PENDAHULUAN
Latar Belakang Masalah
Rumusan Masalah
Tujuan Penelitian
Berdasarkan permasalahan yang telah disebutkan sebelumnya, maka permasalahan dalam penelitian ini adalah: Apakah pembangunan perumahan dimungkinkan atau tidak melalui selisih anggaran dengan biaya aktual proyek perumahan di PT.Mitra Dwinur Construction. Untuk mengetahui apakah proyek tersebut layak atau tidak melalui selisih anggaran dengan biaya aktual proyek perumahan di PT Mitra Dwinur Construction. Untuk mengetahui dan menganalisis apakah perbedaan yang timbul merupakan perbedaan yang menguntungkan (favorable) bagi PT.Mitra Dwinur Construction.
Manfaat Penelitian
Anggaran penggunaan dan pembelian bahan baku memberikan dua informasi yaitu jumlah yang dibutuhkan untuk penggunaan bahan baku dan nilai pembelian bahan baku dalam rupiah. Bahan langsung adalah bahan baku yang menjadi bagian utama dari produk jadi, dimana biaya dapat dengan mudah ditelusuri kembali ke produk jadi. Bahan baku yang tidak memiliki dampak signifikan terhadap produk akhir disebut bahan baku tidak langsung dan termasuk dalam biaya overhead pabrik.
Biaya overhead pabrik mencakup semua biaya produksi, tidak termasuk bahan langsung dan tenaga kerja langsung. Hansen dan Mowen (2012) menjelaskan bahwa varian total biasanya dibagi menjadi komponen harga dan efisiensi untuk bahan langsung dan tenaga kerja langsung dan overhead. Analisis varians biaya bahan baku adalah analisis yang digunakan untuk mengetahui penyimpangan yang terjadi antara biaya bahan baku yang sebenarnya dengan biaya bahan baku standar yang telah ditentukan.
Mengontrol biaya bahan baku tidak hanya cukup dengan menetapkan standar, tetapi juga membuat analisis komparatif dari implementasi yang sebenarnya. Perbedaan harga bahan baku pada prinsipnya menjadi tanggung jawab departemen pembelian karena departemen ini telah membeli bahan baku dengan harga yang lebih tinggi atau lebih rendah dari biasanya. Perhitungan selisih harga bahan baku dapat bermanfaat dalam mengukur pengaruh kenaikan atau penurunan harga bahan baku terhadap keuntungan perusahaan.
Perbedaan kuantitas bahan baku pada dasarnya menjadi tanggung jawab manajer bagian produksi di pabrik tempat terjadinya selisih tersebut, hal ini disebabkan karena bagian atau departemen tersebut telah menggunakan bahan dalam jumlah yang lebih besar (tidak efisien) atau lebih kecil (efisien) dibandingkan dengan kuantitas standar. Perhitungan selisih jumlah bahan baku berguna untuk mengukur pengaruh terhadap pendapatan perusahaan akibat efisiensi penggunaan bahan baku. Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa manfaat analisis selisih harga komoditas adalah untuk menilai kinerja bagian pembelian dan mengukur pengaruh kenaikan atau penurunan harga terhadap laba perusahaan.
Sedangkan manfaat analisis variansi kuantitas adalah untuk mengevaluasi kinerja bagian produksi dan mengukur pengaruh efisiensi penggunaan bahan baku terhadap keuntungan perusahaan. Perbedaan hasil bahan baku mengakibatkan jumlah yang digunakan lebih besar atau lebih sedikit dari standar. Sedangkan penyebab perbedaan jumlah bahan baku adalah perubahan desain produk, mesin atau cara produksi;
Biaya overhead pabrik adalah biaya produksi yang tidak termasuk dalam biaya bahan baku dan biaya tenaga kerja langsung. Hasil analisis penerapan anggaran sebagai alat identifikasi biaya produksi khususnya di PT Semen Tonasa menunjukkan bahwa realisasi anggaran biaya bahan baku sudah terealisasi. efektif, alasannya adalah ada perbedaan efektif/menguntungkan. Berdasarkan hasil analisis variansi anggaran ditemukan adanya kesenjangan anggaran dengan realisasinya pada proyek kontraktor CV Molina yaitu selisih biaya bahan baku yang menguntungkan sebesar Rp.
Analisis Molina, analisis varians biaya untuk bahan baku/bahan menunjukkan selisih yang diperoleh menguntungkan, sedangkan analisis varians biaya untuk upah tenaga kerja menunjukkan selisih yang diperoleh tidak menguntungkan.
TINJAUAN PUSTAKA
Kerangka Teori
- Manajemen Keuangan
- Proyek
- Pengertian Proyek
- Manajemen Proyek
- Studi Kelayakan Proyek
- Aspek-aspek dalam Studi Kelayakan Proyek
- Tujuan Studi Kelayakan
- Pengertian Anggaran
- Tujuan Anggaran
- Anggaran Induk dan Jenis-jenisnya
- Kelebihan dan Kelemahan Anggaran
- Penyusunan Anggaran
- Metode Penyusunan Anggaran
- Proses Penyusunan Anggaran
- Biaya
- Konsep Biaya
- Pengertian Biaya
- Klasifikasi Umum Biaya
- Anggaran Biaya Proyek
- Biaya Standar
- Analisis Varians
- Analisis Selisih
- Pengertian Analisis Selisih
- Manfaat Analisis Selisih
- Penyebab Terjadi Selisih
- Realisasi Anggara
Kerangka Pikir
Hipotesis
Tujuan penelitian dalam penulisan ini adalah PT. Mitra Dwinur Konstruksi di Jalan Mentimun No.49, Makassar. Penelitian ini dilakukan dengan mengumpulkan data yang dibutuhkan oleh peneliti berupa data perencanaan anggaran dan realisasi biaya proyek pada PT.Mitra Dwinur Construction. Setelah semua data anggaran dan realisasinya terkumpul, maka dapat dilihat perbedaan antara anggaran yang direncanakan dengan realisasinya.
Selisih anggaran adalah selisih antara biaya overhead pabrik yang sebenarnya terjadi dengan biaya overhead pabrik yang dianggarkan pada kapasitas yang dicapai. Tarif standar tetap, yaitu biaya overhead pabrik yang tidak berubah terlepas dari perubahan volume produksi. Perbandingan antara anggaran dan biaya aktual proyek dilakukan untuk mendapatkan informasi yang digunakan dalam melakukan pengendalian biaya.
Mitra Dwinur Construction yang terdiri dari anggaran dan realisasi biaya proyek bulan Agustus 2016 sampai dengan Juni 2018. Berdasarkan tabel 4.5.1 dari data yang diperoleh, perkiraan biaya untuk proyek perumahan adalah anggaran Rp dan realisasi Rp. Analisis varians overhead pabrik digunakan untuk menentukan varians yang disebabkan oleh perbedaan antara overhead pabrik aktual dan overhead pabrik standar.
Berdasarkan tabel di atas yang menyajikan anggaran dan realisasi biaya overhead untuk proyek perumahan, terdapat selisih yang menguntungkan Biaya overhead yang dianggarkan untuk proyek perumahan adalah Rp. Dari hasil analisis varians biaya overhead proyek dengan menggunakan metode empat perbedaan di atas dapat diketahui bahwa terdapat varian yang menguntungkan dan tidak menguntungkan yang terjadi pada keempat varian tersebut. Dari tabel 4.5.3 terlihat bahwa varian biaya overhead variabel proyek perumahan, varian yang memberikan keuntungan adalah varian anggaran sebesar Rp.
karena kapasitas pelaksanaan proyek lebih besar dari yang sebenarnya dan varians efisiensi variabel adalah Rp. Berdasarkan analisis anggaran dan realisasi biaya tenaga kerja dan biaya pabrik menunjukkan belum efisien, hal ini disebabkan karena pelaksanaan anggaran biaya tenaga kerja dan biaya pabrik tidak dilakukan secara efisien dan efektif. Barat, selisih biaya untuk sumber daya yang menguntungkan adalah Rp. menguntungkan Rp. 13060/Bandawa Rumdis Proyek Rehabilitasi Danramil.
Berdasarkan hasil analisis varians anggaran terdapat perbedaan yang menguntungkan (favourable) yaitu pada biaya bahan baku/material dan perbedaan yang tidak menguntungkan (unfavorable) pada biaya untuk upah pekerja. Dalam analisis varian biaya overhead proyek terdapat varian yang menguntungkan yaitu varian anggaran, varian kapasitas, varian pengembalian tetap dan varian pengembalian variabel yang memberikan nilai tambah bagi perusahaan.
METODOLOGI PENELITIAN
Daerah dan Waktu Penelitian
Jenis dan Sumber Data
- Jenis Data
- Sumber Data
Yakni, data yang diperoleh berupa pernyataan tertulis seperti sejarah singkat perusahaan dan struktur organisasi perusahaan. Yaitu data yang diperoleh dari perusahaan berupa angka atau perhitungan serta data lain yang dapat mendukung pembahasan ini. Data primer, yaitu data yang diperoleh langsung dari perusahaan melalui wawancara dengan eksekutif bisnis, staf keuangan dan beberapa staf yang dapat mendukung diskusi ini.
Data sekunder adalah data yang diperoleh dengan mengumpulkan dokumen yang menunjukkan data keuangan, seperti neraca, laporan laba rugi, dan dokumen yang mendukung pembahasan penelitian.
Metode Pengumpulan Data
Metode Analisis Data
Definisi Operasional
Keberhasilan PT Mitra Dwinur Konstruksi dalam berbagai proyek konstruksi seperti jalan, jembatan, bendungan, pengairan dan fasilitas umum lainnya telah memperkuat kepercayaan pemerintah dan masyarakat umum terhadap kemampuan dan keahlian sumber daya manusia dan peralatan yang dimiliki oleh PT. Selain perkiraan yang akurat pada saat penganggaran, perbedaan tersebut menguntungkan jika manajemen menganalisis varians yang terjadi sehingga informasi yang diperoleh menjadi efektif untuk digunakan dalam pengendalian biaya. Berdasarkan analisis variansi biaya overhead pada proyek perumahan terdapat selisih yang menguntungkan bagi proyek tersebut, jika terjadi kerugian selama pelaksanaan proyek, berdasarkan hasil wawancara dengan responden maka kontraktor tidak dapat menghentikannya. proyek, namun akan berusaha untuk mengurangi kerugian yang terjadi, karena jika perusahaan tidak menyelesaikan proyek maka akan mempengaruhi nama baik perusahaan, perusahaan akan diblacklist selama lima tahun dan juga membayar denda.
HASIL DAN PEMBAHASAN
Gambaran Umum Perusahaan
Visi dan Misi Perusahaan
Mitra Dwinur Construction selalu mengutamakan QHSE (Quality Healthy Safety and Environmental) untuk mencapai kepuasan pelanggan dan akan selalu berusaha meningkatkan kemampuan sumber daya manusia dan teknologi serta mendukung program pengembangan penerapan manajemen QHSE (Quality Healthy Safety and Environmental) untuk meningkatkan kemampuan para perusahaan.
Struktur Organisasi
Uraian Tugas
Bertanggung jawab kepada direktur utama, sedangkan tugas pokok dan tanggung jawabnya adalah perencanaan, promosi, koordinasi pelaksanaan tugas dan tanggung jawab di bidang kation, perpajakan dan akuntansi, serta pengelolaan sumber daya dan penggunaan dana secara efektif dan efisien untuk kepentingan perusahaan. Direktur pribadi adalah penanggung jawab pengembangan sistem perencanaan kepegawaian dan pengendalian kebijakan bagi pegawai serta pelayanan terhadap kebutuhan administrasi pegawainya dan pelaksanaan pembinaan untuk pengembangan pegawai administrasi. Manajer adalah orang yang bertugas mengadaptasi dan mengintegrasikan berbagai variabel dan karakteristik karyawannya untuk mencapai tujuan organisasi yang sama.
Secara umum, tugas manajer personalia adalah mengelola organisasi, mengelola unit kepegawaian, mengurus proses administrasi seluruh kegiatan kepegawaian dan mengurus tata cara rekrutmen untuk kinerja pegawai. Secara umum tugasnya adalah merencanakan dan merancang strategi pemasaran produksi yang sesuai dengan tren pasar. Tugasnya adalah mengawasi proses pekerjaan di lapangan dan memastikan pekerjaan dilakukan sesuai dengan metode konstruksi yang benar.
Tugas utama manajer produksi terlibat dalam perencanaan, koordinasi dan pengendalian proses produksi dan bertanggung jawab untuk meninjau kebutuhan proyek dan sumber daya.
Hasil
- Anggaran dan Realisasi Biaya Proyek Pembuatan Perumahan 59
- Analisis Varian Overhead
Pembahasan
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa setelah dilakukan uji analisis, terdapat perbedaan yang menguntungkan antara proyek rehabilitasi ruang perpustakaan dengan proyek renovasi ruang kantor. Agar anggaran yang disusun sejalan atau mendekati realisasi, maka harus diperhitungkan dalam penyusunannya. Persiapannya harus cukup realistis dan perhatian harus diberikan pada semua aspek yang terkait dengan proyek yang akan direalisasikan.
PENUTUP
Kesimpulan
Saran