TUGAS MATA KULIAH MANAJEMEN AGRIBISNIS
ANALISIS LAPORAN KEUANGAN
“PT TRIMUDA NUANSA CITRA, Tbk”
Dosen Pengampu Mata Kuliah:
Tasya Chairuna Pane S.P., M.P.
Oleh Kelompok 7:
Dedi Ariski Saragih 200304064 Muhammad Zidan Ramadhan 200304087 Sri Indira Siagian 200304102 Tietin Indriyanti 200304103
P R O G R A M S T U D I A G R I B I S N I S F A K U L T A S P E R T A N I A N
U N I V E R S I T A S S U M A T E R A U T A R A M E D A N
2 0 2 2
DAFTAR ISI
DAFTAR ISI 1
BAB I PENDAHULUAN 2 1.1. Latar Belakang 2 1.2. Rumusan Masalah 2 1.3. Tujuan 3
BAB II METODE PENELITIAN 4 2.1. Sumber Data 4
2.2. Analisis Data 4
BAB III PEMBAHASAN 6
3.1. Besar Aset Perusahaan dan Sumber Utamanya 6 3.2. Besar Pendapatan dan Pengeluaran 7
3.3. Analisis Sudut Pandang Kreditor 7 3.4. Analisis Sudut Pandang Investor 8
3.5. Analisis Sudut Pandang Manajemen Perusahaan 9 3.6. Analisis Rasio Keuangan 9
3.7. Interpretasi Kinerja Perusahaan 11 BAB IV KESIMPULAN DAN SARAN 12
4.1. Kesimpulan 12 4.2. Saran 12
DAFTAR PUSTAKA 13 LAMPIRAN 14
BAB I
PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang
PT Trimuda Nuansa Citra (Perusahaan) didirikan di Indonesia sesuai Akta Notaris Elliza Asmawel, S.H., No. 21 tanggal 4 Mei 1995, notaris di Jakarta. Perusahaan ini berkedudukan di Jakarta dengan lokasi kantor pusat di Jalan Prof. Dr. Soepomo SH No.
58, Jakarta Selatan. Perusahaan mulai melakukan kegiatan usaha secara komersial pada tahun 1995.
Sesuai dengan pasal 3 Anggaran Dasar Perseroan, ruang lingkup kegiatan usaha utama yaitu menjalankan usaha di bidang Jasa, termasuk Jasa Penyelenggaraan Pos adalah keseluruhan kegiatan pengelolaan dan penatausahaan layanan pos yang mencakup layanan komunikasi tertulis dan/atau surat elektronik, layanan paket, layanan logistik, layanan transaksi keuangan dan/atau layanan keagenan pos, jasa titipan barang (courier service) dan giro termasuk jasa keuangan secara tunai maupun berbasis giro (account) serta jasa-jasa lain yang menunjang penyelenggaraan usaha jasa pos dan giro sesuai dengan peraturan perundangan-undangan yang berlaku, kecuali jasa dibidang hukum, pajak dan keamanan.
Saat ini Perusahaan mengoperasikan jasa penyelenggaraan pos yang mencakup jasa kurir dan logistik dengan merek dagang “Garuda Express Delivery”. Perusahaan memiliki 3 cabang untuk kegiatan operasional, yaitu di Bandung, Sidoarjo dan Balikpapan. Entitas Induk langsung Perusahaan adalah PT Biro Perjalanan Wisata Mila, sedangkan Entitas Induk utama Perusahaan adalah PT Intra Asia Corpora yang didirikan dan berdomisili di Jakarta, dimana mayoritas sahamnya dimiliki oleh Kim Johanes Mulia.
Laporan ini dibuat untuk melampirkan hasil analisis laporan keuangan perusahaan
“PT Trimuda Nuansa Citra Tbk” pada tahun 30 Juni 2018 dengan angka perbandingan Desember 2017. Proses analisis laporan keuangan dalam makalah ini dilaksanakan pada bulan April tahun 2022. Analisis yang digunakan adalah analisis rasio keuangan yang meliputi rasio likuiditas, rasio solvabilitas, rasio aktivitas dan rasio profitabilitas.
Laporan ini juga melampirkan hasil analisis dari berbagai sudut pandang meliputi sudut pandang kreditor, sudut pandang investor dan sudut pandang manajemen perusahaan.
1.2. Rumusan Masalah
Berdasarkan penjelasan yang telah diuraikan sebelumnya, maka diperoleh rumusan masalah sebagai berikut:
1. Berapa besar aset perusahaan, besar ekuitas dan besar liabilitas perusahaan?
2. Berapa besar pendapatan perusahaan dan besar pengeluaran perusahaan?
3. Berdasarkan analisis dari sudut pandang kreditor apakah perusahaan tersebut layak diberikan pinjaman?
4. Berdasarkan analisis dari sudut pandang investor apakah perusahaan tersebut layak ditanamkan modal?
5. Berdasarkan analisis dari sudut pandang manajemen perusahaan apakah diperlukan kebijakan untuk mencapai efisiensi atau keuntungan maksimal?
6. Bagaimana penghitungan dan analisis rasio-rasio keuangan perusahaan?
7. Bagaimana interpretasi kinerja perusahaan?
1.3. Tujuan
Berdasarkan rumusan masalah yang telah diuraikan sebelumnya, maka diperoleh tujuan pembuatan laporan sebagai berikut:
1. Untuk mengetahui besar aset perushaaan, besar ekuitas dan besar liabilitas perusahaan.
2. Untuk mengetahui besar pendapatan perusahaan dan besar pengeluaran perusahaan.
3. Untuk mengetahui analisis keuangan dari sudut pandang kreditor 4. Untuk mengetahui analisis keuangan dari sudut pandang investor.
5. Untuk mengetahui analisis keuangan dari sudut pandang manajemen perusahaan.
6. Untuk mengetahui penghitungan dan analisis rasio keuangan perusahaan.
7. Untuk mengetahui interpretasi kinerja perusahaan.
BAB II
METODE PENELITIAN
2.1. Sumber Data
Data yang digunakan pada analisis laporan keuangan ini bersumber dari laporan keuangan PT Nuansa Citra Tbk per-tanggal 30 Juni 2018 dengan angka perbandingan 31 Desember 2017. Laporan ini berasal dari unggahan “Kontan” oleh PT Grahanusa Mediatama sebagai terbitan bisnis dan keuangan di Indonesia.
2.2. Analisis Data
Data yang dianalisis berasal dari laporan keuangan PT Nuansa Citra Tbk per-tanggal 30 Juni 2018 dengan menggunakan analisis rasio keuangan meliputi rasio likuiditas, rasio solvabilitas dan rasio profitabilitas yang secara berturut-turut diuraikan sebagai berikut.
1. Rasio Likuiditas
Adapun rumus yang digunakan untuk menganalisis rasio likuiditas yaitu:
Rasio lancar= Aktiva lancar Hutang lancar Kriteria Penilaian
Rasio lancar > 2 kali, diartikan sebagai perusahaan dapat dikatakan mampu menutupi kewajiban lancaranya. Rasio lancar < 2 kali, diartikan sebagai perusahaan dapat dikatakan tidak mampu menutupi kewajiban lancaranya (Kadarsan, 1995).
Rasio cepat=Aktivalancar−Persediaan Persediaan
Kriteria Penilaian
Rasio cepat > 1,5 kali, diartikan perusahaan tidak harus menjual persediaannya bila hendak melunasi utang lancarnya. Rasio cepat < 1,5 kali, diartikan perusahaan harus menjual persediaannya untuk membayar utang lancarnya (Hanafi & Halim, 2003).
2. Rasio Solvabilitas
Adapun rumus yang digunakan dalam menganalisis rasio solvabilitas yaitu:
Rasioutang=Totalutang Totalaktiva Kriteria Penilaian
Total utang > 0.5, diartikan pendanaan perusahaan dibiayai utang semakin banyak. Total utang < 0.5, diartikan pendanaan perusahaan dibiayai utang semakin sedikit.
Utang terhadapmodal=Total utang Totalmodal Kriteria Penilaian
Rasio utang terhadap ekuitas/modal > 1, diartikan perusahaan tersebut dalam keadaan sangat baik. Rasio utang terhadap ekuitas/modal < 1, diartikan semakin tinggi tingkat pendanaan yang disediakan pemilik.
3. Rasio Profitabilitas
Adapun rumus yang digunakan dalam menghitung rasio profitabilitas yaitu:
Margin pendapatan=Laba sesudah bunga dan pajak Penjualan bersih Kriteria Penilaian
Margin pendapatan bersih > 20%, diartikan perusahaan dalam keadaan baik dalam segi pengukuran margin laba atas penjualan. Margin pendapatan bersih < 20%, diartikan diartikan perusahaan dalam keadaan tidak baik dalam segi pengukuran margin laba atas penjualan (Kasmir, 2012)
Hasil pengembalianinvestasi=laba sesudah bunga dan pajak total aktiva
Kriteria Penilaian
Hasil pengembalian investasi > 30%, diartikan perusahaan sudah produktif dalam mengelola seluruh dana perusahaan. Hasil pengembalian investasi < 30%, diartikan perusahaan belum produktif dalam mengelola seluruh dana perusahaan.
BAB III PEMBAHASAN
3.1. Besar Aset Perusahaan dan Sumber Utamanya 1. Aset
Total asset PT Trimuda Nuansa Citra, Tbk per 30 Juni 2018 adalah sebesar Rp 53.550.937.421 dengan rincian 2 aset, yaitu:
a) Aset lancar
Aset lancar adalah aset yang dapat dirubah menjadi uang dalam jangka waktu kurang dari 12 bulan. Aset lancar PT Trimuda Nuansa Citra, Tbk per 30 Juni 2018 sebesar Rp 49.895.524.638. Aset lancar PT Trimuda Nuansa Citra, Tbk terdiri dari kas dan bank, piutang usaha, uang muka pajak, uang muka dan beban dibayar dimuka, serta persediaan. Sumber utama aset lancar adalah nilai piutang usaha yang telah dikurangi penyisihan penurunan nilai hutang sebesar Rp 11.873.131.651.
b) Aset tidak lancar
Aset tidak lancar adalah aset yang tidak bisa dirubah menjadi uang dalam jangka waktu kurang dari atau sama dengan 12 bulan. Aset tidak lancar PT Trimuda Nuansa Citra, Tbk per 30 Juni 2018 sebesar Rp 3.655.412.783. Aset tidak lancar PT Trimuda Nuansa Citra, Tbk terdiri dari Aset tidak ancar terdiri dari aset tetap, aset tak berwujud, aset pajak tanggungan, dan aset lainnya.
Sumber utama aset tidak lancar adalah aset tetap yang dikurangi dengan penyusutan sebesar Rp 2.559.788.399. Aset tetap adalah kekayaan perusahaan yang diperoleh dari hasil beli secara tunai dan dimasukkan ke dalam pembukuan anggaran perusahaan.
2. Ekuitas
Total ekuitas PT Trimuda Nuansa Citra, Tbk per 30 Juni 2018 adalah Rp 38.180.711.225. Ekuitas yang dimiliki PT Trimuda Nuansa Citra, Tbk terdiri dari modal saham, modal disetor, dan agio saham yang dikurangi dengan emisi saham dan saldo rugi. Sumber utama ekuitas PT Trimuda Nuansa Citra, Tbk adalah modal saham sebesar Rp 42.164.000.000. Modal saham ini telah dikurangi dengan nilai nominal Rp.100 per pada 30 Juni 2018 dan 31 Desember 2017.
3. Liabilitas
Total liabilitas PT Trimuda Nuansa Citra, Tbk per 30 Juni 2018 adalah Rp 15.370.226.196. dengan rincian 2 liabilitas, yaitu:
a) Libilitas Jangka Pendek
liabilitas jangka pendek adalah utang dengan jangka waktu kurang atau maksimal satu tahun dari siklus operasi perusahaan. Total liabilitas jangka pendek PT Trimuda Nuansa Citra, Tbk adalah Rp 11.524.039.722. liabilitas jangka pendek PT Trimuda Nuansa Citra, Tbk meliputi utang usaha, utang lain- lain (pihak ketiga dan pihak berelasi), utang pajak, utang pembiayaan jangka
panjang,dan beban yang masih harus dibayar. Sumber utama liabilitas jangka pendek PT Trimuda Nuansa Citra, Tbk adalah utang usaha pihak ketiga sebesar Rp 667.055.079.
b) Liabilitas Jangka Panjang
liabilitas jangka panjang adalah utang dengan jangka waktu lebih dari satu tahun dari siklus operasi perusahaan. Total liabilitas jangka panjang PT Trimuda Nuansa Citra, Tbk adalah Rp 3.846.186.474. liabilitas jangka panjang PT Trimuda Nuansa Citra, Tbk meliputi Utang pembiayaan jangka panjang setelah dikurangi bagian jatuh tempo dalam satu tahun ,dan Liabilitas imbalan kerja karyawan. Sumber utama liabilitas jangka panjang PT Trimuda Nuansa Citra, Tbk adalah Liabilitas imbalan kerja karyawan sebesar Rp 3.547.695.197.
3.2. Besar Pendapatan dan Pengeluaran
Besar pendapatan PT Trimuda Nuansa Citra, Tbk per 30 Juni 2018 adalah Rp 29.627.342.141. Sumber pendapatan meliputi penjualan aset tetap dan pendapatan operasional perusahaan. Sumber utama pendapatan PT Trimuda Nuansa Citra, Tbk adalah pendapatan operasionalnya sebesar Rp 29.624.842.141.
Besar pengeluaran PT Trimuda Nuansa Citra, Tbk per 30 Juni 2018 adalah Rp 28.203.340.026. Biaya dikeluarkan oleh Trimuda Nuansa Citra, Tbk adalah beban pokok pendapatan, beban penjualan, beban umum dan administrasi, dan beban pajak penghasilan. Sumber utama pengeluaran PT Trimuda Nuansa Citra, Tbk adalah beban pokok pendapatan sebesar Rp 21.421.640.117.
3.3. Analisis Sudut Pandang Kreditor
Jika dilihat dari penghitungan liabilitas jangka pendek, perusahaan PT Trimuda Nuansa Citra Tbk pada tanggal 31 September 2017 dan 30 Juni 2018. Total Liabilitas jangka pendek Persercan mengalami peningkatan sebesar Rp3.274.399 ribu yaitu dari Rp8.249.640 ribu pada tanggal 31 Desember 2017 menjadi Rp11.524.039 ribu pada tanggal 30 Juni 2018.Peningkatan ini terutama disebabkan oleh peningkatan utang usaha, utang lain-lain pihak ketiga, dan cerukan. Akan tetapi setelah dilihat lagi dari aset lancar pada tanggal 31 September 2017 dan 30 Juni 2018. Total Aset lancar PT Trimuda Nuansa Citra Tbk mengalami peningkatan sebesar Rp30.305.936 ribu yaitu dari Rp18.589.588 ribu pada tanggal 31 Desember 2017 menjadi Rp48.895.524 ribu pada tanggal 30 Juni 2018. Peningkatan ini terutama disebabkan oleh peningkatan piutang usaha, persediaan dan pajak dibayar dimuka sehingga jika dilihat bahwa aset lancar masih bisa menutupi banyak utang perusahaan. Jika PT Trimuda Nuansa Citra Tbk melunasi semua liabilitasnya maka masih ada aset lancar sebanyak 0.58%. Maka kreditor dapat mempertimbangkan untuk memberi perusahaan PT Trimuda Nuansa Citra Tbk pinjaman, setidaknya perusahaan tersebut layak diberi pinjaman.
3.4. Analisis Sudut Pandang Investor
Dari semua data laporan keuangan PT Trimuda Nuansa Citra Tbk yang telah disajikan dan juga dianalisis, maka seorang investor yang akan menginvestasikan dana kepada perusahaan akan memilih untuk mempertimbangkan ulang untuk menginvestasikan dana tersebut kepada PT Trimuda Nuansa Citra Tbk, dengan didasarkan pada analisis data sebagai berikut:
a. Total Aset
Jumlah total aset secara (diaudit)
Per-31 Desember 2017, berjumlah 21.571.180.744
Sedangkan jumlah total aset secara (tidak diaudit) Per-30 Juni 2018, berjumlah 53.550.937.421 b. Total Ekuitas
Jumlah total ekuitas secara (diaudit)
Per-31 desember 2017, berjumlah 9.888.957.616
Sedangkan jumlah total ekuitas secara (tidak diaudit) Per-30 juni 2018, berjumlah 38.180.711.225
c. Total Liabilitas
Jumlah total liabilitas secara (diaudit)
Per-31 Desember 2017, berjumlah 21.571.180.744
Sedangkan jumlah total liabilitas secara (tidak diaudit) Per-30 Juni 2018, berjumlah 53.550.937.421
Untuk hasil dari pengembalian investasi perusahaan kurang baik. Hal ini membuat investor akan mempertimbangkan ulang untuk menginvestasikan uangnya di PT Trimuda Nuansa Citra Tbk. Jika analisis ditinjau dari data-data laba atau pendapatan dalam laporan keuangan perusahaan:
a. Laba Kotor
(Diaudit) 30 Juni 2017, berjumlah 5.774.779.328
(Tidak Diaudit) 30 Juni 2018, berjumlah 8.203.202.024 b. Laba Operasi
(Diaudit) 30 Juni 2017, berjumlah 1.311.330.043
(Tidak Diaudit) 30 Juni 2018, berjumlah 1.913.187.223 c. Laba Sebelum Pajak
(Diaudit) 30 Juni 2017, berjumlah 1.311.330.043
(Tidak Diaudit) 30 Juni 2018, berjumlah 1.918.594.216 d. Laba Tahun Berjalan
(Diaudit) 30 Juni 2017, berjumlah 1.018.182.765
(Tidak Diaudit) 30 Juni 2018, berjumlah 1.426.909.109 e. Laba Tahun Berjalan Per Saham
(Diaudit) 30 Juni 2017, berjumlah 5,88
(Tidak Diaudit) 30 Juni 2018, berjumlah 7,32
Ada pun alasan bagi seorang investor untuk menginvestasikan uang nya kepada PT Trimuda Nuansa Citra Tbk adalah aset ekuitas dan liabilitas yang dimiliki oleh PT Trimuda Nuansa Citra Tbk cukup tinggi di antara perusahaan lainnya di bidang yang sama dan ini memungkin kan apa bila PT Trimuda Nuansa Citra Tbk bangkrut akan ada harapan yang lebih besar agar uang investor kembali.
3.5. Analisis Sudut Pandang Manajemen Perusahaan
Setelah melihat laporan keuangan PT Trimuda Nuansa Citra Tbk, dapat diketahui bahwa laba dan total aset yang dimiliki perusahaan semakin meningkat pada tahun 2017 hingga tahun 2018. Hal ini menandakan bahwa kebijakan-kebijakan dalam manajemen PT Trimuda Nuansa Citra Tbk terjalankan dengan baik sehingga perusahaan mengalami peningkatan keuntungan dalam setahun. Begitu juga di kondisi pandemi COVID-19 saat ini, prospek bisnis perusahaan logistik semakin membaik. Katalis positif laju bisnis logistik ini juga didukung oleh kebijakan pemerintah yang memberikan ketentuan khusus bagi perusahaan-perusahaan logistik.
Di balik prospek bisnis logistik yang masih cukup menjanjikan ini, tentunya ada persaingan yang sangat ketat di antara perusahaan logistik dengan semakin banyaknya perusahaan-perusahaan baru yang mulai menjajaki bisnis logistik. Hal ini akan menjadi salah satu tantangan utama bagi PT Trimuda Nuansa Citra Tbk dalam menjalani bisnisnya. Akan tetapi PT Trimuda Nuansa Citra Tbk, sebagai perusahaan yang sudah sejak lama bersaing di pasar ini akan selalu memberikan nilai pembeda untuk konsumennya agar tidak sama dari perusahaan logistik lain.
Oleh sebab itu manajemen PT Trimuda Nuansa Citra Tbk akan tetap berusaha untuk meningkatkan kinerja perusahaan dengan melakukan pengembangan sistem semaksimal mungkin dan juga membidik peningkatan target laba berdasarkan hasil kinerja perusahaan di tahun sebelumnya. Dalam upaya untuk meningkatkan efisiensi dan mencapai laba maksimum, PT Trimuda Nuansa Citra Tbk juga berencana untuk melakukan aksi korporasi berupa Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD) atau right issue sebanyak-banyaknya, dengan sekitar 800.000.000 saham baru perseroan dengan nilai nominal Rp. 100,- per saham. Aksi korporasi ini diharapkan akan dapat meningkatkan prospek usaha perusahaan dengan signifikan kedepannya.
3.6. Analisis Rasio Keuangan
1. Rasio Likuiditas
Rasio likuiditas adalah rasio yang mengambarkan kemampuan perusahaan dalam
likuiditas atau disebut juga rasio modal kerja bertujuan mengukur kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban lancarnya.
Tabel I Rasio Likuiditas Perusahaan PT. Trimuda Nuansa Citra Tahun 2018
Rasio Likuiditas Nilai Standar
Rasio lancar 4,33 2 kali
Rasio cepat 1,91 1 kali
Tabel I menunjukkan bahwa PT. Trimuda Nuansa Citra Tbk pada tahun 2018 memiliki rasio memiliki rasio lancar dengan nilai 4,33 diatas standar industri, sedangkan rasio cepatnya 1,91 diatas standar industry. Sehingga dapat dikatakan bahwa perusahaan memiliki kemampuan yang baik dalam melunasi hutang maupun pinjaman perusahaan dalam waktu maksimal satu tahun maupun dalam rasio cepat 90 hari kerja.
2. Rasio Solvabilitas
Rasio solvabilitas merupakan suatu rasio yang berfungsi menilai kemampuan perusahaan dalam melunasi semua kewajibannya, baik dalam jangka pendek, maupun jangka Panjang dengan jaminan aktiva atau kekayaan yang dimiliki perusahaan sehingga perusahaan tersebut dilikuidasi atau ditutup.
Tabel II Rasio Solvabilitas Perusahaan PT. Trimuda Nuansa Citra Tahun 2018
Rasio Solvabilitas Nilai Standar
Rasio utang 0,28 0,5
Rasio utang terhadap modal
0,41 <1
Rasio waktu
pembayaran utang
16.6 10
Dari hasil analisis laporan keuangan PT Trimuda Nuansa Citra Tbk pada tahun 2018 yang ditunjukkan pada tabel II. Dapat dinyatakan bahwa dari seluruh pendanaan perusahaan sekitar 0.28 dari 0.5 dibiayai dengan utang. Adapun utang dibanding dengan modal sendirinya, perusahaan hanya dibiayai hutan sebesar 0,41 dibawah standar. Hal ini membuat perusahaan memiliki peluang besar untuk mendapatkan pinjaman jika sewaktu-waktu ingin menambah pinjamannya.
3. Rasio Profitabilitas
Rasio Profitabilitas adalah rasio untuk mengetahui kemampuan perusahaan untuk mendapatkan laba dari pendapatan terkait penjualan, aset, dan ekuitas berdasarkan dasar pengukuran tertentu.
Tabel III Rasio Profitabilitas Perusahaan PT. Trimuda Nuansa Citra Tahun 2018
Rasio Profitabilitas Nilai Standar
Margin pendapatan 7% >5%
Hasil pengembalian investasi
2% 30%
Tabel III menunjukkan bahwa margin pendapatan dari PT. Trimuda Nuansa Citra Tbk pada tahun 2018 sebesar 7% sedangkan hasil pengembalian investasinya hanya sebesar 2% dengan standar industri yang sudah ditentukan. Hal ini menandakan bahwa perusahaan belum produktif dalam mengelola seluruh dana perusahaan.
3.7. Interpretasi Kinerja Perusahaan
Perusahaan PT. Trimuda Nuansa Citra pahun 2018 dinyatakan telah mampu segera menutupi kewajiban lancarnya. Dalam menutupi hutang jangka pendeknya perusahaan telah mampu untuk mengandalkan kas, surat berharga serta piutang usahanya. Dengan demikian kinerja Perusahaan PT. Trimuda Nuansa Citra pada tahun 2018 dalam pemenuhan kewajiban lancarnya telah baik.
Perusahaan menggunakan sumber daya lebih banyak dari perusahaan daripada pinjaman, artinya aset perusahaan dibiayai oleh modal sendiri. Hal ini memungkinkan perusahaan untuk terhindar dari resiko perubahan suku bunga. Selain itu perusahaan juga telah mampu untuk melakukan pembayaran pinjaman tepat waktu.
Berdasarkan keuntungannya, Perusahaan PT. Trimuda Nuansa Citra pada tahun 2018
pengembalian investasi perusahaan kurang baik. Hal ini membuat perusahaan kurang diminati oleh investor.
BAB IV
KESIMPULAN DAN SARAN
4.1. Kesimpulan
Berdasarkan hasil dari pembahasan rumusan masalah dan analisis data yang telah dilakukan di atas, dapat disimpulkan bahwa:
1) Total aset PT Trimuda Nuansa Citra, Tbk per 30 Juni 2018 adalah sebesar Rp 53.550.937.421, dengan besar ekuitas Rp 38.180.711.225 dan liabilitas sebesar Rp 15.370.226.196.
2) Besar pendapatan PT Trimuda Nuansa Citra, Tbk per 30 Juni 2018 adalah Rp 29.627.342.141. Sedangkan total pengeluarannya sebesar Rp 28.203.340.026.
3) Berdasarkan analisis dari sudut pandang kreditor, PT Trimuda Nuansa Citra Tbk dapat dipertimbangkan dan layak untuk menerima pinjaman.
4) Berdasarkan analisis dari sudut pandang investor, PT Trimuda Nuansa Citra Tbk harus mempertimbangkan ulang untuk menginvestasikan uangnya karena hasil dari pengembalian investasi yang kurang baik.
5) Berdasarkan analisis sudut pandang manajemen perusahaan diperlukan peningkatan target laba berdasarkan hasil kinerja perusahaan untuk mencapai efisiensi dan laba maksimum.
6) Berdasarkan rasio likuiditas perusahaan mampu untuk membayar kembali utangnya, berdasarkan rasio solvabilitas perusahaan memiliki peluang besar untuk mendapat pinjaman, dan berdasarkan rasio profitabilitas perusahaan masih belum produktif dalam mengelola dana perusahaan.
7) PT. Trimuda Nuansa Citra Tbk berdasarkan laporan keuangan per-30 Juni 2018 dinyatakan telah mampu segera menutupi kewajiban lancarnya. Dengan demikian kinerja Perusahaan PT. Trimuda Nuansa Citra per-tahun 2018 dalam pemenuhan kewajiban lancarnya telah baik.
4.2. Saran
Adapun saran yang dapat dipertimbangkan oleh perusahaan adalah untuk melakukan analisis rasio untuk mengetahui dengan lebih mendalam kondisi atau keuangan perusahaan dan melakukan evaluasi untuk meningkatkan kinerja perusahaan terutama dalam hal pengembalian investasi perusahaan.
DAFTAR PUSTAKA
Emiten Kontan. (2018). “Laporan Keuangan PT Trimuda Nuansa Citra Tbk Untuk Tahun Berakhir Pada Tanggal 30 Juni 2018 dengan Angka Perbandingan 31 Desember 2017”.
Ikhtiar, A. M. A., Bafadal, A., Salam, I. (2018). “Analisis Laporan Keuangan Perusahaan Agribisnis Studi Kasus pada Perusahaan Pengolahan Padi PB XXX di Kecamatan Ladongi Kabupaten Kolaka Timur”. Prosiding Seminar Nasional Pangan dan Perkebunan. ISBN 978-623-91098-4-4.