PENDAHULUAN
Latar Belakang
Budaya kerja, remunerasi dan kepuasan kerja berpengaruh signifikan terhadap kinerja ASN pada Dinas Penanaman Modal, Pelayanan Terpadu Satu Pintu dan Ketenagakerjaan Kabupaten Barru. Variabel budaya kerja, kompensasi dan kepuasan kerja berpengaruh signifikan secara parsial terhadap kinerja ASN di Dinas Penanaman Modal, Pelayanan Terpadu Satu Pintu dan Ketenagakerjaan di Kabupaten Barru.
Rumusan Masalah
Tujuan Penelitian
Manfaat Penelitian
KAJIAN PUSTAKA
Penelitian Terdahulu
Dalam pengujian hipotesis kedua, variabel budaya organisasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja, variabel lingkungan kerja tidak berpengaruh signifikan terhadap kinerja, dan variabel kepuasan kerja tidak berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai kantor. Investasi dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu di Kabupaten Kebumen. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa budaya organisasi berpengaruh signifikan terhadap kinerja pegawai, sedangkan kompensasi terbukti tidak berpengaruh signifikan terhadap kinerja pegawai.
Budaya Kerja
- Terbentuknya Budaya Kerja
- Jenis-Jenis Budaya Kerja
- Tujuan atau Manfaat Budaya Kerja
- Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Budaya Kerja
- Dimensi dan Indikator Budaya Kerja
Luthans dalam Tika mengemukakan bahwa faktor utama yang dapat mempengaruhi budaya kerja adalah sebagai berikut. Dengan demikian, pimpinan dapat mengembangkan budaya kerja yang adil dengan meningkatkan daya pikir karyawan untuk memecahkan masalah yang ada secara efektif dan efisien.
Kompensasi
- Pengertian Kompensasi
- Tujuan Pemberian Kompensasi
- Indikator Kompensasi
- Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kompensasi
- Metode Pemberian Kompensasi
Namun jika produktivitas ASN rendah maka kompensasi yang diberikan oleh lembaga atau organisasi juga rendah. Sebaliknya pemberian kompensasi yang tidak tepat akan menimbulkan kecemasan dan semangat kerja ASN akan menurun sehingga prestasi kerja akan menurun.
Kepuasan Kerja
- Pengertian Kepuasan Kerja
- Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kepuasan Kerja
Bagi organisasi, pembahasan tentang kepuasan kerja akan berkaitan dengan upaya peningkatan efektivitas organisasi dengan mengefektifkan perilaku karyawan dalam bekerja. Dalam hal ini terdapat beberapa indikator kepuasan kerja sebagai ukuran puas atau tidaknya seorang pekerja.
Kinerja ASN
- Pengertian Kinerja ASN
- Faktor yang Mempengaruhi Kinerja ASN
- Kriteria Keberhasilan Kinerja ASN
- Indikator Kinerja ASN
Jumlah pekerjaan merupakan ukuran kinerja ASN dalam hubungannya dengan jumlah kegiatan dan tugas yang telah mereka kerjakan dan selesaikan beserta hasil yang telah mereka capai dari pekerjaan tersebut. Unsur kinerja ASN adalah kuantitas kerja, kualitas kerja, ketepatan waktu, kehadiran dan kemampuan bekerja sama.
KERANGKA KONSEPTUAL DAN HIPOTESIS PENELITIAN
- Kerangka Konseptual
- Hipotesis Penelitian
- Definisi Operasional Variabel
- Instrumen atau Pengukuran Variabel
Saya berkomitmen untuk melakukan pekerjaan dengan teliti.” Jumlah orang yang menjawab Sangat Tidak Setuju (STS) sebanyak 5 orang, Tidak Setuju (TS) sebanyak 7 orang, Setuju (S) sebanyak 42 orang dan Sangat Setuju (SS) sebanyak 1 orang. Saya berkomitmen untuk melakukan pekerjaan dengan hati-hati." Jumlah orang yang menjawab Sangat Tidak Setuju (STS) sebanyak 2 orang, Tidak Setuju (TS) sebanyak 8 orang, Ragu-ragu (R) sebanyak 1 orang, Setuju (S) sebanyak 43 orang dan Sangat Setuju (SS) sebanyak 1 orang. Instansi menyediakan kendaraan penyimpanan.” Jumlah orang yang menjawab Sangat Tidak Setuju (STS) sebanyak 7 orang, Tidak Setuju (TS) sebanyak 25 orang, Ragu-ragu (R) sebanyak 1 orang, Setuju (S) sebanyak 21 orang dan Sangat Setuju ( SS) sebanyak 1 orang.
Pengurus sadar akan kesejahteraan ASN.” Jumlah yang menjawab Sangat Tidak Setuju (STS) sebanyak 8 orang, Tidak Setuju (TS) sebanyak 26 orang dan Setuju (S) sebanyak 21 orang Menghargai setiap pekerjaan yang diberikan.” Jumlah orang yang menjawab Sangat Tidak Setuju (STS) sebanyak 8 orang, Tidak Setuju (TS) sebanyak 6 orang, Setuju (S) sebanyak 40 orang dan Sangat Setuju (SS) sebanyak 1 orang. Jumlah orang yang menjawab Sangat Tidak Setuju (STS) sebanyak 2 orang, Tidak Setuju (TS) sebanyak 1 orang, Ragu-ragu (R) sebanyak 1 orang, Setuju (S) sebanyak 48 orang dan Sangat Setuju (SS) sebanyak 3 orang.
METODE PENELITIAN
Pendekatan Penelitian
Metode penelitian kuantitatif dapat diartikan sebagai metode penelitian berdasarkan filosofi positivisme, yang digunakan untuk menyelidiki populasi dan sampel tertentu, teknik pengambilan sampel umumnya dilakukan secara acak, dan pengumpulan data menggunakan alat penelitian. Dari hasil analisis data kuantitatif diperoleh hasil yang kemudian dideskripsikan dengan tujuan untuk mendeskripsikan objek penelitian atau hasil penelitian. Dalam penelitian ini data kuantitatif merupakan hasil analisis terhadap variabel budaya kerja, kompensasi, kepuasan kerja dan kinerja ASN.
Tempat dan Waktu Penelitian
Populasi dan Sampel
Dalam penelitian ini yang menjadi populasi adalah seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) baik yang berstatus PNS maupun tenaga honorer di Dinas Penanaman Modal, Pelayanan Terpadu Satu Pintu dan Tenaga Kerja Kabupaten Barru berjumlah 55 orang terdiri dari 28 PNS. dan 27 pekerja.hon. Sampel penelitian adalah sebagian dari populasi yang diambil sebagai sumber data dan dapat mewakili seluruh populasi. Dalam penelitian ini teknik pengambilan sampel menggunakan non-probability sampling, yaitu teknik pengambilan sampel yang tidak memberikan kesempatan yang sama bagi setiap unsur atau anggota populasi untuk dipilih menjadi sampel.
Sampling jenuh adalah teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam populasi yang semua anggotanya digunakan sebagai sampel.
Teknik Pengumpulan Data
Jenis dan Sumber Data
Metode Analisis Data
Jumlah yang menjawab saya tidak setuju sama sekali (STS) ada 3 orang, saya tidak setuju (TS) ada 4 orang, saya setuju (S) ada 43 orang dan saya sangat setuju (SS) ada 5 orang orang . Jumlah yang menjawab saya tidak setuju sama sekali (STS) ada 4 orang, saya tidak setuju (TS) ada 3 orang, saya ragu (R) ada 1 orang, saya setuju (S) ada 45 orang dan Sangat setuju (SS) ada 2 orang. Jumlah orang yang menjawab Saya tidak setuju sama sekali (STS) sebanyak 3 orang, Saya tidak setuju (TS) sebanyak 1 orang, Ragu-ragu (R) sebanyak 3 orang, Setuju (S) sebanyak 47 orang dan Sangat Setuju (SS). ) sebanyak 1 orang.
Jumlah orang yang menjawab Sangat Tidak Setuju (STS) sebanyak 3 orang, Tidak Setuju (TS) sebanyak 2 orang, Ragu-ragu (R) sebanyak 2 orang, Setuju (S) sebanyak 46 orang dan Sangat Setuju (SS) sebanyak 2 orang. Jumlah orang yang menjawab Sangat Tidak Setuju (STS) sebanyak 18 orang, Tidak Setuju (TS) sebanyak 28 orang, Ragu-ragu (R) sebanyak 1 orang, Setuju (S) sebanyak 7 orang dan Sangat Setuju (SS) sebanyak 1 orang. Jumlah orang yang menjawab Sangat Tidak Setuju (STS) sebanyak 6 orang, Tidak Setuju (TS) sebanyak 1 orang, Ragu-ragu (R) sebanyak 1 orang, Setuju (S) sebanyak 45 orang dan Sangat Setuju (SS) sebanyak 2 orang.
HASIL DAN PEMBAHASAN
Hasil Penelitian
- Gambaran Umum Objek Penelitian
- Deskripsi Responden
- Uji Validitas dan Reliabilitas
- Hasil Uji Asumsi Klasik
- Hasil Uji Hipotesis
Mampu bekerja sama dengan pihak lain.” Jumlah orang yang sangat tidak setuju (STS) sebanyak 9 orang, 15 orang tidak setuju (TS) dan 31 orang setuju (S). Mampu menjalin hubungan yang harmonis dengan setiap bagian. Jumlah orang yang menjawab sangat tidak setuju (STS) sebanyak 8 orang, tidak setuju (TS) sebanyak 8 orang dan setuju (S) sebanyak 39 orang. Menggunakan cara kerja baru.” Jumlah orang yang menjawab sangat tidak setuju (STS) sebanyak 7 orang, tidak setuju (TS) 5 orang dan setuju (S) 43 orang.
Sampaikan ide dan gagasan dengan jujur. Jumlah orang yang menjawab Sangat Tidak Setuju (STS) sebanyak 4 orang, Tidak Setuju (TS) 5 orang, Setuju (S) 45 orang dan Sangat Setuju (SS) 1 orang. Mampu mensosialisasikan visi dan misi lembaga/organisasi.” Jumlah orang yang menjawab Sangat Tidak Setuju (STS) sebanyak 3 orang, Tidak Setuju (TS) sebanyak 3 orang, Ragu-ragu (R) sebanyak 1 orang, Setuju (S) sebanyak 47 orang dan Sangat Setuju (SS) sebanyak 1 orang. Mampu memberikan masukan kepada pimpinan terkait Sistem Pelayanan Prima.” Jumlah orang yang menjawab Sangat Tidak Setuju (STS) sebanyak 2 orang, Tidak Setuju (TS) sebanyak 1 orang, Setuju (S) sebanyak 51 orang dan Sangat Setuju (SS) sebanyak 1 orang.
Jumlah orang yang menjawab Sangat Tidak Setuju (STS) sebanyak 1 orang, Tidak Setuju (TS) sebanyak 7 orang, Setuju (S) sebanyak 45 orang dan Sangat Setuju (SS) sebanyak 2 orang. Jumlah orang yang menjawab Sangat Tidak Setuju (STS) sebanyak 7 orang, Tidak Setuju (TS) sebanyak 3 orang, Ragu-ragu (R) sebanyak 1 orang, Setuju (S) sebanyak 43 orang dan Sangat Setuju (SS) sebanyak 1 orang.
Pembahasan
Dalam penelitian ini disimpulkan bahwa variabel kepuasan kerja tidak berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja Pegawai Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Kebumen. Kepuasan kerja yang dirasakan ASN bisa sama atau berbeda tergantung derajat keinginannya. Variabel Budaya Kerja, Gaji dan Kepuasan Kerja berdasarkan hasil output SPSS memberikan hasil yang secara simultan berpengaruh terhadap kinerja ASN di Dinas Penanaman Modal, Pelayanan Terpadu Satu Pintu dan Ketenagakerjaan di Kabupaten Barru.
Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan tentang Analisis Hubungan antara Budaya Kerja, Kompensasi dan Kepuasan Kerja terhadap Kinerja ASN di Dinas Penanaman Modal, Pelayanan Terpadu Satu Pintu dan Ketenagakerjaan Kabupaten Barru dapat disimpulkan beberapa hal sebagai berikut. Variabel Budaya Kerja, Kompensasi dan Kepuasan Kerja secara simultan dapat mempengaruhi kinerja ASN di Dinas Penanaman Modal, Pelayanan Terpadu Satu Pintu dan Ketenagakerjaan di Kabupaten Barru. Kepuasan kerja merupakan faktor terbesar yang mempengaruhi kinerja ASN di Dinas Penanaman Modal, Pelayanan Terpadu Satu Pintu dan Tenaga Kerja di Kabupaten Barru.
SIMPULAN DAN SARAN
Simpulan
Hasil tersebut dapat diartikan bahwa dalam keadaan normal, semakin baik budaya kerja, kompensasi dan kepuasan kerja maka kinerja ASN akan semakin baik.
Saran
Pada indikator dukungan manajemen terdapat beberapa kelemahan seperti sistem promosi yang belum transparan yang merugikan ASN yang berpotensi, padahal promosi ke Dinas Penanaman Modal, Pelayanan Terpadu Satu Pintu, dan Disnaker Kabupaten Barru diadakan dan dilaksanakan dengan tingkat yang berbeda-beda. tahapan yang selektif, maka saran yang dapat diberikan untuk kemajuan organisasi adalah apabila ada ASN yang cakap dalam menjalankan tugas tertentu, maka pimpinan puncak dalam hal ini Bupati diharapkan memberikan kenaikan pangkat secara bertahap. Artinya kinerja karyawan akan meningkat jika mendapatkan kepercayaan dari organisasi. Kompensasi merupakan faktor terkecil yang mempengaruhi kinerja ASN pada Dinas Penanaman Modal, Pelayanan Terpadu Satu Pintu dan Tenaga Kerja Kabupaten Barru setelah budaya kerja. Namun, kompensasi juga berdampak pada peningkatan kinerja ASN di Dinas Penanaman Modal, Pelayanan Terpadu Satu Pintu dan Ketenagakerjaan di Kabupaten Barru.
Mengingat kelemahan pernyataan 4 dalam kuesioner penelitian yaitu “Organisasi memberikan insentif atau bonus jika pekerjaan dapat diselesaikan sesuai jadwal”, dan.
Implikasi Penelitian
Basuki, Agustri dan Nano Prawoto, 2016. Analisis Regresi dalam Riset Ekonomi dan Bisnis, Edisi Pertama, Rajawali Press, Jakarta. Desi Rosiana Sari, Robin Jonathan, dkk (2014) Pengaruh budaya kerja terhadap kinerja pegawai di Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Kutai Timur. Ecdar, Saban, 2017. Pedoman Teknis Penyusunan dan Penulisan Tesis dan Artikel Ilmiah Makassar: Program Pascasarjana STIE Nobel Indonesia.
Analisis Pengaruh Motivasi Kerja, Budaya Organisasi dan Komitmen Organisasi terhadap Kinerja Karyawan (Studi Pada Kantor dan Sub Divisi PT. Bernas Mulia Sakti). Pengaruh budaya organisasi terhadap motivasi dan kepuasan kerja serta kinerja pegawai subsektor industri pengolahan kayu skala menengah di Jawa Timur. Saban Echdar. 2017. Pedoman teknis penyusunan dan penulisan skripsi dan artikel ilmiah. Makassar: STIE Nobel Indonesia.
Bandung: Pustaka Tofan Adi Nugroho, 2004. Pengaruh Budaya Organisasi dan Lingkungan Kerja Terhadap Kepuasan Kerja dan Kinerja Pegawai Pada Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu di Wilayah Kebumen. Zakiul Amri Rizkina, Muhammad Adam dkk. (2014) Pengaruh budaya kerja, kemampuan dan keterikatan kerja terhadap kepuasan kerja pegawai dan pengaruhnya terhadap kinerja Badan Pengusahaan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas (BPKS) Sabang.
Karakteristik responden berdasarkan umur
Karakteristik responden berdasarkan jenis kelamin
Karakteristik responden berdasarkan tingkat pendidikan
Persepsi terhadap variabel budaya kerja
Persepsi terhadap variabel kompensasi
Persepsi terhadap variabel kepuasan kerja
Persepsi terhadap variabel kinerja ASN
Uji Validitas Variabel
Uji Realibilitas Variabel
Uji Normalitas One Sample Kolmogorov-Smirnov Test
Hasil Uji Multikolinearitas
Hasil Uji Autokorelasi
Tabel Durbin Watson
Hasil Uji Regresi
Hasil Uji Koefisien Determinasi
Hasil Uji F (Uji Simultan)
Hasil Uji T (Parsial)