280 Nurul Izmi Azzachrah, Neng Indriyani, Daryanti
ANALISIS KINERJA KEUANGAN PT. PASSOKORANG BERDASARKAN PERHITUNGAN RASIO ARUS KAS
Nurul Izmi Azzachrah
1, Neng Indriyani
2, Daryanti
3Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi YPUP Makassar
[email protected]
1, [email protected]
2, [email protected]
3ABSTRACT
This research aims to find the financial work of PT. Passokorang Makassar measured by ratio analysis of cash flow report. The method used descriptive comparative, it analyzed the ratio of cash flow annually then compared to the result analysis annually. The technique of data collection are observation, interview, and documentation.
The data analysis technique used six measurement of cash flow with standardized by the first measurement result.
The result showed that PT. Passokorang was bad on financial work and illiquid on operational actifity because ratio mean score was low, or under the first standard. Based on the measurement of cash flow six ratios, only 2 ratios which suitable those are CKB ratio and PM ratio. It can be concluded that the work of company is bad because there was a decrease of cash flow during operation activities annually. It means that PT. Passokorang is on bad position on 2016-2018 period.
Keywords: financial work,cash flow ratio, cash flow report.
PENDAHULUAN
Jumlah Perusahaan Jasa Pelaksana Konstruksi terus bertambah. Hal ini nampak pada data Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi (LPJK) sesuai dengan data base pada Asosiasi Perusahaan Jasa Pelaksana Konstruksi.
Dari data statistik menunjukkan bahwa sektor konstruksi memiliki peranan yang cukup penting terutama di negara-negara berkembang seperti Indonesia.
Berkaitan dengan hal tersebut menurut Undang-Undang Republik Indonesia No. 18 tahun 1999 yang mengalami perubahan pada Undang-Undang No. 2 tahun 2017 yang menyatakan bahwa Jasa Konstruksi adalah salah satu kegiatan dalam bidang ekonomi, sosial, dan budaya yang mempunyai peranan penting dalam pencapaian berbagai sasaran guna menunjang terwujudnya tujuan pembangunan nasional.
Untuk mencapai tujuan tersebut, maka perusahaan penyedia jasa konstruksi harus memiliki kinerja yang baik. Baik kinerja finansial maupun non-finansial. Kinerja finansial dapat dilihat dan diukur melalui data berupa laporan keuangan, sedangkan kinerja non-finansial dapat dilihat dari aspek-aspek lain seperti aspek manajemen, teknologi, dan pemasaran.
Laporan keuangan merupakan salah satu ukuran penting untuk menilai kinerja perusahaan. Tujuan laporan keuangan adalah sebagai penyedia informasi mengenai posisi keuangan, kinerja serta perubahan posisi keuangan suatu entitas yang bermanfaat bagi sejumlah besar pemangku kepentigan dan dalam pengambilan keputusan ekonomi. Salah satu cara untuk mengukur kinerja perusahaan adalah dengan mengguakan laporan arus kas.
Berdasarkan latar belakang masalah di atas, maka rumusan masalah dalam penelitian ini adalah “Bagaimana kinerja keuangan jika diukur dengan menggunakan analisis laporan arus kas pada PT.Passokorang Makassar?”
Tujuan penulis mengadakan penelitian ini adalah untuk mengetahui kinerja keuangan jika diukur dengan analisis laporan arus kas pada PT.Passokorang Makassar.
TINJAUAN LITERATUR Pengertian Laporan Keuangan
Menurut Standar Akuntansi Keuangan (SAK) laporan keuangan merupakan catatan informasi keuangan suatu perusahaan pada suatu periode akuntansi yang dapat digunakan untuk menggambarkan kinerja perusahaan tersebut.
Laporan keuangan pada dasarnya adalah hasil dari proses akuntansi yang dapat digunakn sebagai alat untuk mengkomunikasikan antara data keuangan dengan aktivitas perusahaan tersebut (Munawir, 2014:2).
Menurut Prastowo (2011:3) laporan keuangan merupakan objek dari analisis terhadap laporan keuangan. Oleh karenanya, memahami penyusunan dan penyajian laporan keuangan itu sangat penting sebelum melakukan analisis dari laporan keuangan itu sendiri.
Sedangkan menurut Fahmi (2013:21) Laporan Keuangan merupakan suatu informasi yang menggambarkan kondisi keuangan suatu perusahaan, dan lebih jauh informasi tersebut dapat dijadikan sebagai gambaran kinerja keuangan perusahaan tersebut.
Tujuan Laporan Keuangan
Menurut PSAK No. 1 bahwa laporan keuangan bertujuan untuk mmenyediakan informasi yang menyangkut posisi keuangan, kinerja, serta perubahan posisi keuangan suatu perusahaan yang bermanfaat bagi sejumlah besar pemakai dalam pengambilan keputusan.
Menurut Juan (2013:119), tujuan laporan keuangan adalag memberi informasi keuangan, kinerja dan arus kas suatu entitas yang bermanfaat bagi beragam pengguna laporan.
Menurut Harahap (2016:70), tujuan laporan keuangan merupakan dasar awal dari struktur teori akuntansi.
Dan menurut Sujarweni (2017:2), tujuan laporan keuangan adalah menyediakan informasi keuangan dalam bentuk laporan kepada pihak-pihak yang berkepentingan.
Jenis-jenis Laporan Keuangan
Jenis-jenis laporan keuangan berdasarkan urutan penyajiannya menurut Hery (2018:3) adalah:
a. Laporan laba rugi, merupakan laporan keuangan sistematis yang menggambarkan hasil usaha dalam suatu periode tertentu.
b. Laporan ekuitas pemilik, merupakan laporan yang berisi jumlah dan jenis modal yang dimiliki saat ini. Laporan ini mengikhtisarkan perubahan ekuitas pemilik suatu perusahaan dalam periode tertentu.
c. Neraca, merupakan laporan sistematis yang menunjukkan posisi asset,
kewajiban, dan ekuitas perusahaan pada tanggal tertentu.
d. Laporan arus kas, merupakan laporan yang menunjukkan semua arus kas masuk dan keluar secara terperinci dari berbagai aktivitas, aspek yang berkaitan dengan kegiatan perusahaan, baik yang berpengaruh langsung atau tidak langsung terhadap kas.
Keterbatasan Laporan Keuangan
Walaupun laporan keuangan merupakan media yang dapat digunakan untuk meneliti kondisi perusahaan, laporan keuangan juga memiliki beberapa keterbatasan. Menurut Kasmir (2015:16):
a. Pembuatan laporan keuangan disusun berdasarkan sejarah (historis), dimana data-data yang diambil dari masa lalu.
b. Proses penyusunan tidak terlepas dari taksiran-taksiran dan pertimbangan- pertimbangan tertentu.
c. Laporan keuangan dibuat umum, artinya untuk semua orang bukan hanya pihak tertentu saja.
d. Laporan keuangan bersifat konservatif dalam mengahadapi situasi ketidakpastian.
Misalnya dalam suatu peristiwa yang tidak menguntungkan selalu dihitung dari yang paling rendah.
e. Laporan keuangan selalu berpegang teguh kepada sudut pandangan ekonomi dalam memandang peristiwa-peristiwa yang terjadi bukan kepada sifat formalnya.
Pengertian Kas dan Anggaran
Menurut IAI (Ikatan Akuntansi Indonesia) dalam PSAK No. 2 kas adalah pembayaran siap dan bebas dipergunakan untuk membiayai kegiatan umum perusahaan.
Penerimaan atau pengeluaran dapat dilakukan melalui bank, yaitu apabila perusahaan memiliki rekening giro di bank.
Menurut Neng Indriyani (2014) anggaran adalah suatu rencana keuangan periodik yang disusun berdasarkan program yang telah disahkan. Anggaran merupakan rencana tertulis mengenai kegiatan suatu organisasi yang dinyatakan secara kuantitatif dan umumnya dinyatakan dalam satuan uang untuk jangka waktu tertentu Pengertian Laporan Arus Kas
Menurut Hery (2016:87) Laporan arus kas merupakan laporan yang menunjukkan semua arus kas masuk dan keluar secara
282 Nurul Izmi Azzachrah, Neng Indriyani, Daryanti terperinci dari berbagai aktivitas, aspek yang berkaitan dengan kegiatan perusahaan, baik yang berpengaruh langsung atau tidak langsung terhadap kas.
Aliran kas atau laporan arus kas adalah laporan yang ketiga setelah neraca dan laba- rugi yang tujuan utamanya adalah untuk menaksir kemampuan perusahaan dalam menghasilkan kas. (Hanafi, 2016:219).
Tujuan dan Kegunaan Laporan Arus Kas Tujuan utama pelaporan arus kas, yaitu:
a. Melaporkan jumlah kas yang masuk dari kegiatan operasi, investasi dan pendanaan perusahaan, dan
b. Menunjukkan apakah terdapat arus kas masuk (cash Inflow) atau kas keluar (cash outflow) dari ketiga aktivitas ini.
Menurut Hanafi (2016:19) tujuan laporan aliran kas adalah untuk menyediakan informasi aliran masuk dan aliran kas keluar pada suatu periode, hasil dari ketiga kegiatan pokok perusahaan yaitu operasi, investasi, dan pendanaan.
Klasifikasi Laporan Arus Kas
Dalam laporan arus kas, penerimaan dan penngeluaran kas diklasifikasikan menurut tiga kategori utama, yaitu aktivitas operasi, investasi, dan pendanaan.
a. Arus Kas dari Aktivitas Operasi
Aktivitas operasi adalah penghasilan utama pendapatan entitas. Oleh karena itu arus kas tersebut pada umumnya berasal dari transaksi dan peristiwa dan kondisi lain yang memengaruhi pendapatan laba atau rugi.
Contoh arus kas dari aktivitas operasi adalah:
1. Penerimaan kas dari penjualan barang dan jasa.
2. Penerimaan kas royalty, fees, komisi, dan pendapatan lain-lain.
3. Pembayaran kas kepada pemasok barang dan jasa.
4. Pembayaran kas kepada dan atas nama karyawan.
5. Pembayaran kas restitusi pajak penghasilan kecuali jika dapat diidentifikasikan secara khusus sebagai bagian dari aktivitas pendanaan dan investasi.
6. Penerimaan dan pembayaran kas dari investasi, pinjaman, dan kontrak lainnya yang dimiliki untuk tujuan perdagangan. Yang sejenis dengan
persediaan yang dimaksudkan untuk dijual.
b. Arus Kas dari Aktivitas Investasi Menurut Munawir (2014) aktivitas investasi adalah perolehan dan pelepasan aktiva jangka panjang serta investasi lain yang tidak termasuk setara kas.
Beberapa contoh arus kas dari aktivitas investasi ialah:
1. Pengeluaran kas untuk membeli aktiva tetap, aktiva tak berwujud, atau aktiva tetap yang dibangun sendiri.
2. Penerimaan kas dari penjualan aktiva tetap seperti tanah, bangunan, dan peralatan, aktiva tak berwujud, atau aktiva jangka panjang lainnya.
3. Perolehan instrumen keuangan perusahaan seperti saham atau obligasi 4. Uang muka atau pinjaman yang diberikan kepada pihak lain serta pelunasannya.
c. Arus Kas dari Aktivitas Pendanaan / Pembiayaan
Kegiatan yang termasuk kegiatan pembiayaan adalah aktivitas yang mengakibatkan perubahan dalam jumlah serta komposisi modal dan pinjaman jangka panjang perusahaan, berupa kegiatan mendapatkan sumber-sumber dana dari pemilik dengan memberikan prospek penghasilan dari dana tersebut, meminjam dan membayar hutang kembali atau melakukan pinjaman jangka panjang untuk membayar utang tertentu.
Contoh arus kas yang berasal dari aktivitas pendanaan adalah:
1. Pembayaran kas kepada para pemegang saham untuk menarik atau menebus saham entitas.
2. Penerimaan kas dari penerbitan saham atau efek ekuitas lain.
3. Penerimaan kas dari penerbitan pinjaman, wesel, dan pinjaman jangka pendek atau jangka panjang lainnya.
4. Pembayaran kas oleh lesse untuk mengurangi saldo kewajiban yang berkaitan dengan sewa pembiayaan.
5. Pelunasan pinjaman.
Metode Penyusunan Laporan Arus Kas Penyusunan laporan arus kas melibatkan tiga langkah pokok yaitu:
a. Menetukan perubahan dalam kas.
b. Menentukan arus kas bersih dari aktivitas operasi.
c. Menentukan arus kas dari aktivitas investasi pendanaan.
Informasi yang dilaporkan pada laporan arus kas bersih yang disediakan oleh aktivitas- aktivitas operasi. Jumlah kas bersih inilah yang menentukan untuk berhenti operasi atau mampu meneruskan kegiatannya dalam jangka panjang. Perusahaan harus melaporkan arus kas dari aktivitas operasi menggunakan salah satu metode sebagai berikut (PSAK : No.2, IAI : 2014):
a. Metode Langsung
Metode ini mengkonversikan setiap pos pada laporan laba rugi secara langsung kedasar tunai, dan melaporkan semua penerimaan dan pembayaran operasi.
Kelebihan dari metode ini adalah mudah dimengerti dan memberikan banyak informasi untuk mengambil keputusan.
Metode ini melaporkan sumber-sumber dan pemakaian-pemakaian kas dalam laporan arus kas. Sedangkan kelemahannya adalah data yang diperlukan mungkin tidak tersedia dengan cepat dan biaya pengumpulan data tersebut kemungkinan mahal.
b. Metode Tidak Langsung
Metode tidak langsung, laba rugi bersih disesuaikan dengan mengoreksi pengaruh dari transaksi bukan kas, penangguhan (deferral) atau akrual dari penerimaan dan pembayaran kas untuk operasi dimasa lalu dan masa depan, dan unsur penghasilan atau beban yang berkaitan dengan arus kas investasi dan pendanaan (PSAK : No. 2, IAI:2014).
Rasio Arus Kas
Menurut Hery (2016:91). Salah satu analisis kinerja keuangan dengan menggunakan informasi laporan arus kas adalah analisis rasio laporan arus kas. Analisis rasio arus kas ini menggunakan komponen dalam laporan arus kas dan komponen neraca rasio. Alat analisis rasio laporan arus kas yang diperlukan untuk menilai kinerja keuangan perusahaan antara lain:
a. Rasio Arus Kas Operasi (AKO) AKO =Jumlah Arus Kas Operasi
Kewajiban Lancar
b. Rasio Cakupan Dana (CAD)
CAD = Bunga+hutang pajak+deviden preverenEBIT
c. Rasio Cakupan Kas terhadap Bunga (CKB)
d. Rasio Cakupan Kas Terhadap Hutang Lancar (CKHL)
CKHL = Arus Kas Operasi+Deviden Kas Hutang Lancar
e. Rasio Pengeluaran Modal (PM) PM = Arus Kas Operasi
Pengeluaran Modal
f. Rasio Total Hutang (TH) TH = Arus Kas Operasi
Total Hutang
Pengertian Analisis Laporan Keuangan Analisis terhadap laporan keuangan suatu perusahaan pada dasarnya karena ingin mengetahui tingkat profitabilitas (keuntungan) dan tingkat resiko atau tingkat kesehatan suatu perusahaan (Hanafi, 2016:5).
Menurut K.R. Subramanyam (2014:4) Analisis laporan keuangan adalah aplikasi dari alat dan teknik analisis untuk laporan keuangan bertujuan umum dan data-data yang berkaitan untuk menghasilkan estimasi dan kesimpulan yang bermanfaat dalam analisis bisnis.
Sedangkan menurut Hery (2018:113) menganalisis laporan keuangan berarti menilai kinerja perusahaan, baik secara internal maupun untuk dibandingkan dengan perusahaan lain yang berada dalam industri yang sama.
CKB = Arus Kas Operasi+Bunga+Pajak Bunga
284 Nurul Izmi Azzachrah, Neng Indriyani, Daryanti Tujuan dan Manfaat Analisis laporan Keuangan
Secara umum tujuan dan manfaat analisis laporan keuangan menurut Kamir (2017:68) adalah sebagai berikut:
a. Untuk mengetahui posisi keuangan dalam satu periode tertentu, baik aset, liabilitas, ekitas, maupun hasil usaha yang telah dicapai untuk beberapa periode.
b. Untuk mengetahui kekuatan-kekuatan yang dimiliki.
c. Untuk mengetahui kelemahan-kelemahan apa saja yang menjadi kekurangan perusahaan.
d. Untuk penilaian kinerja manajemen kedepan apakah perlu penyegaran atau tidak karena sudah dianggap berhasil atau gagal.
e. Untuk mengetahui langkah-langkah perbaikan apa saja yang perlu dilakukan kedepan berkaitan dengan posisi keuangan perusahaan saat ini.
f. Dapat juga digunakan sebagai pembanding dengan perusahaan sejenis tentang hasil yang mereka capai.
Prosedur, Metode, dan Teknik Anaisis Laporan Keuangan
Berikut adalah langkah-langkah atau prosedur dalam melakukan analisis laporan keuangan (Hery, 2016:115):
a. Mengumpulkan data keuangan dan data pendukung yang diperlukan.
b. Melakukan pengukuran atau perhitungan secara cermat dengan memasukkan angka- angka yang ada dalam laporan keuangan ke dalam rumus-rumus tertentu.
c. Memberikan interpretasi terhada hasil pengukuran dan perhitungan,
d. Membuat laporan hasil analisis
e. Memberikan rekomendasi sehubungan dengan hasil analisis.
Adapun langkah-langkah analisis laporan keuangan menurut Fahmi (2013:13) yaitu:
a. Tentukan tujuan analisis.
b. Pelajari tentang dimana perusahaan bergerak dan hubungan iklim industri dengan proyeksi pengembangan ekonomi.
c. Kembangkanlah pengetahuan mengenai perusahaan dan kualitas manajemen.
d. Evakuasi laporan keuangan.
Pengertian Kinerja
Kinerja keuangan adalah suatu analisis yang dilakukan untuk melihat seberapa jauh suatu perusahaan telah melaksanakan dengan menggunakan aturan-aturan pelaksanaan keuangan secara baik dan benar. Seperti dengan membuat suatu laporan keuangan yang telah memenuhi standard dan ketentuan SAK (Standar Akuntansi Keuangan) atau GAA (General Acepted Accounting Principle) Irham Fahmi (2014:2).
Tujuan Penilaian Kinerja
Tujuan penilaian kinerja menurut Munawir (2014) dalah sebagai berikut:
a. Untuk mengetahui tingkat likuiditas, yaitu kemampuan perusahaan untuk memperoleh kewajiban keuangannya yang harus segera dipenuhi.
b. Untuk mengetahui tingkat solvabilitas, yaitu kemampuan perusahaan untuk memenuhi kewajiban keuangannya apabila perusahaan tersebut dilikuidasi baik kewajiban keuangan jangka pendek maupun jangka panjang.
c. Untuk mengetahui tingkat rentabilitas atau profitabilitas, yaitu kemampuan perusahaan dalam menghasilakan profit atau laba.
d. Untuk mengetahui tingkat stabilitas usaha, yakni kemampuan perusahaan dalam melakukan usahanya secara stabil, yang diukur dengan melihat kemampuan perusahaan dalam membayar beban bunga atas hutang-hutangny termasuk membayar pokok hutangnya secara teratur.
Tahap-Tahap dalam Menganalisis Kinerja Keuangan
Menurut Fahmi (2013:3), terdapat lima tahapan dalam menganalisis kinerja keuangan perusahaan sacara umum, yaitu:
a. Melakukan review terhadap data keuangan.
b. Melakukan perhitungan.
c. Melakukan perbandingan terhadap hasil perhitungan yang telah diperoleh.
d. Melakukan penafsiran terhadap berbagai permasalahan yang ditemukan.
e. Mencari dan memberikan pemecahan masalah terhadap berbagai permasalahan yang dihadapi.
Hasil penelitian sebelumnya yaitu Marfu’ah (2016) dengan judul Analisis Laporan Arus Kas Dalam Menilai Kinerja
Keuangan Pada Perusahaan Studi Kasus PTPN II Tanjung Morowa menunjukkan bahwa berdasarkan perhitungn rasio arus kas menunjukkan bahwa kinerja pada perusahaan PTPN II Tanjung Morowa dinilai buruk karena tidak mampu memenuhi kewajiban lancar.
Adapun penelitian lain yaitu Andriani (2013) dengan judul penelitian Analisis Laporan Arus Kas Untuk Menilai Kinerja Keuangan Perusahaan Pada PT.United Tractors Tbk.
Menunjukkan hasil yang cukup optimal berdasarkan hasil perhitungan rasio arus kas dengan standar 100%.
Gambar 1. Model Penelitian
Sumber: Sugiono (2017)
METODE PENELITIAN
Penelitian ini adalah penelitian deskriptif komparatif yaitu metode yang digunakan dengan cara mengumpulkan data laporan arus kas pada PT. Passokorang yang meliputi arus kas dari aktivitas operasi, arus kas dari aktivitas investasi, dan arus kas dari aktivitas pendanaan. Selanjutnya data yang diperoleh diolah, diinterprestasikan, dianalisis, dan dibandingkan untuk memperoleh gambaran mengenai masalah yang dihadapi perusahaan.
Penelitian dilakukan pada PT. Passokorang Makassar yang berlokasi di Jl. Andi Djemma No. 11 A Kota Makassar. Adapun waktu penelitian berlangsung dimulai dari bulan Juni smpai dengan Agustus 2019.
Adapun data yang digunakan adalah data kuantitatif seperti laporan keuangan dan data kualitatif berupa sejarah dan profil perusahaan. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini adalah wawancara, observasi, dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah menggunakan enam rasio arus kas.
HASIL DAN PEMBAHASAN 1. Rasio Arus Kas Operasi (AKO)
Tabel 1. Rasio Arus Kas Operasi (AKO) PT. Passokorang Tahun 2016, 2017, dan
Tahun 2018
Sumber: Data primer diolah
Dari tabel 1, secara keseluruhan rasio arus kas operasi dari PT. Passokorang dikatakan kurang baik. Ditinjau dari rasio arus kas operasi dari tahun 2016-2018 yang terus mengalami penurunan dan berada di bawah standar 1. Perusahaaan yang tidak mampu memenuhi pembayaran hutang lancar pada saat jatuh tempo menggunakan arus kas masuk operasinya yang dibuktikan dengan hasil perhitungan rasio arus kas operasi dibawah 1, merupakan gejala awal penyebab kegagalan suatu perusahaan. Jika hal ini terjadi, maka dapat berdampak buruk pada kelancaran dan kelangsungan hidup perusahaan dalam membiayai pelaksanaan kegiatan operasional perusahaan. Dan untuk mengatasi rasio arus kas operasional yang rendah, PT.Passokorang dapat melakukan beberapa tindakan seperti melakukan perputaran persediaan serta mempercepat dalam melakukan tagihan piutang guna menambah arus kas masuk dari aktivitas operasional.
2. Rasio Cakupan Arus Kas Dana (CAD) Tabel 2. Rasio Cakupan Arus Kas Dana (CAD) PT. Passokorang Tahun 2016, 2017,
dan 2018
Tahun EBIT Bunga + Hutang Pajak + Deviden
Rasio CAD 2016 12.906.168.116 -34.692.069.106 -0,372 2017 11.420.493.140 -50.142.255.522 -0,233 2018 14.241.940.593 -62.949.428.862 -0,226
Sumber: Data primer diolah
Dilihat dari tabel 2, secara keseluruhan PT. Passokorang dinilai belum baik dalam memenuhi komitmen-komitmennya karena rasio yang diperoleh perusahaan berada dibawah 1. Adapun rasio yang dinilai baik
Tahun Jumlah arus kas operasi
Kewajiban lancar
Rasio AKO 2016 47.496.148.489 366.862.321.975 0,129 2017 -36.760.418.332 444.577.441.081 -0,083 2018 -60.176.745.439 424.208.205.907 -0,142
286 Nurul Izmi Azzachrah, Neng Indriyani, Daryanti untuk membayar komitmen-komitmennya yaitu rasio yang sama dengan 1 atau diatas 1.
3. Rasio Cakupan Arus Kas Terhadap Bunga (CKB)
Tabel 3. Rasio Cakupan Arus Kas Bunga (CKB) PT. Passokorang Tahun 2016, 2017,
dan 2018
Tahun
Arus Kas Operasi+ Bunga
+ Pajak
Bunga Rasio CKB 2016 -16.597.245.412 -13.315.763.663 1,25 2017 -85.674.224.251 -25.573.263.483 3,35 2018 -123.126.174.301 -27.268.858.296 4,52
Sumber: Data primer diolah
Dari tabel 3, secara keseluruhan, PT.
Passokorang sudah dinyatakan baik dalam rasio arus kas terhadap bunga karena dari tiga tahun penelitian, hasil perhitungan menyatakan perusahaan sudah baik karena telah mencapai bahkan melebihi standar arus kas terhadap bunga yaitu 1. Rasio yang tinggi menunjukkan bahwa arus kas operasi perusahaan memiliki kemampuan yang baik untuk menutup biaya bunga.
4. Rasio Arus Kas Operasi Terhadap Total Hutang Lancar (CKHL)
Tabel 4. Rasio Cakupan Kas Terhadap Hutang Lancar (CKHL) PT. Passokorang
Tahun 2016, 2017, dan 2018
Tahun
Arus Kas Operasi + Deviden Kas
Hutang Lancar
Rasio CKH
L 2016 47.496.148.489 366.862.321.975 0,051 2017 -36.760.418.322 444.577.441.081 -0,083 2018 -60.176.745.439 424.208.205.907 -0,142
Sumber: Data primer diolah
Dari tabel 4.5, pada tahun 2016 rasio cakupan kas terhadap hutang lancar PT.Passokorang menunjukkan bahwa kemampuan arus kas operasi perusahaan dalam membayar hutang lancar sebesar 0,051. Pada tahun 2017, rasio sebesar -0,083 menunjukkan bahwa kemampuan arus kas operasi perusahaan dalam membayar hutang lancar -0,083.
Sedangkan pada tahun 2018 rasio sebesar - 0,142 menunjukkan bahwa arus kas operasi perusahaan dalam membayar hutang lancar pada tahun tersebut adalah sebesar -0,142.
Berdasarkan uraian di atas dapat disimpulkan bahwa rasio arus kas PT.
Passokorang dalam membayar hutang lancarnya tidak baik karena pada tiga tahun penelitian, hasilnya menunjukkan angka dibawah standar 1. Rasio yang rendah menunjukkan bahwa perusahaan memiliki kemampuan yang kurang baik dalam membayar semua kewajiban lancarnya menggunakan arus kas yang berasal dari aktivitas normal operasi perusahaan. Sebaiknya perusahaan mengurangi melakukan penambahan pinjaman setiap tahunnya.
5. Rasio Pengeluaran Modal (PM)
Tabel 5. Rasio Pengeluaran Modal (PM) PT. Passokorang Tahun 2016, 2017, dan
2018
Tahun Arus Kas Operasi
Pengeluaran Modal
Rasio PM 2016 47.496.148.489 1.820.131.546 26,1 2017 -36.760.418.322 1.859.614.400 -19,7 2018 -60.176.745.439 30.429.000 -1.977
Sumber: Data primer diolah
Dilihat dari tabel 5, secara keseluruhan rasio pengeluaran modal pada PT. Passokorang masih belum stabil. Rasio yang tinggi menunjukkan kemampuan yang tinggi pula dari arus kas operasi perusahaan dalam membiayai pengeluaran modal (pembelian tambahan aset tetap maupun investasi). Rasio yang rendah menunjukkan bahwa perusahaan harus mencari pendanaan eksternal (seperti melalui pinjaman dari kreditor atau tambahan dana dari investor) untuk membiayai perluasan usahanya.
6. Rasio Total Hutang (TH)
Tabel 6. Rasio Total Hutang (TH) PT.
Passokorang Tahun 2016, 2017, dan 2018
Tahun Arus Kas
Operasi Total Hutang Rasio TH 2016 47.496.148.489 443.729.981.095 0,11 2017 -36.760.418.322 476.083.416.517 -0,08 2018 -60.176.745.439 461.999.347.987 -0,13
Sumber: Data primer diolah
Berdasarkan hasil perhitungan pada tabel 6, diketahui bahwa rasio total hutang pada PT. Passokorang kurang baik. Rasio yang rendah menunjukkan bahwa perusahaan memiliki kemampuan yang rendah atau kurang baik dalam membayar semua kewjibannya dengan menggunakan arus kas yang berasal dari aktivitas normal operasi perusahaan.
PENUTUP
Dari tabel 1 hingga tabel 6 dapat disimpulkan bahwa secara keseluruhan kinerja perusahaan buruk dikarenakan rata-rata rasio yang dihasilkan cukup rendah. Dari enam rasio arus kas perusahaan yang mencapai standar hanya dua, yaitu rasio cakupan arus kas terhadap bunga dan rasio pengeluaran modal.
Hal ini berarti perusahaan memiliki kinerja yang buruk karena tidak dapat mengelola kas masuk operasi bersih yang ada untuk memenuhi kewajibannya.
Adapun saran dari penulis:
1. Perusahaan sebaiknya mengkaji ulang hal- hal apa saja yang menyebabkan penurunan arus kas aktivitas operasi bersih, serta melakukan analisa terhadap hutang- hutangnya.
2. Untuk meningkatkan kinerja, perusahaan sebaiknya melakukan perbaikan pada sistem perputaran kasnya.
3. Aktivitas investasi memang berdampak positif terhadap perusahaan di masa akan datang, akan tetapi pengeluaran untuk investasi yang berlebihan dapat menyebabkan kas perusahaan tidak likuid.
DAFTAR PUSTAKA
Adriani. (2013). Analisis Arus Kas untuk Menilai Kinerja Perusahaan PT. United Tracktor Tbk. Makassar. Makassar: Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Yayasan Pendidikan Ujung Pandang.
Fahmi, Irham. (2013). Analisis Kinerja Keuangan. Bandung: Alfabeta.
Hery. (2018). Analisis Laporan Keuangan. PT.
Gramedia Widiyasarana Indonesia. Jakarta.
____. (2016). Akuntansi Dan Rahasia Dibaliknya Untuk Para Manajer Non Akuntansi. Bandung: PT. Bumi Akasara.
Hanafi, Mamduh M. (2016). Analisis Laporan Keuangan Edisi Kelima. Yogyakarta: UPP STIM YPKN.
Harahap, Sofyan S. (2013). Analisis Kritis Atas Laporan Keuangan. Jakarta: Raja Grafindo Persada:.
________________. (2016). Akuntansi Keungan berbasis PSAK. Jakarta: Mitra Wacana Media.
Ikatan Akuntansi Indonesia (IAI), (2014).
Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan.
Jakarta: Mitra Wacana Media.
Indriyani, Neng. (2014). Penerapan Anggaran Sebagai Alat Bantu Manajemen Pada PT.Pos Indonesia Kantor Area X Makassar.
Diakses pada tanggal 18 September 2019 melalui: https://e-jurnal.stienobel- indonesia.ac.id/index.php/akmen/article/vie w/483/479
Juan. (2013). Panduan Praktis Standar Akuntansi Keuangan. Jakarta: Salemba Empat.
Kasmir. (2015). Analisa Laporan Keuangan.
Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada.
______. (2017). Analisis Kritis atas Laporan Keuangan. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada.
Keiso, Weygant dan Walfield. (2008).
Akuntansi Intermediate. Edisi 12. Jakarta:
Erlangga.
Marfu’ah, (2016). Analisis Laporan Arus Kas dalam Menilai Kinerja Keuangan Perusahaan PTPN II Tanjung Morowa.
Medan.
Munawir. (2014). Analisa Laporan Keuangan.
Yogykarta: Liberty.
_______. (2014). Akuntansi Laporan Keuangan. Jakarta: Erlangga.
Prastowo, Dwi. (2011). Analisis Laporan Keuangan (Konsep dan Aplikasi).
Yogyakarta: UPP STIM YKPN.
Subramayam, K.R. (2014). Analisis laporan keuangan (Financial Statement Analisis).
Jakarta: Salemba Empat.
Sugiyono. (2017). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung:
Alfabeta.
Sujarweni, Wiratna, (2017). Analisis Laporan Keuangan: Teori Aplikasi dan Hasil Penelitian. Yogyakarta: Pustaka Baru Press.
STIE YPUP. (2019). Pedoman Penulisan Proposal Skripsi. Makassar: Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Yayasan Pendidikan Ujung Pandang.