PROPOSAL GIZI OLAHRAGA
ANALISIS KEBUTUHAN GIZI ATLET VOLLY DAN HOCKEY
Dibuat untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah Ilmu Gizi Olahraga Dosen Pengampu : Drs. Candra Kurniawan, S.Pd, M.Or Asisten Dosen : Azka Agna Attazka
Disusu Oleh :
1. Incik Muhammad Agung (2213051114) 6. Bodhiya Braja (2213051041) 2. Hanna Lufita Sihombing (2213051049) 7. Putri Maharani (2213051037) 3. Maya Sari (2213051089) 8. Bodhiya Braja (2213051041) 4. Bagoes Heru Junior (2213051069) 9. Raffi Ulpa (2213051057) 5. Dimas Rizki Bahary (2213051001)
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN JASMANI FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS LAMPUNG
TAHUN 2025
KATA PENGANTAR
Dengan menyebut nama Tuhan yang Maha Esa, kami haturkan puja dan puji syukur atas kehadirat-Nya yang telah melimpahkan rahmat, hidayah, dan inayah-Nya sehingga kami mampu menyelesaikan penyusunan Proposal Gizi Olahraga. Proposal ini dibuat dengan tujuan untuk memenuhi tugas Mata Kuliah Ilmu Gizi Olahraga pada Program studi Pendidikan Jasmani Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Lampung.
Namun tidak lepas dari semua itu,kami menyadari sepenuhnya bahwa ada kekurangan baik dari segi penyusunan Bahasa maupun segi lainnya. Oleh karena itu, dengan lapang dada dantangan terbuka,kami membuka selebar-lebarnya bagi pembaca yang ingin memberikan saran dan kritik kepada kami sehingga kami dapat memperbaiki Proposal ini.
Akhir kata kami mengharapkan semoga isi dari Proposal gizi Olahraga ini dapat diambilhikmat dan manfaatnya sehingga dapat memberikan inspirasi pada pembaca.
Bandar Lampung, 20 Mei 2025
Kelompok 1
ii DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL...i
DAFTAR ISI...ii
BAB I PENDAHULUAN...1
1.1 Latar Belakang...1
1.2 Rumusan Masalah... 4
1.3 Tujuan Penelitian...4
1.4 Manfaat Penelitian...3
1.4.1 Manfaat Teoritis...3
1.4.2 Manfaat Praktis...3
BAB II PEMBAHASAN...4
2.1 Profil Atlet Volly dan Hoki...4
2.1.1 Profil Atlet Volly... 4
2.1.2 Profil Atlet Hoki...5
2.2 Menu Makanan Ideal Atleat Volly dan Hoki...6
1.4.3 Komposisi Menu Sarapan Pagi Atlet Voli...6
1.4.4 Komposisi Menu Sarapan Pagi Atlet Voli...10
BAB III PENUTUP...14
3.1 Kesimpulan...14
3.2 Saran... 15
DAFTAR PUSTAKA...16
BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Kebutuhan gizi yang optimal sangat penting untuk menunjang performa atlet, terutama pada cabang olahraga seperti voli dan hoki yang menuntut aktivitas fisik intens dan daya tahan tinggi. Atlet voli, misalnya, harus mampu bertahan selama 60 hingga 90 menit dengan berbagai aktivitas seperti lompatan tinggi, reaksi cepat, dan kekuatan otot yang besar. Untuk mendukung aktivitas tersebut, atlet memerlukan asupan energi sedang hingga tinggi yang terutama berasal dari karbohidrat kompleks, protein berkualitas tinggi, serta hidrasi yang optimal.
Menu sarapan yang ideal bagi atlet voli meliputi nasi atau roti gandum sebagai sumber karbohidrat, dada ayam atau telur untuk protein, serta sayuran dan buah- buahan untuk vitamin, mineral, dan serat. Dengan asupan gizi yang seimbang, atlet dapat meningkatkan daya tahan, mempercepat pemulihan otot, dan meminimalkan risiko cedera.
Di sisi lain, atlet hoki menghadapi tantangan fisik yang berbeda, seperti sprint cepat, perubahan arah mendadak, serta kontak fisik intens selama dua hingga tiga babak pertandingan. Oleh karena itu, kebutuhan energi atlet hoki bahkan lebih tinggi, dengan penekanan pada makanan padat energi, protein tinggi, dan lemak sehat untuk mendukung kekuatan, daya tahan, serta pemulihan otot.
Menu makan siang yang ideal untuk atlet hoki meliputi nasi sebagai sumber energi utama, telur rebus sebagai protein berkualitas, capcai untuk vitamin dan mineral, serta susu beruang untuk kalsium dan protein tambahan. Dengan pemenuhan gizi yang seimbang, atlet dapat meningkatkan performa, mempercepat pemulihan, dan meminimalkan risiko cedera.
Pentingnya pemenuhan gizi bagi atlet juga ditegaskan oleh para ahli gizi olahraga. Menurut Djoko Pekik Irianto, kebutuhan gizi atlet harus disesuaikan secara individual berdasarkan usia, berat badan, jenis kelamin, dan intensitas aktivitas fisik. Sementara itu, Giriwijoyo dan Sidik menekankan bahwa asupan karbohidrat dan protein yang cukup sangat penting untuk menjaga cadangan
energi dan mendukung pemulihan otot. Dengan pemahaman yang baik tentang kebutuhan gizi masing-masing atlet, menu makanan dapat dirancang secara spesifik untuk mendukung performa optimal dalam latihan maupun pertandingan
1.2 Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang di atas, maka dapat di rumusan masalah yang akan diteliti antara lain :
1. Bagaimana komposisi menu makan yang ideal untuk memenuhi kebutuhan gizi atlet voli dan hoki sesuai dengan karakteristik aktivitas fisik dan durasi pertandingan masing-masing cabang olahraga?
2. Apa saja kandungan gizi utama dari menu sarapan pagi untuk atlet voli dan menu makan siang untuk atlet hoki, serta bagaimana manfaatnya terhadap performa dan pemulihan atlet?
3. Sejauh mana pemenuhan kebutuhan gizi melalui menu yang dianalisis dapat meningkatkan performa, daya tahan, serta mempercepat pemulihan atlet voli dan hoki?
1.3 Tujuan Masalah
Berdasarkan rumusan masalah di atas, maka tujuan penelitian ini adalah:
1. Mendeskripsikan komposisi menu makan yang ideal bagi atlet voli dan hoki berdasarkan kebutuhan energi, protein, karbohidrat, lemak, vitamin, dan mineral.
2. Menganalisis kandungan gizi utama pada menu sarapan pagi atlet voli dan menu makan siang atlet hoki, serta menjelaskan manfaatnya terhadap performa dan pemulihan atlet.
3. Menilai efektivitas pemenuhan kebutuhan gizi melalui menu yang dianalisis dalam meningkatkan performa, daya tahan, dan pemulihan atlet voli dan hoki.
1.4 Manfaat Penelitian
Penelitian yang akan dilakukan ini memiliki manfaat untuk :
1.5.1 Manfaat Teoritis
1) Manfaat Teoritis: Penelitian ini dapat memberikan kontribusi ilmiah dalam bidang gizi olahraga, khususnya terkait kebutuhan gizi spesifik untuk atlet voli dan hoki. Hasil penelitian ini juga dapat menjadi referensi bagi penelitian selanjutnya mengenai pengembangan menu makan atlet yang sesuai dengan karakteristik cabang olahraga.
1.5.2 Manfaat Praktis
1) Manfaat Praktis: Penelitian ini dapat menjadi acuan bagi pelatih, ahli gizi, dan atlet dalam menyusun menu makan harian yang optimal untuk mendukung performa, mempercepat pemulihan, serta meminimalkan risiko cedera. Selain itu, penelitian ini dapat membantu meningkatkan kesadaran pentingnya pemenuhan gizi seimbang pada atlet, sehingga prestasi olahraga dapat terus ditingkatkan.
BAB II PEMBAHASAN
2.1 Profil Atlet Volly dan Hoki 2.1.3 Profil Atlet Voli
A. Durasi Pertandingan
Pertandingan voli biasanya berlangsung antara 60 hingga 90 menit. Dalam rentang waktu ini, atlet terlibat dalam berbagai aktivitas fisik yang memerlukan stamina, kekuatan, dan kecepatan. Durasi yang cukup panjang ini menuntut atlet untuk memiliki daya tahan yang baik agar dapat tampil optimal sepanjang pertandingan.
B. Aktivitas Atlet Voli
Atlet voli terlibat dalam aktivitas yang sangat dinamis dan menuntut, termasuk:
Lompatan Tinggi: Atlet sering melakukan lompatan untuk melakukan smash atau blok, yang memerlukan kekuatan otot yang besar dan kecepatan reaksi yang cepat. Lompatan ini tidak hanya membutuhkan kekuatan kaki, tetapi juga koordinasi dan teknik yang baik.
Kecepatan Reaksi: Dalam permainan voli, kecepatan reaksi sangat penting untuk merespons bola yang datang dengan cepat, baik untuk menyerang maupun bertahan. Atlet harus mampu bergerak cepat dan mengambil keputusan dalam waktu singkat.
Kekuatan Otot: Kekuatan otot diperlukan untuk melakukan gerakan yang kuat dan eksplosif, seperti melompat dan memukul bola. Kekuatan ini juga penting untuk menjaga stabilitas dan keseimbangan saat bermain.
C. Kebutuhan Utama
Atlet voli memiliki kebutuhan gizi yang spesifik untuk mendukung performa mereka:
Energi Sedang-Tinggi: Atlet memerlukan asupan kalori yang cukup untuk mendukung aktivitas fisik yang intens. Energi ini terutama berasal dari karbohidrat, yang merupakan sumber utama bahan bakar bagi tubuh selama latihan dan pertandingan.
Karbohidrat Kompleks: Karbohidrat kompleks sangat penting karena mereka menyediakan energi yang stabil dan tahan lama. Sumber karbohidrat kompleks seperti nasi, pasta, dan roti gandum membantu mengisi cadangan glikogen otot, yang diperlukan untuk performa optimal. Karbohidrat ini dicerna lebih lambat, sehingga memberikan pasokan energi yang berkelanjutan.
4
Protein Otot: Protein sangat penting untuk pemulihan dan pertumbuhan otot.
Atlet voli memerlukan asupan protein yang cukup untuk memperbaiki jaringan otot yang rusak akibat latihan dan pertandingan. Sumber protein berkualitas tinggi seperti daging, ikan, telur, dan produk susu harus menjadi bagian dari diet mereka.
Hidrasi Optimal: Hidrasi yang baik sangat penting untuk menjaga keseimbangan cairan tubuh, mendukung fungsi organ, dan membantu proses metabolisme. Dehidrasi dapat mengganggu kinerja atlet, sehingga penting untuk memastikan mereka mendapatkan cukup cairan sebelum, selama, dan setelah pertandingan.
2.1.4 Profil Atlet Hoki A. Durasi Permainan
Pertandingan hoki berlangsung dalam dua babak selama 35 menit (lapangan) atau tiga babak selama 20 menit (es). Durasi ini menuntut atlet untuk tetap aktif dan berenergi sepanjang pertandingan, dengan intensitas yang tinggi.
B. Kebutuhan Energi Atlet Hoki
Atlet hoki memiliki kebutuhan energi yang sangat tinggi karena:
Sprint: Hoki melibatkan banyak sprint cepat, yang memerlukan energi instan dan daya tahan. Atlet harus mampu berlari dengan cepat dan melakukan perubahan arah yang tajam, yang membutuhkan kekuatan dan kecepatan.
Kontak Fisik: Permainan hoki juga melibatkan banyak kontak fisik, yang memerlukan kekuatan dan daya tahan otot. Atlet harus siap menghadapi benturan dan menjaga keseimbangan saat berinteraksi dengan pemain lawan.
C. Kebutuhan Makanan Atlet Hoki
Atlet hoki memerlukan asupan makanan yang padat energi, protein tinggi, dan lemak sehat untuk mendukung aktivitas fisik yang sangat intens. Kebutuhan gizi mereka meliputi:
Kalori Tinggi: Atlet hoki memerlukan kalori yang lebih banyak dibandingkan dengan atlet di olahraga lain untuk mendukung aktivitas fisik yang intens.
Makanan yang kaya kalori seperti pasta, nasi, dan sumber protein seperti daging, ikan, dan produk susu sangat penting.
Protein Tinggi: Protein diperlukan untuk memperbaiki dan membangun otot yang rusak akibat latihan dan pertandingan. Sumber protein seperti daging tanpa lemak, ikan, telur, dan produk susu harus menjadi bagian dari diet mereka.
Lemak Sehat: Lemak sehat, seperti yang ditemukan dalam alpukat, kacang- kacangan, dan minyak zaitun, penting untuk menyediakan energi tambahan dan
5
mendukung kesehatan jantung. Lemak ini juga membantu dalam penyerapan vitamin yang larut dalam lemak.
2.2 Menu Makanan Ideal Atlet Volly dan Hoki 2.1.1 Komposisi Menu Sarapan Pagi Atlet Voli
Menu yang dianalisis terdiri dari:
1. Nasi (150 gram) 2. Dada ayam (200 gram) 3. Pakcoy dan labu siam rebus 4. Pisang (1 buah)
5. Air putih (500 ml)
Kandungan Gizi Masing-masing Komponen 1. Nasi (150 gram)
Kalori: ±210–220 kalori
Karbohidrat: ±45–50 gram (karbohidrat kompleks)
Protein: ±4 gram
Lemak: <1 gram
Serat: ±0,5 gram
Vitamin & Mineral: Vitamin B1 (tiamin), B3 (niasin), dan mineral seperti magnesium dan fosfor.
Manfaat Nasi (150 gram) untuk Atlet
Sumber Energi Karbohidrat Kompleks: Nasi merupakan sumber karbohidrat yang memberikan energi yang stabil dan tahan lama, sangat penting untuk atlet voli yang membutuhkan stamina tinggi selama latihan dan pertandingan. Karbohidrat kompleks dalam nasi dicerna lebih lambat, sehingga memberikan pasokan energi yang berkelanjutan.
6
Mendukung Fungsi Otot: Karbohidrat dalam nasi membantu mengisi cadangan glikogen otot, yang diperlukan untuk performa optimal. Ini sangat penting bagi atlet yang melakukan aktivitas fisik intensif.
Menjaga Keseimbangan Gula Darah: Karbohidrat kompleks dalam nasi dicerna lebih lambat, membantu menjaga kadar gula darah tetap stabil, sehingga atlet tidak mengalami lonjakan energi yang cepat diikuti dengan penurunan.
2. Dada Ayam (200 gram)
Kalori: ±280–300 kalori
Protein: ±40–45 gram
Lemak: ±5–7 gram
Vitamin & Mineral: Vitamin B6, niasin, selenium, dan fosfor.
Manfaat Dada Ayam (200 gram) untuk Atlet
Pemulihan dan Pertumbuhan Otot: Kandungan protein tinggi (±40–45 gram) pada dada ayam sangat penting untuk memperbaiki jaringan otot yang rusak selama latihan intens, serta mendukung pertumbuhan otot agar tetap kuat dan padat. Protein adalah komponen utama dalam pembentukan otot.
Meningkatkan Performa Latihan: Protein membantu mempertahankan massa otot, sehingga tubuh tetap bertenaga dan tidak mudah lemas saat latihan atau pertandingan. Ini sangat penting dalam olahraga seperti voli yang melibatkan kekuatan dan kecepatan.
Rendah Lemak: Dada ayam adalah sumber protein tanpa lemak berlebih, membantu menjaga komposisi tubuh atlet tetap ideal dan menghindari peningkatan lemak tubuh. Lemak yang rendah (±5–7 gram) menjadikan dada ayam sebagai pilihan yang sehat.
7
Sumber Vitamin B Kompleks: Dada ayam mengandung vitamin B6 dan niasin, yang membantu metabolisme energi dari makanan dan mendukung fungsi sistem saraf. Ini penting agar atlet dapat berlatih dan bertanding dengan konsentrasi dan stamina maksimal.
3. Pakcoy dan Labu Siam Rebus
Kalori: ±50–60 kalori (kombinasi)
Vitamin & Mineral:
Pakcoy: Vitamin A, C, K, folat, kalsium, dan zat besi.
Labu Siam: Vitamin C, serat, dan kalium.
Serat: Membantu pencernaan dan menjaga kesehatan saluran cerna.
Manfaat Pakcoy dan Labu Siam Rebus untuk atlet
Mendukung Kesehatan Tulang dan Otot: Kalsium dan vitamin K dalam pakcoy penting untuk menjaga kekuatan tulang dan fungsi otot yang optimal, mencegah cedera. Sayuran hijau ini juga kaya akan antioksidan yang mendukung kesehatan secara keseluruhan.
Meningkatkan Sistem Imun: Vitamin C dan antioksidan dalam sayuran membantu menjaga daya tahan tubuh agar tetap fit dan mengurangi risiko sakit selama masa latihan. Ini sangat penting bagi atlet yang sering berlatih keras.
Mendukung Sistem Pencernaan: Serat dalam sayuran membantu menjaga kesehatan pencernaan sehingga nutrisi yang dikonsumsi bisa diserap dengan baik. Ini penting untuk memastikan atlet mendapatkan semua nutrisi yang dibutuhkan untuk performa optimal.
4. Pisang (1 buah)
8
Kalori: ±90–100 kalori
Karbohidrat: ±23 gram
Serat: ±2,5 gram
Vitamin & Mineral: Vitamin C, B6, kalium, dan magnesium.
Manfaat Pisang (1 buah) untuk atlet
Sumber Energi Cepat: Pisang mengandung karbohidrat sederhana yang cepat dicerna, memberikan energi instan yang dibutuhkan sebelum latihan. Ini sangat berguna untuk meningkatkan stamina atlet sebelum beraktivitas.
Mendukung Kesehatan Jantung: Kandungan kalium dalam pisang membantu mengatur tekanan darah dan mendukung kesehatan jantung.
Ini penting untuk menjaga kesehatan kardiovaskular atlet.
Meningkatkan Mood dan Fokus: Vitamin B6 dalam pisang berperan dalam produksi neurotransmitter yang mendukung suasana hati dan fokus selama latihan. Ini membantu atlet tetap termotivasi dan berkonsentrasi.
5. Air Putih (500 ml)
Hidrasi: Penting untuk menjaga keseimbangan cairan tubuh, mendukung fungsi organ, dan membantu proses metabolisme.
Manfaat Air Putih (500 ml) Untuk atlet
Hidrasi Optimal: Air putih sangat penting untuk menjaga keseimbangan cairan tubuh, mendukung fungsi organ, dan membantu proses metabolisme. Hidrasi yang baik membantu mencegah kelelahan dan menjaga performa atletik selama latihan dan pertandingan.
Mencegah Dehidrasi: Hidrasi yang baik membantu mencegah kelelahan dan menjaga performa atletik selama latihan dan 9
pertandingan. Dehidrasi dapat mengganggu kinerja dan meningkatkan risiko cedera.
Mendukung Proses Pencernaan: Air membantu proses pencernaan dan penyerapan nutrisi dari makanan yang dikonsumsi. Ini penting untuk memastikan bahwa atlet mendapatkan semua nutrisi yang dibutuhkan untuk performa optimal.
2.1.2 Komposisi Menu Sarapan Siang Atlet Hoki Menu yang dianalisis terdiri dari:
1. Nasi (150 Gram matang) 2. Telur Rebus (2 butir)
3. Capcai (Wortel, Bakso, Jagung Kecil, Sawi) 4. Susu Beruang (200 ml)
Kandungan Gizi Masing-masing Komponen 1. Nasi (150 gram matang)
Kandungan Gizi:
Kalori: ±210–220 kalori
Karbohidrat: ±45–50 gram
Protein: ±4–5 gram
Lemak: <1 gram
Serat: ±0,5–1 gram
Vitamin & Mineral: Vitamin B1 (tiamin), B3 (niasin), dan mineral seperti magnesium dan fosfor.
Manfaat Nasi untuk Atlet:
Sumber Energi Utama: Nasi merupakan sumber karbohidrat kompleks yang memberikan energi yang diperlukan untuk aktivitas fisik. Karbohidrat dalam nasi dicerna secara perlahan, sehingga memberikan pasokan energi yang stabil dan tahan lama, sangat penting untuk atlet hoki yang membutuhkan stamina tinggi.
Mendukung Pemulihan Otot: Karbohidrat dalam nasi membantu mengisi kembali cadangan glikogen otot setelah latihan atau pertandingan, mendukung pemulihan dan pertumbuhan otot.
10
Menjaga Keseimbangan Gula Darah: Indeks glikemik nasi yang moderat membantu menjaga kestabilan gula darah, sehingga atlet tidak mengalami lonjakan energi yang cepat diikuti dengan penurunan yang drastis.
2. Telur Rebus (2 butir)
Kandungan Gizi:
Kalori: ±140–160 kalori
Protein: ±12–14 gram
Lemak: ±10–12 gram
Kolesterol: ±370 mg
Vitamin & Mineral: Vitamin D, B12, selenium, dan kolin.
Manfaat Telur Rebus untuk Atlet:
Sumber Protein Berkualitas Tinggi: Telur adalah sumber protein lengkap yang mengandung semua asam amino esensial yang dibutuhkan untuk perbaikan dan pertumbuhan otot. Kandungan protein yang tinggi sangat penting bagi atlet untuk memperbaiki jaringan otot yang rusak setelah latihan intens.
Mendukung Kesehatan Otak: Kolin dalam telur berperan penting dalam fungsi otak dan memori, yang sangat penting bagi atlet untuk tetap fokus dan berkonsentrasi selama pertandingan.
Meningkatkan Daya Tahan: Kandungan vitamin D dalam telur membantu penyerapan kalsium, yang penting untuk kesehatan tulang dan fungsi otot, mendukung daya tahan atlet selama aktivitas fisik.
3. Capcai (Wortel, Bakso, Jagung Kecil, Sawi)
Kandungan Gizi:
Kalori: ±100–120 kalori (tergantung proporsi bahan)
Karbohidrat: ±15–20 gram
Protein: ±5–7 gram (tergantung jumlah bakso)
Lemak: ±3–5 gram
Serat: ±3–4 gram
Vitamin & Mineral: Vitamin A (dari wortel), vitamin C (dari sawi), dan mineral seperti kalium dan magnesium.
11
Manfaat Capcai untuk Atlet:
Sumber Vitamin dan Mineral: Capcai kaya akan vitamin dan mineral yang mendukung kesehatan secara keseluruhan. Vitamin A dari wortel mendukung kesehatan mata, sedangkan vitamin C dari sawi berfungsi sebagai antioksidan yang melindungi sel dari kerusakan.
Mendukung Sistem Imun: Nutrisi dalam capcai membantu meningkatkan sistem kekebalan tubuh, yang penting bagi atlet untuk tetap sehat dan terhindar dari penyakit selama masa latihan.
Meningkatkan Kesehatan Pencernaan: Serat dalam sayuran membantu menjaga kesehatan saluran pencernaan, memastikan penyerapan nutrisi yang optimal dan mencegah masalah pencernaan.
4. Susu Beruang (200 ml)
Kandungan Gizi:
Kalori: ±120–140 kalori
Protein: ±8–10 gram
Lemak: ±4–6 gram
Karbohidrat: ±10–12 gram
Kalsium: ±250–300 mg
Vitamin D dan B12.
Manfaat Susu Beruang untuk Atlet:
Sumber Kalsium dan Protein: Susu beruang adalah sumber kalsium yang baik, penting untuk kesehatan tulang dan fungsi otot. Protein dalam susu membantu dalam pemulihan otot setelah latihan.
Mendukung Kesehatan Pencernaan: Susu beruang mengandung probiotik yang baik untuk kesehatan pencernaan, membantu menjaga keseimbangan bakteri baik dalam usus.
Meningkatkan Stamina: Kandungan vitamin D dan B12 dalam susu beruang mendukung produksi energi dan fungsi saraf, yang penting untuk menjaga stamina dan fokus selama latihan dan pertandingan
12
BAB III PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Analisis kebutuhan gizi pada atlet voli dan hoki menunjukkan bahwa kedua cabang olahraga ini memerlukan asupan nutrisi yang optimal dan spesifik sesuai karakteristik aktivitas fisik masing-masing. Atlet voli membutuhkan energi sedang hingga tinggi yang bersumber dari karbohidrat kompleks, protein berkualitas, serta hidrasi yang cukup untuk mendukung aktivitas dinamis seperti lompatan, reaksi cepat, dan kekuatan otot. Sementara itu, atlet hoki memerlukan energi yang lebih tinggi, protein, dan lemak sehat untuk menunjang kekuatan, daya tahan, serta pemulihan otot akibat intensitas permainan yang melibatkan sprint cepat, perubahan arah mendadak, dan kontak fisik intens. Menu makanan yang dianalisis, seperti sarapan untuk atlet voli dan makan siang untuk atlet hoki, telah disusun untuk memenuhi kebutuhan energi, protein, vitamin, dan mineral yang mendukung performa dan pemulihan atlet secara optimal.
Penerapan menu gizi seimbang yang disesuaikan dengan kebutuhan spesifik atlet terbukti dapat meningkatkan performa, mempercepat pemulihan otot, serta meminimalkan risiko cedera. Pengetahuan tentang kandungan gizi utama pada setiap komponen menu, seperti nasi, dada ayam, sayuran, buah, dan hidrasi yang memadai, sangat penting untuk memastikan atlet mendapatkan asupan nutrisi yang tepat. Dengan demikian, pemenuhan kebutuhan gizi yang terencana dan terukur menjadi faktor kunci dalam mendukung prestasi atlet pada cabang olahraga voli dan hoki, serta memberikan kontribusi ilmiah dan praktis bagi pengembangan ilmu gizi olahraga di masa mendatang.
13
3.2 Saran
Agar manfaat dari pemenuhan kebutuhan gizi pada atlet dapat lebih optimal, disarankan kepada pelatih, ahli gizi, dan atlet untuk selalu melakukan evaluasi dan penyesuaian menu makan berdasarkan perkembangan fisik, intensitas latihan, dan kebutuhan individu masing-masing atlet. Selain itu, edukasi berkelanjutan mengenai pentingnya gizi seimbang dan hidrasi harus diberikan secara rutin agar kesadaran akan peran nutrisi dalam mendukung performa dan pemulihan atlet semakin meningkat. Dengan kolaborasi antara pelatih, ahli gizi, dan atlet, diharapkan prestasi olahraga dapat terus berkembang dan risiko cedera akibat kekurangan gizi dapat diminimalisir.
14
DAFTAR PUSTAKA
Djoko Pekik Irianto. (2021). Pedoman Gizi Lengkap Keluarga dan Olahragawan.
Yogyakarta: Penerbit Andi.
Giriwijoyo, S., & Sidik, D. Z. (2019). Ilmu Kesehatan Olahraga. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.
Irianto, D. P. (2022). Panduan Gizi Lengkap Keluarga dan Olahragawan.
Yogyakarta: Andi Offset.
Kementerian Kesehatan RI. (2023). Pedoman Gizi Seimbang untuk Atlet. Jakarta:
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.
Kurniawan, C. (2024). Ilmu Gizi Olahraga: Teori dan Aplikasi. Bandar Lampung:
Universitas Lampung Press.
Maughan, R. J., & Burke, L. M. (2021). Sports Nutrition: The Handbook of Sports Medicine and Science. New Jersey: Wiley-Blackwell.
Penggalih, M. H. S., & Huriyati, E. (2023). Gizi dan Performa Olahraga. Yogyakarta:
Gadjah Mada University Press.
Sidik, D. Z., & Giriwijoyo, S. (2020). Ilmu Faal Olahraga: Fisiologi Latihan Olahraga. Bandung: Remaja Rosdakarya.
Thomas, D. T., Erdman, K. A., & Burke, L. M. (2022). Position of the Academy of Nutrition and Dietetics, Dietitians of Canada, and the American College of Sports Medicine: Nutrition and Athletic Performance. Journal of the Academy of Nutrition and Dietetics, 122(3), 501-528.
Williams, M. H. (2021). Nutrition for Health, Fitness and Sport. New York:
McGraw-Hill Education.
15