Bahan Kuliah I
ANALISIS USAHA PERSUTERAAN DAN PERLEBAHAN
Persuteraan dan perlebahan merupakan bagian dari usaha hasil hutan non kayu yang memiliki manfaat ganda dalam pengembangannya. Kegiatan usaha persuteraan dan perlebahan tidak saja menghasilkan manfaat ekonomi berupa keuntungan hasil usaha tetapi juga ada nilai jasa lingkungan yang dapat dikembangkan. Oleh karena itu pengembangan kedua sektor usaha tersebut sesungguhnya sangat strategis untuk dikembangkan. Namun demikian terlepas dari nilai strategis tersebut, setiap investasi dalam pengembangan usaha memerlukan studi kelayakan, yang mencangkup kelayakan aspek-aspek teknik, finansial, sosial dan budaya. Pada bahasan kuliah saat ini studi kelayakan yang dipelajari hanya berkaitan dengan analisis finansial. Analisis aspek-aspek teknik perlu diketahui dalam kerangka menyusun analisis finansial. Sementara aspek sosial dan budaya kiranya dapat dipelajari dalam literatur lain. Bahasan analisis finansial pun perlu diperdalam dalam literatur-literatur lain, karena tulisan ini hanya bagian kecil dari analisis finansia
Analisis finansial diperlukan untuk perencanaan pengembangan usaha atau investasi apapun. Dengan analisis tersebut dapat diperkirakan besarnya modal/biaya yang diperlukan, besarnya keuntungan dan besarnya bunga kredit yang layak digunakan.
Dalam melakukan analisis finasial, koefisien teknis yang terkait dengan bidang usaha dalam hal ini usaha perlebahan da persuteraan merupakan acuan dari analisis finansial. Dengan demikian faktor-faktor yang diperlukan untuk melakukan analisis finanial meliputi taksiran biaya, taksiran produksi, serta taksiran kreditnya/bunga perbankan.
Kelayakan pengembangan usaha melalui analisis finansial umumnya dilakukan dengan menghitung nilai Net Present Value (NPV), Internal Rate of Return (IRR), Net Benefit Cost (Net B/C), Discounted Pay Back Period (PBP), dan Break Even Point (BEP).
o Net Present Value (NPV)
Net Present Value merupakan perbedaan antara nilai sekarang dari manfaat dan biaya. Nilai NPV positif menunjukan bahwa proyek tersebut layak untuk dilaksanakan, tapi apabila NPV tersebut berarti proyek tersebut tidak layak untuk dilaksanakan.
NPV = Bt – Ct
(1 + i)t
dimana:
Bt = keuntungan kotor tahun t
Ct = Biaya kotor tahun t n = Umur ekonomi i = tingkat suku bunga
o Internal Rate of Return ( IRR)
Internal Rate of Return merupakan suatu tingkat suku bunga
yang menyebabkan NPV sama dengan nol. Proyek akan layak apabila IRR lebih besar dari tingkat suku bunga yang berlaku.
0 = Bt – Ct (1 + IRR)t
dimana:
Bt = keuntungan kotor tahun t Ct = Biaya kotor tahun t
n = Umur ekonomi
IRR= Internal Rate of Return
o Net benefit Cost Ratio (B/C)
Net benefit Cost Ratio merupakan perbandingan atara nilai total
sekarang dari pendapatan bersih pada periode saat pendapatan bersih bernilai positif dengan nilai total sekarang saat pendapatan bersih negative. Kriteria keputusan yang diambil adalah proyek dinyatakan layak jika net B/C lebih besar sama dengan satu.
Net B/C = Pj/Cj dimana:
Pj = Pendapatan bersih dari aliran uang tunai proyek j pada tahun ke t
Cj = Biaya yang dikeluarkan di masa depan yang didiskonto menjadi nilai sekarang pada periode tahun ke t
o Dicounted Pay Back Period (PBP)
Dicounted Pay Back Periode merupakan jangka waktu yang
dibutuhkan untuk mengembalikan investasi semula, dimana keputusannya diambil berdasarkan kriteria waktu.
o Break Even Point (BEP)
Perhitungan BEP merupakan cara yang sering digunakan untuk mengetahui tingkat penjualan dan produksi dalam keadaan tidak untung dan tidak rugi. Variable yang sangat menentukan adalah variable biaya dan penerimaan total. Biaya tetap merupakan biaya yang jumlahnya tetap selama satu tahun dan biaya ini meliputi penyusutan, modal investasi, asuransi, pajak, biaya bangunan dan biaya pegawai tetap. Sedangkan biaya variabel merupakan biaya yang mengalami perubahan tergantung jumlah produksi yang ada. Biaya variable meliputi biaya pemeliharaan,
bahan bakar dan bahan baku, upah, biaya trasportasi dan tunjangan-tunjangan.
BEP = Biaya tetap per tahun Harga/kg – Biaya Variabel
Berdasarkan beberapa variabel analisis finansial tesebut, usaha perlebahan dan persuteraan dapat dianalisis kelayakannya.