• Tidak ada hasil yang ditemukan

Analisis dan Pembahasan

Dalam dokumen analisis penentuan harga pokok kamar dengan (Halaman 71-74)

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

4.3. Analisis dan Pembahasan

57

Cost Pool V 12.064 12.702 153.236.928

Total Biaya Tipe Kamar President Suite 176.796.035

Total Kamar Terjual 14

Harga Pokok Kamar President Suite 12.628.288 Sumber : data diolah

58

2. Pembahasan

Berdasarkan penelitian dan hasil perhitungan sebelumnya bisa mendapatkan inti hasil bahwa perhitungan harga pokok kamar dengan ABC System untuk jenis kamar Superior sebesar Rp.529.581, untuk kamar Deluxe sebesar Rp.537.380, untuk kamar Deluxe Plus sebesar Rp.743.016, untuk kamar Toraja Tongkonan sebesar Rp.978.904, untuk kamar Cottage sebesar Rp.742.863, untuk kamar jenis Family Suite sebesar Rp.1.368.792, untuk kamar jenis Junior Suite sebesar Rp.1.251.972, untuk kamar jenis Executive Suite sebesar Rp.5.399.582, untuk kamar jenis President Suite sebesar Rp.12.628.288.

Dari hasil yang sudah dilihat terdapat perbandingan perbedaan cara yang digunakan pihak manajemen hotel misiliana dan cara ABC System. Dari penghitungan metode ABC System pada jenis kamar Cottage memperlihatkan hasil penghitungan yang lebih kecil atau rendah (understate) dari pada harga pokok yang ditentukan pihak manajemen keuangan hotel misiliana dengan perbedaan harga sebesar Rp.15.341 untuk jenis kamar Deluxe, untuk kamar jenis cottage memiliki selisih sebesar Rp.448.511. Sedangkan untuk jenis kamar Superior, Deluxe Plus, Toraja Tongkonan, Executive Suite, dan President Suite perhitungan menggunakan ABC System menghasikan perhitungan yang lebih besar atau tinggi (overstate) di bandingkan harga pokok yang di terapkan pihak manajemen keuangan hotel misiliana dengan perbandingan Rp.100.526 untuk kamar jenis Superior, untuk kamar jenis Deluxe Plus memiliki selisih sebesar Rp.122.299, untuk kamar jenis Toraja Tongkonan memiliki selisih sebesar

59

Rp.36.410, untuk kamar jenis Family Suite memiliki selisih sebesar Rp.261.422, untuk kamar jenis Junior Suite memiliki selisih sebesar Rp. 25.244, untuk kamar jenis Executive Suite memiliki selisih sebesar Rp.1.012.099, untuk kamar jenis President Suite memiliki selisih sebesar Rp.1.750.805.

Perbedaan hasil harga pokok kamar dengan metode yang diterapkan pihak hotel misiliana dan metode ABC System dikarenakan ada penambahan beban biaya overhead dari setiap tipe kamar hotel. Dari penerapan metode pihak keuangan hotel misiliana biaya overhead tidak dimuat kedalam penghitungan harga pokok dan biaya – biaya yang terjadi pada masing-masing kamar pada satu jenis cost drive saja yang membuat distorsi biaya. Sedangkan pada penerapan Activity Based Costing System biaya overhead pada setiap produk yang dibebankan pada banyak jenis cost drive sesuai dengan pengeluaran aktivitas oleh produk atau jasa. Sehingga dalam penerapan Activity Based Costing System dapat mengalokasikan berbagai aktivitas biaya ke setiap jenis kamar secara tepat berdasarkan penggunaan masing-masing aktivitas.

60

BAB V PENUTUP 5.1. Kesimpulan

Dari hasil penghitungan dan pembahasan yang penulis lakukan mngenai harga pokok kamar hotel bisa disimpulkan :

1. Harga Pokok kamar : a. Activity Based Costing

Penerapan metode ini memperlihatkan bahwa terdapat perbedaan lebih tinggi (overstate) pada jenis kamar hotel Superior, Deluxe Plus, Toraja Tongkonan, Family Suite, Junior Suite, Executive Suite, President Suite, dan perbedaan lebih rendah (understate) terdapat pada jenis kamar Deluxe dan Cottage.

b. Akuntansi Tradisional menurut pihak manajemen hotel

Penerapan yang dilakukan pihak manejemen hotel memperlihatkan bahwa terdapat perbedaan lebih tinggi (overstate) pada jenis kamar Deluxe dan Cottage memiliki perbedaan lebih rendah (understate) pada jenis kamar hotel Superior, Deluxe Plus, Toraja Tongkonan, Family Suite, Junior Suite, Executive Suite, President Suite

5.2. Saran

Dari hasil penelitian ini dan kesimpulannya maka saran yang penulis dapat berikan yaitu agar pihak manajemen hotel dapat mempertimbangkan penggunaan

61

ABC System dalam menentukan harga pokok kamar hotel agar membuat laporan harga pokok tiap jenis kamar lebih akurat, dikarenakan terdapat distorsi biaya yang sangat signifikan pada penggunaan activity based costing dan penggunaan akuntansi tradisional pihak manajemen hotel.

DAFTAR PUSTAKA

Carter, Wiliam K, 2009, Akuntansi Biaya, Edisi 14, Terjemahan oleh Krista Cindrawati, Septya Dewi, Zulkrom, M, Zahroh. 2014, Activity Based Costing

System Sebagai Dasar Menentukan Harga Pokok Kamar Hotel.

(Penerapan Studi Kasus Pada Hotel Pelangi Malang Periode 2012).

Jurnal Administrasi Bisnis (JAB), Volume 8, No. 2, Edisi Maret, Hlm 1- 10.‟.

Firdaus Ahmad Dunia. 2011. Akuntansi Biaya. Salemba Empat, Jakarta

Garrison Ray H, 2006, Akuntansi Manajerial, buku 1, Salemba Empat, Jakarta.

Garrison, H. Ray; Eric W. Noreen; dan Peter C. Brewer. 2006, Akuntansi Manajerial, Salemba Empat, Jakarta.

Hansen, Don R, Mowen, Martanne M., 2006, Management Accounting, Salemba Empat, Jakarta

Hansen, Don R., Mowen, Maryanne M., 2009, Management Accounting, Salemba Empat, Jakarta

Henry Simamora, 2002, Akuntansi Manajemen, edisi kedua, Erlangga, Jakarta Junita Iklina, 2016. “Analisis Penerapan Activity Based Costing

System”.Universitas Sanata Dharma, Yogyakarta

Kaunang, Brando & Walandow, Stanley Kho. 2015. Penerapan Metode Activity Based Costing System Dalam Menentukan Besarnya Tarif Jasa Rawat Inap Pada Rumah Sakit Umum Bethesda Kota Tomohon.

Jurnal EMBA. Vol.3 No.1, Maret.Muh Akbar (2011:23).

Kaunang, Brando & Walandow, Stanley Kho. 2015. Penerapan Metode Activity Based Costing System Dalam Menentukan Besarnya Tarif Jasa Rawat Inap Pada Rumah Sakit Umum Bethesda Kota Tomohon.

Jurnal EMBA. Vol.3 No.1, Maret.Muh Akbar (2011:23).

Masiyah Kholmi, 2001, Akuntansi Biaya, Erlangga, Jakarta

Mulyadi, 2001, Sistem Akuntansi, Edisi Tiga. Salemba Empat, Jakarta

Mulyadi, 2005. Akuntansi Biaya, edisi kelima, UPP STIM YKPN, Yogyakarta Mulyadi, 2007, Activity-Based Costing System, edisi keenam, cetakan kedua,

UPP STIM YKPN, Yogyakarta

Mulyadi. 2003. Activity-Based Cost System: Sistem Informasi Biaya untuk Pengurangan Biaya, UPP STIM YKPN, Yogyakarta

R. A. Supriyono, 2000, Akuntansi Manajemen, edisi ketiga, BPFE, Yogyakarta R. A. Supriyono, 2000, Sistem Pengendalian Manajemen, edisi pertama, BPFE,

Yogyakarta

Rudianto, 2013. Akuntansi Manajemen. Erlangga, Jakarta

Rudianto. 2013. Akuntansi Manajemen Informasi untuk Pengambilan Keputusan Strategis. Erlangga, Jakarta.

LAMPIRAN

LAMPIRAN I : Landasan Penelitian 1. Ada berapa jenis tipe kamar di hotel?

2. Berapa luas lantai masing-masing tipe kamar hotel?

3. Berapa jumlah kamar tersedia untuk jual selama tahun 2019?

4. Berapa jumlah hari tamu menginap selama tahun 2019?

5. Berapa tingkat hunian masing-masing jenis kamar (Occupancy rate) tahun 2019

6. Apa saja aktivitas-aktivitas yang ada di hotel yang berhubungan dengan aktivitas atau kegiatan perhotelan?

7. Berapa biaya tiap-tiap aktivitas yang terkait dengan hotel selama tahun 2019?

8. Faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi penentuan harga pokok kamar hotel?

9. Berapa besarnya harga pokok kamar hotel menurut manajemen perusahaan?

LAMPIRAN II : Surat keterangan izin penelitian dari Hotel Misiliana

Lampiran III:

Rincian Biaya Per Departemen Tahun 2019

Jenis Biaya Departemen Ruangan

Makanan dan

Minuman Laundry Admin dan Umum PENGGAJIAN DAN

BIAYA TERKAIT

Gaji dan Upah 3.259.800.000

Makan Karyawan 100.000.000

BIAYA LAINNYA

Barang Pecah Belah 82.625.000

Seragam 6.500.000 5.000.000 4.250.000 4.250.000

Perlengkapan Membershikan 27.678.905 20.321.095 Dekorasi 248.622.690 209.678.000 Perlengkapan Tamu 712.325.768 529.175.088

Laundry 22.560.000 4.885.000 2.900.000

Lisensi dan Pajak 119.972.000 42.800.000

Telefon 872.709 774.383 1.122.000

Biaya Promosi 4.500.000

Biaya Iklan Cendramata Hubungan Masyarakat

AC dan Kulkas Bangunan Kebutuhan Dapur Kebutuhan Laundry

Peralatan Mekanis Perbaikan TV Pemeliharaan Kontrak Pemeliharaan Kendaraan

Peralatan Spa dan Pijit Peralatan Tennis

Kolam Renang ENERGI

Lisrik

Bahan Bakar dan Gas Air dan Limbah

Rincian Biaya Per Departemen Tahun 2019

Jenis Biaya Penjualan dan

Pemasaran POMEC TOTAL

PENGGAJIAN DAN BIAYA TERKAIT

Gaji dan Upah Rp. 3.259.800.000

Makan Karyawan Rp. 100.000.000

BIAYA LAINNYA

Barang Pecah Belah Rp. 82.625.000

Seragam 4.500.000 3.500.000 Rp. 28.000.000

Perlengkapan Membershikan Rp. 48.000.000

Dekorasi Rp. 458.300.690

Perlengkapan Tamu Rp. 1.304.500.690

Laundry 2.890.000 1.765.000 Rp. 35.000.000

Lisensi dan Pajak 25.000.000 Rp.187.772.000

Telepon 2.230.908 Rp. 5.000.000

Biaya Promosi Rp. 4.500.000

Biaya Iklan 110.000.000 Rp. 110.000.000

Cendramata 183.900.000 Rp. 183.900.000

AC dan Kulkas 45.450.000 Rp. 45.450.000

Bangunan 86.000.000 Rp.86.000.000

Peralatan Dapur 18.500.000 Rp. 18.500.000

Peralatan Laundry 25.000.000 Rp. 25.000.000

Peralatan Mekanik 56.300.000 Rp. 56.300.000

Perbaikan TV 5.500.000 Rp. 5.500.000

Pemeliharaan Kontrak 25.000.000 Rp. 25.000.000

Pemeliharaan Kendaraan 38.280.000 Rp. 38.280.000

Peralatan Spa dan Pijit 31.520.000 Rp. 31.520.000

Peralatan Tennis 39.790.000 Rp. 39.790.000

Kolam Renang 30.000.000 Rp. 30.000.000

ENERGI

Lisrik 451.917.120 Rp. 451.917.120

Bahan Bakar dan Gas 62.500.000 Rp. 62.500.000

Air dan Limbah 6.636.000 Rp. 6.636.000

Lampiran IV : Dokumentasi Penelitian

Dalam dokumen analisis penentuan harga pokok kamar dengan (Halaman 71-74)

Dokumen terkait