1
ANALISIS NILAI TAMBAH AGROINDUSTRI KOPI ARABIKA (Studi Kasus CV. Enreco Coffea Di Desa Masalle Kecamatan Masalle
Kabupaten Enrekang)
SULFIANI TOHA 105960196615
PROGRAM STUDI AGRIBISNIS FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MAKASSAR
2020
2
ANALISIS NILAI TAMBAH AGROINDUSTRI KOPI ARABIKA (Studi Kasus CV. Enreco Coffea Di Desa Masalle Kecamatan Masalle
Kabupaten Enrekang)
SULFIANI TOHA 105960196615
Sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar sarjana pertanian strata satu (s-1)
PROGRAM STUDI AGRIBISNIS FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MAKASSAR
2020
3
4
5
PERNYATAAN MENGENAI SKRIPSI DAN SUMBER INFORMASI
Dengan ini menyatakan bahwa skripsi yang berjudul Analisis Nilai Tambah Agroindustri Kopi Arabica ( Studi Kasus CV. Enreco Coffea Di Desa Masalle Kecamatan Masalle Kabupaten Enrekang) adalah benar merupakan hasil karya yang belum diajukan dalam bentuk apapun kepada perguruan tinggi manapun. Semua sumber data dan informasi yang berasal atau dikutif dari karya yang diterbitkan maupun dari penulis lain telah disebutkan dalam teks dan dijantumkan dalam daftar pustaka dibagaian akhir skripsi ini.
Makassar, 2020
SULFIANI TOHA 105960196615
6
KATA PENGANTAR
Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT, karena atas limpahan rahmat dan karunia-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan penyusunan skripsi ini. Shalawat beserta salam semoga senantiasa terlimpah curahkan kepada Nabi Muhammad SAW, kepada keluarganya, para sahabatnya, dan kepada umatnya hingga akhir zaman, amin.
Penulisan skripsi ini merupakan tugas akhir yang diajukan untuk memenuhi salah satu syarat memperoleh gelar Sarjana Pertanian pada Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Makassar. Judul yang penulis ajukan adalah “Analisis Nilai Tambah AgroindustriKopi Arabica(Studi Kasus CV.Enreco Coffea) Di Desa Masalle Kecamatan Masalle Kabupaten Enrekang”.
Penulis menyadari bahwa penyusunan dan penulisan skripsi ini tidak terlepas dari bantuan, bimbingan, serta dukungan dari berbagai pihak. Oleh karena itu, dalam kesempatan ini penulis dengan senang hati menyampaikan terima kasih kepada yang terhormat :
1. Bapak Dr. Ir. Muh Arifin Fattah, M.Si selaku pembimbing I dan Bapak Isnam Junais S.TP,M.SI selaku pembimbing II yang senantiasa meluangkan waktunya membimbing dan mengarahkan penulis, sehingga skripsi ini dapat terselesaikan.
2. Bapak H. Burhanuddin, SP.i.,M.P Selaku Dekan Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiah Makassar.
7 3. Ibu Dr.Sri Mardiyanti, S.P.,M.Si. Selaku Ketua Prodi Agribisnis Fakultas
Pertanian Universitas Muhammadiah Makassar.
4. Kedua orang tua , Kakak dan adik saya yang tercinta, serta segenap keluarga yang senantiasa memeberikan bantuan, baik moril maupun material sehingga skripsi ini dapat terselesaikan.
5. Seluruh Dosen Jurusan Agribisnis di Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiah Makassar yang telah membekali segudang ilmu kepada kami khususnya penulis.
6. Kepada pihak pemerintah Desa Masalle Kecamatan Masalle Kabupaten Enrekang jajarannya yang telah mengizinkan penulis untuk melakukan penelitian di daerah tersebut.
7. Kepada Sahabatku Ana Pratiwi, Nurhinayah yang telah membantu dan menyemangati penulis dalam penyusunan skripsi ini.
8. Khususnya kepada suami yang tidak pernah bosan mendengar keluhan penulis serta selalu memberikan motivasi dan arahan dalam penyelesaian skripsi ini.
9. Semua pihak yang telah membantu penyusunan skripsi dari awal hingga akhir yang penulis tidak dapat sebutkan satu persatu.
8 Akhir kata penulis ucapkan banyak terima kasih kepada semua pihak yang terkait dalam penulisan skripsi ini, semoga karya tulis ini bermanfaat dan dapat memberikan sumbangan yang bermanfaat bagi pihak yang membutuhkan.Semoga Allah senantiasa melindunginya, Amin.
Makassar, Januari 2020
Sulfiani Toha
9 ABSTRAK
SULFIANI TOHA.105960196615. Analisis Nilai Tambah Agroindustri Kopi Arabika (Studi Kasus CV. Enreco Coffea Di Desa Masalle Kecamatan Masalle Kabupaten Enrekang). Dibimbing oleh ARIFIN FATTAH dan ISNAM JUNAIS.
Penelitian ini bertujuan adalah untuk mengetahui pendapatan unit pengelo lahaan kopi dan nilai tambah yang di peroleh unit pengolahan kopi Enreco Coffea dengan menggunakan rumus hayami.
Metode yang digunakan adalah metode nilai tambah menggunakan metode hayami.Teknik penentuan responden menggunakan metode sampel dan data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder.
Berdasarkan hasil penelitian CV.Enreco Coffea mendapatkan nilai tambah dari 3 produknya.Produk bean green dengan nilai tambah produk Rp 6.443.200 dengan sumber pendapatan sebesar Rp 2.317.600,untuk produk bean rosting nilai tambah Rp 5131.400 dengan sumber pendapatan sebesar Rp 7.392 .600,untuk bubuk kopi nilai tambah sebesar Rp 5.181.400 dengan sumber pendapatan Rp 7.342.600.
Kata Kunci: Nilai Tambah Kopi Arabika
10
DAFTAR ISI
Halaman
HALAMAN JUDUL ... i
HALAMAN PENGESAHAN ... ii
KATA PENGANTAR ... iii
DAFTAR ISI ... iv
I. PENDAHULUAN ... 1
1.1 LatarBelakang ... 1
1.2 Rumusan Masalah ... 2
1.3 Tujuan Penelitian ... 2
1.4 Kegunaan Penelitian ... 3
II. TINJAUAN PUSTAKA ... 4
2.1 Tanaman Kopi ... 4
2.2 Agroindustri ... 6
2.3 Pengelolahan Kopi (Bean Green Bean Rosting Bubuk) ... 7
2.4 Analisis Nilai Tambah ... 9
2.6 Kerangka Pikir ... 10
III METODE PENELITIAN ... 13
3.1Waktu Dan Tempat Penelitian ... 13
3.2 Teknik Penentuan Sampel ... 13
3.3 Jenis Dan Sumber Data ... 13
3.4 Teknik Pengumpulan Data ... 14
3.5 Teknik Analisis Data ... 14
3.6 Definisi Operasional ... 16
IV. GAMBARAN UMUM LOKASI PENELITIAN ... 18
4.1 Letak Geografis ... 18
4.2 Letak Wilayah ... 18
4.3 Kondisi Pertanian... 19
11
4.4 Jumlah Penduduk Berdasarkan Jenis Kelamin ... 19
4.5 Jumlah Penduduk Berdasarkan Usia ... 20
4.6 Keadaan Penduduk Berdasarkan Mata Pencaharian ... 21
4.7 Penduduk Berdasarkan Tingkat Pendidikan ... 22
4.8 Sarana Dan Prasarana ... 22
4.9 Gambaran Umum Perusahaan ... 23
4.10 Visi Dan Misi Perusahaan ... 24
4.11 Struktur Dan Organisasi ... 25
V. HASIL DAN PEMBAHASAAN ... 24
5.1 Gambaran Umum Perusahaan ... 24
5.2 Visi Dan Misi Perusahaan ... 24
5.3 Struktur Dan Organisasi ... 25
5.4 Dekskripsi Usaha Produk (Bean Green,Bean Rosting,Bubuk ... 26
5.5 Bahan Baku ... 27
5.6 Proses Produksi Bean Green,Bean Rosting,Bubuk ... 28
5.7 Peralatan Produksi Bean Green,Bean Rosting,Bubuk ... 34
5.8 Analisis Pendapatan ... 36
5.9 Analisis Nilai Tambah ... 38
VI. KESIMPULAN DAN SARAN... 40
6.1 Kesimpulan ... 40
6.2 Saran ... 40 DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN
RIWAYAT HIDUP
12
DAFTAR TABEL
Nomor Halaman
Teks
1. Perhitungan Nilai Tambah Metode Hayami ... 15
2. Jumlah Penduduk Di Desa Masalle... 20
3. Jumlah Penduduk Berdasarkan Kelompok Usia ... 20
4. Jumlah Penduduk Berdasarkan Mata Pencaharian ... 21
5. Jumlah Penduduk Berdasarkan Tingkat Pendidikan ... 22
6. Sarana Dan Prasarana ... 23
7. Jenis Dan Biaya Alat ... 35
8. Analisis Pendapatan ... 36
9. Nilai Tambah ... 38
13
DAFTAR GAMBAR
Nomor Halaman
Teks
1. Proses Pengelolahan Kopi ... 8
2. Kerangka Pikir ... 12
3. Sturuktur Organisasi Pada Usaha Produk Kopi CV. Enreco Coffe ... 26
4. Bahan Baku Kopi Crey ... 28
5. Mesin Pengelupasan ... 29
6. Mesin Pengupasan (Huller) ... 30
7. Mesin Sangrai ... 31
8. Mesin Pendingin ... 32
9. Penghalusan ... 33
10. Pengemasan ... 34
14
1.PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Kopi merupakan salah satu komoditi perkebunan nasional yang memegang peranan penting dalam perekonomian Indonesia.secara umum,terdapat dua jenis biji kopi,yaitu arabika (kualitas terbaik)dan robusta.kopi arabika di budidayakan pertama kali di Indonesia tahun 1696. kopi arabika memiliki banyak varietas,bergantung dari Negara,iklim,dan tanah tempat kopi itu di tanam.kopi ini memiliki aroma yang wangi,mirip pencampuran bunga dan buah.hidupnya di daerah yang sejuk dan dingib.arabika juga mempunyai rasa masam yang tidak dimiliki jenis kopi rabusta dan rasa kental saat disesap di mulut (Wida,2012).
Salah satu kopi arabika di sulawesi selatan adalah Kabupaten Enrekang Kecamatan Masalle merupakan salah satu Kecamatan dari 12 Kecamatan yang ada di Kabupaten Enrekang.secara administrasi Kecamatan Masalle terdiri dari 6 desa secara geografis Kecamatan Masalle terletak pada ketinggian antara 600 s.d 700 meter di atas permukaan laut.sebagain besar Kecamatan Masalle berada pada ketinggian antara 1.000-1.500 meterdpl.kebanyakan kebun kopi ada pada ketinggian diatas 800 meterdpl dan merupakan ketinggian ideal untuk kopi arabika berdasarkan kondisi geografis tersebut,maka Kecamatan Masalle cocok untuk bududaya kopi arabika.selain ketinggian yang mendukung,curah hujan dan jenis tanah yang ada di Kecamatan Masalle juga sangat mendukung pertumbuhan dari kopi arabika tersebut (Dinas Kehutanan Dan Perkebunan Kabupaten Enrekang 2012).
15 Kondisi perkopian di Desa Masalle di CV.Enreco Coffea, usaha olahan kopi secara keseluruhan di mulai sejak tahun 2015 usaha olahan kopi ini mengolah kopi menjadi bubuk . usaha olahan kopi ini sudah berjalan 5 tahun jumlah bahan baku yang digunakan sebanyak 340 kg satu kali produksi dan tenaga kerja yang digunakan sebanyak 6 orang.Bahan Baku tersebut didapatkan di Desa Masalle Kecamatan Masalle Kabupaten Enrekang.Kendala utama pada proses produksi di CV.Enreco Coffea adalah bahan baku yang di mana bahan baku bersifat musiman dan kapasitas produksi yang terbatas sehingga pada CV.Enreco Coffea tidak dapat memenuhi permintaan konsumen dalam jumlah besar pada waktu tertentu .Oleh karena itu dalam kajian ini akan diteliti bagaimana pendapatan dan nilai tambah pada produk olahan kopi CV.Enreco coffea di Desa Masalle Kecamatan Masalle Kabupaten Enrekang.
1.2. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang di atas maka dapat di tarik rumusan masalah sebagai berikut :
1. Bagaimana pendapatan Unit pengolahan Kopi Enreco Coffea di Desa Masalle Kecamatan Masalle Kabupaten Enrekang ?
2. Berapa besar nilai tambah yang diperoleh Unit Pengolahan Kopi Enreco Coffea untuk setiap produknya di Desa Masalle Kecamatan Masalle Kabupaten Enrekang?
16 1.3. Tujuan Penelitian
Adapun tujuan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:
1. Untuk mengetahui pendapatan Unit Pengolahan Kopi CV.Enreco Coffea di Desa Masalle Kecamatan Masalle Kabupaten Enrekang ?
2. Untuk mengetahui besar nilai tambah yang diperoleh Unit Pengolahn Kopi CV.Enreco Coffea untuk setiap produknya di Desa Masalle Kecamatan Masalle Kabupaten Enrekang?
Kegunaan
Kegunaan dalam penelitiaan ini adalah sebagai berikut.
1. Kegunaaan dari penelitian ini dapat menambah pengetahuan atau wawasan.
2. Sebagai bahan referensi di penelitian selanjutnya.
3. Sebagai salah satu persyaratan untuk mendapatkan gelar sarjana.
17 II. TINJAUAN PUSTAKA
2.1 Tanaman Kopi
Kopi ( coffea sp.) adalah tanaman yang berbentuk pohon termasuk dalam family Rubiceae and Genus coffea. Tanaman ini tumbuhnya tegak, bercabang, dan
bila dibiarkan tumbuh dapat mencapai tinggi 12 m. Daunnya bulat telur dengan ujung agak meruncing. Daun tumbuh berhadapan pada batang, cabang, dan ranting-rantingnya (Najiyati, 2001).
Tanaman kopi termasuk kerajaan Plantae, Divisi Magnoliophyta, kelas Magnoliopsida, ordo Rubiales, family Rubiaceae, genus coffea L. (USDA, 2012).
Tanman kopi yang dala genus coffea terdiri atas beberapa jenis antara lain coffea arabica, coffea robusta dan coffea liberalika. Asal tanaman kopi adalah daratan Abessinia (AAK, 1998).
1. Kopi Arabika
Kopi Arabika adalah kopi yang paling baik citarasanya, ciri-cirinya adalah biji picak dan daun hijau tua berombak-ombak. Jenis-jenis kopi yang termasuk dalam golongan Arabika adalah abseniah, pasumah, marago dan congenis (Najiyanti, 2001).
2. Kopi Robusta
Kopi robusta digolongkan lebih redah mutu citarasanya dibanding citarasa arabika. Hampir seluruh produksi kopi robusta di seluruh dunia dihasilkan secara kering dan untuk mendapatkan rasa lugas tidak boleh mengandung rasa asam dari hasil fermentasi. Kopi robusta memiliki kelebihan yaitu kekentalan lebih dan warna yang kuat (Siswoputranto, 1993).
18 3. Kopi Liberika
Kopi leberika berasal dari Angola dan masuk ke Indonesia sejak tahun 1965. Meskipun sudah cukup lama penyebarannya tapi hingga saat ini jumlahnya masih terbatas karena kualitas buah yang kurang bagus dan rendemennya rendah (Danarti, 2001).
Tanaman kopi dapat tumbuh pada ketinggian 400-700 m dpl dengan curah hujan 2.000-3.000 mm/tahun. Tanaman kopi menghendaki sinar matahari teratur, umumnya kopi tidak menyukai penyinaran matahari langsung karena penyinaran berlebih dapat mempengaruhi proses fotosintesis. Penyinaran matahari juga dapat mempengaruhi kuncup bunga, sehingga penyinaran dapat di atur dengan penanaman pohon penaung. Dengan pohon penaung tanaman kopi dapat diupayakan ditempat yang teduh, tetapi tetap mendapatkan penyinaran yang cukup untuk merangsang pembrntukan bunga (Suwarto, 2010).
Awalnya, jenis kopi yang dibudidayakan di Indonesia adalah Arabika, lalu liberika dan terakhir kopi jenis Robusta. Kopi jenis arabika sangat baik ditanam di daerah yang berketinggian 1.000 – 2.100 meter di atas permukaan laut (dpl).
Semakin tinggi lokasi perkebunan kopi, cita rasa yang dihasilkan oleh biji kopi akan semakin baik. Karena itu, perkebunan kopi arabika hanya terdapat di beberapa daerah tertentu (di daerah yang memiliki ketinggian di atas 1.000 meter).
Berikut ini beberapa daerah penanaman jenis kopi arabika yang terkenal di Indonesia:
19 1. Provinsi Sumatera Utara (Kabupaten Tapanuli Utara, Kabupaten Dairi, Kabupaten Tobasa, Kabupaten Humbang, Kabupaten Mandailing, dan Kabupaten Karo).
2. Provinsi Aceh.
3. Provinsi Lampung.
4. Beberapa provinsi di Pulau Sulawesi, jawa dan Bali (Panggabean, 2011).
Berikut ciri – ciri kopi arabika:
1. Aromanya wangi sedap mirip pencampuran bunga dan buah. Hidup di daerah yang sejuk dan dingin.
2. Memiliki rasa asam yang tidak dimiliki oleh kopi jenis robusta.
3. Memiliki bodi atau rasa kental saat disesap di mulut.
4. Rasa kopi arabika lebih mild atau halus.
2.2 Agroindustri
Agroindustri adalah kegiatan yang memanfaatkan hasil pertanian sebagai bahan baku, merancang dan menyediakan peralatan serta jasa untuk kegiatan tersebut]. Secara eksplisit pengertian Agroindustri pertama kali diungkapkan oleh Austin (1981) yaitu perusahaan yang memproses bahan nabati (yang berasal dari tanaman) atau hewani (yang dihasilkan oleh hewan). Proses yang digunakan mencakup pengubahan dan pengawetan melalui perlakuan fisisk atau kimiawi, penyimpanan, pengemasan dan distribusi. Produk Agroindustri ini dapat merupakan produk akhir yang siap dikonsumsi ataupun sebagai produk bahan baku industri lainnya.
Agroindustri merupakan bagian dari kompleks industri pertanian sejak
20 produksi bahan pertanian primer, industri pengolahan atau transformasi sampai penggunaannya oleh konsumen]. Agroindustri merupakan kegiatan yang saling berhubungan (interelasi) produksi pengolahan, pengangkutan, penyimpanan, pendanaan, pemasaran dan distribusi produk pertanian . Dari pandangan para pakar sosial ekonomi , agroindustri (pengolahan hasil pertanian) merupakan bagian dari lima subsistem agribisnis yang disepakati, yaitu subsistem penyediaan sarana produksi dan peralatan. usaha tani, pengolahan hasil, pemasaran , sarana dan pembinaan]. Agroindustri dengan demikian mencakup industri ini Pengolahan Hasil pertanian (IPHP), Industri Peralatan Dan mesin Pertanian (IPMP) dan Industri jasa Sektor pertanian (IJSP).
2.3 Pengolahan Kopi (Bean Green,Bean Rosting Dan Bubuk)
Pembuatan kopi bubuk banyak dilakukan oleh petani, pedagang pengecer, industry kecil, dan pabrik. Pembuatan kopi bubuk oleh petani biasanya hanya dilakukan secara tradisional dengan alat – alat sederhana. Hasilnya pun biasanya hanya dikonsumsi sendiri atau dijual bila ada pesanan. Pembuatan kopi bubuk oleh pedagang pengecer atau industry kecil sudah agak meningkat dengan mesin – mesin yang cukup baik, tetapi masih dalam jumlah tebatas. Namun, hasilnya hanya dipasarkan sendiri atau dipasarkan kepedagang pengecer yang lebih besar.Pembuatan kopi ( bean green ,bean rosting bubuk),oleh pabrik biasanya dilakukan secara modern dengan skala cukup besar. Hasilnya dikemas dalam bungkus rapi dengan menggunakan kertas aluminium foil agar kualitasnya terjamin, serta dapat dipasarkan ke berbagai daerah yang lebih luas.
21 Pembuatan kopi (bean green,bean rosting bubuk biasanya di bagi dalam tahap yaitu tahap pengupasann,huller,penyengraian,pendinginan,penghalusan/pembubuk an dan pengemasan (Najiyati dkk, 2008).
3.
Gambar 1. Proses Pengolahan kopi
Kopi bean green adalah biji yang masih mentah dari tanaman kopi yang sudah mengalami proses pengupasan, biji kopi yang sudah di proses, kemudian kopi akan di huller untuk menjadi bean green setelah itu kopi akan mengalami pemanggangan kemudian setelah mengalami pemanggangan proses pemanggangan (bean rosting),kemudian penyangraian .Penyangraian suatu proses yang penting pada pembuatan kopi bubuk penyangraian bertujuan untuk menurunkan kadar air biji sampai bertujuan untuk membentuk aroma dan cita rasa khas kopi.Proses penyangraian dapat menyebabkan perubahan fisik dan kimiawi
Penyangraian
Pendinginan
Penghalusan/pembubukan
Pengemasan Huller Pengelupasan
22 yaitu penguapan air dari dalam biji,pendinginan(tempering)pendinginan bertujuan untuk menurunkan suhu biji kopi setelah proses penyangraian,pendinginan di lakukakan selama kurang lebih 15 menit untuk kapasitas 8-10 kg dengan menggunakan alat pendingin dengan pengaduk otomatis dan dilengkapi dengan blower untuk mempercepat proses pendinginan,penghalusan/pembubukan biji kopi sangrai proses penghalusan biji kopi dilakukan dengan alat penghalus sampai diperoleh kopi bubuk dengan ukuran partikel tertentu.Ukuran partikel kopi bubuk ini sudah dapat di atur pada alat penghalus (s). Butiran bubuk kopi mempunyai luas penampang yang besar sehingga senyawa pembentuk cita rasa mudah larut ke dalam air panas. Pengemasan bertujuan untuk mempertahankan aroma dan cita rasa kopi bubuk yang akan didistribusikan. Beberapa faktor yang dapat mempengaruh terhadap keawetan kopi bubuk selama dikemas adalah kondisi penyimpanan, tingkat sangrai kadar air kopi bubuk kehalusan bubuk, dan kandu ngan oksigen di dalam kemasan.Kemasan yang mengandung terlalu banyak oksigen dapat menyebabkan aroma dan cita rasa kopi berkurang karna proses oksidasi sedangkan kandungan air yang terlalu banyak di dalam kemasan akan dapat menghidrolisa senyawa kimia yang ada dalam kopi bubuk dan menyebabkan bau apek.Bagan proses pembuatan kopi bubuk dapat dilihat pada gambar 1.
2.4.Analisis Nilai Tambah
Nilai tambah (value added) adalah pertambahan nilai suatu komoditas karena mengalami proses pengolahan, pengangkutan ataupun penyimpanan dalam suatu produksi. Dalam proses pengolahan nilai tambah dapat didefinisikan sebagai
23 selisih antara nilai produk dengan nilai biaya bahan baku dan input lainnya, tidak termasuk tenaga kerja. Sedangkan marjin adalah selisih antara nilai produk dengan harga bahan bakunya saja. Dalam marjin ini tercakup komponen faktor produksi yang digunakan yaitu tenaga kerja, input lainnya dan balas jasa pengusaha pengolahan (Hayami et al, 1987).
Berdasarkan pengertian tersebut, perubahan nilai bahan baku yang telah mengalami perlakuan pengolahan besar nilainya dapat diperkirakan. Dengan demikian, atas dasar nilai tambah yang diperoleh, marjin dapat dihitung dan selanjutnya imbalan bagi faktor produksi dapat diketahui. Nilai tambah yang semakin besar atas produk pertanian khususnya kelapa sawit dan karet tentunya dapat berperan bagi peningkatan pertumbuhan ekonomi. Pertumbuhan ekonomi yang besar tentu saja berdampak bagi peningkatan lapangan usaha dan pendapatan masyarakat yang muara akhirnya adalah meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Akan tetapi kondisi yang terus berlangsung saat ini produk kelapa sawit dan karet dalam jumlah yang signifikan diekspor tanpa mengalami pengolahan lebih lanjut di dalam negeri. Akhirnya keuntungan nilai tambah atas kedua produk pertanian tersebut hanya dinikmati oleh pihak asing.
2.6. Kerangka Pikir
Sektor pertanian dapat ditingkatkan dalam peranannya melalui usaha diversifikasi yaitu pengembangan sektor pertanian kearah agroindustri seperti berkembangnya usaha agroindustri berbahan baku tanaman Agroindustri di Desa Masalle Kecamatan Masalle Kabupaten Enrekang ini dapat menciptakan lapangan pekerjaan bagi penduduk setempat dan dapat meningkatkan pendapatan daerah
24 maupun devisa Negara karena sebagian produk dari agroindustri tanaman kopi di ekspor ke berbagai Negara.
Pendapatan dari sektor pertanian yang rendah mendorong penduduk didaerah pedesaan, terutama rumah tangga petani berusaha mencari sumber pendapatan sektor pertanian, salah satunya yaitu dengan bekerja di industry kopi . Salah satu faktor dari berkembangnya industry kopi adalah pemasaran. Untuk merumuskan Permasalahan yang ada dapat di rumuskan pada kerangka pikir dibawah ini.
25 Gambar 2. Kerangka Pikir
Agroindustri CV. Enreco Coffea
Bean Grean Bubuk Kopi
Kopi Cery
Bean Rosting
Analisis Nilai Tambah Bahan Baku Kopi
Desa Masalle
xxvi
III. METODE PENELITIAN
3.1. Waktu dan Tempat Penelitian
Penelitian ini dilaksanakan selama dua bulan yaitu mulai bulan Agustus 2019 sampai September 2019, bertempat di Desa Masalle Kecamatan Masalle Kabupaten Enrekang.
3.2. Teknik Penentuan Sampel
Penentuan sampel dilakukan secara sengaja (purposive) dalam menentukan informasinya, informasi adalah seseorang yang karena memiliki informasi (data) banyak mengenai objek penelitian tersebut (Arikunto 2013).
Jumlah usaha kopi yang ada di Desa masalle, Kecamatan masalle, Kabupaten Enrekang yaitu hanya satu agroindustri. Adapun sampel yang digunakan dalam penelitian ini yaitu satu orang yang memiliki usaha kopi CV.Enreco coffea di Desa Masalle, Kecamatan Masalle, Kabupaten Enrekang.
3.3. Jenis Dan Sumber Data
Data yang digunakan dalam peneliti ini, yaitu:
1. Data Primer, merupakan data yang dikumpulkan peneliti dengan cara langsung dari sumbernya. Penelitian yang dilakukan di CV.Enreco Coffea menggunakan teknik observasi dan wawancara langsung kepada pimpinan dan karyawan CV.Enreco Coffea wawancara dilakukan dengan menggunakan daftar pertanyaan (questioner).
xxvii 2. Data sekunder, merupakan data yang dikumpulkan peneliti dari semua sumber yang sudah ada dalam artian peneliti sebagai tangan kedua. Data sekunder dalam penelitian CV.Enreco Coffea melalui jurnal buku dan artikel di media cetak dan internet.
3.4. Teknik Pengumpulan Data
Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan metode:
1. Observasi, adalah pengamatan dan pencatatan secara sistematis terhadap obyek peneliti. Observasi ini dilakukan untuk memperoleh data primer, informasi tentang pola pengembangan agroindustri kopi di Desa Masalle Kecamatan Masalle Kabupaten Enrekang.
2. Wawancara, adalah Tanya jawab lisan antara dua orang atau lebih secara langsung dengan menggunakan kuesioner sebagai langkah panduannya.
3. Dokumentasi dilakukan dengan cara mengambil gambar yang berkaitan tentang kegiatan penelitian yang dilakukan di Desa Masalle Kecamatan Masalle Kabupaten Enrekang.
3.5. Teknik Analisis Data
Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan analisis deskriptif kuantitatif yang dilakukan secara sistimatis, factual dan akurat mengenai faktor – factor yang ada pada tempat penelitian yang diarahkan untuk melihat Analisis Nilai Tambah Agroindustri kopi di Desa Masalle Kecamatan Masalle Kabupaten Enrekang.
xxviii 1. Analisis Penerimaan dengan menggunakan rumus
Penjualan Kopi = Jumlah Produksi X Harga 2. Analisis pendapatan dengan menggunakan rumus:
π = TR-TC
Keterangan :
π : Pendapatan/bln (Rp)
TR : Total Revenue/Total Penerimaan/bln (Rp) TC : Total Cost/Biaya Total/bln (Rp)
3. Nilai Tambah
Nilai Tambah yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan metode Hayami (1987). Format (proseduraf) perhitungan nilai tambah menurut metode Hayami.
Tabel 1. Perhitungan Nilai Tambah Metode Hayami
No Uraian Satuan Nilai Tambah
1 Volume input kopi cery Kg (1) 2 Output/satu kali produksi Kg (2)
3 Input tenaga kerja HOK (3)
4 Harga produk kopi cery Rp (4) 5 Upah rata-rata tenaga kerja Rp (5)
6 Harga kopi cery Rp (6)
7 Biaya di Luar bahan baku Rp (7)
8 Faktor konversi Kg (8) = 2/1
9 Koevisien tenaga kerja HOK/Kg (9) = 3/1
10 Nilai produksi Rp (10) = 8 x 4
11 a. Nilai Tambah b.Rasio Nilai Tambah
Rp
%
(11) = 7-6-10 (11a/10) Sumber : Hayami
xxix 3.6. Defenisi Operasional
Agar diperoleh pengertian yang sama dan tidak menimbulkan kesala pahamam tentang pengertian dasar sehubungan dengan penulisan ini, maka perlu diberikan defenisi opersional.
Defenisi operasional dalam penelitian ini didefenisikan sebagai berikut:
1. Tanaman kopi merupakan tanaman tropis yang dapat tumbuh dengan baik hampir di semua tempat, kecuali pada tempat yang terlalu tinggi dengan suhu yang sangat dingin. Indonesia yang merupakan salah satu negara dengan iklim tropis menyediakan tempat tumbruh yang baik bagi kopi.
2. Pengolahan Bean green adalah Merupakan biji kopi yang masih mentah dari tanaman kopi yang sudah mengalami proses pengupasan.Bean rosting Proses pemanggangan biji kopi mentah, Kopi bubuk Biji kopi yang sudah diproses dan digiling halus dalam bentuk butiran-butiran kecil sehingga mudah diseduh dengan air panas dan dikomsumsi.
3. Nilai tambah (value added) adalah pertambahan nilai yang terjadi pada suatu komoditas pertanian setelah mengalami proses pengolahan, pengangkutan, dan atau penyimpanan dalam suatu proses produksi.
4. Agroindustri adalah kegiatan yang memanfaatkan hasil pertanian sebagai bahan baku, merancang dan menyediakan peralatan serta jasa untuk kegiatan tersebut.
5. Pendapatan adalah jumlah uang yang di terima oleh perusahaan dari aktivitasnya, kebanyakan dari penjualan produk.
xxx 6. Biaya (cost) adalah semua pengorbanan yang perlu di lakukan untuk suatu proses produksi,yang dinyatakan satuan yang menurut harga pasar yangberlaku.
7. Penerimaan adalah sejumlah uang yang di terima oleh perusahaan atas penjualan produk yang dihasilkan.
xxxi
IV. GAMBARAN UMUM WILAYAH PENELITIAN
4.1. Letak Geografis
Desa Masalle merupakan salah satu Desa di Kecamatan Masalle yang terletak sebelah utara Kabupaten Enrekang, Desa Masalle adalah bagian dari 5 Desa yang berada di Kecamatan Masalle terletak di kaki gunung. Desa Masalle relatif cukup maju dan berkembang, pemukiman terlihat tertata rapi. Suasana sejuk dan nyaman karena berada di dataran rendah di dekat pegunungan.
Secara administrative, wilaya Desa Masalle mempunyai batas-batas sebagai berikut :
- Sebelah Utara : Desa Buntu Sarong - Sebelah Selatan : Desa Mata Allo - Sebelah Barat : Kecamatan Anggeraja - Sebelah Timur : Kecamatan Anggeraja
4.2 Letak Wilayah
Keadaan geografi Desa Masalle merupakan daerah dataran tinggi. Dari delapan daerah wilayah administrasi yang ada semuanya mempunyai topografi Lembah dan berbukit dengan ketinggian terendah tiga ratus sepuluh sampai tujuh ratus lima puluh meter diatas permukaan laut.
Luas Kecamatan Masalle sekitar 1675 Ha. Sebelah Barat berbatasan dengan Kecamatan Anggeraja, sebelah Timur berbatasan dengan Kecamatan Anggeraja, sebelah Utara berbatasan dengan Desa Buntu Sarong dan sebelah Selatan
xxxii berbatasan dengan Desa Mata Allo. Jarak antara desa dengan pusat pemerintahan kabupaten cukup jauh yaitu desa terdekat dapat ditempuh dengan jarak sekitar 30 kilometer dan desa terjauh dengan jarak 44 kilometer.
4.3 Kondisi Pertanian
Sektor pertanian di Desa Masalle khususnya tanaman kopi masih menjadi mata pencaharian bagi penduduk di Desa Masalle. Dari luas Desa Masalle seluas 1675 Ha terdiri dari terdiri dari kebun dan sawah. Selain lahan yang diusahakan untuk pertanian terdapat 596 ha digunakan sebagai perumahan/pemukiman, 25 ha industri/ kantor/ pertokoan, 366 ha lainnya. Luas dan produksi untuk komoditi tanaman palawija, buah-buahan, sayuran, perkebunan. serta usaha peternakan.
Sumber protein yang utama bagi manusia berasal dari protein hewani termasuk ikan. Keberhasilan sub sektor peternakan dapat dilihat melalui indikator naik turunnya populasi ternak dan unggas.
Dilihat dari jumlah populasi ternak besar di Kecamatan Masalle antara lain ; Sapi 88 ekor, Kuda 33, Kambing 972 ekor dan untuk Ternak Unggas seperti Ayam Buras sebanyak 22.673 ekor, Ayam Ras 139.980 ekor dan itik 8.155 ekor.
4.4 Jumlah Penduduk Berdasarkan Jenis Kelamin
Berdasarkan data profil Jumlah penduduk Desa Masalle Kecamatan Masalle Kabupaten Enrekang yaitu berjumlah 2,854 jiwa terdiri dari 1,483 Jiwa Laki-Laki dan Perempuan 1,371 jiwa. Untuk mengetahui jumlah dapat dilihat pada Tabel 2.
xxxiii Tabel 2. Jumlah Penduduk Di Desa Masalle Kecamatan Masalle Kabupaten
Enrekang 2018
No Jenis Kealmin Jumlah (Jiwa) Persentase (%)
1 Laki-Laki 1,483 52.0
2 Perempuan 1,371 48.0
Jumlah 2,854 100.00
Sumber :Data Profil Desa Masalle tahun 2018
Tabel 2. Menunjukkan bahwa Desa Masalle berpenduduk sebanyak 2,854 jiwa yang terdiri dari laki laki 1,483 jiwa dengan persentase 52.0% dan perempuan 1,371 jiwa dengan persentase sebesar 48.0%. Hal ini menjelaskan bahwa di Desa Masalle Kecamatan Masalle jumlah penduduk dengan jenis kelamin Laki - laki lebih banyak dari pada jenis kelamin Perempuan.
4.5 Jumlah Penduduk Berdasarkan Usia
Usia sering kali dijadikan patokan untuk menggambarkan produktifitas dan berdasarkan hasil sensus penduduk sebanyak 2,854 jiwa, yang terbesar dalam beberapa kelompok usia penyebaran penduduk di Desa Masalle dapat dilihat pada tabel berikut.
Tabel 3. Jumlah penduduk berdasarkan kelompok usia Desa Masalle Kecamatan Masalle Kabupaten Enrekang
No Umur (Thn) Jumlah (Org) Persentase (%)
1 0-6 270 9.46
2 7-12 290 10.16
3 13-18 300 10.51
4 19-25 350 12.26
5 26-40 454 15.91
6 41-55 340 11.91
7 56-65 330 11.56
8 65-75 320 11.2
9 >75 200 7.01
Jumlah 2,854 100.00
Sumber: Data Profil Desa Masalle 2018
xxxiv Tabel 3. Menunjukkan bahwa usia penduduk Desa Masalle dengan usia yang paling banyak yaitu 26-40 sejumlah 454 orang dengan persentase 15.91 % sedangkan usia terendah yaitu usia >75 dengan Jumlah 200 orang dalam persentase sebesar 7,01 %.
4.6 Keadaan Penduduk Berdasarkan Mata Pencaharian
Secara umum Desa Masalle pada umumnya bermata pencaharian sebagai petani, namun demikian ada pula penduduk yang bekerja disektor lain. Untuk lebih jelas kondisi mata pencaharian penduduk di Desa Masalle dilihat pada Tabel berikut :
Tabel 4. Jumlah Penduduk berdasarkan Mata Pencaharian Desa Masalle Kecamatan Masalle Kabupaten Enrekang.
No Jenis Mata Pencaharian Jumlah (org) Persentase (%)
1 Petani 400 40.00
2 Kesehatan 200 20.00
3 PNS 100 10.00
4 Pensiunan 110 11.00
5 Wiraswasta 120 12.00
6 Pertukangan 70 7.00
Jumlah 1.000 100.00
Sumber: Data profil Desa Masalle
Tabel 4. Menujukkan bahwa mata pencaharian utama adalah petani dengan jumlah 400 jiwa dengan persentase 40.00% jumlah tersebut menunjukkan bahwa sebagian besar penduduk di Desa Masalle menggantungkan hidupnya pada sektor pertanian. Sedangkan mata pencaharian yang paling rendah adalah petukangan dengan jumlah sebanyak 70 orang dengan persentase sebesar 7.00%.
xxxv 4.7 Penduduk Berdasarkan Tingkat Pendidikan
Pembangunan pendidikan dititik beratkan pada peningkatan mutu dan perluasan kesempatan belajar disemua jenjang pendidikan mulai dari taman kanak – kanak sampai kepada perguruan tinggi. Upaya peningkatan pendidikan yang ingin dicapai tersebut agar menghasilkan manusia seutuhnya, sedangkan perluasan kesempatan belajar dimaksud agar penduduk usia sekolah setiap tahunnya mengalami peningkatan sejalan dengan laju pertumbuhan penduduk. Tingkat pendidikan penduduk di Desa Masalle Kecamatan Masalle Kabupaten Enrekang dapat dilihat sebagai berikut :
Tabel 5. Jumlah Penduduk berdasarkan tingkat pendidikan Desa Masalle Kecamatan Masalle Kabupaten Enrekang
No Tingkat Pendidikan Jumlah (Org) Persentase (%)
1 SD 380 38.0
2 SMP 307 30.7
3 SMA 215 21.5
4 Sarjana 63 6.3
5 D3 35 3.5
Jumlah 1.000 100.00
Sumber: Data Profil Desa Masalle 2018
Tabel 5. menunjukkan bahwa tingkat pendidikan penduduk di Desa Masalle yang tertinggi adalah tingkat tamat SD dengan 380 orang dengan persentase sebanyak 38.0 % sedangkan tingkat pendidikan terendah yaitu D3 dengan jumlah 35 orang dengan persentase 3.5%.
4.8 Sarana Dan Prasarana
Sarana dan prasarana merupakan salah satu faktor penting dan sangat dibutuhkan oleh masyarakat karena sangat berhubungan dengan berbagai segi
xxxvi kehidupan jasmani dan rohani. Ketersediaan sarana dan prasarana tersebut tentunya akan memperlancar kegiatan masyarakat, sarana dan prasarana yang ada dilokasi penelitian selengkapnya dapat dilihat pada tabel berikut :
Tabel 6. Sarana dan prasarana di Desa Masalle Kecamatan Masalle Kabupaten Enrekang
No Jenis Sarana Dan Prasaran Jumlah Unit
1 Pustu 1
2 Posyandu 1
3 Gedung Tk 1
4 Gedung SD 1
5 Gedung SMP 1
6 Masjid 1
7 Musholla 2
Sumber: Data Profil Desa Masalle 2018
Tabel 6. menunjukkan bahwa sarana dan prasarana yang ada di Desa Masalle Kecamatan Masalle Kabupaten Enrekang yang terbanyak yaitu Musholla dengan jumlah 2 unit sedangkan jumlah paling sedikit adalah pustu, Gedung TK, Posyandu, Gedung SD dan Gedung SMP, Mesjid yang berjumlah 1 unit.
Ini menunjukan bahwa jumlah sarana dan prasarana di Desa Masalle sudah cukup memadai, hal ini ditandai dengan dilengapinya sarana kesehatan, pendidikan dan sarana ibadah.
xxxvii
V. HASIL DAN PEMBAHASAN
5.1 Gambaran Umum Perusahaan a. Sejarah Perusahan
Perusahaan CV.Enreco Coffea ini mulai di rintis sejak awal tahun 2015 oleh Bapak Sugiarto, pada awalnya pengolahan hanya menggunakan peralatan yang sederhana atau bisa dikatakan tradisional.kemudian pada akhir tahun 2015 perusahaan ini mulai meningkat dengan menggunakan alat-alat modern.
b. Lokasi Perusahaan
Perusahaan CV.Enreco Coffea ini berlokasi di Desa Masalle Kecamatan Masalle Kabupaten Enrekang, penentuan lokasi usaha sangat berpengaruh terhadap keberlangsungan hidup suatu usaha. Semakin dekat lokasi usaha dengan sumber bahan baku atau input-input lainnya, maka usaha tersebut memiliki peluang yang lebih besar untuk hidup dan memperoleh profit yang lebih besar karena biaya transportasi dapat ditekan serendah mungkin..
5.2 Visi dan Misi Perusahaan a. Visi Perusahaan
Menjadi perusahaan produksi kopi yang terbaik di enrekang dengan mementingkan aspek, kualitas dan kepuasan pelanggang yang berkesinambungan melalui produksi yang terbaik dari segala elemen perusahaan dengan meminimalisasi sekecil mungkin kekurangan poduk.
xxxviii b. Misi Perusahaan
1. . Memperluas lapangan kerja bagi masyarakat setempat 2. . Meningkatkan kualitas kopi bagi masyarakath
c. Jalur Pemasaran
Secara umum, jalur pemasaran produk CV.Enreco Coffea melakukan pemasaraan , baik melalui distributor maupun melalui konsumen langsung.
5.3 Struktur dan Organisasi
Dalam perusahaan yang di jalankan oleh seseorang, untuk mewujudkan operasi perusahaan agar perusahaan berjalan dengan baik, maka perusahaan harus mempunyai system organisasi yang sesuai dengan aktifitas perusahaan.
Mengingat pentingnya struktur organisasi ini, maka pada umumnya perusahaan membentuk struktur Organisasi yang memperjelas pembagian wewenang dan tanggung jawab setiap karyawan dalam menjalankan tugasnya.
Adapun struktur organisasi di perusahaan CV.Enreco coffea di mana pemegang kekuasaan tertinggi di pegang oleh pemilik. Untuk lebih jelasnya dapat di lihat pada sebagai di bawah ini.
xxxix Gambar.3. Struktur Organisasi Pada Usaha produk kopi Pemilik Usaha
Bertanggung jawab atas keberhasilan usaha olahan kopi CV.Enreco Coffea.
Bapak Sugiarto sebagai pemilik sekaligus bendahara dalam usaha pengolahan kopi arabika pada CV.Enreco Coffea,bapak Sugiarto bertanggung jawab atas administrasi keuangan ,membuat laporan keungan,mendatangani bukti-bukti pengeluaran dan menyimpan uang,mengeluarkan uang sesuai dengan keperluan.dan adapun tugas karyawan pada CV.Enreco Coffea ditugaskan sebagai pekerja untuk melakukan operasional dan dia bekerja untuk digaji.
5.4 Deskripsi Usaha Produk (Bean Green,Bean Roasting,Bubuk)
Usaha bean green,bean rosting,bubuk adalah salah satu jenis produk yang dapat dihasilkan dari tanaman kopi cery yang diperoleh melalui proses pengupasan. Usaha ini relatif tidak memerlukan modal yang besarr. Bahan baku utama untuk menghasilkan produk bean green,bean roasting,bubuk adalah kopi cery .
Pemilik sugiarto
Bendahara Sugiarto
Karyawan 1. Sait 2. Syarif 3. Tia 4. Risal 5. Nona 6. Lely
xl Lokasi produk ini dekat dengan sumber bahan baku atau setidaknya memmiliki akses yang mudah untuk penyediaan bahan baku untuk memudahkan dalam proses pembuatan produk Bean Green,Bean Roasting,Bubuk. Bahan Baku yang digunakan pada CV.Enreco Coffea adalah Kopi cery .kopi cery ini di dapatkan di Desa Masalle Kecamatan Masalle Kabupaten Enrekang. Enrekang dengan satu kali produksi yaitu sebanyak 340 kg dengan harga jual 20.000/kg kemudian CV.Enreco Coffea untuk membuat produk bean green,bean rosting dan bubuk. sebanyak 140 kg kopi cery sehingga menghasilkan produk 120 kg bean green dengan harga jual 80.000/kg untuk bean rosting 100 kg kopi cery sehingga menghasilkan produk bean rosting 80 kg dengan harga 180.000/kg untuk bubuk 100 kg kopi cery dengan menghasilkan produk bubuk 180 kg dengan harga 180.000/kg.
5.5 Bahan Baku
Bahan baku utama yang digunakan pada (bean grean,bean rosting,bubuk) adalah kopi cery yang sudah dipetik.pada pembuatan olahan produk ini pada CV Enreco Coffea yaitu bahan baku yang terjamin dan sudah terbukti kualitasnya .Sehingga pada pembuatan olahan produk kopi pada CV.Enreco Coffea bisa menyajikan produk yang berkualitas dan tidak mengecewakan para penggemar kopi. CV.Enreco Coffea mendapatkan bahan bak u di Desa Masalle Kecamatan Masalle Kabupaten Enrekang dusun Pepandungan, Buntu tangla, Garoga dengan satu kali produksi yaitu sebanyak 340 kg dengan harga jual 20.000/kg kemudian CV.Enreco Coffea untuk membuat produk bean green sebanyak 140 sehingga menghasilkan produk 120 kg bean green untuk bean
xli rosting 100 sehingga menghasilkan produk 80 kg dan untuk bubuk sebanyak 100 sehingga menghasilkan 80 kg.
Bahan Baku ini mudah di dapatkan pada CV.Enreco Coffea Karna bahan bakunya berada di Desa Masalle Kecamatan Masalle Kabupaten Enrekang Dusun Pepandungan,Buntu Tangla,Garoga dekat dengan tempat memproduksi produk sehingga Bahan Bakunya mudah untuk di dapatkan.CV.Enreco Coffea mendapatkan Bahan Baku di Desa Masalle Kecamatan Masalle Kabupaten Enrekang dengan bahan Baku yang sudah terjamin dan terbukti kualitasnya sehingga pada perusahaan tersebut bisa menyajikan produk yang terjamim dan bisa memuaskan pada penggemar kopi dan tidak mengecewakan pada penggemar kopi.
5.6 Proses Produksi produk been green, been rosting dan bubuk a. Penyediaan Bahan Baku
Gambar 4 Bahan Baku Kopi Cery
xlii Bahan baku merupakan bahan mentah yang menjadi dasar pembuatan suatu produk yang mana bahan tersebut dapat diolah melalui proses tertentu untuk dijadikan produk. Penyediaan bahan baku yang digunakan pada produk (been green,bean rosting bubuk adalah kopi cery, dalam memenuhi bahan bakunya.
CV.Enreco Coffea mendapatkan bahan bakunya di Desa Masalle Kecamatan Masalle Dusun Pepandungan, Buntu Tangla, Garoga. kopi cery yang digunakan adalah kopi cery yang sudah masak atau berwarna merah. Bahan baku yang digunakan dalam satu kali produksi sebanyak 340 kg.
b.pengelupasan
Gambar 5 Mesin Pengelupasan
Pengelupasan yang dilakukan pada CV.Enreco Coffea adalah menggunakan mesin pengelupasan, setelah memilih kopi cery yang sudah masak atau merah selanjutnya melakukan pengelupasan kulit cery kopi kapasitas pengelupasan 8-10 kg dengan waktu sekitar 10 menit setelah mengalami pengelupasan tahap yang akan dilakukan adalah sortasi dimana biji kopi ini dimasukkan kedalam air dan jika kopi mengapung ini menandakan biji kopi tersebut cacat ,biji kopi yang cacat
xliii dipisahkan dengan kopi yang tidak terapung.kemudian setelah sortasi kopi yang tidak mengapung di rendam selama 1 malam untuk melarutkan lendir yang masih menempel pada kulit kopi setelah direndam kopi masuk pada tahap penjemuran untuk mengurangi kadar air pada biji kopi agar berada pada rasi0 10-12% dijemur sesuai dengan teriknya matahari.
c. Pengupasan (Huller)
Gambar 6. Mesin Huller
Pengupasan Huller yang dilakukan di CV.Enreco Coffea adalah dengan men ggunakan mesin pengupas (huller) sehingga menjadi bean green.Pengupasan ini bertujuan untuk melunakkan jaringan kulit agar mudah terlepas dari bijinya.tahap ini tidak disortir lagi karna sebelum pengupasan kulit kopi terlebih dahulu disortir pengupasan ini bekapasitas 8-10 kg dengan waktu sekitar 10 menit.
xliv d. Penyangraian
Gambar 7. Mesin Sangrai
Penyangraian yang di lakukan CV. Enreco Coffea di Desa Masalle Kecamatan Masalle dengan cara menggunakan mesin dari proses produksi kopi bubuk adalah penyangraian. Proses ini merupakan tahapan pembentukan aroma dan citarasa khas kopi dari dalam biji kopi dengan perlakuan panas.sebelum melakukan penyangraian kopi benar -benar dalam keadan kering jika kopi tidak kering maka belum bisa di sangrai. CV. Enreco Coffea melakukan penyangraian dengan3 tingkatan, yaitu ringan ( light ),medium dan gelap ( dark ). Biji kopi beras sebelum disangrai mempunyai warna permukaan kehijauan kapasitas mesin sangrai 4-6 kg dengan waktu sekitar 15 menit.
xlv e. Pendinginan
Gambar 8.Mesin Pendingin
Setelah melakukan proses sangrai pada CV Enreco Coffea selesai, biji kopi harus segera didinginkan didalam bak pendingin. Pendinginan yang kurang cepat dapat menyebabkan proses penyangraian berlanjut dan biji kopi menjadi gosong( Over Roasted ). Selama pendinginan biji kopi diaduk agar proses pendinginan lebih cepat dan merata. Selain itu, proses ini juga berfungsi untuk memisahkan sisa kulit ari yang terlepas dari biji kopi saat proses sangrai.kapasitas mesin 8-10 kg dengan waktu sekitar 20 menit.
xlvi f. Penghalusan/Pembubukan
Gambar 9 Mesin Penghalusan/pembubukan
Pembubukan Setelah melakukan proses pendinginan pada CV.Enreco Coffea Biji kopi dihaluskan dengan menggunaka mesin penghalus sampai diperoleh butiran kopi bubuk dengan ukuran tertentu.pada tahap penghalusan ini tidak memakan waktu yang lama karna pada saat kopi dimasukkan ke dalam mesin pehalus kopi akan cepat halus karna sudah mengalami tahap sangrai untuk kapasitas 4-6 haya memakan sekitar 25 menit .
xlvii g. Pengemasan
Gambar 10 Mesin Pengemasan
Pengemasan adalah wadah atau pembungkus yang berguna untuk mencegah atau meminimalisir terjadinya kerusakan pada barang yang dikemas atau dibungkusnya .atau pengemasan berfungsi untuk suatu proses memberi wadah atau pembungkus kepada suatu produk.kemasan yang digunakan dalam produk bean grean rosting dan bubuk yaitu plastik kemasan dalam satu kemasan isinya 1 kg untuk bean grean dan Bean Rosting sedangkan untuk bubuk kemasan isinya terbagi yaitu isi 1 kg dan 500 gr, 250.
5.7 Peralatan Produksi Been Green, Been Rosting ,Bubuk
Peralatan produksi merupakan alat atau media untuk mengolah bahan menjadi produk dengan bantuan tenaga kerja. Adapun proses produksi Bean Green,Bean Rosting,Bubuk pada CV.Enrco Coffea alat sebagaimana tercantum pada tabel 7 di bawah ini.
xlviii Tabel 7. Jenis dan biaya alat been green, been rosting,bubuk
N o
Nama Alat Jumlah
Nilai Baru (Rp)
Nilai Sekarang
(Rp)
Lama pemakaia
n (Thn)
NPA(Thn )
1 Mesin sangrai
2 2.000.000 1.000.000 4 500.000
2 Mesin Huller 2 2.000.000 1.000.000 4 500.000
3 Mesin pendingin
2 500.000 450.000 4 25.000
4 Mesin
pembubukan
2 500.000
400.000 4 50.000 5 Mesin
Pengemasan
2 300.000 200.000 4 50.000
6 Timbangan 1 150.000 50.000 2 50.000
7. Mesin Pengupasan
1 1.000.000 500.000 4 125.000
Jumlah 11 3.525.000 3.275.000 26 1.300.000
Sumber: Data setelah diolah
Terdapat 7 macam alat yang digunakan dalam proses produksi Bean Green, Bean Rosting dan Bubuk .Alat ini berupa Mesin Sangrai, mesin sangrai ini bertujuan untuk pembentukan citarasa khas dari dalam biji kopi dengan perlakuan panas.Alat ini digunakan selama 4 tahun.Mesin Pengelupasan ,mesin pengupasan ini bertujuan untuk melunakkan jaringan kulit agar mudah terlepas dari bijinya.
Alat ini digunakan selama 4 tahun.Mesin Pendingin,mesin pendingin digunakan selama 4 tahun dengan bertujuan untuk memisahkan sisa kulit ari yang terlepas dari biji kopi saat proses sangrai.Mesin pembubukan,mesin pembubukan ini bertujuan untuk pembentuk citarasa sehingga mudah larut kedalam air panas.alat ini digunakan selama 4 tahun.Pengemasan,pengemasan ini bertujuan untuk distribusikan.Alat ini digunakan selama 4 tahun.Timbangan,timbangan ini bertujuan untuk mengukur berat kopi.Alat ini digunakan selama 1 tanun.Mesin
xlix penggiling ,mesin penggiling ini bertujuan untuk pengupasan daging buah cery.Alat ini digunakan selama 4 tahun.
5.8 Analisis Pendapatan
Nilai pendapatan yang di peroleh pada CV.Enreco Coffea di Desa Masalle Kabupaten Enrekang.
Tabel 8. Analisis Pendapatan CV. Enreco Coffea
No Uraian Jumlah
1 Penerimaan
a. Produksi (Kg) b. Harga Jual (Rp) c. Jumlah Produksi (Rp)
Bean Green 120 80.000 9.600.000
Bean Rosting 80 180.000 14.400.000
Bubuk 80 180.000 14.400.000 2 Analisis Biaya
a. Biaya Tetap - Penyusutan Alat - Listrik
- Pajak -Transportasi Total Biaya Tetap (Rp) (a)
b. Biaya Variabel - Bahan Baku - Tenaga Kerja - Kemasan
Total Biaya Variabel (Rp) (b)
725.000 100.800 100.800 95.000 1.021.600 2.800.000 2.800.000 100.800 5 .700.800
1.250.000 100.800 100.800 95.000 1.546.600 2.000.000 2.800.000 100.800 4.900.800
1.300.000 100.800 100.800 95.000 1.596.600 2.000.000 2.800.000 100.800 4.900.800 3 Total Biaya (a+b) 6.722.400 6.447.400 6.497.400 4 Pendapatan (1-2)
Pendapatan /Satu kali produksi
2.317.600 2.317.600
7.392.600 7.392.600
7.342.600 7.342.600 Sumber : Data Setelah Di Olah,2019
Pendapatan usaha olahan kopi di peroleh dengan mengurangkan penerimaan dari penjualan kopi dengan biaya produksi. Penerimaan usaha kopi (bean green Rp 9.600.000, bean rosting Rp 14.400.000, bubuk Rp 14.800.000 dengan total biaya sebesar bean green Rp 6.722.400, bean rosting Rp 6.447.400 bubuk Rp 6.497.400. Sehingga total pendapatan CV.Enreco Coffea dalam satu
l kali produksi sebesar bean green Rp 2.317.600, bean rosting Rp 7.392.600, bubuk Rp 7.342.600.
Biaya tetap merupakan biaya yang jumlahnya tetap,tidak tergantung pada perubahan volume produksi (Hariyanto 2009) dalam biaya tetap yang di keluarkan CV.Enreco Coffea adalah biaya penyusutan alat, Listrik, Pajak,Transportasi total selama satu kali produksi (bean green Rp 1.021.600 bean rosting Rp 1.546.600 bubuk Rp 1.596.600) .
Biaya variabel adalah biaya yang berubah ubah berdasarkan perubahan volume produksi.dalam biaya variabel yang dikeluarkan CV.Enreco Coffea adalah bahan baku,kemasan,tenaga kerja, Total biaya variabel yang dikeluarkan selama satu kali produksi sebesar (bean green Rp 5.700.800 bean rosting Rp 4.900.800 bubuk Rp 4.900.800).
li 5.9. Analisis Nilai Tambah
Tabel 9. Nilai tambah yang di peroleh dalam usaha olahan kopi CV. Enreco Coffea
No Uraian Satuan
Nilai Tambah
Bean Green Bean Rosting Bubuk
1
Volume input( Bean Green 140 Bean Rosting 100 Bubuk 100)
Kg
2.800.000 2.000.000 2.000.000
2
Output/satu kali produksi ( Bean Green 120 Bean Rosting 80 bubuk 80)
Kg 9.600.000 14.400.000 14.400.000 3
Input tenaga
kerja(Orang) HOK 2 2 2
4 Harga produk kopi RP 80.000 180.000 180.000 5
Upah rata-rata tenaga
kerja Rp 50.000 50.000 50.000
6 Harga kopi cery Rp 20.000 20.000 20.000
7 Biaya di luar bahan baku Rp 6.722.400 6.447.400 6.497.400
8 Faktor konversi Kg 3,24 7,2 7,2
9 Koevisien tenaga kerja HOK/Kg 7,14 1,6 1,6
10 Nilai produksi Rp 259.200 1.296.000 1.296.000
11 a.Nilai tambah
b.Rasio Nilai Tambah
Rp
%
6.443.200 24,85
5.131.400 3,959
5.181.400 3,997 Sumber: Data Setelah Di Olah, 2019
Analisis nilai tambah kopi arabika di CV Enreco Coffea hanya di lakukan pada tahap proses pengolahanya, perhitungan analisis nilai tambah ini di dasarkan pada kilogram bahan baku yang di gunakan.Volume input yang di hasilkan yaitu bean green 140 kg bean rosting 100 kg dan bubuk 100 kg di kalikan dengan harga Kopi cery, Output produk yang di hasilkan yaitu Bean Green 120 Kg Bean Rosting 80 Kg dan Bubuk 80 Kg yang di ukur dalam satu kali produksi yaitu di kali harga produk . Dari perhitungan tersebut di peroleh bahwa satu bulan produksi setara dengan bean green 120 Kg bean rosting 80 Kg bubuk 80 Kg. Hal
lii ini sejalan dengan teori yang di kemukakan oleh Jaka Sulaksana (2015) Nilai tambah adalah nilai tambah yang diperoleh karena melakukan proses pengolahan Kopi cery, hingga menghasilkan produk bean green bean rosting bubuk. Besarnya nilai tambah usaha CV .Enreco Coffea adalah hasil pengurangan biaya bahan baku dan harga kopi cery dan nilai produksi .
Faktor konversi dari hasil perusahaan output di bagi volume input Kopi Cery dan menghasilkan faktor konversi bean green 3,42 bean rosting 7,2 bubuk 7,2. Koevisien tenaga kerja pada perusahaan CV .Enreco Coffea di Desa Masalle adalah yaitu input tenaga kerja di bagi volume input kopi cery sehingga menghasilkan nilai bean green 7,14 bean rosting 1,6 bubuk 1,6 Hal ini sejalan dengan teori yang di kemukakan oleh Ruslan ( 2009 ) Factor konversi adalah besarnya kontribusi fisik bahan baku berupa Kopi Cery yang bisa menjadi Bean Green Bean Rosting dan Bubuk.
Nilai produksi perusahaan CV. Enreco Coffea yang berada di Desa Masalle adalah sebesar bean green Rp 259.200 bean rosting Rp 1.296.000 bubuk Rp 1.296.000. Nilai tambah dari penggelolaan satu kali produksi Kopi Cery untuk menghasilkan produk adalah sebesar bean green Rp 6.443.200 bean rosting Rp 5.131.400 bubuk Rp 5.181.400.Rasio Nilai Tambah bean green 24,85 bean rosting 3,959 dan bubuk 3,997.
liii
VI. KESIMPULAN DAN SARAN
6.1 Kesimpulan
Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan yang telah dilakukan, maka dapat di tarik kesimpulan Bahwa usaha produk bean green bean rosting Dan bubuk diperusahaan CV .Enreco Coffea di Desa Masalle Kecamatan Masalle Kabupaten Enrekang sebagai berikut:
1. Usaha produk bean green,bean rosting dan bubuk adalah usaha yang yang dihasilkan dari tanaman kopi cery yang diperoleh melalui pengolahan usaha ini dilakukan di Desa Masalle.
2. Usaha CV.Enreco Coffea di Desa Masalle Kecamatan Masalle Kabupaten Enrekang. Menghasilkan Pendapatan dan Nilai Tambah satu kali produksi yaitu sebesar bean green Rp 2.317.600 bean rosting Rp 7.392.600 bubuk Rp 7.342.600.Nilai tambah bean green Rp 6.443.200 bean rosting Rp 5.131.400 bubuk Rp 5.181.400.
6.2 Saran
Berdasarkan hasil penelitian ada beberapa saran yang bisa di berikan untuk pihak-pihak terkait di antaranya adalah sebagai berikut:
liv 1.Untuk memperbaiki mutu dan kualitas pada produk yang sangat penting dalam persaingan dimasa yang akan datang untuk membekali diri dengan ilmu pengetahuan.
2.Saya harap perusahaan bisa meningkatkan peralatan dalam mengelolah produk dan agar pengusaha mendapatkan keuntungan yang maksimal, maka di sarankan ketersediaan bahan baku dengan cukup untuk memenuhi kebutuhan pengusaha . 3.faktor yang harus diperhatikan dalam upaya pemasaran adalah memperhatikan kualitas ,harga yang kempetitif dan keberlangsungan proses produksi.
lv
DAFTAR PUSTAKA
Andrifah, A. 2012. Tanaman Kopi.http://agzik.blogspot.com/2012/01/tanaman ko pi.html. Diakses 2September 2012.
Arief M Rudianto. 2011. Pemrograman Web Dinamis menggunakan PHP dan MySQL.C.V ANDI OFFSET.Yogyakarta
Anggara, Anies dan Sri Marini. 2011. Kopi Sihitam Menguntungkan Budidaya dan
Pemasaran. Cahaya Atma Pustaka : Yogyakarta. 117 hal
Danarti dan Najiyati. 2001. Kopi: Budidaya dan Penanganan Lepas Panen.
Jakarta: Sesi Pertanian.
Hayami, Y. et. all. (1987). Agricultural Marketing and Processing in Upland Java; A Perspektif From A Sunda Village. CGPRT No 8. Bogor.
Nasir 1993 . Meningkatkan Nilai Tambah Melalui Agroindustri. Warta penelitian dan Pengembangan Pertanian. Vol. 30 No. 4. Bogor.
Nasution. 2006. Metode Penelitian Naturalistik-kualittaif. Bandung : Tarsito.
Najiyati, S dan Danarti. 2012. Kopi, Budidaya dan Penanganan Lepas Panen. PT.
Penebar Swadaya. Jakarta
Panggabean, Edy. 2011. Buku Pintar Kopi. Jakarta Selatan: PT Agro Media Pustaka hlm 124-132
lvi Rahardjo, Pudji. 2012. Panduan Budidaya dan Pengolahan Kopi Arabika dan
Robusta. Penebar Swadaya: Jakarta.
Soekartawi.1995. Analisis Usaha Tani. Universitas Indonesia Press, Jakarta.
Gramedia Pustaka Utama, Jakarta.
Sugiyono. 2008. Pengembangan Industri Berbasis Pertanian.
Wida. 2012. Perbedaan Kopi Arabika Dan Robusta.http://www. kopistory. com/ar tike l/perbedaan-kopi-arabikadan-robusta
. .
lvii
L A M
P
I
R
A
N
lviii Lampiran 1. Kuesioner Penelitian
KUESIONER PENELITIAN
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MAKASSAR FAKULTAS PERTANIAN
PROGRAM STUDI AGRIBISNIS SULFIANI TOHA (105960196615)
DAFTAR KUESIONER UNTUK RESPONDEN Judul Penelitian:
ANALISIS NILAI TAMBAH AGROINDUSTRI KOPI ARABIKA (Studi Kasus CV. Enreco Coffea) DI DESA MASALLE KECAMATAN MASALLE
KABUPATEN ENREKANG I. Identitas Responden
1. Nama :
2. Umur :
3. Jenis Kelamin : 4. Pendidikan Terakhir :
5. Pekerjaan :
6. Penghasilan
Pekerjaan utama :
Pekerjaan Sampingan :
lix A. Tabel Analisis Pendapatan Bean Green
No. Uraian Satuan Jumlah
Fisik
Harga/Satua n (Rp)
Total Nilai (Rp)
1. Produksi Kg
2. Harga Jual Produk Kg 3 Biaya Variabel
Total Biaya Fariabel 4 Biaya Tetap
Total Biaya Tetap 4. Biaya Tenaga Kerja
a. Pengolahan HOK
5 Pendapatan Rp
6 Penerimaan Rp
lx B.Tabel Analisis Pendapatan Bean Rosting
No
. Uraian Satua
n
Jumlah Fisik
Harga/Satua n (Rp)
Total Nilai (Rp)
1. Produksi Kg
2. Harga Jual Produk Kg 3 Biaya Variabel
Total Biaya Fariabel 4 Biaya Tetap
Total Biaya Tetap 4. Biaya Tenaga Kerja
a. Pengolahan HOK
5 Pendapatan Rp
6 Penerimaan Rp
C. Tabel Analisis Pendapatan Bubuk
No
. Uraian Satua
n
Jumlah Fisik
Harga/Satua n (Rp)
Total Nilai (Rp)
1. Produksi Kg
2. Harga Jual Produk Kg 3 Biaya Variabel
lxi Total Biaya Fariabel
4 Biaya Tetap
Total Biaya Tetap 4. Biaya Tenaga Kerja
a. Pengolahan HOK
5 Pendapatan Rp
6 Penerimaan Rp
Lampiran 2 Identitas Responden pada CV.Enreco Coffe di Desa Masalle Kecamatan Masalle Tahun 2019
Nama : Sugiarto
Umur : 33 Tahun
Pendidikan terakhir : S1
Jumlah Tenaga Keja : 6 (Orang)
lxii Lampiran 3. Biaya Tetap dan penyusutan alat Pada CV.Enreco Coffe di Desa
Masalle Kecamatan Masalle Tahun 2019
No Nama Alat Nilai Baru- Nilai SekarangxJumlah / Lama pemakaian)
NPA(Thn)
1 Mesin
sangrai 2.000.000-1.000.000x2:4
500.000 2 Mesin Huller
2.000.000-1.000.000x2:4
500.000 3 Mesin
pendingin 500.000-450.000x2:4
25.000 4 Mesin
pembubukan 500.000-400.000x2:4
50.000 5 Mesin
Pengemasan 300.000-200.000x2:4
50.000 6 Timbangan
150.000-50.000x1:4
50.000 7. Mesin
Pengupasan 1.000.000-500.000x1:4
125.000
lxiii Lampiran 4. Biaya Variabel Pada CV.Enreco Coffe di Desa Masalle Kecamatan Masalle Tahun 2019
N o
Uraian Jumlah
1 Biaya Variabel -Bahan Baku - Tenaga Kerja - Kemasan
Total Biaya Variabel (Rp)
140x20.000 2.800.000 100.000x28 2.800.000 100.800 2.800.000+2.80
0.000+100.800 5.700.800
100x20.000 2.000.000 100.000x28
2.800.000 100.800 2.000.000+
2.800.000+
100.800 4.900.800
100x20.000 2.000.000 100.000x28 2.800.000 100.800 2.000.000+
2.800.000+
100.800 4.900.800
64 Lampiran 5. Pendapatan Dan Penerimaan Olahan Kopi Pada CV.Enreco Coffe di Desa Masalle Kecamatan Masalle Tahun 2019
No Uraian Jumlah
1 Penerimaan
d. Produksi (Kg) e. Harga Jual (Rp) f. Jumlah Produksi (Rp)
Bean Green 120 80.000 120x80.000 = 9.600.000
Bean Rosting 80 180.000 80x180.000 = 14.400.000
Bubuk 80 180.000 80x180.000 = 14.400.000 2 Analisis Biaya
c. Biaya Tetap -Penyusutan Alat - Listrik
- Pajak
- Transportasi Total Biaya Tetap (Rp) (a)
d. Biaya Variabel Bahan Baku - Tenaga Kerja - Kemasan
Total Biaya Variabel (Rp) (b)
725.000 100.800 100.800 95.000 1.206.600 2.800.000 2.800.000 100.800 5 .700.800
1.250.000 100.800 100.800 95.000 1.731.600 2.000.000 2.800.000 100.800 4.900.800
1.300.000 100.800 100.800 95.000 1.781.600 2.000.000 2.800.000 100.800 4.900.800
3 Total Biaya (a+b) 1.206.600+5.700.800
6.907.400
1.731.600+4.900.800 6.632.400
1.781.600+4.900.800 = 6.682.400
4 Pendapatan (1-2) 9.600.000-6.907.400
2.692.600
14.400.000 - 6.632.400 7.767.600
14.400.000-6.682.400 = 7.717.600 Lampiran 6. Nilai Tambah Olahan Kopi Pada CV.Enreco Coffe di Desa Masalle Kecamatan Masalle Tahun 2019
65
No Uraian Satuan
Nilai Tambah
Bean Green Bean Rosting Bubuk
1
Volume input( Bean Green 140 Bean Rosting 100 Bubuk 100)
Kg 140x20.000=2.800.000 100x20.000=2.000.000 100x 20.000=2.000.000
2
Output/satu kali produksi ( Bean Green 120 Bean Rosting 80 bubuk 80)
Kg 120x80.000=9.600.000 80x180.000=14.400.000 80x180.000=14.400.000
3 Input tenaga kerja(Orang) HOK 2 2 2
4 Harga produk kopi RP 80.000 180.000 180.000
5 Upah rata-rata tenaga kerja Rp 50.000 50.000 50.000
6 Harga kopi cery Rp 20.000 20.000 20.000
7 Biaya di luar bahan baku Rp 6.722.400 6.447.400 6.497.400
8 Faktor konversi Kg 9.600.000/2.800.000=3,24 14.400.000/2.000.000=7,2 14.400.000/2.000.000=7,2 9 Koevisien tenaga kerja HOK/Kg 2/2.800.000=7,14 2/2.000.000=1,6 2/2.000.000=1,6 10 Nilai produksi Rp 3,24x80.000=259.200 7,2x180.000=1.296.000 7,2x180.000=1.296.000 11
Nilai tambah Rp
6.722.400-20.000- 259.200=6.443.200
6.447.400-20.000- 1.296.000=5.131.400
6.497.400-20.000- 1.296.000=5.181.400
66
Responden
67
Produk Bean Green
Produk Bean Rosting
Produk Bubuk
68
69
70
71
72
73
74
RIWAYAT HIDUP
SULFIANI TOHA,105960196615 di lahirkan di Buntu Tangla tanggal 01 september 1995 dari ayah Toha dan Ibu Hania.Penulis merupakan anak kedua dari lima bersaudara.
Pendidikan formal yang dilalui penulis adalah SD 131 Buntu Tangla dan lulus pada tahun 2009. Kemudian melanjutkan pendidikan di Mts Sanawiah dan lulus pada tahun 2012. Dan melanjutkan pendidikan di SMK Latanro Puang Buttu Enrekang pada tahun 2015. Pada tahun 2015 penulis lulus seleksi dan terdaftar sebagai mahasiswa program studi Agribisnis Fakultas Pertanian di Universitas Muhammadiyah Makassar.