ANALISIS KEPEMIMPINAN KEPALA SEKOLAH, LINGKUNGAN KERJA DAN PENGALAMAN MENGAJAR TERHADAP GURU PADA AMAL USAHA
PENDIDIKAN MUHAMMADIYAH DI KABUPATEN WAJO
Isnatang1, Andi Syarifuddin2, Rusdiah3
1,2,3Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi YPUP Makassar
1 [email protected], 2[email protected], 3[email protected]
ABSTRACT
Analyzing the influence of the principal's leadership, work environment, teaching experience, on teacher professionalism in Muhammadiyah Educational Business Charities in Wajo Regency. Then the multiple regression analysis was used. There were forty teachers as respondents in Muhammadiyah Junior High School in Wajo Regency as the population in this study. While the field data collection techniques used the results of observations in the form of a questionnaire containing questions, interviews, and documentation. From the results of research in this field, it shows that there is a significant positive influence between principal leadership, work environment, teaching experience on teacher professionalism simultaneously and partially. The independent variable affects to 0.351%, while 0.086%
or the rest is influenced by other factors outside the model. The dominant variable that affects the leadership of the school principal is the Teaching Experience Variable
Keywords: Principal Leadership, Work Environment, Teaching Experience, And Teacher Professionalism.
PENDAHULUAN
Pendidikan merupakan sebuah organisasi yang harus dikelola sedemikan rupa, agar aktifitas program dapat berjalan secara efektif,efesien, dan produktif untuk mencapai tujuan yang diinginkan.
Pertumbuhan penduduk selaras dengan meningkatnya jumlah pembangunan , dengan demikian arus perkembangan penduduk juga terus mengalami peningkatan. Masyarakat sebagai objek yang harus dibekali oleh pemerintah dalam upaya mendapatkan pendidikan layak dimulai dari Pendidikan dasar (Sekolah Dasar), Pendidikan Menengah Pertama (SMP), hingga Perguruan Tinggi sebagai Jalur Pendidikan formal dan non formal untuk melengkapi pendidikan formal berupa pelatihan, kursus, dan kelompok belajar guna meningkatkan taraf hidup masyarakat dengan layak. Upaya pemerintah terus memberikan inovasi dalam pemerataan dari segi hubungan baik dan buruknya di bidang pendidikan serta menanggulangi ketidakseimbangan yang saling mendukung dan menguntungkan antara tenaga kerja dari produk pendidikan. Untuk itu, Lembaga pendidikan dan pihak lain harus mampu membuka diri agar memperkuat hubungan demi peningkatan dan pencapaian sumber
daya manusia yang berkualitas secara maksimal dibidang pendidikan.
Guru merupakan salah satu variabel penting dan tidak terpisahkan dari dunia pendidikan. Khususnya guru, memegang peranan utama dalam peningkatan kualitas pendidikan. Dalam bekerja, di lingkungan sekolah, efektivitas kerja perlu diperhatikan dalam kaitan untuk peningkatan kinerja mengajar guru. Ada faktor yang harus diperhatikan dalam peningkatan efektivitas kerja yakni lingkungan kerja tempat guru bekerja, profesionalisme kerja oleh seorang guru pada saat bertugas dan komitmen kerja guru untuk mencapai keberhasilan yang ditetapkan oleh organisasi sekolah.
Komitmen seseorang dalam bersikap dan sigap meningkatkan kemampuan profesinya dan mampu memberikan pelayanan memuaskan bagi yang dilayani secara terus menerus pada sistem budaya secara profesional serta dilandasi pengetahuan secara akademik bisa dikatakan sebagai Profesionalisme.
Berdasarkan UU No. 14 tahun 2005 tentang Guru dan Dosen, kompetensi kepribadian, kompetensi sosial, kompetensi pedagogik, dan kompetensi professional merupakan empat kompetensi yang harus dimiliki/dikuasai oleh seorang guru. Guru
diidentiikan dengan sosok yang patut diteladani, Guru professional merupakan guru yang memiliki kemampuan baik akademik, pedagogis, pribadi maupun sosial.
Dari latarbelakang tersebut, maka dirumuskan permasalahan yaitu 1) Apakah kepemimpinan kepala sekolah, lingkungan kerja dan pengalaman mengajar secara simultan berpengaruh terhadap profesionalisme guru pada Amal Usaha Pendidikan Muhammadiyah di Kabupaten Wajo? 2) Apakah kepemimpinan kepala sekolah, lingkungan kerja dan pengalaman mengajar secara parsial berpengaruh terhadap profesionalisme guru pada Amal Usaha Pendidikan Muhammadiyah di Kabupaten Wajo?
Yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah 1) Menganalisis dan mengetahui pengaruh kepemimpinan kepala sekolah, lingkungan kerja dan pengalaman mengajar secara simultan terhadap profesionalisme guru pada Amal Usaha Pendidikan Muhammadiyah di Kabupaten Wajo. 2) Untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh kepemimpinan kepala sekolah, lingkungan kerja dan pengalaman mengajar secara parsial terhadap profesionalisme guru pada Amal Usaha Pendidikan Muhammadiyah di Kabupaten Wajo.
TINJAUAN LITERATUR
Kemampuan seseorang pemimpin meyakinkan oranglain untuk bekerja sendiri maupun bersama team untuk mencapai tujuan tertentu.Kemudian menyatakan kepemimpinan yang dimaksud merupakan metode seorang pemimpin dalam mengelola suatu organisasi dengan menguasai bagian-bagian dari organisasi itu seperti menjadi manajer, Administrasi, dan cara mengorganisasi, pada suatu lembaga.selain itu, kepemimpinan juga sebagai kemampuan sejumlah orang (dua orang lebih) memberikan pengarahan terhadap kegiatan-kegiatan secara bersama-sama untuk mencapai tujuan bersama.
Dapat dikatakan kepemimpinan sangat berpengaruh bagi nama besar organisasi Sebagai proses perencanaan penting dan strategis sebagai evektifitas terlaksananya pengaruh sosial dengan kemampuannya dalam mencapai tujuan dari organisasi.
Kepemimpinan seseorang menggambarkan ketercapaian secara optimal langkah yang akan
ditempuh dari tujuan sebuah organisasi.
Setiap perbuatan yang dilakukan oleh perorangan ataupun berkelompok saling terkoordinasi dan memberi dampak disetiap keputusan yang telah diambil.
Dari sekian pengertian kepemimpinan yang dirumuskan oleh para ahli mengenai kepemimpinan kepala sekolah, maka dirumuskan kepemimpinan merupakan suatu proses mengarahkan,menggerakkan, mempengaruhi dan membimbing orang lain untuk mengembangkan potensi anggotanya dalam mencapai tujuan organisasi. Sedangkan pada penelitian ini, kepemimpinan kepala sekolah merupakan cara seorang pemimpin mampu mengarahkan, memberi motivasi, menggerakkan serta mempengaruhi semua komponen yang ada dalam lembaga pendidikan.
Lingkungan merupakan bagian yang berpotensi mempengaruhi kekuatan dari suatu kondisi sosial dan teknologi, yakni segala aktiifitas yang memiliki potensi untuk mempengaruhi sebuah organisasi di luar organisasi, meliputi fasilitas alat kerja, perlengkapan kerja, serta fasilitas teknologi.
Sedangkan lingkungan khusus adalah bagian lingkungan yang menjadi sasaran utama tujuan dari sebuah organisasi yang berkaitan secara langsung. Lingkungan kerja juga merupakan segala hal yang dapat mempengaruhi dirinya menjalankan kewajiban yang dibebankan pekerja yang biasanya ada di sekitar para pekerja . Menilai kinerja karyawan atau pegawai tidak dapat dipisahkan dari besarnya pengaruh lingkungan kerja yang terdiri dari lingkungan fisik dan nonfisik.
Pola komunikasi kerja yang efektif juga merupakan salah satu penyebab pengaruh lingkungan, iklim kerja ,fasilitas kerja yang relatif memadai, dan target kerja yang menantang, hingga uraian jabatan yang jelas agar mendapatkan pegawai yang berkinerja baik. Lingkungan kerja fisik merupakan pengaruh yang dirasakan oleh pegawai dalam keadaan berbentuk perabot pendukung aktifitasnya yang dapat mempengaruhi kinerja pegawai baik secara langsung maupun secara tidak langsung.
Indikator lingkungan kerja terdiri dari penerangan atau cahaya, aroma, ventilasi tempat pertukaran udara di ruangan,kenyamanan tanpa gangguan pencemaran lingkungan melalui suara seperti suara bising dari knalpot kendaraanyang
mengganggu produktifitas dan konsetrasi,dan hubungan jalinan keharmonisan dengan lingkungan sosial tempat bekerja. Manfaat dari pencahayaan atau penerangan bagi guru dan pegawai guna mendapat keselamatan dan kelancaran kerja karenanya, perlu diperhatikan adanya penerangan tetapi tidak menyilaukan,sebaliknya cahaya yang kurang jelas mengakibatkan penglihatan juga menjadi kurang jelas, sehingga aktifitas pekerjaan mengalami kesalahan, dan pada akhirnya menyebabkan kurang efisien dalam melaksanakan pekerjaan sehingga tujuan organisasi sulit dicapai. Sirkulasi udara juga merupakan faktor penting karena udara yang dibutuhkan dapat menjaga proses metabolisme makhluk hidup untuk kelangsungan hidupnya.
Berkurangnya kadar oksigen dalam udara yang dihirup oleh manusia disekitar lingkungan kerja dapat mengganggu segala aktifitas bekerja apabila telah berkurang pertukaran udara dari dalam maupun dari luar ruangan akibat kurangnya ventilasi dalam ruangan dihirup serta berbahaya bagi kesehatan tubuh.
Pengalaman kerja yakni pembentukan metode keterampilan dan pengetahuan disuatu pekerjaan yang melibatkan pegawai dalam pelaksanaan tugasnya. Pendapat lain mengenai pengalaman kerja merupakan segala hal yang secara profesional diakui dalam penguasaannya pada bidang tertentu dan selama waktu tertentu. Pengalaman kerja merupakan dari tugas-tugas pekerjaan seorang pekerja dengan ukuran jangka waktu yang telah dilalui seseorang dengan tugas dan tanggungjawab yang dilaksanakannya dengan baik.
Dalam pengembangan profesi dan tugas bagi seorang guru, pengalaman mengajar sangat berperan dikemudian hari untuk mendapatkan kedudukan jabatan yang lebih tinggi, karena kualitas seorang guru dapat ditemukan hubungan yang signifikan antara masa kerja dan pengalaman mengajar.
Dengannya itu pengalaman berharga setelah diangkat sebagai guru profesional menjadi pengaruh positif pada prestasi kerja pimpinan pendidikan yang hanya didapatkan dari lamanya seseorang mengajar.
Keahlian seseorang dalam melibatkan dirinya dalam suatu keahlian tentu harus dipelajari secara khusus untuk mendapatkan gelar sebagai seorang profesional.Profesional dapat diartikan sebagai pekerjaan pokok atau sebagai profesi ahli dalam bidangnya masing-
masing dan keahliannya itu diperoleh dari hasil belajar. Profesional merupakan sikap yang tercipta bukan hanya sebagai gelar yang hanya sekedar kegemaran seseorang, melainkan sebagai pekerjaan yang
membutuhkan keahlian dalam
mengembangkan karirnya dalam berbagai profesi tertentu.
Yang utama dalam sikap profesional yaitu keahlian seseorang dalam menentukan kepeduliannya pada bidang profesi yang digelutinya.
Sebagai bagian dari profesinya menjadi tenaga profesional tentu dalam memberikan segala bentuk pelayanan ia mampu memberikan kepuasan kepada yang dilayani tanpa melihat latar belakang dari yang dilayani, sikap tersebut merupakan sikap dari seorang profesional dikenal sebagai profesionalisme.
Pada beberapa penelitian sebelumnya ada yang telah mengkaji, tentang masalah kepemimpinan kepala sekolah, lingkungan kerja, dan pengalaman mengajar terhadap profesionalisme guru maka sebagai pendukung pada pelaksanaan dari penelitian ini maka peneliti,menemukan adanya kaitan dengan variabel dalam beberapa penelitian ini.
Nurpalesa. (2014), dengan judul "Pengaruh Kepemimpinan Kepala Sekolah Dan Lingkungan Kerja Terhadap Profesionalisme Guru Dan Kepuasan Kerja Guru SMA Negeri Di Sleman Yogyakarta". Penelitian ini bertujuan menelaah masalah: (1) Seberapa besar pengaruh kepemimpinan kepala sekolah dan lingkungan kerja terhadap profesionalisme guru. (2) Bagaimana kepemimpinan kepala sekolah dan lingkungan kerja terhadap kepuasan kerja. (3) seberapa kuat dampak yang ditimbulkan profesionalisme guru terhadap kepuasan kerja sebanyak 17 Sekolah yang digunakan sebagai komunitas dalam observasi SMA Negeri di Sleman Yogyakarta ini. Teknik random sampling digunakan pada penelitian ini sebagai sampel. Sebanyak 115 orang guru (responden) dari ketiga sekolah tersebut yang digunakan sebagai subyek penelitian secara keseluruhan maka digunakan analisis jalur pada analisis datanya. Dari hasil pengkajian penelitian tersebut ditemukan bahwa: (1) terdapat pengaruh baik yang relevan antara kepemimpinan kepala sekolah dan profesionalisme guru secara positif. (2) tidak terdapat pengaruh dan yang tidak signifikan terhadap profesionalisme guru pada
lingkungan (3) bagaimana pengaruh kepemimpinan kepala sekolah terhadap kepuasan kerja memiliki pengaruh baik dan pengaruh secara signifikan (4) tidak ditemukan pengaruh dan tidak signifikan pada lingkungan kerja terhadap kepuasan kerja (5) profesionalisme guru terhadap kepuasan kerja memiliki pengaruh secara positif dan signifikan
Rumusan hipotesis rumusan hipotesis rumusan hipotesis rumusan hipotesis rumusan hipotesis rumusan hipotesis:
H1: terdapat pengaruh kepemimpinan kepala sekolah terhadap guru pada amal usaha pendidikan
H2: terdapat pengaruh lingkungan kerja terhadap guru pada amal usaha pendidikan
H3: terdapat pengaruh pengalaman mengajar terhadap guru pada amal usaha pendidikan
Gambar 1. Model Penelitian
METODE PENELITIAN
Lokasi penelitian diadakan di Kabupaten Wajo untuk dijadikan dasar riset mengenai kepemimpinan kepala sekolah, lingkungan kerja dan pengalaman mengajar terhadap profesionalisme guru pada amal usaha pendidikan muhammadiyah. Observasi ini berlangsung kurang lebih empat bulan.
Dalam penelitian ini terdapat dua Jenis data yaitu data kualitatif dan data kuantitatif.
(a) Data kualitatif, yang termasuk data kualitatif dalam penelitian ini yaitu gambaran umum obyek penelitian. yaitu penelitian penulis berupa literatur-literatur serta teori- teori yang berbentuk kalimat, kata, skema, dan gambar yang saling berkaitan. (b) Data kuantitatif, berupa data yang diangkakan (scoring) dari hasil kuesioner dalam bentuk skala numerik atau angka.
Populasi dan sampel pada penelitian ini merupakan wilayah generalisasi yang memiliki
kuantitas dan ciri tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian dari objek atau subjek tersebut dapat disimpulkan hasilnya.
Yang dijadikan sumber data penelitian pada sekolah ,akan dijadikan populasi yakni seluruh guru pada Amal Usaha Pendidikan Muhammadiyah Tingkat SMP / Mts - sederajat di Kabupaten Wajo dengan berjumlah responden sebanyak 40 orang, yang akan memberikan data keterangan menyangkut kepemimpinan, lingkungan kerja, pengalaman mengajar dan profesionalisme guru.
Dalam mencapai tujuan penelitian untuk mendapatkan suatu bahan yang dibutuhkan maka dianggap perlu menghimpun data yang dilakukan dalam penelitian ini yakni berupa data pengaruh kepemimpinan kepala sekolah, lingkungan kerja dan pengalaman mengajar terhadap profesionalisme guru. Pengambilan data pada penelitian ini dilakukan dengan tindakan sebagai berikut 1) Observasi merupakan kegiatan dengan terjun langsungnya peneliti dilapangan guna melakukan pengamatan sesuai dengan obyek yang amati. Observasi juga sebagai metode pengumpulan data yang dilakukan dengan melihat dan mengambil suatu data dengan mengamati langsung pada tempat penelitian itu dilakukan. Pengumpulan data dengan peneliti amati di Kabupaten Wajo.
2)Wawancara teknik pengumpulan data yang dilakukan melalui wawancara juga merupakan salah satu metode melalui yang dilakukan secara langsung dengan koresponden tanpa perantara dengan cara tanya jawab langsung, dengan mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang sistematis.Sehingga diperolehlah data secara langsung dari guru sebagai responden.
3) Kuisioner secara personal , data yang akan digunakan berupa sejumlah pertanyaan yang diajukan kepada narasumber, dengan metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini . Daftar pertanyaan yang ada tersebut dikumpulkan dengan menggunakan daftar pertanyaan tertutup, yaitu angket yang digunakan untuk mendapatkan data dari guru mengenai pengalaman mengajar berupaya untuk meningkatkan profesionalisme guru.
Angket yang digunakan dalam penelitian ini secara langsung diberikan kepada responden kemudian dari pertanyaan tersebut mereka dapat memilih salah satu dari alternatif jawaban yang menjadi pilihannya.
Variabel independen atau bebas yakni variabel yang mempengaruhi variabel terikat.
Sebagai variabel independen/bebas dalam penelitian ini adalah: a).Kepemimpinan kepala sekolah (X1)Sebagai seorang pemimpin di suatu lembaga pendidikan memiliki tugas dan tanggungjawab yang harus mampu ia lakukan dan terapkan kepada bawahannya yakni peran dan cara pandangnya untuk mencapai tujuan pendidikan, maka kepala sekolah harus mampu mengarahkan, memberi pengaruh, menggerakkan, memberikan motivasi, kepada guru yang ada dalam satuan pendidikan di sekolahnya. Kepemimpinan kepala sekolah dapat diukur oleh: 1) Analisis, pimpinan mampu menganalisa langkah-langkah dalam menentukan pencapaian tujuan. 2) Pragramatis, yakni mampu menyusun pencapaian tujuan yang tersusun, terkonsep, dan terprogram 3) Keputusan, dalam mengambil keputusan pimpinan harus berani mengambil resiko dalam pelaksanaannya. 4) Ketegasan, yakni pimpinan harus memiliki ketegasan dalam menentukan sikap dalam pengambilan keputusan.
Lingkungan kerja (X2) Lingkungan kerja diartikan sebagai segala sesuatu yang ada disekitar guru baik berupa fisik maupun nonfisik pada saat bekerja yang dapat mempengaruhi guru saat bekerja. Pengalaman mengajar (X3). Pengalaman mengajar didefinisikan sebagai masa kerja yang telah ditempuh seorang guru juga sebagai ukuran tentang lama waktu seorang guru dalam menjalankan tugas- tugas dan tanggungjawab yang telah dilaksanakannya dengan baik.
Menurut Muslich, (2005), pengalaman mengajar dapat diukur oleh:1)Pendidikan dan latihan merupakan kegiatan yang diikuti oleh pendidik guna mengembangkan peningkatkan kompetensi dalam melaksanakan tugas sebagai pendidik. Masa mengajar/lama mengajar, merupakan lamanya seorang pendidik melaksanakan tugas sesuai dengan surat tugas yang diberikan pada satuan pendidikan dari lembaga yang berwenang.
HASIL DAN PEMBAHASAN Amal Usaha Muhammadiyah merupakan wadah pengabdian masyarakat dan sosialisasi nilai-nilai ajaran islam berdasarkan Al-Qur’an dan Hadits. Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Wajo sangat mengapresiasi perkembangan sinergi dan
integrasi Amal bagi kemajuan perserikatan . Komitmen dan kepedulian Amal Usaha Muhammadiyah dalam Pendidikan diwujudkan dengan berdirinya Sekolah Muhammadiyah pada Tahun 1927. Pada awalnya yang dibangun pertama yakni Masjid Darul Arqam di kompleks perguruan muhammadiyah di sengkang diresmikan pada tanggal 5 Juli 1930, kemudian didirikan pula sekolah muhammadiyah yang kedua. HIS Med de Quran dan Munir School merupakan sekolah awal yang dibangun pertama di Sengkang , di bawah pimpinan Jahja bin Abdurrahman Bayazid dan Sangadji Koesoemo, sedangkan Munir School, dipimpin oleh Yatim Latif dan Raden Hilman.
Tabel 1. Distribusi Responden
Sumber: data primer diolah (2019).
Responden berjumlah 40 orang di empat sekolah muhammadiyah di Kabupaten Wajo,dengan frekuensi jumlah perempuan lebih besar dari pada frekuensi jumlah laki-laki sebanyak 15 orang (38%) dan jumlah perempuan adalah 25 orang (63%).
Kemampuan dan kondisi seseorang guru mengajar secara fisik dilihat dari perbedaan usia .karakteristik guru sebagai responden disajikan dengan kelompok menurut usia dapat dilihat pada tabel 2.
Tabel 2. Jumlah Responden Menurut Usia Kelompok
Umur(Tahun )
Jumlah Responden Frekuensi Persen
21 – 30 Tahun 8 20%
31 – 40 Tahun 13 33%
41 – 50 Tahun 11 28%
51 – 60 Tahun 8 20%
Jumlah 40 100%
Sumber: data primer diolah (2019).
Data menunjukkan bahwa Kelompok usia Guru yang ditunjukkan tidak adanya NO Jenis Kelamin Frekuensi Persentasi
(%)
1 Laki-laki 15 38 %
2 Perempuan 25 63%
Jumlah 40 100%
angka yang terlampau jauh dari jumlah responden, yakni ada kesamaan antara Guru yang berusia 51 sampai 60 tahun (20%) dengan 21 sampai usia 30 Tahun sebanyak 8 Guru. Dan guru yang berusia berkisar 31 sampai dengan 40 Tahun ada 11 Orang (28
%), dan 13 Orang guru yang berusia 31 sampai 40 Tahun (33 %).
Pendidikan seringkali dijadikan sebagai tolak ukur seorang guru dalam mengajar, kesesuaian latarbelakang pendidikan dengan mata pelajaran yang diberikan kepala sekolah merupakan acuan agar tidak terjadi kerancuan antara mata pelajaran yang diajarkan dengan latarbelakng pendidikannya yang relevan.Tentu seorang pendidik minimal memiliki dasar pendidikan dalam ilmu pendidikan untuk mengajar serta pengetahuan dan pengalaman dalam mendidik serta mengarahkan peserta didik didalam kelas .Ciri- ciri narasumber berdasarkan tingkat pendidikan dilihat pada Tabel 3.
Tabel 3. Jumlah responden menurut pendidikan
No Tingkat Pendidikan
Jumlah Responden Frekuensi Persen
1 SMA 3 8 %
2 DIPLOMA - -
3 SARJANA 31 78 %
4 MAGISTER 6 15 %
Jumlah 40 100%
Sumber: data primer diolah (2019).
Berdasarkan data sebagian besar responden berpendidikan sarjana sebanyak 31 guru yakni sebanyak (78%) persen diikuti dengan responden yang berpendidikan Magister sebanyak 6 guru (15%) dan pendidikan yang paling sedikit adalah pendidikan SMA yaitu 3 guru atau sebanyak (8%) persen.
Tabel 4. Jumlah Responden Menurut Masa Kerja
Masa Kerja
Jumlah Responden Frekuensi L P Persen 1- 5
Tahun 11 5 6 28%
6-
10Tahun 7 1 6 18%
11-
15Tahun 11 6 5 28%
16 -
20Tahun 6 3 3 15%
21 5 3 2 13%
Jumlah 40 18 22 100 %
Masa kerja seorang guru dapat dicerminkan melalui kemampuan dan kesiapannya dalam mengajar. Pada Tabel diatas disajikan mengenai jumlah responden menurut masa kerja .Dapat dilihat bahwa masa kerja mulai dari 0 – 5 tahun sama besar angka masa kerja responden memiliki persentase masa kerja dari 1 sampai 5 tahun dan 11 sampai 15 tahun, sebanyak (28%) persen yaitu dengan 11 frekuensi guru.Kemudian Masa kerja 10 – 15 tahun dengan jumlah 7 guru 1 berjenis kelamin laki-laki dan 6 berjenis kelamin perempuan.selanjutnya ada 6 guru yang memiliki jumlah frekuensi masa kerja selama 16 – 20 Tahun (15%), sedangkan hanya sedikit dengan masa kerja 21 tahun keatas memiliki 5 frekuensi guru yakni 3 Laki-laki dan 2 perempuan jumlah (13%).
Hasil penelitian dari keempat sekolah menengah pertama yang menjadi objek tersebut yakni SMP Muhammadiyah Sengkang, SMP Muhammadiyah Belawa, dan Mts Muhammadiyah Jauhpandang memiliki 4 (empat) laki-laki, dan 6 (enam) perempuan guru, dengan masing-masing 10 (sepuluh) responden tiap sekolah. Sedangkan pada Mts Muhammadiyah Sengkang ada 3 (tiga) laki- laki dan 7 (tujuh) perempuan.
Variabel Independen dalam pembahasan pada analisis regresi berganda pengalaman mengajar, Lingkungan Kerja, Pengalaman Mengajar, terhadap Profesionalisme Guru maka dari hasil yang diperoleh ditunjukkan pada tabel lampiran analisis ini dengan menggunaan program IBM SPSS Version 2.0 ,.
Setelah semua data dari lapangan hasil observasi terkumpul, maka dilakukan analisis data yang diolah menggunakan perangkat lunak yang mendukung dalam menganalisis data dari uji asumsi klasik dan pengujian statistik (goodnes of fit).
Variabel Dependen Kompetensi Profesionalisme guru adalah seperangkat kemampuan guru dalam menguasai materi ajar secara mendalam dan mengarahkan peserta didik untuk memahami materi yang disampaikan sesuai dari bidang studi sebagai tugas mengajarnya
Uji F ( simultan ) yang digunakan untuk membuktikan ada atau tidak adanya pengaruh variabel independen yang signifikan baik positif maupun negatif terhadap variabel independennya yaitu kepemimpinan kepala sekolah (X1), Lingkungan Kerja (X2), Pengalaman mengajar (X3) terhadap variabel dependennya yaitu profesionalisme guru (Y).
Hasil dari analisis regresi linier berganda (dalam uji F) dapat dilihat pada tabel 5.
Tabel 5. Hasil Uji F
Diketahui nilai Sig. sebesar 0,351 0,05 maka sesuai dengan dasar pengambilan keputusan dalam uji F dapat dsimpulkan bahwa hipotesis diterima Ha : β > 0, artinya ada pengaruh positif yang signifikan antara kepemimpinan kepala sekolah (X1), lingkungan kerja (X2) dan pengalaman mengajar (X3) terhadap profesionalisme guru (Y). Dengan kata lain variabel independen/bebas secara simultan (bersama- sama) berpengaruh terhadap profesionalisme guru yang ada di Amal Usaha Pendidikan Muhammadiyah berarti ada pengaruh positif yang signifikan. Dengan demikian, regresi linier berganda sudah terpenuhi maka dapat dimaknai nilai koefisien determinasi dalam analisis sudah diterima.
Pada tahap selanjutnya dilihat pengaruh yang diberikan Variabel Independen atau variabel bebas secara bersama-sama terhadap Variabel dependen atau variabel terikat.
Mengacu pada nilai R Square yang pada hasil
analisis regresi linier berganda, yakni pada tabel Model Summary pada tabel 6.
Tabel 6. Model Summary
Tabel 6 hasil penghitungan spss “Model Summary“ menunjukkan nilai koefisien determinasi atau R Square adalah sebesar 0,086. Nilai yang berasal dari pengkuadratan nilai koefisien korelasi atau “ R “ , yaitu 0,043 x 0,043 = 0,086.
Besarnya angka koefisien determinasi (R Square) adalah 0,086 atau sama dengan 8,6 artinya bahwa Variabel Independen secara simultan tidak berpengaruh secara signifikan terhadap Profesionalisme guru pada Amal usaha Pendidikan Muhammadiyah di Kabupaten Wajo .Dilihat dari besarnya hasil penelitian yaitu (8,6%) dibanding taraf nyata 0,05 atau (5%). Sedangkan sisanya (100% - 8,6% = 91,4%) di pengaruhi oleh variabel lain diluar regresi ini atau variabel yang tidak diteliti.
Untuk menghitung nilai error tersebut kita dapat menggunakan rumus e =1- R2 , Besarnya pengaruh variabel lain disebut juga error (e) besarnya nilai koefisien determinasi atau R Square ini umumnya berkisaran antara 0 -1 . Namun demikian, pada penelitian tersebut nilai R Square ternyata bernilai H1 : β1 > 0, berarti variabel tersebut merupakan penjelas yang signifikan pada variabel dependen. Selanjutnya , semakin kecil nilai koefisien determinasi ( R Square ), maka ini artinya berpengaruh pada variabel independen/bebas (X) terhadap variabel dependen/terikat (Y) semakin lemah.
Sebaliknya, jika nilai R Square semakin mendekati angka 1, maka pengaruh tersebut akan semakin kuat.
PENUTUP
Analisis data yang telah di lakukan dapat diperoleh kesimpulan sebagai berikut:1) Kepemimpinan Kepala Sekolah, berpengaruh positif secara simultan yang signifikan terhadap Profesionalisme Guru pada Amal Usaha Pendidikan Muhammadiyah di
Kabupaten Wajo. 2) Lingkungan kerja berpengaruh positif secara simultan yang signifikan terhadap Profesionalisme Guru pada Amal Usaha Pendidikan Muhammadiyah di Kabupaten Wajo. 3) Pengalaman mengajar memiliki pengaruh positif secara simultan yang signifikan terhadap Profesionalisme Guru pada Amal Usaha Pendidikan Muhammadiyah di Kabupaten Wajo 4) Variabel Pengalaman Mengajar merupakan variabel yang paling mempengaruhi terhadap profesionalisme guru pada Amal Usaha Pendidikan Muhammadiyah di Kabupaten Wajo.
Maka diambilah kesimpulan bahwa secara parsial maupun simultan mempunyai pengaruh yang meyakinkan terhadap profesionalisme guru pada Amal Usaha Pendidikan Muhammadiyah di Kabupaten Wajo.
Saran yang dapat diajukan sehubungan dengan kesimpulan penelitian adalah sebagai berikut: 1) Bagi guru. Bagi guru agar dapat meningkatkan kepemimpinan kepala sekolah,hendaknya berjalan beriringan dengan keberhasilan lingkungan kerja, pengalaman mengajar dan profesionalisme guru sebagai seorang pendidik yang merupakan ujung tombak dalam meningkatkan kualitas pendidikan, sehingga ketika seorang guru mau dan mampu mencurahkan perhatian dan tenaganya dalam melakukan tugas mulianya, dan didukung oleh Lingkungan kerjanya niscaya peningkatan mutu pendidikan pada suatu sekolah akan terlaksana dengan baik. 2) Bagi kepala sekolah. Lingkungan kerja, pengalaman mengajar, dan profesionalisme guru memberikan kontribusi pada peningkatan kepemimpinan kepala sekolah. Dengan demikian kepala sekolah diharapkan mampu memerankan kepemimpinannya dengan baik dan bijaksana sehingga tercipta kondisi lingkungan kerja dan pengalaman mengajar dan profesionalisme guru sesuai yang diharapkan. 3) Bagi Yayasan hendaknya menyusun manajemen yang lebih terstruktur, dengan menyusun manajemen lingkungan kerja, pengalaman mengajar dan profesionalisme guru serta menfasilitasi dan mendukung sekolah dengan memperhatikan segala aspek yang dapat meningkatkan nilai jual sekolah di masyarakat yang ada di naungan Muhammadiyah khususnya di Kabupaten Wajo. 4) Bagi peneliti hendaknya untuk dapat merencanakan penelitian secara lebih terstruktur, dengan melengkapi referensi
baik itu nasional maupun internasional. Karena sebagai peneliti, karya yang dihasilkan akan dibaca oleh banyak orang serta bisa menjadi referensi bagi peneliti selanjutnya.
DAFTAR PUSTAKA
Aruwono. (2005). Hubungan antara Pendidikan Formal,Pendidikan Inservice, dan Pengalaman Kerja Terhadap Kualitas Mengajar Dosen di Jawa Timur. Malang:
IKIP Malang
Bafadal, I. (2009). Peningkatan Profesionalisme Guru Sekolah Dasar.
Jakarta : Bumi Aksara
Basuki dan Susilowati. (2005). Dampak Kepemimpinan dan Lingkungan Kerja terhadap Semangat Kerja. Jurnal JRBI, Vol.
1, No. 1, Januari
Cooper, D. R. dan William E. (2004). Metode Penelitian Bisnis. Jilid 1,. Edisi kelima.
Penerjemah: Dra. Ellen Gunawan, M.A., dan Iamam. Nurmawan, S.E. Jakarta.
Erlangga.
Danim, S. (2004). Motivasi Kepemimpinan dan Efektivitas Kelompok. Bengkulu: PT Rineka Cipta
Danim, Su. (2007). Inovasi Pendidikan Dalam Upaya Profesionalisme Guru. Bandung:
Pustaka Setia
Ferdinand, A, (2011). Metode Penelitian Mannajemen, Edisi Kedua, Penerbit:
Badan Penerbit Universitas Diponegoro, Semarang
Ghozali, I. (2011). Aplikasi Analisis Multivariate dengan program SPSS, Badan Penerbit Universitas Diponegoro, Semarang.
Harahap, S. S. (2005). Sistem Pengawasan Manajemen, Penerbit Quantum,. Jakarta.
Indriantoro, N. & Supomo, B. (2009). Metode Penelitian Bisnis Untuk Akuntansi dan Manajemen. BPFE. Yogyakarta
Komarudin. (2005). Kamus Istilah Karya Tulis Ilmiah. Jakarta. ziBumi Aksara
Kuncoro, M. (2009). Metode Riset Untuk Bisnis & Ekonomi. Penerbit. Erlangga.
Jakarta.
Lazaruth, S. (2005). Kepala Sekolah dan Tanggungjawabnya, Yogyakarta, Kanisius Lisa, N. (2014). Pengaruh Kepemimpinan
Kepala Sekolah dan Lingkungan Kerja Terhadap Profesionalisme Guru Dan Kepuasan Kerja Guru SMA Negeri Di Sleman Yogyakarta. Fakultas Ekonomi
Universitas Negeri Yogyakarta.
eprints.uny.ac.id/17196/1/SKRIPSI.pdf Maister, H. David. (2008). True
Professionalism, Gramedia Pustaka Utama Mangkunegara, A. P. (2005). Sumber Daya
Manusia perusahaan. Remaja. Rosdakarya:
Bandung
Mas’ud, F. (2011). Survai Diagnosis Organisasional Konsep & Aplikasi. Badan Penerbit Universitas Diponegoro.
Semarang
Muhammad, R. (2008). Analisis Hubungan antara Profesionalisme Auditor dengan Pertimbangan Tingkat Materialitas dalam Proses Pengauditan Laporan Keuangan.
Dalam Jurbal Fenomena. [Online]. Vol 6 (1), 20 halaman
Mulyasa, E. (2005). Standar Kompetensi Dan Sertifikasi Guru. Bandung: Remaja Rosdakarya
Mulyasa, E. (2011). Menjadi Guru Profesional. PT. Remaja. Rosdakarya.
Bandung
Muslich, M. (2005). Melaksanakan PTK (Penelitian Tindakan Kelas) itu Mudah.
Jakarta : Bumi Aksara
Nawawi, H. (2005). Manajemen Sumber Daya Manusia Untuk Bisnis Yang Kompetitif, Cetakan Ke-4, Gajah Mada Univercity Press, Yogyakarta.
Nitisemito, S. (2006). Manajemen Personalia, Jakarta : Graha Indonesia
Owens, R. G. (2005). Organizational Behavior in Education. Toronto: Allyn Bacon, 4th Edition.
Pidarta, M. (2002). Manajemen Pendidikan.
Jakarta : PT. Bina Aksara
Poerwopoespito, F. X. O., dan Utomo, T.
(2005). Mengatasi Krisis Manusia di Perusahaan, Solusi Melalui Pengembangan Sikap Mental. Jakarta: PT. Gramedia Widya Sarana Indonesia
Priyatno, D. (2008). Mandiri Belajar SPSS Untuk Analisis Data dan Uji Statistik, Mediakom.
Ranupandojo, H. (2005). Manajemen Personalia, Yogyakarta : BPFE
Ridwan, (2009). Dasar-dasar Statistika.
Bandung: CV. Alfabeta
Robbins, S. P. (2003). Prinsip-Prinsip Perilaku Organisasi. Jakarta: Erlangga
Robby S. (2015). Analisis Pengaruh Lingkungan Kerja, Supervisi Pengajaran Dan Kelengkapan Sarana Prasarana Terhadap Profesionalisme Guru Di Sekolah
Menengah Kejuruan. Media Mahardhika Vol. 13 No. 3 Mei 2015.
Sagala, S. (2006). Administrasi Pendidikan Kontemporer. Bandung : Alfabeta
Sagala, S. (2007). Konsep dan Makna Pembelajaran. Bandung: CV. Alfabeta Salusu, J. (2006). Proses Pengambilan
Keputusan Perencanaan. Modul Perencanaan Pembangunan. Pusat Studi Kebijaksanaan dan Manajemen Pembangunan –LPPM –Universitas Hasanuddin
Santoso, S. (2015). Menguasai Statistik Parametrik Konsep dan Aplikasi dengan SPSS. Jakarta : PT Elex Media Komputindo
Saydam, G. (2006). Manajemen Sumber Daya Manusia. PT. Toko Gunung Agung. Jakarta Sedarmayanti. (2001). Sumber Daya Manusia dan Produktivitas Kerja. Mandar Maju.
Bandung
Sedarmayanti. (2009). Tata Kerja dan Produktivitas Kerja. Bandung: Mandar Maju
Sekaran, U. (2011). Research Methods for business Edisi I and 2. Jakarta:Salemba Empat.
Siagian, S. P. (2010). Manajemen Sumber Daya Manusia. Jakarta: Bumi. Aksara Situmorang, S. H. (2008). Analisis Data
Penelitian, Medan: USU Press.
Sri R. dkk. (2015). Pengaruh Pelatihan, Pengalaman Mengajar Dan Kompensasi Terhadap Profesionalisme Guru di SMK Negeri 3 Palu. e-Jurnal Katalogis, Volume 3 Nomor 12, Desember 2015 hlm 67-75 Sugiyono, (2009). Metode Penelitian
Kuantitatif, Kualitatif dan R&D. Bandung Alfabeta
Thoha, M. (2010). Kepemimpinan Dalam Manajemen, Penerbit Rajawali pers.Jakarta Timpe, A D. (2005) Memimpin Manusia, Seri
Ilmu dan Seni Manajemen Bisnis. PT.
Gramedia Asri Media
Tjokroamidjojo, B. (2008). Manajemen Pembangunan, CV. Haji Masagung. Jakarta Trijoko, (2005). Strategi Belajar Mengajar untuk Fakultas. Tarbiayah Komponen MKDK. Bandung : Pustaka Prasetya Trimo, (2006). Meningkatkan Hasil Belajar
PKn melalui Metode Snowball Throwing.
http://re-
searchengines.com/0408trimo.html.
Umar, H. (2013). Metode Penelitian untuk Skripsi dan Tesis. Jakarta: Rajawali.
Wahjosumidjo, (2005). Kepemimpinan Kepala Sekoiah, Tinjauan Teoririk dan Permasalahannya. Jakarta: Rajawali Press Wangmuba, (2009). Mengukur Kepuasan
Kerja, http://wangmuba.com/2009/
02/18/mengukur-kepuasan-kerja/, (ON- LINE)
Yamin, M. & Maisah. (2010). Standarisasi Kinerja Guru. Jakarta: Persada. Press