• Tidak ada hasil yang ditemukan

Analisis Peranan KH Abdul Hamid dalam Pengembangan Pesantren Salafiyah dan Implikasinya di Pasuruan

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2024

Membagikan "Analisis Peranan KH Abdul Hamid dalam Pengembangan Pesantren Salafiyah dan Implikasinya di Pasuruan"

Copied!
53
0
0

Teks penuh

Menyatakan bahwa skripsi yang berjudul “Analisis Perkembangan KH Abdul Hamid Dalam Perkembangan Pondok Pesantren Salafi dan Dampaknya Terhadap Pendidikan Pondok Pesantren di Pasuruan” memang asli karya saya, kecuali kutipan yang telah disebutkan. Judul : “Analisis Kemajuan KH Abdul Hamid Dalam Perkembangan Pondok Pesantren Selefiyah Dan Dampaknya Terhadap Pendidikan Pondok Pesantren Di Pasuruan”. Salah satu asrama Islam yang sudah lama berdiri di Indonesia adalah Asrama Islam Salafiyah yang terletak tepat di Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur.

Pertanyaan yang diteliti adalah peran KH Abdul Hamid dalam perkembangan pesantren salafiyah ini dan dampaknya terhadap pendidikan pesantren disekitarnya. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa peran KH Abdul Hamid cukup berpengaruh terhadap kemajuan dan perkembangan pondok pesantren Salafiyah. Judul : “Analisis Perjalanan KH Abdul Hamid Dalam Perkembangan Pondok Pesantren Salafi Dan Dampaknya Terhadap Pendidikan Pondok Pesantren Di Pasuruan”.

Permasalahannya bagaimana peran KH Abdul Hamid dalam pengembangan pesantren salafiyah ini dan apa dampak yang terjadi terhadap pendidikan pesantren disekitarnya. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa peran KH Abdul Hamid cukup berpengaruh terhadap kemajuan dan perkembangan hunian salafiyah. Skripsi yang berjudul “Analisis Kemajuan KH Abdul Hamid Dalam Perkembangan Pondok Pesantren Salafiyah Dan Dampaknya Terhadap Pendidikan Pondok Pesantren Di Pasuruan” merupakan tugas akhir yang harus diselesaikan untuk memperoleh Magister Ilmu Tarbiyah Magister Agama (M.Ag) Konsentrasi pada Program Studi Agama Islam Program Pascasarjana Sarjana (S2) Institut Ilmu Al-Quran (IIQ) Jakarta.

Pengasuh Pondok Pesantren Salafiyah, KH Idris Hamid, sepupu penulis yang membantu selama di Pasuruan, ustadz Abu Yazid dan keluarga, staf tata usaha ustadz Ruhima beserta stafnya, guru tertua, ustadz Hudhori Noor.

PEDOMAN TRANSLITERASI ARAB- LATIN

Konsonan

Vokal

ةرقبلا

PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah

Identifikasi Masalah

Setelah uraian latar belakang masalah diatas, ada beberapa permasalahan yang dapat penulis identifikasi, yaitu.

Pembatasan dan Rumusan Masalah

Tujuan Penelitian

Kegunaan Penelitian

  • Manfaat Teoritis
  • Manfaat Praktis

Penelitian ini dapat memberikan informasi berharga dan memberikan kontribusi bagi pengembangan ilmu pengetahuan, khususnya dalam pengembangan pendidikan Islam; Ditambah lagi kekayaan buku-buku penelitian perpustakaan yang dapat dijadikan sebagai sumber rujukan untuk menunjang ilmu pengetahuan. Hal ini menjadikan KH Abdul Hamid sebagai sosok umat yang patut dijadikan teladan dan teladan dalam kiprahnya sebagai pemimpin dan pelaksana pendidikan di negeri Indonesia tercinta ini.

Sebagai sumber informasi bagi pembaca tentang pentingnya reformasi pendidikan untuk mencapai tujuan dan sasaran.

Metode Penelitian

  • Pendekatan dan Jenis Penelitian
  • Lokasi Penelitian
  • Sumber dan Jenis Data
  • Teknik Pengumpulan Data
  • Analisis Data

Desain studi kasus dalam penelitian ini adalah desain kasus tunggal yang artinya peneliti fokus pada kasus-kasus yang telah diidentifikasi.16 Dalam melakukan penelitian studi kasus ini, ada beberapa pertimbangan yang ditawarkan oleh Robert K. Yinyang. terobosan-terobosan tersebut, yaitu: 1). Studi kasus harus signifikan, artinya kasus yang disajikan mengemukakan sesuatu yang unik dan benar-benar khas, serta berkaitan dengan kepentingan masyarakat atau masyarakat umum. Yin, Desain & Metode Studi Kasus, Penerjemah M. 18 . dari berbagai sudut pandang harus diantisipasi dengan baik.

Untuk mengetahui latar belakang peristiwa yang diteliti maka informan yang diwawancarai dikembangkan penentuan informan kunci sesuai dengan perkembangan penelitian serta arahan dari pengurus asrama Islam mengenai permasalahan yang akan diteliti. Penelitian ini dilakukan di Pondok Pesantren Salafiyah Pasuruan yang terletak di kota Pasuruan, Jawa Timur. Oleh karena itu, sumber data primer dalam penelitian ini adalah sumber yang diperoleh dan dikumpulkan langsung dari informan yang nantinya akan penulis laksanakan di lapangan.

Sumber data sekunder adalah sumber data penelitian yang diperoleh secara tidak langsung melalui media perantara (diperoleh dan dicatat oleh orang lain).20 Data sekunder dalam penelitian ini diambil dari berbagai buku, artikel, jurnal ilmiah, dokumen, serta data relevan yang telah dikumpulkan. diunggah secara online melalui Internet, dan data penelitian serta observasi lain yang relevan terkait dengan fokus penelitian. Menurut Lofland, sumber data utama dalam penelitian kualitatif adalah kata-kata, dan selebihnya merupakan data tambahan, seperti dokumen, dll.21 Pengumpulan data merupakan sesuatu yang sangat penting dalam penelitian ilmiah. Penentuan dan pemilihan metode ini sangat bergantung pada posisi objek yang akan diamati sebagai berikut: 23.

Observasi partisipatif adalah suatu proses pengamatan internal yang dilakukan oleh pengamat yang ikut serta dalam kehidupan masyarakat yang akan diamati. Sebaliknya, pengamat yang hanya berpura-pura berpartisipasi dalam kehidupan orang yang diamati disebut partisipasi semu. Observasi sistematis dan observasi nonsistematis Observasi sistematis adalah observasi yang dilakukan dengan cara mendefinisikan secara sistematis faktor-faktor yang akan diamati lengkap dengan kategorinya.

Sedangkan observasi yang dilakukan tanpa terlebih dahulu mempersiapkan dan membatasi kerangka yang akan diamati disebut observasi nonsistematis.Dari beberapa teknik observasi, peneliti menggunakan observasi partisipan. Dalam hal ini penulis berusaha mengumpulkan sebanyak-banyaknya data sejarah yang berkaitan dengan pokok bahasan tersebut melalui penelitian kepustakaan, yang kegiatannya dilakukan dengan mengumpulkan data dari berbagai literatur, baik dari perpustakaan maupun tempat lain, yang memuat informasi tentang KH Abdul Hamid Pasuruan. , maupun yang berkaitan dengan penelitian ini.27 b. Selanjutnya dikategorikan dengan data-data yang sejenis, dianalisis secara kritis guna memperoleh rumusan yang konkrit dan memadai, sehingga pada akhirnya digunakan sebagai bagian dalam penarikan kesimpulan sebagai tanggapan. dengan rumusan masalah yang ada.30 Dari situ peneliti akan mencari data yang relevan dengan fokus penelitian ini. yaitu untuk menjawab fokus permasalahan.

Studi Pustaka

Karena pada tahap ini pekerjaan dapat dilanjutkan dan dimanfaatkan sedemikian rupa sehingga dihasilkan suatu penyampaian yang benar-benar dapat digunakan untuk menjawab permasalahan yang telah dirumuskan. Analisis data adalah proses pengorganisasian dan pemilahan data ke dalam pola kategoris dan uraian dasar sehingga dapat ditemukan tema dan dapat dirumuskan hipotesis kerja yang dirumuskan oleh data tersebut.29. Teknik analisis penulisan ini adalah analisis isi atau content analysis, yaitu pengolahan data dengan cara memilah-milahnya tersendiri sehubungan dengan pembahasan beberapa gagasan atau pemikiran tokoh pendidikan, yang kemudian dideskripsikan, dibahas dan dikritisi.

Penelitian disertasi Ahmad Zaini (1998), mahasiswa pascasarjana McGill University Kanada, berjudul Kiai Haji Abdul Wahed Hasyim: kontribusinya terhadap reformasi pendidikan Islam dan nasionalisme Indonesia selama abad kedua puluh. Kajian ini membahas tentang kontribusi Wahid Hasyim terhadap perkembangan lembaga pendidikan tradisional (pondok pesantren) dan keterlibatannya dalam dunia politik pada masa penjajahan dan kemerdekaan. Imam Bawani, PhD tesisnya, 1995, dengan fokus penelitian pada eksistensi kelembagaan pesantren sebagai lembaga pendidikan dengan judul Pondok Pesantren Anak Sedayu Gresi berkembang pada enam pilar yaitu nilai-nilai pesantren, latar belakang santri, kepedulian terhadap anak dalam asrama, kegiatan pendidikan dalam kehidupan sehari-hari, peran lingkungan pesantren dan kelangsungan belajar santri.32 Sumber atau tokoh utama yang merumuskan nilai-nilai pesantren di pesantren anak Sedayu adalah KH.

31 Ahmad Zaini, Kiai Haji Abdul Wahed Hasyim: Kontribusinya terhadap Reformasi Pendidikan Muslim dan Nasionalisme Indonesia Selama Abad Kedua Puluh, (Kanada: McGill University, 1998) hal. 32 Imam Bawani, Pondok Pesantren Sidayu Gresik, Jawa Timur, Kajian Pendidikan dan Perkembangannya, “Disertasi Doktor” (Yogyakarta: Pascasarjana IAIN Sunan Kalijaga Yogyakarta 1995), hal. Penelitian dalam tesis Mukani (2005), mahasiswa program pascasarjana IAIN Sunan Ampel Surabaya, pemikiran pendidikan KH Hasyim Asy'ari dan relevansinya dengan solusi permasalahan pendidikan saat ini, penelitian ini menjelaskan konsep manusia dan ilmu pengetahuan dalam pendidikan, orientasi pendidikan, materi pelajaran , interaksi guru dengan siswa dan pengaruh lingkungan pendidikan.

Penelitian ini membahas tentang pola kepemimpinan tujuh orang pimpinan (wali) Pondok Pesantren Tebuireng Jombang dalam pengembangan pendidikan di Pondok Pesantren sejak kepemimpinan KH. Wahid Hasyim dalam skripsi ini disebutkan sebagai wali pesantren yang tipe kepemimpinannya kharismatik dan efektif mengingat berbagai perkembangan modern di luar negeri. Reorientasi arah pendidikan Islam pesantren yang dilakukan Kiai Wahid Hasyim didasari oleh kenyataan adanya tuntutan masyarakat yang tidak hanya membutuhkan tokoh ulama saja.

Penelitian tesis Agus Mahfud (2011), Mahasiswa Pascasarjana Magister Manajemen Pendidikan Universitas Muhammadiyah Surakarta, Pendidikan Islam Berbasis Ajaran Demokrasi KH Abdurrahman Wahid (studi situs Medresah Tsanawiyah Negeri Gembong Pati). Sedangkan Zuhratul Latifah dan Ibrahim Alfian.34 Dalam tesisnya berjudul Pandangan KH Wahid Hasyim tentang Agama dan Politik. Ia memaparkan peran dan pemikiran KH Wahid Hasyim di bidang pemerintahan semasa menjabat menteri serta pandangannya terhadap agama dan fanatisme.

Sistematika Pembahasan

Kiprah KH Abdul Hamid dalam mengembangkan kemajuan Pondok Pesantren Salafiyah antara lain : Sejarah Pendidikan Pondok Pesantren sebelum dan sesudah kepemimpinan KH Abdul Hamid, Periodisasi Naik Turunnya Pondok Pesantren, Awal Mula Perkembangannya keberadaan pesantren dan dampak perkembangan pesantren terhadap pendidikan pesantren di wilayah Pasuruan. Bab ini berisi kesimpulan penelitian dan saran yang relevan, serta daftar lampiran.

DAFTAR RIWAYAT HIDUP

Referensi

Dokumen terkait

Tesis yang berjudul ‚ Peran Alumni dalam Pengembangan Unit Usaha Pesantren (Studi Kasus Pondok Pesantren Nurul Jadid) ‛ ini merupakan hasil penelitian yang

Didirikan pondok pesantren Darul Arqom pada dasarnya ditekankan pada pendidikan dan pengajaran Islam, dan hal ini juga merupakan ciri khas pondok pesantren. 43 Dalam hal

Hasil dari pengembangan inovasi yang terjadi di pondok pesantren salafiyah Darussalamah Braja Dewa lampung dalam menghadapi era globalisasi yaitu dengan menggunakan

Institut Pesantren KH. Abdul Chalim melalui PPTI membuka segala bentuk pelatihan dan kerjasama yang berhubungan dengan TIK. Tujuan dari pelatihan atau kerjasama

Oleh karena itu penelitian ini dibatasi dengan kajian manajemen kurikulum di Pondok Pesantren Salafiyah Kasyiful ‘Ulum yang menyangkut tujuan pendidikan, materi

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa 1 Perencanaan pembelajaran kitab kuning di Pondok Pesantren Malang Pesantren Salafiyah Syafi‟iyah Nurul Huda Mergosono dan Pesantren

Berdasarkan hasil dari penelitian peran kepemimpinan KH Muhammad Ridwan dalam pengembangan dakwah di Pondok Pesantren Al-Islamiyyah, maka penulis dapat menyimpulkan bahwa:

di Madrasah Aliyah Salafiyah Pondok Tremas Pacitan Dampak dari kebijakan ini adalah ”terpinggirkannya” lembaga pendidikan pesantren dari sistem pendidikan nasional4.