ANALISIS IMPLIKATUR PERCAKAPAN DALAM TAYANGAN VIDEO PARA TOKOH SEBUAH UNIVERSITAS DI SURABAYA
Mayang Putri Anggraini, Universitas PGRI Adi Buana Surabaya
[email protected] Tri Indrayanti
Universitas PGRI Adi Buana Surabaya [email protected]
Naskah masuk: Agustus disetujui: September revisi akhir: September
Abstrak: Penelitian yang berjudul Analisis Implikatur Percakapan dalam Tayangan Video Para Tokoh sebuah Universitas di Surabaya bertujuan untuk menganalisis bagaimana tuturan tersebut jika disesuaikan dengan jenis implikatur percakapannya. Penelitian ini menggunakan teori implikatur percakapan. Maka dari itu, diperlukan sebuah kajian pragmatik dalam memahami makna yang tidak dapat diselesaikan hanya dengan menggunakan tataran linguistik. Implikatur percakapan ialah sebuah ujaran yang tersirat, artinya bahwa makna yang dimaksud memiliki perbedaan dengan apa yang diucapkan. Sumber data diperoleh melalui proses pengamatan, menyimak, mentranskip tuturan tayangan video tersebut. Sedangkan, data diperoleh dari data berupa kalimat dalam tuturan antara pewawancara dengan narasumber yang terdapat pada tayangan tersebut. Hasil dari penelitian ini ditemukan, tiga wujud implikatur percakapan yakni implikatur percakapan khusus, umum, dan skala.
Diantara ketiga jenis tersebut masing-masing menghasilkan tiga belas implikatur percakapan skala, delapan belas implikatur percakapan khusus, enam implikatur percakapan umum.
Kata Kunci: Implikatur Percakapan, Tayangan, Analisis, Video, dan Tuturan
PENDAHULUAN
Manusia merupakan makhluk sosial yang sering sekali melakukan interaksi.
Interaksi tersebut terjadi karena adanya hubungan timbal balik antar penutur dan mitra tutur. Dalam berinteraksi manusia membutuhkan bahasa sebagai alat berkomunikasi. Ditinjau dari KBBI, bahwasanya bahasa dapat diartikan sebagai sistem lambang bunyi yang arbiter digunakan oleh kelompok sosial untuk bekerja sama, berkomunikasi, dan mengidentifikasikan diri. Hal ini dapat disimpulkan bahwa bahasa merupakan suatu simbol bunyi yang dipergunakan untuk mengutarakan apa yang dirasakan atau dipikirkan manusia. Bahasa juga dapat dikatakan sebagai sesuatu hal yang unik, bervariasi, universal, dinamis, dan juga manusiawi. Penggunaan bahasa
sangatlah beragam. Keberagaman itu bisa dilihat saat manusia berbeda tempat tinggalnya. Dikarenakan hal itu dapat mempengaruhi interaksi atau komunikasi orang tersebut. Contohnya interaksi yang terjadi antar dialek Jawa dengan dialek Sunda, hal itu akan menyebabkan perbedaan dalam pengucapan.
Saat terjadinya komunikasi yang baik, tidak cukup jika hanya
mempertimbangkan unsur
kebahasaannya yang secara struktual.
Akan tetapi diperlukan juga mempertimbangkan prinsip-prinsip penggunaan bahasa. Maka dari itu, dalam berkomunikasi penutur dan lawan tutur harus memahami bahasa yang digunakan dengan baik. Dalam hal ini ketika berkomunikasi harus sesuai dengan
pemahaman yang terjadi pada proses komunikasi.
Penggunaan bahasa sering sekali kita jumpai sebagai alat komunikasi di sebuah dialog percakapan yang biasanya muncul di berbagai media, contohnya media audio. Menurut Arief S. Sadiman, media audio merupakan tempat atau alat penyampaian pesan yang disampaikan dalam bentuk lambang auditif, baik verval (berupa kata-kata atau bahasa lisan) maupun non verbal. Dalam hal ini penulis atau peneliti mengangkat sebuah masalah yang terjadi antar penutur dan mitra tutur.
Hal tersebut dilatar belakangi oleh beberapa video yang mengalami sebuah kesalahan dalam proses tuturannya.
Video termasuk kedalam media audio visual yang dimana berisikan mengenai kata-kata atau bahasa lisan.
Dalam proses pemahaman maksud dan makna tersirat dalam suatu tindakan percakapan dalam tayangan video tersebut digunakanlah kajian pragmatik untuk proses pemahaman makna yang tidak dapat diselesaikan hanya dengan menggunakan kajian linguistik secara formal. Pemakaian bahasa dalam kajian pragmatik yang berhubungan langsung dengan makna dari sebuah tuturan dapat diketahui dengan menggunakan teori implikatur percakapan.
Implikatur percakapan ialah sebuah tuturan yang tersirat. Artinya makna tersebut memiliki perbedaan dengan apa yang diucapkan. Sebagaimana dalam tayangan video tersebut terdapat wacana atau tuturan yang penyampaian maksudnya secara terselubung atau dapat diartikan sebagai implikatur percakapan.
Maksud lain dari implikatur percakapan yakni menerangkan yang mungkin diartikan, disarankan, atau dimaksudkan oleh penutur dapat berbeda dengan yang dikatakan oleh penutur. Sumber data diperoleh dari tayangan video para tokoh sebuah Universitas di Surabaya yang memiliki keanekaragaman tuturan. Pada tayangan video tersebut banyak sekali tuturan yang harus diperbaiki.
Pada penelitian ini peneliti mengangkat sebuah masalah yakni bagaimanakah jenis implikatur percakapan para tokoh sebuah Universitas di Surabaya. Bertujuan untuk mendeskripsikan wujud implikatur percakapan para tokoh sebuah Universitas di Surabaya. Penelitian ini memiliki dua kategori manfaat yakni manfaat praktis dan teoritis. Manfaat praktis penelitian ini diharapkan mampu memberikan kemudahan dalam proses pemahaman mengenai implikatur percakapan. Hasil dari penelitian ini dapat memberikan pertimbangan pada objek penelitian yang sama. Sedangkan manfaat teoritis memberikan kontribusi terhadap kajian ilmu kebahasaan yakni pragmatik. Dalam penelitian ini juga memiliki batasan istilah dan batasan masalah. Batasan istilah dalam penelitian ini yakni mengenai bahasa, pragmatik, implikatur, dan implikatur percakapan. Sedangkan untuk batasan masalahnya adalah jenis implikatur percakapan para tokoh sebuah Universitas di Surabaya. Tuturan yang diteliti merupakan percakapan yang disampaikan oleh penutur dan lawan tutur.
METODE PENELITIAN
Penelitian yang kami gunakan pada artikel ini ialah pendekatan kualitatif.
Menurut Moleong (2005:6), penelitian kualitatif ialah penelitian yang bermaksud untuk memahami fenomena tentang apa yang terjadi oleh subjek penelitian, misalnya perilaku, persepsi, motivasi, tindakan, dan lain sebagainya secara menyeluruh dan dengan cara deskripsi dalam bentuk kata-kata dan bahasa.
Alasan saya menggunakan pendekatan kualitatif karena, lebih memudahkan untuk proses penelitian dan lebih cocok untuk dipergunakan sesuai dengan permasalahan yang saya angkat. Sesuai dengan maksud dari kualitatif sendiri, penelitian dilakukan untuk menjelaskan dan menganalisa fenomena, peristiwa, dinamika sosial, sikap kepercayaan, dan persepsi seseorang atau kelompok
terhadap sesuatu. Hal ini memberikan pemahaman terkait masalah yang dianalisis mengenai implikatur percakapan pada objek yang telah saya ambil.
Data pada penelitian ini ialah data tulisan berupa kata, frase dan kalimat dalam tuturan antara pewawancara dengan narasumber yang terdapat pada tayangan video para tokoh sebuah Universitas di Surabaya. Sumber data dapat diperoleh melalui narasumber, peristiwa atau aktivitas, tempat atau lokasi, dan dokumen atau arsip. Disini mempergunakan data kualitatif yang dimana data kualitatif menggunakan kata- kata untuk menggambarkan fakta dan fenomena yang diamati. Sumber data diperoleh dari narasumber berinisial TI melalui aplikasi Whatsapp Group.
Adapun tayangan atau video yang akan diteliti memiliki lima tayangan, diantaranya video pertama memiliki durasi sekitar 36 menit 46 detik di unduh pada 15 Juli 2021, video kedua memiliki durasi sekitar 1 jam 14 menit 53 detik di unduh pada 16 Juli 2021, video ketiga memiliki durasi sekitar 25 menit 29 detik di unduh pada 17 Juli 2021, video keempat memiliki durasi sekitar 30 menit 36 detik di unduh pada 18 Juli 2021, dan video kelima memiliki durasi sekitar 1 jam 10 menit di unduh pada 20 Juli 2021.
Pada penelitian ini, data dikumpulkan dengan jumlah yang sebanyak-banyaknya melalui beberapa tahapan. Adapun tahapan-tahapan dalam melakukan pengumpulan data sebagai berikut,
1. Pengamatan Data sebagai kegiatan awal dalam proses pengumpulan data ialah pengamatan terhadap video rekaman wawancara para tokoh sebuah Universitas di Surabaya diperoleh dari narasumber berinisial TI melalui aplikasi Whatsapp Group.
2. Menyimak data ke lima video wawancara tersebut disimak secara noninteraktif. Maksudnya ialah menyimak secara noninteraktif, kita
tidak dapat meminta penjelasan dari pembicara, pembicara tidak bisa mengulangi apa yang dibicarakan, contoh menyimak noninteraktif seperti mendengarkan radio, TV, Khotbah, dll untuk mengetahui tuturan yang termasuk dalam implikatur percakapan dengan memperhatikan tuturan yang terjadi antara pewawancara dan narasumber. Hal ini dilakukan agar mudah dipahami isi dari tayangan tersebut dengan benar.
3. Mencatat dan Mentranskip Data Pada tahap ini, dilakukan proses transkip dan mencatat isi dari tuturan yang terdapat pada tayangan tersebut berupa kata, frase, atau kalimat yang berkaitan dengan masalah yang dikaji. Mentranskip dengan menulis ulang tuturan yang diucapkan oleh penanya dan penutur ke dalam sebuah tulisan.
Mencatat tuturan atau bagian yang penting untuk mempermudah mendapatkan data secara maksimal, dilakukan dengan proses transkip dan mencatat data dengan melakukan pengalihan tuturan berdasarkan implikatur percakapan.
Pada proses ini, data akan dirubah kedalam bentuk tulisan untuk memudahkan penelitian.
Menurut Moleong teknik analisis data ialah kegiatan analisis pada suatu penelitian yang dikerjakan dengan memeriksa seluruh data dari instrumen penelitian, seperti catatan, dokumen, hasil tes, rekaman, dan lain sebagainya.
Kegiatan ini dilakukan untuk mempermudah dan dapat diperolehnya suatu kesimpulan. Teknik analisis data yang digunakan dalam analisis kualitatif memiliki empat tahapan yakni, pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Berikut penjelasan terkait teknik analisis data.
a. Pengumpulan Data pada tahap ini, data diperoleh dari ke lima video
wawancara para tokoh yang telah diberikan oleh narasumber berinisial TI melalui aplikasi Whatsapp Group. Kelima tayangan video tersebut, diantaranya video pertama memiliki durasi sekitar 36 menit 46 detik di unduh pada 15 Juli 2021, video kedua memiliki durasi sekitar 1 jam 14 menit 53 detik di unduh pada 16 Juli 2021, video ketiga memiliki durasi sekitar 25 menit 29 detik di unduh pada 17 Juli 2021, video keempat memiliki durasi sekitar 30 menit 36 detik di unduh pada 18 Juli 2021, dan video kelima memiliki durasi sekitar 1 jam 10 menit di unduh pada 20 Juli 2021.
b. Reduksi Data dalam tahap reduksi data merupakan tahapan penyederhanaan, penggolongan, dan membuang yang tidak perlu.
Sehingga data dapat menghasilkan informasi yang bermakna dan memudahkan dalam penarikan kesimpulan. Melalui penyajian data tersebut, dapat mengorganisasikan dan menyusun dalam pola hubungan, sehingga semakin mudah dipahami. Adapun cara yang digunakan dalam proses reduksi data ini dilakukan dengan menggunakan beberapa cara diantaranya yaitu identifikasi, kodefikasi, dan klasifikasi.
c. Penyajian Data kegiatan saat sekumpulan data disusun secara sistematis dan mudah dipahami, sehingga mampu menghasilkan kesimpulan. Pada tahap ini data akan dipaparkan dan disajikan, kemudian dikelolah dengan memberikan deskripsi berupa analisis implikatur percakapan dengan disertai alasannya.
Namun, pada tahap ini deskripsi yang dikemukakan masih bersifat
sementara dan akan berubah bila ditemukan bukti-bukti kuat yang mendukung temuan. Dari tahap penyajian data ini diharapkan penarikan kesimpulan dapat menjadi lancar dan terarah.
d. Penarikan Kesimpulan tahap akhir dalam teknik analisis data kualitatif yakni penarikan kesimpulan dan verifikasi data.
Hal ini dilakukan untuk melihat hasil reduksi data tetap mengacu pada tujuan analisis. Tahap ini bertujuan mencari makna data yang dikumpulkan dengan mencari hubungan, persamaan, atau perbedaan untuk ditarik kesimpulan sebagai jawaban dari pemasalahan terkait implikatur percakapan dalam video rekaman para tokoh sebuah di Surabaya.
Dalam hal ini sebuah penelitian akan semakin valid jika dilakukan sebuah pemeriksaan mengenai keabsahan data.
Bertujuan agar dalam hasilnya memperoleh sebuah kesahihan data. Pada penelitian ini menggunakan beberapa tringulasi yang meliputi beberapa sumber yang dipakai, metode, dan pemanfaatan waktu yang dalam hal ini dapat dilaksanakan dengan berdiskusi dengan beberapa teman, dosen, ataupun peneliti lainnya dengan kajianyang sama untuk pengecekan data yang diteliti.
HASIL DAN PEMBAHASAN
Berdasarkan Hasil dari penelitian ini ditemukan tiga jenis implikatur percakapan yakni implikatur percakapan khusus, umum, dan skala. Ketiga jenis tersebut menghasilkan 13 implikatur percakapan skala, 18 implikatur percakapan khusus, 6 implikatur percakapan umum.
Peneliti ini berdasarkan teori dari Grice untuk mengklasifikasi implikatur percakapan sesuai teori implikatur percakapan. Berikut pemaparan dari ketiga hasil penelitian sesuai jenisnya.
a. Jenis Implikatur Percakapan Skala dalam tayangan video para Tokoh sebuah Universitas di Surabaya
Data 1
P1: “Kami ingin mengetahui kondisi universitas tersebut bisa bapak ceritakan seperti apa kondisinya?”
N2: “Kondisi ya baik saja. Tapi, kondisi di universitas ini tidak ada gedung.
Tidak apa-apa. Dan masih numpang- numpang di SDN Surabaya mulainya.” (P1, V1, N2, T1, IPskala) Konteks: P1 menanyakan bagaimana kondisi Universitas tersebut pada saat itu dan N2 memberikan gambaran bahwasanya dulu Universitas tersebut tidak seperti sekarang. Dulu Adi Buana masih menumpang di sekolah dasar daerah Surabaya.
Percakapan diatas termasuk implikatur percakapan skala yang di mana N2 memberikan gambaran bahwasanya dulu Universitas tersebut tidak sepeti sekarang. Dulu Universitas tersebut masih menumpang di sekolah dasar daerah Surabaya. Hal ini sama dengan penjelasan terkait implikatur percakapan skala yakni percakapan yang ditandai istilah-istilah kuantitas dari segi skala atau sesuatuyang dianggap memberikan informasi.
b. Jenis Implikatur Khusus dalam tayangan video para tokoh sebuah Universitas PGRI di Surabaya
Data 1
A: “Pinjaman di bank pun harus ada anggunan, ya akhirnya para pendiri juga harus gigih tadi akhirnya sertifikat ini ditaruh sana untuk membangun.” (V1, N1, T1, IPkhusus)
Konteks: N1 meminjam uang di Bank untuk proses pembangunan kampus.
Dengan jaminan sertifikat dari pendiri.
N1 meminjam uang di Bank untuk proses pembangunan kampus. Dengan jaminan sertifikat dari pendiri. Sama halnya terkait Implikatur percakapan khusus yakni implikatur percakapan yang mengetahui atau merujuk pada konteks sosial.
c. Jenis Implikatur Percakapan Umum pada video tayangan para Tokoh sebuah Universitas di Surabaya
Data 1
P1: “Nasihat yang ibu sampaikan akan menjadikan nasihat untuk saya pribadi sebagai generasi selanjutnya.”
N4: “Tidak bisa memberikan apa-apa, Cuma bisa memberikan nasihat yang saya ditinggalkan disini, saya dan apa yang bisa saya bantu disini jadi saya tidak bisa membantu materiil. Saya hanya bisa membantu nasihat, doa, dan apa yang bisa saya bantu saya bantu.” (V3, P1, N4, T1, IPumum) Konteks: N4 memberikan pesan terhadap civitas Unipa dan beliau mengatakan bahwasanya jikalau ia dapat memberikan bantuan, ia dengan senang hati membantu.
N4 memberikan pesan terhadap civitas Unipa dan beliau mengatakan bahwasanya jikalau ia dapat memberikan bantuan, ia dengan senang hati membantu.
PEMBAHASAN
Penelitian berjudul implikatur percakapan para tokoh sebuah Universitas di Surabaya bertujuan untuk mendeskripsikan terkait jenis implikatur percakapan yang terdapat pada tayangan video Para Tokoh sebuah Universitas di Surabaya. Target penelitian ini ialah tuturan yang diucapkan oleh para tokoh sebuah Universitas di Surabaya. Dengan menggunakan implikatur percakapan, memberikan manfaat yang sangat baik yakni untuk merapikan percakapan atau dalam hal lain memberikan hal positif dalam sebuah tuturan. Dalam tayangan video tersebut, memiliki banyak sekali tuturan yang harus diperbaiki agar memudahkan diterima oleh pendengar.
Keterkaitan dari kelima tayangan video para tokoh sebuah Universitas di Surabaya dengan teori implikatur percakapan ialah memberikan pemahaman terkait adanya kesalahan tuturan pada video tersebut, yang dimana
dilihat dari bagaimana penutur menyampaikan informasi dengan menggunakan tuturan atau kosa kata yang dapat dikatakan tidak sempura.
Maka dari itu, peneliti mengangkat masalah dengan menggunakan implikatur percakapan sebagai landasan atau patokan dalam penelitian ini. Hasil dari penelitian ini akan dipaparkan berdasarkan rumusan masalah yang telah diangkat oleh peneliti yakni jenis implikatur percakapan yang terdapat pada tayangan video Para Tokoh sebuah Universitas di Surabaya. Berikut pembahasan hasil analisis terhadap permasalahan yang diangkat,
Hasil analisis pada keseluruhan data sudah merujuk pada implikatur percakapan. Di mana hal tersebut sesuai dengan jenis-jenis implikatur percakapannya. Dari keseluruhan data menemukan tiga belas implikatur percakapan skala, delapan belas implikatur percakapan khusus, dan enam implikatur percakapan umum. Implikatur percakapan yang paling banyak muncul pada analisis ini adalah implikatur percakapan khusus dengan jumlah delapan belas tuturan karena, dari keseluruhan data sering ditemukan tuturan yang lebih merujuk ke kontek sosialnya. Sama dengan maksud implikatur percakapan khusus yang dimana maknanya diturunkan dari percakapan dengan mengetahui atau merujuk konteks sosial percakapan, hubungan antar pembicara. Selanjutnya implikatur percakapan yang muncul setelah implikatur percakapan khusus adalah implikatur perckapan skala dengan jumlah tiga belas tuturan. Dapat dikatakan implikatur percakapan skala bahwasanya tuturan maknanya berkaitan dengan ketidakjelasan ataupun ketidakpastian dalam rujukan jumlah atau angka tertentu. Implikatur skala ini dapat ditandai dengan tidak menunjukkan jumlah atau angka tertentu dengan tidak pasti atau menggunakan kode-kode tertentu. Implikatur percakapan yang
sangat minim atau sedikit muncul nya yakni implikatur percakapan umum.
Ditemukan hanya ada enam tuturan saja.
Maksud implikatur percakapan umum itu sendiri adalah sebuah tuturan tidak memerlukan konteks khusus, dengan kata lain dalam implikatur umum tidak ada latar pengetahuan khusus yang diminta untuk membuat kesimpulan. Maka, dari analisis keseluruhan data dapat dilihat percakapan atau tuturan yang terdapat pada tayangan video para Tokoh sebuah Universitas di Surabaya masih banyak tuturan yang rancu atau dapat menimbulkan kesalahpahaman.
SIMPULAN
Simpulan pada penelitian ini menemukan sekitar delapan belas implikatur percakapan khusus, enam implikatur percakapan umum, dan tiga belas implikatur percakapan skala. Dapat disimpulkan bahwasanya implikatur percakapan yang paling banyak terjadi atau muncul dalam video para tokoh Universitas PGRI Adi Buana Surabaya adalah implikatur percakapan khusus karena, dari keseluruhan data sering ditemukan tuturan yang lebih merujuk ke kontek sosialnya. hubungan antar pembicara. Setalah implikatur percakapan khusus disusul dengan implikatur percakapan skala dan implikatur percakapan umum.
DAFTAR PUSTAKA
Chaer, A. 2014. Linguistik Umum. Jakarta:
Rineka Cipta.
Fawziyyah, S. (2017). Implikatur Percakapan pada Iklan Kosmetik di Televisi: Kajian Pragmatik. SELOKA , 6.
Fitriyani, D. 2016. Implikatur Percakapan Mahasiswa STKIP Muhammadiyah Pringsewu Lampung. Jurnal Pesona . Handoko, B. T. Implikatur Percakapan dalam
Tuturan Berbahasa Indonesia pada Acara Ini Talkshow Nettv.
Harared, N. 2017. Implikatur: Fungsi Tindak Tututr dalam The Big Theory. Pujangga .
Roely Ardiansyah. Implikatur Percakapan dan Pelanggaran Prinsip Kerja Sama dalam Dialog Humor. Bastra .
Saputra. 2014. Implikatur Percakapan dalam Stand Up Comedy Indonesia di Stasiun Kompas TV. Pena .
Sulfiana. 2019. Analisis Fungsi dan Bentuk Implikatur dalam Iklan Sprite. Hastya Wiyata .
Sulistyowati, W. pelanggaran prinsip kerja sama dan implikatur percakapan dalam film petualangan sherina karya riri riza.
skriptorium , 2.
Tri Wiratno, M. Bahasa, Fungsi Bahasa, dan Konteks Sosial.
Wahyuningsih, H. 2017. Implikatur Percakapan dalam Stand Up Comedy 4.
Bahtera