• Tidak ada hasil yang ditemukan

Analisis Efisiensi Bank Umum Syariah (BUS) Di Indonesia: Metode Data Envelopment Analysis (DEA) Periode 2014-2016 - IBS Repository

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "Analisis Efisiensi Bank Umum Syariah (BUS) Di Indonesia: Metode Data Envelopment Analysis (DEA) Periode 2014-2016 - IBS Repository"

Copied!
107
0
0

Teks penuh

Penelitian ini mengambil objek penelitian 11 Bank Umum Syariah di Indonesia pada periode 2014 hingga 2016. Variabel input-output yang digunakan dalam penelitian ini adalah penghematan dan biaya operasional lainnya sebagai variabel input. Berdasarkan latar belakang yang telah diuraikan, maka penelitian ini mengambil judul “Analisis Efisiensi Bank Umum Syariah (BUS) di Indonesia: Metode Period Data Envelopment Analysis (DEA).”

Penelitian ini diharapkan bermanfaat bagi peneliti selanjutnya, sebagai referensi untuk mengembangkan analisis efektivitas perbankan syariah di Indonesia.

Gambar 2.1 Kerangka Pemikiran Teoritis ............................................................49
Gambar 2.1 Kerangka Pemikiran Teoritis ............................................................49

PENDAHULUAN

Latar Belakang

Rumusan Masalah

Pembatasan Penelitian

Tujuan Penelitian

Manfaat Penelitian

Sistematika Penelitian

TINJAUAN PUSTAKA

Landasan Teori

  • Konsep Efisiensi Bank dan Metode Pengukurannya
  • Pengertian Bank Syariah
  • Fungsi Umum Bank Syariah
  • Prinsip-Prinsip Dasar dalam Produk Bank Syariah
  • Produk Penghimpunan Dana Bank Syariah
  • Produk Penyaluran Dana Bank Syariah
  • Pengertian Output dan Input yang Digunakan dalam Penelitian
  • Data Envelopment Analysis (DEA)
  • Penetuan Variabel Input dan Output

Menurut Kasmir (2012), bank syariah adalah bank yang menerapkan aturan kontrak berdasarkan hukum Islam antara bank dengan pihak lain, baik dalam hal menyimpan dana atau membiayai usaha atau kegiatan perbankan lainnya. 21 Tahun 2008, Pengertian Bank Syariah adalah bank yang menjalankan kegiatan usahanya berdasarkan prinsip syariah dan menurut jenisnya terdiri atas Bank Umum Syariah dan Bank Pembiayaan Rakyat Syariah. Menurut Pasal 2 Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2008, kegiatan perbankan syariah harus berdasarkan prinsip syariah, demokrasi ekonomi, dan prinsip kehati-hatian.

Sedangkan dalam praktik perbankan syariah, barang yang diperdagangkan (underlying) harus ada dan diketahui oleh kedua belah pihak. 21 Tahun 2008 tentang Bank Syariah, fungsi bank syariah secara umum dapat dijelaskan sebagai berikut (Ikatan Bankir Indonesia, 2014). Prinsip tabungan murni adalah bank syariah memberikan kesempatan kepada pihak yang mempunyai kelebihan dana untuk menitipkan dananya dalam bentuk al-wadi’ah, dan dana tersebut harus dikembalikan sewaktu-waktu jika nasabah tersebut menghendakinya.

Pengembangan produk bank syariah berdasarkan prinsip ini meliputi dua jenis, yaitu: Wadi'ah Yad al Amanah, artinya bank tidak bertanggung jawab atas kerugian atau kerusakan yang terjadi pada harta titipan, dan harta titipan tersebut tidak dapat dikelola secara syariah. bank dan barang-barang Wadi’ah Yad Trust dapat dikelola oleh bank syariah dan bank tersebut akan memberikan bagi hasil kepada wali wadiah. Apabila terjadi kerugian atau bank syariah (mudharib) melakukan kesalahan atau kelalaian dalam pengelolaan dana pemodal (shahibul maal), maka bank syariah wajib mengganti seluruh dana investasi mudharabi muthlakah. Contoh transaksi ini adalah bank syariah menjual mobil kepada nasabah, nasabah memberikan uang kepada bank, dan mobil yang dijual bank menjadi milik nasabah.

Contoh transaksi ini adalah bank syariah ingin membeli rumah yang akan dibangun untuk dijual di kemudian hari, setelah itu bank melakukan pembayaran dimuka untuk membiayai pihak yang akan membangun rumah tersebut. Bank syariah dapat bertindak sebagai penjamin apabila nasabah meminta kepada bank syariah untuk bertindak sebagai penjamin atas suatu transaksi yang diberikan bank garansi.

Penelitian Terdahulu

Input dalam penelitian ini adalah modal (M), biaya bunga (BB), biaya operasional bank lainnya (BOL), sedangkan output yang digunakan adalah pendapatan pinjaman (PB) dan pendapatan operasional lainnya (POL). Penelitian ini berjudul “Analisis Perbandingan Efisiensi Bank Syariah di Indonesia dengan Metode Data Envelopment Analysis (DEA). Variabel input yang digunakan dalam penelitian ini adalah tabungan dan biaya operasional lainnya, sedangkan variabel outputnya adalah pembiayaan, aset lancar dan pendapatan operasional. .

Penelitian bertajuk “Perbandingan Efisiensi Bank Umum Syariah di Malaysia dan Indonesia” ini membandingkan efisiensi bank syariah di Malaysia dengan bank syariah di Indonesia dengan menggunakan metode Data Envelopment Analysis (DEA). Penelitian ini menganalisis efisiensi teknis bank pembangunan daerah (BPD) selama tahun 2006-2007, termasuk 26 bank pembangunan daerah (BPD) di seluruh Indonesia. Penelitian ini menguji efisiensi bank umum syariah dibandingkan dengan unit usaha syariah cabang bank konvensional yang beroperasi di Pakistan selama periode 2007-2012.

Muhammad Faza Firdaus dan Muhamad NadratuzzamanHosen (2013) Penelitian ini berjudul “Efisiensi Bank Umum Syariah Menggunakan Pendekatan Two-Stage Data Envelopment Analysis” dengan menggunakan variabel input yaitu tabungan, total aset dan biaya tenaga kerja. Penelitian ini memberikan beberapa temuan, bahwa tingkat efisiensi 10 Bank Umum Syariah secara umum mempunyai tren yang fluktuatif selama periode penelitian. Penelitian ini berjudul “Strategi berbasis parametrik peningkatan efisiensi biaya bank umum syariah” dengan menggunakan variabel input biaya bagi hasil, biaya pegawai dan variabel output total pembiayaan, surat berharga yang dimiliki.

Kerangka Pemikiran Teoritis

Faktor input dan output yang mempengaruhi biaya tingkat efisiensi bank (BUS) adalah biaya dana, biaya tenaga kerja, dan total pendanaan. Berdasarkan beberapa penelitian yang dilakukan mengenai efisiensi perbankan, terdapat perbedaan dengan penelitian yang akan penulis lakukan, dimana penulis memfokuskan penelitian pada efisiensi teknis bank umum syariah (BUS) di Indonesia khususnya pada periode tahun 2011 – 2015. Penelitian ini menggunakan metode Data Envelopment Analysis (DEA) dengan menentukan variabel input dan output menggunakan pendekatan perantara.

METODE PENELITIAN

  • Objek Penelitian
  • Desain Penelitian
  • Jenis, Sumber dan Teknik Pengumpulan Data
    • Jenis Data
    • Sumber Data
    • Teknik Pengumpulan Data
  • Variabel dan Operasional Variabel
  • Metode Analisis Data
    • Data Envelopment Analysis (DEA)
    • Model Pengukuran Efisiensi Teknik Bank

Pada tahun 2015, jumlah BUS yang mencapai kondisi efisien (100%) masih sama yaitu 3 BUS yaitu Bank Victoria Syariah Indonesia, Bank BCA Syariah, Bank Muamalat Indonesia dan 8 bank yang tidak efisien dengan Bank Mega Syariah sebagai pemilik. skor efisiensi terburuk yaitu 10,60%. Sedangkan tercatat 5 BUS yang tidak efisien dengan model CRS pada tiga periode penelitian dengan Bank Jabar Banten Syariah dan Bank Mega Syariah memiliki rata-rata nilai efisiensi terendah yaitu 24,60% dan 29,40%. Selain itu, bank yang selalu mengalami peningkatan skor efisiensi dari tahun 2014 hingga tahun 2016 adalah Bank BNI Syariah dan 7 bank lainnya memiliki skor efisiensi yang fluktuatif.

Sedangkan 7 bank yang tidak efisien yaitu Maybank Syariah Indonesia, Bank Mega Syariah, Bank Syariah Bukopin, Bank Jabar Banten Syariah, Bank Panin Dubai Syariah, Bank BNI Syariah dan Bank Syariah Mandiri dengan Maybank Syariah Indonesia memiliki nilai leverage terendah sebesar 46,90 %. Untuk model ini diketahui pada periode tahun 2014-2016 hanya terdapat 2 BUS yang secara berturut-turut mencapai kondisi efisien, sedangkan 5 BUS lainnya mempunyai nilai efisiensi yang tidak efektif pada periode penelitian. Sementara itu, terdapat 7 dari 11 bank yang memiliki nilai efisiensi yang berfluktuasi sehingga menyebabkan nilai efisiensi BUS secara keseluruhan mengalami fluktuasi pada tahun 2014 hingga 2016.

Efisiensi teknis Bank Umum Syariah dengan metode intermediasi dan model CRS secara keseluruhan dari tahun 2014-2016 mengalami fluktuasi dengan nilai efisiensi rata-rata sebesar 66,94%. Efisiensi teknis Bank Umum Syariah dengan metode mediasi dan model VRS secara keseluruhan dari tahun 2014-2016 mengalami fluktuasi dengan nilai efisiensi rata-rata sebesar 84,30%. Membandingkan Efisiensi Bank Umum Syariah (BUS) dengan Bank Umum Konvensional (BUK) di Indonesia dengan menggunakan Stochastic Frontier Approach (SFA) periode 2006-2009.

ANALISIS DAN PENELITIAN

Gambaran Umum Objek Penelitian

Objek yang digunakan dalam penelitian ini adalah perusahaan perbankan khususnya bank umum syariah yang terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan periode 2014-2016. Dari seluruh bank yang menjadi populasi penelitian ini, kemudian dipilih kembali dengan menggunakan metode purposive sampling sehingga sampel terpilih dijadikan model penelitian.

Analisis dan Pembahasan Hasil Penelitian

  • Efisiensi Bank Umum Syariah dengan Metode DEA
  • Efisiensi Bank Umum Syariah dengan Metode DEA-CCR
  • Efisiensi Bank Umum Syariah dengan Metode DEA-BCC
  • Analisis Hasil Penelitian
    • Analisis Nilai Efisiensi Bank Umum Syariah dengan
    • Analisis Nilai Efisiensi Bank Umum Syariah dengan

BUS yang sudah mencapai tingkat efisien adalah Bank Victoria Syariah, Bank Syariah Bukopin, Bank BRI Syariah dan Bank Muamalat Indonesia. Seiring dengan banyaknya perusahaan BUS yang mengalami nilai efisiensi yang berfluktuasi dari tahun ke tahun, rata-rata efisiensi BUS pun mengalami fluktuasi antara tahun 2014 hingga tahun 2016, dengan rata-rata nilai efisiensi total mencapai 61,48%. Pada periode berikutnya, BUS yang mencapai kondisi efisien mengalami penurunan. Terdapat 4 BUS yang mencapai 100% yaitu Bank Victoria Syariah, Bank BCA Syariah, Bank BRI Syariah dan Bank Muamalat Indonesia.

Pada periode tahun 2016, BUS yang mencapai kondisi efektif bertambah menjadi 5 BUS yaitu Bank Victoria Syariah, Bank Syariah Bukopin, Bank BRI Syariah, Bank BNI Syariah dan Bank Muamalat Indonesia. Dari hasil penelitian model VRS terdapat 3 bank yang konsisten efisien dalam tiga periode yaitu Bank Victoria Syariah, Bank BRI Syariah dan Bank Muamalat Indonesia. Sedangkan dengan metode ini, 4 BUS mengalami kondisi tidak efisien selama tiga periode berturut-turut yaitu Maybank Syariah Indonesia, Bank Mega Syariah, Bank Jabar Banten Syariah dan Bank Panin Dubai Syariah.

Sedangkan 4 BUS yang tidak efisien pada tiga periode penelitian yaitu Maybank Syariah Indonesia, Bank Mega Syariah, Bank Jabar Banten Syariah dan Bank Panin Dubai Syariah. Sedangkan terdapat 2 BUS yang nilai efisiensinya meningkat, 2 BUS yang nilai efisiensinya menurun dan 4 BUS yang nilai efisiensinya berfluktuasi dengan rata-rata nilai efisiensi terendah yang dicapai oleh Bank Jabar Banten Syariah dan Maybannk Syariah Indonesia. Untuk model ini diketahui bahwa pada periode tahun 2014-2016 yang berturut-turut mencapai keadaan efisien, terdapat 3 BUS, 4 BUS yang mencapai keadaan tidak efisien, 2 BUS dengan nilai efisiensi meningkat, 2 BUS mengalami penurunan nilai efisiensi. nilai efisiensinya dan 4 BUS lainnya mempunyai efisiensi yang berfluktuasi.

Implikasi Manajerial

PENUTUP

Kesimpulan

Dari 11 sampel yang digunakan, hanya 2 BUS yang mempunyai hasil pengukuran efisiensi teknis rata-rata sebesar 100%, sedangkan 5 BUS lainnya mempunyai hasil pengukuran yang tidak efektif selama periode penelitian. Dari 11 sampel yang digunakan, 3 BUS mempunyai rata-rata hasil pengukuran efisiensi teknis sebesar 100%, dan 4 BUS mempunyai rata-rata hasil pengukuran kurang dari 100% atau tidak efisien selama periode survei. Jika dibandingkan nilai efisiensi CRS dengan nilai efisiensi VRS, maka nilai efisiensi metode VRS baik masing-masing bank maupun secara keseluruhan setiap periodenya mengalami peningkatan dibandingkan dengan metode CRS, hal ini menandakan bahwa seluruh BUS masih melakukan pengembangan kapasitas yang mana Artinya masih dapat dioptimalkan lebih lanjut hingga mencapai nilai efisiensi maksimal 100%.

Keterbatasan Penulisan

Saran

Sehingga penggunaan variabel-variabel tersebut dapat digunakan secara efisien dan efektif, sehingga BUS dapat mencapai tingkat efisiensi. Bagi penelitian selanjutnya dapat mengembangkan penelitian serupa dengan menggunakan komponen input dan output, dan metode Data Envelopment Analysis (DEA) yang digunakan berbeda yaitu pendekatan aset dan pendekatan output. Buletin Ekonomi Moneter dan Perbankan, Vol. 2003), “Analisis Efisiensi Industri Perbankan Indonesia: Menggunakan Metode Nonparametrik Data Envelopment Analysis (DEA)”, Makalah Penelitian, no.

Efisiensi Bank Perkreditan Rakyat Syariah di enam wilayah Indonesia menggunakan metode non paremetrik dan parametrik. Efisiensi Unit Usaha Syariah Menggunakan Metode Stochastic Frontier Analysis (SFA) Dalam Menghasilkan Profit dan Fungsi BOPO: Lulusan Universitas Indonesia. Pengaruh pembiayaan pembelian dan penjualan, pembiayaan bagi hasil dan rasio non-performing financing terhadap profitabilitas bank umum syariah di Indonesia.

Perbandingan efisiensi pembiayaan bank umum syariah dan bank umum konvensional di Indonesia menggunakan metode data envelopment analysis (DEA). Analisis Efisiensi Bank Umum Syariah dan Bank Konvensional Cabang Syariah Independen di Pakistan: Studi Banding Periode 2007-2012. Catatan: crste = efisiensi teknis dari CRS DEA vrste = efisiensi teknis dari skala VRS DEA = efisiensi skala = crste/vrste.

Gambar

Gambar 2.1 Kerangka Pemikiran Teoritis ............................................................49
Tabel 4.1  Penentuan Sampel

Referensi

Dokumen terkait

tepat pada waktunya, sebuah karya tulis dengan judul : “ ANALISIS PERBANDINGAN EFISIENSI BANK UMUM KONVENSIONAL DAN BANK UMUM SYARIAH DENGAN METODE DATA

Dalam penelitian ini Pengukuran efisiensi Bank Umum Konvensional dan Bank Umum Syariah menggunakan metode Data Envelopment Analysis (DEA), dengan memasukkan 3

Hal ini terlihat dari skor efisiensi yang belum mencapai 100 persen, akan tetapi terdapat 1 bank yang sudah mendekati efisien yaitu Bank Panin Syariah karena dalam 12

Mengetahui efisiensi perbankan syariah yang terdaftar di BI tahun 2010. Membandingkan efisiensi masing-masing perbankan syariah

Hasil penelitian ini menunjukkan secara umum rata-rata tingkat efisiensi perbankan syariah di Indonesia tahun 2000-2004 cukup efisien, tidak ada perbedaan yang

“Analisis Efisiensi Teknik Perbankan Syariah di Indonesia Dengan Metode Data Envelopment Analysis (DEA) (Studi Pada 11 Bank SyariahTahun 2005-2008”.. “Analisis Perbandingan

Berdasarkan hasil dari data dan pembahasan yang telah diarahakan pada bab sebelumnya mengenai Perbandingan Efisiensi Penyaluran Kredit Bank Umum Syariah antara Bank

a) Tingkat efisiensi 10 perbankan secara keseluruhan pada tahun 2012 telah mencapai efisiensi yang relatif baik. b) Tingkat efisiensi 10 perbankan secara keseluruhan