• Tidak ada hasil yang ditemukan

analisis burnout dan stres kerja terhadap - Universitas Bosowa

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "analisis burnout dan stres kerja terhadap - Universitas Bosowa"

Copied!
115
0
0

Teks penuh

Bosowa Berlian Motor di Makassar yang telah memberikan izin penelitian dan membantu kelancaran penelitian ini. Hormat dan terima kasih kepada semua pihak atas segala dukungan dan doanya semoga Allah SWT membalas segala kebaikan yang diberikan kepada penulis. Akhir kata penulis mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu dan semoga kepada Allah SWT.

ANGGUN AMALIA, 2019 “Analisis Burnout dan Stres Kerja Terhadap Kinerja Karyawan PT Bosowa Berlian Motor Kota Makassar”.

Gambar  Halaman
Gambar Halaman

PENDAHULUAN

  • Latar Belakang Masalah
  • Masalah Pokok
  • Tujuan Penelitian
  • Manfaat Penelitian
  • Kegunaan Penelitian

Para ahli perilaku organisasi menyatakan bahwa stres kerja merupakan penyebab berbagai masalah keluaran organisasi baik secara fisik, mental, maupun mental. Stres kerja tidak hanya berdampak pada individu tetapi juga biaya organisasi dan industri. Hasil penelitian ini memberikan tambahan informasi kepada pihak-pihak yang berkepentingan di dunia industri tentang stres kerja yang berkaitan dengan kinerja karyawan, sehingga dapat dilakukan upaya untuk mengurangi stres karyawan.

Bosowa Berlian Motor Kota Makassar dalam meningkatkan kinerja pegawai dengan cara memperbaiki organisasi agar pegawai terhindar dari stres kerja.

TINJAUAN PUSTAKA A. Kerangka Teori

Stres Kerja

Mangkunegara, 2005 menyatakan bahwa stres kerja pada dasarnya dikonsep dari beberapa sudut pandang, yaitu stres sebagai stimulus, stres sebagai respon, dan stres sebagai stimulus respon. Stres kerja ini dapat dilihat dalam berbagai sindrom termasuk emosi yang tidak stabil, perasaan tidak nyaman, sendirian, sulit tidur, merokok berlebihan, ketidakmampuan untuk rileks, kecemasan, ketegangan, kegugupan, peningkatan tekanan darah dan gangguan pencernaan.” Berdasarkan definisi di atas, maka dapat disimpulkan bahwa stres kerja adalah suatu keadaan dimana seseorang mengalami gangguan fisik dan mental dalam menyelesaikan tugas yang diberikan dan akan berdampak pada menurunnya kinerja individu tersebut.

Ini terdiri dari konflik peran, ketidakpastian peran, beban kerja yang tinggi, beban tanggung jawab, kurangnya kemajuan karir, kurangnya desain pekerjaan. Mangkunegara (2008) berpendapat bahwa penyebab terjadinya stres kerja adalah beban kerja yang berlebihan, jam kerja yang mendesak, rendahnya kualitas pengawasan, iklim kerja yang tidak sehat, kewenangan kerja yang tidak memadai terkait tanggung jawab, konflik kerja, perbedaan nilai antara pegawai dan manajer. kecewa di tempat kerja. Sumber-sumber potensial yang dapat memicu stres kerja tidak disebabkan oleh satu faktor saja, namun stres disebabkan oleh beberapa penyebab.

Stres kerja di lingkungan kerja terjadi karena berbagai hal, baik yang berasal dari lingkungan kerja maupun dari luar. Dampak positif dari stres kerja antara lain motivasi pribadi, rangsangan untuk bekerja lebih keras dan peningkatan inspirasi untuk kehidupan yang lebih baik. Hubungan kerja yang buruk diekspresikan dalam gejala rendahnya kepercayaan dan rendahnya minat dalam menyelesaikan masalah dalam organisasi.

Namun tenaga kerja yang terlatih, terdidik, dan berpengetahuan luas dapat membuat perubahan dengan bantuan manajemen dalam cara kerja dilakukan. Menciptakan jam kerja yang lebih fleksibel dan lebih memperhatikan work-life balance, work-family balance, yang ditujukan untuk mengasuh anak dan orang tua.

Cara mengatasi stres kerja

Kinerja

Prestasi mempunyai beberapa arti, antara lain “kinerja adalah: Maruf Abdullah suatu catatan hasil yang diperoleh dari fungsi tertentu atau kegiatan tertentu selama jangka waktu tertentu”. Menurut Wibowo dalam Maruf Abdullah (2014:3) "kinerja berasal dari kata performance yang berarti hasil kerja atau prestasi kerja. Menurut Maruf Abdullah (2014:3) "kinerja merupakan terjemahan dari performance yang artinya hasil kerja atau prestasi kerja.

Dengan adanya acuan tersebut maka manajemen perusahaan dapat lebih mudah mengukur kinerja karyawan berdasarkan evaluasi individu yang ada di perusahaan, melihat kompetensinya, dan selain itu juga dapat membantu dalam mengeluarkan kebijakan yang lebih baik bagi karyawan. Dari definisi di atas dapat kita simpulkan bahwa kinerja merupakan hasil pencapaian individu yang diukur dengan tujuan yang telah ditentukan. Sedangkan terkait dengan indikator kinerja pegawai disebutkan bahwa kinerja pegawai dapat diukur dengan indikator-indikator berikut ini.

Jika tidak ada stres maka tidak ada tantangan pekerjaan, dan kinerja karyawan pun menurun. Jika stres meningkat maka kinerja karyawan akan meningkat karena stres membantu karyawan memenuhi tuntutan pekerjaan. Dan akibat yang paling ekstrim adalah kinerja pegawai menjadi nol, pegawai jatuh sakit bahkan kabur.

Jika stres kerja pada karyawan semakin meningkat, hal ini tentunya akan berdampak pada semakin meningkatnya burnout atau kelelahan yang dialami. Prestiana dan Purbandini (dalam Satriyo dan Survival, 2014) menyatakan dalam penelitiannya bahwa terdapat hubungan antara stres kerja dengan burnout atau kebosanan, artinya terdapat hubungan yang signifikan antara stres kerja dengan burnout.

Pengaruh Burnout Terhadap Kinerja

Haryono, W, Suryadini D, & Wulandari Y, (2009) dalam penelitiannya yang berjudul “Hubungan Antara Beban Kerja, Stres Kerja, Tingkat Konflik dan Kelelahan Kerja” menemukan bahwa stres berhubungan positif dan signifikan dengan kelelahan kerja.

Pengaruh Stres Kerja Terhadap Kinerja

Kerangka pikir

Model Penelitian 1. Variabel Penelitian

Hipotesis

METODE PENELITIAN

Lokasi Penelitian

Metode Pengumpulan Data

Kuesioner yaitu dengan menyebarkan daftar pernyataan kepada karyawan PT Bosowa Berlian Motor di Kota Makassar, dan variabel-variabel yang ada dalam kuesioner diukur dengan menggunakan skala likert. Bosowa Berlian Motor di Kota Makassar tidak berbentuk angka-angka seperti gambaran umum perusahaan, hasil kuesioner dan informasi yang diperoleh dari pihak lain yang mendukung penelitian. Data diperoleh melalui observasi langsung dan wawancara terhadap responden dalam hal ini karyawan.

Data diperoleh dari dokumen dan arsip yang ada di perusahaan, serta hasil penelitian kepustakaan dan dari instansi terkait lainnya. Populasi dalam penelitian ini adalah karyawan Bosowa Berlian Motor Kota Makassar yang berjumlah sekitar 35 orang.

Metode Analisis Data

Respon setiap item instrumen dengan menggunakan skala likert dinilai dari sangat positif hingga sangat negatif. Dimana alternatif jawaban menggunakan skala likert yaitu dengan memberikan skor pada setiap alternatif jawaban pertanyaan sebagai berikut. Untuk menghitung besarnya pengaruh kuantitatif perubahan peristiwa (variabel Y) dipengaruhi oleh variabel bebas X1, X2, sehingga rumus umum dari hal ini adalah regresi linier berganda.

Definisi Operasional

  • Sejarah singkat PT Bosowa Berlian Motor
  • Visi Misi VISI VISI
  • Tujuan Perusahaan
  • Pemasaran
  • Struktur Organisasi

PT Bosowa Berlian Motor (BBM), dealer resmi kendaraan Mitsubishi di Indonesia Timur sejak tahun 1973, terus berkembang pesat. Bosowa Berlian Motor yang sudah memiliki beberapa cabang di tanah air, memulai usahanya dari bawah. Berbekal keyakinan dan kepercayaan terhadap masa depan perekonomian Indonesia, Bosowa Berlian Motor pertama kali memulai aktivitasnya sebagai dealer mobil Nissan Datsun pada tanggal 22 Februari 1973 dengan nama CV.

Bosowa Berlian Motor meminta tambahan modal dan Bank Dagang Negara lah yang mampu membantu memenuhi kebutuhan modal saat itu. Bosowa Berlian Motor melihat kemajuan pesat yang akhirnya melahirkan anak perusahaan yang masih eksis hingga saat ini. Operasional bisnis harus menentukan lokasi dan waktu yang tepat untuk setiap produk dikeluarkan atau didistribusikan.

Seperti yang telah dijelaskan diatas, saran strategi lokasi yang dapat dilakukan yaitu akses mudah atau akses mudah, jarak pandang, parkir luas dan aman, perluasan dapat meningkatkan penjualan mobil Mitsubishi X pander di PT. Bosowa Berlian Motor Kairagi. Kemanapun dan Apapun tujuan Anda bersama keluarga, Bosowa Berlian Motor, dealer resmi Mitsubishi Motors & FUSO dengan 34 jaringan bengkel resmi siap memberikan pelayanan terbaik. Lupiyoadi (2013:92) Bauran pemasaran merupakan suatu perangkat/alat bagi pemasar yang terdiri dari berbagai unsur program pemasaran yang harus diperhatikan agar penerapan strategi pemasaran dan positioning tertentu dapat berhasil.

Bososwa Berlian Motor (Persore) mengikuti cara atau prinsip fungsional organisasi yang telah dinyatakan dan digariskan, secara jelas dan tegas menekankan pemisahan tugas, wewenang dan tanggung jawab. Bosowa Berlian Motor (Persero) terdiri dari beberapa unsur peralatan dalam struktur organisasi yang dijelaskan di bawah ini.

STRUKTUR ORGANISASI PT. BOSOWA BERLIAN MOTOR

Berdasarkan hasil olahan data karakteristik responden ditinjau dari umur, responden terbanyak adalah mereka yang. Berdasarkan hasil olahan data karakteristik responden menurut jenis kelamin pada tabel diatas, mayoritas responden berjenis kelamin laki-laki yaitu sebesar 65%. Agar lebih jelas dapat dilihat hasil analisis pada saat analisis burnout dan stres kerja terhadap kinerja karyawan PT.

Hasil korelasi antara variabel independen burnout dan stres kerja terhadap variabel kinerja karyawan PT. Dari tabel tersebut dapat disimpulkan bahwa koefisien korelasi sebesar 0,798 yang berarti adanya pengaruh antara burnout dan stres kerja terhadap kinerja karyawan PT. Sedangkan nilai R2 sebesar 0,637 yang berarti persentase pengaruh burnout dan stres kerja terhadap kinerja karyawan PT.

Bosowa Berlian Motor Kota Makassar pada tabel diatas diketahui nilai signifikansinya sebesar 0,000 < 0,005 sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh antara variabel burnout dan stres kerja terhadap kinerja karyawan PT. Berdasarkan hasil analisis pengujian hipotesis, evaluasi ini menggunakan variabel independen yaitu stres kerja (X1) dan burnout (X2) yang penting terhadap kinerja karyawan di PT. Pada variabel burnout dan stres kerja rata-rata responden yang menjawab sangat setuju pada setiap pertanyaan yang diberikan, hal ini berarti burnout dan stres kerja yang dialami karyawan sangat mempengaruhi kinerja karyawan PT Bosoa Berlian Motor Kota Makassar.

Hasil uji regresi linier sederhana menunjukkan nilai hasil sebesar 373 dengan nilai konstanta sebesar 1925, sedangkan stres kerja sebesar 335 dengan nilai konstanta sebesar 1925. Sedangkan uji korelasi menunjukkan koefisien korelasi sederhana sebesar 0,798 yang menunjukkan adanya pengaruh. pengaruh burnout dan stres kerja terhadap kinerja karyawan pada PT.

Tabel 4.1 Karakteristik Responden Menurut Umur
Tabel 4.1 Karakteristik Responden Menurut Umur

PENUTUP

Saran

2. Disarankan juga agar pihak perusahaan menyediakan fasilitas penunjang untuk menunjang aktivitas kerja seperti: keluar masuknya mobil penjualan, hal ini dimaksudkan untuk memudahkan perusahaan pada PT Bosowa Berlian Motor di Kota Makassar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konflik pekerjaan-keluarga, burnout dan stres kerja terhadap kinerja karyawan PT. Pada kesempatan ini saya sangat mengharapkan kesediaan anda untuk menjadi responden dalam penelitian ini.

Mohon bapak/ibu/saudara silahkan pilih salah satu pilihan (STS/TS/KS/S/SS) yang paling sesuai dengan kondisi/pendapat anda dengan salah memberi tanda.

Variabel Burnout

Variabel Stres Kerja

Variabel Kinerja Karyawan

Penulis memulai pendidikan di TK Pertiwi Pekkabata pada tahun 2002, kemudian penulis melanjutkan pendidikan di SD 28 Duampanua pada tahun 2003 dan lulus pada tahun 2009. Pada tahun yang sama, penulis melanjutkan pendidikan di SMP Negeri 1 Duampanua dan lulus pada tahun 2012. Pada tahun 2015 Penulis melanjutkan pendidikan S1 di Universitas Bosowa Makassar pada Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Bosowa Makassar (UNIBOS) dan lulus pada tahun 2019 dengan gelar Sarjana Ekonomi (SE).

Gambar

Gambar  Halaman
Tabel 4.1 Karakteristik Responden Menurut Umur
Tabel 4.2  Karakteristik Responden Menurut Jenis Kelamin
Tabel 4.4 Jumlah Responden Berdasarkan Pendididikan Terakhir  Pendididkan Terakhir  Tanggapan Responden
+3

Referensi

Dokumen terkait

v ABSTRAK Fakultas Ekonomi dan Bisnis Program Studi S-1 Manajemen 2021 Ninditya Gustyandiana 120.2017.190 Pengaruh Workload Terhadap Burnout Melalui Stres Kerja Sebagai