PERIODE 2017-2021 SKRIPSI
Diajukan Kepada Universitas Islam Negri Kiai Haji Achmad Siddiq Jember untuk memenuhi salah satu persyaratan
memperoleh Gelar Sarjana Akuntansi (S.Akun) Fakultas Ekonomi Dan Bisnis Islam
Program studi akuntansi syariah
Oleh:
DIN SILMI WULANDARI
NIM. E20193116
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI KIAI HAJI AHMAD SIDDIQ JEMBER FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS ISLAM
MEI 2023
ANALISIS PENGARUH GOOD CORPORATE GOVERNANCE DAN CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY TERHADAP
KINERJA PERUSAHAAN PADA BANK BUMN YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA DENGAN POLITIC CONNECTION SEBAGAI VARIABEL MODERASI
PERIODE 2017-2021 SKRIPSI
Diajukan Kepada Universitas Islam Negri Kiai Haji Achmad Siddiq Jember untuk memenuhi salah satu persyaratan
memperoleh Gelar Sarjana Akuntansi (S.Akun) Fakultas Ekonomi Dan Bisnis Islam
Program studi akuntansi syariah
Oleh:
DIN SILMI WULANDARI
NIM. E20193116
Disetujui oleh:
Dosen Pembimbing
Nur Hidayat, S.E, M, M
NUP. 201603132
ii
ANALISIS PENGARUH GOOD CORPORATE GOVERNANCE DAN CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY TERHADAP
KINERJA PERUSAHAAN PADA BANK BUMN YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA DENGAN POLITIC CONNECTION SEBAGAI VARIABEL MODERASI
PERIODE 2017-2021
SKRIPSI
Telah diuji diterima untuk memenuhi salah satu Persyaratan memperoleh gelar Sarjana Akuntansi (S.Akun)
Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam Program Studi Akuntansi Syariah
Hari : Jum‟at Tanggal : 31 Maret 2023
Tim Penguji
Ketua Sekretaris
Dr. Fauzan, S.Pd., M,Si Agung Parmono, SE., M.Si NIP.197403122003121008 NIP.197512162009121002 Anggota:
1. Dr. Abdul Rokhim, M.E.I ( )
2. Nur Hidayat, SE., M.M. ( )
Menyetujui
Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam
Dr. Khamdan Rifa'i, S.E., M.Si NIP.196808072000031001
iii
MOTTO
Artinya: Dan sempurnakanlah takaran apabila kamu menakar, dan timbanglah dengan neraca yang benar. Itulah yang lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya.(QS. Al- Isra Ayat 35)1
1 Departemen Agama, Al-Qur’an dan Terjemahnya (Bekasi: Cipta Bagus Segara)
iv
PERSEMBAHAN
Skripsi ini saya persembahkan pada mereka yang telah berjasa dalam kesuksesan yang telah saya lalui antara lain:
1. Kedua orang tua saya bapak (Samsuri) dan Ibu (Hanik Wiji Astutik) dan keluarga besar saya yang telah memberi kasih sayang, kesabaran, motivasi, dana untuk saya pendidikan dan doa yang tiada henti atas dukunganya kepada penulis.
2. Semua guru dan dosen yang telah memberikan ilmu serta mendidik saya hingga saya siap untuk melangkah lebih maju.
3. Sahabat-sahabat saya Qurotul Ainiyatiz Zahroh, Yeni Alfiah Wardah, Nurul Hidayanti, Anik Nuzulur Rohmah yang selalu setia menemani, memberi bantuan, semangat dan saling mendukung satu sama lain dalam menyusun skripsi ini.
4. Teman-teman seperjuangan Akuntansi Syariah Angkatan 2019 kelas Akuntansi Syariah 3 yang telah mendukung segala hal hingga skripsi selesai.
5. Almamater UIN Kiai Haji Achmad Siddiq Jember yang telah memberikan kesempatan untuk menuntut ilmu dan pengalam bagi penulis.
v
KATA PENGANTAR
Puji syukur peneliti panjatkan kehadiran Allah SWT karna telah memberikan rahmat dan hidayah Nya sehingga dapat menyelesaikan skripsi yang berjudul ‘’Analisis Pengaruh Good Corporate Governance Dan Corporate Social Responsibility Terhadap Kinerja Perusahaan Pada Bank Bumn Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia Dengan Politic Connection Sebagai Variabel Moderasi Periode 2017-2021’’
Skripsi ini disusun untuk memenuhi salah satu syarat menyelesaikan Pendidikan Program Sarjana Strata Satu (S-1) Prodi Akuntansi Syariah, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam, Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq Jember. Kesusksesan ini dapat penulis peroleh karna dukungan banyak pihak.
Oleh karna itu, penulis menyadari dan menyampaikan terimakasih yang sedalam dalamnya kepada:
1. Prof. Dr. H. Babun Suharto, SE., MM selaku Rektor UIN Kiai Haji Achmad Siddiq Jember.
2. Dr. Khamdan Rifa‟I SE., M.Si selaku Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam UIN Kiai Haji Achmad Siddiq Jember.
3. Nur Ika Mauliyah M.Ak selaku Koordinator Program Studi Akuntansi Syariah 4. Nur Hidayat, SE., M.M. selaku dosen pembimbing skripsi yang telah
memberikan bimbingan dan pengarahan dalam skripsi ini.
5. Seluruh Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam ynag telah sabar dan ikhlas mendidik dan memberikan ilmu pengetahuan kepada penulis.
vi
Penulis sangat berharap atas kritik dan saran yang dapat membangun untuk perbaikan di masa yang dating. Semoga skripsi ini bermanfaat untuk pembaca.
Amin ya Robbal Alamin.
Jember 21 Februari 2023
Din Silmi Wulandari NIM:E20193116
vii
ABSTRAK
Din Silmi Wulandari, Nur Hidayat, S.E, M, M, 2023: Analisis Pengaruh Good Corporate Governance Dan Corporate Social Responsibility Terhadap Kinerja Perusahaan Pada Bank Bumn Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia Dengan Politic Connection Sebagai Variabel Moderasi Periode 2017-2021.
Kata kunci: Good Corporate Governance, Corporate Social Responsibility, Kinerja Perusahaan dan Politic Connection.
Good Corporate Governance dan Corporate Social Responsibility saat ini berada di posisi yang tinggi. Ini menimbulkan 2 presepsi GCG dan CSR yaitu terwujud yaitu CGC dan CSR adalah kunci sukses untuk Mengembangkan perusahaan agar lebih baik dan dikenal banyak orang sehingga mendapat memberi keungtungan dalam jangka panjang. Perkembangan kondisi ekonomi yang pesat seiring dengan era globalisasi mendorong setiap perusahaan untuk mengimbanginya. Untuk itu diperlukan adanya sistem pengolahan, tanggung jawab sosial perusahaan dan pengendalian manajerial yang tepat dari masing- masing perusahaan. Dengan adanya GCG dan CSR diharapkan dapat memberikan kontribusi positif baik bagi pihak internal maupun eksternal perusahaan.
Rumusan masalah yang diteliti dalam skripsi ini adalah: 1) Apakah Good Corporate Governance berpengaruh terhadap kinerja perusahaan pada bank BUMN? 2) Apakah Corporate Social Responsibility berpengaruh terhadap kinerja perusahaan pada bank BUMN? 3) Apakah pengaruh Good Corporate Governance terhadap kinerja perusahaan pada bank BUMN? 4) dimoderasi oleh political conection.Apakah pengaruh Corporate Social Responsibility terhadap kinerja perusahaan pada bank BUMN dimoderasi oleh political conection?.
Tujuan penelitian ini adalah: 1) Untuk mengetahui apakah Good Corporate Governance berpengaruh terhadap kinerja perusahaan pada bank BUMN. 2) Untuk megetahui apakah Corporate Social Responsibility berpengaruh terhadap kinerja perusahaan pada bank BUMN. 3) Untuk megetahui apakah political conection yang memoderasi Good Corporate Governance berpengaruh terhadap kinerja perusahaan pada bank BUMN. 4) Untuk megetahui apakah political conection yang memoderasi Corporate Social Responsibility berpengaruh terhadap kinerja perusahaan pada bank BUMN.
Penelitian ini menggunakan pendekatan dengan metode kuantitatif dengan jenis penelitian asosiatif. Perolehan sampel sebanyak 4 perusahaan yang diambil dengan teknik purposive sampling. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan Teknik dokumentasi. Analisis data yang digunakan ialah statistic deskriptif dan Moderated Regression Analysis (MRA) dengan alat SPSS 29.
Penelitian ini memperoleh kesimpulan:1) Good Corporate Governance berpengaruh terhadap kinerja perusahaan pada bank BUMN. 2) Corporate Social Responsibility berpengaruh terhadap kinerja perusahaan pada bank BUMN. 3) Good Corporate Governance berpengaruh terhadap kinerja perusahaan pada bank BUMN dimoderasi oleh political conection. 4) Corporate Social Responsibility tidak bepengaruh terhadap kinerja perusahaan pada bank BUMN dimoderasi oleh political conection.
viii
DAFTAR ISI
HALAMAN SAMPUL ... i
PERSETUJUAN PEMBIMBING... ii
PENGESAHAN TIM PENGUJI ... ii
MOTTO ... ii
PERSEMBAHAN ... ii
KATA PENGANTAR ... ii
ABSTRAK ... ii
DAFTAR ISI ... iv
DAFTAR TABEL ... vi
DAFTAR GAMBAR ... vii
DAFTAR LAMPIRAN ... xiv
BAB I PENDAHULUAN ... 1
A. Latar Belakang Masalah ... 1
B. Rumusan Masalah ... 15
C. Tujuan Masalah ... 16
D. Manfaat Penelitian ... 16
E. Ruang Lingkup Penelitian ... 18
1. Variable Penelitian ... 18
2. Indikator Variabel ... 20
F. Devinisi Operasional ... 21
G. Asumsi Penelitian ... 26
H. Hipotesis ... 26
I. Sistematika Pembahasan ... 31
ix
BAB II KAJIAN KEPUSTAKAAN ... 33
A. Penelitian Terdahulu ... 33
B. Kajian Teori ... 47
1. Stakeholder Theory ... 47
2. Agency Theory ... 50
3. Legitimacy Theory ... 51
4. Kinerja perusahaan ... 53
5. Good Corporate Governance ... 55
6. Corporate Social Responsibility ... 61
7. Politic Connection ... 63
BAB III METODE PENELITIAN ... 66
A. Pendekatan dan Jenis Penelitian... 66
B. Populasi dan Sampel ... 66
C. Teknik dan Instrumen Pengumpulan Data ... 69
D. Analisis Data ... 69
BAB IV PENYAJIAN DATA DAN ANALISIS ... 74
A. Gambaran Obyek Penelitian ... 74
B. Penyajian Data ... 75
C. Analisis dan Pengujian Hipotesis ... 76
1. Analisis Statistik Deskriptif ... 76
2. Asumsi Klasik ... 77
3. Uji Moderating Regression Analysis (MRA ... 81
D. Pembahasan ... 89
x
BAB V PENUTUP ... 95
A. Kesimpulan ... 95
B. saran ... 97
DAFTAR PUSTAKA ... 98
xi
DAFTAR TABEL
No. Uraian Hal
1.1 Indikator Variabel ... 20
1.2 Bobot Penetapan Peringkat Komposit ... 23
2.1 Ringkasan Penelitian Terdahulu ... 44
3.1 Daftar Populasi Bank Yang Terdaftar Di Bei ... 67
3.2 Daftar Sampel Bank ... 69
4.1 Hasil Perhitungan Variable X1, X2,Y Dan Z ... 75
4.2 Hasil Analisis Statistik Deskriptif ... 76
4.3 Uji Normalitas ... 78
4.4 Uji Multikolonialitas ... 79
4.5 Uji Heteroskedastisitas ... 80
4.6 Uji Autokorelasi ... 81
4.7 Uji Mra Persamaan 1 ... 81
4.8 Uji Mra Persamaan 2 ... 82
4.9 Uji Mra Persamaan 3 ... 83
4.10 Uji Koefisient Determinasi ... 85
4.11 Uji Signifikansi Simultan (Uji F) ... 86
4.12 Uji Persial (Uji T)... 87
4.13 Uji Hipotesis... 89
xii
DAFTAR GAMBAR
No. Uraian Hal
1.1 Kerangka Konseptual ... 30
xiii
DAFTAR LAMPIRAN Lampiran 1 Sampel Penelitian
Lampiran 2 Hasil Penghitungan Variabel Lampiran 3 Hasil Analisis Data
Lampiran 4 Matrik Penelitian Lampiran 5 surat izin penelitian Lampiran 6 jurnal penelitian Lampiran 7 surat selesai penelitian Lampiran 8 pernyataan keaslian tulisan Lampiran 9 Biodata Penulis
xiv
A. Latar Belakang Masalah
Negara Kesatuan Republik Indonesia ialah salah satu negeri yang masih tumbuh dan berkembang. Ini dibuktikan dengan terdapatnya pergantian pergantian di Indonesia semacam banyaknya pembangunan di seluruh bidang mulai dari pembangunan di zona pertanian, pariwisata, industri, ekonomi serta lain lain. perihal yang sangat menonjol serta sangat nampak yakni pertumbuhan yang terjalin di sector perekonomian. Perekonomian yang mulai membaik serta hadapi kenaikan tiap tahunnya. Ini menimbulkan timbulnya kemauan pengusaha pegusaha luar negri buat mendirikan serta mengelolah perusahaannya di negera Indonesia.
Tujuan utama dari pendirian industri yakni salah satunya satunya merupakan buat meningkatkan kesejahteraan pemiliknya (pemegang saham) ataupun menaikkan kekayaan owner saham dengan metode tingkatkan kinerja industri. Kenaikan kinerja industri ini dapat dicapai apabila industri dapat mendapatkan laba cocok dengan sasaran yang didetetapkan. Dari laba yang diperoleh ini industri dapat membagikan keuntungan industri kepada pemegang saham yang dapat meningkatkan perusahaannya.2 Di sisi lain terdapat pihak yang pula mengelolah perusahaaan ialah manajer yang tidak lain pula mempunyai tujuan yang berbeda dalam tingkatkan prestasi orang.
1 Almilia L. S. dan Sifa Lailul, „‟Reaksi Pasar Publikasi Corporate Governance Perception Index pada Perusahaan yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia,‟‟Symposium Nasional Akuntansi IX Padang.
1
Bila manajer membuat kegaduhan semacam melaksanakan perihal perihal yang menguntungkan dirinya sendiri serta melalaikan kepentingan industri hingga industri itu hendak runtuh serta seluruh modal investor yang telah ditaruh investor ke industri itu tidak hendak kembali maksudnya return yang diharapkan investor tidak terdapat diperusahaan itu.
Buat menggapai tujuan industri banyak sekali hambatan hambatan yang di hadapi oleh industri, kendala- kendala ini mayoritas bertabiat mendasar untuk perusahaanantara lain: (1) tiap industri wajib memiliki keahlian mengelolah sumber energi yang dipunyai serta wajib dikelola dengan baik serta benar, (2) industri diwajibkan tidak berubah- ubah buat mengurai antara majanemen serta investor saham sehingga di industri itu tidak terdapat terdapat konflik anatara kepentingan manajemen serta investor saham, (3) industri wajib memiliki keahlian meningkatkan rasa keyakinan kepada penyandang dana eksternal eksternal.3 Metode menanggulangi hambatan hambatan tersebut hingga industri harus mempunyai sesuatu system tata Kelola industri yang baik, penanggung jawab sosial industri yang baik, manfaatnya supaya dapat membagikan proteksi secara efisien serta efektif kepada para investor serta pihak pihak kreditur. Agara mereka percaya dengan mereka menanamkan modal di industri tersebut dana yang mereka taruh dapat berkembangn serta memperoleh keuntungan dengan normal.4 Perusahaan perusahaan di indonesia masih menghadapi kesulitan terutama masih
3 Darmawati dkk.‟‟Hubungan Corporate Governance dan Kinerja Perusahaan”. Jurnal Riset Akuntansi Indonesia. Vol. 8 No. 6, 65.
4 Tjager. IN., Alijoyo, F.A., Djemat, H.R, dan Soembodo, B, “Corporate Governance: Tantangan dan Kesempatan bagi Komunitas Bisnis Indonesia, Serial Mastering Good Coprorate Governance” (Jakarta: Prenhanllindo).
lemahnya untuk mengelolah perusahaan. Ini dibuktikan dengan kurang nya standart standrat akuntansi dan regulasi, pertanggung jawaban kepada pemilik saham. Standar tentang pengungkapan, transparansi pada proses kepengurusan perusahaan. Bisa dikatahkan perusahaan publik di Indonesia masih lemah dalam mengurus serta menjalankan manajemen yang baik dalam melayani dan memberikan jasa pada stakeholder perusahaan. Untuk itu cara mengatasi permasalah permasalahan yang ada dalam perusahaan para pelaku bisnis di Indonesia menyetujui adanya penerapan Good Corporate Governance (GCG).5
Good Corporate Governance adalah panduan bagi manajer untuk mengelolah perusahaan agar menjadi lebih baik. Peran manajer untuk membuat keputusan keuangan yang gunanya untuk mendapatkan keuntungan untuk perusahaan dan stakehorder.6 Good corporate governance adalah sistem tata kelolah prusahaan yang berguna untuk mengendalikan perusahaan dalam meningkatkan nilai plus bagi semua pihak yang terkait. Good Corporate Governance juga menjadi alat untuk membuat hubungan terikat dengan perusahaan anatar pemegnag saham, kreditur, pemerintah serta pihak pihak yang mempunyai keterkaitan dengan perusahaan baik secara enternal ataun eksternal.7 Good Corporate Governance mempunyai pengertian sebagai aturan yang menjamin manajer agar menerapkan prinsip-prinsip manajemen berbasis nilai. Yang termasuk dalam prinsip ini yaitu transparancy,
5 Sedarmayanti, Governance dan Good Corporate Governance. (Bandung: Penerbit Mandar Maju.
6 Cahyani Nuswandari, “Good Corporate Governane Dalam Perspektif Teori Agensi”, Jurnal Dinamika Keuangan dan Perbankan, Vol. 1 No. 1, 47.
7 Purwani, Tri, Pengaruh Good Corporate Governance Terhadap Kinerja Perusahaan, Jurnal Ilmiah Informatika, No 2, vol 1, 47.
accountability, responsibility, independency dan fairness. Tata Kelola perusahaan ini guna memastikan agar tujuan pemegang saham utama, kekayaan majanemen di implementasikan.8 Di Indonesia wajib untuk menerapkan prinsip prinsip GCG dalam perusahaan untuk membangun citra perusahaan yang baik dan sehat.
Dalam Islam, ayat Al-Quran yang berkaitan dengan Good Corporate Governance ada dalam surat Ar Rahman ayat 7-9:
Artinya: Dan Allah telah meninggikan langit dan Dia meletakkan neraca (keadilan). Supaya kamu jangan melampaui batas tentang neraca itu.
Dan tegakkanlah timbangan itu dengan adil dan janganlah kamu mengurangi neraca itu.9
Ayat tersebut berhubungan dengan Good Corporate Governance.
Tawazun atau mizan (keseimbangan) dan al-„adalah (keadilan) adalah dua buah konsep tentang ekuilibrium dalam Islam. Tawazun lebih banyak digunakan dalam menjelaskan fenomena fisik, sekalipun memiliki implikasi sosial, yang kemudian sering menjadi wilayah al-adalah atau keadilan sebagai manifestasi Tauhid khusunya dalam konteks sosial kemasyarakatan, termasuk keadilan ekonomi dan bisnis. Dalam konteks keadilan (sosial), para pihak yang melakukan perikatan dituntut untuk berlaku benar dalam pengungkapan kehendak dan keadaan, memenuhi perjanjian yang telah mereka buat, dan memenuhi segala kewajibannya.
8 Purwani, Tri, 60.
9 Departemen Agama, Al-Qur’an dan Terjemahnya (Bekasi: Cipta Bagus Segara)
Fenomena timbulnya Good Corporate Governance mulai diketahui karena kerap diwacanakan bersamaan meningkatnya pemahaman warga, stakeholder, pemerintah ataupun manajemen industri itu sendiri hendak perlunya sesuatu system yang baik dalam tingkatkan transparansi. Buat menghasilkan situasi perekonomian yang baik untuk seluruh pihak, Good Corporate Governance tumbuh diberbagai industri baik yang sifatnya publik ataupun swasta. Forum for Corporate Governance in Indonesia (FCGI) sudah berdiri di Indonesia buat menanggulangi menimpa permasalahan ini. Industri yang baik wajib mempunyai sistem pengendalian yang baik, bila itu dicoba hingga industri akan terkontrol serta menciptakan output yang baik, tetapi realitasnya penerapan Good Corporate Governance dalam industri spesialnya di Indonesia masih relatif rendah, hingga tidak heran bila industri di Indonesia biasanya belum bisa optimal. secara mutu Political and Economic Risk Consultancy (PERC) telah membuat sebuah survey bahwa di negeri Asia dengan hasil Indonesia menempati posisi sangat terakhir dalam mempraktikkan Good Corporate Governance.10
krisis ekonomi pada tahun 1997- 1998 menyebabkan perbankan di Indonesia hadapi keterpurukan. Banyak bank yang dilikuidasi sebab tidak sanggup mempertahankan kinerja. Salah satu pemicu terbentuknya kebangkrutan bank tersebut, antara lain sebab belum diterapkannya prinsip- prinsip GCG di area perbankan secara tidak berubah- ubah. Oleh sebab itu, bermacam upaya yang dicoba oleh pemerintah tercantum Bank Indonesia serta
10 Willyz. W, „‟Influence of Good Corporate Governance to disclosure,‟‟Journal of accountin.
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) buat men Dengan dikeluarkannya Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor. 55/ POJK. 03/ 2016 tentang Pelaksanaan Tata Kelola untuk Bank Universal, bank harus mempraktikkan prinsip- prinsip tata kelola yang baik dalam tiap aktivitas usaha bank pada segala tingkatan ataupun jenjang organisasi. Evaluasi terhadap GCG hendak dicoba oleh OJK.
Permasalahan dalam penerapan GCG pada zona perbankan sudah terjalin di Indonesia. Bank Indonesia pada tahun 2013 membagikan sanksi kepada keempat bank yang tidak mempraktikkan GCG. Keempat bank yang menerima sanksi tersebut merupakan: PT Bank Mega Tbk, PT Bank Panin Tbk, PT Bank Jabar Banten Tbk, serta PT Bank Mestika Dharma Tbk (hukumonline. com). Keempat bank tersebut melanggar peraturan Bank Indonesia Nomor. 8/ 4/ PBI/ 2006 Penerapan GCG Untuk Bank Universal yang masih berlaku pada tahun 2013 silam. dorong terwujudnya GCG di area perbankan.11
Akan tetapi sekarang Good Corporate Governance berada di posisi yang tinggi. ini menimbulkan 2 presepsi GCG terwujud yaitu CGC adalah kunci sukses untuk Mengembangkan perusahaan agar lebih baik ndan dikenal banyak orang sehingga mendapat memberi keungtungan dalam jangka panjang.12 Perkembangan kondisi ekonomi yang pesat seiring dengan era globalisasi mendorong setiap perusahaan untuk mengimbanginya. Untuk itu
11 Apriyaningsih, Astri. Pengaruh Penerapan Good Corporate Governance Terhadap Kinerja Keuangan Perbankan. Yogyakarta: Jurnal Profita edisi 4 Universitas Negeri Yogyakarta.
12 Suranta, Eddy dan Pratana Puspita Merdistusi, “Income Smoothing, Tobin‟s Q, Agency Problems, dan Kinerja Perusahaan”, Makalah disampaikan dalam Simposium Nasional Akuntansi VII(Bali: 2-3 Desember).
diperlukan adanya sistem pengolahan dan pengendalian manajerial yang tepat dari masing-masing perusahaan. Dengan adanya GCG diharapkan dapat memberikan kontribusi positif baik bagi pihak internal maupun eksternal perusahaan.
Penerapan Good Corporate Governance yang baik adalah konsep untuk menekankan bahwa penting untuk para investor atau pemegang saham agar mendapatkan sebuah informasi yang akurat.13 Dan juga perusahaan wajib hukumnya untuk memberikan informasi tentang kinerja keuangan perusahaan secara terperinci dan transparan. Hal ini menjelaskan bahwa untuk dalam menjalankan bisnis di perusahaan tidak hanya tentang mendapatkan keuntungan saja tapi juga perlu diperhatikan tentang tata kelola perusahaan, salah satu tujuan yaitu untuk menghindari adanya konflik dalam perusahaan.
Penerapan Good Corporate Governance sudah menjadi hal dasar di semua perusahaan yanga da di Indonesia untuk mengelolah bisnisnya. Munculnya akan kesadaran untuk menerapkan Good Corporate Governance tidak lain dari moderenisasi ekonomi saat ini yang mewajibakan semua perusahaan harus dikelolah dengan baik bertanggung jawab dengan cara memperoleh hak dan kewajibannya. Corporate Social Responsibility (CSR) atau penerapan tanggung jawab perusahaan terhadap sosial yang juga kriteria untuk memenuhi prinsip responsibility yang dibawah oleh Good Corporate Governance.
13 Arifin, Peranan Akuntansi Dalam Menegakkan Prinsip Good Corporate Governance, BP Undip, Desember.
Corporate Social Responsibility (CSR) adalah salah satu bagian untuk memaksimalkan nilai perusahaan. Corporate Social Responsibility (CSR) adalah suatu keterikatan agar perusahaan bisa berperilaku sopan dan ikut serta untuk pembangun dan mengembangkan ekonomi yang berkelanjutan dengan memegang teguh kualitas masyarakat, komunitas dan karyawan perusahaan.
Corporate Social Responsibility adalah sebuah keterikatan perusahaan agar ikut serta untuk membangun perekonomian yang berkelanjutan dengan cara mengamati suatu tanggung jawab sosial suatu perusahaan dan menfokuskan keseimbangan antara perhatian pada aspek ekonomi, sosial, lingkungan, maka perusahaan harus menempatkan Corporate Social Responsibility sebagai suatu kerangka yang di inginkan bisa dijadikan sebagi sebuah alternative untuk pemberdayaan dan pembinaan masyarakat yang kurang mampu, karna beberapa watu teraakhir permasalahan sosial menjadi hal yang sangat berat.14 Apabila Corporate Social Responsibility dilaksanakan maka Good Corporate Governance akan seimbang dan berjalan dengan baik dan sesuai harapan perusahaan. Dengan dilaksanakanya Corporate Social Responsibility dilingkungan masyarakat bisa memberikan sandaran untuk pemegang saham karna perusahaan sudah melaksanakan tata kelolah perusahaan dengan baik dan benar. Dalam jangka yang sangat panjang pelaksanaan Good Corporate Governance dan Corporate Social Responsibility dapat meningkatkan kinerja dan nilai perusahaan serta para stakeholder bisa mempercayai perusahaan
14 Untung.H.B, Corporate Social Responsibility. (Jakarta: Sinar Grafika).
yang menjadi pilihanya sehingga nilai saham yang di dapatkan perusahaan akan meningkat.
Pemerintah Indonesia menunjukan keseriusannya menegaskan perusahaan-perusahaan yang beridiri di Indonesia turut menjalankan tanggung jawab sosial perushaannya masing-masing seperti yang ditegaskan dalam Pasal 74 Undang-Undang RI No. 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas, menegaskan bahwa kewajiban perusahaan untuk melakukan tanggung jawab sosial dan lingkungan adalah perseroan yang menjalankan kegiatan usahanya di bidang dan/atau berkaitan dengan sumber daya alam. Jika perseroan tidak melaksanakan kewajiban untuk melaksanakan tanggung jawab sosial dan lingkungan ini, maka akan dikenai sanksi sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. Pemerintah Indonesia juga menghimbau perusahaan, khususnya BUMN, untuk menjalankan CSR (Corporate Social Responsibility) dalam bentuk PKBL (Program Kemitraan dan Bina Lingkungan). Berdasarkan Peraturan Menteri BUMN Nomor 2 Tahun 2017 tentang Program Kemitraan dan Progam Bina Lingkungan Badan Usaha Milik Negara, dana program Bina disalurkan dalam bentuk bantuan korban bencana alam, bantuan pendidikan, dapat berupa pelatihan, prasarana dan/atau sarana Pendidikan, bantuan peningkatan kesehatan, bantuan pengembangan prasarana dan/atau sarana umum, bantuan sarana ibadah, bantuan pelestarian alam, dan bantuan sosial kemasyarakatan dalam rangka pengentasan kemiskinan.15
15 Kemenkuham Negara RI, Undang-undang No.40 tentang perseroan terbatas
Kinerja perusahaan sebagai tolak ukur untuk menetukan hal-hal yang ingin diraih oleh perushaan guna untuk menghasilkan laba yang diharapkan.
Kinerja juga untuk mengetahui bagaimana hasil keefektifan yang dicapai oleh perusahaan sehingga bisa dijadikan dasar untuk pengambilan suatu keputusan dan kebijakan kerja. Kinerja adalah salah satu model kegiatan yang dilaksanakan agar bisa tercapainya suatu tujuan yang di keinginan. Untuk meraih visi dan misi suatu perusahaan perlu adanya ukuran untuk menjadi dasar agar perusahaan bisa mencapai target dalam periode yang ditentukan dengancara pengukuran kinerja. Pengukuran kinerja merupakan gambaran tentang penentuan secara rinci sebuah perusahaan. pengukuran juga diperuntuhkan sebagai penetapan strategi unntuk mencapai tujuan perusahaan.
Pengukuran suatu kinerja dapat dinilai dari beberapa indikator atau variabel yang gunanya untuk menilai suatu keberhasilan perusahaan. Kinerja bisa dinilai dari laporan keuangan berupa neraca, laporan laba rugi, arus kas, dan perubahan ekuitas, ini akan memberikan hasil dari laporan keuangan perusahaan. Dengan adanya penilaian kinerja bisa dipastikan perusahaan bisa memilih strategi serta struktur keuangan untuk memaksimalkan kinerja agar target yang diharapkan perusahaan bisa tercapai serta bisa meningkatkan return untuk pemegang saham.16 Kinerja perusahaan dalam penelitian ini diproksikan dengan Return on Equity (ROE). Untuk menuju suatu keberhasilan kinerja keuangan perusahaan bisa diukur menggunakan Return on Equity (ROE). Di sini yang dimaksud keberhasilan ialah sebagai gambaran
16 Forum for Corporate Governance in Indonesia, Corporate Governance: Tata Kelola Perusahaan. Edisi Ketiga, (Jakarta: Prentice Hall).
pada perusahaan yang dilihat apakah perusahaan ini mempunyai kondisi keuangan yang baik atau tidak dan juga sebagai alat untuk mengukur prestasi suatu perusahaan.
penelitianAmanda Ertica Nugroho (2020) dengan judulPengaruh GCG Dan CSR Terhadap Kinerja Perusahaan Pada Perusahaan Manufaktur Barang Dan Konsumsi di Bei. Kinerja perushaan diukur dengan return on equity (ROE), dengan sampel sebanyak 45 perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Hasil penelitian menunjukan bahwa mekanisme Good Corporate Governance dengan variable kepemilikan manajerial dan komisaris independent sangat berpengaruh terhadap kinerja perusahaan dengan menggunkana alat ukur ROE. Untuk kepemilikan institusional dan komite audit tidak positif berpengaruh pada kinerja dan tanggung jawab sosial perusahaan juga tidak berpengaruh negatif terhadap kinerja perusahaan yang diukur menggunakan return on equity.17 Tri Auri Yanti (2020) Analisis Pengaruh Penerapan Tata Kelola Terhadap Kinerja Keuangan Pada Bank Syariah di Indonesia. Penelitian ini mengungkapkan kinerja keuangan bank umum syariah tahun 2016-2019 dengan data sekunder dari statistic perbankan OJK. Pemilian variable dari penelitian ini adalah Good Corporate Governance sebagai variable (X) dan kinerja keuangan sebagai variable (Y). hasil penelitian ini menunjukan bahwa Good Corporate Governance signifikan dan berpengaruh baik pada kinerja keuangan.
17 Amanda Ertica Nugroho, „‟ Pengaruh GCG Dan CSR Terhadap Kinerja Perusahaan Pada Perusahaan Manufaktur Barang Dan Konsumsi di Bei‟‟jurnal Ilmu dan riset Manajemen.
Ada beberapa faktor yang mempengaruhi berhasilnya suatu perusahaan atara lain dari faktor lingkungan baik dari luar atau dalam, termasuk dari faktor lingkungan politik. Bantuan dari faktor politik sangat berguna dan sering digunakan perusahaan untuk memperbaiki kinerja perusahaan dan memaksimalkan laba perusahaan. Jalan politik yang dimaksud adalah perusahaan mempunyai keterikatan dengan pejabat pejabat negara, aggota partai politik yang bisa mempunyai konesi jabatan sebagai pemegang saham tertinggi di perusahaan.18 Dengan koneksi politik peluang yang didapat oleh perusahaan jauh lebih besar karna dengan adanya koneksi politik perusahaan bisa mendapatkan proyek proyek kerja sama dengan mudah dan juga lancarnya akses kebijakan pemerintah.19 Tujuan kerja sama antara politik yaitu menjelaskan bagaimana kebijakan tentang politik untuk kepentingan bisnis perusahaan disamping itu pengaruh bisnis untuk politik juga bisa membantu menaikan politik suatu negara. Perusahaan yang bekerja sama dengan politik akan mendapatkan hak yang sangat istimewa dengan menghindarkan perusahaan dengan kompetisi antara perusahaan yang ingin menjatuhkan atau perusahaan yang menjadi pesaing dari perusahaan tersebut, menghambat jalannya suatu perusahaan untuk masuk dan berkembang, serta perusahaan yang memiliki koneksi politik bisa mendapatkan akses sumber daya yang mudah. Adanya koneksi politik tidak hanya bisa merubah strategi keuangan perusahaan akan tetatpi juga bisa mempengaruhi kinerja perusahaan jangka Panjang. Jika perusahaan terbukti memiliki keterikatan dengan politik
18 Faccio, M. Politically– Connected Firms. The American Economic Review,369.
19 Boubakri, N., Cosset, J., & Saffar, W, Political connections of newly privatized firms, Journal of Corporate Finance, 654.
mengalami kesusahan saat membangun koneksi dengan pemerintah yang baru Ketika koneksi politik mereka yang lama sudah berganti dengan kekuasaan dan kinerja buruk di bawah pemerintahan baru maka sulit untuk bisa menaikan permasalahan keuangan pada perusahaan.20
Koneksi politik bagi perusahaan sangatlah penting di negara negara yang berkembang misalnya Malaysia dimana kebanyakan perusahaan disana memiliki hubungan dengan politik untuk mempermudah pengalokasiaan sumber dayanya,21 perusahaan yang memiliki hubungan dengan politik bisa dikatakan mempunyai lebih banyak sumber daya serta mempunyai keahlian yang jauh lebih baik sehingga kinerja perusahaan akan jauh lebih baik dan memiliki citra yang baik di masa depan.22 Ada beberapa penelitian terdahulu yang mengaitkan hubungan politik dengan kinerja perusahaan menurut penelitian dari Agustinus Tri Kristanto (2019) menyatakan bahwa komisaris independent yang mempunyai koneksi dengan politik berpengaruh negatif pada kinerja keuangan akan tetapi di kinerja pasar tidak ada pengaruhnya.
Kepemilikan manajerial yang mempuyai koneksi politik berpengaruh negatif pada kinerja pasar akan tetapi di kinerja keuangan tidak mempunya pengaruh.
Serta untuk ukuran perushaan, jenis perusahaan mempunyai pengaruh yang besar pada kinerja perusahaan.
20 Leuz, C., & Gee, F. O, Political relationships, global financing, and corporate transparency:
Evidence from Indonesia, Journal of Finance, 81.
21 La Porta, R., Lopez-de-silanes, F., Shleifer, A., & Vishny, R, Investor Protection and Corporate Governance. Journal of Financial Economics, 58,
22 Ahmed, N. F. M. K, Accounting Conservatism, Corporate Governance and Political Connections. Asian Review of Accounting, 25.
Tetapi Diniarti (2018) dalam penelitiannya yang berjudul Koneksi Politik Dan Kinerja Perusahaan Di Indonesia (Studi Empiris pada Perusahaan yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Periode 2007-2016), menyatakan bahwa perusahaan yang mempunya keterikatan dengan politik mempunytai rata rata kinerja yang lebih rendah dari pada perusahaan yang tidak mempunyai keterikatan dengan politik. Di perusahaan yang terdaftar di BUMN yang mempunyai keterikatan dengan politik justru mempunyai rata rata kinerja yang rendah dari pada perusahaan yang tidak mempunyai keterikatan dengan politik untuk kinerjanya lauh lebih baik.
Penerapan Good Corporate Governance dan Corporate Social Responsibility (CSR) ditidak hanya di perushaan perusahaan sektor pertanian, pertambangan, properti, sector pagan tapi juga di sektor perbankan23. Mulai dari bank konvensional dan Syariah sudah menggunakan Good Corporate Governance dan Corporate Social Responsibility. Untuk meningkatkan kualitas kinerja bank, meningkatkan kepatuhan peraturan undang undang dan nilai etika yang berlaku pada perusahaan perbankan perlu diterapkan sistem tata kelola dan tanggung jawab sosial yang baik, ini adalah tujuan untuk membuat pondasi yang kuat perbankan nasional. Tujuan dari pembangunan nasional Indonesia untuk menciptakan masyarakat yang adil dan Sentosa sesuai dengan demokrasi ekonomi yang ada, dikuatkan dengan sistem bedasarkan nilai keadilan, kebersamaan, dan kemanfaatanya, di Indonesia jasa jasa perbankan sudah mulai berkembang dan masyarakat sudah banyak yang
23 Lestari, Yuni Tri., dan Nur Fadjrih. “Pengaruh Corporate Governance terhadap Kinerja Keuangan: Corporate Social Responsibility sebagai Variabel Intervening”. Jurnal Ilmu dan Riset Akuntansi 4(7).
menggunakan jasa layanan dari bank. Dengan meluasnya pelayanan dan jasa menambah tingkatan usaha perbankan maka banyak pula resiko yang yang dihadapi bank sehingga perlu adanya sistem tata kelola perusahaan dan tanggung jawab sosial perusahaan untuk memenuhi prinsip prinsip perbankan.
Gunanya ditepakan Good Corporate Governance dan Corporate Social Responsibility untuk meningkatkan kinerja bank.
Beberapa penelitian tentang Good Corporate Governance dan Corporate Social Responsibility terhadap kinerja perusahaan akan tetapi hasilnya ada salah satu dari variable tersebut tidak berpengaruh terhadap kinerja.24 Tujuan dalam penelitian ini untuk menguji secara empiris tentang pengaruh Good Corporate Governance dan Corporate Social Responsibility terhadap kinerja perusahaan pada bank BUMN dan juga menguji secara empiris kemampuan political connection memoderasi Good Corporate Governance dan Corporate Social Responsibility terhadap kinerja perusahaan.
berdasarkan latar belakang tersebut maka peneliti tertarik untuk melakukan penelitian dengan judul: Analisis Pengaruh Good Corporate Governance dan Corporate Social Responsibility Terhadap Kinerja Perusahaan Pada Bank BUMN Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia Dengan Politic Connection Sebagai Variabel Moderasi Periode 2017-2021.
B. Rumusan Masalah
1. Apakah Good Corporate Governance berpengaruh terhadap kinerja perusahaan pada bank BUMN?
24 Ulfa Maulidia, “Analisis Pengaruh Intellectual Capital Dan Good Corporate Governance Terhadap Kinerja Keuangan Pada Bank Umum Syariah di Indonesia Dengan Leverage Sebagai Variabel Moderasi Periode 2014-2018‟‟( skripsi, institute agama islam negri salatiga).
2. Apakah Corporate Social Responsibility berpengaruh terhadap kinerja perusahaan pada bank BUMN?
3. Apakah pengaruh Good Corporate Governance terhadap kinerja perusahaan pada bank BUMN dimoderasi oleh political conection?
4. Apakah pengaruh Corporate Social Responsibility terhadap kinerja perusahaan pada bank BUMN dimoderasi oleh political conection?
C. Tujuan Penelitian
1. Untuk mengetahui apakah Good Corporate Governance berpengaruh terhadap kinerja perusahaan pada bank BUMN?
2. Untuk megetahui apakah Corporate Social Responsibility berpengaruh terhadap kinerja perusahaan pada bank BUMN?
3. Untuk megetahui apakah Political Conection yang memoderasi Good Corporate Governance berpengaruh terhadap kinerja perusahaan pada bank BUMN?
4. Untuk megetahui apakah Political Conection yang memoderasi Corporate Social Responsibility berpengaruh terhadap kinerja perusahaan pada bank BUMN?
D. Manfaat Penelitian
Manfaat dari penelitian ini berisikan tentang sebuah kontribusi proses penelitian yang didapat melalui proses penelitian. Manfaat penelitian ini berisikan manfaat teoritis dan kegunaan prakris, seperti kegunaan penelitian ini bagi penulis, intansi dan masyarakat. Penelitian ini juga realistis dan
objective dalam kegunaanya. Dari penjelasan dia atas maka tersusunlah manfaat penelitian yaitu:
1. Manfaat teoritis
pada penelitian ini diharapkan bisa memberikan ilmu pengetahuan baru tentang permasalahan permaslahan dan solusi mengatasi permasalahan yang diteliti. Dan mengetahui secara detail tentang Good Corporate Governance, Corporate Social Responsibility dan hubungannya dengan political conection. Sehingga penelitian ini bisa dijadikan referensi untuk pihak lain yang akan melakukan penelitian selanjutnya.
2. Manfaat Praktis a. Bagi Peneliti
1) memperoleh pengalaman yang praktis dimana teori teori akuntansi yang dapat dari bangku kuliah benar benar di apalikasikan pada situasi yang nyata.
2) Menambah pengetahuan dan melatih kemampuan untuk menganalisis permasalahan.
3) Mengaplikasikan ilmu ilmu yang di dapatkan selama kuliah.
4) Memperluas pengetahuan, pengalama dan wawasan sebelum terjun kedunia kerja.
5) Melatih agar bisa tanggap dan peka dalam menghadapi situasi dan kondisi lingkungan kerja.
b. Bagi Intansi
Hasil penelitian ini diharapakan sebagai pemberian kontruktif dan sebagai salah satu informasi untuk pihak bank yang terkait agar meningkatkan sistem Good Corporate Governance, Corporate Social Responsibility di perusahaanya. Bagi perguruan tinggi penelitian ini diharapkan menjadi tambahan untuk bahan dasar penelitian yang sejenis yang mungkin diterapkan oleh mahasiswa untuk penelitianya di masa yang akan datang.
c. Bagi Masyarakat
Penelitian ini dapat dijadikan sebagai bahan edukasi, penambah wawasan dan ebagai tambahan informasi di media sosial mengenai Good Corporate Governance, Corporate Social Responsibility sehingga dapat dipahami oleh masyarakat luas.
E. Ruang Lingkup Penelitian
Seperti yang telah dirumusakan sebelumnya, berdasarkan rumusan masalah bahwa penelitian ini terbatas ruang dan waktu. Batasan penelitian yang terdiri dari variabel penelitian dan indicator penelitian yang akan dijelaskan berikut ini:
1. Variable penelitian
Variabel penelitian adalah segala sesuatu dalam bentuk apapun yang dipilih dan di tetapkan oleh peneliti untuk di saring kemudian di pelajari untuk penelitiannya sehingga akan dioeroleh informasi yang
relefan tentang hal tersebut, kemudian ditarik kesimpulannya.25 Variable dalam penelitian ini terbagi menjadi 3 yaitu:
a. Variabel independen
Variable independen adalah suatu tipe variable yang menjelaskan atau mempengaruhi variable lainya. Variabel ini biasanya dilambangkan dengan tanda (X).26 Variabel independent dalam penelitian ini adalah Good Corporate Governance (X1) dan Corporate Social Responsibility (X2).
b. Variabel dependent
Variable dependent atau yang disebut variable terikat adalah variabel yang mempengaruhi atau yang menjadi akibat dari adanya variabel bebas. Untuk variabel bebas dalam penelitian ini adalah kinerja perusahaan (Y).
c. Variable moderasi
Variable moderasi adalah suatu variable yang mempunyain sifat yakni bisa mempekuat atau memperlemah dari pengaruh variable independent terhadap variabel dependent. Variable initidak dipengaruhi oleh variabel independent.27 Dalam penelitian ini variabel moderasi adalah political connection (Z).
25 Sugiyono, metode penelitian kuantitatif, dan R&D (Bandung; Alfabeta), 38.
26 Nur Indriantoro, Bambang Supomo, Metodologi Penelitian Bisnis, untuk Akuntansi &
Manajemen, (Yogyakarta: BPEFE),63
27Solimum, Metode Statistika Multivariat Pemodelan Persamaan Struktural (SEM) Pendekatan WarpPLS,79
2. Indikator penelitian
Indikator penelitian adalah referensi empiris dari variable variable yang diteliti oleh peneliti. Indikator penelitian ini nanti digunakan sebagai pedoman untuk membuat poin poin pertanyaan dalam sebuah wawancara atau pengamatan.28
Table 1.1 indikator variabel
No Variabel Indicator Sumber
1 Good Corporate Governance (X1)
Diukur menggunakan nilai komposit (self assesment)
Skripsi “Pengaruh Self Asessment Good Corporate Governance Dan Manajemen Resiko Terhadap Kinerja Keuangan (Studi Kasusu Pada Perbankan Yang Terdaftar Di Bei Tahun 2016-2018)”
Oleh Siti Nur Indah Sari
2 Corporate Social Responsibility (X2)
CSRIi = ∑ Jurnal “Pengaruh Pengungkapan Corporate Social Responsibility, Good Corporate Governance Dan Kinerja Keuangan Terhadap Nilai Perusahaan (Studi Empiris Pada Perusahaan
Pertamabangan Yang Terdaftar Di BEI Periode 2017- 2019)” Oleh Nadya Eka Sri Mukhita,
Tata Ridho
Nugroho, Nur
28 tim penyusun, Pedoman Karya Tulis Ilmiah (jember: IAIN Jember Press),79
Ainiyah 3 kinerja
perusahaan (Y) ROE = X 100%
Jurnal “Pengaruh Good Corporate Governance
Terhadap Kinerja Keuangan
Perusahaan Pada Industri Perbankan Yang Terdaftar Di
Bursa Efek
Indonesia” Oleh Rosy Risqiyah, Muhammada Miqdad, Kartika 4 Political
Connection (Z)
political connection diukur menggunakan variable dummy, dengan nilai 1 apabila perusahaan terkoneksi politik dan nilai 0 apabila perusahaan tidak terkoneksi dengan politik.
Jurnal “Pengaruh Koneksi Politik Tehadap Kinerja Perusahaan ( Studi Empiris Pada Perusahaan Sector Pertambangan Yang Terdaftar Di Bei Tahun 2014- 2018)” Oleh Fajriatul Azizah oan Muhammad Al Amin.
Sumber: dikumpulkan dari berbagai sumber F. Definisi Operasional
Definisi operasional adalah keterangan yang digunakan sebagai tumpuan penilaian secara empiris pada variable penelitian yang menggunakan rumusan berdasarkan indikator variable penelitian.29 Definisi operasional penelitian adalah penjelasan dari masing masing variabel yang nantinya di gunakan untuk penelitian pada indikator-indikator pembentuknya. Terdapat beberapa definisi operasional dalam penelitian ini antara lain:
29 Ibid 79
1. Good Corporate Governance
Good Corporate Governance merupakan sistem pengendalian intenal yang ada diperusahaan dengan tujuan untuk mengelolah efek yang relefan untuk memenuhi tujuan dari suatu bisnisnya dengan cara mengamati aset perusahaan serta mengembangkan sebuah investasi shakeholder dalam jangka waktu yang lama.30 Pada penelitian ini Good Corporate Governance diproksikan menggunakan peringkat komposit dari hasil perhitungan self assessment good corporate governance yang dilakukan oleh masing-masing perbankan. Peringkat komposit sebagaimana telah diatur dalam Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) No. 4/POJK.03/2016 Pasal 9 ayat (2) dikategorikan sebagai berikut :31 a. Peringkat Komposit 1 mencerminkan kondisi bank sangat sehat yang
berarti bank sangat mampu menghadapi pengaruh negatif dari perubahan kondisi bisnis maupun faktor lainnya.
b. Peringkat Komposit 2 mencerminkan kondisi bank sehat yang berarti bank mampu menghadapi pengaruh negatif dari perubahan kondisi bisnis maupun faktor lainnya.
c. Peringkat Komposit 3 mencerminkan kondisi bank cukup sehat yang berarti bank cukup mampu menghadapi pengaruh negatif dari perubahan bisnis maupun faktor lainnya.
30 Effendi, Muh. Arief, “The Power of Good Corporate Governance: Teori dan Implementasi”.
(Jakarta: Salemba Empat).
31 Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) No.4/POJK.03/2016 Pasal 9
d. Peringkat Komposit 4 mencerminkan kondisi bank yang kurang sehat yang berarti bank kurang mampu menghadapi kemungkinan perubahan kondisi bisnis dan kondisi lainnya.
e. Peringkat Komposit 5 mencerminkan kondisi bank tidak sehat sehingga tidak mampu menghadapi pengaruh negatif dari perubahan kondisi bisnis dan faktor lainnya.32
Tabel 1.2
Bobot Penetapaan Peringkat Komposit
Nilai Komposit Predikat Komposit Peringkat Komposit
Nilai Kompotit <1,5 Sangat Baik 1
1,5 ≤ Nilai Kompotit < 2,5 Baik 2
2,5 ≤ Nilai Kompotit < 3,5 Cukup 3
3,5 ≤ Nilai Kompotit < 4,5 Kurang Baik 4 4,4 ≤ Nilai Kompotit < 5,0 Tidak Baik 5
2. Corporate Social Responsibility
Corporate Social Responsibility mempunyai arti sebagai tanggung jawab sosial perusahaan. Menurut world bank CSR ialah suatu keterikatan dari suatu bisnis untuk berbagai kepentingan mulai dari pembangunan ekonomi, meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat sehingga menimbulakan dampak yang baik untuk suatu bisnis serta untuk di kehidupan bermasyarakat.33 Pada penelitian ini pengukuran CSR memakai Pengungkapan corporate social responsibility (CSR) dapat diukur dengan menggunakan indeks Global Reporting Initiative (GRI) generasi ke 4 (G4) yang berjumlah 91 indikator kinerja dalam 3 kategori (ekonomi, lingkungan,sosial). Semakin besar indeks pengungkapan CSR
32 Surat Edaran Otoritas Jasa Keuangan Nomor 13/SEOJK.03/2017
33 Murdiyanto,” Membangun Kemitraan Agribisnis Inovasi Program Corporate Social Responsibility (CSR) Edisi 1.
pada suatu perusahaan, maka semakin tinggi pengungkapan CSR yang dilakukan perusahaan. Perhitungan indeks CSR, dapat dihitung berdasarkan deskripsi pengungkapan CSR pada laporan tahunan dan/atau laporan keberlanjutan pada masing-masing perusahaan yang terdaftar, dengan memberikan nilai ada berapa indikator yang diungkapkan dari 91 indikator pengungkapan CSR.
CSRIi = ∑ Keterangan:
CSRIi : Indeks luas pengungkapan tanggung jawab sosial dan lingkungan perusahaan i.
∑ : nilai 1 = jika item y diungkapkan; 0 = jika item y tidak diungkapkan
Ni : jumlah item untuk perusahaan I, ni ≤ 91.
3. Political Connection.
political connection atau Koneksi politik ialah sebuah kejadian yang sering dan sangat banyak digunakan oleh negara negara yang berkembang. Perusahaan yang memiliki koneksi dengan politik biasanya salah satu dari mereka yang sedang menjabat di perusahaan sebelumnya pernah atau sedang menjabat di dunia politik sebagai pejabat tinggi negara, anggota dewan perwakilan rakyat, mentri atau berhubungan erat
dengan partai politik.34 Dengan begitu koneksi poliik merupakan suatu hubungan yang dekat antara perusahaan dengan pemerintah.
Perusahaan akan dikatakan mempunyai koneksi politik jika alah satu dari pemegang saham, pimpinan sebuah perusahaan atau keluarga dari mereka pernah atau sedang menjabat sebagai petinggi negara, anggota perlementer, anggota partai politik yang berkuasa. Dalam penelitian ini political connection di ukur menggunakan variable dummy.
Koneksi pilitik = nilai 1 apabila perusahaan terkoneksi politik dan nilai 0 apabila perusahaan tidak terkoneksi politik.
4. Kinerja perusahaan
kinerja merupakan suatu keberhasilan dari kegiatan tertentu untuk mencapai target yang di inginkan perusahaan yang diukur sesuai standart yang ada. Pengukuran kinerja bisa dilakukan pada periode tertentu ini bertujuan untuk kemanjuan perusahaan serta akan menghasilkan informasi yang berguna agar stakeholder bisa Mengambil keputusan untuk menanamkan modal disana. Dalam penelitian ini kinerja perusahaan diproksikan menggunakan Return on Equity (ROE) karna ROE merupakan imbal hasil yang di cetak oleh suatu perusahaan untuk para pemegang saham. Untuk rumus ROE yaitu:
ROE =
x100%
34 Faccio, M, Politically Connected Firms. American Economic Association, 96(1), 378.
G. Asumsi Penelitian
Asumsi penelitian biasa disebut dengan anggapan dasar atau postulas, yang artinya sebuah titik tolak pemikiran yang kebenaranya diterima oleh peneliti. Anggapan dasar harus dirumuskan secara jelas sebelum peneliti melangkah mengumpulkan data. Anggapan dasar selain berfungsi untuk bahan dasar untuk berpijak untuk masalah yang diteliti juga untuk memperjelas dan mempertegas variable yang menjadi pusat perhatian penelitian dan merumusakan sebuah hipotesis.35
Sebelum memberikan sebuah asusmsi peneliti akan melakukan sebuah pra-riset pada jurnal, baik yang sudah dipublikasikan maupaun belum dipublikasikan. Jurnal tersebut ialah sebuah jurnal yang relevan dengan penelitian yang dilakukan oleh peneliti sehingga penulis memperoleh sebuah asusmsi bahwa Good Corporate Governance dan Corporate Social Responsibility yang di moderasi Political Connection berpengaruh pada kinerja perusahaan.
H. Hipotesis
Hipotesis merupakan prediksi yang dibuat oleh peneliti tentang hubungan antar variable yang di harapkan. Hipotesis biasanya berupa perkiraan numerik berdasarkan data atau sampel dari penelitian. Untuk menguji suatu hipotesis yaitu mengaplikasikan prosedur-prosedur statistik yang mana peneliti
35 Tim penyusun, Pedoman Karya Tulis Ilmiah (jember: IAIN Jember Press), 80.
menjelaskan dugaannya pada populasi tertentu berdasarkan pada sampel penelitian.36
Jawaban sementara pada rumusan masalah dalam penelitian disebut dengan hipotesis. Dikatakan jawaban sementara karna jawaban yang di kemukakan baru disesuaikan dengan teori yang relevan, belum sesuai dengan fakta-fakta empiris yang diperoleh melalui pengumpulan data. Hipotesis dikemukakan pada pernyataan sementara pada hasil penelitian.
1. Analisis Good Corporate Governance terhadap kinerja perusahaan GCG ialah mekanisme administrasi agar bisa meluruskan hubungan antara manjemen, pemegang saham, komite audit, dewan komisaris dan stakeholder. Upayah mengembangkan GCG untuk mengoptimalkan alokasi penggunakaan sumber daya perusahaan supaya berkembang dan kesejahteraan pemilik perusahaan terjaga. Di jangka panjang GCG dapat meningkatkan kinerja atau nilai perusahaan sebab bisa meningkatkan kepercayaan investor serta menguntungkan bagi pemegang saham. Hal ini didukung dengan oleh penelitian yang dilakukan oleh Hisamsuddin yang mengemukakan hasil penelitian tentang Good Corporate Governance berpengaruh terhadap kinerja keuangan yang di proksikan menggunakan return on asset. Berdasarkan keterkaitan yang dijelaskan diatas, maka hipotesis yang diajukan adalah:
H1: Good Corporate Governance berpengaruh terhadap kinerja perusahaan pada bank BUMN.
36 Tim Penyusun, Pedoman Penulisan Karya Ilmiah, 39.
2. Analisis Corporate Social Responsibility terhadap kinerja perusahaan Corporate Social Responsibility atau yang biasa disebut tanggung jawab sosial merupakan cara untuk berkomunikasi tentang efek efek sosial dan lingkungan tentang tindakan ekonomi yang terjadi di dalam perusahaan di kelompok tertentu dalam masyarakat.37 Annisa Nuraini dan Zaki Machmuddah mengemukakan hasil penelitian bahwa Corporate Social Responsibility berpengaruh positif terhadap kinerja keuangan dengan menggunakan return on asset. Berdasarkan keterkaitan diatas, maka hipotesis yang diajuakan adalah:
H2: Corporate Social Responsibility berpengaruh terhadap kinerja perusahaan pada bank BUMN.
3. Pengaruh Good Corporate Governance terhadap kinerja perusahaan yang dimoderasi Political Connection
Good Corporate Governance merupakan cara administrasi untuk membuat alur yang benar tentang hubungan manajemen dan stakeholder.
Good Corporate Governance dalam jangka Panjang dapat meningkatkan kinerja perusahaan atau nilai sebuah perusahaan karna dengan berkembangnya suatu keeprcayaan investor dan menguntungkan bagi stakeholder dan memberikan suatu perlindungan yang efektif bagi pemegang saham sehingga meraka bisa memperoleh return atas investasi yang mereka tamankan pada perushaan. Hasil yang di dapat dalam penelitian alya menunjukan bahwa Good Corporate Governance
37 Suharto, Edi. Memperkuat tanggung jawab sosial perusahaan (Corporate Social Responsibility) pekerjaan Sosial di Dunia Industri. Bandung: Refika Aditama.
berpengaruh terhadap kinerja perusahaan yang diukur menggunakan ROE.
H4: political connection memoderasi pengaruh Good Corporate Governance terhadap kinerja perusahaan
4. Pengaruh Corporate Social Responsibility terhadap kinerja perusahaan yang dimoderasi political connection
Berkaitan dengan tanggung jawab sosial perusahaan, di sector perusahaan harus dan wajib untuk membuktikan adanya transparansi daloam tanggung jawab sosial yang ada dalam perusahaan. Secara global bahwa Corporate Social Responsibiliti dapat diartikan sebagai komitmen suatu bisnis yang diadakan oleh perusahaan untuk mengembangkan dan menaikan kondisi suatu perusahaan baik dari ekonomi, kemasyarakatan, dan lingkungan. koneksi politik merupakan salah satu factor yang sangat berpengaruh untuk strategi pengungkapan informasi tanggung jawab sosial.38 Dalam penelitian tengke hasil penelitianya menunjukan bahwa political connection berpengaruh positif dan signifikan terhadap corporate social responsibility. Berdasarkan keterkaitan diatas, maka hipotesis yang diajuakan adalah:
H4: political connection memoderasi pengaruh Corporate Social Responsibility terhadap kinerja perusahaan
38 Andre Sumingtio, „‟ Pengungkapan Tanggung Jawab Sosial Memoderasi Pengaruh Koneksi Politik Dan Kepemilikan Manajerial Terhadap Agresivitas Pajak, vol.32
Gambar 1.1 Kerangka Konseptual
Sumber: konsep yang dikembangkan dalam penelitian ini
Model penelitian ini di gambarkan pada gambar 1.1 yang memnjelaskan bahwa Good Corporate Governance Sebagai variable (X1), Corporate Social Responsibility sebagai variable (X2) dan political connection sebagai variable moderating (Z) berpengaruh pada kinerja perusahaan sebagai variable (Y).
Untuk persamaan matematisnya adalah sebagai berikut : Y = a + b1X1 + b2X2 + e
Y = a + b1X1 + b2X2 + b3Z + e
Y = a + b1X1 + b2X2 + b3Z + b4X1*Z + b4X1*Z + e Good Corporate
Governance (X1)
Corporate sosial responsibility
(X2)
POLITICAL CONECTION
(Z)
KINERJA PERUSAHAAN (Y)
H1
H2
H3 H4
Keterangan:
Y = Kinerja perusahaan a = konstanta
b1-4 = koefisien regresi
X1 = Good Corporate Governance X2 = Corporate Social Responsibility Z = Political Connection
E = eror
I. Sistematika Penulisan
Sistematika pembahasan pada penelitian ini merujuk pada Buku Pedoman Penulisan Karya Ilmiah Institut Agama Islam Negri Jember (IAIN) Jember. Sistematika pembahasan berisi tentang deskripsi alur pembahasan skripsi yang dimulai dari bab pendahuluan hingga pada bab penutup. Format penulisan sistematika pembahasan adalah bentuk deskriptif naratif, bukan seperti daftar isi.39Adapun sistematika pembahasan yang dimaksut sebagai berikut:
BAB I PENDAHULUAN
Pada bab ini memuat tentang latar belakang masalah, rumusan masalah, tujuan penelitian, manfaat penelitian, ruang lingkup penelitian, definisi operasional, asumsi penelitian, hipotesis, metode penelitian dan sistematika pembahasan
39 tim penyusun hal 80
BAB II KAJIAN KEPUSTAKAAN
Pada bab ini berisikan tentang uraian kajian kepustakaan beserta literatur yang berhubungan dengan skripsi. Penelitian terdahulu yang mencantumkan penelitian sejenis tentang Good Corporate Governance, Social Corporate Responsibility, kinerja perusahaan dan politic connection. Bab ini berfungsi sebagai landasan teori pada bab berikutnya guna untuk menganalisa data yang dihasilkan dari penelitian dan hipotesis.
BAB III METODE PENELITIAN
Pada bab ini terdapat metode yang digunakan peneliti yang meliputi pendekatan dan jenis penelitian, populasi dan sampel, Teknik dan instrument pengumpulan data, dan analisis data.
BAB IV PENYAJIAN DATA DAN ANALISIS
Pada bab ini terdapat inti atau hasil penelitian yang meliputi gambaran objek penelitian, penyajian data, analisis dan pengujian hipotesis, dan pembahasan
BAB V PENUTUP
Pada bab ini terdapat kesimpulan penelitian yang dilengkapi dengan saran saran dari peneliti dan di akhiri dengan penutup.
BAB II
KAJIAN KEPUSTAKAAN A. Penelitian Terdahulu
Pada bagian ini peneliti akan mencantumkan berbagai hasil penelitian terdahulu yang terkait dengan penelitian yang ingin diteliti, kemudian dibuatkan ringkasan, baik penelitian yang sudah terpublikasikan atau belum terbuplikasikan (skripsi, tetis, disertasi dan sebagainya). 40 Berikut ini adalah hasil kajian (penelitian terdahulu) yang focus penelitianya berkaitan berkaitan dengan Good Corporate Governance, Corporate Social Responsibility, political connection dan kinerja perusahaan:
1. Ulfa Maulidia melakukan sebuah penelitian yang berjudul “Analisis Pengaruh Intellectual Capital Dan Good Corporate Governance Terhadap Kinerja Keuangan Pada Bank Umum Syariah di Indonesia Dengan Leverage Sebagai Variabel Moderasi Periode 2014-2018‟‟ tahun (2019), institute agama islam negri salatiga. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pengaruh Intellectual Capital dan Good Corporate Governance terhadap Kinerja Keuangan dengan Leverage sebagai variabel moderasi. Jenis penelitian yang digunakan oleh peneliti ialah kuantitatif dengan analisis regresi berganda sebagai metode analisis data. Dan data sekunder serta laporan keuangan tahunan dan laporan pelaksanaan Good Corporate Governance pada bank umum Syariah untuk periode 2014- 2018, dengan alat Eviews 9. Hasil penelitian menujukan Intellectual
40 Tim penyusun, Pedoman Karya Tulis Ilmiah (jember: IAIN Jember Press), 80.
33
Capital berpengaruh positif signifikan terhadap kinerja keuangan (ROA) pada bank Syariah. Untuk Good Corporate Governance tidak berpengaruh terhadap kinerja keuangan (ROA) pada bank Syariah. Untuk Leverage tidak memodersi pengaruh Good Corporate Governance terhadap kinerja keuangan. Persamaan penelitian ini dengan penelitian yang dilakukan penulis terletak pada variable persamaan penelitian ini dengan penelitian yang dilakukan penulis terletak pada variable dependenden dan pada metode penelitian yang digunakan sama sama menggunakan metode penelitian kuantitatif. Perbedaaannya terletak pada variable independent, dalam penelitian terdahulu yang dilakukan oleh Ulfa Maulidia berupa kinerja keungan. sedangkan pada penelitian yang dilakukan oleh penulis hanya memfokuskan pada pada kinerja perusahaan. dalam penelitian terdahulu menggunakan analisis linier berganda. sedangkan penelitian yang dilakukan oleh penulis menggunkan MRA sebagai alat analisis.
Penelitian terdahulu menggunakan Eviews sebagai alat perhitungan.
Sedangkan penelitian sekarang menggunakan SPSS sebagai alat penghitungan.41
2. Novi Syiti Masitoh, Nurul Hidayah melakukan penelitian yang berjudul Pengaruh Penerapan Good Corporate Governance Terhadap Kinerja Perusahaan (Studi Empirik Pada Perusahaan Perbankan Di Bei Tahun 2014 – 2016) tahun 2018, universitas Mercu Buana, Jurnal Tekun. Vol 1.
No. 1. Maret. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh penerapan
41 Ulfa Maulidia, “Analisis Pengaruh Intellectual Capital Dan Good Corporate Governance Terhadap Kinerja Keuangan Pada Bank Umum Syariah di Indonesia Dengan Leverage Sebagai Variabel Moderasi Periode 2014-2018‟‟( skripsi, institute agama islam negri salatiga).
Good Corporate Governance terhadap kinerja perusahaan perbankan di BEI periode 2014-2016.