MAKALAH
PEMBELAJARAN MATEMATIKA SD
“
Menelaah Hasil Kajian Kurikulum 2013 dan Kurikulum Merdeka”
Disusun Oleh:
Kelompok 2
Amelia Wardana Hasibuan (22129009)
Chandatya Azzahra (22129253)
Dyni Arrisky Pradipta (22129028)
Marsya Yahya (22129314)
Nadia Fitri (22129185)
Dosen Pengampu:
Masniladevi, S.Pd, M.Pd
DEPARTEMEN PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAR NEGERI PADANG
2023
KATA PENGANTAR
Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa. Atas rahmat dan hidayah- Nya, kami dapat menyelesaikan tugas makalah yang berjudul “Menelaah Hasil Kajian Kurikulum 2013” dengan tepat waktu.
Makalah ini disusun untuk memenuhi tugas Mata Kuliah Pembelajaran Matematika SD.
Selain itu, makalah ini bertujuan menambah wawasan tentang hasil kajian kurikulum 2013 yang sangat penting untuk dijadikan sebagai landasan dalam proses pembelajaran.
Kami mengucapkan terimakasih kepada Ibu Masniladevi, S.Pd, M.Pd selaku Dosen Mata Kuliah Pembelajaran Matematika SD. Ucapan terimakasih juga diucapkan kepada semua anggota kelompok yang telah membantu menyelesaikan makalah ini.
Padang, 05 September 2023
Kelompok 2
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR...1
DAFTAR ISI...2
BAB I PENDAHULUAN...3
A. Latar Belakang...3
B. Rumusan Masalah...3
C. Tujuan Masalah...3
BAB II PEMBAHASAN...5
A. Pengertian Kurikulum, KI, KD, dan Indikator...5
B. Pemetaan Kompetensi Inti (KI) dan Kompetensi Dasar (KD) Pelajaran Matematika Kelas II SD, serta Kurikulum Merdeka...5
C. Perbedaan Kurikulum Merdeka dan K13...23
BAB III PENUTUP...28
A. Kesimpulan...28
B. Saran...28
DAFTAR PUSTAKA...29
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Kurikulum merupakan salah satuh komponen yang ada dalam sistem pendidikan.
Dimana kurikulum akan memberikan arah dan menjadi pedoman dalam pelaksanaan proses pendidikan, khususnya di lembaga-lembaga pendidikan formal. Tanpa adanya kurikulum proses pendidikan tidak akan berjalan terarah dengan baik.
Tujuan khusus dari kurikulum 2013 adalah mempersiapkan penerus bangsa dan generasi baru yang memiliki kemampuan menjadi pribadi beriman, produktif, kreatif, dan inovatif; serta warga negara yang mampu berkontribusi bagi kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Berdasarkan tujuan tersebut, kurikulum 2013 dirancang dengan memperhatikan kebutuhan siswa pada masa ini maupun masa depan. . Kompetensi yang harus dicapai oleh siswa meliputi tiga aspek, yaitu pengetahuan, keterampilan, dan sikap spiritual serta sikap sosial. Pencapaian kompetensi pengetahuan dapat dilihat dari nilai evaluasi atau tes. Kompetensi keterampilan dapat diamati dari hasil penugasan yang diberikan kepada siswa. Sementara itu, pencapaian kompetensi sikap spiritual dan sikap sosial secara tidak langsung diperoleh dari proses pembelajaran, antara lain keteladanan, kesopanan, tanggung jawab, dan kedisplinan. Di dalam makalah ini akan membahas pemetaan KI dan KD serta indikator pelajaran matematika kelas II SD.
B. Rumusan Masalah
1. Apa yang dimaksud dengan Kurikulum, KI, KD, dan Indikator?
2. Bagaimana pemetaan KI dan KD pelajaran Matematika pada kelas II SD?
3. Apa saja indikator dan tujuan pembelajaran pada kelas II SD?
4. Bagaimana kesesuaian materi terhadap KD K13?
5. Apa perbedaan dan persamaan K13 dan Kumer dari segala aspek ? 6. Bagaimana materi pada kelas II SD pada K13 dan Kumer ?
C. Tujuan Penulisan
1. Untuk mengetahui pemetaan KI dan KD pelajaran Matematika pada kelas II SD 2. Untuk menganalisis indikator dan tujuan pembelajaran pada kelas II SD
3. Untuk menganalisis kesesuaian materi terhadap KD pada K13
4. Untuk mengetahui perbedaan dan persamaan K13 dan Kumer dari segala aspek 5. Untuk mengetahui materi pada kelas II SD pada K13 dan Kumer
BAB II PEMBAHASAN
A. Pengertian Kurikulum, KI, KD, dan Indikator
Dalam UU No.20 tahun 2003 pasal 1 ayat (19), menyatakan bahwa kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu.
Kompetensi Inti merupakan landasan untuk pengembangan Kompetensi Dasar.
Kompetensi inti adalah kompetensi utama yang diuraikan ke dalam beberapa aspek, yaitu aspek sikap, pengetahuan, dan keterampilan dan harus dipelajari oleh peserta didik di setiap jenjang dan mata pelajaran. Menurut Permendikbud Nomor 24 Tahun 2016, kompetensi inti pada kurikulum 2013 adalah kemampuan untuk mencapai standar kompetensi lulusan yang harus dimiliki peserta didik setiap tingkat kelas.
Kompetensi Dasar adalah kompentensi yang terdiri atas sikap, pengetahuan, dan keterampilan yang bersumber pada KI yang harus dikuasai peserta didik. Indikator adalah penanda pencapaian kompetensi dasar yang dijadikan untuk mengetahui ketercapaian tujuan pembelajaran.
B. Pemetaan Kompetensi inti (KI) dan Kompetensi dasar (KD) pelajaran matematika kelas II SD, serta Kurikulum Merdeka
1. Kompetensi Inti (KI)
KOMPETENSI INTI 1 SPIRITUAL
KOMPETENSI INTI 2 SIKAP
KOMPETENSI INTI 3 PENGETAHUAN
KOMPTENSI INTI 4 KETERAMPILAN
1.
Menerima dan menjalankan ajaran agama yangdianutnya.
2.
Memiliki perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, santun, peduli, dan percaya diri dalam berinteraksi dengan3.
Memahami pengetahuan faktual dengan caramengamati (mendengar, melihat, membaca) dan menanya berdasarkan
4.
Menyajikan pengetahuan faktual dalam bahasa yang jelas dan logis, dalam karya yang estetis, dalam gerakan yangmencerminkan
keluarga, teman, dan guru.
rasa ingin tahu tentang dirinya, makhluk ciptaan Tuhan dan
kegiatannya, dan benda- benda yang dijumpainya di rumah dan di sekolah.
anak sehat, dan dalam tindakan yang
mencerminkan perilaku anak beriman dan berakhlak muli a.
2. KOMPETENSI DASAR (KD)
KD TEMA SUBTEM
A
PEMBE LAJARA
N
INDIKATOR MATERI
3.1 Menjelaskan makna bilangan cacah dan menentukan
lambangnya
berdasarkan nilai tempat dengan menggunakan model konkret serta cara membacanya.
4.1 Membaca dan menyajikan bilangan
cacah dan
lambangnya
berdasarkan nilai tempat dengan menggunakan model konkret
1: Hidup Rukun
1: Hidup Rukun di Rumah
1, 3, 4, 6 3.1.1 Menjelaskan makna bilangan cacah
3.1.2 Menentukan lambang
bilangan cacah berdasarkan nilai tempat dengan
menggunakan model konkret serta cara membacanya.
4.1.1 Membaca bilangan cacah Berdasarkan nilai tempat dengan
menggunakan model konkret.
4.1.2 Menyajikan lambang
bilangan cacah
Bilangan cacah 1. Makna bilangan cacah
2.Lambang bilangan cacah sampai 999 Berdasarkan nilai tempat dengan model konkret.
3.Membaca
bilangan cacah sampai dengan 999 4.Menyajikan
lambang bilangan
cacah sampai
dengan 999
berdasarkan nilai tempat degan
menggunakan model konkret.
3.2 Membandingkan dua bilangan cacah 4.2 Mengurutkan
bilangan-bilangan dari bilangan terkecil ke bilangan terbesar atau sebaliknya
1 2 1, 3, 4, 6 3.2.1 Membandingka
n dua bilangan cacah untuk menentukan bilangan terkecil
3.2.2 Membandingka n dua bilangan cacah untuk menentukan bilangan terbesar
4.2.1 Mengurutkan bilangan-
bilangan dari bilangan
terkecil ke bilangan
terbesar 4.2.2 Mengurutkan
bilangan-
bilangan dari bilangan
terbesar ke bilangan
terkecil
Bilangan cacah 1. Membandingan nilai angka dua bilangan pada tempat ratusan, puluhan, dan satuan.
2. Membandingkan dan menuliskan lebih dari, kurang dari, atau sama dengan dua buah bilangan
3.Mengurutkan bilangan cacah dari yang terkecil ke yang terbesar atau sebaliknya
3.3 Menjelaskan dan melakukan
penjumlahan dan pengurangan
bilangan yang melibatkan bilangan cacah sampai dengan
999 dalam
kehidupan sehari-
hari serta
1 3, 4 1, 3, 4, 6 3.3.1 Menjelaskan penjumlahan bilangan yang melibatkan bilangan cacah sampai dengan
999 dalam
kehidupan sehari-hari 3.3.2 Menjelaskan
Pengurangan dan penjumlahan bilangan cacah sampai 999
1. Menentukan penjumlahan
bilangan dengan cara panjang atau cara pendek
mengaitkan
penjumlahan dan pengurangan
4.3 Menyelesaikan masalah
penjumlahan dan pengurangan
bilangan yang melibatkan bilangan
999 dalam
kehidupan sehari-
hari serta
mengaitkan
penjumlahan dan pengurangan
pengurangan bilangan yang melibatkan bilangan cacah sampai dengan
999 dalam
kehidupan sehari-hari 3.3.3 melakukan
penjumlahan bilangan yang melibatkan bilangan cacah sampai dengan
999 dalam
kehidupan sehari-hari 3.3.4 melakukan
pengurangan bilangan yang melibatkan bilangan cacah sampai dengan
999 dalam
kehidupan sehari-hari 4.3.1 Menyelesaikan
masalah penjumlahan bilangan yang melibatkan bilangan 999 dalam
kehidupan sehari-hari 4.3.2 Menyelesaikan
masalah pengurangan bilangan yang melibatkan bilangan 999 dalam
2. Menentukan pengurangan
bilangan dengan cara panjang atau cara pendek
3. Menentukan penjumlahan
bilangan yang melibatkan bilangan
cacah sampai
dengan 999
4. Menentukan pengurangan
bilangan yang melibatkan bilangan
cacah sampai
dengan 999
5. menentukan jumlah dan selisih dua bilangan
6. Soal cerita dengan penyelesaian dari penjumlahan dan pengurangan bilangan cacah.
kehidupan sehari-hari 3.4 Menjelaskan
perkalian dan pembagian yang melibatkan bilangan cacah dengan hasil kali sampai dengan
100 dalam
kehidupan sehari-
hari serta
mengaitkan
perkalian dan pembagian
4.4 Menyelesaikan masalah perkalian dan pembagian yang melibatkan bilangan cacah dengan hasil kali sampai dengan
100 dalam
kehidupan sehari-
hari serta
mengaitkan
perkalian dan pembagian
2:
bermain dilingku ngan
1, 2, 3, 4 1, 3, 4, 6 3.4.1 Menjelaskan perkalian yang melibatkan bilangan cacah dengan hasil kali sampai dengan 100 dalam
kehidupan sehari-hari 3.4.2 Menjelaskan
pembagian yang melibatkan bilangan cacah dengan hasil kali sampai dengan 100 dalam
kehidupan sehari-hari 3.4.3 Menghitung
perkalian yang melibatkan bilangan cacah dengan hasil kali sampai dengan 100 dalam
kehidupan sehari-hari 3.4.4 Menghitung
pembagian yang melibatkan bilangan cacah dengan hasil kali sampai dengan 100 dalam
kehidupan sehari-hari
Perkalian dan
pembagian
bilangan cacah sampai 100
1. Mengalikan dua bilangan sampai angka10
2. Mengalikan dua bilangan atau lebih dengan hasil kali sampai dengan 100 3. Membagi dua bilangan cacah 4. Membagikan dua bilangan di bawah angka 10
5. Membagikan dua bilangan atau lebih di bawah angka 100 6. soal cerita dengan penyelesaian dari perkalian dan pembagian bilangan cacah.
4.4.1 Menyelesaikan masalah
perkalian yang melibatkan bilangan cacah dengan hasil kali sampai dengan 100 dalam
kehidupan sehari-hari 4.4.2 Menyelesaikan
masalah
pembagian yang melibatkan bilangan cacah dengan hasil kali sampai dengan 100 dalam
kehidupan sehari-hari 4.4.3 Melengkapi
perkalian yang melibatkan bilangan cacah dengan hasil kali sampai dengan 100 dalam
kehidupan sehari-hari 4.4.4 Melengkapi
pembagian yang melibatkan bilangan cacah dengan hasil kali sampai dengan 100 dalam
kehidupan sehari-hari.
3.5 Menjelaskan nilai dan kesetaraan pecahan mata uang 4.5 Mengurutkan nilai
mata uang serta mendemonstrasikan berbagai kesetaraan pecahan mata uang
3:
tugasku sehari- hari
1, 2, 3, 4 1, 3, 4, 6 3.5.1 Menjelaskan nilai pecahan mata uang 3.5.2 Menjelaskan
kesetaraan pecahan mata uang
3.5.3 menghitung nilai pecahan mata uang 3.5.4 Membandingka
n nilai pecahan mata uang
4.5.1 Mengurutkan nilai mata uang 4.5.2 Mendemonstras
ikan berbagai kesetaraan pecahan mata uang
Nilai pecahan mata uang
1.Mengenal pecahan mata uang
2.Kesetaraan pecahan mata uang 3.Membandingkan dua pecahan mata uang
4.Mengurutkan pecahan mata uang 5.Menghitung pecahan nilai uang 6. Menghubungkan
nilai mata
uang dengan benda 7. Mendemonstrasi-
kan berbagai
kesetaraan pecahan mata uang
3.9 Menjelaskan ruas
garis dengan
menggunakan model konkret bangun datar dan bangun ruang 4.9 Mengidentifikasi
ruas garis dengan menggunakan model konkret bangun datar dan bangun ruang
4:
lingkung anku bersih dan sehat
1, 3 1, 3
1, 3
3.9.1 Menjelaskan ruas garis dengan
menggunakan model konkret bangun datar 3.9.2 Menjelaskan
ruas garis dengan
menggunakan model konkret bangun ruang
4.9.1 Mengidentifikas i ruas garis dengan
menggunakan
Ruas garis bangun datar dan bangun ruang
1.Memahami makna ruas garis
2.Menjelaskan makna ruas garis pada bangun datar dan bangun ruang 3.Menunjukkan
mana yang
merupakan ruas garis pada bangun datar dan bangun ruang
model konkret bangun datar 4.9.2 Mengidentifikas
i ruas garis dengan
menggunakan model konkret bangun ruang
4. Mengidentifikasi ruas garis pada bangun datar dan bangun ruang
5.Menghitung jumlah ruas garis pada bangun datar dan bangun ruang
3.10 Menjelaskan bangun datar dan
bangun ruang
berdasarkan ciri- cirinya
4.10 Mengklasifikasi bangun datar dan
bangun ruang
berdasarkan ciri- cirinya
4:
lingkung anku bersih dan sehat
1, 2, 3, 4 4, 6 1, 3 4, 6 1, 3
3.10.1 Menjelaskan bangun datar berdasarkan ciri-cirinya 3.10.2 Menjelaskan
bangun ruang berdasarkan ciri-cirinya 4.10.1 Mengklasifikasi
bangun datar berdasarkan ciri-cirinya 4.10.2 Mengklasifikasi
bangun ruang berdasarkan ciri-cirinya
Ciri-ciri bangun datar dan bangun ruang
1. Mengetahui
bangun datar
berdasarkan ciri- cirinya
2. Mengetahui
bangun ruang
berdasarkan ciri- cirinya
3. Membedakan bangun ruang dan
bangun datar
berdasarkan ciri- cirinya
4. Mengelompokkan
bangun datar
berdasarkan ciri- cirinya
5. Mengelompokkan
bangun ruang
berdasarkan ciri- cirinya
3.11 Menjelaskan pola barisan bangun datar dan bangun ruang menggunakan model konkret
4:
lingkung anku bersih dan
2, 4 4, 6
4, 6 3.11.1 Menjelaskan pola barisan bangun datar menggunakan model konkret
Pola barisan
bangun datar dan bangun ruang 1. Mengetahui pola
4.11 Memprediksi pola barisan bangun datar dan bangun ruang menggunakan model konkret
sehat
3.11.2 Menjelaskan pola barisan bangun ruang menggunakan model konkret 4.11.1 Memprediksi
pola barisan bangun datar menggunakan model konkret 4.11.2 Memprediksi
pola barisan bangun ruang menggunakan model konkret
barisan bangun datar
2. Mengetahui pola barisan bangun ruan g
3. Memprediksi pola barisan bangun datar
4. Memprediksi pola barisan bangun ruang
3.6 Menjelaskan dan menentukan panjang (termasuk jarak), berat, dan waktu dalam satuan baku, yang berkaitan dengan kehidupan sehari-hari
4.6 Melakukan
pengukuran panjang (termasuk jarak), berat, dan waktu dalam satuan baku, yang berkaitan dengan kehidupan sehari-hari
5: aku dan sekolah ku, 6: air, bumi dan matahari ,
8:
keselam atan dirumah dan diperjala nan
1, 2, 3, 4
1, 3, 4, 6 3.6.1 menjelaskan panjang
(termasuk jarak) dalam satuan baku, yang berkaitan
dengan kehidupan sehari-hari 3.6.2 menjelaskan
berat dalam satuan baku, yang berkaitan dengan
kehidupan sehari-hari 3.6.3 menjelaskan
waktu dalam satuan baku, yang berkaitan dengan
kehidupan sehari-hari 3.6.4 menentukan
panjang
Panjang, berat, dan waktu dalam satuan baku
1.Menjelaskan panjang (termasuk jarak), berat, dan waktu dalam satuan baku
2.Menentukan panjang benda dalam kehidupan sehari-hari dalam satuan baku
3.Menentukan berat
benda dalam
kehidupan sehari- hari dalam satuan baku
4.Menentukan jarak dari suatu tempat ke tempat lainnya dalam satuan baku 5.Mengukur
(termasuk jarak) dalam satuan baku, yang berkaitan
dengan kehidupan sehari-hari 3.6.5 menentukan
berat dalam satuan baku, yang berkaitan dengan
kehidupan sehari-hari 3.6.6 menentukan
waktu dalam satuan baku, yang berkaitan dengan
kehidupan sehari-hari 4.6.1 Melakukan
pengukuran panjang
(termasuk jarak dalam satuan baku, yang berkaitan
dengan kehidupan sehari-hari 4.6.2 Melakukan
pengukuran berat dalam satuan baku, yang berkaitan dengan
kehidupan sehari-hari 4.6.3 Melakukan
pengukuran
panjang benda disekitar
menggunakan penggaris, jangka
sorong, dan
mikrometer sekrup 6.Mengukur berat benda disekitar dengan satuan baku 7.Menghitung waktu dalam satuan baku
panjang waktu dalam satuan baku, yang berkaitan
dengan kehidupan sehari-hari 3.7 Menjelaskan
pecahan 1 2 , 1
3
, dan 1
4 menggunakan
benda-benda konkret dalam kehidupan sehari-hari
4.7 Menyajikan pecahan pecahan 1
2 , 1 3 , dan 1
4 yang bersesuaian dengan
bagian dari
keseluruhan suatu benda konkret dalam kehidupan sehari- hari
7:
merawat hewan dan tumbuha n
1,2,3,4 1,3,4,6 3.7.1 menjelaskan pecahan 1
2 menggunakan benda-benda konkret dalam kehidupan sehari-hari.
3.7.2 menjelaskan pecahan 1
3 menggunakan benda-benda konkret dalam kehidupan sehari-hari 3.7.3 menjelaskan
pecahan 1 4 menggunakan benda-benda konkret dalam kehidupan sehari-hari 4.7.1 menyajikan
pecahan- pecahan 1
2 yang
bersesuaian dengan bagian dari keseluruhan suatu benda konkret dalam kehidupan sehari-hari
Pecahan 1
2 , 1
3 , dan 1 4 1. Mengetahui apa itu pecahan
2.Menjelaskan makna pecahan menggunakan benda disekitar
3.Menentukan
pecahan 1/2
menggunakan benda disekitar
4.Menentukan
pecahan 1/3
menggunakan benda disekitar
5.Menentukan
pecahan 1/4
menggunakan benda disekitar
6. Menentukan mana benda yang merupakan pecahan 1/2
7. Menentukan mana benda yang merupakan pecahan 1/3
8. Menentukan mana benda yang
4.7.2 menyajikan pecahan- pecahan 1
3 yang
bersesuaian dengan bagian dari keseluruhan suatu benda konkret dalam kehidupan sehari-hari 4.7.3 menyajikan
pecahan- pecahan 1
4 yang
bersesuaian dengan bagian dari keseluruhan suatu benda konkret dalam kehidupan sehari-hari
merupakan pecahan
¼
9.Menyajikan pecahan 1
2 , 1 3 , dan 1
4 yang bersesuaian dengan
bagian dari
keseluruhan suatu benda konkret dalam kehidupan sehari-hari
3. Kurikulum Merdeka
ELEMEN CAPAIAN
PEMBELAJARAN
ALUR TUJUAN PEMBELAJARAN
ANALISIS MATERI BILANGAN Pada akhir fase A,
peserta didik menunjukkan
pemahaman dan memiliki intuisi bilangan (number sense) pada bilangan
1. Peserta didik mampu membilang lambang bilangan cacah sampai dengan 100.
2. Peserta didik mampu menuliskan lambang bilangan cacah sampai
1. Membilang lambang bilangan cacah sampai dengan 100;
2. Menuliskan lambang bilangan cacah sampai dengan 100;
3. Memperkirakan banyak
cacah sampai 100,
mereka dapat
membaca, menulis, menentukan nilai tempat,
membandingkan, mengurutkan, serta melakukan komposisi (menyusun) dan dekomposisi
(mengurai) bilangan.
Peserta didik dapat melakukan operasi penjumlahan dan pengurangan
menggunakan benda- benda konkret yang banyaknya sampai 20. Peserta didik menunjukkan
pemahaman pecahan sebagai bagian dari keseluruhan melalui konteks membagi sebuah benda atau kumpulan benda
sama banyak,
pecahan yang
diperkenalkan adalah
setengah dan
seperempat.
dengan 100.
3. Peserta didik mampu memperkirakan banyak benda (estimasi) sampai dengan 100.
4. Peserta didik mampu menyusun bilangan cacah menggunakan model konkret.
5. Peserta didik mampu mengurai bilangan cacah menggunakan model konkret.
6. Peserta didik ampu menunjukkan konsep lebih dari, kurang dari, dan beda/selisih dari dua bilangan cacah.
7. Peserta didik mampu mengurutkan tiga bilangan cacah.
benda (estimasi) sampai dengan 100;
4. Menunjukkan konsep lebih dari, kurang dari, dan beda/selisih dari dua bilangan cacah;
5. Mengurutkan tiga bilangan cacah.
6. Menyusun bilangan cacah menggunakan model konkret;
7. Mengurai bilangan cacah menggunakan model konkret;
Penjumlahan dan Pengurangan:
1. Peserta didik mampu menggunakan berbagai strategi penjumlahan (menghitung maju, penjumlahan bersusun, dan pasangan bilangan (number bond)) untuk melakukan penjumlahan banyak benda kurang dari 20.
2. Peserta didik mampu menggunakan berbagai strategi pengurangan (menghitung mundur, pengurangan bersusun, dan pasangan bilangan (number bond)) untuk melakukan pengurangan banyak benda kurang dari 20.
3. Peserta didik mampu menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan penjumlahan dan pengurangan dengan dua langkah penyelesaian.
Penjumlahan dan
pengurangan:
1. Menggunakan berbagai strategi penjumlahan (menghitung maju, penjumlahan bersusun, dan pasangan bilangan (number bond)) untuk melakukan
penjumlahan banyak benda kurang dari 20;
2. Menggunakan berbagai strategi pengurangan (menghitung mundur, pengurangan bersusun, dan pasangan bilangan (number bond)) untuk melakukan
pengurangan banyak benda kurang dari 20;
3. Menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan penjumlahan dan pengurangan dengan
dua langkah
penyelesaian.
Pecahan:
1. Peserta didik mampu menunjukkan pecahan setengah dari benda utuh yang dibagi menjadi dua sama besar.
2. Peserta didik mampu menamai pecahan setengah pada benda utuh yang dibagi menjadi dua sama besar.
3. Peserta didik mampu menunjukkan pecahan setengah dari kumpulan benda yang dibagi menjadi dua sama banyak.
4. Peserta didik mampu menamai pecahan setengah pada kumpulan benda yang dibagi menjadi dua sama banyak.
5. Peserta didik mampu menunjukkan pecahan seperempat dari benda utuh yang dibagi menjadi
Pecahan:
1. Menunjukkan pecahan setengah dari benda utuh yang dibagi menjadi dua sama besar;
2. Menamai pecahan setengah pada benda utuh yang dibagi menjadi dua sama besar;
3. Menunjukkan pecahan setengah dari kumpulan benda yang dibagi menjadi dua sama banyak;
4. Menamai pecahan
setengah pada
kumpulan benda yang dibagi menjadi dua sama banyak;
5. Menunjukkan pecahan seperempat dari benda utuh yang dibagi menjadi empat sama besar;
6. Menamai pecahan
empat sama besar.
6. Peserta didik mampu menamai pecahan seperempat pada benda utuh yang dibagi menjadi empat sama besar.
seperempat pada benda utuh yang dibagi menjadi empat sama besar.
ALJABAR Pada akhir Fase A, peserta didik dapat menunjukan
pemahaman makna simbol matematika
“=” dalam suatu kalimat matematika yang terkait dengan penjumlahan dan pengurangan
bilangan cacah
sampai 20
menggunakan gambar. Contoh:
Peserta didik dapat mengenali, meniru, dan melanjutkan pola bukan bilangan (misalnya, gambar, warna, suara).
1. Peserta didik mampu menuliskan operasi
hitung untuk
menyelesaikan masalah yang berhubungan dengan penjumlahan dan pengurangan.
2. Peserta didik mampu menyusun sebuah bilangan cacah.
3. Peserta didik mampu mengurai sebuah bilangan cacah.
4. Peserta didik mampu mengidentifikasi pola gambar, warna, dan suara.
5. Peserta didik mampu melanjutkan pola gambar, warna, dan suara.
6. Peserta didik mampu membuat pola gambar, warna, dan suara.
1. Mendeskripsikan posisi benda terhadap benda lain (kanan, kiri, depan, belakang, atas, dan bawah);
2. Mengidentifikasi pola gambar, warna, dan suara;
3. Melanjutkan pola gambar, warna, dan suara;
4. Membuat pola gambar, warna, dan suara.
PENGUKURA N
Pada akhir Fase A, peserta didik dapat
Berat:
1. Peserta didik mampu
1. Membandingkan berat
benda melalui
membandingkan panjang dan berat
benda secara
langsung, dan membandingkan durasi waktu. Mereka dapat mengukur dan mengestimasi
panjang benda menggunakan satuan tidak baku.
membandingkan berat benda melalui kegiatan eksplorasi.
2. Peserta didik mampu menggunakan konsep lebih berat, lebih ringan, sama berat, paling berat, dan paling ringan untuk mendeskripsikan berat benda.
3. Peserta didik mampu mengukur berat benda dengan satuan tidak baku.
Waktu:
1. Peserta didik mampu membaca waktu (tepat) menggunakan jam digital dan jam analog.
2. Peserta didik mampu
membandingkan durasi waktu
(lama dan
sebentar) dari suatu kegiatan.
eksplorasi;
2. Menggunakan konsep lebih berat, lebih ringan, sama berat, paling berat, dan paling
ringan untuk
mendeskripsikan berat benda;
3. Mengukur berat benda dengan satuan tidak baku;
4. Membaca waktu (tepat) menggunakan jam digital dan jam analog;
5. Membandingkan durasi waktu (lama dan sebentar) dari suatu kegiatan.
Geometri Pada akhir Fase A, peserta didik dapat
1. Peserta didik mampu membedakan segi banyak
1. Membedakan segi banyak dan bukan segi
mengenal berbagai
bangun datar
(segitiga, segiempat, segibanyak,
lingkaran) dan bangun ruang (balok, kubus, kerucut, dan bola). Mereka dapat menyusun
(komposisi) dan mengurai
(dekomposisi) suatu
bangun datar
(segitiga, segiempat, dan segibanyak).
Peserta didik juga dapat menentukan posisi benda terhadap benda lain (kanan, kiri, depan belakang).
dan bukan segi banyak.
2. Peserta didik mampu menjelaskan ciri-ciri bangun datar (segitiga, segi empat, segi banyak, dan lingkaran).
3. Peserta didik mampu mengurai satu bangun datar menjadi beberapa bangun datar lain.
4. Peserta didik mampu menyusun beberapa bangun datar untuk menghasilkan bentuk segitiga, segi empat, dan segi banyak.
5. Peserta didik mampu mengenal bangun ruang (balok, kubus, kerucut, dan bola).
6. Peserta didik mampu menamai bangun ruang (balok, kubus, kerucut, dan bola).
7. Peserta didik mampu mendeskripsikan
perbedaan bangun datar dan bangun ruang.
8. Peserta didik mampu mendeskripsikan posisi benda terhadap benda
banyak;
2. Menjelaskan ciri-ciri bangun datar (segitiga, segi empat, segi banyak, dan lingkaran);
3. Mengurai satu bangun datar menjadi beberapa bangun datar lain;
4. Menyusun beberapa bangun datar untuk menghasilkan bentuk segitiga, segi empat, dan segi banyak;
5. Mengenal bangun ruang (balok, kubus, kerucut, dan bola);
6. Menamai bangun ruang (balok, kubus, kerucut, dan bola);
7. Mendeskripsikan
perbedaan bangun datar dan bangun ruang.
lain (kanan, kiri, depan, belakang, atas, dan bawah).
Analisis Data dan Peluang
Pada akhir fase A, peserta didik dapat mengurutkan,
menyortir,
mengelompokkan, membandingkan, dan menyajikan data dari banyak benda dengan menggunakan turus dan piktogram paling banyak 4 kategori.
1. Peserta didik mampu membaca data dalam bentuk turus maksimal empat kategori.
2. Peserta didik mampu menginterpretasikan data dalam bentuk turus maksimal empat kategori.
3. Peserta didik mampu menyajikan data dengan menggunakan turus.
4. Peserta didik mampu membaca data dalam bentuk diagram gambar maksimal empat kategori.
5. Peserta didik mampu menginterpretasikan data dalam bentuk diagram gambar maksimal empat kategori.
6. Peserta didik mampu menyajikan data dengan menggunakan diagram gambar.
1. Membaca data dalam bentuk turus maksimal empat kategori.
2. Menginterpretasikan data dalam bentuk turus
maksimal empat
kategori.
3. Menyajikan data dengan menggunakan turus.
4. Membaca data dalam bentuk diagram gambar
maksimal empat
kategori.
5. Menginterpretasikan data dalam bentuk
diagram gambar
maksimal empat
kategori.
6. Menyajikan data dengan menggunakan diagram gambar.
C. Perbedaan dan Kurikulum Merdeka dan K13
Tabel Perbedaan Kurikulum Merdeka dengan Kurikulum 2013
Dibedakan berdasarkan
Kumer K.13
Kerangka Dasar - Rancangan landasan. utama Kurikulum Merdeka adalah tujuan Sistem Pendidikan Nasional dan Standar Nasional Pendidikan.
- Mengembangkan profil pelajar Pancasila pada peserta didik
- Rancangan landasan utama Kurikulum 2013 adalah tujuan Sistem Pendidikan Nasional dan Standar
Nasional Pendidikan
Kompetensi yang Dituju
- Capaian pembelajaran yang disusun per fase
- Capaian Pembelajaran dinyatakan dalam paragraf yang merangkaikan pengetahuan, sikap, dan keterampilan untuk
mencapai, menguatkan, dan meningkatkan kompetensi - SD/sederajat terdiri dari:
1. Fase A (umumnya setara dengan kelas I dan II SD) 2. Fase B (umumnya setara dengan kelas III dan IV SD), dan
3. Fase C (umumnya setara dengan kelas V dan VI SD)
- Kompetensi Dasar (KD) yang berupa lingkup dan urutan (scope and sequence) yang dikelompokkan pada empat Kompetensi Inti (KI) yaitu: Sikap Spiritual, Sikap Sosial, Pengetahuan,
dan Keterampilan
- KD dinyatakan dalam bentuk point-point dan diurutkan untuk mencapai Kl yang diorganisasikan pertahun -KD pada KI 1 dan KI 2 hanya terdapat pada mata pelajaran Pendidikan Agama dan Budi Pekerti dan Pendidikan Pancasila dan
Kewarganegaraan
Struktur Kurikulum Struktur kurikulum dibagi -Jam Pelajaran (JP) diatur per
menjadi 2 (dua) kegiatan pembelajaran utama, yaitu:
a. pembelajaran reguler atau rutin yang merupakan kegiatan intrakurikuler; dan
b. projek penguatan profil pelajar Pancasila.
Jam Pelajaran (JP) diatur per tahun. Satuan pendidikan dapat mengatur alokasi waktu
pembelajaran secara fleksibel untuk mencapai JP yang ditetapkan
Satuan pendidikan dapat menggunakan pendekatan pengorganisasian pembelajaran berbasis mata pelajaran,
tematik, atau terintegrasi Mata pelajaran IPAS (Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial) merupakan paduan dari IPA dan IPS
Bahasa Inggris menjadi mata pelajaran pilihan, tergantung kesiapan satuan Pendidikan Satuan pendidikan atau peserta didik dapat memilih sekurang- kurangnya satu dari empat mata pelajaran Seni dan Budaya:
Seni Musik, Seni Rupa, Seni Teater, atau Seni Tari
minggu. Satuan mengatur alokasi waktu pembelajaran secara rutin setiap minggu dalam setiap semester, sehingga pada setiap semester peserta didik akan mendapatkan nilai hasil belajar setiap mata pelajaran.
-Satuan pendidikan diarahkan menggunakan pendekatan pengorganisasian
pembelajaran berbasis tematik integratif.
Pembelajaran Menguatkan pembelajaran terdiferensiasi sesuai tahap capaian peserta didik
Paduan antara pembelajaran intrakurikuler (sekitar 70-80%
dari jam pelajaran) dan kokurikuler melalui projek penguatan profil pelajar Pancasila (sekitar 20-30% jam pelajaran)
-Pendekatan pembelajaran menggunakan satul
pendekatan yaitu
pendekatan saintifik untuk semua mata Pelajaran -Pada umumnya, pembelajaran
terfokus hanya pada intrakurikuler (tatap muka), untuk kokurikuler dialokasikan beban belajar maksimum 50% diluar jam tatap muka, tetapi tidak diwajibkan dalam bentuk kegiatan yang direncanakan secara khusus, sehingga pada umumnya diserahkan kepada kreativitas guru pengampu.
Penilaian Penguatan pada asesmen
formatif dan penggunaan hasil asesmen untuk merancang pembelajaran sesuai tahap capaian peserta didik Menguatkan pelaksanaan penilaian autentik terutama dalam projek penguatan profil pelajar Pancasila
Tidak ada pemisahan antara
-Penilaian formatif dan sumatif oleh pendidik berfungsi untuk memantau kemajuan belajar, memantau hasil belajar, dan mendeteksi kebutuhan perbaikan hasil belajar peserta didik secara berkesinambungan
-Menguatkan pelaksanaan penilaian autentik pada
penilaian sikap, pengetahuan, dan keterampilan
setiap mata Pelajaran
-Penilaian dibagi menjadi
penilaian sikap,
pengetahuan, dan
keterampilan Perangkat Ajar yang
Disediakan Pemerintah
Buku teks dan buku non-teks Contoh-contoh modul ajar, alur tujuan pembelajaran, contoh projek penguatan profil pelajar Pancasila, contoh kurikulum operasional satuan Pendidikan
-Buku teks dan buku non-teks
Perangkat Kurikulum Panduan Pembelajaran dan Asesmen, panduan
pengembangan kurikulum operasional sekolah, panduan pengembangan projek
penguatan profil pelajar
Pancasila, panduan pelaksanaan pendidikan inklusif, panduan penyusunan program
pembelajaran individual, modul layanan bimbingan konseling
-Pedoman implementasi
kurikulum, Panduan Penilaian, dan Panduan Pembelajaran setiap jenjang
BAB III PENUTUP A. Kesimpulan
Kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi dan bahan Pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan Pendidikan tertentu.
Kompetensi inti merupakan landasan untuk pengajaran kompetensi datar.
Kompetensi inti adalah kompetensi utama yang diuraikan kedalam beberapa aspek, yaitu aspek sikap, pengetahuan, dan keterampilan dan harus dipelajari oleh peserta didik disetiap jenjang dan mata Pelajaran.
Kompetensi dasar adalah kompetensi yang terdiri atas sikap, pengetahuan, dan keterampilan yang bersumber pada KI yang harus dikuasai peserta didik. Indikator adalah penanda pencapaian kompetensi dasar yang dijadikan untuk mengetahui ketercapaian tujuan pembelajaran.
Dari analisis diatas maka dapat disimpulkan bahwa terdapat beberapa perbedaan dan persamaan antara K13 dengan Kurikulum Merdeka pada mata pelajaran matematika kelas II SD ini.
B. Saran
Demikian makalah ini kami susun dengan harapan agar bisa bermanfaat bagi kita semua. Kami berharap pembaca dapat memberikan kritik dan saran yang dapat membangun bagi penyusunan untuk pembuatan makalah selanjutnya.
DAFTAR PUSTAKA