• Tidak ada hasil yang ditemukan

Analisis Status Mutu Kualitas Perairan Pesisir Laut Berdasarkan Metode STORRET Pada Berbagai Aktivitas Masyarakat di Pademawu Pamekasan

N/A
N/A
MUHAMMAD MUSLIM IQROM AL-JALIL

Academic year: 2024

Membagikan "Analisis Status Mutu Kualitas Perairan Pesisir Laut Berdasarkan Metode STORRET Pada Berbagai Aktivitas Masyarakat di Pademawu Pamekasan"

Copied!
7
0
0

Teks penuh

(1)

Analisis Status Mutu Kualitas Perairan Pesisir Laut Berdasarkan Metode STORRET Pada Berbagai Aktivitas Masyarakat di Pademawu

Pamekasan

(2)

I. PENDAHULUAN I.1 Latar Belakang

Wilayah pesisir merupakan salah satu kawasan transisi antara daratan dan lautan yang telah membentuk beragam ekosistem produktif serta berdampak positif untuk melakukan membangun perekonomian. Menurut Jumali et al., (2017) menyatakan bahwa sumberdaya pesisir dan laut yang melimpah memiliki potensi besar untuk dikembangkan dalam rangka peningkatan kesejahteraan masyarakat. Peningkatan perkembangan aktivitas kegiatan di wilayah pesisir akan diikuti dengan dampak negatif yang ditimbulkan dan dapat menimbulkan suatu pencemaran (Hamuna et al., 2018). Menurut Undang-undang No. 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup pasal 1 ayat 14 menyatakan bahwa pencemaran laut merupakan masuknya atau dimasukkannya makhluk hidup, zat, energi, dan/atau komponen lain ke dalam lingkungan laut oleh kegiatan manusia sehingga berdampak menurunnya kualitas air sampai tingkat tertentu yang menyebabkan lingkungan laut tidak sesuai lagi dengan baku mutu dan/atau fungsinya.

Salah satu wilayah pesisir yang memiliki erat kaitannya dengan aktivitas masyarakat yaitu Kecamatan Pademawu.

Pademawu merupakan salah satu Kecamatan di Kabupaten Pamekasan yang memiliki luas wilayah 71,9 km2 atau sekitar 9 % dari luas Kabupaten. Kecamatan Pademawu terletak tidak jauh dari pesisir, sehingga ketinggian wilayah di Kecamatan Pademawu tidak ada ketinggia n lebih dari 10 meter dan daerah pesisir dengan ketinggian berkisar 0 -50 m di atas permukaan laut (BPS, 2020). Luasnya wilayah pesisir membuat kawasan Pademawu menjadi daerah potensial di Kabupaten Pamekasan, hal ini disebabkan karena transisi antara daratan dan lautan telah membentuk ekosistem beragam dan produktif yang berdampak positif untuk membangun perekonomian. Pembangunan ekonomi di wilayah pesisir dan laut tanpa diimbangi dengan perlindungan terhadap sumber daya alam, maka akan berbalik mengancam kehidupan manusia dan seluruh sistem kehidupan atau lingkungan lainnya (Diposaptono, 2016).

(3)

Kecamatan Pademawu memiliki aktivitas daerah pesisir yang cukup banyak seperti perikanan tangkap dan budidaya (Kutsiyah et.al., 2022), produksi garam (Dewi et.al., 2022), dan Pariwisata (Hasanah et.al.,2022).

Berbagai aktivitas tersebut akan menghasilkan limbah baik secara langsung maupun tidak langsung yang akan berdampak buruk terhadap kehidupan di perairan dan menimbulkan wilayah tersebut menjadi tercemar. Pencemaran dapat menimbulkan dampak kerugain ekonomis dan ekologis seperti penurunan produktivitas hayati perairan , kematian ikan, dan kerusakan ekosistem terumbu karang (.

Metode STORET merupakan salah satu metode untuk menentukan status mutu perairan. Menurut Ridwan dan Iwan (2022) prinsip metode STORET adalah membandingkan antara kualitas air dengan baku mutu air yang disesuaikan dengan kegunaannya.

I.2 Rumusan Masalah I.3 Tujuan

I.4 Manfaat

(4)

II. TINJAUAN PUSTAKA II.1 Pencemaran Laut

Pencemaran dapat diartikan sebagai “Environmental impaiment

yaitu adanya perubahan atau perusakan lingkungan. Menurut Gaesamp (1990) dalam Syakti (2012) pencemaran laut merupakan masuknya bahan dan energi ke dalam lingkungan ekosistem laut dan estuaria baik secara langsung maupun tidak langsung, yang mengakibatkan efek buruk dan membahayakan manusia, merusak lingkungan dan sumber daya hayati dan berbagai ekosistem serta mengurangi atau menghalangi kenyamanan dan penggunaan lain yang semestinya dari suatu ekosistem lingkungan. Menurut Williams (1979) dalam Anggraeni (2002) pencemaran laut dapat diartikan sebagai dampak negatif yang membahayakan terhadap kehidupan biota, sumber daya dan kenyamanan ekosistem perairan laut serta kesehatan manusia dan nilai guna lainnya dari ekosistem perairan laut serta kesehatan yang secara langsung oleh pembuangan bahan-bahan atau limbah ke dalam laut yang berasal dari kegiatan manusia.

Berdasarkan UU. No.32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup pasal 1 ayat 14 menyatakan bahwa pencemaran laut didefinisikan sebagai masuk atau dimasukkannya makhluk hidup, zat, energi, dan/ atau komponen lain ke dalam lingkungan laut yang berasal dari kegiatan manusia sehingga kualitasnya turun sampai ke tingkat tertentu yang menyebabkan lingkungan laut tidak sesuai lagi dengan baku mutu dan/ atau fungsinya. Konvensi Hukum Laut III (United Convention on the Law of the Sea = UNCLOS III) mengartikan bahwa pencemaran laut merupakan perubahan dalam lingkungan laut termasuk muara sungai (estuari) yang menimbulkan dampak buruk sehingga dapat merusak sumber daya hayati laut (marine living resources), bahaya terhadap kesehatan manusia, gangguan terhadap kegiatan dilau termasuk perikanan dan pemanfaatan laut secara wajar, menurunkan kualitas air laut dan mutu kegunaan serta manfaatnya.

II.2 Jenis pencemaran di Laut II.3 Sumber pencemaran laut II.4 Dampak pencemaran laut II.5 Metode STORET

II.6 Parameter Kualitas Perairan II.6.1 Parameter Fisika 2.6.1.2 Suhu

2.6.1.3 Kecerahan 2.6.1.4 Kekeruhan

(5)

2.6.2 Parameter Kimia 2.6.2.1 pH

2.6.2.2 Dissolved Oxygen (DO)

2.6.2.3 Biochemical Oxygen Demand (BODs) 2.6.2.4 Ammonia Total (NH3-N)

2.6.2.5 (COD)

2.6.3 Paramter Biologi

(6)

3 METODE PENELITIAN

3.6 Tempat dan Waktu Pelaksanaan 3.7 Metode Pengambilan Data 3.8 Alat dan Bahan

3.9 Alur Pelaksanaan Skripsi

Jumali, J., Farhan, N., Razma, O., Amalia, N. F., & Sudarmiati, S.

(2017). Peran Pemerintah Daerah Dalam Mengoptimalisasi Penanganan Pencemaran Lingkungan di Wilayah Pesisir Kota Batam. Jurnal Selat, 5(1), 25-35.

Kutsiyah, F., Abdurahman, A., Hakim, R., & Rahman, A. (2022). PERSYARATAN DASAR PEMEKARAN WILAYAH PAMEKASAN DALAM UPAYA MENDUKUNG PEMBENTUKAN PROVINSI MADURA. PRAJA: Jurnal Ilmiah Pemerintahan, 10(3), 158-167.

Dewi, K., Asih, E. N. N., Fitri, D. A., & Astutik, S. (2022). Karakterisasi fisiologis isolat bakteri halofilik dari kolam Peminihan tambak garam rakyat di Kabupaten

Pamekasan. Juvenil: Jurnal Ilmiah Kelautan dan Perikanan, 3(3), 79-84 Hasanah, S. I., Lanya, H., Tafrilyanto, C. F., & Zayyadi, M. (2022). KAJIAN

MATEMATIS PARIWISATA PANTAI JUMIANG DI DESA TANJUNG KECAMATAN PADEMAWU. Pi: Mathematics Education Journal, 5(1), 27-40..

Saraswati, S. P., Sunyoto, S., Kironoto, B. A., & Hadisusanto, S. (2014). Kajian Bentuk Dan Sensitivitas Rumus Indeks Pi, Storet, Ccme Untuk Penentuan Status Mutu Perairan Sungai Tropis Di Indonesia (Assessment of the Forms and Sensitivity of the Index Formula Pi, Storet, Ccme for the Determination of Water Quality Status). Jurnal Manusia dan Lingkungan, 21(2), 129- 142.

Ridwan, I., & Iwan, H. (2022). Penilaian Kualitas Air Sungai Weh Toweren Sebagai Salah Satu Inlet Danau Laut Tawar Di Kabupaten Aceh Tengah, Provinsi Aceh.

Paulus, J. J., RUMAMPUK, N. D., PELLE, W. E., KAWUNG, N. J., KEMER, K., &

ROMPAS, R. M. (2020). Buku Ajar Pencemaran Laut. Deepublish.

(7)

Mochtar Kusumaatmadja. 2013. Bunga Rampai Hukum Laut. Bandung: Bina Cipta

Referensi

Dokumen terkait

23 tahun 1997 menjelaskan bahwa pencemaran lingkungan hidup adalah masuknya atau dimasukkannya makhluk hidup, zat, energi, dan/atau komponen lain ke dalam lingkungan

Pencemaran lingkungan hidup adalah masuknya atau dimasukkannya makhluk hidup, zat, energi, dan/atau komponen lain ke dalam lingkungan hidup oleh kegiatan

Pencemaran lingkungan hidup adalah masuknya atau dimasukkannya makhluk hidup, zat, energi, dan/atau komponen lain ke dalam lingkungan hidup oleh kegiatan

32 Tahun 2009 Tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup pasal 1 angka 14 menyebutkan bahwa “Pencemaran Lingkungan Hidup adalah masuk atau dimasukkannya makhluk hidup,

23 Tahun 1997 tentang Pengelolaan Lingkungan Hidup, yang dimaksud dengan pencemaran lingkungan hidup yaitu: masuknya atau dimasukkannya makhluk hidup,

Sedangkan yang dimaksud dengan pencemaran lingkungan hidup yaitu masuknya atau dimasukkannya makhluk hidup, zat, energi, dan/atau komponen lain ke dalam lingkungan

Pencemaran lingkungan hidup adalah masuknya atau dimasukkannya makhluk hirup, zat, energi, dan/atau komponen lain ke dalam lingkungan hidup oleh kegiatan manusia

Pencemaran Air Pencemaran air adalah dimasukkannya atau masuknya berbagai zat, benda, makhluk hidup, energi dan komponen lain ke dalam air akibat kegiatan manusia, yang selanjutnya