• Tidak ada hasil yang ditemukan

MAKALAH PENGARUH PENCEMARAN AIR LAUT TER

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "MAKALAH PENGARUH PENCEMARAN AIR LAUT TER"

Copied!
24
0
0

Teks penuh

(1)

MAKALAH FENOMENA FISIK DAN HUBUNGANNYA DENGAN MANUSIA SECARA BERKELOMPOK

“PENGARUH PENCEMARAN AIR LAUT TERHADAP KAUM

NELAYAN DAN LINGKUNGAN SEKITAR PANTAI”

Untuk Memenuhi Tugas Ujian Tengah Semester Gasal 2014 Mata Kuliah

Konsep Dasar IPS SD

yang dibimbing oleh Bapak Toha Mashudi

Disusun oleh:

Yohananda Eka Putri (140151603915)

UNIVERSITAS NEGERI MALANG FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN

JURUSAN KEPENDIDIKAN SEKOLAH DASAR DAN PRASEKOLAH PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR

(2)

Daftar Isi

Kata Pengantar……….. i

Daftar Isi……….iii

BAB I PENDAHULUAN………..1

1.1 Latar Belakang ………1

1.2 Rumusan Masalah………1

1.3 Tujuan Penulisan………..2

1.4 Manfaat Penulisan………2

BAB II KAJIAN PUSTAKA……….3

2.1 Hakikat Laut……….3

2.1.1 Jenis-Jenis Laut………..3

2.1.1.1 Berdasarkan Cara Terjadinya……….3

2.1.1.2 Menurut Letaknya………..4

2.1.1.3 Berdasarkan Kedalamannya ………..4

2.2 Pengertian Pencemaran……….5

2.2.1 Macam-Macam Pencemaran ……….6

2.2.2 Parameter Pencemaran………...9

2.3 Pengertian Nelayan……….10

BAB III PEMBAHASAN………12

3.1 Pengertian Air, Laut, Nelayan, dan Pencemaran Air………12

(3)

3.1.2 Definisi Laut……….12

3.1.3 Definisi Nelayan………...13

3.1.4 Definisi Pencemaran Air………..13

3.2 Sumber dan Penyebab Pencemaran Air Laut……….14

3.2.1 Sumber Pencemaran Airn Laut………14

3.2.2 Penyebab Pencemaran Air Laut………...14

3.3 Dampak Pencemaran Air Laut terhadap Makhluk Hidup, Lingkungan, dan Khususnya Nelayan………14

3.3.1 Dampak Pencemaran Air Laut Terhadap Makhluk Hidup……..15

3.3.2 Dampak Pencemaran Air Laut Terhadap Lingkungan…………16

3.3.3 Dampak Pencemaran Air Laut Terhadap Nelayan………...17

3.4 Pencegahan dan Penanggulangan Pencemaran Air Laut………17

3.4.1 Pencegahan Pencemaran Air Laut………17

3.4.2 Penanggulangan Pencemaran Air Laut……….18

BAB IV PENUTUPAN………19

4.1 Simpulan……….19

4.2 Saran-Saran ………19

(4)

KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Kuasa yang telah memberikan kita semua rahmat dan hidayah-Nya sehingga kita masih diberikan kesehatan sampai hari ini dan telah memberi kami penujuk sehingga makalah ini dapat terselesaikan tepat pada waktunya. Makalah ini berisikan tentang pengertian laut, pencemaran laut, dan dampaknya terhadap penghuni sekitar laut terlebih kepada nelayan.

Dengan terselesaikannya makalah ini, kami sebagai penyusun tentunya mengharapkan agar kelak makalah ini dapat bermanfaat dikemudian hari sebagai sumber rujukan, sarana belajar, atau sumber belajar mahasiswa terutama dalam matakuliah Konsep Dasar IPS SD.

Tak lupa kami ucapkan terimakasih sebesar-besarnya kepada:

1. Allah SWT yang telah memberikan kami kesehatan sehingga kami dapat mengerjakan makalah ini dan dapat terselesaikan tepat pada waktunya. 2. Bapak Toha Mashudi yang telah dengan sabar membimbing kami dalam

mata kuliah Konsep Dasar IPS SD.

3. Ibu bapak ibu guru yang telah memberikan ilmunya kepada kami sebagai bekal mengahadapi kehidupan dan masa depan.

4. Dan tak lupa orang tua kami yang senantiasa menunggu dan berdo’a dirumah untuk kesuksesan putra-putrinya.

Akhir kata, kami sebagai penyusun mengharapkan kritik dan saran dalam rangka menujunjukkan kebenaran demi kesempurnaan makalah selanjutnya.

(5)

Penyusun

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

Air merupakan komponen yang terpenting bagi kehidupan manusia. Tubuh manusia tersusun dari jutaan sel dan hamper keseluruhan sel tersebut

mengandung senyawa air (H2O). Menurut penelitian, hamper 67% tubuh manusia terdiri dari air.

Selain sebagai kebutuhan pokok manuusia, air juga bermannfaat

dimanapun tempatnya. Di sungai air bermanfaat untuk pengairan di daerah pertanian, di laut air bermanfaat untuk tempat hidup hewan dan tumbuhan air serta sebagai sumber mata pencaharian bagi yang mencari nafkah dari lautan, misalnya nelayan, petani rumput laut, dan lain sebagainya.

Secara perlahan-lahan, namun pasti, pemanfaatan sumber daya alam laut di Indonesia terus berkembang, terutama untuk memenuhi kebutuhan akan pangan (khususnya sebagai sumber protein hewani), energi, bahan baku, serta perluasan lapangan kerja dan peningkatan pendapatan Negara.

Dewasa ini sumberdaya alam dan lingkungan telah menjadi barang langka akibat tingkat ekstraksi yang berlebihan over-exploitation dan kurang

memperhatikan aspek keberlanjutan. Kegagalan pengelolaan SDA dan lingkungan hidup ditengarai akibat adanya tiga kegagalan dasar dari komponen perangkat dan pelaku pengelolaan.

Maraknya pencemaran air laut menjadikan ekosistem laut rusak dan banyak kerugian bagi sebagian besar orang yang mencari penghasilan dari laut, selain itu akan terjadi ketidakseimbangan dalam rantai makanan di daerah laut.

1.2 Rumusan Masalah

Makalah ini ditulis dengan rumusan masalah sebagai berikut:

1. Apa definisi air, laut, nelayan, dan pencemaran air?

2. Apa yang menjadi sumber dan bahan pencemaran air laut? 3. Apa saja dampak dari pencemaran air laut bagi makhluk hidup,

(6)

4. Bagaimana pencegahan dan penanggulangan dari pencemaran air laut?

1.3 Tujuan Penulisan

Penulisan makalah ini bertujuan untuk:

1. Memahami tentang definisi dari air, laut, nelayan, dan pencemaran air 2. Mengetahui yang menjadi sumber dari pencemaran air laut.

3. Memahami dampak dari pencemaran air laut bagi makhluk hidup, lingkungan, dan khususnya bagi nelayan.

4. Mengetahui pencegahan dan penanggulangan dan pencegahan dari pencemaran air laut..

1.4 Manfaat Penulisan

Penulisan makalah ini bermanfaat sebagai:

1. Untuk memenuhi tugas Ujian Tengah Semester Gasal mata kuliah Konsep Dasar IPS SD

2. Sebagai referensi tentang pencemaran laut.

3. Sebagai pencerahan bagi pembaca tentang pencemaran air laut, dampak, pencegahannya.

BAB II

(7)

Laut adalah bagian muka bumi yang tertutup air dan mempunyai

salinitas yang cukup tinggi. Ilmu yang mempelajari tentang laut disebut oseanografi. Laut yang sangat luas dan terletak di antara benua disebut samudra. Contoh laut samudra, misalnya Samudra Pasifik, Samudra Hindia, Samudra Atlantik, dll. Laut adalah perairan yang terletak di antara pulau-pulau (bagian muka bumi yang tertutup air dan punya kadar garam tinggi), misalnya Laut Tengah, Laut Kaspia, Laut Jawa, dll. Sedangkan, laut yang relatif melewati dua pulau yang sangat dekat disebut selat, contohnya selat Malaka. Ada juga bagian laut yang menjorok ke daratan disebut teluk,

misalnya Teluk Benggala dan Teluk Jakarta. Terdapat juga laut sengaja digali atau dikeruk untuk menghubungkan daratan dan lautan untuk pelayaran disebut terusan.

2.1.1 Jenis-jenis laut dapat dibagi dalam beberapa jenis, yaitu: a) Brdasarkan cara terjadinya

b) Menurut letaknya c) Menurut kedalamannya

2.1.1.1 Berdasarkan cara terjadinya, laut dibagi menjadi:

1. Laut Transgresi: laut transgesi adalah laut yang terjadi karena genangan air laut terhadap daratan akibat kenaikan permukaan air laut 60-70 m pada zaman berakhirnya zaman es, Hal ini mengakibatkan daerah dataran rendah Indonesia Barat dan Timur yang semula darat berubah menjadi laut dangkal. Contoh: Laut Jawa. Selat Karimata, Laut Cina Selatan. dan Laut Arafuru.

2. Laut Ingresi: laut ingresi adalah laut dalam karena dasar taut mengalami gerakan menurun/turunnya tanah di dasar taut. Contoh: Laut Banda. Laut Flores, Laut Sulawesi, dan Laut Maluku.

(8)

2.1.1.2 Jenis-jenis laut menurut letaknya dibagi menjadi:

1. Laut Tepi: laut tepi adalah laut yang letaknya di tepi benua seakan-akan terpisah oleh deretan pulau atau jazirah. Contoh: Laut Cina Selatan, dipisahkan oleh Kepulauan Indonesia dan Kepulauan Filipina.

2. Laut Pertengahan: laut pertangahan adatah laut yang terletak di antara benua-benua. Contoh: Laut Tengah, antara benua Asia-Eropa Afrika.

3. Laut Pedalaman: laut pedalaman adalah laut yang terletak di tengah-tengah benua atau dikeliling daratan. Contoh: Laut Kaspia, Laut Hitam dan Laut Mati.

2.1.1.3 Jenis-jenis laut berdasarkan kedalamannya dibagi menjadi beberapa zona, yaitu:

1 Zona litoral: zona litoral adalah laut yang terletak antara garis pasang dan garis surut.

2 Zona neritis: zona neritis adalah laut yang terletak pada kedalaman 0-200 meter. Ciri pada zona ini adalah sinar matahari masih bisa tembus. kedalaman < 200 meter. dan merupakan zona paling subur bagi ikan.

3 Zona batial: zona batial adalah laut yang terletak pada kedalaman 200-2.000 meter. secara geologis merupakan batas antara daratan dengan perairan. Ciri zona ini adalah kedalaman 200-2.000 m dan sinar matahari tidak bisa masuk.

(9)

5 Zona palung: Zona palung adalah laut yang terletak pada kedalaman atau isobath > 6000 m. Contoh: Palung Jawa. Palung Weber, Palung Sulawesi, dan Palung Mindanau.

2.2 Pengertian Pencemaran

Pencemaran adalah masuknya atau dimasukkannya makhluk hidup, zat energi, dan atau komponen lain ke dalam lingkungan, atau berubahnya tatanan lingkungan oleh kegiatan manusia atau oleh proses alam sehingga kualitas lingkungan turun sampai ke tingkat tertentu yang menyebabkan lingkungan menjadi kurang atau tidak dapat berfungsi lagi sesuai dengan peruntukannya. Definisi ini sesuai dengan pengertian pencemaran pada (Undang-undang Pokok Pengelolaan Lingkungan Hidup No. 4 Tahun 1982.

Sedangkan bahan pencemar disebut dengan polutan. Syarat-syarat suatu zat disebut polutan bila keberadaannya dapat menyebabkan kerugian terhadap makhluk hidup, hal ini dapat terjadi jika terdapat pada kondisi :

1. jumlahnya melebihi jumlah normal

2. berada pada waktu yang tidak tepat

3. berada pada tempat yang tidak tepat

Sifat polutan adalah :

1. Merusak untuk sementara, tetapi bila telah bereaksi dengan zat lingkungan tidak merusak lagi

2. Merusak dalam jangka waktu lama.

(10)

2.2.1 Macam-Macam Pencemaran a) Menurut tempat terjadinya

Menurut tempat terjadinya, pencemaran dapat digolongkan menjadi tiga, yaitu pencemaran udara, air, dan tanah.

1. Pencemaran udara

Pencemar udara dapat berupa gas dan partikel. Contohnya sebagai berikut:

1. Gas HzS. Gas ini bersifat racun, terdapat di kawasan gunung berapi, bisa juga dihasilkan dari pembakaran minyak bumi dan batu bara.

2. Gas CO dan COz. Karbon monoksida (CO) tidak berwarna dan tidak berbau, bersifat racun, merupakan hash

pembakaran yang tidak sempurna dari bahan buangan mobil dan mesin letup. Gas COZ dalam udara murni berjumlah 0,03%. Bila melebihi toleransi dapat meng- ganggu pernapasan. Selain itu, gas C02 yang terlalu

berlebihan di bumi dapat mengikat panas matahari sehingga suhu bumi panas. Pemanasan global di bumi akibat C02 disebut juga sebagai efek rumah kaca

3. Partikel SOZ dan NO2. Kedua partikel ini bersama dengan partikel cair membentuk embun, membentuk awan dekat tanah yang dapat mengganggu pernapasan. Partikel padat, misalnya bakteri, jamur, virus, bulu, dan tepung sari juga dapat mengganggu kesehatan

(11)

radioaktif ini akan terakumulusi di tanah, air, hewan, tumbuhan, dan juga pada manusia. Efek pencemaran nuklir terhadap makhluk hidup, dalam taraf tertentu, dapat menyebabkan mutasi, berbagai penyakit akibat kelainan gen, dan bahkan kematian Pencemaran udara dinyatakan dengan ppm (part per million) yang artinya jumlah cm3 polutan per m3 udara.

2. Pencemaran Air

Polusi air dapat disebabkan oleh beberapa jenis pencemar sebagai berikut:

1. Pembuangan limbah industri, sisa insektisida, dan pembuangan sampah domestik, misalnya, sisa detergen mencemari air. Buangan industri seperti Pb, Hg, Zn, dan CO, dapat terakumulasi dan bersifat racun.

2. Sampah organik yang dibusukkan oleh bakteri

menyebabkan 02 di air berkurang sehingga mengganggu aktivitas kehidupan organisme air

3. Fosfat hasil pembusukan bersama h03 dan pupuk pertanian terakumulasi dan menyebabkan eutrofikasi, yaitu penimbunan mineral yang menyebabkan

pertumbuhan yang cepat pada alga (Blooming alga). Akibatnya, tanaman di dalam air tidak dapat

berfotosintesis karena sinar matahari terhalang.

Salah satu bahan pencemar di laut ada lah tumpahan minyak bumi, akibat kecelakaan kapal tanker minyak yang sering terjadi. Banyak organisme akuatik yang mati atau

(12)

manusia semakin banyak. Secara ekologis, dapat mengganggu ekosistem laut.

Bila terjadi pencemaran di air, maka terjadi akumulasi zat pencemar pada tubuh organisme air. Akumulasi pencemar ini semakin meningkat pada organisme pemangsa yang lebih besar.

3. Pencemaran tanah

Pencemaran tanah disebabkan oleh beberapa jenis pencemaran berikut ini :

1. Sampah-sampah plastik yang sukar hancur, botol, karet sintesis,

pecahan kaca, dan kaleng

2. yang bersifat non bio degradable (secara alami sulit diuraikan)

3. Zat kimia dari buangan pertanian, misalnya insektisida.

4. Pencemaran Suara

Polusi suara disebabkan oleh suara bising kendaraan bermotor, kapal terbang, deru mesin pabrik, radio/tape recorder yang berbunyi keras sehingga mengganggu pendengaran.

b) Menurut Bahan Pencemar

Macam-macam bahan pencemar adalah sebagi berikut:

1. Kimia

Berupa zat radio aktif, logam (Hg, Pb, As, Cd, Cr dan Hi), pupuk anorganik, pestisida, detergen dan minyak.

2. Biologi

(13)

3. Fisik

Berupa kaleng-kaleng, botol, plastik, dan karet.

d) Menurut Tingkat Pencemar

Menurut WHO, tingkat pencemaran didasarkan pada kadar zat pencemar dan waktu (lamanya) kontak. Tingkat pencemaran dibedakan menjadi 3, yaitu sebagai berikut :

1. Pencemaran yang mulai mengakibatkan iritasi (gangguan) ringan pada panca indra dan tubuh serta telah menimbulkan kerusakan pada ekosistem lain. Misalnya gas buangan kendaraan bermotor yang menyebabkan mata pedih.

2. Pencemaran yang sudah mengakibatkan reaksi pada faal tubuh dan menyebabkan sakit yang kronis. Misalnya pencemaran Hg (air raksa) di Minamata Jepang yang menyebabkan kanker dan lahirnya bayi cacat.

3. Pencemaran yang kadar zat-zat pencemarnya demikian

besarnya sehingga menimbulkan gangguan dan sakit atau kematian dalam lingkungan. Misalnya pencemaran nuklir.

2.2.2 Parameter Pencemaran

Dengan mengetahui beberapa parameter yang ada pada

daerah/kawasan penelitian akan dapat diketahui tingkat pencemaran atau apakah lingkungan itu sudah terkena pencemaran atau belum. Paramaterparameter yang merupakan indikator terjadinya

pencemaran adalah sebagai berikut :

(14)

Parameter kimia meliputi C02, pH, alkalinitas, fosfor, dan logam-logam berat.

2. Parameter biokimia

Parameter biokimia meliputi BOD (Biochemical Oxygen Demand), yaitu jumlah oksigen dalam air. Cara pengukurannya adalah dengan menyimpan sampel air yang telah diketahui kandungan oksigennya selama 5 hari. Kemudian kadar oksigennya diukur lagi. BOD digunakan untuk mengukur banyaknya pencemar organik. Menurut menteri kesehatan, kandungan oksigen dalam air minum atau BOD tidak boleh kurang dari 3 ppm.

3. Parameter fisik

Parameter fisik meliputi temperatur, warna, rasa, bau, kekeruhan, dan radioaktivitas.

4. Parameter biologi

Parameter biologi meliputi ada atau tidaknya mikroorganisme, misalnya, bakteri coli, virus, bentos, dan plankton.

2.3 Pengertian Nelayan

Nelayan adalah orang yang mata pencahariannya melakukan penangkapan ikan. Dalam perstatistikan perikanan perairan umum, nelayan adalah orang yang secara aktif melakukan operasi penangkapan ikan di perairan umum. Orang yang melakukan pekerjaan seperti membuat jaring, mengangkut alat-alat penangkapan ikan ke dalam perahu atau kapal motor, mengangkut ikan dari perahu atau kapal motor, tidak dikategorikan sebagai nelayan (Departemen Kelautan dan Perikanan,2002)

(15)

yang bekerja dengan alat tangkap milik orang lain. Sebaliknya nelayan juragan adalah nelayan yang memiliki alat tangkap yang dioperasikan oleh orang lain. Sedangkan nelayan perorangan adalah nelayan yang memiliki peralatan tangkap sendiri, dan dalam pengoperasiannya tidak melibatkan orang lain (Subri, 2005)

(16)

BAB III PEMBAHASAN

3.1 Pengertian Air, Laut, Nelayan, dan Pencemaran Air 3.1.1 Definisi Air

Air adalah senyawa kimia yang merupakan hasil ikatan dari unsur hidrogen (H2) yang bersenyawa dengan unsur oksigen (O) dalam hal ini membentuk senyawa H2O. Air merupakan senyawa kimia yang sangat penting bagi kehidupan makhluk hidup di bumi ini.

Fungsi air tidak dapat digantikan oleh senyawa apapun. Air merupakan komponen terpenting dari kehidupan manusia. Tubuh manusia tersusun dari jutaan sel dan hamper keseluruhan sel tersebut mengandung senyawa air (H2O). menurut penelitian, hampir 67% dari berat tubuh manusia terdiri dari air. Manfaat air bagi tubuh adalah membantu proses pencernaan, mengatur proses metabolism, mengangkut zat-zat

makanan, dan menjaga keseimbangan suhu tubuh.

3.1.2 Definisi Laut

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, laut adalah kumpulan air asin dalam jumlah yang banyak dan luas yang menggenangi dan

(17)

Di laut terdapat berbagai sumber daya alam, baik yang dapat diperbaharui (renewable) maupun tidak dapat diperbaharui (non-renewable). Secara perlahan-lahan namun pasti, pemanfaatan sumber daya alam laut di Indonesia terus berkembang, terutama untuk memenuhi kebutuhan pangan

(khususnya sebagai sumber protein hewani), energi, bahan baku, serta perluasan lapangan kerja dan peningkatan pendapatan Negara.

3.1.3 Definisi Nelayan

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia nalayan adalah orang yang mata pencaharian utamanya adalah menangkap ikan (di laut).

Nelayan adalah istilah bagi orang-orang yang sehari-harinya bekerja menangkap ikan atau biota lainnya yang hidup di dasar, kolom maupun permukaan perairan. Perairan yang menjadi daerah aktivitas nelayan ini dapat merupakan perairan tawar, payau maupun laut. Di negara-negara berkembang seperti di Asia Tenggara atau di Afrika, masih banyak nelayan yang menggunakan peralatan yang sederhana dalam menangkap ikan. Nelayan di negara-negara maju biasanya menggunakan peralatan modern dan kapal yang besar yang dilengkapi teknologi canggih.

3.1.4 Definisi Pencemaran Air

Pencemaran adalah masuk atau dimasukkannya mahluk hidup, zat, energi dan/ atau komponen lain ke dalam air. Pencemaran juga bisa berarti berubahnya tatanan (komposisi) air oleh kegiatan manusia dan proses alam, sehingga kualitas air menjadi kurang atau tidak dapat berfungsi lagi sesuai dengan peruntukkannya.

Definisi pencemaran yang lebih jelas adalah menurut Akta Kualiti Alam(1974) yang menyatakan bahwa pencemaran adalah perubahan secara langsung atau tidak langsung kepada sifat-sifat fisik, kimia, biologi atau radiasi dari bagian alam sekeliling dengan cara melepaskan, mengeluarkan atau meletakkan buangan hingga

(18)

kesehatan, keselamatan atau kebaikan alam atau organisme-organisme lain, tumbuhan dan hewan.

3.2 Sumber dan Penyebab Pencemaran Air Laut 3.2.1 Sumber Pencemaran Air Laut

Pencemaran laut pada umumnya diakibatkan oleh masuknya ke laut zat-zat pencemaran dari (a) lautan sendiri dan (b) yang dibawa berasal dari daratan.

A. Yang bersumber dari pencemaran laut sendiri mungkin berasal dari:

1. Kapal

Berupa pembuangan minyak yang merupakan pembuangan Routine, pembersihan kapal tangki kebocoran kapal dan hal lain yang mungkin saja dapat terjadi ialah kecelakaan kapal berupa pecahnya kapal, kandasnya kapal, ataupun tabrakan kapal 2. Instalasi Minyak di Lautan

Yang mungkin mengalami kebocoran ataupun rusak

B. Yang bersumber dari darat bisa berupa:

1. Datang melalui udara, berupa pestisida atau lainnya. 2. Pembuangan sampah ke laut (dumping), dan

3. Melalui air buangan sungai 3.2.2 Penyebab Pencemaran Laut

Pencemaran air dapat disebabkan oleh hal-hal berikut: 1. Pembuangan limbah industri ke perairan laut 2. Pembuangan limbah rumah tangga (domestik)

3. Terjadinya erosi yang membawa partikel-partikel tanah ke perairan.

4. Penggunaan racun dan bahan peledak dalam menangkap ikan.

5. Pembuangan limbah rumah sakit, limbah peternakan ke sungai.

(19)

7. Dan lain-lain.

3.3 Dampak Pencemaran Air Laut terhadap Makhluk Hidup, Lingkungan, dan Khususnya Nelayan

3.3.1 Dampak Pencemaran Air Laut terhadap Makhluk Hidup Adapun dampak pencemaran air laut adalah:

1. Komponen hidrokarbon yang bersifat toksik berpengaruh pada reproduksi, perkembangan, pertumbuhan, dan perilaku biota laut, terutama pada plankton, bahkan dapat mematikan ikan, dengan sendirinya dapat menurunkan produksi ikan.

2. Molekul hidrokarbon minyak dapat merusak membran sel biota laut, mengakibatkan keluarnya cairan sel dan berpenetrasinya bahan tersebut ke dalam sel. Berbagai jenis udang dan ikan akan beraroma dan berbau minyak, sehingga menurun mutunya. 3. Minyak di dalam laut dapat termakan oleh biota laut. Sebagian

senyawa minyak dapat dikeluarkan bersama-sama makanan, sedang sebagian lagi dapat terakumulasi dalam senyawa lemak dan protein. Sifat akumulasi ini dapat dipindahkan dari organisma satu ke organisma lain melalui rantai makanan. Jadi, akumulasi minyak di dalam zooplankton dapat berpindah ke ikan

pemangsanya. Demikian seterusnya bila ikan tersebut dimakan ikan yang lebih besar, hewan-hewan laut lainnya, dan bahkan manusia.

(20)

minyak, kemudian dalam usahanya membersihkan tubuh mereka dari minyak, mereka biasanya akan menjilat bulu-bulunya, akibatnya mereka banyak minum minyak dan akhirnya meracuni diri sendiri. Disamping itu dengan minyak yang menempel pada bulu burung, maka burung akan kehilangan kemampuan untuk mengisolasi temperatur sekitar ( kehilangan daya sekat), sehingga menyebabkan hilangnya panas tubuh burung, yang jika terjadi secara terus-menerus akan menyebabkan burung tersebut kehilangan nafsu makan dan penggunaan cadangan makanan dalam tubuhnya.

5. Dan lain-lain

3.3.2 Dampak Pencemaran Air Laut terhadap Lingkungan Adapun dampak pencemaran air laut terhadap lingkungan sekitarnya adalah sebagai berkut:

1. Komponen minyak yang tidak dapat larut di dalam air akan mengapung yang menyebabkan air laut berwarna hitam

2. Beberapa komponen minyak tenggelam dan terakumulasi di dalam sedimen sebagai deposit hitam pada pasir dan batuan-batuan di pantai.

3. Sumber pencemaran perairan pesisir biasa terdiri dari limbah industri, limbah cair pemukiman (sewage), limbah cair perkotaan (urban stormwater), pelayaran (shipping), pertanian, dan perikanan budidaya. Bahan pencemar utama yang terkandung dalam buangan limbah tersebut berupa sedimen, unsur hara (nutriens), logam beracun (toxic metals), pestisida, organisme eksotik, organisme pathogen, sampah, dan oxygen depleting substances (bahan-bahan yang menyebabkan oksigen yang terlarut dalam air laut berkurang). 4. komunitas terumbu karang sangat penting sebagai penompang

(21)

seperti ikan, lobster, kepiting, cumi cumi, tumbuhan laut seperti rumput laut, algae juga ikut musnah.

5. pencemaran laut oleh minyak akan sangat membahayakan binatang dan tumbuhan yang langka dan dilindungi, tentunya merupakan kehilangan yang tak ternilai harganya.

6. Dan lain-lain

3.3.3 Dampak Pencemaran Air Laut terhadap Nelayan

Berikut adalah dampak dari pencemaran air laut terhadap kaum nelayan:

1. Saat air laut tercemar oleh limbah industry missal minyak atau oli, nelayan tidak dapat melaut karena ikan yang didapatkan hanya akan sedikit

2. Air laut menjadi tidak bening sehingga sulit untuk mencari hasil tangkapan

3. Merusak ekosistem laut yang mengakibatkan sulit untuk mencari tempat untuk bertani rumput laut atau biota laut lain.

4. Dan lain-lain.

4.3 Pencegahan dan Penanggulangan Pencemaran Air Laut 4.3.1 Pencegahan Pencemaran Air Laut

Berikut adalah beberapa upayaa pencegahan yang dapat dilakukan untuk mencegah pencemaran air laut:

1. Pengadaan tangki ballast terpisah ( Seperated ballast tank ) atau COW pada ukuran kapal – kapal tanki tertentu ditambah dengan peralatan ODM oil Separator dan sebagainya.

2. Memberi batasan – batasan jumlah minyak yang dapat dibuang kelaut

3. Menentukan daerah – daerah pembuangan minyak

4. Keharusan pelabuhan – pelabuhan khusus pelabuhan minyak untuk menyediakan tanki penampungan slop ( Ballast kotor )

5. Tidak menggunakan pukat harimau atau bom bagi nelayan yang mencari ikan

6. Tidak membiasakan diri untuk membuang sampah di laut 7. Dan lain-lain

(22)

Barikut adalah beberapa upaya yang dilakukan untuk penggulangan pencemaran air laut , yaitu:

1. Belajar tentang praktik pembuangan limbah yang tepat. 2. Tidak membuang sampah di sembarang tepat

3. Masyarakat juga bisa menuntut terhadap peraturan pemerintah, agar memperketat aturan pembuangan limbah pabrikdan mendorong perusahaan untuk melakukan cara-cara bersih dalam pelepasan limbah ke laut

4. Pemerintah dapat memasang pintu air di muara sungai untuk mencegah sampah menuju ke laut

5. Oli, cat, dan bahan kinia pembersih merupakan bahan yang harus dibuang dengan benar, tidak bisa dibuang sia-sia atau langsung tumpah ke tanah. Setiap pembuangan bahan itu mengurangi pasokan air dan mungkin menyebabkan polusi di laut

6. Dan lain-lain.

BAB IV PENUTUP 4.1 Simpulan

(23)

energi dan/ atau komponen lain ke dalam air laut. Pencemaran juga bisa berarti berubahnya tatanan (komposisi) air laut oleh kegiatan manusia dan proses alam, sehingga kualitas air laut menjadi kurang atau tidak dapat berfungsi lagi sesuai dengan peruntukkannya.

Pencemaran air laut ini sangat merugikan banyak pihak, terlebih terhadap kaum nelayan dan orang-orang lain yang penyambungan hidupnya berasal dari laut.

4.2 Saran-Saran

Kita sebagai warga Negara yang baik hendaknya peduli terhadap lingkungan sekitar, peduli terhadap apa yang menjadi permasalahan negeri ini.

Negara ini adalah Negara maritime, banyak orang yang untuk menyambung hidupnya menggantungkan laut sebagai sumbernya, banyak nelayan yang hidup bertahun-tahun sebagai menggantung pada ikan-ikan hasil tangkapannya, tetapi mirisnya adalah limbah-limbah yang tidak ada kata berhenti yang membuat ikan-ikan mati membuat penghasilan para nelayan menjadi menurun. Kita sebagai calon pendidik dan hendaknya menanamkan pada anak didik kita sedari dini untuk senantiasa mencintai lingkungannnya, mencintai alamnya, dan termasuk mancintai lautnya, agar kaum berpendidikan kelak tidak seenaknya saja membuang limbahnya di laut.

DAFTAR RUJUKAN

Kantaatmadja, Komar. 1981. Gantirugi Internasional Pencemaran Minyak di Laut. Bandung: Penerbit Almuni.

Mahida, U.N.1981. Pencemaran Air. Jakarta: C. V. Rajawali.

Alamsyah, Sujana.2006. Merakit Sendiri Alat Penjernih Air untuk Rumah Tangga.

(24)

Sastrawijaya, A. Tresna. 1991. Pencemaran Lingkungan. Jakarta: Rineka Cipta.

Resosoedarmo, dkk. 1992. Pengantar Ekologi. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.

“Nelayan”. Web. 22 Oktober 2014. <www.id.wikipedia.org>

Referensi

Dokumen terkait

Polusi atau pencemaran lingkungan adalah masuknya atau dimasukkannya makluk hidup, zat energi, dan atau komponen lain ke dalam lngkungan atau berubahnya tatanan lingkungan oleh

Pencemaran lingkungan adalah masuknya atau dimasukkannya makhluk hidup, zat, energi, dan atau komponen lain ke dalam lingkungan dan atau berubahnya tatanan

Pencemaran lingkungan adalah masuknya atau dimasukkannya makhluk hidup, zat, energi, dan atau komponen lain ke dalam lingkungan dan atau berubahnya tatanan lingkungan oleh

Pencemaran lingkungan merupakan Masuknya atau dimasukkannya makhluk hidup, zat energi dan atau komponen lain ke dalam lingkungan, atau berubahnya tatanan

Polusi atau pencemaran lingkungan adalah masuknya atau dimasukkannya zat energi, dan atau komponen lain ke dalam lingkungan atau berubahnya tatanan lingkungan oleh kegiatan

Polusi atau pencemaran lingkungan adalah masuknya atau dimasukkannya makhluk hidup, zat energy, dan atau komponen lain ke dalam lingkungan atau berubahnya tatanan lingkungan

Polusi atau pencemaran lingkungan adalah masuknya atau dimasukkannya makhluk hidup , zat energi, dan atau komponen lain kedalam lingkungan , atau berubahnya tatanan lingkungan

Polusi atau pencemaran lingkungan adalah masuknya atau dimasukkannya makhluk hidup, zat energi, dan atau komponen lain ke dalam lingkungan, atau berubahnya tatanan lingkungan