• Tidak ada hasil yang ditemukan

analisis penentuan harga pokok kamar dengan

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "analisis penentuan harga pokok kamar dengan"

Copied!
83
0
0

Teks penuh

PENDAHULUAN

Latar Belakang

Rumusan Masalah

Tujuan Penelitian

Manfaat Penelitian

TINJAUAN PUSTAKA

Kerangka Teori

  • Pengertian Biaya
  • Penggolongan Biaya
  • Harga Pokok Produksi
  • Akuntansi Biaya Tradisional
  • Activity Based Costing System

Biaya langsung merupakan biaya yang timbul yang penyebabnya satu-satunya adalah karena ada sesuatu yang dibiayai. Biaya tidak langsung adalah biaya yang timbul bukan hanya karena sesuatu yang dibiayai saja, namun berkaitan dengan produk, biaya tidak langsung disebut dengan biaya overhead pabrik. Menurut Mulyadi (2015; 16), biaya produksi adalah seluruh biaya yang dikeluarkan dalam produksi barang atau jasa pada suatu periode tertentu, harga menurut Abdullah (2012; 42) biaya produksi adalah biaya-biaya yang akan dikeluarkan sehubungan dengan produksi yaitu total biaya bahan langsung dan tenaga kerja langsung.

Biaya-biaya yang berkaitan dengan produk jadi yang belum terjual disajikan dalam neraca di bawah harga pokok persediaan barang jadi. Selain itu menurut Mulyadi (2015;14), biaya produksi produk dibagi menjadi dua kelompok, yaitu biaya produksi dan biaya non produksi. Biaya produksi merupakan biaya yang dikeluarkan dalam pengolahan bahan mentah menjadi produk, sedangkan biaya non produksi. Mudah dikendalikan, sedikit penggerak biaya memudahkan auditor dalam melakukan audit.

Menurut Hongren (2008), sistem ABC (Activity Based Costing) merupakan sistem pendekatan penetapan biaya yang diterapkan berdasarkan aktivitas yang ada di perusahaan. Firdaus Ahmad Dunia Sistem penetapan biaya berdasarkan aktivitas atau Activity Based Costing System dapat diartikan sebagai pendekatan sistem penetapan biaya yang diterapkan berdasarkan aktivitas yang ada di perusahaan. Blocher (2007), Activity Based Costing (ABC System) adalah pendekatan penetapan biaya yang mengalokasikan sumber daya ke objek biaya seperti produk, layanan atau pelanggan berdasarkan aktivitas yang dilakukan untuk objek biaya tersebut.

Cost pool adalah sekelompok biaya yang disebabkan oleh aktivitas yang sama dengan cost driver. Sistem biaya yang menggunakan cost pool akan lebih menjelaskan hubungan sebab-akibat antara biaya yang dikeluarkan dan produk/jasa yang diserahkan (Supriyono, 2002). Menurut Hansen dan Mowen, proses penerapan Activity Based Costing System (sistem ABC) untuk menentukan biaya produksi dapat dibagi menjadi dua prosedur yaitu.

Kerangka Berpikir

Perhitungan harga dasar setiap tipe kamar di hotel Misiliana menerapkan sistem perhitungan dasar oleh pihak manajemen hotel atau dimana perhitungan biaya hanya mengambil biaya dasar atau umum. Perhitungan harga dasar kamar hotel Misiliana yang dikelola oleh hotel finance diakumulasikan berdasarkan total biaya yang digunakan untuk setiap jenis kamar hotel dalam setahun, dibagi dengan total setiap jenis kamar hotel yang tersedia ditambah biaya yang dikeluarkan selama periode tersebut. proses residensi. Hasil perhitungan harga dasar kamar Hotel Misiliana menunjukkan bahwa terdapat perbedaan hasil perhitungan harga dasar kamar Hotel Misiliana dengan hasil perhitungan harga dasar yang dilaksanakan menggunakan metode berbasis aktivitas. sistem penetapan biaya.

Analisis data deskriptif komparatif tarif dasar kamar per hari menurut Missliana Hotel dan menurut sistem penetapan biaya berdasarkan aktivitas. Dari metode perhitungan Sistem ABC untuk tipe kamar Cottage menunjukkan hasil perhitungan lebih kecil atau lebih rendah (underprice) dari harga dasar yang ditetapkan oleh manajemen keuangan Misiliana Hotel dengan selisih harga Rp 15.341 untuk tipe kamar Deluxe, untuk tipe kamar Cottage. Kamar tipe cottage ada selisih Rp 448.511. Untuk tipe kamar Superior, Deluxe Plus, Toraja Tongkonan, Executive Suite dan President Suite perhitungan dengan sistem ABC memberikan perhitungan yang lebih besar atau tinggi (exaggered) dibandingkan dengan harga dasar yang digunakan pihak manajemen keuangan Misiliana Hotel dengan perbandingan Rp 100.526 untuk kamar Superior, untuk kamar Deluxe Plus ada selisih Rp 122.299, untuk kamar Toraja Tongkonan ada selisih Rp 122.299.

Perbedaan hasil tarif dasar kamar dengan metode yang digunakan Misiliana Hotel dan metode ABC System disebabkan adanya penambahan biaya tetap pada setiap jenis kamar hotel. Dari penerapan metode pembiayaan Hotel Misiliana, biaya overhead tidak dimasukkan dalam perhitungan harga dasar dan biaya setiap kamar hanya pada satu jenis cost driver sehingga menimbulkan distorsi biaya. Dari hasil perhitungan dan pembahasan yang dilakukan penulis mengenai harga dasar kamar hotel dapat disimpulkan.

Sistem ABC menentukan harga dasar kamar hotel agar laporan harga dasar setiap jenis kamar lebih akurat, karena terdapat distorsi biaya yang sangat signifikan bila menggunakan penetapan biaya berbasis aktivitas dan menggunakan akuntansi tradisional oleh manajemen hotel.

Hipotesis

METODE PENELITIAN

  • Tempat dan Waktu Penelitian
  • Metode Pengumpulan Data
  • Jenis dan Sumber Data
    • Jenis Data
    • Sumber Data
  • Metode Analisis
  • Defenisi Operasional

Dokumentasi adalah metode penelitian yang dilakukan dengan mengumpulkan data melalui dokumen hotel mengenai data yang berkaitan dengan masalah yang diteliti, seperti kegiatan penetapan harga dasar yang dilakukan oleh manajemen hotel. Dalam menentukan cost driver untuk layanan ini dapat ditentukan berdasarkan jumlah kamar yang tersedia atau jumlah kamar yang terjual. Penentuan cost driver yang digunakan dapat didasarkan pada jumlah tamu yang menginap dan jumlah kamar yang terjual.

Berdasarkan hasil penelitian dan perhitungan sebelumnya, dapat diperoleh inti hasil bahwa perhitungan harga dasar kamar dengan sistem ABC untuk tipe kamar Superior adalah Rp 529.581, untuk kamar Deluxe adalah Rp 537.380, untuk kamar Deluxe Plus adalah Rp 537.380. adalah Rp 743.016, untuk Kamar Toraja Tongkonan Rp 978.904, untuk Kamar Cottage Rp. 742.863, untuk kamar Family Suite Rp.

HASIL DAN PEMBAHASAN

Deskripsi Lokasi Penelitian

  • Sejarah Hotel Missliana
  • Struktur Organisasi Hotel Missliana

Boleh dikatakan, sejarah pariwisata di Tana Toraja baru dimulai pada awal tahun 1960an, ketika beberapa tempat wisata diperkenalkan kepada tamu pemerintahan Dacrah. Karena gangguan keamanan dan keterbatasan kemampuan finansial tempat wisata, maka promosi objek tersebut gencar dilakukan. Saat itu, fasilitas pendukung pariwisata seperti hotel, restoran, dan transportasi (termasuk infrastruktur jalan) masih sangat terbatas baik kuantitas maupun kualitasnya. Hotel Toraja Misiliana terletak sekitar 2 km dari kota Rantepao tepatnya di Pao Desa Tikunna Malenong Kecamatan Sanggalangi seluas sekitar 5 Ha, dibangun dan dikelola oleh keluarga Bapak Benyamin Tangkesalu.

Saat itu Hotel Toraja Misiliana bernama Misiliana Home yang didirikan pada tahun 1973 dengan 4 kamar. Namun setelah konferensi Pacific Area Travel Association (PATA) tahun 1974 di Bali, wisatawan asing mulai berdatangan ke Tana Toraja. Namun saat itu akomodasi masih kekurangan, sehingga lebih baik Rumah Misiliana disewakan kepada wisatawan asing.

Maka dari tahun ke tahun semakin banyak wisatawan yang ingin menginap, sehingga pada tahun 1977 dibangun 41 kamar di Unit I dengan nama Hotel Missliana. Toraja Misiliana Hotel merupakan pilihan yang cocok bagi Anda yang ingin menikmati keindahan pemandangan alam dan budaya Toraja. Perusahaan sebagai suatu organisasi memerlukan adanya pengorganisasian dan pembagian kerja diantara para staf yang ada di perusahaan tersebut, agar tujuan perusahaan dapat tercapai dengan baik, yang dapat digambarkan dalam suatu struktur organisasi.

Struktur organisasi adalah “suatu kerangka yang menunjukkan pola hubungan tetap antara wilayah kerja dengan orang-orang yang menunjukkan kedudukan, wewenang dan tanggung jawab masing-masing dalam suatu sistem koperasi.

Tabel 4.1  Struktur Organisasi  Hotel Misiliana Toraja Utara
Tabel 4.1 Struktur Organisasi Hotel Misiliana Toraja Utara

Deskripsi Data Penelitian

  • Harga Pokok Kamar Menurut Hotel Missliana
  • Perhitungan Harga Pokok Kamar Hotel Menggunakan Activity

Kegiatan penyewaan kamar untuk cost driver dapat ditentukan berdasarkan jumlah orang yang menginap dan berapa jumlah kamar yang terjual. Namun bertambahnya jumlah kamar yang terjual menyebabkan biaya yang digunakan pun semakin besar, sehingga dalam menentukan biaya yang tepat penggeraknya adalah jumlah kamar yang terjual. Namun, karena tujuan pemasaran adalah menjual seluruh kamar yang tersedia, maka penggerak biaya yang tepat adalah jumlah kamar yang tersedia.

Namun perbaikan dan pemulihan fasilitas dan peralatan hotel tidak dapat didasarkan pada besar kecilnya kamar yang terjual, sehingga pengelola biaya yang tepat adalah jumlah kamar yang tersedia. Namun aset tetap yang dikurangi dijadikan dasar jumlah kamar yang tersedia, sehingga cost driver yang sesuai adalah jumlah kamar yang tersedia. Jumlah biaya untuk setiap aktivitas yang diklasifikasikan dalam Cost Pool I dapat kita amati pada tabel 4.12.

Jumlah biaya untuk setiap aktivitas yang diklasifikasikan dalam Cost Pool II dapat kita lihat pada tabel 4.13. Jumlah biaya untuk setiap aktivitas yang diklasifikasikan dalam Cost Pool III dapat kita lihat pada tabel 4.14. Jumlah biaya untuk setiap aktivitas yang diklasifikasikan dalam Cost Pool V dapat kita amati pada tabel 4.16.

Jika pengklasifikasian data cost driver sudah selesai maka langkah selanjutnya adalah menghitung cost pool rate beserta cost drivernya. Harga grup adalah biaya overhead per unit penggerak biaya digabungkan untuk beberapa kelompok aktivitas. Pengumpulan BOP (Biaya Overhead Produk) dan jasa dengan menggunakan tarif Cost Driver dan satuan Cost Driver.

Tabel 4.9  Daftar Aktivitas
Tabel 4.9 Daftar Aktivitas

Analisis dan Pembahasan

Dari hasil yang dilihat terdapat perbandingan perbedaan metode yang digunakan pihak manajemen Hotel Misiliana dengan metode sistem ABC. Rp 36.410, untuk kamar Family Suite ada selisih Rp. 261.422, untuk kamar Junior Suite ada selisih Rp. Sedangkan dalam penerapan Sistem Activity Based Costing, biaya overhead untuk setiap produk dibebankan pada jenis pelat biaya yang berbeda-beda tergantung pada pengeluaran aktivitas produk atau jasa tersebut.

Sehingga dengan penerapan Sistem Activity Based Costing Anda dapat membebankan berbagai biaya aktivitas secara tepat pada setiap jenis ruangan berdasarkan penggunaan setiap aktivitas. Penerapan metode ini menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang lebih besar (overstate) pada tipe kamar hotel Superior, Deluxe Plus, Toraja Tongkonan, Family Suite, Junior Suite, Executive Suite, President Suite, dan perbedaan yang lebih rendah (understate) pada tipe kamar Deluxe dan Cottage. tipe kamar. . Implementasi yang dilakukan oleh manajemen hotel menunjukkan terdapat perbedaan yang lebih besar (overstate) pada tipe kamar Deluxe dan Cottage dan perbedaan yang lebih rendah (understate) pada tipe kamar hotel Superior, Deluxe Plus, Toraja Tongkonan, Family Suite, Junior Suite , Suite Eksekutif, Suite Presiden.

Berdasarkan hasil penelitian dan kesimpulannya, maka saran yang dapat penulis berikan adalah agar pihak manajemen hotel dapat mempertimbangkan penggunaannya. Penerapan metode Activity Based Costing System untuk menentukan tarif pelayanan rawat inap di Rumah Sakit Umum Bethesda Kota Tomohon. Akuntansi Biaya, Edisi Kelima, UPP STIM YKPN, Yogyakarta Mulyadi, 2007, Sistem Penetapan Biaya Berbasis Aktivitas, Edisi Keenam, Edisi Kedua.

PENUTUP

Kesimpulan

Saran

Apa saja kegiatan di hotel yang berkaitan dengan kegiatan atau kegiatan katering.

Referensi

Dokumen terkait