• Tidak ada hasil yang ditemukan

analisis 5c terhadap keputusan pembiayaan

N/A
N/A
Nguyễn Gia Hào

Academic year: 2023

Membagikan "analisis 5c terhadap keputusan pembiayaan"

Copied!
129
0
0

Teks penuh

Skripsi oleh: Rahmansyah Abdul Shomad, NIM berjudul Analisis 5C Keputusan Musyarakah Pendanaan PT Gerbang NTB Emas melalui Bank NTB Syariah pada Program JPS Gemilang Pemprov NTB, telah memenuhi persyaratan dan telah disetujui untuk diuji. Skripsi oleh: Rahmansyah Abdul Shomad, NIM berjudul Analisis 5C Keputusan Pembiayaan Musyarakah PT Gerbang NTB Emas melalui Bank NTB Syariah dalam Program JPS Gemilang Pemprov NTB, dipertahankan di hadapan Badan Ujian Pascasarjana UIN Mataram pada 28 Desember 2021.

Tabel 0.1: Tabel Transliterasi Konsonan  Huruf
Tabel 0.1: Tabel Transliterasi Konsonan Huruf

PENDAHULUAN

Latar Belakang Masalah

Dalam hal ini, PT Gerbang NTB Emas menggunakan jenis akad musyarakah sebagaimana diuraikan di atas untuk membiayai pelaksanaan program JPS Gemilang. Hal inilah yang kemudian melatarbelakangi penelitian yang berjudul Analisis 5C Keputusan Pembiayaan PT Gerbang NTB Emas melalui Bank NTB Syariah pada Program JPS Gemilang Pemerintah Provinsi NTB.

Gambar 1  –  Perkembangan Laba PT GNE
Gambar 1 – Perkembangan Laba PT GNE

Rumusan Masalah

Salah satu kendala yang dihadapi PT Gerbang NTB Emas dalam mengajukan pembiayaan adalah PT GNE belum pernah memberikan pinjaman dengan nominal sampai dengan 10 Milyar. Selanjutnya, langkah apa yang akan dilakukan perusahaan PT Gerbang NTB Emas untuk memenuhi rangkaian persyaratan 5 C dan mengatasi kendala yang dihadapinya.

Tujuan dan Manfaat

  • Tujuan Penelitian
  • Manfaat Penelitian

RuangLingkupdan Setting Penelitian

  • Ruang Lingkup
  • Setting Penelitian

PenelitianTerdahulu yang Relevan

Kajian ketiga oleh Sri Rahmi Utama berjudul “Analisis Pengaruh Kelayakan Credit Rating (Analisis 5C) Terhadap Risiko Kredit Mikro (Studi Empiris Seluruh Bank Konvensional di Kota Pekanbaru)”. Kajian kedelapan dilakukan oleh Gina Siskawati dengan judul “Analisis Kelayakan Pembiayaan Mikro Menggunakan Prinsip 5C Pada Bank Syariah Mandiri Kc Ajibarang”.

Kerangka Teori

  • Bank Syariah
  • PerbedaanBankSyariahdanBank Konvensional
  • Pembiayaan
  • Analisis 5C
  • JaringPengamanSosial (JPS) Gemilang

Pemahaman tentang perbankan syariah mulai menyebar dan beberapa bank merasa siap melangkah lebih jauh dengan mendirikan bank syariah. Transaksi dalam perbankan syariah harus memenuhi beberapa rukun, antara lain adanya penjual, pembeli, barang yang diperdagangkan, harga yang berlaku dan akad atau perjanjian. Dari sisi bisnis dan bisnis juga terdapat perbedaan antara bank syariah dan bank konvensional yaitu perbankan syariah hanya menjalankan bisnis yang halal.

Selain dibagi berdasarkan sifat penerapannya, pembiayaan pada perbankan syariah juga dapat dibagi berdasarkan jenis akad atau akad yang digunakan. Perbankan syariah memiliki beberapa jenis akad yang dapat digunakan nasabah untuk membiayai usahanya. Tentu saja, khususnya bagi bank syariah, sistem cicilan ini lebih sering digunakan untuk memberikan pembiayaan kepada nasabahnya31.

Pemilik modal atau dalam hal ini perbankan syariah disebut shahibul mal dan nasabah yang mengelola modal disebut mudharib. Sehingga bank syariah tidak secara langsung ikut campur dalam bisnis yang akan dijalankan. Artinya dalam akad jenis ini, bank syariah tidak hanya murni bersifat bisnis (komersial), tetapi juga memiliki visi untuk membantu masyarakat yang membutuhkan pembiayaan47.

Tabel 2  –  Perbedaan Bank Syariah dan Konvensional
Tabel 2 – Perbedaan Bank Syariah dan Konvensional

Metode Penelitian

  • Jenisdan Pendekatan Penelitian
  • Waktudan Tempat Penelitian
  • Instrumen/Alat Penelitian
  • Teknik Pengumpulan Data
  • Teknik Analisis Data
  • TeknikPengecekan Keabsahan Data

Dalam penelitian ini teknik pengumpulan data dilakukan dengan tiga cara yaitu observasi, wawancara dan dokumentasi. Pengamatan atau observasi adalah metode pengumpulan data yang digunakan untuk memperoleh informasi dari pengalaman langsung di lapangan. Pengamatan dalam penelitian ini adalah pengamatan partisipatif (participant observation), yaitu pengamatan yang dilakukan secara aktif, selain menjadi subjek peneliti, juga menjadi subjek penelitian69.

Wawancara dilakukan dalam jangka waktu yang telah ditentukan dan berdasarkan daftar narasumber yang ada, antara lain direksi dan manajer di PT Gerbang NTB Emas. Dalam penelitian kualitatif, uji validitas data dilakukan dengan melakukan beberapa hal, yaitu uji kredibilitas, transferabilitas, reliabilitas, dan konfirmabilitas. Peneliti akan melakukan diskusi dengan rekan kerja di instansi yang sama yaitu PT Gerbang NTB Emas.

Pemilihan tenaga ahli dilakukan dengan memperhatikan struktur organisasi PT Gerbang NTB Emas yang ada dan departemen yang terkait langsung dengan subjek penelitian yaitu Kementerian Keuangan. Uji kepastian adalah uji objektivitas yang memastikan bahwa suatu penelitian objektif, atau hasil penelitian yang disetujui banyak orang80. Meskipun peneliti dipekerjakan oleh PT Gerbang NTB Emas, hal ini tidak membuat data menjadi subyektif karena peneliti akan bertindak sebagai peneliti netral dan melihat situasi yang ada apa adanya.

Tabel 3  –  Narasumber Penelitian
Tabel 3 – Narasumber Penelitian

Sistematika Pembahasan

Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah pertama, bagaimana bisnis PT Gerbang NTB Emas ditinjau dari analisis 5C pembiayaan yang dibiayai oleh Bank NTB Syariah pada Program JPS Gemilang Pemerintah Provinsi NTB. Kedua, apa kendala yang dihadapi PT Gerbang NTB Emas dalam mengimplementasikan analisis 5C pembiayaan yang dibiayai Bank NTB Syariah dalam program JPS Gemilang Pemprov NTB. Penyaluran dana dapat dilakukan dengan menggunakan satu jenis akad yaitu musyarakah yaitu akad kerjasama antara dua pihak atau lebih untuk suatu usaha tertentu dimana masing-masing pihak memberikan sebagian dana dengan ketentuan bahwa keuntungan akan dibagi sesuai dengan kesepakatan, sedangkan kerugian ditanggung sesuai dengan porsi masing-masing dana.

Jadi dalam musyarakah ini, baik bank maupun nasabah memiliki bagian uang tertentu dalam suatu proyek bisnis dan oleh karena itu potensi keuntungan dan kerugian akan dibagi sesuai dengan bagian uang tersebut82. Program Jaring Pengaman Sosial Kementerian Sosial merupakan program Kementerian Sosial untuk membantu keluarga miskin dan rentan terdampak Covid-1983. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif, yaitu penelitian yang berakar pada lingkungan alam secara keseluruhan, yang mengandalkan manusia sebagai alat penelitian, yang menggunakan metode kualitatif, yang bersifat deskriptif84.

Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh karyawan yang bekerja di PT Gerbang NTB Emas yaitu sebanyak 73 karyawan. Teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah purposive sampling, yaitu pengambilan sampel informan dengan tujuan untuk merinci karakteristik spesifik konteks yang unik dan mengumpulkan informasi yang akan menjadi dasar desain teoritis85. Kriteria yang digunakan adalah (1) pegawai tetap PT Gerbang NTB Emas; (2) telah bekerja minimal 1-2 tahun; (3) memiliki pengetahuan dan pengalaman di bidang keuangan khususnya pembiayaan program JPS Gemilang tahun 2020.

USAHA PT GERBANG NTB EMAS DALAM

Gambaran Umum

  • Sejarah Pendirian
  • Visi Misi Perusahaan
  • Struktur Organisasi
  • Bidang Usaha
  • Pengumpulan Data (Wawancara, Observasi
  • Jaring Pengaman Sosial (JPS) Gemilang

PT GNE harus mampu menawarkan produk dan layanan yang lebih baik dari kompetitor yang ada. PT GNE merupakan perusahaan daerah di Nusa Tenggara Barat yang memiliki misi untuk mengembangkan segala potensi daerah yang ada. Contohnya adalah Mahadesa yang merupakan unit usaha PT GNE yang bekerja sama dengan perusahaan desa di NTB.

Untuk terus memperluas pemasaran perusahaan, PT GNE bekerja sama dengan pemangku kepentingan untuk membuka peluang bisnis yang ada di setiap daerah. PT GNE memiliki struktur organisasi yang terdiri dari beberapa jabatan, termasuk manajemen puncak yang ditempati oleh direksi dan komisaris. Bidang produksi beton merupakan bidang usaha terpenting (core business) yang dijalankan oleh PT GNE.

JPS Gemilang Tahap 1 melibatkan beberapa instansi, antara lain Dinas Sosial sebagai penerima pekerjaan, yang kemudian bekerjasama dengan PT GNE untuk pengadaan sembako berupa beras dan telur. JPS Gemilang Tahap 2 terdiri dari Dinas Ketahanan Pangan Provinsi NTB, Dinas Perikanan dan Kelautan Provinsi NTB, Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi NTB, Dinas Perindustrian Provinsi NTB, Dinas Perdagangan Provinsi NTB, dan PT GNE. Dinas Sosial ditunjuk sebagai penerima karya, dan bekerja sama dengan PT GNE untuk mendapatkan sembako berupa beras dan telur.

Gambar 8  –  Sejarah Perubahan Nama
Gambar 8 – Sejarah Perubahan Nama

Analisis 5C

  • Character
  • Capacity
  • Capital
  • Collateral
  • Condition

Kendala yang Dihadapi

Kajian pertama ini relevan untuk mengkaji analisis 5C dalam pembiayaan UMKM oleh bank syariah. Hasil dari penelitian ini adalah penerapan 5C dalam pembiayaan griya di bank syariah Mandiri KCP Kaliurang dengan teori pada dasarnya sama yaitu sama pentingnya menilai kesesuaian calon nasabah pembiayaan8. Kajian kesepuluh dilakukan oleh Habib Nur Fatahillah dengan judul “Implementasi Prinsip 5C pada Keuangan Mikro di Bank Syariah Mandiri Kantor Cabang Pemalang”.

Hasil kajian menunjukkan bahwa penerapan prinsip 5C pembiayaan mikro di Bank Syariah Mandiri Kantor Cabang Pemalang berjalan dengan baik, dengan tetap memperhatikan kemudahan dan kecepatan proses penyaluran pembiayaan mikro kepada nasabah. Implementasi 5C dalam pembiayaan griya di bank syariah Mandiri KCP Kaliurang dengan teori pada prinsipnya sama yaitu sama pentingnya menilai kelayakan calon nasabah pembiayaan. Penerapan prinsip 5C dalam pembiayaan mikro di Bank Syariah Mandiri kantor cabang Pemalang berjalan dengan baik, dengan tetap memperhatikan kemudahan dan kecepatan proses penyaluran pembiayaan mikro kepada nasabah.

Undang-undang ini juga menjelaskan bahwa bank konvensional yang sudah ada dapat membuka cabang syariah atau bahkan mengubahnya menjadi bank syariah murni. Bank Syariah Mandiri (BSM) adalah salah satunya, bank pertama milik negara yang kegiatannya berdasarkan prinsip syariah. Yang juga membedakan antara bank syariah dan bank konvensional adalah lembaga penyelesaian sengketanya.

Dari uang yang terkumpul, bank syariah kemudian akan menyalurkannya kepada nasabah yang membutuhkan uang. Tentu saja jenis akad ini tidak digunakan untuk sebagian besar pembiayaan di perbankan syariah, karena bank syariah tidak mendapatkan potensi keuntungan dalam hal ini dan hanya digunakan untuk situasi tertentu.

PENUTUP

Kesimpulan

Untuk memenuhi syarat pendanaan, PT GNE harus memenuhi analisis 5C. Dari hasil penelitian yang dilakukan, PT GNE secara keseluruhan telah memenuhi semua kategori tersebut dan dianggap dapat menerima pembiayaan dari sektor perbankan.

Implikasi Teoritik

Saran

JPS Gemilang sendiri merupakan program ini yang merupakan program Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat untuk pengadaan dan penyaluran bantuan sembako kepada masyarakat yang terdampak pandemi covid-19 di seluruh desa/kelurahan yang ada di Provinsi Nusa Tenggara Barat. Ada pula beberapa barang lain yang pengadaannya dilakukan oleh Dinas Ketahanan Pangan Provinsi NTB, Dinas Perikanan dan Kelautan Provinsi NTB, Dinas Koperasi & UMKM Provinsi NTB, Dinas Perindustrian Provinsi NTB, Dinas Perdagangan Provinsi NTB. Tahap 2 JPS Gemilang melibatkan langsung Dinas Ketahanan Pangan Provinsi NTB, Dinas Perikanan dan Kelautan Provinsi NTB, Dinas Koperasi & UMKM Provinsi NTB, Dinas Perindustrian Provinsi NTB, Dinas Perdagangan Provinsi NTB dan PT.

Tahap 3 JPS Gemilang melibatkan langsung Dinas Ketahanan Pangan Provinsi NTB, Dinas Perikanan dan Kelautan Provinsi NTB, Dinas Koperasi & UMKM Provinsi NTB, Dinas Perindustrian Provinsi NTB, Dinas Perdagangan Provinsi NTB dan PT. JPS Gemilang dilaksanakan di Provinsi Nusa Tenggara Barat dan disebar ke seluruh desa di Provinsi Nusa Tenggara Barat. Program JPS Gemilang dilaksanakan untuk membantu masyarakat yang terdampak pandemi covid-19 di seluruh desa/kelurahan di Provinsi Nusa Tenggara Barat.

JPS Gemilang Tahap I diawali dengan pertemuan dengan Pemprov NTB yang diwakili oleh Asisten II bersama seluruh ketua OPD di NTB. Dilanjutkan dengan rapat persiapan JPS Gemilang Tahap II dan terdapat sedikit perubahan pada JPS Gemilang Tahap II dimana masing-masing titik pendampingan langsung diberikan oleh dinas/OPD terkait dan dalam Berita Acara Serah Terima (BAST) ditandatangani semua kepala dinas terkait. Proses pelaksanaan JPS Gemilang tahap I hingga III secara global berjalan lancar dan seluruh masyarakat penerima manfaat merasakan manfaatnya.

Gambar

Tabel 0.1: Tabel Transliterasi Konsonan  Huruf
Tabel 0.2: Tabel Transliterasi Vokal Tunggal
Tabel 0.3: Tabel Transliterasi Vokal Rangkap
Gambar 1  –  Perkembangan Laba PT GNE .................................................
+7

Referensi

Dokumen terkait

Hoirunnisa Nida, Analisis Faktor-faktor yang Mempengaruhi Keputusan UMKM Dalam menggunakan Produk Pembiayaan Perbankan syariah dan Konvensional (Studi pada UMKM