ANALISIS BISNIS DAN STUDI KELAYAKAN BISNIS
Disusun Untuk Memenuhi Mata Kuliah Kewirausahaan Dosen Pengampu: Yulia Novita, S.Pd.I, M.Par
Disusun Oleh:
Kelompok 10
Adinda Aulia Rahma (12411320150)
Septia Dewi (12411320446)
Zahara Zafria Rahma (12411320200)
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GEOGRAFI FAKULTAS TARBIYAH DAN KEGURUAN UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SULTAN SYARIF
KASIM RIAU
2025
KATA PENGANTAR
Puji dan syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat serta karunianya kepada kami sehingga kami berhasil menyelesaikan makalah mata kuliah kewirausahaan yang berjudul “Analisis Bisnis dan Studi Kelayakan Bisnis”
Makalah ini berisikan tentang informasi mengenai studi kelayakan bisnis, proses dan tahapan studi kelayakan bisnis, penyusunan laporan studi kelayakan bisnis, evaluasi dan persiapan bisnis baru. Diharapkan makalah ini dapat memberikan informasi mengenai studi kelayakan bisnis, proses dan tahapan studi kelayakan bisnis, penyusunan laporan dan evaluasi serta persiapan bisnis baru.
Kami menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari kata sempurna, oleh karena itu kritik dan saran yang membangun dari pembaca sengat diperlukan untuk penyempurnaan makalah ini. Akhir kata kami berharap makalah ini semoga dapat bermanfaat bagi kita semua.
Pekanbaru, 15 Februari 2025
Kelompok 10
DAFTAR ISI
Kata Pengantar i
Daftar Isi ii
Bab I Pendahuluan 1
A. Latar Belakang 2
B. Rumusan Masalah 2
C. Tujuan Masalah 2
Bab II Pembahasan 3
A. Studi Kelayakan Bisnis 3
B. Proses dan Tahapan Studi Kelayakan Bisnis 5
C. Penyusunan Laporan Studi Kelayakan Bisnis 8
D. Evaluasi dan Persiapan Bisnis Baru 9
Bab III Penutup 13
A. Kesimpulan 13
B. Saran 13
Daftar Pustaka 14
iii
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Dalam era globalisasi dan perkembangan teknologi yang begitu pesat, membuat dunia bisnis menghadapi tantangan dan peluang yang semakin kompleks. Banyak individu atau perusahaan berusaha untuk memanfaatkan peluang dengan memulai usaha baru atau mengembangkan usaha yang sudah ada. Namun untuk mencapai kesuksesan dalam bisnis diperlukan pemahaman yang mendalam mengenai berbagai aspek yang mempengaruhi keberlanjutan usaha. Analisis bisnis dan studi kelayakan bisnis berperan sebagai alat bantu bagi pengusaha untuk memahami potensi dan risiko bisnis. Analisis bisnis merupakan proses sistematis yang bertujuan untuk memahami dan mengevaluasi berbagai elemen yang berkontribusi terhadap kinerja usaha- usaha. Tujuannya adalah memahami faktor internal dan eksternal yang mempengaruhi kinerja bisnis. Sementara itu, studi kelayakan bisnis merupakan langkah penting yang dilakukan untuk menilai suatu ide atau proyek bisnis layak untuk dilaksanakan. Studi ini mencakup analisis pasar, teknis, finansial, hukum, dan sosial.
Keduannya penting karena mengurangi risiko kegagalan dengan memahami potensi dan risiko usaha. Selain itu keduanya meningkatkan peluang keberhasilan dengan membantu merencanakan strategi efektif dan membantu mengoptimalkan penggunaan sumber daya dengan mengidentifikasi area yang perlu ditingkatkan. Oleh karena itu, baik bagi pengusaha yang baru memulai maupun yang sudah berpengalaman, mengintegrasikan analisis bisnis dan studi kelayakan dalam perencanaan dan pengembangan usaha menjadi langkah yang sangat strategis.
B. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang yang telah diuraikan diatas, maka rumusan masalahnya sebagai berikut:
1. Apa Yang Dimaksud Dengan Studi Kelayakan Bisnis?
2. Bagaimana Proses dan Tahapan Studi Kelayakan Bisnis?
3. Bagaimana Penyusunan Laporan Studi Kelayakan Bisnis?
4. Bagaimana Evaluasi dan Persiapan Bisnis Baru?
C. Tujuan Masalah
Adapun tujuan penulisan makalah ini ialah sebagai berikut:
1. Untuk Mengetahui Apa Yang Dimaksud Dengan Studi Kelayakan Bisnis
2. Untuk Mengetahui Proses dan Tahapan Studi Kelayakan Bisnis 3. Untuk Mengetahui Penyusunan Laporan Studi Kelayakan Bisnis 4. Untuk Mengetahui Evaluasi dan Persiapan Bisnis Baru
v
BAB II PEMBAHASAN
A. Studi Kelayakan Bisnis
Studi kelayakan bisnis sangat penting bagi berbagai pihak, terutama bagi investor sabagai penggagas, bank sebagai pemberi pinjaman, dan pemerintah yang menyediakan regulasi hukum dan perundang-undangan, masing-masing pihak memiliki kepentingan yang berbeda. Investor ingin mengetahui potensi keuntungan dari investasi, bank ingin memastikan keamanan pinjaman yang diberikan serta kelancaran proses pengembaliannya, sementara pemerintah lebih fokus pada dampak investasi tersebut secara makro, termasuk bagi perekonomian dan pemerataan kesempatan kerja.
Mengingat bahwa masa depan penuh dengan ketidakpastian, diperlukan pertimbangan tertentu dalam melakukan studi kelayakan. Dalam studi ini, terdapat berbagai aspek yang perlu dianalisis dan diteliti kelayakannya, sehingga hasilnya dapat digunakan untuk menentukan apakah suatu proyek atau bisnis sebaiknya dilanjutkan, ditunda, atau bahkan dibatalkan. Hal ini menunjukkan bahwa studi kelayakan melibatkan tim yang terdiri dari berbagai ahli sesuai dengan bidang masing-masing, seperti ekonom, ahli hukum, psikolog, akuntan, dan insinyur teknologi. Selain itu, studi kelayakan biasanya dibagi menjadi dua kategori berdasarkan orientasi yang diharapkan oleh perusahaan: orientasi laba, yang berfokus pada keuntungan ekonomis, dan orientasi non-laba (sosial), yang menekankan pada kelayakan pelaksanaan proyek tanpa mempertimbangkan nilai atau keuntungan ekonomis.
Studi kelayakan usaha atau bisnis dapat diartikan sebagai penelitian yang mencakup berbagai aspek, termasuk aspek hukum, sosial ekonomi dan budaya, pasar dan pemasaran, teknis dan teknologi, serta manajemen dan keuangan. Semua aspek ini menjadi dasar dalam penelitian studi kelayakan,
dan hasilnya digunakan untuk menentukan apakah suatu proyek atau bisnis layak untuk dilaksanakan, ditunda, atau bahkan dibatalkan.
Mengingat bahwa masa depan penuh dengan ketidakpastian, penting untuk mempertimbangkan berbagai faktor sebelum memulai suatu bisnis.
Dasar dari pertimbangan ini dapat diperoleh melalui studi yang menganalisis berbagai aspek kelayakan bisnis yang akan dijalankan. Hasil dari studi tersebut akan digunakan untuk menentukan apakah proyek atau bisnis sebaiknya dilanjutkan, ditunda, atau bahkan dibatalkan. Hal ini menunjukkan bahwa studi kelayakan melibatkan tim yang terdiri dari berbagai ahli sesuai dengan bidang masing-masing, seperti ekonom, ahli hukum, psikolog, akuntan, insinyur teknologi, dan lain-lain.
Dengan demikian, studi kelayakan bisnis dapat diartikan sebagai penelitian yang mencakup berbagai aspek, termasuk aspek hukum, sosial ekonomi dan budaya, pasar dan pemasaran, teknis dan teknologi, serta manajemen dan keuangan. Semua aspek ini menjadi dasar dalam penelitian studi kelayakan, dan hasilnya digunakan untuk mengambil keputusan mengenai apakah suatu proyek atau bisnis layak untuk dilaksanakan, ditunda, atau bahkan dibatalkan.
Studi kelayakan umumnya dibagi menjadi dua kategori berdasarkan orientasi yang diharapkan oleh perusahaan. Pertama, ada orientasi laba, yang berfokus pada potensi keuntungan secara ekonomis. Kedua, terdapat orientasi non-laba (sosial), yang menekankan pada kemampuan suatu proyek untuk dilaksanakan tanpa mempertimbangkan nilai atau keuntungan ekonomis.
Studi kelayakan bisnis/usaha sangat diperlukan oleh banyak pihak, khususnya terutama bagi para pengusaha/investor sebagai pemrakarsa dibidang usaha, pihak bank sebagai pemberi kredit, dan pemerintah sebagai pemberi fasilitas, peraturan hukum dan perundang-undangan, yang tentunya masing-masing memiliki kepentingan yang berbeda-berbeda. Pengusaha atau Investor berkepentingan dalam rangka untuk mengetahui tingkat keuntungan dari modal yang di investasikan, pihak bank berkepentingan untuk
vii
mengetahui tingkat keamanan kredit yang diberikan dan kelancaran pengembaliannya, pemerintah lebih menitik-beratkan manfaat dari investasi tersebut secara makro baik bagi kesejahteraan dan pemerataan kesempatan kerja bagi masyarakat. Melalui contoh-contoh kasus ini dapat diketahui berbagai usaha yang layak untuk dilaksanakan/dikembangkan yang dapat memberikan harapan lebih baik dengan analisis dan pendekatan “aspek pasar, aspek teknik dan teknologi, aspek keuangan, aspek ekonomi, dan aspek hukum”. Buku ini pada intinya menyajikan contoh-contoh kasus yang diperlukan dalam analisis studi kelayakan bisnis/usaha dengan tujuan untuk memudahkan memahami usaha-usaha yang dapat dilakukan dan dikembangkan.
Studi Kelayakan Bisnis
B. Proses dan Tahapan Studi Kelayakan Bisnis
Penyusunan studi kelayakan bisnis, yang merupakan salah satu pendekatan ilmiah, umumnya mencakup beberapa langkah kegiatan, yaitu:
1. Tahap Penemuan Ide
Tahap penemuan ide atau perumusan gagasan. Tahap penemuan ide adalah tahap dimana wirausaha mendapatkan ide untuk merintis usaha baru.
Ide tersebut kemudian dirumuskan dan diidentikasi,misalnya kemungkinan- kemungkinan bisnis yang paling memberi peluang untuk dilakukan dan menguntungkan dalam jangka waktu panjang. Banyak kemungkinan, misalnya bisnis industri, perakitan, perdagangan, usaha jasa, atau jenis usaha lain yang dianggap layak. Agar dapat menghasilkan ide proyek yang dapat menghasilak produk laku untuk dijual dan menguntungkan diperlukan penelitian yang terorganisasi dengan baik serta dukungan sumber daya yang memadai. Jika ide proyek lebih dari satu, dipilih dengan memperhatikan:
a) ide proyek sesuai dengan kata hatinya
b) pengambil keputusan mampu melibatkan diri dalam hal-hal yang sifatnya teknis
c) keyakinan akan kemampuan proyek menghasilakan laba.
2. Tahap Penelitian
Setelah ide proyek terpilih, dilakukan penelitian yang lebih mendalam dengan metode ilmiah:
a) mengumpulkan data b) mengolah data
c) menganalisis dan menginterpretasikan hasil pengolahan data d) menyimpulkan hasil
e) membuat laporan hasil
Contohnya: berdasarkan contoh diatas telah ditentukan 3 macam ide proyek.
Selanjutnya, ketiga ide proyek dikaji melalui aspeknya secara cukup luas dan mendalam untuk mendapatkan masukan untuk mengevaluasi ide-ide tersebut.
3. Tahap Evaluasi
ix
Evaluasi yaitu membandingkan sesuatu dengan satu atau lebih standar atau kriteria yang bersifat kuantitatif atau kualitatif. hal yang dibandingkan dalam evaluasi bisnis adalah seluruh ongkos yang akan ditimbulkan oleh usulan bisnis serta manfaat atau benefit yang diperkirakan akan diperoleh.
Ada 3 macam evaluasi:
mengevaluasi usaha proyek yang akan didirikan
mengevaluasi proyek yang akan dibangun
mengevaluasi bisnis yang sudah dioperasionalkan secara rutin
Setelah dilakukan evaluasi terhadap ketiga ide proyek diatas, misalnya, ternyata hanya dua ide proyek yang dianggap fisibel, yaitu rental motor dan rental computer.
Evaluasi bisnis yang akan dibandingkan adalah seluruh ongkos yang akan ditimbulkan oleh usulan bisnis serta manfaat atau benefit yang akan diperkirakan akan diperoleh.
4. Tahap Pengurutan Usulan yang Layak
Jika terdapat lebih dari satu usulan rencana bisnis yang dianggap layak, perlu dilakukan pemilihan rencana bisnis yang mempunyai skor tertinggi jika dibanding usulan lain berdasar kriteria penilaian yang telah ditentukan. Dilakukan evaluasi terhadap kedua ide proyek, ternyata pengambilan keputusan hanya mampu mengerjakan satu ide proyek, misalkan ide proyek rental motor.
5. Tahap Rencana Pelaksanaan
Setelah rencana bisnis dipilih perlu dibuat rencana kerja pelaksanaan pembangunan proyek. Mulai dari penentuan jenis pekerjaan, jumlah dan kualifikasi tenaga perencana, ketersediaan dana dan sumber daya lain serta kesiapan manajemen. Misalnya, setelah yang dipilih adalah rencana bisnis rental motor, maka pelaksanaan untuk membangun proyek bisnis rental motor
6. Tahap Pelaksanaan
Tahap selanjutnya adalah melaksanakan operasional bisnis secara rutin. Agar selalu bekerja secara efektif dan efisien dalam rangka meningkatkan laba perusahaan, dalam operasional perlu kajian-kajian untuk mengevaluasi bisnis dari fungsi keuangan, pemasaran, produksi dan operasi.
Hasil evaluasi dapat dijadikan sebagai feedback bagi perusahaan untuk mengkaji ulang proses bisnis ini secara terus-menerus. Hal-hal yang perlu diketahui dalam membuat suatu Studi kelayakan adalah :
1. Ruang lingkup kegiatan proyek/bisnis.
2. Cara kegiatan proyek/bisnis dilakukan.
3. Evaluasi terhadap aspek-aspek yang menentukan terhadap keberhasilan suatu proyek/bisnis
4. Sarana yang diperlukan oleh proyek/bisnis 5. Hasil kegiatan proyek/bisnis tersebut
6. Akibat (dampak), baik yang bermanfaat atau tidak dari adanya proyek/bisnis tersebut
xi
Proses dan Tahapan Studi Kelayakan Bisnis
C. Penyusunan Laporan Studi Kelayakan Bisnis
Penyusunan laporan studi kelayakan bisnis adalah proses yang komprehensif untuk menilai apakah suatu rencana bisnis dapat dilaksanakan.
Laporan ini mencakup analisis mendalam dari berbagai aspek, termasuk tetapi tidak terbatas pada pasar, teknis, keuangan, manajemen, lingkungan, dan risiko yang terkait dengan rencana bisnis yang diusulkan. Tujuan utamanya adalah memberikan gambaran yang jelas dan menyeluruh kepada para pemangku kepentingan, seperti pemilik bisnis, calon investor, atau lembaga keuangan, sehingga mereka dapat membuat keputusan yang berdasarkan informasi yang tepat.
Proses penyusunan laporan studi kelayakan dimulai dengan mengidentifikasi dan mendeskripsikan secara rinci rencana bisnis yang akan dievaluasi. Hal ini mencakup visi, misi, tujuan, serta profil perusahaan yang berisi informasi tentang jenis usaha, produk atau layanan yang ditawarkan, dan segmen pasar yang menjadi target. Analisis pasar sangat krusial dalam laporan ini karena memberikan pemahaman mengenai ukuran pasar, tren yang ada, kebutuhan konsumen, serta potensi pertumbuhan pasar di masa mendatang. Selain itu, studi teknis menjelaskan aspek produksi atau penyediaan layanan, teknologi yang digunakan, dan infrastruktur yang
Bagian keuangan merupakan elemen kunci dalam laporan studi kelayakan karena menyajikan proyeksi pendapatan, biaya, arus kas, serta analisis investasi yang mencakup NPV, IRR, dan periode pengembalian modal. Komponen ini membantu para pemangku kepentingan dalam menilai potensi keuntungan, risiko keuangan, dan estimasi pengembalian investasi dalam jangka waktu tertentu. Selain itu, studi mengenai manajemen dan organisasi membahas rencana struktur organisasi, tata kelola perusahaan, serta kebutuhan sumber daya manusia yang diperlukan untuk mendukung keberhasilan operasional dan pengembangan bisnis.
Selain menyoroti aspek internal, laporan studi kelayakan juga memperhatikan dampak lingkungan dan sosial dari rencana bisnis. Hal ini mencakup evaluasi terhadap dampak lingkungan yang mungkin ditimbulkan oleh kegiatan bisnis serta strategi untuk mengurangi dampak tersebut. Aspek sosial juga menjadi perhatian, dengan mempertimbangkan kontribusi perusahaan terhadap masyarakat sekitar dan partisipasi dalam tanggung jawab sosial.
Terakhir, analisis risiko merupakan bagian krusial dari laporan ini. Ini mencakup identifikasi berbagai risiko yang mungkin dihadapi bisnis, seperti risiko pasar, operasional, keuangan, dan lingkungan, serta strategi pengendalian risiko yang direncanakan untuk mengelolanya dengan efektif.
Dengan menyajikan semua informasi ini secara terperinci dan terstruktur, laporan studi kelayakan bisnis memberikan landasan yang kuat bagi para pemangku kepentingan untuk mengevaluasi keberhasilan potensial suatu rencana bisnis. Hal ini memungkinkan mereka untuk membuat keputusan yang terinformasi, memperhitungkan berbagai faktor yang relevan sebelum melanjutkan atau mengubah arah rencana bisnis yang diusulkan
D. Evaluasi dan Persiapan Bisnis Baru
xiii
Sebelum suatu usaha dimulai, terlebih dahulu harus disiapkan suatu rencana usaha yang baik dan evaluasinya. Suatu rencana usaha yang baik biasanya berisi komponen-komponen sebagai berikut:
1. Ringkasan pelaksanaan usaha, berisi pernyataan singkat tentang:
Kegiatan pokok perusahaan dan sistem pengelolaan.
Ciri-ciri dari produk atau jasa dan pelayanan.
Ukuran pasar dan prospek atau potensi pasar.
Ringkasan proyeksi keuangan.
Jumlah dana yang diperlukan dan penggunaannya.
2. Deskripsi usaha, harus memuat tentang:
Visi dan misi perusahaan.
Tujuan jangka pendek dan jangka panjang.
Struktur usaha.
Bentuk perusahaan.
3. Produk dan pelayanan yang akan disajikan, memuat tentang:
Produk barang dan jasa yang akan disajikan.
Keunggulan dari barang dan jasa sena pelayanan yang ditawarkan.
Peluang pengembangan barang dan jasa.
Keunggulan dalam pengembangan barang dan jasa.
4. Analisis industri, harus memuat:
Kecenderungan industri yang disenangi.
Lingkungan industri yang berpengaruh.
Izin dan peraturan untuk membangun industri.
Ukuran industri yang akan didirikan.
Keunggulan dan kelemahan industri.
5. Analisis pasar, memuat tentang:
Target atau sasaran pasar.
Kebutuhan pelanggan.
Potensi atau prospek dan perkiraan penjualan untuk setiap target penjualan.
Perkiraan perolehan pangsa pasar dari suatu usaha yang akan dicapai.
6. Strategi pemasaran, memuat tentang:
Lokasi pemasaran.
Saluran distribusi dan jaringan usaha yang dipilih.
Personil yang melakukan penjualan.
Pimpinan atau direktur pengelola.
7. Operasi usaha, memuat tentang:
Pemasok utama.
Kebutuhan-kebutuhan karyawan.
Sistem dan prosedur operasi.
Data ruang dan denah rencana.
Keperluan peralatan dan biaya.
Peralatan tetap dan perabot kantor.
Keperluan persediaan bahan baku.
Semua biaya operasi yang diperlukan 8. Proyeksi keuangan, biasanya memuat:
Jumlah ekuitas (modal milik sendiri) yang dimiliki.
Jumlah, jenis, dan sumber keuangan.
Rencana penggunaan dana.
Proyeksi arus kas atau pendapatan.
Jadi ada tiga proyeksi keuangan yang harus disiapkan, yaitu:
Proyeksi uang kas.
Proyeksi pendapatan.
Proyeksi saldo.
xv
BAB III PENUTUP
A. Kesimpulan
Studi kelayakan usaha merupakan proses analisis yang mendalam mengenai suatu kegiatan, usaha, atau bisnis yang akan dilaksanakan, dengan tujuan untuk menilai apakah usaha tersebut layak untuk dijalankan. Sebuah kegiatan dapat dianggap layak jika memenuhi kriteria tertentu.
Studi kelayakan bisnis sangat penting bagi berbagai pihak, terutama bagi investor sebagai penggagas, bank sebagai pemberi kredit, dan pemerintah yang menyediakan fasilitas serta regulasi hukum. Setiap pihak memiliki kepentingan yang berbeda. Mengingat bahwa masa depan penuh dengan ketidakpastian, diperlukan pertimbangan tertentu. Dalam studi kelayakan, terdapat berbagai aspek yang perlu dianalisis dan diteliti kelayakannya. Hasil dari studi ini akan digunakan untuk menentukan apakah proyek atau bisnis tersebut sebaiknya dilanjutkan, ditunda, atau bahkan dibatalkan
B. Saran
Sebagai seorang pelaku bisnis yang baru merencanakan atau memulai usaha, penting untuk melakukan studi kelayakan bisnis. Hal ini bertujuan agar dapat lebih memahami dan mengetahui arah perkembangan bisnis di masa depan serta cara pelaksanaannya.
Sebagai pembaca yang bijak, semoga tulisan ini dapat meningkatkan pemahaman Anda mengenai pentingnya studi kelayakan bisnis. Diharapkan Anda dapat menerapkan pengetahuan yang diperoleh dari makalah ini untuk memulai usaha dengan cara yang tepat dan benar.
DAFTAR PUSTAKA
Adnyana, D. I. M. (2020). Studi Kelayakan Bisnis I.
Ali Imron, Tamitha Intassar Husen, Elisa Daniati Edison, D. (2024). Studi Kelayakan Bisnis.
Dr. Samsurijal Hasan, Dr. Elpisah, Dr. Joko Sabtohadi, Zarkasi, D. H. F.
(2022). Studi Kelayakan Bisnis. In CV. PENA PERSADA.
https://perpustakaan.stietotalwin.ac.id/pdf/50.pdf
Hidayat, M., Latief, F., & Mariah. (2021). Perencanaan Dan Studi Kelayakan Bisnis (Langkah Sukses Mengembangkan Bisnis).
Iskandar, D. Agung Krisprimandoyo, T. P. (2023). STUDI KELAYAKAN BISNIS.
Nasution, R. U. (2022). Strategi Memulai Bisnis Baru dalam Berwirausaha.
JURNAL SYNTAX IMPERATIF : Jurnal Ilmu Sosial Dan Pendidikan, 3(3), 163. https://doi.org/10.36418/syntax- imperatif.v3i3.164
Pinontoan, M., Wullur, M. M., & Rahmat, A. (2023). Pembelajaran Kewirausahaan Kajian Teoretis dan Pelaksanaannya (Vol. 01).
https://repository.ung.ac.id/en/kategori/show/ebook/33756/pembelaj aran-kewirausahaan-kajian-teoritis-dan-pelaksanaannya.html
Purnamasari, F. (2024). Studi Kelayakan Bisnis.
http://scioteca.caf.com/bitstream/handle/123456789/1091/RED2017- Eng-8ene.pdf?sequence=12&isAllowed=y%0Ahttp://dx.doi.org/
10.1016/j.regsciurbeco.2008.06.005%0Ahttps://
www.researchgate.net/publication/
xvii
305320484_SISTEM_PEMBETUNGAN_TERPUSAT_STRATEGI _MELESTARI
Reza El Akbar, R., Rachman, Z., Faisal, M., Melati Arifin, H., Apriyono, T., Anam, C., Wenno, M., Aziza, N., Regar, E., Bimanti Esthi, R., Turukay, E., Syuheri, A., & Ananta Prima Hardiyanta, R. (2023).
Studi Kelayakan Bisnis (Tinjauan Komprehensif atas Kelayakan Bisnis).
Reza Nurul Ichsan, Lukman Nasution, D. S. S. (2019). STUDI KELAYAKAN BISNIS.
Sahara Siti, S. N. (2024). Analisis Studi Kelayakan Bisnis UMKM Gerobak Chicken Steak Dalam Mengekspansi Usaha di Kecamatan Medan Perjuangan 1Siti. JURNAL MANAJEMEN AKUNTANSI (JUMSI), 4(1), 219–229.
Sulastri, L. (2016). Studi Kelayakan Bisnis Untuk Wirausaha. In LaGood’s Publishing.