MAKALAH
ANALISIS KEBIJAKAN TENTANG PENGAWAS MADRASAH DAN PENGAWAS PAI
Disusun dalam rangka memenuhi tugas mata kuliah
“Analisis Kebijakan Pendidikan Islam”
Dosen Pengampu :
Dr. H. Abd. Muhith, S.Ag., M.Pd.I
Disusun Oleh :
1. Khoirunnisa’ 211101030014 2. Diva Amalia Pribadi 212101030059 3. Moh Hamzah Maulana 212101030074
PROGRAM STUDI MANAJEMEN PENDIDIKAN ISLAM FAKULTAS TARBIYAH DAN ILMU KEGURUAN
UIN KH. ACHMAD SHIDDIQ JEMBER 2024
i
KATA PENGANTAR
Puji syukur kami haturkan kehadirat Allah Swt yang telah memberikan kami semua kekuatan serta kelancaran dalam menyelesaikan makalah mata kuliah Pancasila ini dapat selesai seperti waktu yang telah kami rencanakan. Tersusunnya makalah ini tentunya tidak lepas dari berbagai pihak yang telah memberikan bantuan secara materil dan moril, baik secara langsung maupun tidak langsung.
Kami menyadari sepenuhnya bahwa dalam penyusunan makalah ini masih banyak terdapat kekurangan. Oleh karena itu, dengan segala kerendahan hati kami mengharapkan ktitik dan saran yang membangun dari semua pihak agar dapat menjadi motivasi bagi kami untuk lebih baik dalam berkarya. Semoga ini dapat bermanfaat bagi kita semua.
Jember, 27 April 2024
Kelompok 07
ii
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR ... i
DAFTAR ISI ... ii
BAB I PENDAHULUAN ... 1
A. Latar Belakang ... 1
B. Rumusan Masalah ... 2
C. Tujuan... 2
BAB II PEMBAHASAN ... 3
A. Regulasi Tentang Pengawas Madrasah dan Pengawas PAI ... 3
B. Pengertian Pengawas Madrasah dan Pengawas PAI ... 4
C. Tugas dan Fungsi Pengawas Madrasah dan Pengawas PAI ... 5
D. Kompetensi Pengawas Madrasah dan Pengawas PAI ... 9
Kesimpulan ... 11
1
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Pengawas madrasah adalah guru berstatus pegawai negeri sipil yang diangkat dan diberi tugas tanggungjawab dan wewenang untuk melaksanakan pengawasan akademik dan pengawasan manajerial pada satuan pendidikan sekolah madrasah.Keberadaan pengawas madrasah satuan pendidikan memegang peranan penting dalam membina dan mengembangkan kemampuan professional tenaga pendidik (guru), kepala sekolah dan staf sekolah lainnya agar madrasah yang dibinanya dapat meningkatkan mutu pendidikan. Pengawas madrasah berfungsi sebagai supervisor pendidikan dengan tugas melaksanakan pengawasan akademik berupa bantuan profesional kepada guru, agar guru dapat meningkatkan kualitas pembelajaran sehingga dapat meningkatkan hasil belajar siswa.
Sedangkan pengawasan manajerial bantuan profesional kepada kepala madrasah agar dapat meningkatkan mutu penyelenggaraan pendidikan pada madrasah yang dibinanya terutama dalam aspek pengelolaan dan administrasi madrasah. Oleh sebab itu untuk dapat melaksanakan tugas pengawasan, pengawas madrasah harus memiliki kualifikasi dan kompetensi yang lebih unggul dari kualifikasi dan kompetensi guru serta kepala madrasah.
Pekerjaan pengawas madrasah yang sudah terprogram, kemudian diaplikasikan secara cerdas dan baik, serta ditopang dengan evaluasi yang objektif, niscaya akan membawa hasil pekerjaan lebih optimal. Begitu pula kegiatan supervisi (pengawasan) dimanapun jenjang pendidikannya, harus dilakukan seorang pengawas madrasah yang memiliki kompetensi.
Pengawas madrasah yang tidak memiliki wawasan dan kompetensi memadai sulit beradaptasi dengan pekerjaannya. Sementara itu secara ideal seorang pengawas diharapkan memiliki citra dan wibawa akademik di atas guru dan kepala madrasah, sehingga kehadirannya di madrasah dapat
2
melaksanakan fungsi pengawasan akademik dan manajerial sebagaimana mestinya. Karena kepada pengawaslah guru dan kepala madrasah akan mengkonsultasikan berbagai permasalahan yang dihadapi di madrasah, baik sebagai pribadi maupun sebagai pendidik professional. Maka dari itu dalam makalah ini penulis ingin membahas mengenai analisis tentang pengawas madrasah dan pengawas PAI.
B. Rumusan Masalah
1. Bagaimana regulasi tentang pengawas madrasah dan pengawas PAI?
2. Apa pengertian pengawas madrasah dan pengawas PAI?
3. Apa saja tugas dan fungsi pengawas dan pengawas PAI?
4. Apa kompetensi yang harus dimiliki oleh pengawas madrasah dan pengawas PAI?
C. Tujuan
1. Untuk mengetahui regulasi tentang pengawas madrasah dan pengawas PAI.
2. Untuk mengetahui pengertian pengawas madrasah dan pengawas PAI.
3. Untuk mengetahui tugas dan fungsi pengawas dan pengawas PAI.
4. Untuk mengetahui kompetensi yang harus dimiliki oleh pengawas madrasah dan pengawas PAI.
3
BAB II PEMBAHASAN
A. Regulasi Tentang Pengawas Madrasah dan Pengawas PAI
Dalam peraturan Menteri Agama Republik Indonesia Nomor 2 Tahun 2012 tentang pengawas madrasah dan pengawas PAI pada sekolah pada Bab I Pasal 1 No. 3 menyebutkan bahwa Pengawas Madrasah adalah Guru Pegawai Negeri Sipil yang diangkat dalam jabatan fungsional pengawas satuan pendidikan yang tugas, tanggungjawab, dan wewenangnya melakukan pengawasan akademik dan manajerial pada Madrasah. Selanjutnya pada Bab II Pasal 1 No. 4 pengawas Pendidikan Agama Islam adalah Guru Pegawai Negeri Sipil yang diangkat dalam jabatan fungsional pengawas pendidikan agama Islam yang tugas, tanggungjawab, dan wewenangnya melakukan pengawasan penyelenggaraan Pendidikan Agama Islam pada Sekolah.
Kemudian dalam Bab II tentang tugas dan fungsi pengawas madrasah dan pengawas PAI Pasal 2 menyebutkan bahwa:
1. Pengawas madrasah meliputi pengawas RA, MI, MTs, MA, dan/atau MAK.
2. Pengawas PAI pada sekolah meliputi pengawas PAI pada TK, SD/SDLB, SMP/SMPLB, SMA/SMALB, dan/atau SMK.
Pasal 3:
1. Pengawas Madrasah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 ayat (1) mempunyai tugas melaksanakan pengawasan akademik dan manajerial pada Madrasah.
2. Pengawas PAI pada Sekolah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 ayat (1) mempunyai tugas melaksanakan pengawasan Pendidikan Agama Islam pada Sekolah.
Pasal 4:
1. Pengawas madrasah mempunyai fungsi melakukan:
4
a. Penyusunan program pengawasan di bidang akademik dan manajerial.
b. Pembinaan dan pengembangan madrasah.
c. Pembinaan, pembimbingan, dan pengembangan profesi guru madrasah.
d. Pemantauan penerapan standar nasional pendidikan.
e. Penilaian hasil pelaksanaan program pengawasan.
f. Pelaporan pelaksanaan tugas kepengawasan.
2. Pengawas PAI pada Sekolah mempunyai fungsi melakukan:
a. Penyusunan program pengawasan PAI.
b. Pembinaan, pembimbingan, dan pengembangan profesi guru PAI.
c. Pemantauan penerapan standar nasional PAI.
d. Penilaian hasil pelaksanaan program pengawasan, dan e. Pelaporan pelaksanaan tugas kepengawasan.
B. Pengertian Pengawas Madrasah dan Pengawas PAI
Pengawasan dapat didefinisikan sebagai proses untuk menjamin bahwa tujuan-tujuan organisasi dan manajemen tercapai. Ini berkenaan dengan cara-cara membuat kegiatan-kegiatan sesuai yang direncanakan.
Peran yang harus dimainkan oleh seorang pengawas sekolah adalah sebagai mitra bagi guru dan kepala sekolah, sekaligus sebagai pelopor, inovator, kolaborator, penilai, pembimbing, peneliti dan konsultan pendidikan.1
Pengawas madrasah adalah guru pegawai negeri sipil yang diangkat dalam jabatan fungsional pengawas satuan pendidikan yang tugas, tanggung jawab, dan wewenangnya melakukan pengawasan akademik dan manajerial pada madrasah. Pengawas madrasah adalah guru berstatus pegawai negeri sipil yang diangkat dan diberi tugas tanggung jawab serta wewenang untuk
1 Ita Sriwahyuni, Alimuddin Said, and Nuryanti Mustari, “Pengaruh Pengawasan Terhadap Kinerja Pegawai Di Kantor Kecamatan Bontonompo Kabupaten Gowa,” KIMAP : Kajian Ilmiah Mahasiswa Administrasi Publik vol. 2, no. 5 (2021): 1532–47, https://journal.unismuh.ac.id/index.php/kimap/index.
5
melaksanakan pengawasan akademik dan manajerial pada satuan pendidikan madrasah. Ahmad mengatakan “Efektivias organisasi merupakan tingkat keberhasilan kegiatan manajemen dalam usaha mencapai tujuan atau sasaran yang telah diprogramkan”.2
Sedangkan pengawas PAI adalah pegawai negeri sipil yang ditugaskan di lingkungan sekolah, bertanggung jawab dan berwewenang penuh terhadap pelaksanaan pembelajaran PAI di sekolah umum serta penyelenggaraan pendidikan di sekolah dengan melakukan pembinaan dan penilaian dari segi teknis pendidikan dan admininstrasi pada satuan pendidikan sekolah.3
C. Tugas dan Fungsi Pengawas Madrasah dan Pengawas PAI 1. Tugas dan Fungsi Pengawas Madrasah
Pengawas Madrasah memiliki fungsi yang strategis dalam proses pendidikan yang bermutu di madrasah. Dalam konteks ini peran Pengawas Madrasah meliputi pemantauan, supervisi, evaluasi, pelaporan, dan tindak lanjut pengawasan yang harus dilakukan secara berkesinambungan (PP Nomor 19 tahun 2005, pasal 55). Pengawas dalam menjalani tugas dan fungsinya ke madrasah, diperlukan adanya kinerja professional pengawas sehingga berkontribusi terhadap mutu pendidikan.
Tugas pokok pengawas madrasah. Hal ini sesuai dengan Permendiknas Nomor 13 tahun 2007 dimana Pengawas Madrasah satu nomenlatur dengan Pengawas Sekolah. Tugas Pokok Pengawas Madrasah tersebut adalah sebagai berikut:
2 Erwin Erwin, Syahruddin Usman, and Misykat Malik Ibrahim, “Implementasi Tugas Pokok Dan Fungsi Pengawas Madrasah Dalam Peningkatan Mutu Madrasah Aliyah Se-Kecamatan Tanete Riattang Kabupaten Bone,” Idaarah: Jurnal Manajemen Pendidikan 4, no. 2 (2020): 256, https://doi.org/10.24252/idaarah.v4i2.15106.
3 Gusmadi Gusmadi, “Pelaksanaan Manajemen Pengawasan Pendidikan Agama Islam Di Sma Negeri Di Kabupaten Tanah Datar,” Al-Fikrah: Jurnal Manajemen Pendidikan 2, no. 2 (2021):
133, https://doi.org/10.31958/jaf.v2i2.378.
6
a. Menyusun Program Pengawasan, Penyusunan program pengawasan difokuskan pada pemenuhan standar nasional pendidikan.
Pelaksanaan program pengawasan meliputi:
1) Melaksanakan pembinaan guru dan atau kepala madrasah.
2) Memantau delapan (8) standar nasional Pendidikan.
3) Melaksanakan penilaian kinerja guru dan/atau kepala madrasah.
4) Evaluasi hasil program pengawasan dimulai dari tingkat madrasah binaan dan tingkat kabupaten/kota, dan pelaporan program pengawasan.
b. Setiap Pengawas Madrasah wajib menyusun program pengawasan, yang terdiri atas program tahunan dan program semester untuk seluruh madrasah binaan. Penyusunan program tahunan antara lain yaitu:
1) Identifikasi hasil pengawasan pada tahun sebelumnya.
2) Pengolahan dan analisis hasil evaluasi tahun sebelumnya.
3) Perumusan rancangan pengawasan tahunan,dan
4) Pemantapan dan penyempurnaan rancangan program pengawasan tahunan.
c. Pelaksanaan Program Pengawasan, tahapan pelaksanaan pengawasan meliputi kegiatan-kegiatan sebagai berikut:
1) Melaksanakan pembinaan guru dan/atau kepala madrasah.
2) Memantau pelaksanaan delapan standar nasional pendidikan . 3) Melaksanakan penilaian kinerja guru dan/atau kepala madrasah.
4) Laporan Hasil Pengawasan, penyusunan laporan hasil pengawasan.
d. Penyusunan laporan oleh setiap pengawas madrasah bertujuan untuk:
1) Memberi gambaran mengenai keterlaksanaan setiap butir kegiatan yang menjadi tugas pokok pengawas madrasah.
7
2) Memberi gambaran mengenai kondisi madrasah binaan berdasarkan hasil pengawasan akademik maupun manajerial berupa hasil-hasil pembinaan, pemantauan, dan penilaian.
3) Menginformasikan berbagai pelaksanaan setiap butir kegiatan pengawasan madrasah.4
2. Tugas dan Fungsi Pengawas PAI
Fungsi pengawas PAI untuk menjalankan tugas pokoknya, pengawas PAI melaksanakan fungsi supervisi akademik yang meliputi pemantauan, pembinaan dan penilaian kinerja guru. Supervisi akademik dilakukan secara teratur dan berkesinambungan oleh pengawas PAI.
Penyusunan program supervisi akademik difokuskan pada pembinaan guru PAI dalam melaksanakan proses pembelajaran PAI.
Tugas pengawas PAI sebagaimana diatur dalam PMA Nomor 2 Tahun 2012 pasal 4 adalah sebagai berikut:
a. Menyusun program pengawasan Mata Pelajaran PAI
1) Setiap pengawas PAI baik secara berkelompok maupun individu wajib menyusun rencana program pengawasan tahunan,semester dan program rencana kepengawasan akademik.
2) Program Pengawasan Tahunan pengawas PAI disusun oleh Kelompok Kerja Pengawas (Pokjawas) PAI di Kabupaten/Kota melalui diskusi terprogram. Kegiatan penyusunan program tahunan ini diperkirakan berlangsung selama 1 (satu) minggu.
3) Program pengawasan semester adalah perencanaan teknis operasional kegiatan yang dilakukan oleh setiap pengawas PAI pada setiap sekolah dimana guru binaannya berada.
Program tersebut disusun sebagai penjabaran atas Program
4 Musbahaeri, “Optimalisasi Kedudukan, Tugas Pokok, Dan Fungsi Pengawas Pendidikan Agama Islam (Pai),” Jurnal Didaktika 11, no. 2 (2019): 201, https://doi.org/10.30863/didaktika.v11i2.166.
8
Pengawasan Tahunan di tingkat Kabupaten/Kota. Kegiatan penyusunan program semester oleh setiap pengawas PAI ini diperkirakan berlangsung selama 1 (satu) minggu.
4) Rencana Kepengawasan Akademik (RKA) merupakan penjabaran dari program semester yang lebih rinci dan sistematis sesuai dengan aspek/masalah prioritas yang harus segera dilakukan, setelah kegiatan supervisi. Kegiatan RKA ini diperkirakan berlangsung 1 (satu) minggu.
5) Program Tahunan, Program Semester, dan RKA sekurang- kurangnya memuat aspek/masalah, tujuan, indicator keberhasilan, strategi/metode kerja (Teknik supervisi), scenario kegiatan, sumber daya yang diperlukan, penilaian dan instrument kepengawasan.
b. Melaksanakan pembinaan, pemantauan dan penilaian
1) Kegiatan supervisi akademik yang meliputi pembinaan dan pemantauan pelaksanaan standar isi, standar proses, standar kompetensi lulusan, dan standar penilaian merupakan kegiatan dimana terjadi interaksi langsung antara pengawas PAI dengan guru PAI binaannya.
2) Melaksanakan penilaian adalah menilai kinerja guru PAI dalam merencanakan, melaksanakan dan menilai proses pembelajaran.
c. Melaksanakan pembimbingan dan pelatihan profesionalitas guru PAI
1) Kegiatan pembimbingan dan pelatihan profesionalitas guru PAI dilaksanakan secara berkelompok di FKGA /KKG /MGMP paling sedikit 3 (tiga) kali dalam satu semester.
2) Kegiatan ini dilaksanakan terjadwal baik waktu maupun jumlah jam yang diperlukan sesuai dengan tema atau jenis keterampilan dan kompetensi yang akan ditingkatkan. Dalam pelatihan ini diperkenalkan kepada guru PAI cara-cara baru
9
yang lebih sesuai dalam melaksanakan proses pembelajaran/pembimbingan.
3) Kegiatan ini dapat dilakukan melalui workshop, seminar, observasi, individual, FKGA/KKG/MGMP dan Group Conference, serta kunjungan kepada guru PAI melalui supervisi akademik.
4) Menyusun laporan pelaksanaan program kepengawasan, Setiap pengawas membuat laporan dalam bentuk laporan bulanan, laporan semester dan laporan tahunan.5
D. Kompetensi Pengawas Madrasah dan Pengawas PAI
Dalam peraturan Menteri Agama Republik Indonesia No. 2 Tahun 2012 tentang Kompetensi Pengawas Madrasah dan Pengawas PAI menegaskan bahwa seorang pengawas harus memiliki 5 kompetensi minimal, yaitu:
1. Kompetensi Kepribadian, yaitu kemampuan pengawas yang berkaitan dengan aspek nilai dan sikap serta motivasi dan komitmen. Kompetensi ini terdiri dari dua materi, yaitu yaitu: pengenalan diri, mengembangkan diri, dan memberdayakan diri serta kreativitas dan pengambilan keputusan. Kompetensi keperibadian mencakup: memiliki tanggungjawab sebagai pengawas satuan pendidikan, kreatif dalam bekerja dan memecahkan masalah baik yang berkaitan, kehidupan pribadinya maupun tugas-tugas jabatannya; memiliki rasa ingin tahu akan hal-hal yang baru tentang pendidikan dan ilmu pengetahuan, teknologi dan seni yang menunjang tugas pokok dan tanggung jawabnya, menumbuhkan motivasi kerja pada dirinya dan pada stakeholder.
5 Erwin, Usman, and Ibrahim, “Implementasi Tugas Pokok Dan Fungsi Pengawas Madrasah Dalam Peningkatan Mutu Madrasah Aliyah Se-Kecamatan Tanete Riattang Kabupaten Bone.” Jurnal Idaarah Vo. 4, No. 2, (2020).
10
2. Kompetensi Supervisi Akademik, yaitu kemampuan pengawas sekolah dalam melaksanakan pengawasan akademik yakni menilai dan membina guru dalam rangka mempertinggi kualitas proses pembelajaran yang dilaksanakannya, agar berdampak terhadap kualitas hasil belajar siswa
3. Kompetensi Evaluasi Pendidikan, yaitu kemampuan yang dimiliki oleh pengawas untuk melakukan bimbingan kepada guru dan kepala sekolah/madrasah menyusun kriteria dan indikator keberhasilan pembelajaran agar dapat menjalankan tugas masing-masing.
4. Kompetensi Penelitian dan Pengembangan, yaitu kegiatan pengembangan profesi pengawas dalam rangka pengamalan ilmu dan pengetahuan, teknologi dan keterampilan untuk peningkatan mutu baik bagi proses belajar mengajar dan profesionalisme tenaga kependidikan lainnya maupun dalam rangka menghasilkan sesuatu yang bermanfaat bagi pendidikan dan kebudayaan.
5. Kompetensi Sosial, yaitu kemampuan pengawas yang berkaitan dengan aspek nilai dan sikap serta motivasi dan komitmen. Kompetensi ini terdiri dari dua materi yaitu mengembangkan kemitraan dan tim kerja, serta gaya kerja dan penyelesaian konflik.6
6 Badruzzaman, “Kompetensi Pengawas Madrasah Di Kota Kendari,” Al-Qalam Vol. 20, no. 2 (2020): 221, https://doi.org/10.31969/alq.v20i2.184.
11
BAB III PENUTUP
Kesimpulan
1. Dalam peraturan Menteri Agama Republik Indonesia Nomor 2 Tahun 2012 tentang pengawas madrasah dan pengawas PAI pada sekolah pada Bab I Pasal 1 No. 3 menyebutkan bahwa Pengawas Madrasah adalah Guru Pegawai Negeri Sipil yang diangkat dalam jabatan fungsional pengawas satuan pendidikan yang tugas, tanggungjawab, dan wewenangnya melakukan pengawasan akademik dan manajerial pada Madrasah.
Selanjutnya pada Bab II Pasal 1 No. 4 pengawas Pendidikan Agama Islam adalah Guru Pegawai Negeri Sipil yang diangkat dalam jabatan fungsional pengawas pendidikan agama Islam yang tugas, tanggungjawab, dan wewenangnya melakukan pengawasan penyelenggaraan Pendidikan Agama Islam pada Sekolah.
2. Pengawas madrasah adalah guru pegawai negeri sipil yang diangkat dalam jabatan fungsional pengawas satuan pendidikan yang tugas, tanggung jawab, dan wewenangnya melakukan pengawasan akademik dan manajerial pada madrasah. Pengawas PAI adalah pegawai negeri sipil yang ditugaskan di lingkungan sekolah, bertanggung jawab dan berwewenang penuh terhadap pelaksanaan pembelajaran PAI di sekolah umum.
3. Fungsi pengawas madrasah dan pengawas PAI yaitu mencakup pemantauan, supervisi, evaluasi, pelaporan, dan tindak lanjut pengawasan yang harus dilakukan secara berkesinambungan.
4. Kompetensi yang harus dimiliki oleh pengawas madrasah dan pengawas PAI ada 5 kompetensi yaitu, kompetensi kepribadian, kompetensi supervisi akademik, kompetensi evaluasi pendidikan, kompetensi penelitian dan pengembangan dan kompetensi sosial.
12
DAFTAR PUSTAKA
Badruzzaman. “Kompetensi Pengawas Madrasah Di Kota Kendari.” Al-Qalam 20, no. 2 (2020): 221. https://doi.org/10.31969/alq.v20i2.184.
Erwin, Syahruddin Usman, and Misykat Malik Ibrahim. “Implementasi Tugas Pokok Dan Fungsi Pengawas Madrasah Dalam Peningkatan Mutu Madrasah Aliyah Se-Kecamatan Tanete Riattang Kabupaten Bone.” Idaarah: Jurnal Manajemen Pendidikan 4, no. 2 (2020): 256.
https://doi.org/10.24252/idaarah.v4i2.15106.
Gusmadi. “Pelaksanaan Manajemen Pengawasan Pendidikan Agama Islam Di Sma Negeri Di Kabupaten Tanah Datar.” Al-Fikrah: Jurnal Manajemen Pendidikan 2, no. 2 (2020): 133. https://doi.org/10.31958/jaf.v2i2.378.
Musbahaeri. “Optimalisasi Kedudukan, Tugas Pokok, Dan Fungsi Pengawas Pendidikan Agama Islam (Pai).” Didaktika 11, no. 2 (2019): 201.
https://doi.org/10.30863/didaktika.v11i2.166.
Sriwahyuni, Ita, Alimuddin Said, and Nuryanti Mustari. “Pengaruh Pengawasan Terhadap Kinerja Pegawai Di Kantor Kecamatan Bontonompo Kabupaten Gowa.” KIMAP : Kajian Ilmiah Mahasiswa Administrasi Publik 2, no. 5 (2021): 1532–47. https://journal.unismuh.ac.id/index.php/kimap/index.