NAMA : ANGGI HELMALYA SUHARDYANA NIM : 230611602188 ABSEN 6
MATKUL : PEMBELAJARAN SILAT
TUGAS : ANALISIS GERAKAN JURUS TUNGGAL TANGAN KOSONG
PENDAHULUAN
Pencak silat merupakan budaya bangsa Indonesia yang telah ada sejak zaman prasejarah pada masa prasejarah manusia harus mempertahankan hidupnya dari kerasnya alam. Pada masa tersebut manusia harus melawan berbagai binatang buas seperti harimau, ular, buaya, dan hewan buas lainnya yang hidup di hutan tropis. Oleh sebab itu gerakan gerakan melawan binatang buas tersebut menginspirasi jurus di dalam olahraga pencak silat.
Jurus-jurus di dalam pencak silat yang banyak menyerupai gerakan-gerakan hewan seperti gerakan cakar harimau gerakan ular gerakan buaya dan gerakan lainnya maka dari itu pencak silat sangat melekat dalam diri masyarakat Indonesia. Istilah pencak silat berbeda-beda di setiap daerah Indonesia, daerah Sumatera istilah pencak silat lebih dikenal dengan istilah silat, pada daerah Jawa istilah pencak silat dikenal dengan istilah pencak namun seiring perkembangan istilah pencak silat lebih dikenal di masyarakat sejak berdirinya organisasi pencak silat (IPSI).
Olahraga pencak silat memiliki beberapa nomor yang dipertandingkan. nomor-nomor yang ada dalam olahraga pencak silat antara lain kategori laga, dan kategori seni pada kategori laga, kelas yang dipertandingkan adalah untuk putra mulai dari kelas A-J sedangkan untuk Putri mulai dari kelas A-F. Pada kategori seni kelas yang dipertandingkan adalah kelas tunggal untuk putra atau Putri kelas ganda untuk putra atau Putri dan kelas beregu untuk putra atau Putri.
Kategori laga dibagi berdasarkan berat badan umur dan jenis kelamin, berbeda dengan kategori laga kategori seni dibagi hanya berdasarkan jenis kelamin saja. Kategori seni merupakan pertandingan pencak silat yang menampilkan pesilat baik individu maupun kelompok dengan memperagakan kekayaan teknik dan jurus dalam pencak silat secara etis,efektif,estetis, dan ksatria. Pada kategori seni tunggal pencak silat menampilkan kekayaan teknik dan jurus pencak silat secara individu kategori seni tunggal memperagakan kemahiran dalam jurus baku tunggal secara utuh benar tepat dan mantap penuh penjiwaan baik secara tangan kosong maupun menggunakan senjata berupa Toya atau golok.
Seni bela diri bukanlah seni berkelahi. Menurut Utomo (2009) menjelaslkan “Aeni bela diri adalah seni yang menyelamatkan diri” Artinya seni bela diri idealnya adalah alat untuk mencari persaudarann, perdamaian, bukan sebagai sarana yang justru meregangkan hubungan manusia satu dengan manusia lainnya. Analisis seni ini mencakup berbagai aspek, termasuk gerakan, teknik, filosofi, dan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya. Hal ini meliputi:
1. Gerakan dan Teknik: Analisis seni Jurus Tunggal mencakup pemahaman mendalam tentang berbagai gerakan dan teknik yang digunakan dalam praktiknya. Ini meliputi keseimbangan, kekuatan, fleksibilitas, dan kelincahan yang diperlukan untuk melakukan gerakan dengan tepat dan efektif.
2. Filosofi: Setiap seni bela diri memiliki filosofi tersendiri yang mencerminkan nilai- nilai budaya dan kepercayaan di balik praktiknya. Analisis seni Jurus Tunggal melibatkan pemahaman tentang filosofi yang mendasari setiap gerakan dan tindakan, seperti kesederhanaan, keseimbangan, dan keberanian.
3. Teknik Bertahan dan Menyerang: untuk menganalisis bagaimana Jurus Tunggal mengintegrasikan teknik-teknik bertahan dan menyerang dalam satu kesatuan yang terkoordinasi. Ini mencakup pemahaman tentang bagaimana teknik-teknik tersebut digunakan untuk melindungi diri dari serangan lawan serta untuk menyerang balik dengan efektif.
4. Pengembangan Diri: Selain sebagai metode pertahanan diri, seni bela diri juga merupakan sarana untuk pengembangan diri secara fisik, mental, dan spiritual.
Analisis seni Jurus Tunggal mencakup pemahaman tentang bagaimana praktik ini dapat membantu seseorang dalam meningkatkan disiplin, kepercayaan diri, dan kesejahteraan secara keseluruhan.
Jurus tunggal tangan kosong memiliki 7 jurus dengan bebrapa tahapan, diantaranya adalah : 1) Di dahului dengan salam pembuka
3) Jurus 2
Tahapan
a. Mundur kaki kiri, sikap pasang selup kanan.
b. Maju kaki kiri tepuk sisir kedua kaki rapat, maju kaki kanan dobrak
c. Tangkapan kanan tarik kerusuk kanan, d. Angkat lutut kiri patahkan dengan 2
lengan.
e. Tendangan loncat kanan lurus/depan.
f. Tolak tangan kiri, pasang rendah kaki kiri didepan
Tahapan
a. Interval balik arah kiri, sikap pasang kuda belakang.
b. Maju kaki kanan, tangkapan kanan siku kiri arah samping, kaki miring.
c. Tendangan dengan kiri.
d. Pukulan depan kanan, tangan kiri tangkis samping, kaki kiri depan miring.
e. Maju kaki kanan, tangkap tangan kanan, sikuan atas kiri.
f. Putar badan kesamping kiri bawah duduk, lutut Kanan dibawah.
5) Jurus 4
6) Jurus 5
Tahapan
a. Interval langkah silang depan kaki kanan, langkah kiri mundur, balik arah sikap pasang angkat kaki kanan.
b. Tangkis tengah.
c. Maju samping kanan, pukulan samping kanan.
d. Tendangan sabit kiri arah depan.
e. Kaki kiri sapuan rebah belakang.
Tahapan
a. Interval sikap pasang samping kanan atas.
b. Tangkis lengan, langkah lipat, c. Pukulan samping kiri.
d. Siku kanan miring, kaki kiri depan.
e. Tendangan “T” kanan depan.
f. Colok kanan.
g. Tangkisan galang atas, posisi jari tangan terbuka.
Tahapan
a. Interval arah samping kiri, sikap pasang serong.
b. Maju kaki kanan pukulan totok kanan c. Egos kaki kanan pukulan bandul kiri.
d. Egos kaki kiri, kuda-kuda tengah tangkisan galang.
e. Kaki rapat pukulan kanan.
f. Buka kaki kiri kuda-kuda tengah elakan mundur.
8) Jurus 7
Tahapan
a. Interval balik arah kanan kebelakang
b. Putar badan kedepan sikap pasang samping, kuda-kuda depan kiri.
c. Balik belah bumi angkat kaki kanan. D) Lompatan cenckraman kanan.
d. Sapuan tegak kanan.
e. Gejig kanan.
f. Putar kaki kanan, sikap garuda samping kanan.
g. Putar badan kekiri, tangkisan 2 tangan arah kiri.
Tahapan
a. Egos kaki kanan ke belakang, sikap pasang menyamping.
b. Kibas kanan.
c. Kakin kanan sikuan kanan.
d. Pukulan punggung tangan kanan.
e. Putar badan, tendangan “T”
belakang kiri.
f. Lompat ke belakang, miring ke kanan.
g. Sapuan rebah depan.
h. Putar badan kedepan.
i. Sikap duduk
j. Tendangan kuda guntingan.
Diana, Fitri. Sukendro., dan Alek Oktadinata. (2020). Panduan Pencak Silat_.
https://repository.unja.ac.id/14836/1/PANDUAN%20PENCAK%20SILAT%3B
%20Seni%20Tunggal.pdf
Sutomo, 2009 , Meningkatkan Penguasaan Rangkaian Jurus Tunggal Melalui Metode Bagian Keseluruhan Pada Cabang Olahraga Pencak Silat. Jurnal Health & Sport 1(1):31 hal