Judul Tesis: Analisis Kesulitan Pemahaman Konsep Matematika Pada Materi Pola Bilangan Pada Siswa Kelas VIIIB MTs Muallimin Muhammadiyah Makassar. Analisis Kesulitan Pemahaman Konsep Matematika pada Materi Pola Bilangan Siswa Kelas VIII B MTs Mualimin Muhammadiyah Makassar. Masalah utama dalam penelitian ini adalah kesulitan pemahaman konsep matematika siswa pada materi pola bilangan di Kelas VIII B MTs Muallimin Muhammadiyah Makassar.
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kesulitan pemahaman konsep matematika terkait pola bilangan pada siswa kelas VIII B di MTs Muallimin Muhammadiyah Makassar. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif yang meliputi tiga subjek dengan kategori kemampuan pemahaman konsep tinggi, sedang dan rendah pada siswa kelas VIII B MTs Muallimin Muhammadiyah Makassar. Hal ini disebabkan oleh kurangnya minat belajar matematika dan rendahnya kemampuan siswa dalam memahami konsep matematika.
Dengan pemahaman konsep yang baik, diharapkan siswa mampu menyelesaikan soal-soal yang diberikan dengan benar. Dengan belajar matematika diharapkan siswa dapat menganalisis hubungan antara pemahaman konsep dengan penyelesaian masalah.
Identifikasi Masalah.,
Hasil wawancara dengan guru matematika MTs Muallimin Muhammadiyah mengungkapkan bahwa salah satu faktor yang mempengaruhi kesulitan siswa dalam memahami konsep khususnya siswa kelas VIII B MTs Muallimin adalah kurangnya fokus belajar siswa. terutama di masa pandemi. Guru juga tidak bisa menjangkau seluruh siswa untuk memberikan wawasan langsung terhadap materi pembelajaran. Dari latar belakang tersebut penulis berpendapat bahwa dalam hal ini perlu dilakukan penelitian lebih lanjut mengenai kesulitan pemahaman konsep siswa dengan judul “Analisis kesulitan pemahaman konsep matematika pada materi pola bilangan pada siswa kelas VIIIB di MTs Muallimin Muhammadiyah Makassar ".
Batasan Masalah
Rumusan Masalah
Tujuan Penelitian
Oleh karena itu, siswa dituntut untuk mampu memahami apa yang dikomunikasikan dan mampu menggunakan konten tersebut dengan menghubungkannya dengan hal lain. Alamsyah (2017) mengungkapkan pemahaman konseptual adalah kemampuan siswa multi mata pelajaran untuk tidak hanya mengingat dan menghapal beberapa konsep yang telah disampaikan, namun dapat mentransfer kembali ke presentasi lain apa yang telah dipahaminya, memberikan pendapat yang sejalan dengan pandangannya dan mampu menerapkan konsep berbasis pengetahuan. Jika siswa sudah memahami konsepnya maka tidak perlu lagi menghafalkan rumus satu per satu sehingga memudahkan siswa dalam menyelesaikan soal matematika.
Salah satu faktor penyebab tidak berhasilnya proses pembelajaran khususnya dalam pembelajaran matematika adalah siswa masih kurang memahami konsep-konsep dalam matematika dan salah memahami konsep-konsep yang ada. Prathana Ponapichat dalam Alamsyah (2017) di bawah ini adalah beberapa kesulitan yang dialami siswa dalam menyelesaikan masalah matematika. Siswa kesulitan memahami kata kunci dalam soal dan gagal menuliskannya dalam kalimat matematika.
Siswa belum mengetahui bagaimana cara mengevaluasi dan memberikan informasi tentang apa yang harus digunakan untuk menyelesaikan permasalahan yang ada. Ketika siswa tidak memahami suatu pertanyaan, mereka cenderung hanya menebak-nebak jawabannya tanpa memikirkan cara yang benar untuk menyelesaikan pertanyaan tersebut.
Konsep Matematika Pola Bilangan
Angka tersebut juga bisa diperoleh dengan cara yang kedua yaitu menentukan pola segitiga dengan menggunakan rumus 𝑈𝑛 = 𝑛. Penggunaan pola Segitiga Pascal, pada eksponensial dua suku dalam operasi aljabar, yang umumnya dinyatakan dalam bentuk (𝑎 + 𝑏)𝑛 dan menentukan himpunan bagian suatu himpunan secara detail. Pola bilangan Fibonacci adalah bilangan yang setiap sukunya merupakan penjumlahan dua suku sebelumnya.
2018) menyatakan dalam penelitiannya bahwa secara umum terdapat dua indikator yang mempengaruhi kesulitan pemahaman konsep matematika pada siswa khususnya kelas VIII MTs pada materi kubus dan balok. Siswa dengan prestasi belajar tinggi memenuhi indikator mengulang suatu konsep dan memberikan contoh dan non contoh terhadap konsep tersebut. Bagi siswa yang kinerjanya sedang hanya memenuhi satu indikator yaitu mampu memberikan contoh dan non contoh suatu konsep.
Fadzillah dan Wibowo (2016) dalam penelitiannya bertujuan untuk mengetahui kesulitan yang dialami siswa yang sangat aktif dalam memahami konsep matematika. Dari hasil penelitian, secara umum kesulitan pemahaman konsep siswa dengan aktivitas tinggi adalah siswa masih mengalami kesulitan dalam mendefinisikan model matematika dan kesulitan dalam menerapkan konsep. Unaenah dan Syarif (2019) dalam penelitiannya menyatakan bahwa hasil observasi yang dilakukan dapat menunjukkan bahwa siswa masih kesulitan mengerjakan soal yang berbeda dengan contoh yang diberikan guru.
Dari hasil tes diketahui pemahaman konsep siswa masih kurang dan perlu ditingkatkan. Dari hasil wawancara yang dilakukan terlihat bahwa siswa hanya mampu menguasai dua indikator pemahaman konsep yaitu reformulasi konsep dan klasifikasi benda berdasarkan konsep. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kesulitan pemahaman konsep matematika siswa dan mengungkap upaya yang dapat dilakukan untuk mengatasi kesulitan tersebut pada siswa kelas VIIIB MTs Muallimin Muhammadiyah Makassar.
Jenis penelitian yang digunakan peneliti adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Jenis penelitian kualitatif adalah penelitian yang bertujuan untuk mendeskripsikan kesulitan pemahaman konsep yang dialami siswa. Dalam hal ini peneliti mengkaji berbagai kesulitan yang dirasakan siswa, serta tingkat pemahaman konsep matematika yang dimiliki siswa.
Tempat dan Subjek Penelitian
Instrumen Penelitian
Dalam penelitian ini, peneliti hendaknya hadir di lapangan sebagai instrumen utama dan sebagai perencana tindakan untuk mengumpulkan data, menganalisis data, dan melaporkan hasil penelitian. Tes yang diberikan disesuaikan dengan masalah yang ingin diselidiki yaitu kesulitan pemahaman konsep matematika pada materi pola bilangan. Lembar Tes Pemahaman Konsep Matematika merupakan tes tertulis, dimana setiap siswa diberikan beberapa soal untuk mengukur tingkat pemahaman konsep matematika siswa.
Sumber Data
Teknik Pengumpulan Data
Wawancara yang dimaksud dalam penelitian bertujuan untuk mengetahui secara mendalam hal-hal yang tidak dapat ditemukan melalui observasi dan tes. Tujuan dari wawancara ini adalah untuk memvalidasi hasil analisis masalah pemahaman siswa yang dilihat dari hasil LKS dan untuk mengetahui kesulitan dalam mengerjakan soal materi pola bilangan.
Teknik Analisis Data
Penyajian data diartikan sebagai kumpulan data terstruktur yang menggambarkan kemampuan mengambil tindakan dan menarik kesimpulan. Reduksi Data dan Penyajian Data Setelah kedua langkah ini selesai, langkah selanjutnya adalah menarik kesimpulan. Dengan menarik kesimpulan tersebut dapat memberikan gambaran informasi analitis tentang kesulitan siswa dalam memahami konsep matematika.
Pengujian Keabsahan Data
Gambar 4.3 Hasil Tes Kesukaran Subjek 3 Soal nomor 3 Dari hasil penelitian yang dilakukan, subjek TKT memberikan jawaban, namun melakukan kesalahan pada saat mengganti angka pada rumus yang diketahui sehingga menyebabkan kesalahan pada hasil akhir. Pada soal nomor 1 dengan indikator pengelompokan benda menurut sifat-sifatnya terlihat dari hasil jawaban subjek yang salah saat menyajikan rumus/pola berdasarkan kelompok nilai ubin biru dan ubin putih. Pada soal nomor 3, indikator menyajikan konsep matematika dalam berbagai bentuk yang representatif dengan menggunakan, menerapkan, dan memilih prosedur atau operasi tertentu.
Untuk soal nomor 4 yaitu indikator menyajikan konsep dalam berbagai bentuk yang representatif dengan menggunakan, menggunakan dan memilih prosedur atau operasi tertentu, berdasarkan hasil jawaban yang diberikan subjek mampu menyajikan konsep dengan membuat dari gambar yang tersedia, namun subjek salah dalam menentukan hasil 29 x 2 seharusnya menjadi 58 bukannya 98. Untuk soal nomor 5 yaitu indikator menyajikan konsep dalam berbagai bentuk yang representatif dengan memanfaatkan, menggunakan dan memilih prosedur atau operasi tertentu, berdasarkan hasil jawaban yang diberikan subjek tidak dapat menyelesaikan soal yang diberikan. Untuk soal nomor 1 dengan indikator untuk mengelompokkan benda menurut sifat-sifatnya dapat dilihat berdasarkan hasil kesalahan jawaban subjek dalam mencari rumus/pola penentuan ubin biru dan ubin putih.
Untuk pertanyaan nomor 3, indikator menyajikan konsep dalam berbagai bentuk representasi penggunaan, pemanfaatan dan pemilihan prosedur atau tindakan tertentu. Untuk pertanyaan nomor 4, indikator menyajikan konsep dalam berbagai bentuk representasi penggunaan, eksploitasi dan pemilihan prosedur atau tindakan tertentu. Untuk pertanyaan nomor 5, indikator menyajikan konsep dalam berbagai bentuk representasi penggunaan, pemanfaatan dan pemilihan prosedur atau tindakan tertentu.
Untuk soal nomor 1 dengan indikator untuk mengelompokkan benda menurut sifat-sifatnya dapat dilihat berdasarkan hasil jawaban subjek yang mampu menemukan rumus/pola bilangan berdasarkan benda (ubin putih dan ubin biru) untuk ditentukan. Untuk soal nomor 2 yang menunjukkan penerapan konsep, berdasarkan hasil jawaban yang diberikan subjek memberikan jawaban yang benar dan sesuai dengan konsep yang dipelajari. Untuk soal nomor 3, indikator menyajikan konsep dalam berbagai bentuk representasi penggunaan, pemanfaatan dan pemilihan prosedur atau operasi tertentu.
Berdasarkan hasil jawaban yang diberikan, subjek mampu menjawab dengan benar sesuai konsep yang telah dipelajari. Pada soal nomor 4 dengan indikator, konsep disajikan dalam berbagai bentuk yang representatif dengan penggunaan, penerapan dan pemilihan prosedur atau operasi tertentu. Untuk soal nomor 5, indikator menyajikan konsep dalam berbagai bentuk representasi penggunaan, penerapan dan pemilihan prosedur atau operasi tertentu.
Kesimpulan
Bagi mata pelajaran yang mempunyai kesulitan sedang dalam memahami konsep, hal ini terlihat dari kesalahan siswa pada saat mengikuti tes yang diberikan. Berdasarkan hasil penelitian, subjek mengalami kesalahan dalam operasi aritmatika dengan mensubstitusi nilai menggunakan konsep pola bilangan. Jadi dapat disimpulkan bahwa mata pelajaran yang mempunyai tingkat kesulitan pemahaman konsep sedang tidak memenuhi indikator pemahaman konsep dengan mengelompokkan benda menurut sifat dan indikator penggunaan konsep.
Saran
Disarankan agar guru selalu memberikan pertanyaan yang bervariasi untuk mengukur tingkat pemahaman konsep matematika siswa. Guru terlebih dahulu memberikan ruang kepada siswa untuk menjawab dan menemukan konsep sendiri serta memecahkan masalah, sehingga pola berpikir siswa selalu diasah untuk menyelesaikan masalah yang tergolong rumit. “Analisis Kesalahan dan Pemahaman Konsep Nilai Tempat Bilangan pada Siswa Kabupaten Mappi Papua Matrikulasi Kelas C.”
“Pengaruh penggunaan multimedia interaktif terhadap kemampuan pemahaman konsep matematika siswa.” FIBONACCI: Jurnal Pendidikan Matematika dan Matematika 2(2):8. “Studi Analisis Kesulitan Pemahaman Konsep Matematika Bentuk Datar Siswa Kelas IV SD Negeri Podosoko Ii Sawangan Magelang.” Analisis pemahaman konsep matematis dan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa SMA pada Sistem Persamaan Linier Dua Variabel (SPLDV).
Analisis kesulitan pemahaman konsep matematika berdasarkan hasil belajar siswa kelas VIII MTs Negeri 2 Purworejo pada tahun ajaran. “Kemampuan pemahaman konsep matematis siswa dengan menggunakan model pembelajaran auditori intelektual repetisi (udara).” Prosiding Seminar Nasional ke-21 di Universitas PGRI Palembang. Pertandingan-pertandingan itu disusun secara berurutan seperti pada gambar. Jika polanya berlanjut, ada berapa banyak pertandingan.