SKRIPSI
Oleh Rezkiani 105391106116
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MAKASSAR FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN FISIKA 2020
i SKRIPSI
Diajukan Untuk Memenuhi salah satu syarat guna Memperoleh gelar sarjana pendidikan pada jurusan pendidikan fisika fakultas keguruan dan ilmu pendidikan
Universitas Muhammadiyah Makassar
Oleh : REZKIANI 105391106116
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MAKSSAR
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN FISIKA 2020
ii
iii
iv
v
vi Motto
Allah Akan Meninggikan Orang Yang Beriman diantaramu dan orang-orang Yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat
(QS. AL – Mujadilah : 11)
Sejarah akan menghitamkan mereka yang layak dijatuhkan, sejarah akan meninggikan mereka yang memang layak dimuliakan
(Najwa Shihab)
Jika kesedihan diibaratkan hujan, dan kegembiraan diibaratkan matahari maka butuh keduanya untuk melihat pelangi
Persembahan
Skripsi ini saya persembahkan untuk kedua orang tuaku keluargaku, sahabatku, dan orang-orang yang sudah berkenan membantu dan mendoakan penulis dalam
menyelesaikan skripsi ini.
vii
Rezkiani, 2020. Analisis Literasi Sains Pada Buku Teks Fisika SMA Kelas XI.
Skripsi. Program Studi Pendidikan Fisika Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Makassar. Pembimbing 1 Muhammad Djajadi dan pembimbing II Hartono Bancong.
Hasil survei Programe For International Student Assessment (PISA) menunjukkan bahwa kemampuan literasi sains peserta didik Indonesia masih rendah. Salah satu faktor yang secara langsung berkaitan dengan kegiatan pembelajaran yang mempengaruhi tinggi rendahnya kemampuan literasi sains adalah penggunaan buku teks pelajaran. Oleh karena itu, perlu dilakukan penelitian tentang literasi sains pada buku teks fisika yang digunakan di sekolah.
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui berapa persen aspek kategori literasi sains yang muncul pada buku teks fisika SMA kelas XI. Kategori literasi sains yang digunakan yaitu pengetahuan sains, penyelidikan hakikat sains, sains sebagai cara berpikir, dan interaksi antara sains, teknologi dan masyarakat.
Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan metode deskriptif. Pemilihan sampel dengan menggunakan teknik purposive sampling. Terdapat lima buku teks pelajaran fisika yang dijadikan sampel dalam penelitian ini. Hasil analisis data menunjukkan bahwa kategori pengetahuan sains merupakan kategori literasi sains yang paling banyak dipresentasikan pada buku teks fisika kelas XI sebesar 61.04%. Kemudian kategori penyelidikan hakikat sains sebesar 18.02%, dan kategori sains sebagai cara berpikir sebesar 11.54%. Kategori literasi sains yang paling sedikit kemunculanya yaitu kategori interaksi antara sains, teknologi dan masyarakat sebesar 9.40%. Koefisien kesepakatan rata-rata oleh peneliti dan dua pengamat sebesar 0.86% dan 0.89%. Kesimpulan yang diperoleh pada penelitian ini adalah buku teks fisika kelas XI yang digunakan di SMA Negeri di Kabupaten Sinjai telah menggambarkan kategori literasi sains dengan kategori sangat bagus.
Akan tetapi buku-buku teks fisika kelas XI umumnya lebih menekankan pada aspek pengetahuan sains dan sangat kurang menyajikan aspek interaksi antara sains, teknologi dan masyarakat. Oleh karena itu perlunya pemahaman mengenai tema literasi sains beserta indikator-indikatornya sebagai dasar dalam memilih buku sebagai bahan ajar.
Kata kunci : buku teks, fisika, literasi sains
viii Assalamu Alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Tiada kata indah selain ucapan syukur Alhamdulillah, segala puji hanya milik Allah SWT sang penentu segalanya, atas limpahan Rahmat, Taufik, dan Hidayah-Nya jualah sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi yang berjudul
“Analisis Literasi Sains Pada Buku Teks Fisika SMA Kelas XI”.
Tulisan ini diajukan sebagai syarat yang harus dipenuhi guna memperoleh gelar Sarjana Pendidikan pada Program Studi Pendidikan Fisika Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. Salam dan shalawat senantiasa tercurahkan kepada baginda Rasulullah Muhammad SAW sang revolusioner sejati sepanjang masa, juga kepada seluruh umat beliau yang tetap istiqomah di jalan-Nya dalam mengarungi bahtera kehidupan dan melaksanakan tugas kemanusiaan ini hingga hari akhir.
Sepenuhnya penulis menyadari bahwa skripsi ini takkan terwujud tanpa adanya ulur tangan dari orang-orang yang telah digerakkan hatinya oleh Sang Khalik untuk memberikan dukungan, bantuan, bimbingan baik secara langsung maupun tidak langsung bagi penulis, oleh karena itu disamping rasa syukur kehadirat Allah SWT, penulis juga menyampaikan ucapan terima kasih yang tulus kepada pihak yang selama ini memberikan bantuan hingga terselesainya skripsi ini. Pada kesempatan ini, penulis secara istimewa berterima kasih kepada kedua orang tuaku yang tercinta, Ayahanda Olleng dan Ibunda Hariana atas segala jerih
ix penulis.
Dalam pelaksanaan penelitian hingga penyusunan skripsi ini, penulis mengalami hambatan namun berkat bantuan dan dukungan dari berbagai pihak akhirnya skripsi ini dapat terselesaikan. Olehnya itu, penulis menyampaikan ucapan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada ayahanda Muhammad Djajadi, M.Pd., Ph.D selaku pembimbing I dan kepada kakanda Hartono Bancong, M.Pd., Ph.D selaku pembimbing II yang selalu bersedia meluangkan waktunya dalam membimbing penulis, memberikan ide, arahan, saran dan bijaksana dalam menyikapi keterbatasan pengetahuan penulis, serta memberikan ilmu dan pengetahuan yang berharga baik dalam penelitian ini maupun selama menempuh kuliah. Semoga Allah SWT memberikan perlindungan, kesehatan dan pahala yang berlipat ganda atas segala kebaikan yang telah dicurahkan kepada penulis selama ini.
Selain itu ucapan terima kasih juga pada semua pihak yang telah membantu penulis dalam menyelesaikan skripsi ini, mereka yang telah berjasa di antaranya adalah Ayahanda yang terhormat Prof. Dr. H. Ambo Asse, M.Ag,
Selaku Rektor Universitas Muhammadiyah Makassar, Ayahanda yang terhormat Erwin Akib, M.Pd., Ph.D. selaku Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan
Universitas Muhammadiyah Makassar, Ibunda Dr. Nurlina, S.Si., M.Pd. selaku Ketua Prodi Pendidikan Fisika Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Makassar, Ayahanda Ma’ruf, S.Pd., M.Pd. selaku
x
Fisika Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Makassar atas segala ilmu dan perhatian yang telah diberikan kepada penulis.
Pengorbanan dan jasa-jasamu selama ini tidak akan pernah penulis lupakan untuk selamanya.
Ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya juga penulis ucapkan kepada bapak Abdul Waris, S.Pd., M.Pd selaku Kepala Sekolah SMA Negeri 2 Sinjai,
bapak Drs. Arifuddin P selaku kepala sekolah SMA Negeri 1 Sinjai, dan bapak Drs. Sunardi, M.Si selaku kepala sekolah SMA Negeri 9 Sinjai, yang telah
memberikan izin dan bantuan kepada penulis dalam mengadakan penelitian.
Tidak lupa juga penulis mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Dewi Hikmah Marsida, S.Pd., M.Pd selaku pengamat I dan Muliati S.Pd sebagai pengamat II yang telah bersedia membantu penulis dalam menganalisis data.
Tidak lupa juga dengan sahabat-sahabatku tercinta yaitu Hikmayanti, Sudarti dan Adelin osty dan teman-teman seperjuangan mahasiswa Angkatan 2016 Prodi Pendidikan Fisika serta seluruh pihak yang tak sempat penulis sebutkan namanya satu persatu. Hal ini tidak mengurangi rasa terima kasihku atas segala bantuannya.
Dengan kerendahan hati penulis menyampaikan bahwa tak ada manusia yang tak luput dari kesalahan dan kekhilafan. Oleh karena itu, penulis senantiasa mengharapkan saran dan kritik yang konstruktif sehingga penulis dapat berkarya yang lebih baik lagi pada masa yang akan datang. Dengan harapan dan do’a
xi
Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Makassar, September 2020
Penulis
xii
HALAMAN JUDUL ... i
LEMBAR PENGESAHAN ... ii
PERSETUJUAN PEMBIMBING ... iii
SURAT PERNYATAAN ... iv
SURAT PERJANJIAN ... v
MOTTO DAN PERSEMBAHAN ... vi
ABSTRAK ... vii
KATAPENGANTAR ... viii
DAFTAR ISI ... xii
DAFTAR TABEL ... xiv
DAFTAR GAMBAR ... xv
DAFTAR LAMPIRAN ...xvii
BAB I PENDAHULUAN ... 1
A. Latar Belakang ... 1
B. Rumusan Masalah ... 4
C. Tujuan Penelitian ... 4
D. Manfaat Penelitian ... 5
BAB II KAJIAN PUSTAKA ... 6
A. Kajian Pustaka ... 6
1. Pengertian Sumber Belajar ... 6
2. Buku Teks ... 6
3. Literasi Sains ... 10
4. Hasil Penelitian Yang Relevan ... 15
B. Kerangka Pikir ... 16
BAB III METODE PENELITIAN ... 18
A. Waktu dan Tempat Penelitian ... 18
B. Metode Penelitian ... 18
C. Populasi dan Sampel Penelitian ... 18
xiii
G. Teknik Analisis Data ... 23
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN ... 26
A. Hasil Penelitian ... 26
1. Hasil Penelitian Buku A ... 36
2. Hasil Penelitian Buku B ... 40
3. Hasil Penelitian Buku C ... 45
4. Hasil Penelitian Buku D ... 50
5. Hasil Penelitian Buku E ... 55
B. Pembahasan Hasil Penelitian ... 62
1. Pengetahuan Sains ... 63
2. Penyelidikan Hakikat Sains ... 64
3. Sains Sebagai Cara Berpikir ... 66
4. Interaksi Antara Sains, Teknologi, Dan Masyarakat ... 68
BAB V PENUTUP ... 71
A. Kesimpulan ... 71
B. Saran ... 71
DAFTAR PUSTAKA ... 73
LAMPIRAN ... 76 RIWAYAT HIDUP
xiv
3.1 Nama-nama Sekolah Negeri di kabupaten sinjai 19 3.2 Lembar identifikasi indikator literasi sains 21
3.3 Kecocokan Kesepakatan Pengamat 24
3.4 Kategori Kontingensi kesepakatan antara peneliti dan
pengamat I 24
3.5 Kategori Kontingensi kesepakatan antara peneliti dan
pengamat II 24
3.6 Kategori Kesepakatan 2 Pengamat 25
4.1 Buku-buku yang dianalisis 26
4.2 Jumlah dan Presentase Kemunculan Indikator Literasi Sains 28 4.3 Data hasil analisis literasi pada kelima buku teks fisika kelas
XI 30
4.4 Koefisien kesepakatan KK antara peneliti dan pengamat 1 61 4.5 Koefisien kesepakatan KK antara peneliti dan pengamat II 61
xv
2.1 Bagan Alur Kerangka Pikir 17
4.1 Kemunculan Kategori Literasi Sains Pada Setiap Buku 30 4.2 Kemunculan Indikator Pada Kategori the knowledge of
science
36 4.3 Kemunculan Indikator Pada Kategori the investigative
nature of science
37 4.4 Kemunculan Indikator Pada Kategori Sains science as a way
of thinking
38 4.5 Kemunculan Indikator Pada Kategori Interaction of
science, technology, and society
39 4.6 Kemunculan Kategori Literasi Sains pada Buku A 40 4.7 Kemunculan Indikator Pada Kategor The knowledge of
science
41
4.8 Kemunculan Indikator Pada Kategori The investigative nature of science
42
4.9 Kemunculan Indikator Pada Kategori Science as a way of thinking
43
4.10 Kemunculan Indikator Pada Kategori Interaction of science, technology, and society
44
4.11 Kemunculan Kategori Literasi Sains pada Buku B 45 4.12 Kemunculan Indikator Pada Kategori The knowledge
of science
46 4.13 Kemunculan Indikator Pada Kategori The investigative
nature of science
47 4.14 Kemunculan Indikator Pada Kategori Science as a way of
thinking
48 4.15 Kemunculan Indikator Pada Kategori Interaction of
science, technology, and society
49 4.16 Kemunculan Kategori Literasi Sains pada Buku C 50
xvi nature of science
4.19 Kemunculan Indikator Pada Kategori Science as a way of thinking
53 4.20 Kemunculan Indikator Pada Kategori Interaction of
science, technology, and society
54 4.21 Kemunculan Kategori Literasi Sains pada Buku D 55 4.22 Kemunculan Indikator Pada Kategori The knowledge
of science
56 4.23 Kemunculan Indikator Pada Kategori The investigative
nature of science
57 4.24 Kemunculan Indikator Pada Kategori Science as a way of
thinking
58 4.25 Kemunculan Indikator Pada Kategori Interaction of
science, technology, and society
59 4.26 Kemunculan Kategori Literasi Sains pada Buku E 60
xvii
Lampiran Halaman
Lampiran A 77
A1. Contoh hasil analisis buku yang sudah dianalisis 77
Lampiran B 121
BI. Koefisien kesepakatan antara peneliti dan pengamat I 121 B2. Koefisie kesepakatan antara peneliti dan pengamat II 121
Lampiran C 126
CI. sampul buku yang di analisis 126
Persuratan 149
1 BAB 1
PENDAHULUAN A. Latar Belakang
Pendidikan dapat diartikan sebagai proses pembentukan pribadi.
Pengertian tersebut mencakup di dalamnya terjadi perubahan tingkah laku peserta didik setelah mengikuti suatu kegiatan.Pendidikan yang benar ialah terbuka terhadap pengaruh dari luar dan perkembangan dari dalam diri peserta didik, dengan pendidikan maka akan tercipta manusia yang handal dan berkualitas dalam mengikuti perkembangan teknologi yang pesat ini.
Menurut Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional pada pasal 1 butir 1 telah dinyatakan bahwa pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, dan keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara.
Sebagaimana telah dijelaskan dalam Al-Qur’an Surah An Nahl ayat 125 yang berbunyi:
اَجَو ِةـَنَسَحْلا ِةـــَظِعْىَمْلاَو ِةَمْكِحْلاِب َكِّبَر ِلـــْيِبَس ىـٰلِا ُعْدُا ُهـَسْحَا َيِه ْيِتَّلاِب ْمُهْلِد
ْهَمِب ُمَلْعَا َىُه َكَّبَر َّنِاىلق
ُمَلْعَا َىُهَو هِلـــْيِبَس ْهَع َّلَض
﴿ َهْيِدـــــَتْهُمْلاِب ٥٢١
﴾
Artinya : “Serulah Manusia kepada jalan Tuhan-mu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik.
Sesungguhnya Tuhanmu Dialah yang lebih mengetahui tentang siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan Dialah yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk.
1
Dalam mempelajari ilmu pengetahuan, kita tidak hanya dituntut untuk mengetahui dan memahaminya,tetapi harus mampu mengimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari. Sehubungan dengan itu, salah satu tujuan yang ingin dicapai dalam meningkatkan kualitas pendidikan yang ada adalah tercapainya keberhasilan dalam proses pembelajaran di sekolah. Tercapainya keberhasilan dalam proses pembelajaran di sekolah dipengaruhi oleh beberapa komponen penting, salah satunya adalah penggunaan sumber belajar (Rusman, 2017:88-89).
Fisika sebagai salah satu ilmu dasar, dewasa ini telah berkembang secara pesat baik materi maupun kegunaannya. Berlatih dan berpola pikir fisika juga dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari dan dalam mempelajari berbagai ilmu pengetahuan, mengingat kegunaan fisika tidak hanya berhitung tetapi juga untuk penataan cara berpikir khususnya dalam pembentukan kemampuan analisis dan evaluasi. Oleh karena itu belajar fisika dapat dikatakan mampu menambah kemampuan peserta didik untuk memecahkan masalah, berpikir logis, kritis, analitis dan ulet serta percaya diri.
Berdasarkan data PISA (programme for international student assessment) dalam (Yulianti, 2017) kemampuan literasi sains peserta didik Indonesia masih dibawah rata-rata jika dibandingkan dengan rata-rata skor internasional dan secara umum berada pada tahapan pengukuran terendah PISA (Toharudin dkk., 2011:
19). Sebagaimana dikutip dari The Organization for Economic Co-operation and Development (OECD) peringkat Indonesia di PISA pada tahun 2015 yaitu ke-64 dari 72 negara dengan perolehan skor 403. Pada tahun 2018 Indonesia menduduki peringkat ke-74 dari total 79 negara dengan perolehan nilai saat itu yaitu 396.
Berdasarkan hasil dua kali survey tersebut skor peserta didik Indonesia pada kemampuan literasi sains masih jauh dibawah skor standar internasional yang ditetapkan oleh lembaga OECD. (OECD, 2019)
Terdapat beberapa faktor yang diduga menyebabkan rendahnya literasi sains anak-anak Indonesia yang berkaitan dengan proses pendidikan yang berjalan, diantaranya adalah: (a) sistem pendidikan yang diterapkan, (b) pemilihan model, pendekatan, metode, strategi pembelajaran, dan lain-lain, (c) pemilihan sumber belajar, (d) gaya belajar peserta didik, (e) sarana prasana pembelajaran, dan banyak faktor lainya. Faktor- faktor sangat menarik untuk dijadikan sebagai bahan penelitian pendidikan, khususnya penelitian yang berhubungan dengan literasi sains. Namun, salah satu faktor-faktor di atas yang berkaitan langsung dan bersifat dekat dengan peserta didik adalah sumber belajar, baik dari buku ajar maupun sumber belajar lainya. Oleh karena itu, analisis terhadap kondisi buku ajar yang saat ini banyak beredar sangat penting untuk dilakukan, terutama analisis yang berhubungan dengan literasi sains (Sandi dkk., 2014).
Kenyataan yang ditemukan di lapangan menunjukkan bahwa kemampuan literasi sains peserta didik di Indonesia masih rendah. Diana dkk (2015) menemukan bahwa kemampuan literasi sains ranah kognitif peserta didik kelas X di SMA Negeri 12 Bandung termasuk kategori kurang sekali, yaitu hanya 52,6%.
Salah satu faktor yang secara langsung bersinggungan dengan kegiatan pembelajaran sehingga mempengaruhi rendahnya kemampuan literasi sains adalah bahan ajar (Kurnia dkk., 2014). Buku teks pelajaran adalah buku utama yang di gunakan pada proses belajar mengajar karena mencakup kompotensi dasar yang
termuat dalam kurikulum yang digunakan dalam suatu lembaga pendidikan (Rahmawati, 2015). Berdasarkan uraian permasalahan diatas penulis tertarik melakukan penelitian “Analisis Literasi Sains Pada Buku Teks Fisika SMA Kelas XI”
B. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang yang telah dikemukakan di atas, maka rumusan masalah dalam penelitian ini adalah
1. Berapa persenkah aspek pengetahuan sains yang muncul pada buku teks fisika SMA kelas XI ?
2. Berapa persenkah aspek penyelidikan hakikat sains yang muncul pada buku teks fisika SMA kelas XI ?
3. Berapa persenkah aspek sains sebagai cara berpikir yang muncul pada buku teks fisika SMA kelas XI ?
4. Berapa persenkah aspek interaksi antara sains, teknologi, dan masyarakat yang muncul pada buku teks fisika SMA kelas XI ?
C. Tujuan Penelitian
Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah :
1. Untuk mengetahui berapa persen aspek pengetahuan sains yang muncul pada buku teks fisika SMA kelas XI
2. Untuk mengetahui berapa persen aspek penyelidikan hakikat sains yang muncul pada buku teks fisika SMA kelas XI
3. Untuk mengetahui berapa persen aspek sains sebagai cara berpikir yang muncul pada buku teks fisika SMA kelas XI
4. Untuk mengetahui berapa persen aspek interaksi antara sains, teknologi, dan masyarakat yang muncul pada buku teks fisika SMA kelas XI
D. Manfaat Penelitian
1. Bagi guru, hasil penelitian ini dapat memberikan informasi mengenai bagaimana ketersediaan konten literasi sains dalam buku kimia Sekolah Menengah Atas (SMA) kelas XI yang digunakan untuk membantu proses belajar mengajar.
2. Bagi peserta didik, hasil penelitian ini dapat memberikan informasi kepada peserta didik menganai buku yang akan memberikan kemudahan dalam memahami dan menerapkan pembelajaran dalam kehidupan.
3. Bagi pembaca, hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi rujukan untuk pengembangan dalam penelitian buku teks pelajaran selanjutnya.
BAB II
KAJIAN PUSTAKA A. KAJIAN PUSTAKA
1. Pengertian Sumber Belajar
Sumber belajar menurut Abdullah (2012) ialah semua sumber seperti pesan, orang, bahan, alat, teknik, dan latar yang dimanfaatkan peserta didik sebagai sumber untuk kegiatan belajar dan dapat meningkatkan kualitas belajarnya.
Sedangkan menurut Astuti (2013) Sumber belajar atau learning resource ialah semua sumber baik berupa data, orang dan wujud tertentu yang dapat digunakan oleh peserta didik dalam belajar, baik secara terpisah maupun secara terkombinasi sehingga mempermudah peserta didik dalam mencapai tujuan belajar atau mencapai kompetensi tertentu. Sumber belajar tidak hanya dari media cetak ataupun internet, tetapi juga media peraga atau laboratorium.
Berdasarkan pengertian sumber belajar yang dikemukakan para ahli dapat disimpulkan bahwa sumber belajar adalah Sumber belajar adalah segala apa yang bisa mendatangkan manfaat atau mendukung individu untuk berubah ke arah yang lebih positif, dinamis (belajar),atau menuju perkembangan, atau bahkan proses/aktifitas pembelajaran itu sendiri yang menjadikan individu dapat menemukan hal yang baru.
2. Buku Teks
1. Pengertian Buku Teks Pelajaran
Ramadhani dkk. (2019) menarik kesimpulan sebagai berikut
6
Buku teks pelajaran merupakan sumber belajar utama karena selain menjadi sumber belajar peserta didik, berfungsi sebagai pedoman dalam mengarahkan aktivitas peserta didik ataupu guru dalam proses pembelajaran. Selain itu, fungsi buku teks pelajaran adalah menyediakan sumber yang rapi dan bertahap, menyediakan metode dan sarana pengajaran bagi guru, menyajikan pengetahuan awal serta pemberian tugas dan latihan, menyajikan sumber bahan evaluasi dan remedial, mencerminkan suatu sudut pandang
Buku teks pelajaran menurut Rahmawati (2015) adalah buku utama yang di gunakan pada proses belajar mengajar karena mencakup kompotensi dasar yang termuat dalam kurikulum yang digunakan dalam suatu lembaga pendidikan.
Berdasarkan beberapa definisi buku teks pelajaran menurut para ahli diatas dapat disimpulkan bahwa bahwa buku teks atau buku pelajaran merupakan kumpulan informasi yang dicetak dan disusun secara sistematis sebagai sarana penunjang dalam proses pembelajaran bagi peserta didik yang disesuaikan dengan jenis pelajaran dan kurikulum yang berlaku.
2. Fungsi Buku Teks
Buku teks berfungsi sebagai pedoman dalam mengarahkan aktivitas peserta didik ataupun guru dalam proses pembelajaran. Selain itu, fungsi buku teks pelajaran adalah menyediakan sumber yang rapi dan bertahap, menyediakan metode dan sarana pengajaran bagi guru, menyajikan pengetahuan awal serta pemberian tugas dan latihan, menyajikan sum ber bahan evaluasi dan remedial, mencerminkan suatu sudut pandang (Ramadhani.dkk.2019).
Menurut Sunarko (2007) fungsi buku teks sebagai bahan ajar adalah sebagai berikut:
a. meningkatkan perhatian dan motifasi belajar, b. memberikan fariasi dalam belajar,
c. memberikan struktur yang memudahkan belajar, d. menyajikan inti informasi belajar,
e. memberikan contoh-contoh yang lebih kongret, f. merangsang berfikir analisis,
g. memberikan situas belajar yang tanpa tekanan.
Berdasarkan uraian diatas dapat disimpulkan bahwa buku teks tidak dapat dipisahkan dari proses pembelajaran mengingat perannya yang sangat penting bagi guru dan peserta didik. Buku teks juga harus menjadi perhatian agar tercipta proses pembelajaran yang baik. Oleh karena itu, penyediaan buku teks harus disesuaikan dengan kebutuhan pembelajaran agar proses perpindahan informasi atau ilmu pengetahuan berjalan dengan efektif dan lebih maksimal.
Menurut Banowati (2007) menyimpulkan beberapa hal mengenai buku pelajaran adalah sebagai berikut:
a. Buku teks itu selalu buku pelajaran yang ditujukan bagi peserta didik pada jenjang pendidikan tertentu,
b. Buku teks itu selalu berkaitan dengan bidang studi tertentu, c. Buku teks itu selalu buku yang standar,
d. Buku itu biasanya disusun dan ditulis oleh para pakar (ahli,ekspert) di bidangnya masing-masing,
e. Buku teks itu ditulis untuk tujuan instruksional tertentu
f. Buku teks juga biasanya dilengkapi dengan sarana pengajaran, g. Buku teks itu biasanya ditulis untuk jenjang pendidikan tertentu,
h. Buku teks itu selalu ditulis untuk menunjang sesuatu progara pengajaran.Setiap mata pelajaran.
3. Kriteria Buku Teks
Kriteria buku teks menurut (Banowati,2007) yaitu:
a. Menarik peserta didik yang menggunakannya,
b. Mampu memberikan motivasi kepada para pemakainya, c. Memuat ilustrasi yang menarik hati bagi para penggunanya
d. Mempertimbangkan aspek-aspek linguisti sehingga sesuai dengan kemampuan peserta didik yang menggunakannya,
e. Dapat merangsang aktivitas pribadi peserta didik yang menggunkannya, f. Mempunyai sudut pandang yang jelas dan tegas,sehingga tidak
membingingkan peserta didik yangmenggunakannya,
g. Mampu memberi pemantapan,penekanan materi pada para penggunanya.
Sementara itu, permendikbud Nomor 8 tahun 2016 menyebutkan ada beberapa aspek yang perlu diperhatikan dalam sebuah buku, yaitu:
a) Aspek Materi
Buku harus menggunakan materi dari sumber yang benar, memuat data dan konsep yang akurat dan muktahir dapat mendorong kemandirian dan inovasi peserta didik, dapat memotivasi untuk mengembangkan dirinya, dan dapat menjadi sarana mempererat persatuan dan kesatuan bangsa.
b) Aspek Kebahasaan
Buku harus menggunakan bahasa yang tepat, lugas, jelas, disesuaikan dengan tingkat perkembangan usia, mampu memperjelas materi, komunikatif, informatif, mampu menarik minat untuk membaca dan tidak provokatif.
c) Aspek Penyajian Materi
Materi buku disajikan secara menarik tanpa mengurangi keutuhan makna yang ingin disampaikan, penyajian materi harus mampu merangsang pembaca untuk berfikir kritis, kreatif, dan inovatif, relevan dengan kehidupan sehari-hari, dan dapat menumbuhkan rasa keingintahuan yang mendalam.
d) Aspek Kegrafikan
Ukuran buku, tata letak unsur-unsur buku, pewarnaan, huruf, dan ukuran huruf serta ilustrasi harus sesuai, memiliki kesatuan, dapat memprjelas fungsinya, dan mampu menyampaikan pesan didalamnya.
Berdasarkan uraian di atas, maka dapat disimpulkan bahwa kriteria buku Teks yang baik adalah buku yang memberikan informasi berupa pengetahuan yang mampu memenuhi kebutuhan peserta didik berdasarkan kaidah-kaidah yang telah ditentukan.
3. Literasi Sains
1. Pengertian Literasi Sains.
Menurut Maturradiyah dan A. Rusilowati (2015) berpendapat bahwa Literasi sains didefinisikan sebagai kemampuan menggunakan pengetahuan sains, mengidentifikasi pertanyaan, dan menarik kesimpulan berdasarkan bukti-bukti,
dalam rangka memahami serta membuat keputusan berkenaan dengan alam dan perubahan yang dilakukan terhadap alam melalui aktivitas manusia.
Literasi sains diartikan sebagai kemampuan menggunakan pengetahuan sains untuk mengidentifikasi permasalahan dan menarik kesimpulan berdasarkan bukti-bukti dalam rangka memahami serta membuat keputusan tentang sains dan perubahan yang dilakukan terhadap sains melalui aktivitas manusia (yulianti &
Rusilowati, 2014).
a. Pentingnya Literasi Sains
Arief (2015) berpendapat bahwa pentingnya literasi sains berhubungan dengan bagaimana peserta didik mampu menghargai alam dengan memanfaatkan sains dan teknologi yang telah dikuasainya. Peserta didik yang telah beritelasi sains akan menjaga dan menhargai alam, mengetahui tujuan dan batasan antara sains dan teknologi, mengetahui hubungan antara sains dengan teknologi, memiliki landasan umum dan gagasan kunci sains, mampu menginterprestasikan data numerik, mempunyai ide untuk memberikan solusi mengenai persoalan yang berhubungan dengan sains dan teknologi.
Menurut Fatmawati dan Utari (2015) berpendapat bahwa Selain hal itu, literasi sains penting untuk dimiliki peserta didik karena merupakan cara-cara sains yang dapat digunakan oleh seseorang untuk mengatasi permasalahan hidup secara lebih bertanggung jawab untuk kehidupan yang lebih baik. Literasi sains penting untuk dimiliki peserta didik dalam kaitannya dengan peserta didik mampu memahami lingkungan hidup, kesehatan, ekonomi, dan masalah-masalah lain
yang dihadapi oleh masyarakat modern yang sangat bergantung pada teknologi dan kemajuan, serta perkembangan ilmu pengetahuan.
b. Kategori Literasi Sains
Chiappetta dkk. (1991) dalam jurnalnya yang berjudul A Quantitative Analysis of High School Chemistry Textbooks for Scientific Literacy Themes and Ekspository Learning Aids menggunakan beberapa indikator untuk menganalisis buku teks berdasarkan muatan literasi sains. Adapun indikator-indikator yang dimaksud adalah sebagai berikut:
1. Pengetahuan sains (the knowledge of science)
Materi pada buku teks yang dianalisis yang termasuk dalam kategori ini menyajikan fakta, konsep, prinsip, hukum, hipotesis, teori dan model serta meminta peserta didik untuk mengingat pengetahuan atau informasi. Menyajikan fakta, konsep, prinsip, dan hukum
a) Menyajikan fakta, konsep, prinsip dan hukum (1) Fakta
(2) Konsep (3) Prinsip (4) Hukum
b) Menyajikan hipotesis, teori, dan model (1) Hipotesis
(2) Teori (3) Model
(4) Meminta peserta didik untuk mengingat pengetahuan atau informasi.
2. Penyelidikan Hakikat Sains (the investigative nature of science)
Kategori ini dimaksudkan untuk merangsang peserta didik untuk berpikir dan melakukan sesuatu dengan menugaskan peserta didik untuk
“menyelidiki (mencari tahu)”. Arti yang terkandung dalam kata menyelidiki di sini yaitu pembelajaran yang melibatkan peserta didik dengan metode-metode dan proses-proses dalam sebuah ilmu pengetahuan, seperti mengamati, mengidentifikasi, membuat kesimpulan, menghitung, melakukan eksperimen, dan sebagainya. Menurut Chiappetta dkk. (1991), indikator dalam kategori ini adalah:
a) Meminta peserta didik untuk menjawab melalui penggunaan materi.
b) Meminta peserta didik untuk menjawab pertanyaan melalui penggunaan grafik-grafik, tabel-tabel, dan lain-lain.
c) Meminta peserta didik untuk membuat perhitungan.
d) Meminta peserta didik untuk memberikan alasan dari suatu jawaban.
e) Melibatkan peserta didik dalam eksperimen atau aktivitas berpikir 3. Sains sebagai Cara Berpikir (science as a way of thinking)
Kategori ini dimaksudkan untuk menggambarkan bagaimana sains secara umum atau bagi ilmuwan khususnya dalam melakukan penyelidikan.
Kategori dari sifat sains ini menngambarkan pemikiran, pertimbangan, dan refleksi dimana peserta didik diberitahu mengenai bagaimana sebuah
perusahaan. Menurut Chiappetta. (1991), indikator dalam kategori ini adalah:
a) Menggambarkan bagaimana ilmuwan bereksperimen.
b) Menunjukkan sejarah perkembangan ide.
c) Menekankan sifat empiris dan objektivitas ilmu.
d) Mengilustrasikan dengan menggunakan asumsi.
e) Menunjukkan bagaimana sains berjalan dengan pertimbangan induktif dan deduktif.
f) Memberikan hubungan sebab akibat.
g) Mendiskusikan fakta dan bukti.
h) Menyajikan metode ilmiah dan pemecahan masalah
4. Interaksi Antara Sains, Teknologi, dan Masyarakat (Interaction of science, technology, and society)
Kategori ini dimaksudkan untuk memberi gambaran tentang pengaruh atau dampak-dampak ilmu sains terhadap masyarakat, baik dampak baik maupun buruk. Pada kategori ini, peserta didik hanya menerima informasi tanpa mengharuskan peserta didik untuk menyelidiki.
Menurut Chiappetta dkk. (1991), indikator dalam kategori ini adalah:
a) Mendeskripsikan kegunaan sains dan teknologi dalam masyarakat.
b) Menekankan efek negatif dari sains dan teknologi dalam masyarakat c) Mendiskusikan isu sosial yang berhubungan dengan teknologi.
d) Menyebutkan pekerjaan-pekerjaan dalam bidang sains dan teknologi
4. Hasil Penelitian Yang Relevan
Yuliyanti (2014) Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan dapat disimpulkan bahwa tiga buku ajar Fisika yang dianalisis sudah merefleksikan literasi sains, namun proporsi kategori literasi sains yang disajikan tidak seimbang. Dari tiga buku ajar Fisika yang dianalisis, diperoleh hasil proporsi empat kategori literasi sains sebagai berikut: Pengetahuan sains sebesar 69,61%;
Penyelidikan tentang hakikat sains sebesar 16,85%; Sains sebagai cara berpikir sebesar 10,22%; dan Interaksi sains, teknologi, dan masyarakat sebesar 3,32%.
Dari ketiga buku yang dianalisis terdapat buku yang tidak memuat kategori interaksi antara sains, teknologi, dan masyarakat yaitu buku X. Profil literasi sains yang terkandung dalam buku ajar Fisika yang dianalisis secara keseluruhan lebih menekankan pada pengetahuan sains, yakni menyajikan fakta-fakta, konsep, prinsip, hukum, hipotesis, teori, model dan pertanyaan-pertanyaan yang meminta peserta didik untuk mengingat pengetahuan atau informasi.
Begitupun penelitian yang telah dilakukan oleh Zakiyah dkk. (2017) Berdasarkan analisis hasil penelitian mengenai kategori literasi sains pada buku teks Pendahuluan Fisika Kuantum di Program Studi Pendidikan Fisika Universitas Sriwijaya menunjukkan bahwa buku yang dipilih masih belum memiliki kategori literasi sains di bidang aplikasi sains, teknologi dan masyarakat. Hal ini dapat dilihat dari hasil penelitian bahwa proposi kategori ke-4 baik pada buku Introduction to Quantum Mechanics ataupun buku pendukung perkuliahan Exercises in Quantum Mechanics belum memuat tentang aplikasi sains dalam perkembangan teknologi. Sehingga diharapkan dalam pelaksanaannya, dosen
pengampu agar dapat memilih buku teks pendukung lainnya yang dapat menjelaskan aplikasi dari materi-materi yang tersaji dalam buku tersebut ke dalam kehidupan nyata terutama di bidang teknologi. Dan bagi peneliti lain diharapkan agar melakukan analisis bahan ajar sesuai kategori STEM serta dapat mengembangkan bahan ajar dengan pendekatan terintegrasi STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics).
B. Kerangka Pikir
Perkembangan zaman semakin membuat masyarakat sadar akan pentingnya sains dan teknologi yang dapat membantu kelancaran aktivitas dalam kehidupan sehari-hari. Untuk memupuk ilmu sains dan teknologi dapat dilakukan di mana saja, salah satunya di sekolah. Untuk membantu kemajuan sains sendiri dapat melalui penggunaan konten literasi sains dalam pendidikan sains.
Kemampuan literasi sains sangat penting karena berhubungan dengan keterampilan proses sains peserta didik untuk memecahkan sebuah masalah.
Peserta didik dapat melakukan itu semua dengan menemukan jawaban, mengumpulkan data, membangun sebab akibat, membuat kesimpulan, menafsirkan dan menemukan alternatif jawaban. Kenyataan yang ada, kemampuan literasi sains peserta didik Indonesia masih rendah. Salah satu faktor yang mempengaruhi rendahnya literasi sains peserta didik di Indonesia adalah kualitas bahan ajar. Salah satu bahan ajar penunjang kegiatan pembelajaran yang memegang peranan penting adalah buku. Buku teks yang banyak digunakan di sekolah masih dominan dengan konten yang bersifat teoritis saja. Untuk itu, penelitian mengenai analisis buku teks sangat diperlukan agar kedepannya buku
teks dapat sepenuhnya membantu peserta didik meningkatkan kemampuan literasi sainsnya sesuai kebutuhannya di masa depan.
Penelitian dilakukan dengan menganalisis buku teks fisika berdasarkan indikator literasi sains.
Oleh karena itu, penulis membuat desain kerangka pikir penelitian ini seperti berikut:
Gambar 2.1 Bagan Alur Kerangka Pikir Literasi Sains
Pencapaian Literasi Peserta Didik Indonesia Masih Rendah
Analisis Buku Teks Fisika berdasarkan indikator literasi sains
Pengetahuan Sains
Penyelidikan Hakikat sains
Sains sebagai cara berfikir
Interaksi antara sains, teknologi dan
masyarakat.
Literasi Sains Yang Terdapat Dalam Buku Teks Fisika
Data Hasil Analisis Data
BAB III
METODE PENELITIAN A. Waktu dan Tempat Penelitian
Penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 21 Juli 2020 sampai 18 September 2020 dengan mengambil sampel buku teks pelajaran yang digunakan guru di seluruh SMA Kabupaten Sinjai.
B. Metode Penelitian
Penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan metode deskriptif. Menurut Arikunto (2013:3) penelitian deskriptif yaitu penelitian yang dimaksud untuk menyelidiki keadaan, kondisi, atau hal-hal lain yang hasilnya dipaparkan dalam bentuk laporan penelitian. Karakteristik yang dimiliki oleh penelitian deskriptif adalah data yang dikumpulkan berupa kata-kata atau gambar yang bukan angka-angka (Moleong, 2009:11).
C. Populasi Dan Sampel Penelitian 1. Populasi Penelitian
Populasi adalah keseluruhan subjek penelitian (Arikunto, 2013:173).
Populasi dalam penelitian ini adalah semua buku teks mata pelajaran fisika SMA kelas XI berdasarkan kurikulum 2013 yang digunakan di SMA Negeri di Kabupaten Sinjai.
18
Tabel 3.1. Nama-nama sekolah Negeri di Kabupaten Sinjai
2. Sampel Penelitian
Sampel dalam penelitian ini diambil menggunakan teknik purposive sampling adalah teknik pengambilan sampel sumber data yang didasarkan dengan pertimbangan tertentu (Sugiyono, 2010:300). Adapun dalam penelitian ini yang di jadikan sampel adalah 5 buku yang paling banyak digunakan oleh guru di Kabupaten Sinjai yaitu :
Tabel 3.2. buku-buku yang dianalisis
Buku Judul buku Pengarang Penerbit
Buku A Konsep dan penerapan FISIKA SMA/MA kelas XI
Hari Subagya PT. Bumi aksara Buku B FISIKA UNTUK SMA/MA
KELAS XI
Indarti, Aris Prasetyo Nugroho, Naila Hilmiyana Syifa
Mediatama
Buku C FISIKA UNTUK SMA/MA KELAS XI
Marthen Kanginan Erlangga Buku D ku siswa aktif dan kreatif Ketut kamajaya, Grafindo
No Nama sekolah 1. SMAN 1 SINJAI 2. SMAN 2 SINJAI 3. SMAN 3 SINJAI 4. SMAN 4 SINJAI 5. SMAN 5 SINJAI 6. SMAN 6 SINJAI 7. SMAN 7 SINJAI 8. SMAN 8 SINJAI 9. SMAN 9 SINJAI 10. SMAN 10 SINJAI 11. SMAN 11 SINJAI 12. SMAN 12 SINJAI 13. SMAN 13 SINJAI 14. SMAN 14 SINJAI
belajar Fisika untuk SMA/MA kelas XI
wawan purnama Buku E buku fiska Kajian Konsep
Fisika untuk kelas XI SMA dan MA
Muhammad Farchani Rosyid, Eko Firmansah, Rachmad Resmiyanto, Atsanaita Yasrina
Tiga serangkai
Ada 3 Bab yang dianalisis dalam masing-masing buku yaitu bab 2 (elastisitas zat padat), bab 3 (fluida statik) dan bab 4 (fluida dinamik).
D. Prosedur Penelitian
Prosedur dalam penelitian ini adalah : 1. Tahap Persiapan
Yaitu menyusun instrumen penelitian berupa lembar identifikasi indikator literasi sains yang diadopsi dari penelitian Chiapetta, Sethana dan Filman.
2. Tahap Pengambilan Data
a. Melakukan observasi ke SMA Negeri di Kabupaten Sinjai untuk mendapatkan informasi tentang buku teks fisika yang digunakan di sekolah.
b. Menentukan materi yang akan dijadikan objek untuk dianalisis.
3. Tahap Analisis Data
a. Menganalisis seluruh elemen buku yang telah ditentukan sebagai objek dengan menggunakan instrumen yang telah dibuat.
b. Melakukan reliabilitas data hasil analisis kepada pengamat (observer) lain. Jumlah pengamat sebanyak dua orang. Hal ini dilakukan untuk mengetahui angka kesepakatan antar peneliti dan dua pengamat.
4. Tahap Akhir
a. Mengolah dan menghitung kemunculan indikator literasi sains pada setiap buku yang di analisis.
b. Menghitung persentase kemunculan kategori literasi sains pada masing- masing buku untuk menentukan proporsi kategori literasi sains.
c. Menyajikan dan membahas data hasil analisis buku berdasarkan kategori literasi sains.
d. Menarik kesimpulan berdasarkan data dan pembahasan.
E. Teknik Pengumpulan Data
Penelitian ini diawali dengan kegiatan observasi ke sekolah dan wawancara dengan guru disekolah yang dikunjungi untuk mendapatkan data tentang buku teks yang digunakan di masing-masing SMA Negeri di Kabupaten Sinjai. Kemudian menentukan 5 buku teks fisika yang akan dianalisis berdasarkan indikator literasi sains. dan data yang diperoleh dimasukkan kedalam instrumen berupa lembar observasi indikator literasi sains.
Metode pengumpulan data dalam penelitian yaitu menggunakan metode deskriptif. Analisis dilakukan dengan membaca dan memahami unsur teks pada setiap halaman bab buku yang dianalisis dan mencocokanya dengan pernyataan dari indikator empiris literasi sains sesuai pada lembar penilaian dimensi literasi sains. Data yang diperoleh dimasukkan ke dalam instrumen berupa lembar
penilaian dimensi literasi ilmiah. Daftar unsur-unsur teks atau unit-unit yang dianalisis yaitu paragraf-paragraf lengkap, gambar-gambar, tabel-tabel beserta keteranganya, langkah-langkah laboratorium atau aktivitas langsung yang lengkap (Wilkinson, 1999). Sedangkan halaman yang mengandung tujuan pembelajaran, peta konsep, pertanyaan ulasan dan kosa kata tidak dianalisis.
F. Instrumen Penelitian
Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah lembar observasi indikator literasi sains yang diadopsi dari Chiappetta dkk. (1991).
Tabel 3.2. Lembar identifikasi indikator literasi sains
No Indikator Buku ∑
1.
a. pengetahuan Sains (the knowledge of science) 1. Menyajikan fakta, konsep, prinsip, dan hukum
1. Fakta 2. Konsep 3. Prinsip 4. Hukum
b. Menyajikan hipotesis, teori dan model 1. Hipotesis
2. Teori 3. Model
c. Meminta pesertadidik mengigat kem bali pengetahuan atau informasi
∑
2.
Penyelidikan hakikat sains (the investigative nature of science) 1. Meminta peserta didik menjawab pertanyaan
menggunakan materi
2. Meminta peserta didik menjawab pertanyaan menggunakan grafik, tabel dan lain-lain 3. Meminta peserta didik menjawab pertanyaan
menggunakan perhitungan
4. Meminta peserta didik memberikan penjelasan terhadap jawabanya
5. Melibatkan peserta didik dalam aktivitas atau eksperimen
∑
3.
Sains sebagai cara berpikir (science as a way of thinking) 1. Menggambarkan bagaimana ilmuwan
bereksperimen
2. Menunjukkan sejarah perkembangan ide 3. Menekankan sifat empiris dan keobjektivan
ilmu
4. Mengilustrasikan dengan menggunakan asumsi
5. Menunjukkan bagaimana sains berjalan dengan pertimbangan induktif dengan deduktif
6. Memberikan hubungan sebab akibat 7. Mendiskusikan fakta dan bukti
8. Menyajikan metode ilmiah dan pemecahan masalah
∑
4.
Interaksi antara sains, teknologi dan masyarakat (Interaction of science, technology, and society)
1. Mendekskripsikan kegunaan sains dan teknologi dalam masyarakat
2. Menekankan efek negatif dari sains dan teknologi dalam masyarakat
3. Mendiskusikan isu sosial yang berhubungan dengan teknologi
4. Menunjukan pekerjaan-pekerjaan dalam bidang sains dan teknologi
∑
G. Teknik Analisis Data
Data yang akan didapat dari penelitian ini berupa data kesesuaian antara buku teks yang dianalisis dengan indikator literasi sains. Data yang diperoleh kemudian dianalisis dengan langkah-langkah berikut: Berdasarkan data yang telah diambil, data tersebut dianalisis dengan langkah-langkah berikut :
1. Menjumlahkan kemunculan indikator sains untuk setiap kategori tema literasi sains.
2. Menghitung persentase kemunculan indikator literasi sains dalam buku yang dianalisis. (Purwanto, 2010:102).
Presentasi kategori
=
x 100%
3. Menghitung reliabilitas data
Reliabilitas menurut Sudaryono (2012:155) berasal dari kata reliability, artinya sejauh mana hasil suatu pengukuran dapat dipercaya. Untuk mengukur reabilitas data yang didapat oleh peneliti, dilakukan teknik trianggulasi. Triangulasi diartikan sebagai teknik pengecekan data dari berbagai sumber dengan berbagai cara. Salah satu cara triangulasi adalah dengan mengadakan member check. Ini bertujuan agar hasil yang diperoleh dan yang akan digunakan peneliti dapat dipercaya (Sugiyono, 2013:369-372). Pengecekan data dilakukan oleh ahli yaitu dua dosen fisika (pengamat I dan II). Pengamat melakukan pengecekan dengan membubuhkan tanda check-list pada kolom yang tersedia di lembar observasi indikator literasi sains.
Tabel kecocokan pengamat dimodifikasi dari Arikunto (2013:244) Tabel 3.3. Tabel kesepakatan pengamat
Kategori Indikator Pernyataan
Pengamat I Pengamat II Ya Tidak Ya Tidak
Data hasil pengecekan, kemudian dihitung tingkat reliabilitasnya untuk mendapatkan koefisien kesepakatan antara peneliti dan dua pengamat. Dalam menghitung reabilitas pengamatan, langkah yang perlu dilakukan adalah membuat tabel koefisien kesepakatan antara peneliti dan dua pengamat dua pengamat (Arikunto, 2013:245).
Tabel 3.4. Tabel kontingensi kesepakatan antara peneliti dan pengamat I
Pengamat 1
Peneliti
Ya Tidak Jumlah amatan Ya
Tidak Jumlah amatan
Tabel 3.5. Tabel kontingensi kesepakatan antara peneliti dan pengamat II
Pengamat II
Peneliti
Ya Tidak Jumlah amatan Ya
Tidak Jumlah amatan
Setelah Tabel 3.4 dan 3.5 terisi, selanjutnya hasil data dari tabel tersebut dimasukkan ke dalam rumus. Angka-angka yang cocok adalah angka yang terletak diagonal dengan sel jumlah. Selanjutnya diolah dengan rumus indeks
kesepakatan kasar (Crude Index Agreement). (Arikunto, 2013:244) yaitu :
KK =
Dengan :
KK : koefisien kesepakatan S : sepakat
: Jumlah kode yang dibuat oleh pengamat 1 : Jumlah kode yang dibuat oleh pengamat 2
4. Menarik Kesimpulan
Kategori rentang hasil kesepakatan dua pengamat dimodifikasi dari (Suharsimi Arikunto, 2006:207).
Tabel 3.6. Kategori kesepakatan 2 pengamat
No Interval Kategori
1. 81% - 100% Sangat Bagus
2. 61% - 80% Bagus
3. 41% - 60% Sedang
4. 21% - 40% Buruk
5. 0% - 20% Sangat Buruk
BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN
Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui berapa persen aspek kategori literasi sains yang muncul pada buku teks fisika SMA kelas XI.
Berdasarkan penelitian yang dilakukan, diperoleh data jumlah dan persentase kemunculan indikator literasi sains pada setiap buku teks dan data reliabilitas pengamatan. Data diperoleh dengan menggunakan instrumen lembar indikator literasi sains yang diadopsi dari Chiappetta dkk. (1991)
A. Hasil penelitian
Data hasil penelitian yang didapat meliputi jumlah kemunculan kategori literasi sains pada setiap buku teks fisika SMAN kelas XI yang dinyatakan dengan persentase. Indikator literasi sains yang digunakan yaitu pengetahuan sains, sains sebagai cara untuk menyelidiki, sains sebagai cara berfikir, dan interaksi sains, teknologi, dan masyarakat.
Berikut ini adalah data kemunculan kategori literasi sains pada buku fisika kelas XI yang disajikan dalam Tabel 4.2.
27
Tabel 4.2 Jumlah dan Persentase Kemunculan Indikator Literasi Sains
No Kategori
Buku A (PT bumi -
aksara )
∑ %
Buku B (mediatama)
∑ %
Buk C (erlangga)
∑ %
Buku D(grafindo)
∑ %
Buku E Serangkai
∑ %
Rata-rata
Bab 2 Bab 3 Bab 4 Bab 2 Bab 3 Bab 4 Bab 2 Bab 3 Bab 4 Bab 2 Bab 3 Bab 4 Bab 2 Bab 3 Bab 4
1. Pengetahu an sains (the knowledge of science)
11 13 11 35 51.5
% 12 28 15 55 61,8
% 14 14 12 40 48,2
% 15 15 13 43 72,9
% 13 22 16 51 70,8
% 61.0
4%
2. Penyelidik an hakikat sains (the investigate ve nature of science)
7 10 2 19 27,9
% 3 3 3 9 10,1
% 6 7 6 19 22,9
% 2 3 4 9 15,3
% 4 4 2 10 13,9
% 18.0
2%
3. Sains sebagai cara berpikir (science as a way of thinking)
2 3 2 7 10,3
% 5 4 5 14 15,7
% 5 5 1 11 13,2
% 2 3 1 6 10,1
% 2 2 2 6 8,4
% 11.5
4%
4. Interaksi antara sains, teknologi, dan masyarakat (interactio n of science, technologi and society
1 3 3 7 10,3
% _ 6 5 11 12,4
% 3 4 6 13 15,7
% 1 - - 1 1,7
% 1 2 2 5 6,9
% 9.4
%
Jumlah 21 29 18 100
%
20 41 28 100
%
28 30 25 100
%
20 21 18 100
%
20 30 22 100
% 100
Jumlah total 68 89 83 59 72 %
Berdasarkan Tabel 4.2 dapat diketahui bahwa kategori literasi sains yang muncul pada masing-masing buku memiliki jumlah dan persentase yang beragam.
Agar dapat lebih memahami kemunculan indikator literasi sains pada setiap buku, maka disajikan pada gambar berikut ini.
Gambar 4.1 Kemunculan Kategori Literasi Sains pada Setiap Buku
Dominasi persentase kemunculan indikator literasi sains diperoleh oleh indikator pengetahuan sains. Indikator pengetahuan sains memberikan kemunculan yang paling besar diantara ketiga indikator lainnya yakni 61.04%.
Sementara itu indikator interaksi sains, teknologi, dan masyarakat merupakan indikator yang paling sedikit muncul dengan persentase sebanyak 9.4%.
Sedangkan indikator sains sebagai cara untuk menyelidiki memiliki jumlah kemunculan terbanyak kedua dengan persentase kemunculan sebesar 18.2% dan indikator sains sebagai cara untuk berpikir memiliki jumlah kemunculan sebanyak 11.54%.
Secara keseluruhan data hasil analisis literasi sains pada kelima buku teks fisika kelas XI disajikan dalam Tabel 4.3
61.04%
18.02%
11.54%
9.40%
pengetahuan sains
sains sebagai cara untuk menyelidiki
sains sebagai cara untuk berpikir
interaksi sains, teknologi, dan masyarakat
No Indikator literasi sains
Buku A PT Bumi Aksara
(%)
Buku B Mediatama (%)
Buku C Erlangga (%)
Buku D Grafindo (%)
Buku E Tiga serangkai (%)
Bab 2 Bab 3 Bab 4 Bab2 Bab 3 Bab 4 Bab 2 Bab 3 Bab 4 Bab 2 Bab 3 Bab 4 Bab 2 Bab 3 Bab 4
1. Sains sebagai batang tubuh pengetahuan (the knowledge of science) a.
Menyajikan fakta-fakta, konsep- konsep, prinsip- prinsip dan hukum- hukum.
1).fakta 4.41 4.41 2.94 4.49 11.2 5.62 4.82 2.41 2.41 6.78 5.08 3.39 2.78 8.33 4.16 2).konsep 7.35 7.35 5.88 2.25 6.74 4.49 6.02 4.82 3.61 8.47 6.78 6.78 5.56 8.33 5.56 3).prinsip 1.47 1.47 2.94 3.37 4.49 1.12 2.41 2.41 3.61 3.39 6.78 3.39 4.16 4.16 2.78
4).hukum 1.47 4.41 2.94 1.12 4.49 2.25 1.20 4.82 2.41 1.69 5.08 1.69 1.39 4.16 4.16
Total 47.04 51.63 40.95 59.3 55.53
b.
Menyajikan hipotesis- hipotesis, teori-teori dan model- model.
1).hipotesis 0.00 0.00 0.00 0.00 0.00 0.00 0.00 0.00 0.00 0.00 0.00 0.00 0.00 0.00 0.00 2).teori 0.00 0.00 0.00 0.00 0.00 0.00 0.00 0.00 0.00 0.00 0.00 0.00 0.00 0.00 0.00 3).model
1.47 1.47 1.47 2.25 4.49 2.25 1.20 2.41 1.20 5.08 1.69 6.78 4.16 5.56 5.56
Total 4.41 8.99 4.81 13.55 15.28 c. Meminta peseta didik
untuk mengigat pengetahuan atau informasi
0.00 0.00 0.00 0.00 0.00 1.12 1.20 0.00 1.20 0.00 0.00 0.00 0.00 0.00 0.00
Total 0.00 1.12 2.4 0.00 0.00
Total keseluruhan 51.5 61.8 48.2 72.9 70.8
2. Penyelidikan hakikat sains (the investigative nature of science) a. Mengharuskan peserta
didik untuk Menjawab
Penggunaan materi 0.00 0.00 0.00 2.25 0.00 0.00 2.41 1.20 1.20 0.00 0.00 0.00 0.00 0.00 0.00
Total 0.00 2.25 4.81 0.00 0.00
b. Mengharuskan peserta didik untuk menjawab pertanyaan melalui penggunaan grafik-grafi, tabel-tabel dan lain-lain
1.47 0.00 0.00 0.00 0.00 0.00 0.00 0.00 1.20 0.00 0.00 0.00 0.00 0.00 0.00
Total 1.47 0.00 1.20 0.00 0.00
c. Mengharuskan peserta didik untuk membuat perhitungan
4.41 5.88 1.47 0.00 0.00 0.00 2.41 2.41 2.41 1.69 0.00 1.69 2.78 2.78 2.78
Total 11.76 0.00 7.23 3.38 8.34
d. Mengharuskan peserta didik untuk memberikan alasan dari suatu jawaban
0.00 0.00 0.00 0.00 0.00 0.00 0.00 1.20 1.20 0.00 0.00 0.00 0.00 0.00 0.00
Total 0.00 0.00 2.40 0.00 0.00
e. Melibatkan peserta didik dalam eksperimen atau aktivitas berpikir
4.41 8.82 1.47 1.12 3.37 3.37 2.41 3.61 1.20 1.69 5.08 5.08 2.78 2.78 0.00
Total 14.7 7.86 7.22 11.85 5.56
Total keseluruhan 27.9 10.1 22.9 15.3 13.9
3. Sains sebagai cara berpikir (science as a way of thinking) a. Menggambarkan
bagaimana seorang ilmuan melakukan eksperimen
0.00 0.00 0.00 0.00 0.00 0.00 0.00 1.20 1.20 0.00 0.00 0.00 0.00 0.00 0.00
Total 0.00 0.00 2.40 0.00 0.00
b. Menunjukkan
perkembangan historis dari sebuah ide
2.94 1.47 2.94 2.25 2.25 3.37 2.41 1.20 0.00 0.00 1.69 1.69 0.00 2.78 1.39
Total 7.35 7.87 3.61 3.38 4.17
c. Menekankan sifat empiris dan objektivitas ilmu sains
0.00 0.00 0.00 0.00 0.00 0.00 0.00 0.00 0.00 0.00 0.00 0.00 0.00 0.00 0.00
Total 0.00 0.00 0.00 0.00 0.00