kabupaten Pasir). Pada ruas jalan jalan Tanah Grogot - Lolo - Kuaro (Kabupaten Pasir) ini merupakan jalan provinsi dan termasuk salah satu jalur trans Kalimantan Wilayah Selatan dan jalur transportasi utama yang menghubungkan Samarinda sebagai Ibukota Provinsi Kalimantan Timur menuju Kabupaten / Kota Wilayah Selatan lainnya.

Sasaran yang ingin dicapai pada program ini adalah memelihara Ruas Jalan Tanah Grogot - Lolo - Kuaro (Kabupaten Pasir ) untuk tetap dapat berfungsi dengan baik dalam melayani kelancaran lalu lintas baik

(5)

Kendaraan, orang maupun barang dan sekaligus untuk mempelancar roda perekonomian masyarakat secara umum.

Sedangkan manfaat yang ingin dicapai adalah :

1. Meningkatkan pelayanan lalu Lintas terhadap kendaraan maupun mobilisasi orang dan barang.

2. Menciptakan keamanan dan kenyamanan dalam berlalu lintas.

3. Mempercepat waktu tempuh dari Samarinda menuju Kota / Kabupaten lainnya di Wilayah Selatan Provinsi Kalimantan Timur.

(6)

Gambar 3.1 Peta Lokasi Penelitian

Sumber : Sketsa Proyek Pemeliharaan Berkala Jalan Tanah Grogot–Lolo- Kuaro (Pasir)

3.2. Teknik Pengumpulan Data

Poses pengumpulan data menyangkut data sekunder yang terdiri dari tiga bagian yaitu :

(7)

 Klasifikasi Kelas Jalan.

 Satuan berat kendaraan

 LHR awal rencana

Survey lapangan termasuk dalam data - data primer yaitu meliputi :

 Survey kondisi permukaan

 Survey LHR jenis kendaraan

 Pengambilan sample aspal dengan cara Cord Drill

 Pengujian Laboratorium nilai sisa dari marshall.

3.3. Jadual / waktu penelitian.

Adapun jadual atau waktu kegiatan penulisan Tugas Akhir ini dapat dilihat pada table 3.1 berikut :

3.4. Instrument pengolahan Data

Setelah dilakukan pengumpulan data lapangan selanjutnya adalah tahap pengolahan data yang telah terkumpul kemudian diolah dan dianalisis apakah dari hasil evaluasi beban lalu lintas yang ada sangat mempengaruhi tarjadinya kerusakan pada struktural perkerasan jalan pada ruas jalan Tanah Grogot - Lolo - Kuaro (Kabupaten Pasir) disebabkan antar lain :

a. Lalu lintas, yang dapat berupa peningkatan beban, dan repetisi beban.

b. Air, yang dapat berasal dari air hujan, sistem drainase jalan yang tidak baik, naiknya air akibat sifat kapilaritas.

c. Material konstruksi perkerasan. Dalam hal dapat disebabkan oleh sifat material itu sendiri atau dapat pula disebabkan oleh sistem pengolahan bahan yang tidak baik.

d. Iklim, Indonesia beriklim tropis, dimana suhu udara dan curah hujan umumnya tinggi, yang dapat merupakan salah satu penyebab kerusakan jalan.

e. Kondisi tanah dasar yang tidak stabil. Kemungkinan disebabkan oleh sistem pelaksanaan yang kurang baik, atau dapat juga disebabkan oleh sifat tanah dasarnya yang memang jelek.

f. Proses pemadatan lapisan diatas tanah dasar yang kurang baik.

Umumnya kerusakan-kerusakan yang timbul tidak disebabkan oleh satu faktor saja, tetapi dapat merupakan gabungan penyebab yang saling kait mengkait. Sebagai contoh retak pinggir, pada awalnya dapat diakibatkan oleh tidak baiknya sokongan dari samping. Dengan terjadinya retak pinggir, memungkinkan air meresap masuk kelapis dibawahnya yang melemahkan

(8)

ikatan antara aspal dan aggregat, hal ini dapat menimbulkan lubang-lubang disamping melemahkan daya dukung lapisan dibawahnya.

Dalam mengevaluasi kerusakan jalan perlu ditentukan : - Jenis kerusakan (distress type) dan penyebabnya.

- Tingkat kerusakan (distress seveirty).

- Jumlah kerusakan (distres samount).

Sehingga demikian dapat ditentukan jenis penanganan yang paling sesuai.

Bagan Alur Penelitian ( Flow Chat )

BAB IV

ANALISA DAN PEMBAHASAN

4.1. Pengumpulan Data

4.1.1 Data Survey dan Penelitian

Kerusakan Struktural adalah Kerusakan pada ruas jalan Kota Tanah Grogot – Lolo – Kuaro (Kabupaten Pasir), sebagian atau keseluruhannya, yang menyebabkan perkerasan jalan tidak lagi mampu mendukung beban lalu lintas. Untuk itu perlu adanya perkuatan struktur dari perkerasan dengan cara pemberian pelapisan ulang (Overlay) atau perbaikan kembali terhadap lapisan perkerasan yang ada. Persyaratan – persyaratan yang harus dipenuhi adalah :

 Mempunyai ketebalan sesuai yang disyaratkan, sehingga Mulai

Permasalahan : 1. Faktor Faktor Apakah

Penyebab Kerusakan ? 2. Berapakah Tebal

Perkerasan Pada Ruas Jalan Tersebut ?

Tinjauan Pustaka :

Metode Perhitungan Analisa Kerusakan Perkerasan Lentur dengan

Menggunakan Analisa Komponen Latar Belakang :

Analisa Kerusakan Tebal Perkerasan Lentur Pada Ruas Jalan Tanah Grogot

– Lolo – Kuaro Pengumpulan

Data Data Sekunder :

1. Buku / Referensi 2. Data Proyek

3. Klasifikasi kelas jalan 4. Satuan Berat Kendaraan 5. Lhr Awal Rencana Data Primer :

1. Observasi Lapangan

2. Survey Kondisi Permukaan Jalan 3. Survey LHR Jenis Kendaraan 4. Uji Laboratorium

5. Dokumentasi

Kesimpulan dan Saran Selesai

Analisa / Pembahasan

(9)

 Kedap terhadap air, sehingga air tidak mudah meresap ke lapisan dibawahnya.

 Perkerasan mampu menahan regangan dan tegangan akibat beban lalu Lintas.

 Permukaan yang (fleksible) sehingga tidak mudah mengalami retak / deformasi yang berarti atau tidak mudah mengalami retak akibat beban lalu lintas.

Jenis – jenis Kerusakan Struktural pada Ruas Jalan Kota Tanah Grogot – Lolo - Kuaro.

1. Pada STA. 2 + 868 jenis kerusakannya adalah retak kulit buaya.

2. Pada STA. 0 + 625 jenis kerusakannya adalah amblas 3. Pada STA. 1 + 825 jenis kerusakannya adalah retak halus.

BAB V PENUTUP 5.1. Kesimpulan

Dari hasil Survey lapangan,analisa dan pembahasan pada ruas Jalan Tanah Grogot – Lolo – Kuaro ( Kabupaten Pasir ) sebagai berikut :

Kerusakan Struktural pada Ruas Jalan Kota Tanah Grogot – Lolo - Kuaro.

a. Pada STA. 2 + 868 jenis kerusakannya adalah retak kulit buaya.

b. Pada STA. 0 + 625 jenis kerusakannya adalah amblas c. Pada STA. 1 + 825 jenis kerusakannya adalah retak halus.

Cara penaganan :

a. sebaiknya bagian perkerasan yang telah megalami retak kulit buaya akibat air yang merembes masuk kelapis pondasi tanah dasar diperbaiki dengan cara dibongkar dan membuang bagian – bagian yang rusak, kemudian diganti dengan bahan material sesuai yang disyaratkan didalam spesifikasi teknisra penangan.

b. Untuk amblas yang ≤ 5 cm, bagian yang rendah diisi dengan bahan sesuai seperti lapen, lataston, laston. Untuk amblas yang  5 cm, bagian yang amblas dibongkar dan dilapis kembalikan sesaui kondisi semula dengan material sesuai yang disyaratkan dalam spesifikasi teknis.

c. Daerah patahan di cutter dengan mesin potong aspal atau diratakan.

Permukaan yang ada dirapikan, dengan catatan lapis pondasi tidak rusak. Dilapis ulang sesuai kondisi semula, dan bahu jalan diperbaiki atau ditambah aggregat untuk bahu jalan yang kondisinya menggantung dan kemiringan dibuat sesuai yang disyaratkan 4 % untuk bahu jalan.

 Tinjauan perkerasan ruas jalan Tanah Grogot – Lolo - Kuaro dengan menggunakan metode, Analisa Komponen dari hasil perhitungan tersebut didapat hasil sebagai berikut :

- Dengan menggunakan metode analisa komponen didapat hasil ITP sebesar 7.3 terhadap lalu lintas hasil survey dengan umur rencana 5 tahun, dan pengujian nilai sisa marshall dari laboratoriun dengan hasil persentasi terhadap nilai marshall kondisi saat ini sisa sebesar 70 % (persen) dan dari hasil perhitungan terhadap nilai koefisien

(10)

kekuatan relatif (a) untuk masing – masing jenis pekerasan sesuai yang ada dilapangan didapat nilai ITP sebesar 5.90 sehingga diperlukan lapis tambah lapis permukaan ( surface ) selama umur rencana 5 tahun sebesar 3.50 cm ≈ 4 cm ( AC – WC ), dan untuk rencana lapis tambah lapis permukaan ( surface ) umur rencana selama 10 tahun dengan tebal 7.00 cm ≈ 7 cm( AC – WC ).

5.2. Saran - saran

Adapun saran – saran dari penulis untuk Tugas Akhir ini, pada pengamatan Ruas Jalan Tanah Grogot – Lolo – Kuaro ( Kabupaten Pasir ) sebagai berikut:

 Untuk pelaksanaan pekerjaan pengembalian kondisi perkerasan atau perbaikan lobang (patching) pada Sta. STA. 2 + 868, STA. 0 + 625, STA.1 + 825, disarankan agar dikerjakan sesuai dengan ketentuan dalam spesifikasi teknis yang disyaratkan.

 Untuk mendapatkan hasil kerja yang disayaratkan sesuai spesifikasi teknis yang disyaratkan dan harapan-harapan yang ingin dicapai, beberapa komponen yang perlu diperhatikan antara lain:

1. Kualitas tenaga kerja/personil yang ada.

2. Peralatan dan perlengkapan yang digunakan.

3. Mutu dan jumlah bahan/material yang harus disiapkan.

4. Metode/cara pelaksanaan yang dipakai dalam setiap kegiatan.

 Sesuai dengan tujuan pemeliharaan jalan yaitu mempertahankan jalan agar tetap stabil dan tercapai umur rencana serta tingkat pelayanan yang optimal, maka strategi penanganan jaringan jalan merupakan hal penting dan perlu senantiasa dilakukan sesuai dengan tingkat kebutuhannya.

Referensi

Dokumen terkait

Penelitian tentang Analisa Tebal Lapis Perkerasan Lentur dengan metode Bina Marga 1987, AASHTO 1986 dan Road Note 31 sudah dilakukan pada ruas jalan Batang - Subah oleh

Perencanaan Tebal Perkerasan Lentur Jalan Raya Dengan Metode Analisa. Komponen SKBI 2.3.26 Tahun 1987 yang dikeluarkan oleh

No.01/PD/BM/1983, Pedoman Penentuan Tebal Perkerasan Lentur Jalan Raya , Badan Penerbit Pekerjaan Umum. Perkerasan Lentur Jalan Raya , Nova. Penuntun Praktis Perencanaan

Pada perencanaan perkerasan lentur di ruas Jalan Agen Polisi II Peril ini menggunakan perkerasan lentur metode analisa komponen Bina Marga dengan umur rencana

Merencanakan Tebal Perkerasan Lentur dengan metode Bina Marga 1987 dan Perkerasan Kaku dengan metode Bina Marga 2013 pada ruas Jalan Alun-Alun Rambipuji, Kabupaten

Berdasarkan hasil analisa tebal perkerasan lentur ruas jalan Km. 35 – Pulang Pisau dengan metode Analisa Komponen, AASHTO dan AUSTROADS didapat beberapa kesimpulan yaitu: 1.

“Analisa Kerusakan Perkerasan Jalan Dengan Metode Pavement Condition Index PCI Dan Bina Marga Studi Kasus: Ruas Jalan Sijunjung STA 103+000 - 108+000.” Ilmiah, Publikasi: 1–99..

Korelasi CBR dan DDT Analisa Tebal Perkerasan Lentur Dari tabel Faktor Regional Petunjuk perencanaan tebal perkerasan lentur dengan metode lendutan di dapat nilai FR = 2,0 Indeks