i
ANALISIS NILAI TAMBAH AGROINDUSTRI GULA AREN (Studi Kasus Pada CV. Putri Tunggal Di Desa Salupangkang Kecamatan
Topoyo Kabupaten Mamuju Tengah)
SANTI SUSILAWATI 105961109418
PROGRAM STUDI AGRIBISNIS FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MAKASSAR 2022
ii
ANALISIS NILAI TAMBAH AGROINDUSTRI GULA AREN (Studi Kasus Pada CV.Putri Tunggal Di Desa Salupangkang Kecamatan
Topoyo Kabupaten Mamuju Tengah)
SANTI SUSILAWATI 105961109418
SKRIPSI
Sebagai Salah Satu Syarat untuk Memperoleh Gelar Sarjana Pertanian Strata Satu (S-1)
PROGRAM STUDI AGRIBISNIS FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MAKASSAR 2022
iii
HALAMAN PENGESAHAN
Judul : Analisis Nilai Tambah Agroindustri Gula Aren (Studi Kasus Pada CV.Putri Tunggal Di Desa Salupangkang Kecamatan Topoyo Kabupaten Mamuju Tengah)
Nama : Santi Susilawati
Nim : 105961109418
Program Studi : Agribisnis Fakultas : Pertanian
Disetujui
Pembimbing Utama
Dr. Dewi Sartika, S.TP ., M.Si.
NIDN. 0925108404
Pembimbing Pendamping
Isnam Junais, S.TP ., M.Si.
NIDN. 0926088401 Diketahui
Dekan Fakultas Pertanian Ketua Program Studi Agribisnis
Dr. Ir. Andi Khaeriyah, M.Pd.
NIDN. 0926036803
Nadir, S.P., M. Si.
NIDN. 0909068903
iv
PENGESAHAN KOMISI PENGUJI
Judul : Analisis Nilai Tambah Agroidustri Gula Aren (Studi Kasus Pada CV. Putri Tunggal Di Desa Salupangkang, Kecamatan Topoyo, Kabupaten Mamuju Tengah).
Nama Mahasiswa : Santi Susilawati
Nim : 105961109418
Program Studi : Agribisnis Fakultas : Pertanian
KOMISI PENGUJI
Tanggal Lulus : 16 Agustus 2022
Nama Tanda Tangan
1. Dr. Dewi Sartika, S.TP ., M.Si.
Ketua Sidang
2. Isnam Junais, S.TP ., M.Si.
Sekretaris
3. Dr. Jumiati, S.P., M.M Anggota
4. Ardi Rumallang, S.P., M.M Anggota
v
PERNYATAAN MENGENAI SKRIPSI DAN SUMBER INFORMAN
Dengan ini saya menyatakan bahwa skripsi yang berjudul : Analisis Nilai Tambah Agroindustri Gula Aren ( Studi Kasus Pada CV. Putri Tunggal Di Desa Salupangkang, Kecamatan Topoyo, Kabupaten Mamuju Tengah) adalah benar merupakan hasil karya yang belum diajukan dalam bentuk apapun kepada perguruan tinggi manapun. Semua sumber data dan informasi yang berasal atau dikutipkan dari karya yang diterbitkan maupun tidak diterbitkan dari penulis lain telah disebutkan dalam teks dan dicantumkan dalam daftar pustaka dibagian akhir skripsi.
Makassar, Mei 2022
Santi Susilawati
vi ABSTRAK
SANTI SUSILAWATI. 105961109418. Analisis Nilai Tambah Agroindustri Gula Aren (Studi Kasus Pada CV. Putri Tunggal Di Desa Salupangkang, Kecamatan Topoyo, Kabupaten Mamuju Tengah). Dibimbing oleh DEWI SARTIKA dan ISNAM JUNAIS.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui : 1). Untuk mengetahui proses pengolahan nira aren menjadi gula aren di Desa Salupangkang, Kecamatan Topoyo, Kabupaten Mamuju Tengah. 2). Untuk mengetahui nilai tambah agroindustri usaha gula aren di Desa Salupangkang, Kecamatan Topoyo, Kabupaten Mamuju Tengah.
Agroindustri gula aren ini merupakan salah satu usaha yang telah berkembang di Desa Salupangkang, Kecamatan Topoyo, Kabupaten Mamuju Tengah. Adanya usaha ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas, profibilitas, nilai tambah produk. Objek penelitian ini terfokus pada CV. Putri Tunggal.
Teknik penentuan informan digunakan untuk menjawab dan memberikan informasi kepada peneliti. Data yang dikumpulkan meliputi data primer dan data sekunder. Analisis data dilakukan dengan menggunakan format analisis nilai tambah menurut metode Hayami dkk.
Hasil penelitian menunjukkan proses pembuatan gula aren dimulai dari : 1). Penyadapan, 2). Pemasakan, 3). Pengadukan dan Pencetakan, 4). Pengemasan.
Dan nilai tambah yang diperoleh pada agroindutri gula aren adalah sebesar Rp.
1.742/Kg bahan baku dengan rasio sebesar Rp. 50,4%, Keuntungan dari agroindustri gula aren sebesar Rp. 1.367/kg dengan tingkat keuntungan 39,6%.
Dari nilai tambah yang dihasilkan berarti agroindustri gula aren sudah berhasil mentransformasi nira aren menjadi produk gula aren sehingga memiliki nilai yang lebih dari nira aren itu sendiri.
Kata kunci :Nilai Tambah, Agroindustri, Gula Aren
vii ABSTRACT
SANTI SUSILAWATI. 105961109418 Analysis of Added Value of Palm Sugar Agroindustry (Case Study on CV Putri Tunggal) in Salupangkang Village.
Topoyo District, Central Mamuju Regency Supervised by DEWI SARTIKA and ISNAM JUNAIS
This study aims to determine 1). This study aims to determine the process of processing palm sap into palm sugar in Salupangkang Village. Topoyo District, Central Mamuju Regency. 2), To find out the added value of palm sugar agroindustry in SalupangkangVillage, Topoyo District, Central Mamuju Regency.
This palm sugar agroindustry is one of the businesses that has developed in Salupangkang Village, Topovo District, Mamuju Regency Central, the existence of this effort is expected to improve the quality of profitability product added value. The object of this research is focused on CV Putri Tunggal The technique of determining informants is used to answer and provide information information to researchers. The data collected includes primary data and data secondary. Data analysis was carried out using the value analysis format added according to the method of Hayami et al.
The results showed that the process of making palm sugar starts from : 1).
Wiretapping, 2). Cooking, 3). Mixing and Printing, 4). Packaging. And added value obtained in palm sugar agroindustry was Rp. 1.742/Kg of raw materials with a ratio of Rp. 50,4%, Profit from palm sugar agroindustry is Rp. 1.367/kg with a profit rateof 39,6%. From the added value produced, it means that the palm sugar agroindustry has succeeded in transforming palm juice into aten-style products so that it has more value than the palm sugar it self.
Keywords: Added Value, Agroindustry, Palm Sugar
viii
KATA PENGANTAR
Puji syukur atas kehadirat Allah SWT atas berkat rahmat dan hidayahnya- lah sehingga penulis dapat menyelesaikan Skripsi ini dengan baik. Tak lupa pula penulis ucapkan salam dan shalawat kepada Nabi Muhammad SAW, karena beliaulah yang telah menghantarkan kita dari zaman jahiliyah menuju zaman yang penuh berkah.
Adapun judul Skripsi yang akan dibahas adalah “Analisis Keuntungan Usaha Agroindustri Gula Aren ( Studi Kasus Pada CV. Putri Tunggal Di Desa Salupangkang Kecamatan Topoyo Kabupaten Mamuju Tengah). Skripsi ini merupakan tugas akhir yang di ajukan untuk memenuhi syarat dalam memperoleh sarjana S1 Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Makassar.
Penulis sangat berharap semoga dengan adanya Skripsi ini penulis dapat memberikan sedikit gambaran dan memperluas wawasan ilmu yang penulis miliki.
Dalam kesempatan ini penulis menyampaikan ucapan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu hingga terselesainya Skripsi ini, baik secara langsung maupun tidak langsung, terutama kepada yang terhormat;
1. Dr. Ir. A. Khaeriyah, M.Pd. Selaku Dekan Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Makassar.
2. Nadir, S.P., M. Si. selaku Ketua program studi Agribisnis Universitas Muhammadiyah Makassar.
3. Dewi Sartika, S.TP ., M.S.i. selaku pembimbing 1 dan Isnam Junais, S.TP ., M.S.i. Selaku pembimbing 2 yang telah membimbing saya dalam penulisan Skripsi ini.
ix
4. Kedua orang tua ayahanda Syamsul dan Ibunda Sarini dan segenap keluarga yang senantiasa memberikan bantuan secara moril maupun materil sehingga skripsi ini dapat terselesaikan.
5. Seluruh Dosen Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Makassar yang telah memberikan ilmu kepada penulis.
6. Kepada teman-teman seluruh angkatan 2018 sebagai teman seperjuangan dalam menyelesaikan skripsi ini.
7. Kepada semua pihak yang telah membantu dalam penulisan skripsi ini yang penulis tidak bisa sebutkan satu persatu.
Akhir kata penulis ucapkan banyak terimakasih kepada semua pihak yang terkait dalam penulisan skripsi ini.Semoga karya tulis ini bermanfaat,kritik dan saran yang membangun penulis harapkan dari semua pihak demi sempurnanya skripsi ini.
Makassar, 29 Mei 2022
Santi Susilawati
x DAFTAR ISI
JUDUL
SAMPUL ... ii
HALAMAN PENGESAHAN ... iii
KATA PENGANTAR ... viii
DAFTAR ISI ... x
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang ... 1
1.2 Rumusan Masalah ... 3
1.3 Tujuan dan Kegunaan Penelitian ... 4
BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Pengertian Aren ... 5
2.2 Asal Usul Aren ... 6
2.3 Manfaat Produksi Aren ... 6
2.4 Agroindustri ... 9
2.5 Analisis Nilai Tambah ... 10
2.6 Penelitian Yang Relevan ... 11
2.7 Kerangka Pemikiran ... 12
BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Lokasi dan Waktu Penelitian ... 14
3.2 Teknik Penentuan Informan... 14
3.3 Jenis Dan Sumber Data ... 15
3.4 Teknik Pengumpulan Data ... 15
3.5 Teknik Analisis Data ... 16
3.6 Definisi Operasional ... 18
BAB IV GAMBARAN UMUM LOKASI PENELITIAN 4.1 Sejarah Perusahaan ... 20
4.2 Profil Perusahaan ... 20
4.3 Visi dan Misi Perusahaan ... 20
4.4 Struktur dan Organisasi ... 21
xi BAB V HASIL DAN PEMBAHASAN
5.1 Deskripsi Usaha Produk (Gula Aren) ... 22 5.2 Proses Pengolahan Gula Aren ... 22 5.3 Analisis Nilai Tambah ... 28 BAB VI KESIMPULAN DAN SARAN
6.1 Kesimpulan ... 36 6.2 Saran ... 36 DAFTAR PUSTAKA ... 38 LAMPIRAN
xii
DAFTAR TABEL
Nomor Halaman
Teks
Tabel 1. Penelitian Terdahulu Yang Relevan ... 11 Tabel 2. Analisis Nilai Tambah ... 17 Tabel 3. Analisis Nilai Tambah Agroindutri Gula Aren ... 30
xiii
DAFTAR GAMBAR
Nomor Halaman
Teks
Gambar 1. Kerangka Pemikiran Agroindustri Gula Aren Di Desa
Salupangkang, Kecamatan Topoyo, Kabupaten Mamuju Tengah ... 13 Gambar 2. Diagram Alir Pengolahan Nira Aren Menjadi Gula Aren... 26 Gambar 3. Dokumentasi... 42
xiv
DAFTAR LAMPIRAN
Nomor Halaman
Teks
Lampiran 1. Kuisioner Penelitian ... 40
Lampiran 2. Analisis Nilai Tambah ... 40
Lampiran 3. Data Produksi Gula Aren CV. Putri Tunggal Selama Satu Siklus Produksi ... 41
Lampiran 4. Surat Izin Meneliti ... 45
Lampiran 5. Surat Keterangan Bebas Plagiasi ... 46
Lampiran 6. Kartu Kontrol Bimbingan Skripsi dan Jurnal ... 59
1
I. PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Struktur ekonomi daerah berdampak pada sektor-sektor pertanian yang juga terbagi atas sub sektor tanaman pangan,sub sektor perkebunan,sub sektor peternakan dan sub sektor perikanan. Khusus sektor perkebunan sebagai bagian integral dari sektor pertanian merupakan sub sektor yang mempunyai peranan penting dan strategis dalam pembangunan nasional. Peranannya terlihat nyata dalam penerimaan devisa Negara melalui ekspor, penyediaan lapangan kerja, pemenuhan kebutuhan konsumsi dan negeri, perolehan nilai tambah dan daya saing serta optimalisasi pengolahan sumber daya alam secara berkelanjutan
( Hidayat, 2013).
Komoditi perkebunan yang banyak dilestarikan dan ditingkatkan oleh industri kecil adalah gula aren yang bahan bakunya berasal dari tanaman aren.Ditinjau dari segi pembuatannya dan bentuk hasilnya maka usaha pengolahan gula aren termasuk ddalam foo-processor, yaitu mengolah hasil pertanian menjadi bahan konsumsi. Pada kenyataannya, gula merah yang berasal dari nira aren lebih unggul dari gula merah yang berasal dari nira kelapa.Gula aren memiliki cita rasa yang jauh lebih manis dan tajam. Oleh karena itu industri pangan yang menggunakan gula merah lebih senang gula aren (Y Saleh, 2014).
Aren dapat tumbuh pada ketinggian 0-1.400 M di atas permukaan laut (dpl), menyukai tempat-tempat di pinggir sungai, lembah-lembah dan hutan.
Tanaman ini umumnya tumbuh liar, tapi di beberapa derah sudah dibudidayakan untuk tujuan ekonomi dan konservasi. Hasil utama aren adalah nira,ijuk
2 tepung,daun dan batang yang dapat diolah lebih lanjut mempunyai nilai ekonomi yang tinggi. Tanaman ini uga dapat dikembangkan sebagai tanaman konservasi baik pada lahan yang mempunyai derajat kemiringan yang tinggi maupun pengaman daerah pinggiran sungai,karena sistem perakarannya yang dalam dan daya cengkramannya yang kuat pada tanah. Sasaran utama pengembangan aren ini adalah peningkatan pendapatan petani di pedesaan dan pengawetan tanah dan air untuk pemanfaatan lahan secara berkelanjutan (S.Alam et al, 2004).
Nira dari pohon aren ini diolah oleh pengusaha gula aren sebagai gula merah yang masih tergolong usaha rumah tangga pada Kecamatan Topoyo, Kabupaten Mamuju Tengah. Usaha gula aren ini telah ada secara turun temurun dan dikerjakan secara tradisional dengan menggunakan tenaga kerja dari keluarga itu sendiri. Kemudian,walaupun di tengah-tengah pesatnya kemajuan teknologi serta meningkatnya kualitas permintaan konsumsi masyarakat yang tentunya produk pertanian nya juga harus berkualitas pula. Kemudian ditengah-tengah banyaknya pesaing ternyata usaha gula merah ini masih bisa bertahan dan dapat menghidupi keluarga pengusaha gula aren seperti di Desa Salupangkang.
Untuk menjalankan usaha gula aren pengusaha menggunakan pengetahuan dari turun-temurun baik dalam kegiatan penyadapan nira,membuat aren,dan bahkan menentukan kualitas aren. Aren yang tergolong usaha rakyat ini sudah menjadi sumber penghidupan sebagian besar masyarakat di Desa Salupangkang secara turun-temurun. Tentunya usaha gula aren memiliki pasar sendiri dan semakin hari permintaan mengenai gula aren mengalami peningkatan sehingga memberikan sumbangan perekonomian bagi masyarakat.
3 Gula aren yang bernilai ekonomis tentunya membuat pengusaha gula aren bisa melanjutkan dan bahkan mengembangkan usaha gula aren sehingga bisa memberikan pendapatan yang baik untuk masyarakat di Desa Salupangkang.
Untuk menunjang semua itu maka harus di dukung dengan keberadaan bahan baku yang mendukung, kegiatan produksi, dan peralatan yang sudah lebih modern. Karena pembuatan gula aren di Desa Salupangkang yang masih tradisional tentunya menimbulkan masalah di tambah tidak di budidayakan nya pohon aren menimbulkan permasalahan,karena usaha gula aren bisa mengalami kekurangan bahan baku pembuatan gula aren. Kemudian dalam pengembangan usaha gula aren sering mengalami kendala karena tidak adanya kelompok- kelompok pengusaha gula aren serta tidak adanya pemberdayaan pengusaha gula aren sehingga membuat usaha gula aren tidak mengalami kemajuan yang dapat memberikan manfaat bagi pengusaha dari segi ekonomi.
1.2 Rumusan Masalah
Adapun rumusan masalah dalam penelitian ini adalah sebagai berikut : 1. Bagaimana proses pengolahan dari bahan baku nira menjadi gula aren di
Desa Salupangkang, Kecamatan Topoyo, Kabupaten Mamuju Tengah ? 2. Berapa besar nilai tambah usaha gula aren di Desa Salupangkang,
Kecamatan Topoyo, Kabupaten Mamuju Tengah ?
4 1.3 Tujuan Dan Kegunaan Penelitian
Adapun tujuan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut :
1. Untuk mengetahui proses pengolahan nira aren menjadi gula aren di Desa Salupangkang, Kecamatan Topoyo, Kabupaten Mamuju Tengah.
2. Untuk mengetahui nilai tambah agroindustri usaha gula aren di Desa Salupangkang, Kecamatan Topoyo, Kabupaten Mamuju Tengah.
Kemudian adapun kegunaan dalam penelitian ini sebagai berikut :
1. Bagi pengusaha gula aren Desa Salupangkang, Kecamatan Topoyo, Kabupaten Mamuju Tengah, hasil penelitian ini bisa dijadikan sebagai salah satu informasi yang sangat penting untuk bisa meningkatkan pengembangan usaha gula aren.
2. Bagi pemerintah Daerah Kabupaten Mamuju Tengah agar hasil penelitian bisa dijadikan referensi untuk menyusun kebijakan dimasa yang akan datang khususnya yang bisa memberikan kemudahan bagi Pengusaha gula aren dalam pengembangan usaha gula aren.
3. Bagi pembaca agar hasil penelitian ini bisa memberikan informasi dan referensi bisa menambah pengetahuan dalam menyusun penelitian selanjutnya.
5 II. TINJAUAN PUSTAKA
2.1. Pengertian Aren
Aren merupakan salah satu jenis tanaman yang telah lama dikenal petani karena tanaman ini memberi manfaat bagi kehidupan mereka atau masyarakat.
Tanaman ini tergolong suku Arecaceae. Pohon berbatang besar dan berijuk banyak, tinggi sampai 15 M atau lebih, daun majemuk menyirip dengan anak daun berbentuk pita, pembangunan mula-mula muncul dari puncak, disusul oleh tunas berikutnya pada ruas yang lebih bawah. Pembangunan betina dan jantan secara bergantian. Buah lonjong,berbiji tiga, kulit buah mengandung Kristal oksalat yang menyebabkan rasa gatal (S Alam et al, 2004).
Pohon aren merupakan tumbuhan yang menghasilkan bahan-bahan industri sejak lama kita kenal. Namun sayang tumbuhan ini kurang mendapat perhatian untuk dikembangkan atau dibudidayakan secara sungguh-sungguh oleh berbagai pihak. Begitu banyak ragam produk yang dipasarkan setiap hari yang berasal dari bahan baku pohon aren dan permintaan produk-produk tersebut baik hapir semua bagian pohon aren bermanfaat dan dapat digunakan untuk berbagi kebutuhan,mulai dari bagian fisik (akar, batang, daun, ijuk, dll) maupun hasil produksinya (nira, pati/tepung dan buah) (Mody Lempang, 2012).
Kemudian Mody Lempang (2012) mengatakan pohon aren adalah salah satu jenis tumbuhan palma yang memproduksi buah, nira dan pati atau tepung di dalam batang. Hasil produksi aren ini semuanya dapat dimanfaatkan dan memiliki nilai ekonomi.
6 2.2 Asal Usul Aren
Dahulu tanaman aren dikenal dengan botani Arenga saccharifera. Tetapi sekarang lebih banyak dipustakakan dengan nama Arengga pinnata Merr.
Tanaman aren bisa dijumpai dari pantai barat india sampai ke sebelah selatan cina dan juga kepulauan guam. Habitat aren juga banyak terdapat di Philipina, Malaysia, dataran assam di India, Laos, Kamboja, Vietnam, Birma (Myanmar), Srilanka, dan Thailand (Lutony,1993). Akan tetapi konon tanaman yang termasuk dalam keluarga palma atau aracacea berasal dari Indonesia.
2.3 Manfaat Produksi Aren
Begitu banyak ragam produk yang dipasarkan setiap hari yang bahan bakunya berasal dari pohon aren dan permintaan produk-produk tersebut baik untuk kebutuhan dalam negeri maupun ekspor semakin meningkat. Hampir semua bagian pohon aren bermanfaat dan bagian fisik (daun, batang, ijuk, akar dll) maupun bagian produksinya (buah, nira dan pati/tepung). Pohon aren adalah salah satu jenis tumbuhan palma yang memproduksi buah,nira dan pati atau tepung di dalam batang. Hasil produksi aren ini semuanya dapat dimanfaatkan dan memiliki nilai ekonomi (Mody Lempang, 2012).
1) Buah
Buah aren berupa buah buni,yaitu buah yang berair tanpa dinding dalam yang keras, bentuknya bulat dan lonjong,bergaris 4 cm. Tiap buah aren mengandung tiga biji. Buah aren yang setengah masak,kulit bijinya tipis,lembek,dan berwarna kuning. Inti biji (endosperm) berwarna putih agak bening dan kuning. Endosperm buah aren berupa protein albumin bening dan
7 lunak. Endosperm buah aren berupa protein albumin yang lunak dan putih seperti kaca kalau masih muda (Soesno, 1992 dalam Mody Lempang, 2012). Kemudian kolang-kaling yang masuk ke dalam tubuh menyebabkan proses pembuangan air besar lancar sehingga bisa mencegah kegemukan, kanker usus, dan penurunan kolestrol darah (Purwati et al, 2018).
Manfaat tersebut sangat baik sehingga kolang-kaling dapat dikonsumsi sebagai produk pangan meskipun penampilannya kurang menarik dari segi warna dan aroma, serta tidak berasa, tetapi kolang-kaling telah dijadikan manisan, permen jelly, dan sering digunakan oleh masyarakat adalah campuran es buah serta lainnya (Muchtadi, 2000 dalam S Berta et al, 2017).
2) Nira
Nira atau air sadapan umumnya hanya diperoleh dari tandan pembungaan jantan yang terletak diujung batang,tandan yang terletak yang pada ruas batang yang rendah menghasilkan nira dala jumlah sedikit,sedangkan tandan yang betina menghasilkan nira yang dapat dihasilkan kadar seratnya tinggi. Dalam 24 jam setiap tandan dapat menghasilkan rata-rata 5 liter nira. Dari 5 liter nira dapat dihasilkan 0.25 kg gula aren (S Alam, 2007).
Nira adalah produk yang penting karena kandungan gulanya dapat digunakan untuk menghasilkan gula aren atau difermentasi menjadi etanol.
Komponen kimia gulanya yang terdapat dalam nira yaitu protein,mineral dan vitamin. (J Pantoh, 2011).
Produk-produk nira dapat digolongkan dalam dua kelompok yaitu tidak mengalami fermentasi dan yang mengalami fermentasi (Barlina at al, 1994 dalam
8 M Lempang, 2006). Produk yang tidak mengalami fermentasi adalah salah satunya gula aren. Gula aren merupakan pemanis yang dibuat dari nira yang berasal dari tandan bunga jantan pohon enau atau pohon aren. Gula aren biasanya juga diasosiasikan dengan segala jenis gula yang dibuat dari nira, yaitu cairan yang dikeluarkan dari bunga pohon dari keluarga palma (Siti Maemonah, 2015).
Menurut (I Lalisang, 2018), gula aren yang dihasilkan dari nira pohon enau dengan pengolahan yang masih terbilang tradisional. Nira dari pohon enau disadap dari pujuk/tangkai buah. Gula aren sudah dikenal sejak lama oleh masyarakat Indonesia. Gula aren mengandung beberapa unsur senyawa seperti:
vitamin B kompleks, glukosa, garam mineral dan yang paling utama memiliki kadar kalori yang cukup tinggi diselingi kadar glisemik gula terendah yakni 35 GI (Indeks Glisemik). Di samping penggunaan nya gula aren memiliki manfaat yang cukup banyak dalam bidang kesehatan, seperti meningkatkan system imunitas tubuh, gula aren memiliki manfaat yang cukup banyak dalam bidang kesehatan, seperti meningkatkan system imunitas tubuh, gula aren mengobati bagi penderita diabetes dan lain-lain.
3) Tepung
Batang aren terdiri dari dua bagian yaitu bagian luar (perifer) yang berwarna hitam dan eras serta bagian sentral (empulur) yang berwarna putih dan lunak. Tepung (pati) yang diperoleh dari eksraksi bagian sentral batang biasanya dilakukan setelah pohon tidak lagi produktif menghasilkan nira (Soeseno, 1992 dalam M Lempang et al,2012).
9 Tepung aren dapat digunakan untuk pembuatan aneka produk makanan, terutama produk yang sudah dikenal masyarakat, yaitu soun, cendol, bakmi, dan hunk we. Sampai saat ini tepung dari aren pati batang aren belum dapat di distribusikan. Pembuatan tepung aren dilakukan melalui terlebih dahulu menebang batang pohon aren kemudian dipotong-potong sepanjang 1,25-2 meter.
Pada industri tradisional serat tadi dimasukkan ke bak yang dialiri air serta diaduk-diaduk dengan cara menginjak-injak untuk memisahkan antara ampas aren dan tepungnya (M Firdayati et al, 2012).
2.4 Agroindustri
Agroindustri adalah kegiatan yang memanfaatkan hasil pertanian sebagai bahan baku, merancang dan menyediakan peralatan serta jasa untuk kegiatan tersebut. Secara eksplisit pengertian agroindustri pertama kali diungkapkan oleh Austin (1981) yaitu perusahaan yang memproses bahan nabati (yang berasal dari tanaman) atau hewani (yang dihasilkan oleh hewan). Proses yang digunakan mencakup pengubahan dan pengawetan melalui perlakuan fisik atau kimiawi, penyimpanan, pengemasan dan distribusi. Produk Agroindustri ini dapat merupakan produk akhir yang siap dikonsumsi ataupun sebagai produk bahan baku industri lainnya.
Agroindustri merupakan bagian dari kompleks industri pertanian sejak produksi bahan pertanian primer, industri pengolahan atau transformasi sampai penggunaannya oleh konsumen.
Agroindustri merupakan kegiatan yang saling berhubungan (interelasi) produksi pengolahan, pengangkutan, penyimpanan, pendanaan, pemasaran dan
10 distribusi produk pertanian. Dari pandangan para pakar sosial ekonomi,agroindustri (pengolahan hasil pertanian) merupakan bagian dari lima subsistem agribisnis yang disepakati, yaitu subsitem penyediaan sarana produksi dan peralatan, usaha tani, pengolahan hasil, pemasaran, sarana dan pembina.
Agroindustri dengan demikian mencakup Industri ini Pengolahan Hasil Pertanian (IPHP), Industri Peralatan Dan Mesin Pertanian (IPMP) dan Industri Jasa Sektor Pertanian (IJSP).
2.5 Analisis Nilai Tambah
Nilai tambah adalah pertambahan nilai suatu komoditas karena mengalami proses pengolahan,pengangkutan ataupun penyimpanan dalam suatu produksi.
Dalam proses pengolahan nilai tambah dapat didefinisikan sebagai selisih antara nilai produk dengan nilai biaya bahan baku dan input lainnya,tidak termasuk tenaga kerja. Sedangkan marjin adalah selisih antara nilai produk dengan harga bahan bakunya saja. Dalam marjin ini tercakup komponen faktor produksi yang digunakan yaitu tenaga kerja,input lainnya dan balas jasa pengusaha pengolahan (Hayami et al, 1987).
Berdasarkan pengertian tersebut,perubahan nilai bahan baku yang telah mengalami perlakuan pengolahan besar nilainya dapat diperkirakan. Dengan demikian,atas dasar nilai tambah yang diperoleh, marjin dapat dihitung dan selanjutnya imbalan bagi faktor produksi dapat diketahui. Nilai tambah yang semakin besar atas produk pertanian khususnya aren tentunya dapat berperan bagi peningkatan pertumbuhan ekonomi. Pertumbuhan ekonomi yang besar tentu saja berdampak bagi peningkatan lapangan lapangan usaha dan pendapatan
11 masyarakat yang muara akhirnya adalah meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
2.6 Penelitian Terdahulu yang Relevan Tabel 1. Penelitian Terdahulu Yang Relevan
No. Judul Penelitian Alat Analisis Hasil Penelitian 1. Yoesti Silvana
Arianti, Lestari Rahayu Waluyati (2019)
“Analisis Nilai Tambah Dan strategi Pengembangan
Agroindustri Gula Merah Di Kabupaten Madiun”
Metode analisis yang digunakan adalah metode Hayami.
Hasil analisis nilai tambah menunjukkan bahwa olahan tebu menjadi gula merah menghasilkan Rp 1.051 per kg tebu atau dengan rasio 58,28%. Keuntungan yang diperoleh sebesar Rp546,00 atau dengan tingkat keuntungan 51,94%.
Berdasarkan nilai tambah dan keuntungan yang diperoleh maka agroindustri gula merah layak untuk dikembangkan karena memberikan keuntungan bagi pengrajin.
2.
Himmatul Miftah, A Yoesdiarti, MH Maulana (2018)
“Analisis Nilai Tambah Olahan Gula Aren Di Kelompok Usaha Bersama (KUB) Gula Semut Aren (GSA)
Metode yang digunakan yaitu melalui
observasi dan wawancara.
Hasil penelitian
menunjukkan bahwa nilai per kilogram produk yaitu rendemen sebesar 18,18%, harga output Rp 10.500.- nilai tambah sebesar Rp 1.030,75/kg dan rasio nilai tambah 53,99%
3. Neni Agustina (2021)
“Analisis Nilai Tambah Agroindustri Nira Aren Menjadi Gula Aren Cair”
Metode yang digunakan
Hayami.
Hasil penelitian
memperlihatkan bahwa proses pengolahan gula aren cair sudah dilakukan secara modern dengan dengan
menggunakan mesin
pengolahan gula aren cair khusus dan menggunakan alat blower dalam sistem perapian. Nilai tambah pengolahan gula aren cair adalah Rp 9.837,73 per liter dengan tingkat keuntungan 78,70 persen.
12 No. Judul Penelitian Alat Analisis Hasil Penelitian
4. Wawan Eka Putra, Jhon Firison, Linda Harta, Andi Ishak (2020) “Analisis Nilai Tambah Pengolahan Gula Aren (Kasus di
Desa Gunung
Kembang, Manna- Bengkulu Selatan)”
Metode yang digunakan
Hayami.
Hasil penelitian
menunjukkan bahwa marjin pemasaran gula aren sebesar Rp 3.600/Kg dengan nilai tambah Rp 2.700/ Kg. Rasio nilai tambah pengolahan gula aren sebesar 41%.
5. Dafit Bayu Prasetiyo,
Abdul Wahib
Muhaimin, Silvana Maulidah (2018)
“Analisis Nilai Tambah Nira Kelapa Pada Agroindustri Gula Merah Kelapa (Kasus Pada
Agroindustri Gula Merah Desa Karangrejo
Kecamatan Garum, Blitar)
Metode yang dilakukan adalah secara sensus.
Hasil perhitungan dari penelitian ini menunjukkan bahwa rata-rata nilai tambah pengolahan nira menjadi gula merah dalam satu kali proses produksi adalah sebesar Rp 705,90 per liter nira kelapa atau 76,01% dari produknya. Rata-rata biaya yang harus dikeluarkan oleh agroindustri gula merah rata- rata sebanyak 420 kg per
bulan dan mampu
memberikan penerimaan bulanan rata-rata sebesar Rp 3.357.789,42 sehingga keuntungan rata-rata sebesar Rp 560.089,71. Nilai R/C Ratio pada agroindustri gula merah ini sebesar 1,2 sehingga agroindustri ini layak untuk dikembangkan.
2.7 Kerangka Pemikiran
Salah satu sifat produk pertanian adalah mudah rusak, sedangkan konsumsi berlangsung dalam jangka waktu yang lama untuk itu, upaya memenuhi konsumsi antara lain melalui pengolahan hasil pertanian, pengolahan hasil pertanian dapat meningkatkan daya awet komoditas pertanian. Pembangunan agroindustri dengan demikian tidak dapat dilepaskan dari pembangunan agribisnis.Salah satu produk
13 pertanian yang dapat diolah sehingga mampu meningkatkan nilai jual adalah tanaman aren/enau.
Proses pengolahan gula aren tentunya memerlukan biaya. Adapun biaya yang harus dikeluarkan yaitu biaya tetap dan biaya variabel. Oleh sebab itu untuk mengetahui seberapa besar nilai tambah yang diperoleh dalam pengolahan maka dilakukan analisis nilai tambah agar dapat meningkatkan laba bagi pengusaha Gula Aren di Desa Salupangkang, Kecamatan Topoyo, Kabupaten Mamuju Tengah. Adapun kerangka pemikiran dapat dilihat pada gambar berikut :
Gambar 1. Kerangka Pemikiran Agroindustri Gula Aren di Desa Salupangkang, Kecamatan Topoyo, Kabupaten Mamuju Tengah.
Nira Aren
Proses Produksi
(Pengolahan) Gula Aren
Input Biaya :
Biaya Tetap
Biaya Variabel
Analisis Nilai Tambah
14 III. METODE PENELITIAN
3.1 Lokasi dan Waktu Penelitian
Penelitian ini dilakukan di Desa Salupangkang, Kecamatan Topoyo, Kabupaten Mamuju Tengah, pemilihan lokasi tersebut dilakukan dengan dasar bahwa daerah tersebut merupakan sentra produksi gula aren di Kecamatan Topoyo. Waktu penelitian dilakukan mulai bulan Mei-Juni 2022.
3.2 Teknik Penentuan Informan
Objek penelitian ini adalah CV. Putri Tunggal yang terletak di Desa Salupangkang Kecamatan Topoyo Kabupaten Mamuju Tengah. Teknik penentuan informan ini dilakukan secara sengaja (purposive sampling).
Adapun jenis informan yang di gunakan peniliti yaitu:
1. Informan utama merupakan mereka yang terlibat langsung dalam interaksi sosial yang diteliti, seperti : pemilik dan pekerja.
2. informan pendukung merupakan orang yang dapat memberikan informasi tambahan sebagai pelengkap analisis dan pembahasan dalam penelitian kuantitatif seperti : konsumen CV. Putri Tunggal.
Objek penelitian ini adalah agroindustri gula aren yang berada di Desa Salupangkang, Kecamatan Topoyo, Kabupaten Mamuju Tengah.
3.3 Jenis dan Sumber Data
Jenis data yang digunakan deskriptif kuantitatif dalam bentuk tabulasi dengan tujuan menyederhanakan data untuk mudah dibaca. Sumber data yang
15 digunakan dalam penelitian ini adalah primer dan sekunder, yaitu:
1. Data primer, ialah data yang diterima dari hasil wawancara terhadap petani agroindustri gula aren.
2. Data sekunder, ialah data yang diperoleh dengan hasil penelusuran literature baik dari pemerintah maupun perguruan tinggi.
3.4 Teknik Pengumpulan Data
Teknik-teknik pengumpulan data oleh peneliti yaitu sebagai berikut : 1. Teknik Observasi
Teknik observasi yaitu pengamatan dan pencatatan secara sistematik terhadap perilaku dan harga pada objek penelitian. Observasi dalam metode pengamatan baik langsung maupun tidak. Maka dalam penelitian ini penulis menggunakan pengamatan tidak langsung karena hanya mengamati data yang di dapat dari media cetak dan media elektronik.
2. Wawancara
Wawancara dilakukan pada penelitian ini dengan mengambil data yang terkait di CV. Putri Tunggal di Desa Salupangkang, Kecamatan Topoyo, Kabupaten Mamuju Tengah.
3. Dokumentasi
Dokumentasi pada penelitian ini merupakan pengambil gambar oleh peneliti untuk memperkuat hasil penelitian. Dokumentasi bisa berbentuk tulisan, gambar atau karya monumental seseorang.
16 3.5 Teknik Analisis Data
Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian yaitu: Analisis deskriptif kuantitatif dan analisis nilai tambah.
1) Proses Pengolahan Gula Aren Secara Deskriptif Kuantitatif.
a) Analisis Kuantitatif
Kuantitatif adalah metode yang digunakan ketika melakukan penelitian berkaitan dengan data numerik. Jenis metode ini memerlukan data bersifat numerik dalam jumlah besar dan bisa dihitung menggunakan rumus-rumus statistika.
a) Analisis Deskriptif
Mendiskriptifkan kegiatan operasional usaha gula aren, terutama terkait tentang pengolahan yang biasa dilakukan di industri tersebut.
2) Analisis Nilai Tambah
Dalam menganalisis nilai tambah agroindustri gula aren menggunakan metode Hayami (Hayami,Y. et al, 1987) dimana pada akhirnya akan diproleh nilai output, nilai tambah, balas jasa tenaga kerja dan keuntungan pengolahan.
Besarnya nilai tambah diperoleh dari nilai produk dikurangi biaya bahan baku dan input lainnya (selain tenaga kerja).
Output adalah jumlah gula aren yang dihasilkan dalam satu kali proses produksi yang dihitung dalam satuan kilogram. Input merupakan bahan baku utama yang dibutuhkan dalam satu kali proses produksi yang dihitung dalam satuan kilogram. Tenaga kerja merupakan orang/karyawan yang melakukan proses produksi dalam satu kali proses produksi. Faktor konvversi merupakan
17 pembagian dari output dengan input dalam satu kali proses produksi. Koefisien tenaga kerja diperoleh dari hasil bagi antara tenaga kerja dengan input.
Untuk menghitung nilai tambah agroindustri gula aren, dengan menggunakan analisis nilai tambah dengan menggunakan metode Hayami dan disajikan dalam rumus sebagai berikut :
Tabel 2. Analisis Nilai Tambah
No. Variabel Nilai
I. Output, Input dan Harga
1. Output (Kg/th) A
2. Bahan Baku (kg/th) B
3. Tenaga Kerja Langsung (HOK/th) C
4. Faktor Konversi (1/2) d = a/b
5. Koefisien Tenaga Kerja Langsung (3/2) e = c/b
6. Harga Output (Rp/kg) F
7. Upah Rata-rata Tenaga Kerja (Rp/HOK) G
II. Pendapatan dan Keuntungan (Rp/kg bahan baku)
8. Harga Bahan Baku (Rp/kg) H
9. Sumbangan Input Lain (Rp/kg) I
10. Nilai Output (4 x 6) (Rp/kg) j = d x f
11. a. Nilai Tambah (10-9-8) (Rp/kg) k = j - h – i b. Rasio Nilai Tambah {(11.a./10) x 100%} l = k/j x 100%
12. a. Imbalan Tenaga Kerja (5 x 7) (Rp/kg) m = e x g a. Bagian Tenaga Kerja {(12.a/11.a) x 100%} n = m/k x 100%
13. a. Keuntungan (11.a - 12.1) (Rp/kg) o = k – m b. Tingkat Keuntungan {(13.a/10) x 100%} p = o/j x 100%
III. Balas Jasa Terhadap Faktor Produksi
14. Margin (10-8) (Rp/kg) q = j – h
a. Pendapatan Tenaga Kerja {(12.a/14)x100%} r = m/q x 100%
b. Sumbangan Input Lain {9/14 x100%} s =i/q x 100%
c. Keuntungan Perusahaan {13.a/14) x100%} t = o/q x 100%
Sumber: Hayami et. Al (1987)
18 3.6 Definisi Operasional
Definisi operasional adalah mendefinisikan secara operasional dan berdasarkan karakteristik yang diamati dalam melakukan pengukuran secara cermat suatu obyek atau fenomena dengan menggunakan parameter yang jelas guna untuk menghindari kesalah pahaman atas pengertian dan penafsiran dalam penelitian ini. Adapun definisi operasional sebagai berikut :
1. Tanaman aren merupakan tanaman perkebunan yang memiliki manfaat banyak bagi masyarakat di Desa Salupangkang, Kecamatan Topoyo, Kabupaten Mamuju Tengah baik dari batang, buah, sampai daun memiliki nilai ekonomis yang diolah menjadi produk gula aren.
2. Agroindustri gula aren adalah kegiatan pengolahan nira aren menjadi gula merah aren di Desa Salupangkang, Kecamatan Topoyo, Kabupaten Mamuju Tengah.
3. Nilai tambah agroindustri gula aren adalah pertambahan nilai atau suatu nira aren yang sudah melewati proses pengolahan, pengangkutan atau juga proses penyimpanan yang merupakan tahapan dalam proses produksi menjadi gula aren (Rp/Kg).
4. Output adalah hasil olahan dari nira aren menjadi gula merah aren (Kg/Th).
5. Input adalah sejumlah bahan baku berupa nira aren yang digunakan dalam proses produksi gula aren (Liter).
6. Tenaga kerja adalah seseorang yang diberikan upah oleh CV. Putri Tunggal dalam melakukan kegiatan pengolahan nira aren menjadi gula aren (HOK).
7. Sumbangan input lain adalah seluruh korbanan selain bahan baku dan tenaga
19 kerja langsung yang digunakan selama proses produksi (Rp/Kg)
8. Rasio nilai tambah adalah persentase nilai tambah dari nilai produk (%) 9. Keuntungan merupakan hasil bersih yang diperoleh dari sejumlah biaya yang
dikeluarkan dengan penerimaan yang diperoleh (Rp/Kg).
20 IV. GAMBARAN UMUM LOKASI PENELITIAN
4.1 Sejarah Perusahaan
Usaha gula aren (CV. Putri Tunggal) sudah mulai dirintis pada tanggal 14 April 2010, di dasari dengan bekal pengalaman dan di dukung dengan keadaan bahan baku yang melimpah. Menurut Pak Syamsul (selaku pemilik usaha) awal mula dimulainya pembuatan gula aren karna saat itu perekonomian sedang tidak stabil dan bahan baku nira aren yang melimpah karna kurangnya pengolahan yang menggunakan bahan nira aren, selain itu pengalaman dalam pembuatan gula aren sudah didapat dari para orang terdahulu namun sayangnya masih minim dalam pembuatan skala penjualan, hal inilah yang menjadi acuan untuk mengembangkan agroindustri gula aren hinga sekarang.
4.2 Profil Perusahaan
CV.Putri Tunggal merupakan salah satu usaha yang bergerak di bidang pengolahan gula aren. Usaha ini berdiri sejak tanggal 14 April 2010 yang didirikan oleh pasangan suami istri Bapak Syamsul dan Ibu Rini. Perusahaan ini berlokasi di Desa Salupangkang, Kecamatan Topoyo, Kabupaten Mamuju Tengah, Sulawesi Barat. Jalur pemasaran CV. Putri Tunggal melakukan pemasaran baik melalui distributor maupun melalui konsumen langsung.
4.3 Visi dan Misi Perusahaan
Adapun visi dari industri CV. Putri Tunggal yaitu :
1. Membuat olahan gula aren lebih dikenal oleh kalangan masyarakat luas dan mampu bersaing di pasar modern.
Sedangkan misi dari CV. Putri Tunggal yaitu :
21 1. Mempromosikan olahan gula aren di media sosial dengan tatanan dan
hiasan yang bernuansa klasik.
2. Meluncurkan inovasi-inovasi baru dalam pengemasan maupun tampilan gula aren itu sendiri.
3. Bersikap teguh dalam berusaha untuk miningkatkan olahan gula aren yang lebih modern.
4.4 Struktur dan Organisasi
Untuk mewujudkan operasi perusahaan yang dijalankan oleh seseorang dengan baik, maka perusahaan harus mempunyai sistem operasi yang sesuai dengan aktifitas perusahaan. Adapun sistem organisasi yang ada CV. Putri Tunggal adalah sebagai berikut :
1. Pak Basri sebagai penyuplai nira aren di CV. Putri Tunggal.
2. Pak Syamsul sebagai pemilik CV. Putri Tunggal.
3. Ibu Rini sebagai penanggung jawab di CV. Putri Tunggal.
4. Ibu Suratmi sebagai anggota produksi bagian pemasakan di CV. Putri Tunggal.
5. Ibu Arum sebagai anggota produksi bagian pengemasan di CV. Putri Tunggal.
22 V. HASIL DAN PEMBAHASAN
5.1 Deskripsi Usaha Produk (Gula Aren)
Gula aren diketahui merupakan komoditas yang sudah di produksi secara turun-temurun. Walau gula aren juga di produksi oleh beberapa provinsi lainnya, sampai kini ikon maupun kualitas terbaik produksi gula aren dunia masih Jawa Barat, yang sudah dikenal dunia sejak kolonial Belanda lalu khususnya pada awal abad ke-18.
Usaha gula aren merupakan salah satu jenis produk yang dihasilkan dari proses pengolahan nira aren. Pengolahan ini relative tidak membutuhkan modal yang terlalu besar dalam proses penyediaan bahan baku untuk menghasilkan produk gula aren.
Bahan baku yang digunakan oleh CV. Putri Tunggal adalah nira aren. Nira aren diperoleh dari para petani, untuk satu kali siklus produksi dibutuhkan sebanyak 28.800 Liter/ Tahun nira aren dengan harga sebesar 1.500/Liter. Bahan baku 28.800 Liter/Tahun nira aren yang diolah menjadi gula aren dihasilkan sebanyak 4.320 kg/tahun dengan harga jual 23.000/kg.
5.2 Proses Pengolahan Gula Aren
Nira merupakan cairan yang keluar dari pembuluh tepis hasil penyadapan tandan bunga, baik bunga jantan maupun betina yang mempunyai rasa manis dari jenis tanaman tertentu (Hesty, H, 2016).
Gula aren diperoleh dari nira aren yang telah diuapkan dan di cetak dalam berbagai bentuk. Sampai saat ini, pembuatan gula aren dikerjakan oleh pengrajin
23 tradisional dalam skala kecil dengan menggunakan alat-alat sederhana (Hidayat, 2013). Pembuatan gula aren adalah menguapkan air dalam nira sampai kekentalan tertentu, kemudian nira kental dicetak menggunakan cetakan (Suhardiyono, 2014).
Gula aren atau golla lea terbuat dari cairan yang disebut nira. Dalam bahasa mandar nira disebut dengan istilah “manyang” yaitu cairan yang diproduksi atau dihasilkan dari pohon aren dalam bahasa mandar disebut ato’
induk. Nira (manyang) adalah cairan yang disadap dari bunga jantan atau bunga betina pohon aren. Namun yang sering disadap adalah bunga jantan karena kualitas dan kuantitas air niranya lebih banyak dibandingkan dengan bunga betina nya.
Perencanaan produksi merupakan salah satu dari berbagai macam bentuk perencanaan yaitu suatu kegiatan pendahuluan dari suatu proses produksi yang akan dilaksanakan dalam usaha untuk mencapai tujuan yang diinginkan.
Perencanaan produksi sangat erat kaitannya dengan pengendalian persediaan sehingga sebagian besar masyarakat yang memproduksi gula aren menerapkan perencanaan dan pengendaliannya dalam satu kesatuan. Hal-hal yang harus diperhatikan atau dipersiapkan sebelum pembuatan gula aren adalah sebagai berikut:
1. Penentuan Pohon Yang Akan Disadap
Ciri-ciri pohon aren yang siap disadap adalah ketika bagian lengan aren terlihat sudah mekar dalam bunga benang sari berwarna kuning, tercium bau dari lengan aren yang sangat tajam, keluar getah yang sangat
24 lengket di sekitar tandan lengan, bagian lengan sudah berwarna hijau tua, hitam atau ungu kehitaman. Bagian pohon aren yang disadap adalah tangkai bunga jantan.
2. Pembersihan.
Pembersihan merupakan proses membersihkan tongkol bunga jantan pohon aren yang akan disadap untuk pengambilan air niranya.
Pembersihan ini bertujuan agar tidak mengganggu proses penyadapan dan biasanya waktu untuk pembersihan ini juga digunakan untuk pembuatan tangga. Tangga yang dibuat ini digunakan sebagai jalan naik ke atas pohon aren sehingga tidak perlu lagi memanjat pohon aren langsung tetapi cukup menggunakan tangga yang telah dibuat. Proses pembersihan ini, tidak hanya tongkol bunga jantan pohon aren yang dibersihkan akan tetapi juga tempat yang akan ditempati di atas pohon aren saat proses penyadapan juga harus bagus sehingga dapat memberikan kenyamanan saat penyadapan. Begitupun dengan tangga yang akan dilewati untuk naik ke atas pohon aren tersebut juga harus bagus dan tahan lama. Alat yang digunakan untuk pembuatan tangganya adalah dari pohon bambu namun ada juga yang menggunakan pohon kayu.
3. Marambi.
Marambi adalah proses memukul dan mengayun bunga jantan pohon aren yang akan disadap untuk pengambilan nira yang akan dibuat menjadi gula aren. Cara pemukulan bunga jantan tersebut harus dilakukan cara yang tidak boleh terlalu kasar dan juga tidak boleh terlalu dipelankan.
25 Hal ini dilakukan agar bunga jantan pohon aren itu tidak mati atau kering karena apabila kering atau mati otomatis tidak menghasilkan air nira.
4. Waktu Penyadapan.
Penyadapan dilakukan 2 kali sehari yaitu pagi dan sore dilakukan penyadapan yang rutin. Bagi petani yang memiliki banyak pohon aren, akan berangkat lebih awal untuk meyadap air nira, karena jika terlambat menyadap air nira akan berubah menjadi asam cuka dan tuak. Pada pagi hari biasa jauh sebelum matahari bersinar dan sore hari sebelum matahari bersinar dan sore hari sebelum matahari terbenam. Pohon aren mulai bisa di sadap pada usia 5 tahun dan puncak produksi antara 10-20 tahun dan subur, bisa menghasilkan 15-20 liter nira tiap hari.
Produksi pada dasarnya merupakan kegiatan manusia untuk menghasilkan barang dan jasa yang kemudian dimanfaatkan oleh konsumen. Secara teknis, produksi adalah proses mentransformasikan input menjadi output.
Berikut disajikan diagram alir pengolahan nila aren menjadi gula aren :
26 Proses produksi gula aren bisa dikatakan tidak terlalu sulit namun banyak menyita waktu dan perlu ketekunan dan kerja keras dalam pekerjaan ini.
Penyadapan pohon aren memerlukan keterampilan, ketekunan, dan kesabaran.
Proses produksi gula aren harus melalui tahapan-tahapan dalam pembuatan gula aren gula aren sebenarnya tidak terlalu sulit hanya saja yang membuat petani (pembuat gula aren) sedikit menguras tenaga adalah pengambilan air nira dari pohon aren. Karena tempat pembuatan gula aren dengan tempat pengambilan air nira yang jauh dari tempat pembuatan gula arennya, dan juga apabila pohon aren nya yang sangat tinggi. Akan tetapi sesulit apapun pekerjaan kalau dengan niat dan tekad yang baik maka pekerjaan itu akan mudah dijalani.
Tahap-tahap pembuatannya sebagai berikut:
1. Penyadapan
Proses penyadapan diawali dari pemotongan tongkol bunga jantan pohon
Penyadapan Pemasakan
Pengadukan dan Pencetakan
Pengemasan
Gambar 3. Diagram Alir Pengolahan Nira Aren Menjadi Gula Aren.
Gula Aren Nira Aren
27 aren yang telah mengeluarkan air nira. Alat atau wadah yang digunakan untuk menyadap air nira yaitu jergen. Biasanya pada wadah penadah dimasukkan air kapur sirih yang sudah dicampur dengan potongan batang pohon nangka yang kering yang telah di iris tipis, untuk mencegah Ph (keasaman) nira selama proses penyadapan. Kemudian setiap pagi dan sore dilakukan penyadapan yang rutin, yaitu tongkol diiris tipis kembali untuk membuang kotoran yang menyumbat tempat keluar nira.
2. Pemasakan.
Pemasakan adalah proses perebusan atau pemasakan air nira pada dapur dengan menggunakan wajan/kuali besar atau dalam masyarakat dikenal dengan istilah kawangan. Dapur yang digunakan untuk memasak air nira tersebut masih menggunakan alat tradisional yang dibuat dari beberapa batu-batu yang ukurannya lumayan besar dan juga tanah. Dimana tanahnya ini digunakan untuk menutupi celah batu yang satu dengan batu yang lain. Bahan bakarnya menggunakan kayu bakar yang bisa diambil kebun. Adapun tempat pemasakannya biasanya dilakukan di kebun namun ada juga yang memasaknya di rumah. Semua alat yang digunakan untuk memasak dapat diperoleh tanpa mengelurakan biaya karena dapat diperoleh di kebun sendiri, kecuali wajan yang digunakan untuk memasak.
Dalam proses pemasakan air nira ini menggunakan waktu kurang lebih (±) 4 jam dengan tingkat suhu 100°C. Alat yang digunakan untuk memasak yaitu wajan yang ukuran besar/kuali.
3. Pengadukan dan Pencetakan.
Sebelum dicetak harus menyiapkan cetakan yang terbuat dari tempurung
28 kelapa yang telah dibersihkan. Proses pengadukan dan pencetakan, biasanya nira yang telah matang diaduk hingga kental, kira-kira waktu yang digunakan untuk mengaduk cairan nira tersebut sekitar kurang lebih (±) 4 menit. Setelah cairannya sudah mengental baru kemudian siap dituangkan ke dalam cetakan yang terbuat dari tempurung kelapa tersebut. Setelah dituangkan ke dalam cetakan, maka didiamkan hingga mengeras dan dingin selama 20 menit, kemudian dikeluarkan dari cetakannya dan disimpan di wadah yang telah disiapkan sebelum dibungkus.
4. Pengemasan.
Proses pengemasan yaitu membungkus gula merah atau gula aren yang telah dicetak tersebut. Teknik pengemasan yang digunakan oleh CV. Putri Tunggal membungkus gula aren tersebut dengan menggunakan alat yaitu daun pisang yang sudah kering. Dalam setiap 1 (satu) bungkus berisi 2 (dua) belahan tempurung kelapa atau sama dengan satu tempurung kelapa utuh, Setelah proses pembungkusannya telah selesai, maka selanjutnya adalah mengikat. Alat yang digunakan untuk mengikat ialah tali rapia.
5.3 Analisis Nilai Tambah
Nilai tambah (value added) adalah pertambahan nilai suatu komoditas karena mengalami proses pengolahan, pengangkutan ataupun penyimpanan dalam suatu produksi. Dalam proses pengolahan nilai tambah dapat didefenisikan sebagai selisih antara nilai produk dengan nilai biaya bahan baku dan input lainnya, tidak termasuk tenaga kerja. Sedangkan margin adalah selisih antara nilai produk dengan bahan bakunya saja. Dalam marjin ini tercakup komponen faktor produksi yang digunakan yaitu tenaga kerja, input lainnya dan balas jasa
29 pengusaha pengolahan (Hayami et al, 1987).
Analisis nilai tambah berguna untuk menaksir balas jasa yang diterima para pelaku usaha agroindustri dan mengukur besarnya kesempatan kerja yang diciptakan oleh pengusaha agroindustri (Herdiyandi, et al 2016).
Analisis nilai tambah yang akan digunakan adalah analisis satu siklus proses produksi dari nira aren menjadi gula aren dengan harga bahan baku yaitu Rp 1.500/ Liter sebanyak bahan baku 28.800 Liter/tahun. Dari 28.800 Liter/tahun bahan baku menghasilkan 4.320 Kg/tahun gula aren. Perhitungan nilai tambah dapat dilihat dari tabel berikut ini :
30 Tabel 3: Analisis Nilai Tambah Agroindustri Gula Aren.
No. Variabel Nilai
I. Output, Input dan Harga
1. Output (Kg/th) 4.320 Kg/Th
2. Bahan Baku (Lt/th) 28.800 Lt/Th
3. Tenaga Kerja Langsung (HOK/th) 720
HOK/Th
4. Faktor Konversi (1/2) 0,15
5. Koefisien Tenaga Kerja Langsung (3/2) 0,025
6. Harga Output (Rp/kg) Rp. 23.000
7. Upah Rata-rata Tenaga Kerja (Rp/HOK) Rp. 15.000 II. Pendapatan dan Keuntungan (Rp/kg bahan baku)
8. Harga Bahan Baku (Rp/Lt) Rp.1.500/Lt
9. Sumbangan Input Lain (Rp/kg) Rp. 208
10. Nilai Output (4 x 6) (Rp/kg) Rp. 3.450
11. a. Nilai Tambah (10-9-8) (Rp/kg) Rp. 1.742
b. Rasio Nilai Tambah {(11.a./10) x 100%} 50,4%
12. a. Imbalan Tenaga Kerja (5 x 7) (Rp/kg) Rp. 375 b. Bagian Tenaga Kerja {(12.a/11.a) x 100%} 21,5%
13. a. Keuntungan (11.a - 12.a) (Rp/kg) Rp. 1.367 b. Tingkat Keuntungan {(13.a/10) x 100%} 39,6%
III. Balas Jasa Terhadap Faktor Produksi
14. a. Margin (10-8) (Rp/kg) Rp. 1.950
b. Pendapatan Tenaga Kerja {(12.a/14)x100%} 19,2%
c. Sumbangan Input Lain {9/14 x100%} 10,6%
d. Keuntungan Perusahaan {13.a/14) x100%} 70,1%
Sumber: Hasil olah data Penelitian,2022
Berdasarkan hasil penelitian yang diperoleh bahwa nira aren sebagai bahan mentah yang diolah menjadi gula aren digunakan yaitu sebanyak 4.320 kg/tahun dalam satu siklus produksi. Umumnya nira aren yang berkualitas bagus memiliki warna yang putih dan rasa yang manis.
Input yaitu berupa bahan baku yang digunakan untuk proses produksi nira aren sebanyak 28.800 liter/tahun selama satu kali siklus produksi. Dalam hal ini nira aren yang digunakan berupa nira aren yang manis. Sedangkan output adalah
31 hasil dari pengolahan input itu sendiri yang menghasilkan sebanyak 4.320 kg/tahun selama satu siklus produksi.
Tenaga kerja adalah tenaga yang bekerja didalam maupun diluar hubungan kerja dengan alat produksi utama dalam proses produksi utama dalam proses produksi baik fisik maupun pikiran. Adapun tenaga kerja yang digunakan pada CV. Putri Tunggal dalam proses produksi gula aren yaitu sebanyak 720 HOK/tahun, dengan jam kerja sebanyak 5 Jam per hari.
Nilai faktor konversi dapat dihitung berdasarkan pembagian antara nilai output dihasilkan yang berupa gula aren dengan bahan baku yang digunakan (input) berupa nira aren. Nilai faktor konversi pada agroindustri gula aren yaitu sebesar 0,15 didapat dari pembagian antara hasil output (gula aren) dengan input yang digunakan (nira aren). Hasil perhitungan faktor konversi dari olahan nira aren menjadi gula aren sebesar 0,15 yang berarti bahwa setiap satu liter nira aren menghasilkan 0,15 kilogram produk gula aren.
Menurut Lulu (2003), Koefisien tenaga kerja adalah jumlah penggunaan waktu tenaga kerja yang dibutuhkan untuk menyelesaikan satu-satuan item pekerjaan. Maka koefisien pada agroindustri gula aren diperoleh dari pembagian antara tenaga kerja dengan bahan bahan baku (input) yang digunakan, maka koefisien tenaga kerja yang didapatkan sebesar 0,025.
Menurut Philip Kotler (2012) harga adalah jumlah uang yang hasrus dibayar pelanggan untuk produk yang akan dibeli. Maka harga output yang digunakan dalam proses produksi gula aren sebesar Rp. 23.000/Kg. Penentuan harga jual gula aren tentu tidak terlepas dari perhitungan biaya produksi yang
32 dikeluarkan untuk mengolah nira aren menjadi gula aren.
Upah tenaga kerja adalah upah rata-rata yang diterima tenaga kerja langsung dengan mengolah gula aren. Satu kali proses produksi gula aren menggunakan 4 orang tenaga kerja dengan waktu kerja 5 jam per hari dengan upah rata-rata yaitu sebesar Rp. 15.000/HOK. Upah diberikan sebagai bentuk balas jasa yang adil dan layak diberikan kepada para pekerja atas jasa-jasanya dalam mencapai tujuan organisasi. Upah dibayarkan kepada pekerja berdasarkan jam kerja, jumlah barang yang dihasilkan atau banyaknya pelayanan yang diberikan.
Harga bahan baku adalah biaya yang dikeluarkan pengusaha untuk mengolah bahan baku utama menjadi produk atau barang jadi. Adapun harga beli bahan baku nira aren yang digunakan untuk proses produksi gula aren yaitu Rp.
1.500 per liter,dalam satu tahun jumlah harga bahan baku yang dikeluarkan sebanyak 43.200.000. Dalam satu siklus produksi CV. Putri Tunggal menggunakan 28.800 liter nira aren.
Nilai sumbangan input lain diperoleh dari pembagian antara jumlah input lain yang digunakan dengan jumlah output yang dihasilkan sehingga didapatkan nilai sumbangan input lain sebesar Rp.208 yang artinya setiap pengolahan per liter nira aren dibutuhkan biaya sumbangan input lain sebesar Rp. 208. Sumbangan input yang dimaksud disini adalah jumlah bahan penunjang dan peralatan yang digunakan berupa wajan dan kapur.
Nilai output merupakan perkalian antara faktor konversi dengan harga produk yang dihasilkan (output). Faktor konversi dikalikan dengan harga jual gula
33 aren sehingga besar nilai output yang dihasilkan dari tiap kilogram gula aren sebesar Rp. 3.450/kg.
Nilai tambah adalah selisih nilai output (gula aren) dengan nilai bahan baku nira aren dan sumbangan input lain, nilai tambah yang diperoleh dari pengolahan nira aren menjadi gula aren adalah sebesar Rp. 1.742/Kg. Hal ini diperoleh dari pengurangan antara nilai output dikurang dengan bahan baku dan sumbangan input lainnya.
Rasio nilai tambah adalah presentase tenaga kerja dari nilai tambah. Rasio nilai tambah merupakan presentase antara nilai tambah dengan nilai output, maka besarnya rasio nilai tambah pada agroindustri gula aren sebesar 50,4%. Yang diperoleh dari pembagian antara nilai tambah dengan nilai output kemudian dikalikan 100. Hal ini menunjukkan bahwa setiap 100 nilai output gula aren akan memperoleh nilai tambah sebesar 50,4%. Imbalan tenaga kerja adalah hasil kali antara koefisien tenaga kerja dan upah rata-rata tenaga kerja. Besar imbalan tenaga kerja yang diterima untuk setiap kilogram gula aren sebesar Rp. 375. Dari hasil perhitungan nilai tambah diperoleh keuntungan dalam pengolahan gula aren sebesar Rp. Rp. 1.367/Kg dengan tingkat keuntungan sebesar 39,6%.
Bagian tenaga kerja diperoleh dari presentase antara imbalan tenaga kerja terhadap nilai tambah. Bagian tenaga kerja pada agroindustri gula aren sebesar 21,5%. Keuntungan adalah nilai tambah dikurangi imbalan tenaga kerja.
Keuntungan yang di dapat dari agroindustri gula aren sebesar Rp.1.367/kg.
Tingkat keuntungan adalah presentase keuntungan terhadap nilai tambah. Tingkat keuntungan merupakan selisih antara nilai tambah dengan tenaga kerja, sehingga
34 dianggap sebagai nilai tambah bersih yang diterima perusahaan, maka tingkat keuntungan yang didapat sebesar 39,6%
Margin adalah selisih antara nilai output dengan bahan baku atau besarnya kontribusi pemilik faktor-faktor produksi selain bahan baku yang digunakan dalam proses produksi. Perhitungan balas jasa untuk faktor produksi (marjin) diperoleh dari nilai output dikurangi dengan harga input (bahan baku). Maka perhitungan balas jasa untuk faktor produksi (marjin) dari agroindustri gula aren sebesar Rp. 1.950/kg.
Pendapatan tenaga kerja adalah presentase pendapatan tenaga kerja terhadap marjin. Imbalan tenaga kerja dibagi dengan marjin dan dikalikan 100%, maka imbalan tenaga kerja sebesar 19,2%. Sumbangan input lain adalah presentase sumbangan input lain terhadap marjin.
Sumbangan input lain dibagi dengan marjin dan dikalikan 100%, maka sumbangan input lain sebesar 10,6% yang artinya faktor produksi yang rendah dimana rasio faktor produksi kurang dari 15% total marjin yang berarti bahwa input lain yang digunakan memiliki jasa yang kecil.
Keuntungan adalah selisih antara hasil penjualan dan biaya yang dikeluarkan (Rp) dimana nilai tambah dikurangi imbalan tenaga kerja maka keuntungan yang diperoleh sebesar Rp. 1.367/Kg. Sedangkan Keuntungan perusahaan adalah persentase keuntungan terhadap marjin. Keuntungan dibagi dengan marjin dan dikalikan dengan 100%, maka keuntungan Perusahaan sebesar 70,1%.
Dari nilai tambah yang dihasilkan berarti agroindustri gula aren sudah
35 berhasil mentransformasi nira aren menjadi produk gula aren sehingga memiliki nilai yang lebih dari nira aren itu sendiri. Banyaknya produk yang dihasilkan agroindustri gula aren setiap harinya belum bisa memenuhi permintaan dari konsumen. Meskipun begitu agroindustri ini tetap berusaha memberikan yang terbaik dengan berusaha memenuhi semua permintaan konsumen.
Gula aren memang produk yang bisa dikatakan murah namun dengan kualitas yang baik akan memberikan nilai lebih bagi para peminatnya dan pemasaran yang luas akan menjadikan produk gula aren lebih banyak dikenal orang. Perbaikan kualitas gula aren yang terus-menerus dilakukan akan memberikan nilai tambah yang lebih pula dan pengembangan pemasaran gula aren diperlukan untuk memenuhi permintaan konsumen.
36 VI. KESIMPULAN DAN SARAN
6.1 Kesimpulan
Sesuai dengan rumusan masalah dalam penelitian, berikut ini diuraikan beberapa kesimpulan yaitu, sebagai berikut:
1. CV. Putri Tunggal di Desa Salupangkang, Kecamatan Topoyo, Kabupaten Mamuju Tengah memproduksi gula aren masih dengan cara tradisional mulai dari penyadapan, pemasakan, pengadukan, pencetakan, dan pengemasan. Namun mampu menghasilkan produk gula aren dengan kualitas yang baik.
2. Nilai tambah yang dihasilkan dari Agroindustri gula aren CV. Putri Tunggal di Desa Salupangkang, Kecamatan Topoyo, Kabupaten Mamuju Tengah yaitu sebesar Rp. 1.742/Kg dengan presentase sebesar 50,4% dan keuntungan sebesar Rp 1.367/Kg dengan tingkat keuntungan sebesar 39,6%.
Dari nilai tambah yang dihasilkan menyimpulkan agroindustri gula aren sudah berhasil mentransformasi nira aren menjadi produk gula aren sehingga memiliki nilai yang lebih dari nira aren itu sendiri.
6.2 Saran
1. Kepada Pengusaha
Diharapkan pengusaha dapat mempertahankan kualitas dari gula aren, serta mengembangkan variasi rasa, kemasan, keawetan dan warna dalam hal olahan lanjutan dari produk gula aren tersebut. Dan juga diharapkan pengusaha mencari peluang yang lebih luas untuk memasarkan gula aren
37 di wilayah Kabupaten Mamuju Tengah untuk meningkatkan pendapatan.
2. Kepada Pemerintah
Diharapkan pemerintah dapat meningkatkan kualitas dan jaminan ketersediaan bahan baku nira aren yang layak buat diolah menjadi gula aren. Selain itu pemerintah diharapkan dapat memfasilitasi para pengusaha gula aren dalam hal akses permodalan dalam mengembangkan usaha, kredit usaha rakyat (KUR), kredit investasi, dan kredit modal kerja.
38 DAFTAR PUSTAKA
Alam, S,. & Baco, D. 2004. Peluang Pengembangan dan Pemanfaatan Tanaman Aren di Sulawesi Selatan. Pengembangan Tanaman Aren. Prosiding Seminar Naisonal Aren. Tondano. Balai Penelitian Tanaman Kelapa dan Palma Lain (Vol. 9, pp. 15-21).
Barlina, R. dan A. Lay.1994. Pengolahan Nira Kelapa Untuk Produk Fermentasi Nata de coco, Alkohol dan Asam Cuka.Jurnal Penelitian Kelapa.7(2).Balai Penelitian Kelapa. Manado.
Berta, S., Koapaha, T.,& Mandey, L. 2017. Pemanfaatan Kolang-Kaling Buah Aren Dan Nanas (Ananas Comosus L. Merr) Dalam Pembuatan Sliced Jam. In Cocos. Vol 1, No 8.
Firdayati, M., & Handajani, M. 2012. Studi Karasteristik Dasar Limbah Industri Tepung Aren. Unnes Journal Of Boilogy Education, 1(1).
Hamzah, dkk. 2014. Variabel Penelitian dalam Pendidikan dan Pembelajaran.
Jakarta: PT. Ina Publikatama.
Hayami, Y . et. all. (1987). Agricultural Marketing and Processing in Upland Java; A Perspektif From A Sunda Village. CGPRT No 8. Bogor.
Herdiyandi, Rusman, Y., & Yusuf, M. N. (2016). Analisis Nilai Tambah Agroindustri Tepung Tapioka di Desa Neratengah Kecamatan Cineam Kabupaten Tasikmalaya . Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agroinfo Galuh, 2(2), 81-86.
Hesty, H. (2016). Keutamaan Gula Aren dan Strategi Pengembangan Produk.
Hidayat, R. 2013. Analisis Komoditas Unggulan Sub Sektor Perkebunan di Kabupaten Bengkayang Provensi Kalimantan Barat. Jurnal Social Ekonomic of Agricultre, 2013, 2.1.
Lalisang, I. 2018. Pemberdayaan Petani Gula Aren Melalu Diverivikasi Produk Olahan Air Nira. Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 23(4), 415-418.
Kotler, Philip. 2012. Manajemen Pemasaran Edisi 13, Bahasa Indonesia Jilid 1 dan 3 Cetakan . Jakarta: Rajawali.
Lempang, M. 2006. Rendemen dan Kandungan Nutrisi Nata Pinnata Yang Diolah Dari Nira Aren. Jurnal Penelitan Hasil Hutan, 24(2), 133-144.
Lempang Mody, 2012. Pohon Aren Dan Manfaat Produksinya. Jurnal Penelitian
39 Kehutanan Vol. 9 No. 1.
Lutony, T.L., 1993. Tanaman Sumber Pemanis. P.T Penebar Swadaya, Jakarta.
Maemonah Siti. 2015. Starategi Pengembangan Industri Kecil Gula aren di Kecamata Limbangan Kabupaten Kendal. Skripsi. Fakultas Ekonomi, universitas negeri semarang, semarang.
Saleh, Y. (2014). Analisis Pendapatan Usaha Pengrajim Gula Aren Di Desa Tulo’a Kecamatan Bulango Utara Kabupaten Bone Bolango. Jurnal Perspektif Pembiayaan dan Pembangunan Daerah, 1(4), 219-219.
Soeseno A. 1992. Bertanam Aren (Cetakan II). P.T. Penebar Swadaya, Jakarta Pantoh, J. 2011. Analisis Kandungan Protein Dalam Nira Aren. Chemistry
Progress, 4(2).
Purwati, P., & Nugrahini, T. (2018). Pemanfaatan Buah Kolang Kaling Dari hasil Perkebunan Sebagai Pangan Fungsional. Jurnal Abdimas Mahakam, 2(1), 24-33.
40 LAMPIRAN
Lampiran 1. Kuesioner Penelitian 1. IDENTITAS RESPONDEN
Nama :
Umur :
Pendidikan :
Pekerjaan Utama : Lama Berusaha Gula Aren : Tanggungan Keluarga : Lampiran 2. Analisis Nilai tambah
Tabel 1. Nilai tambah yang diperoleh dalam usaha
No Variabel Satuan Volume Biaya Total Biaya
1 Output Kemasan
2 Bahan Baku (L/th) Liter
a Aren Liter
3 Tenaga Kerja Langsung (HOK/th) HOK 4 Faktor Konversi (1/2)
5 Koefisien Tenaga Kerja Langsung (3/2)
Rp
6 Harga output (Rp/Kg) Rp
7
Upah Rata-Rata Tenaga Kerja (Rp/HOK)
Rp 8 Harga Bahan Baku (Rp/Kg) Rp 9 Sumbangan Input Lain (Rp/Kg) Rp
a Kayu Bakar Rp
10 Nilai Output (Rp/Kg) Rp
11.a Nilai Tambah (Rp/Kg) Rp
B Bagian Tenaga Kerja 100%
13.a Keuntungan (Rp/Kg)
b Tingkat Keuntungan (%)s %
14 Marjin (Rp/Kg)
a Pendapatan tenaga kerja (%) b Sumbangan input lainnya (%) c Keuntungan pengusaha (%)
Sumber :: Hayami et. Al (1987)