ANALISIS MOTIVASI DAN KETERAMPILAN TERHADAP KINERJA PEGAWAI PADA KANTOR DINAS PENANAMAN MODAL DAN PELAYANAN
TERPADU SATU PINTU PROVINSI SULAWESI SELATAN
Hendrikus Gunawan1, Abdul Sumarlin2, Rohani3
1,2,3Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi YPUP Makassar
1[email protected], 2[email protected], 3[email protected]
ABSTRACT
This research aims to find out the effect of motivation and skills on employee performance at the Investment and One Stop Services Office of South Sulawesi Province. The data collection methods used were observation, interviews, documentation, and questionnaire. The data analysis method used was multiple linear regression analysis. The results of this research indicate that the motivation and skills positively influence on employee performance at the Investment and One Stop Services Office of South Sulawesi Province.
Keywords: Motivation, Skills and Employees’ Performance.
PENDAHULUAN
Perubahan era yang semakin maju, mendorong manusia untuk mencapai kehidupan yang lebih baik. Indonesia adalah negara dengan jumlah penduduk atau sumber daya manusia yang cukup besar, sehingga seharusnya Indonesia memiliki daya saing lebih dibandingkan dengan negara lainnya.
Daya saing yang baik dapat ditunjukkan melalui kinerja dan prestasi pegawai atau sumber daya manusia dalam menghasilkan hasil kinerjanya. Suatu instansi dikatakan berhasil apabila kinerja pegawai sesuai dengan yang di harapkan oleh instansi untuk mencapai tujuan. Setiap pegawai memiliki latar belakang, kemampuan yang berbeda – beda yang akan mempengaruhi hubungan antar manusia dan organisasi instansi.
Kantor Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu ini merupakan instansi penyedia pelayanan jasa dan pemberian izin usaha berikut perdagangan pada masyarakat yang melaksanakan fungsi dan peninjauannya. Berdasarkan hasil pengamatan yang didapat penulis, bahwa pada instansi ini ditemukan masalah yang sering muncul berkaitan dengan indikasi keterampilan kerja pegawainya belum sesuai sop kerja, proses surat izin gangguan (IG) yang ditentukan dalam 15 hari kerja pegawainya menyelesaikan melebihi 15 hari.
Hal ini disebabkan karena banyaknya izin yang masuk mereka lambat dalam menyelesaikan pekerjaannya tepat waktu dan hal ini membuat masyarakat mengeluh.
Motivasi dorongan kera yang diberikan seharusnya diberikan kepada pegawai pun tidak ada walaupun pegawai melakukan pekerjaannya diluar jam kerja mereka.
Sedangkan dalam kinerja pegawai sangat rendah hal ini terlihat karena kelalaian surat izin yang dicetak terkadang salah dalam penulisan nama dan jam kerja usaha masyarakat. Kelalaian ini disebabkan karena terkadang mereka mendahulukan kepentingan pribadi atau bersantai-santai didalam jam kerja.
Salah satu hal yang mendorong peningkatan kinerja pegawai adalah dengan motivasi dan keterampilan kerja. Pegawai merupakan penggerak dan penentu jalannya suatu instansi, tanpa peran pegawai meskipun berbagai faktor telah tersedia suatu organisasi tidak akan jalan. Kinerja pegawai adalah hal terpenting yang diharapkan oleh instansi dalam mencapai tujuan organisasinya. Kinerja pegawai sangat menentukan prospek suatu instansi, pegawai dikatakan baik apabila kinerja pegawai berjalan denga baik sesuai dengan tujuan instansi, namun apabila kinerja pegawai tidak berjalan sesuai dengan tujuan instansi dapat berdampak buruk bagi instansi tersebut.
Kinerja merupakan suatu fungsi dari motivasi dan kemampuan. Kesedian dan keterampilan seseorang tidaklah cukup efektif untuk mengerjakan sesuatu tanpa pemahaman yang jelas tentang apa yang akan dikerjakan dan bagaimana mengerjakannya. Pemimpin perlu mengetahui kemampuan atau kinerja pegawai agar dapat mengetahui dan merencanakan solusi yang terjadi pada pegawai. Seorang pemimpin juga harus mendorong semangat dan memotivasi pegawai untuk meningkatkan kinerjanya.
Keterampilan merupakan faktor utama yang mempengaruhi kinerja pegawai dalam menyelesaikan pekerjaannya. Keterampilan hanya dapat ditunjukkan melalui kegiatan- kegiatan atau pelatihan dan pengembangan dilakukan supaya meningkatkan pengetahuan kerja yang dimiliki pegawai. Setiap pegawai mempunyai tingkat keterampilan yang berbeda-beda oleh karena itu perusahaan perlu memberikan pelatihan keterampilan kepada pegawai agar pegawai dapat menyesuaikan dengan kinerja yang telah ditetapkan pada suatu perusahaan.
Seorang yang terampil akan memperlihatkan tingkat kemandirian dalam bekerja, handal menyelesaikan pekerjaan dan profesional (ahli) pada bidang yang ditekuni (Sofyang dkk, 2017). Keterampilan pada dasarnya berawal dari keterbiasaan yang sering dilakukan dalam menyelesaikan suatu pekerjaan. Jika seorang karyawan sering melakukan dan terbiasa dalam menghasilkan suatu pekerjaan maka keterampilan juga akan muncul dengan sendirinya. Maka dari itu suatu perusahaan harus dapat mengolah keterampilan pegawai agar dapat bekerja dengan baik dan memberikan dampak baik pula untuk kemajuan suatu perusahaan dalam mencapai tujuan perusahaan yang ditetapkan.
Tidak hanya motivasi kerja yang dapat mempengaruhi kinerja pegawai, namun motivasi kerja juga berdampak pada kinerja pegawai. Motivasi kerja merupakan salah satu faktor penting dalam mendorong seseorang untuk melakukan suatu pekerjaan. Bila seseorang termotivasi maka ia akan berupaya sekuat tenaga untuk mencapai tujuan, namun belum tentu upaya yang tinggi akan menghasilkan kinerja yang tinggi pula.
Dengan demikian perusahaan harus dapat
meningkatkan motivasi kerja yang dalam benak pegawai guna meningkatkan kinerjanya.
Motivasi kerja merupakan kondisi atau energi yang menggerakan diri pegawai yang terarah atau tertuju yang mencapai tujuan organisasi perusahaan. Sikap mental karyawan yang pro dan positif terhadap situasi kerja itulah yang memperkuat motivasi kerjanya untuk mencapai kinerja maksimal. Motivasi kerja dapat diartikan sebagai suatu dorongan yang ada pada diri pegawai untuk melakukan ataupun menyelesaikan kinerjanya dalam suatu perusahaan guna mencapai tujuan baik untuk dirinya sendiri maupun untuk perusahaan.
Motivasi kerja sebagai motor penggerak yang paling vital dalam sebuah pencapaian kinerja.
Tanpa motivasi kerja pegawai tidak akan berhasil untuk menyelesaikan sebuah pekerjaan secara maksimal karena tidak ada kemauan yang berasal dari dalam diri pegawai itu sendiri, yang muncul hanyalah rutinitas.
Seorang pegawai dapat lebih termotivasi dalam bekerja apabila ia mendapatkan penghargaan (reward) setelah apa yang ia lakukan mencapai target yang telah ditentukan.
Pada penelitian ini menguji pengaruh antara motivasi dan keterampilan dengan kinerja pada kantor Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Provinsi Sulawesi Selatan (DPMPTSP), sebagai salah satu instansi pemerintah yang bertujuan untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat dan bagian dari perencanaan. Sudah seharusnya memiliki pegawai yang berkompeten, penuh semangat dan bermotivasi tinggi dalam bekerja, dan melakukan pekerjaannya secara efektif dan efisien, untuk kemudian pada akhirnya menunjukan kinerja yang tinggi dalam usaha mewujudkan misi dan tujuan yang telah ditetapkan.
Berangkat dari latar belakang masalah terkait dengan kinerja pegawai, maka saya tertarik untuk meninjau lebih dalam mengenai Analisis Motivasi dan Keterampilan Terhadap Kinerja Pegawai Pada Kantor Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Provinsi Sulawesi Selatan.
Rumusan masalah dalam penelitian ini yaitu sebagai berikut:(i)Apakah motivasi berpengaruh terhadap kinerja pegawai kantor Dinas Penanaman Modal Dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Provinsi Sulawesi Selatan?(ii)Apakah keterampilan berpengaruh terhadap kinerja pegawai pada kantor Dinas Penanaman Modal Dan Pelayanan Terpadu
Satu Pintu Provinsi Sulawesi Selatan?(iii)Apakah motivasi dan keterampilan berpengaruh terhadap kinerja pegawai pada kantor Dinas Penanaman Modal Dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Provinsi Sulawesi Selatan?
Tujuan penelitian:(i) Untuk mengetahui pengaruh motivasi terhadap kinerja pegawai pada kakntor Dinas Penanaman Modal Dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Provinsi Sulawesi Selatan.(ii)Untuk mengetahui pengaruh keterampilan terhadap kinerja pegawai pada kantor Dinas Penanaman Modal Dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Provinsi Sulawesi Selatan.(iii) Untuk mengetahui pengaruh motivasi dan keterampilan terhadap kinerja pegawai pada kantor Dinas Penanaman Modal Dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Provinsi Sulawesi Selatan.
Manfaat Penelitian ini adalah:(i) Praktis Bagi Kantor Dinas Penanaman Modal Dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Provinsi Sulawesi Selatan.Sebagai bahan masukan atau informasi tambahan bagi pihak-pihak yang berkepentingan didalam instansi dan menjadi bahan pertimbangan untuk menetapkan kebijakan tentang pengaruh motivasi dan keterampilan terhadap kinerja pegawai.Bagi lembaga Sekolah tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Yayasan Pendidikan Ujung Pandang (YPUP) Penelitian ini dapat diharapkan menjadi sebuah referensi untuk penelitian selanjutnya yang mendalam khususnya dalam pengukuran motivasi dan keterampilan terhadap kinerja pegawai.Bagi Penulis.Untuk menambah wawasan pengetahuan dan lebih memahami tentang motivasi dan keterampilan terhadap kinerja pegawai dalam instansi.(ii)teoritis, Penelitian ini dapat dijadikan sebagai sarana informasi untuk meningkatkan wawasan dan pengetahuan tentang pengaruh motivasi dan keterampilan terhadap kinerja pegawai pada kantor Dinas Penanaman Modal Dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Provinsi Sulawesi Selatan.
TINJAUAN LITERATUR
Menurut Rahmat (2017), motivasi adalah proses pemberian dorongan dan arahan secara tekun atas usaha seseorang dalam mencapai suatu tujuan. Motivasi menyangkut perilaku manusia dan merupakan sebuah unsur yang vital dalam manajemen.
Menurut Widodo (2015), motivasi adalah kekuatan yang ada dalam seseorang, yang mendorong perilakunya untuk melakukan tindakan. Besarnya intensitas kekuatan dari dalam diri seseorang untuk melakukan suatu tugas atau mencapai sasaran memperlihatkan sejauh mana tingkat motivasinya.
Menurut Lian (2013), menyatakan bahwa, dalam meningkatkan kinerja seorang pegawai atau karyawan maka salah satu faktor penunjang adalah tingkat keterampilan pegawai atau karyawan itu sendiri. Dimana keterampilan adalah merupakan kemampuan seseorang untuk melakukan suatu aktivitas atau pekerjaan.
Menurut Sofyang dan Rasyid (2017), keterampilan adalah suatu kemampuaan untuk menerjemahkan pengetahuan kedalam praktis sehingga tercapai tujuan yang diinginkan.
Keterampilan yang paling penting adalah keterampilan yang memungkinkan manajer bisa membantu orang lain sehingga menjadi lebih produktif ditempat kerja.
Menurut Sudaryo et al. (2018) kinerja pegawai merupakan seuatu kekuatan atau kemampuan menghasilkan sesuatu yg bersifat materi ataupun nonmateri, baik bisa dihitung atau dinilai dengan uang atau tidak. Sehingga dengan memiliki kinerja yang tinggi, maka segala apa yang diprogramkan dan direncanakan organisasi untuk mencapai tujuannya dapat segera terealisasi. Meskipun demikian, tetapi tidak semua pegawai memiliki kinerja yang tinggi terdapat berbagai tingkat kinerja yang dimiliki pegawai. Untuk meningkatkan kinerja pegawai maka dalam pelaksanaannya dibutuhkan disiplin kerja yang sangat baik. prestsi kerja didefinisikan hasil kerja dicapai oleh pegawai secara kualitas kuantitas sesuai dengan tanggung jawab mereka.
Berdasarkan rumusan masalah yang dikemukakan sebelumnya maka rumusan hipotesis dalam penelitian ini yaitu sebagai berikut:
Gambar 1. Model Penelitian
H1 H3
H2
H1:Motivasi berpengaruh terhadap kinerja pegawai pada kantor Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Provinsi Sulawesi Selatan.
H2:Keterampilan berpengaruh terhadap kinerja pegawai pada kantor Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Provinsi Sulawesi Selatan.
H3:Motivasi dan keterampilan berpengaruh terhadap kinerja pegawai pada kantor Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Provinsi Sulawesi Selatan.
METODE PENELITIAN
Desain penelitian yang digunakan adalah kualitatif. Penelitian kualitatif adalah desain penelitian yang bertujuan menentukan hubungan dan pengaruh dari suatu variabel terhadap variabel lainnya. desain kausal dapat dilakukan dengan langkah-langkah sebagai berikut : merumuskan masalah, kajian pustaka, merumuskan hipotesis, mengumpulkan data, mengolah data, menarik kesimpulan. Adapun variabel-variabel yang digunakan dalam penelitian ini adalah variabel X1 atau variabel bebas pertama yaitu motivasi, variabel X2 atau variabel bebas kedua yaitu keterampilan, dan variabel terikatnya adalah Y yakni kinerja karyawan. Subjek dalam penelitian ini adalah kinerja karyawan pada Kantor Dinas Penanaman Modal Dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Provinsi Sulawesi Selatan, sedangkan objek dalam penelitian ini adalah motivasi, keterampilan, dan kinerja pegawai pada Kantor Dinas Penanaman Modal Dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Provinsi Sulawesi Selatan.
Berdasarkan tujuan penelitian yang saya angkat, yaitu pengaruh motivasi dan keterampilan terhadap kinerja pegawai pada kantor Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Provinsi Sulawesi Selatan yang terletak dijalan Bougenville no.5 Makassar. Waktu penilitian
dilaksanakan selama kurang lebih dua (2) bulan.
Menurut Suharyadi dan Purwanto (2016), populasi adalah kumpulan dari semua kemungkinan orang-orang, benda-benda, dan ukuran lain, yang menjadi objek perhatian.
Menurut Sugiyono (2002), populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri dari, objek atau subjek yang mempunyai kuantitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peniliti untuk dipelajari, kemudian ditarik kesimpulanya. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 84 orang.
Menurut Suharyadi dan Purwanto (2016), sampel adalah suatu bagian dari populasi tertentu yang menjadi perhatian.
Menurut Sudaryono (2017) sampel adalah suatu bagian dari populasi hal ini mencakup sejumlah anggota yang dipilih dari populasi, dengan demikian sebagian elemen dari populasi merupakan sampel. Yang digunakan dalam metode pemilihan sampel adalah sampel jenuh. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 84 0rang.
Variabel penelitian adalah obyek penelitian atau apa yang menjadi titik perhatian suatu penelitian. Variabel dalam penelitian ini terdiri dari variabel bebas (X) dan variabel terikat (Y).
Variabel bebas adalah variabel yang mempengaruhi variabel lain. Variabel bebas dalam penelitian ini terdiri dari:(i)Motivasi merupakan variabel (X1),(ii)Keterampilan merupakan variabel (X2)
Variabel terikat adalah variabel yang dipengaruhi oleh variabel bebas. Variabel terikatnya adalah kinerja(Y).
HASIL DAN PEMBAHASAN
Tabel 1. Uji Regresi Linear Berganda Coefficientsa
Model Unstandardize d Coefficients
Standa rdized Coeffi cients
T Sig.
B Std.
Error Beta
1
(Constant) 21.570 2.173 9.927 .000 Motivasi -.090 .069 -.180 -1.304 .196 Keterampilan .083 .062 .182 1.325 .189 a. Dependent Variable: Kinerja Pegawai
Sumber: Data Primer Diolah (2020) Motivasi
Keterampilan (X2)
Kinerja Pegawai
(Y)
Dari hasil perhitungan pada tabel yang tertera diatas maka dapat dibuat persamaan regresi linear berganda sebagai berikut:
Y=a+b1X1-b2X2+e
Maka diperoleh Y = 21.570-0,090+0,83.
Bilangan konstanta mempunyai nilai sebesar 21.570 (positif), menyatakan bahwa jika tidak ada motivasi dan keterampilan maka peningkatan kinerja pegawai pada kantor Dinas Penanaman Modal Dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Provinsi Sulawesi Selatan sebesar 21.570.
Selain itu persamaan regresi linear berganda diatas, terdapat nilai koefisien regresi variabel bebas X1 dan X2 adalah positif. Nilai koefisien variabel bebas (X1 dan X2) yang positif artinya apabila terjadi perubahan pada variabel bebas akan menyebabkan perubahan secara searah pada variabel terikat (Y).
Berdasarkan hasil analisis tersebut, jika motivasi (X1) bertambah satu faktor, sedangkan keterampilan tetap, maka akan mempengaruhi kinerja pegawai sebesar 0,090.
Jika keterampilan bertambah satu faktor, sedangkan motivasi tetap, maka akan mempengaruhi kinerja pegawai sebesar 0,083.
Berdasarkan uraian diatas, maka dapat disimpulkan bahwa motivasi (X1) dan keterampilan (X2) berpengaruh positif terhadap kinerja pegawai pada kantor Dinas Penanaman Modal Dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Provinsi Sulawesi Selatan.
Tabel 2. Uji T Coefficientsa Model Unstandardized Coefficients
Standa rdized Coeffic ients
T Sig.
B Std.
Error Beta
1
(Constant) 21.570 2.173 9.927 .000 Motivasi -.090 .069 -.180 -1.304 .196 Keterampilan .083 .062 .182 1.325 .189 a. Dependent Variable: Kinerja Pegawai
Sumber: Data Primer diolah (2020) Uji T dilakukan untuk melihat signifikan variabel independen terhadap variabel dependen yang dilakukan secara parsial atau satu persatu. Uji signifikan t ini dalam hasil perhitungan statistik ditunjukan dengan rhitung. Secara terperinci, hasil thitung
dijelaskan dalam tabel berikut:
Berdasarkan table diatas hasil uji t dikatakan berpengaruh jika nilai thitung > ttabel
sebesar 1.663. Sedangkan apabila nilai thitung <
ttabel sebesar 1.663, maka dapat dikatakan tidak berpengaruh.
Berdasarkan hasil uji t diatas maka dapat disimpulkan bahwa masing-masing variabel motivasi (X1) dan keterampilan (X2) secara sendiri-sendiri tidak berpengaruh terhadap kinerja pegawai pada kantor Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Provinsi Sulawesi Selatan.
(i)Berdasarkan tabel uji t diatas variabel bebas motivasi (X1) tidak berpengaruh terhadap kinerja pegawai (Y), dapat dilihat bahwa thitung
untuk variabel motivasi (X1) sebesar -1.304 terhadap kinerja pegawai sebesar 1.663, maka berarti thitung -1.304< ttabel sebesar 1.663. Maka dapat dinyatakan bahwa variabel motivasi (X1) tidak ada pengaruh positif terhadap kinerja pegawai (Y). (ii)Berdasarkan tabel 4.11 diatas variabel bebas keterampilan (X2) tidak berpengaruh terhadap kinerja pegawai (Y). Dapat dilihat dari thitung variabel bebas keterampilan (X2) sebesar 1.325 terhadap kinerja pegawai sebesar 1.663 berarti thitung
1.325< ttabel 1.663. Maka dapat dinyatakan bahwa variabel bebas keterampilan (X2) tidak ada pengaruh positif terhadap kinerja pegawai (Y).
Uji F ini dimaksudkan untuk menguji hipotesis penelitian yaitu motivasi dan keterampilan berpengaruh terhadap kinerja pegawai pada kantor Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Provinsi Sulawesi Selatan.
Uji statistik F atau uji signifikan simultan, pada dasarnya menunjukan apakah semua variabel bebas yang dimasukkan dalam model mempunyai pengaruh secara bersama- sama terhadap variabel dependen. Maka untuk mengetahui hasilnya maka dapat dilihat dari tabel berikut :
Tabel 3. Uji F ANOVAa Model Sum of
Squares
Df Mean Square
F Sig.
1
Regression 5.584 2 2.792 1.077 .345b Residual 209.976 81 2.592
Total 215.560 83
a. Dependent Variable: Kinerja Pegawai
b. Predictors: (Constant), Keterampilan, Motivasi Sumber: Data Primer diolah (2020)
Berdasarkan tabel diatas hasil uji F (uji simultan) dikatakan berpengaruh jika nilai Fhitung > Ftabel sebesar 3.96 sedangkan apabila nilai Fhitung < Ftabel maka uji F dikatakan tidak berpengaruh. Berdasarkan hasil uji F tabel tersebut dapat disimpulkan bahwa nilai Fhitung
sebesar 1.077 < Ftabel 3.96. Hal ini menunjukan bahwa tidak ada pengaruh positif secara simultan variabel motivasi (X1) dan keterampilan (X2) terhadap kinerja pegawai (Y) pada kantor Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Provinsi Sulawesi Selatan.
Berdasarkan persamaan regresi linear sederhana didapat persamaan tentang hubungan antara motivasi,keterampilan dan kinerja pegawai, yaitu : Y = 21.570- 0,090+0,83. Hal ini menunjukan bahwa jika tidak ada motivasi dan keterampilan maka tidak akan terjadi peningkatan kinerja pegawai pada kantor Dinas Penanaman Modal Dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Provisi Sulawesi Selatan.
Pengujian linearritas diketahui bahwa ada hubungan linear secara signifikan antara variabal motivasi (X1) dengan variabel kinerja pegawai (Y). diperoleh nilai Deviation From Linearity Sig. adalah 0,685 lebih besar dari 0,05. Maka dapat disimpulkan bahwa ada hubungan linear secara signifikan antara variabel motivasi (X1) dengan variabel kinerja pegawai (Y). Nilai Fhitung adalah 0,773 lebih kecil dari Ftabel 1,86. Pengujian linearitas tersebut jga memiliki hubungan linear secara signifikan antara variabel keterampilan (X2) dengan kinerja pegawai (Y). berdasarkan nilai signifikansi (Sig). diperoleh nilai Deviation From Linearity Sig. adalah 0,545 lebih besar dari 0,05. Maka dapat disimpulkan bahwa ada hubungan linear secara signifikan antara variabel keterampilan (X2) dengan variabel kinerja pegawai (Y). Nilai Fhitung adalah 0,912 lebih kecil dari nilai Ftabel 1,86.
Pengujian hipotesis menunjukan bahwa motivasi dan keterampilan tidak berpengaruh positif terhadap kinerja pegawai pada kantor Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Provinsi Sulawesi Selatan.
Berdasarkan nilai pada thitung dan ttabel, diketahui thitung lebih kecil dari ttabel. Dimana nilai motivasi (X1) thitung sebesar -1.304 dan nilai keterampilan (X2) thitung sebesar 1.325, nilai ttabel 1.663.
PENUTUP
Pengujian linearritas diketahui bahwa ada hubungan linear secara signifikan antara variabal motivasi (X1) dengan variabel kinerja pegawai (Y). diperoleh nilai Deviation From Linearity Sig. adalah 0,685 lebih besar dari 0,05. Maka dapat disimpulkan bahwa ada hubungan linear secara signifikan antara variabel motivasi (X1) dengan variabel kinerja pegawai (Y). Nilai Fhitung adalah 0,773 lebih kecil dari Ftabel 1,86. Pengujian linearitas tersebut jga memiliki hubungan linear secara signifikan antara variabel keterampilan (X2) dengan kinerja pegawai (Y). berdasarkan nilai signifikansi (Sig). diperoleh nilai Deviation From Linearity Sig. adalah 0,545 lebih besar dari 0,05. Maka dapat disimpulkan bahwa ada hubungan linear secara signifikan antara variabel keterampilan (X2) dengan variabel kinerja pegawai (Y). Nilai Fhitung adalah 0,912 lebih kecil dari nilai Ftabel 1,86.
Dari pengujian hipotesis juga menunjukan adanya kebenaran dalam penelitian ini, yaitu dengan melihat nilai thitung
lebih besar dari ttabel. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa penelitian ini dapat dibenarkan, motivasi dan keterampilan menjadi salah satu faktor yang sangat penting dalam meningkatkan kinerja pegawai.
Berdasarkan persamaan regresi linear sederhana didapat persamaan tentang hubungan antara motivasi,keterampilan dan kinerja pegawai, yaitu : Y = 21.570- 0,090+0,83. Hal ini menunjukan bahwa jika tidak ada motivasi dan keterampilan maka tidak akan terjadi peningkatan kinerja pegawai pada kantor Dinas Penanaman Modal Dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Provisi Sulawesi Selatan.
Bagi kantor Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Provinsi Sulawesi Selatan, dengan motivasi yang tinggi dan keterampilan dapat memberikan unsur yang penting dalam melakukan tugas pekerjaan dengan mencapai kinerja yang optimal.
Bagi peneliti semoga dengan diadakan penelitian ini dapat menjadi modal dasar dalam mengembangkan pengetahuan dan skill kedepannya.
Bagi peneliti selanjutnya disarankan untuk meneliti variabel lain, selain variabel motivasi dan keterampilan terhadap kinerja pegawai. Diantaranya variabel kepuasan kerja
dan gaya kepemimpinan terhadap kinerja karyawan, variabel disiplin kerja dan penilaian kerja terhadap kinerja karyawan.
DAFTAR PUSTAKA
Azizah, L. N. (2018). Pengaruh Keterampilan Dan Motivasi Kerja Terhadap Kinerja Karyawan Pada PT.Gunung Subur Sejahtera Karanganyar. Surakarta. Fakultas Ekonomi Dan Bisnis. Universitas Muhammadiyah Surakarta.
Bangun, W. (2012). Manajemen Sumber Daya Manusia. Jakarta: Erlangga.
Kasmir. (2016). Pengaruh Motivasi Dan Ketidakamanan Kerja Terhadap Penilaian Kerja Yang Berdampak Kepada Kepuasan Kerja. Surabaya: Media Sahabat Cendekia.
Lengkong, L. V., & Rita N. T. (2019).
Pengaruh Keterampilan, Pengalaman Dan Lingkungan Kerja Terhadap Kinerja Karyawan Di PT. Trimustika Cocominaesa (Minahasa Selatan). Jurnal Emba. Vol 7.
No 1 (281-290).
Mangkunegara, P. A. (2013). Manajemen Sumber Daya Manusia. Bogor: In Media.Manusia Kompensasi Tidak Langsung Dan Lingkungan Kerja Fisik.
Meoheriono. (2012). Manajemen Sumber Daya Manusia. Edisi Kesatu. Cetakan Pertama. MakassaR: Umitoha Grafika.
Murphy. (2016). Pengaruh Motivasi Dan Ketidakamanan Kerja Terhadap Penilaian Kerja Yang Berdampak Kepada Kepuasan Kerja. Surabaya: Media Sahabat Cendekia.
Notoatmodjo, S. (2015). Pengembangan Sumber Daya Manusia. Cetakan Kelima.
Jakarta: PT Asdi Mahasatya.
Pesireron, S. (2016). Pengaruh Keterampilan, Jobb Stress Dan Disiplin Kerja Terhadap Kinerja Auditor Inspektorat. Jurnal Maneksi. Vol. 5 No 1. Juni 2016.
Priansa, J.D. (2017). Manajemen Kinerja Kepegawaian. Cetakan kesatu. Bandung:
CV PUSTAKA SETIA.
Rahmat S. (2018). Pengaruh Disiplin Kerja Dan Motivasi Terhadap Kinerja Pegawai Pada Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sulawesi Selatan. Makassar. STIE YPUP.
Sudaryo, Y., Aribowo, A., & Safiati, A.N.
(2018). Manjemen Sumber Daya
Suharyadi., & Purwanto. (2016). Statistika Untuk Ekonomi Dan Keuangan Modern.
Edisi Ketiga. Jakarta: Salemba Empat
Widodo. (2015). Manajemen Pengembangan Sumber Daya Manusia. Edisi kedua.
Yogyakarta: Pustaka Pelajar.