Mesin pembuat saus tomat pada penelitian ini berfungsi untuk menghaluskan tomat dan mempunyai kapasitas 5 kg/jam. Keberkahan tersebut salah satunya adalah keberhasilan penulis dalam menyelesaikan proposal tugas akhir yang berjudul “ANALISIS ROTASI MOTOR PADA MESIN PEMBUAT SAUS TOMAT KAPASITAS 5 KG/JAM” sebagai syarat untuk memperoleh gelar akademik Sarjana Teknik Program Studi Teknik Mesin, Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU), Medan.
Latar Belakang
Tomat diolah menjadi pasta tomat melalui tata cara pengolahan yaitu pencucian, blansing, pencampuran, penyaringan, hingga diperoleh ampas tomat yang halus dan dikentalkan dengan cara direbus hingga mencapai padatan terlarut total (TPT) tertentu (28-300 brix). Namun efisiensi optimal mesin bensin pada mesin kecap dengan putaran tersebut belum diketahui.
Rumusan Masalah
Ruang Lingkup
Tujuan Penelitian
Analisis rotasi mesin produksi saus tomat ini diharapkan dapat membantu para pengusaha UMKM dalam mengelola produksi saus tomat dengan lebih efisien waktu dan tenaga. Bagi penelitian selanjutnya sebagai sumbangan bagi pengembangan ilmu pengetahuan dan berguna sebagai referensi untuk penelitian selanjutnya.
Mesin Pembuatan Saus Tomat
- Pengertian Mesin Pembuatan saus Tomat
- Keuntungan Menggunakan Mesin Untuk Membuat Saus Tomat 1. Proses Lebih Cepat
- Komponen Mesin Pembuatan Saus Tomat 1. Rangka
- Cara Kerja Mesin Saus Tomat
Rangka penghancur tomat berfungsi sebagai penopang, penopang, dan dudukan untuk semua bagian mesin. Hopper merupakan suatu tempat atau wadah yang berfungsi sebagai tempat masuknya tomat sebelum proses penggilingan berlangsung.
Motor Bakar
Berdasarkan Sistem Penyalaan 1. Motor bensin
Busi menghasilkan bunga api listrik yang menyulut campuran bahan bakar dan udara, oleh karena itu sepeda motor ini cenderung disebut mesin pengapian busi.
Motor Bensin 2 Langkah
Ketika saluran pembuangan masih tertutup oleh piston, terjadi kompresi di dalam bak mesin terhadap campuran bensin dan udara. Ketika saluran pembuangan terbuka maka campuran bensin dan udara mengalir melalui saluran pembuangan dan berlanjut ke ruang bakar. Rongga pembuangan dan rongga pembuangan ditutup, dilakukan langkah kompresi dan setelah mencapai tekanan tinggi, busi mengeluarkan bunga api listrik untuk membakar campuran bensin dan udara.
Pada saat yang sama, bahan bakar baru masuk ke bak mesin di bawah (di dalam bak mesin) melalui pipa saluran masuk. Piston kembali dari TMA ke BDC karena besarnya tekanan yang terjadi pada saat pembakaran bahan bakar. Pada saat yang sama, bahan bakar baru memasuki ruang bahan bakar melalui rongga pembuangan.
Daya Dan Performansi Mesin Bensin
- Torsi Mesin
- Daya (Power)
- Break Mean Effective Preasure (Bmeep)
- Break Horsepower (BHP)
Untuk mengukur torsi motor pada poros motor, rem dihubungkan dengan pengereman atau beban L. Besaran torsi merupakan besaran turunan yang biasanya digunakan untuk menghitung energi yang dihasilkan suatu benda yang berputar pada porosnya. Daya diartikan sebagai hasil kerja, atau dengan kata lain daya adalah kerja atau energi yang dihasilkan oleh suatu mesin per satuan waktu mesin sedang berjalan.
Konsumsi bahan bakar spesifik rem, disingkat BSFC dan juga dikenal sebagai konsumsi bahan bakar spesifik daya atau konsumsi bahan bakar spesifik saja, adalah jenis rasio perbandingan yang melihat efisiensi bahan bakar suatu mesin dalam kaitannya dengan berapa banyak bahan bakar yang digunakan mobil versus berapa banyak daya. yang dihasilkannya Rumus untuk Menghitung konsumsi bahan bakar spesifik rem adalah konsumsi bahan bakar dibagi dengan daya, dan sering kali hasilnya ditampilkan dalam kilowatt per jam. Peralatan yang disebut dinamometer digunakan untuk memperoleh informasi yang diperlukan untuk menghitung konsumsi bahan bakar spesifik rem.
Transmisi
- Klasifikasi Transmisi
- Komponen Utama CVT (Continuously Variable Transmission) 1. Puli tetap dan kipas pendingin
- Gearbox
- Pulley
- Sabuk (Belt)
Gigi yang digunakan untuk akselerasi tergantung pada kecepatan kendaraan, pada kecepatan rendah atau menanjak digunakan gigi satu, begitu seterusnya jika kecepatan lebih tinggi. Transmisi otomatis yang digunakan adalah transmisi otomatis V-belt atau yang dikenal dengan CVT (Continuous Variable Transmision). Gearbox atau transmisi merupakan salah satu komponen utama pada mesin yang dikenal dengan sistem transmisi tenaga. Transmisi berfungsi mentransmisikan dan mengubah tenaga dari motor yang berputar, yang digunakan untuk memutar spindel mesin dan melakukan gerakan umpan.
Untuk mengetahui RPM digunakan alat yaitu alat yang disebut tachometer, tachometer merupakan alat kalibrator yang digunakan untuk mengukur kecepatan putaran. Dalam Peraturan Menteri Kesehatan RI Nomor 54 Tahun 2015 pasal 4 ayat 1, disebutkan bahwa setiap peralatan kesehatan yang digunakan pada fasilitas kesehatan dan fasilitas kesehatan lainnya wajib diuji dan/atau dikalibrasi secara berkala oleh Pusat Pengujian fasilitas kesehatan atau lembaga pengujian institusi kesehatan. Alat untuk mengukur kecepatan putaran mesin sama dengan jumlah putaran mesin dalam jangka waktu tertentu, misalnya putaran per detik. menit (rpm) atau kecepatan per detik (rps). Alat ukur yang digunakan adalah penunjuk kecepatan atau sering disebut tachometer.
Tempat Dan Waktu Penelitian .1 Tempat Penelitian
Waktu
Mesin pembakaran dalam merupakan salah satu jenis mesin penggerak yang berfungsi untuk menggerakkan bagian-bagian pada mesin gerinda, seperti menggerakkan poros baling-baling dan roda gerinda. Pada prinsipnya perancangan mesin pembuat saus tomat berkapasitas 5 kg/jam terdiri dari serangkaian aktivitas yang berurutan dan harus mencakup seluruh aktivitas yang termasuk dalam perancangan. Berikut flowchart pelaksanaan perancangan mesin pembuat saus tomat berkapasitas 5 kg/jam, sesuai Gambar 3.4 Flowchart.
Mesin pembuat saus tomat berkapasitas 5 kg/jam yang digunakan pada penelitian ini berlokasi di Jalan Istiqomah Gg. Mesin pembuat saus tomat berkapasitas 5 kg/jam ini merupakan mesin uji yang digunakan untuk memperoleh hasil analisa dari putaran poros ulir.
Prosedur Penelitian
Analisa Data
Spesifikasi Motor bakar
Hasil Data Pengujian Pembebanan
Pada Tabel 4.2 pengujian putaran dengan beban 1 kg pada percobaan dengan 1 putaran motor pada putaran 2700 rpm menjelaskan bahwa waktu yang dihasilkan adalah 18,44 detik dan putaran ulir adalah 650 rpm, kemudian putaran pengaduk adalah 31 rpm. Pada percobaan dengan 2 putaran mesin yaitu 2700 rpm diperoleh waktu yang dihasilkan 19,22 detik, putaran skrup 580 rpm, putaran pengaduk 26 rpm. Pada percobaan dengan 3 putaran mesin pada 2700 rpm diperoleh waktu yang dihasilkan 16,47 detik dan putaran skrup 574 rpm, kemudian putaran pengaduk 23 rpm.
Kecepatan rata-rata motor sebesar 2700 putaran per menit dan putaran sekrup sebesar 601 putaran per menit, setelah itu waktu yang dihasilkan sebesar 18,04 detik dan putaran agitator sebesar 26 putaran per menit. Berdasarkan grafik 4.1, hasil analisis menunjukkan bahwa pada saat memutar skrup dengan melakukan 3 kali percobaan, hasil pembubutannya berbeda-beda karena ukuran buah tomat yang tidak rata menjadi penghambat aliran buah tomat ke dalam ruang penggilingan dan gilingan. menggiling. Pada percobaan pertama putaran sekrup sebesar 574 rpm dengan waktu yang dihasilkan sebesar 16,47 detik dan pada percobaan kedua putaran sekrup meningkat menjadi 580 rpm dengan waktu yang dihasilkan sebesar 19,22 detik dan pada percobaan ketiga putaran sekrup menurun menjadi 650 rpm dan waktu yang dihasilkan adalah 18,44 detik.
Beban Tomat 1Kg
Berdasarkan grafik 4.2 hasil analisis menunjukkan bahwa mixer dengan beban 1 kg tomat juga dilakukan sebanyak 3 kali percobaan dan memperoleh hasil rpm yang berbeda-beda akibat ketidakefisienan pada mesin pembakaran serta putaran ulir dimana hasil rpm juga berbeda. Pada Tabel 4.3 pengujian putaran dengan beban 3 kg, pada percobaan 1 putaran motor sebesar 2700 rpm dan putaran ulir menghasilkan data dari alat ukur tachometer diperoleh hasil sebesar 545 rpm, kemudian putaran agitator menghasilkan data sebesar 23 .rpm dan waktu yang dihasilkan adalah 51,60 detik. Kemudian pada percobaan 2 putaran mesin sebesar 2700 rpm dan ulir menghasilkan data dari alat ukur tachometer hasilnya 525 rpm, putaran mixer menghasilkan data 22 hasil, waktu yang dihasilkan adalah 48,65 detik.
Kemudian pada percobaan ke 3 putaran mesin sebesar 2700 rpm dan putaran baling-baling menghasilkan data sebesar 530 rpm, putaran rudder menghasilkan data sebesar 24 rpm dan waktu yang dihasilkan sebesar 50,02 detik. Selanjutnya dengan hasil rata-rata dengan beban 3 Kg pada putaran mesin 2700 rpm, putaran baling-baling menghasilkan data hasil sebesar 533 rpm, kemudian putaran rudder menghasilkan data hasil sebesar 23 rpm dan waktu rata-rata yang dihasilkan adalah 50,09 detik. Berdasarkan grafik 4.3, hasil analisa menunjukkan bahwa pada saat skrup diputar dengan melakukan 3 kali percobaan, diperoleh hasil rpm yang berbeda-beda karena ukuran buah tomat yang tidak rata menjadi kendala aliran buah tomat pada ruang penggilingan dan penggilingan. menggiling.
Beban Tomat 3Kg
Berdasarkan grafik 4.4, hasil analisis menunjukkan bahwa alat pengaduk yang berisi 3 kg tomat juga dilakukan sebanyak 3 kali percobaan dan memperoleh hasil putaran yang berbeda-beda akibat kurang efisiennya mesin pembakaran dalam serta putaran auger, dimana hasil putarannya juga berbeda. Pada Tabel 4.4 Uji putaran dengan beban 5kg pada percobaan 1 putaran motor 2700rpm, putaran skrup menghasilkan data 615rpm, kemudian putaran pengaduk menghasilkan data 27rpm, dan hasilnya adalah 81,22 detik. Kemudian dicoba 2 kali putaran mesin pada putaran 2700 rpm, putaran skrup menghasilkan data sebesar 594 rpm dan putaran mixer menghasilkan data sebesar 26 rpm, hasilnya adalah 75,45 detik.
Kemudian pada percobaan dengan 3 putaran mesin sebesar 2700 putaran per menit, putaran skrup menghasilkan data sebesar 670 putaran per menit, kemudian putaran agitator menghasilkan data sebesar 29 putaran per menit, dan waktu yang dihasilkan adalah 86,34 detik. Selanjutnya pada hasil rata-rata dengan beban 5 kg, kecepatan motor sebesar 2700 rpm, putaran skrup menghasilkan data sebesar 626 rpm, kemudian putaran pengaduk menghasilkan data sebesar 27 rpm dan waktu yang dihasilkan sebesar 81,00. Berdasarkan grafik 4.5, hasil analisis menunjukkan bahwa pada saat memutar skrup dengan melakukan 3 kali percobaan, hasil pembubutannya berbeda-beda karena ukuran buah tomat yang tidak rata menjadi penghambat aliran buah tomat ke dalam ruang penggilingan dan ruang penggilingan untuk digiling. .
Beban Tomat 5Kg
- Menghitung putaran poros screw
- Menghitung Putaran Pengaduk Tomat
- Kesimpulan
- DATA PRIBADI
- RIWAYAT PENDIDIKAN
Berdasarkan grafik 4.6, hasil analisa menunjukkan bahwa pengaduk dengan beban tomat 5 kg juga dilakukan sebanyak 3 kali percobaan dan mendapatkan hasil rpm yang berbeda-beda dikarenakan kurang efisiennya pada mesin pembakaran maupun pada putaran baling-baling dimana hasil rpm tersebut. juga berbeda. Perhitungan putaran poros penggilingan tomat menggunakan data spesifikasi mesin pembakaran. Mesin pembakaran yang digunakan menghasilkan tenaga sebesar 4 Kw (5,5 HP) pada putaran 2700 rpm. Dengan demikian diperoleh putaran mesin pembakaran yaitu 2700 rpm, mesin pembakaran tersebut menggunakan puli dengan diameter 2 inchi = 50,8 mm, kemudian putaran tersebut disalurkan melalui belt menuju puli yang diputar yaitu pada poros penggilingan.
Perhitungan putaran poros pengaduk tomat menggunakan data spesifikasi mesin pembakaran dalam. Mesin pembakaran dalam yang digunakan menghasilkan tenaga sebesar 4 Kw (5,5 HP) pada putaran 2700 rpm. Hal ini menghasilkan putaran mesin pembakaran dalam sebesar 2700 rpm, mesin pembakaran dalam tersebut menggunakan puli berdiameter 2 inchi = 50,8 mm, kemudian putaran tersebut disalurkan melalui sabuk menuju puli yang berputar pada masukan gearbox. poros dan kemudian pada keluaran gearbox, yang merupakan titik akhir putaran poros pengaduk. Mesin saus tomat ini menggunakan mesin pembakaran dalam Honda GX 160T2 SD dengan spesifikasi menghasilkan daya keluaran sebesar 4 Kw (5,5 HP) pada putaran 3600 rpm, sehingga menghasilkan putaran yang ideal dan menjadi acuan perhitungan analisa data yaitu 2700 putaran per menit.
Pada pengujian pertama dengan beban 1 kg tomat diperoleh hasil rata-rata pengujian yaitu kecepatan motor 2700 rpm, kecepatan sekrup 601 rpm, kecepatan mixer 26 rpm dan waktu yang diperoleh adalah 18,04 detik. Pada pengujian kedua dengan beban 3 Kg tomat diperoleh hasil rata-rata pengujian yaitu kecepatan motor 2700 rpm, kecepatan sekrup 533 rpm, kecepatan agitator 23 rpm dan waktu yang diperoleh adalah 50,09 detik.