• Tidak ada hasil yang ditemukan

Analisis Unsur Intrinsik Teks Cerpen "Phantom of the Sands" (Cerpen Terjemahan Arab-Inggris) Karya Maqbul Al Alawi dengan Teori Robert Stanton

Zarkasya UU

Academic year: 2024

Membagikan "Analisis Unsur Intrinsik Teks Cerpen "Phantom of the Sands" (Cerpen Terjemahan Arab-Inggris) Karya Maqbul Al Alawi dengan Teori Robert Stanton"

Copied!
9
0
0

Teks penuh

(1)

Analisis Unsur Intrinsik Teks Cerpen "Phantom of the Sands" (Cerpen Terjemahan Arab-Inggris) Karya Maqbul Al Alawi dengan Teori Robert

Stanton

Makalah ini dibuat untuk memenuhi tugas Ujian Tengah Semester mata kuliah Teori Sastra Mikro

Dosen Pengampu : Dr. Ridwan, S.Ag., M.Hum.

Nama : Zarkasya Umniyah 'Ulya (22101010093) Kelas : BSA D

Program Studi Bahasa dan Sastra Arab Fakultas Adab dan Ilmu Budaya Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga

Yogyakarta 2024

(2)

KATA PENGANTAR

Puji syukur penyusun ucapkan kehadirat Allah SWT atas segala rahmat-Nya sehingga makalah dengan judul ”Analisis Unsur Intrinsik Teks Cerpen "Phantom of the Sands" (Cerpen Terjemahan Arab-Inggris) Karya Maqbul Al Alawi dengan Teori Robert Stanton" ini dapat tersusun sampai dengan selesai. Shalawat dan salam selalu kami junjung kepada Nabi Muhammad saw. Tidak lupa kami mengucapkan terima kasih terhadap teman-teman-teman dan dosen pengampu yang mendukung penyelesaian makalah ini.

Penyusun sangat berharap semoga makalah ini dapat menambah pengetahuan dan pengalaman bagi pembaca. Bahkan kami berharap lebih jauh lagi, agar makalah ini bisa pembaca praktikkan dalam kehidupan sehari-hari.

Kami sebagai penyusun merasa bahwa masih banyak kekurangan dalam penyusunan makalah ini karena keterbatasan pengetahuan dan pengalaman kami. Untuk itu, kami sangat mengharapkan kritik dan saran yang membangun dari pembaca demi kesempurnaan makalah ini.

Yogyakarta, 3 April 2024

Penyusun

(3)

BAB 1 PENDAHULUAN

Sejatinya setiap orang dapat menghasilkan karya sastra. Baik karya sastra tersebut berupa puisi, cerpen, atau karya sastra lainnya. Karya sastra yang paling umum sering dibuat adalah cerpen (cerita pendek). Sebab, paragrafnya yang singkat sehingga setiap kalangan dari sastrawan atau bukan bisa mebuatnya. Namun, untuk membuat cerpen yang menarik dan membekas di hati para pembaca, diperlukan pemahaman bagaimana cara membuat cerpen yang baik dan benar dan apa saja unsur yang membangunnya. Pada dasarnya, unsur terbagi menjadi dua, yakni unsur ekstrinsik dan intrinsik. Unsur ini tidak hanya perlu dipahami ketika membuat cerpen saja, namun para pembaca juga sepatutnya mengetahui apa saja unsur cerpen. Guna dapat memahami dan meresapi setiap alur ceritanya. Pada makalah ini, penyusun akan membahas dan menganalisis unsur intrinsik cerpen.

Unsur intrisik merupakan unsur yang penting dalam sebuah karya sastra, termasuk cerpen. Dengan memahami unsur intrinsik, seseorang akan bisa menciptakan sebuah karya yang indah, padu padan, dan membekas di hati para pembaca. Begitupun pembaca akan dapat memahami dan mengambil kesimpulan dengan benar. Menurut Nurgiantoro (2010:23) definisi unsur intrinsik adalah unsur-unsur yang membangun karya sastra itu sendiri. Dalam pembagiannya terdapat perbedaan pandangan dari berbagai ahli sastra. Dalam makalah ini penyusun akan menggunakan teori Robert Stanton untuk menganalisis unsur intrinsik cerpen.

Cerpen yang akan penyusun analisis yaitu salah satu cerpen karya satrawan yang berasal dari Saudi bernama Maqbul Al Alawi. Cerpen ini berjudul "Phantom of the Sands". Bahasa asli cerpen ini adalah bahasa Arab yang kemudia diterjemahkan dalam bahasa Inggris oleh Andrew Leber.

(4)

BAB 2 PEMBAHASAN

Biografi Singkat Pengarang

Maqbul al-Alawi (lahir 1968) adalah seorang penulis dan guru Saudi dari kota Al- Qunfudha di Laut Merah, yang novel dan cerita pendeknya mengkaji transformasi sosial serta peristiwa sejarah besar di Kerajaan Arab Saudi. Melalui novel dan kumpulan cerita pendek seperti "The Copt", ia berupaya menjelaskan realitas kehidupan pedesaan di Saudi dan bagaimana pembangunan ekonomi telah mengubah atau menghapus tradisi masa lalu.

Judul Cerpen

Phantom of the Sands (Terjemah Bahasa Indonesia : Hantu Pasir)

"Phantom of the Sands” karya Maqbul al-Alawi, dalam terjemahan Andrew Leber, terpilih untuk ArabLit Story Prize 2020 dan muncul di ArabLit Quarterly edisi Winter 2020 : DREAMS. ArabLit merupakan website berisi kumpulan karya sastra terjemah Arab-Inggris.

Cerpen ini diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris.

Sipnopsis

Cerpen ini mengisahkan tentang tokoh aku yang berprofesi sebagai guru bahasa Arab.

Dalam perjalanannya menuju sekolah, dia selalu melewati sebuah gurun pasir. Hingga suatu hari, saat dia mengendarai mobilnya untuk pulang ke rumah, di tengah gurun pasir tersebut, dia bertemu dengan seorang lelaki misterius yang tidak dia kenal dan belum pernah ia temui sebelumnya. Rekan-rekan kerjanya selalu berkata untuk tidak menerima tumpangan dari orang tidak dikenal. Namun, saat itu dia menghiraukan pesan rekannya dan mempersilakan orang itu masuk ke dalam mobilnya.

Hal janggal pun terjadi di dalam mobil. Seseorang itu semakin misterius sebab dapat menebak dengan benar terkait benda-benda miliknya, termasuk berapa uang yang sedang dia

(5)

bawa. Karena merasa gelisah, tokoh aku tersebut membawa mobilnya menuju pom bensin. Di sana, sembari mengisi bensin, dia menyuruh lelaki itu membeli beberapa makanan di toko dekat pom bensin dan memberinya uang 50 riyal. Saat lelaki itu keluar dari mobil dan memasuki toko, tokoh aku segera melaju pergi. Dia sampai di rumah untuk berisitirahat sebentar. Selang beberapa waktu , ia ingin pergi ke suatu tempat. Namun, ketika dia hendak kembali pergi dengan mobilnya, ia menemukan uang 50 riyal yang diberikan pada lelaki itu utuh tergeletak di bawah kotak tisu mobilnya. Ia mencari lelaki itu tapi tidak pernah menemukannya.

Teori Unsur Intrinsik Robert Stanton

Dalam bukunya, Robert Stanton membagi unsur sastra menjadi tiga, yaitu fakta cerita, sarana-sarana sastra, dan tema.

A. Fakta Cerita

Fakta cerita adalah unsur fiksi yang secara faktual dapat diimajinasi eksistensinya oleh pembaca jika membaca cerita fiksi. Robert Stanton membagi fakta cerita menjadi tiga, yaitu alur, karakter, dan latar cerita. Berikut penejelasan beserta analisis cerpen :

Alur

Secara umum, alur merupakan rangkaian peristiwa-peristiwa dalam sebuah cerita (Stanton, 2007: 26). Alur yang digunakan dalam cerpen ini adalah alur flashback. Dibuktikan dari paragraf pertama cerpen ini dengan narasi : "Hal ini terjadi pada saya pada suatu sore, ketika saya pulang kerja di tengah gurun".

Alur memiliki dua unsur pembangun, yaitu konflik dan klimaks. Dalam bukunya, Robert Stanton mengatakan bahwa setiap karya fiksi setidaknya memiliki konflik internal yang hadir melalui hasrat dua orang karakter atau hasrat seorang karakter dengan lingkungannya.

Sedangkan klimaks adalah saat ketika konflik terasa sangat intens sehingga ending tidak dapat dihindari lagi (Stanton, 2007:31-32).

Konflik dalam cerpen ini adalah ketika tokoh aku sempat ragu-ragu untuk memberikan tumpangan. Dan akhirnya dia mulai menyesal dengan keputusannya dan merasa terganggu

(6)

mendapati lelaki itu dapat menebak dengan benar terkait barang miliknya. Seperti dapat menebak dengan benar berapa jumlah rokok yang tersisa miliknya. Tokoh aku juga tidak menyukai nada bicara lelaki tersebut. Hal ini terlihat pada narasi berikut :

"

Adapun klimaksnya saat lelaki misterius tersebut dapat menebak dengan benar berapa uang yang sedang tokoh aku bawa. Kegelisahan tokoh aku semakin memuncak. Ia takut jika lelaki itu adalah pencuri. Sehingga tokoh aku memutuskan untuk membawa mobilnya ke pom bensin dan menyuruh lelaki tersebut membeli makanan di toko dengan memberinya uang 50 riyal, lalu meninggalkannya di sana.

Karakter

Karakter biasanya dipakai dalam dua konteks. Pertama, karakter merujuk pada individu- individu yang muncul dalam cerita. Kedua, karakter merujuk pada percampuran dari berbagai kepentingan, keinginan, emosi, dan prinsip moral dari individu-individu tersebut. Karakter utama yaitu karakter yang terkait dengan semua peristiwa yang berlangsung dalam cerita (Stanton, 2007:33).

Di dalam cerpen ini terdapat dua karakter, yaitu karakter aku sebagai karakter utama dan karakter seorang lelaki sebagai karakter tambahan. Tokoh aku digambarkan sebagai sosok yang nekat dan memiliki penasaran yang tinggi. Terlihat ketika ia memutuskan untuk mengabaikan nasehat teman-temannya karena penasaran apa yang terjadi jika ia memberikan tumpangan pada orang asing. Hal ini dapat dibuktikan pada narasi : "

Sedangkan seorang lelaki digambarkan sebagai sosok yang misterius. Terlihat dari jawabannya : "Bawa saya ke tempat terdekat dengan orang-orang", saat ditanya hendak ke mana oleh tokoh aku.

Latar

(7)

Latar adalah lingkungan yang melingkupi sebuah peristiwa dalam cerita, semesta yang berinteraksi dengan peristiwa-peristiwa yang sedang berlangsung (Stanton, 2007:35). Utamanya, latar terbagi menjadi dua, yaitu latar waktu dan tempat. Latar waktu pada cerpen ini yakni sore hari, Adapun latar tempat cerpen ini yakni jalan pulang menuju rumah tokoh aku, meliputi : gurun pasir, jalan raya aspal, dan pom bensin.

B. Sarana-Sarana Sastra

Sarana-sarana sastra dapat diartikan sebagai metode (pengarang) memilih dan menyusun detail cerita agar tercapai pola-pola yang bermakna (Stanton, 2007:46). Sarana-sarana sastra terbagi menjadi : judul, sudut pandang, gaya dan tone, simbolisme, dan ironi. Namun, penyusun hanya mengambil analisis dua unsur saja, yakni judul dan sudut pandang.

Judul

Judul selalu relevan terhadap karya yang diampunya sehingga keduanya membentuk satu kesatuan (Stanton, 2007:51). Cerpen ini memiliki judul "Phantom of the Sands" (terj. : hantu pasir) yang merujuk pada karakter dan latar tempat di dalam cerita.

Sudut Pandang

Sudut pandang dapat dimaknai dengan posisi atau pusat kesadaran di mana kita dapat memahami setiap peristiwa dalam cerita (Stanton, 2007:53). Menurut Robert Stanton ada 4 macam sudut pandang, yaitu :

1. Orang pertama-utama : Karakter utama bercerita dengan kata-katanya sendiri 2. Orang pertama-sampingan : Cerita dituturkan oleh satu karakter bukan utama (sampingan) 3. Orang ketiga-terbatas : Posisi karakter sebagai orang ketiga tetapi hanya menggambarkan apa yang dilihat, didengar, dan dipikirkan oleh satu orang karakter saja

(8)

4. Orang ketiga-tidak terbatas : Posisi karakter sebagai orang ketiga dan membuat beberapa karakter bisa melihat, mendengar, dan berpikir apapun, terhadap tokoh manapun bahkan saat tidak ada tokoh yang hadir

Sudut pandang yang digunakan pada cerpen ini adalah sudut pandang orang pertama- utama. Karena menggunakan tokoh "aku" dan hanya menceritakan peristiwa yang terjadi pada diri si tokoh aku sendiri.

C. Tema Cerita

Tema merupakan aspek cerita yang sejajar dengan makna dalam pengalaman manusia;

sesuatu yang menjadikan suatu pengalaman begitu diingat. Tema menyorot dan mengacu pada aspek-aspek kehidupan sehingga nantinya akan ada nilai-nilai tertentu yang melingkupi cerita.

(Stanton, 2007:36-37)

(9)

DAFTAR PUSTAKA

Https://arablit.org/2023/01/23/short-fiction-maqbul-al-alawis-phantom-of-the-sands/

(Diakses 28 Maret 2024)

Stanton, Robert. 2007. Teori Fiksi Robert Stanton. Yogyakarta : Pustaka Pelajar

Referensi

Dokumen terkait

“ Hubungan Antara Penguasaan Unsur Intrinsik dan Minat Membaca Karya Sastra dengan Kemampuan Meresepsi Teks Cerpen (Studi Korelasi pada Siswa Kelas XI SMA Negeri di

UNIVERSITAS NEGERI MEDAN 2012.. Efektivitas Model Kooperatif Tipe STAD Terhadap Kemampuan Menganalisis Unsur Intrinsik Cerpen ‘HORJA’ Karya Hasan Al -Banna oleh Siswa

Berdasarkan hasil pengkajian unsur intrinsik dan kurikulum SD kumpulan cerpen Gimbal- gimbal Cantik karya Laksita Judith Tabina dkk. dapat dimanfaatkan

Tujuannya adalah (1) mendeskripsikan hasil analisis unsur intrinsik cerpen ” Kembali ke Pangkal Jalan ” karya Yusrizal KW ditinjau dari tokoh, latar, alur, tema, amanat, dan

Berdasarkan hasil penelitian yang telah diuraikan sebelumnya, maka dapat disimpulkan kemampuan menemukan unsur-unsur intrinsik cerpen “kisah di kantor pos” karya Muhammad Ali oleh