Dalam skripsi ini penulis mengambil judul “Analisis Peran Sistem Informasi Akuntansi Dalam Pembayaran Klaim Nasabah Pada PT Asuransi Jiwa Nusantara”. Latar belakang itulah yang mendorong penulis untuk menulis skripsi yang berjudul “Analisis Peran Sistem Informasi Akuntansi Dalam Pembayaran Klaim Nasabah Pada PT Asuransi Jiwa Nusantara”. Permasalahan yang diangkat dalam penelitian ini adalah bagaimana proses dan tata cara pembayaran klaim dengan sistem informasi akuntansi, untuk melihat perbedaan sistem informasi lama dan baru.
Apakah sistem informasi akuntansi yang dibangun perusahaan sudah cukup untuk mendukung kemudahan penanganan klaim asuransi dari pelanggan? Aspek yang akan dikaji dalam penelitian ini terkait dengan analisis sistem informasi akuntansi dalam proses pembayaran klaim pelanggan. Apakah aplikasi sistem informasi akuntansi dapat mendukung pengembangan bisnis menuju E-business (produk jaminan bisnis elektronik)?
Memahami pemanfaatan sistem informasi akuntansi untuk mendukung akselerasi pelayanan nasabah dan kemampuan pengembangan produk yaitu produk asuransi elektronik. Bagi pihak kampus, sebagai masukan bagi pengembangan ilmu pengetahuan khususnya pada bidang mata kuliah konsentrasi sistem informasi akuntansi.
PENDAHULUAN
Latar Belakang Masalah
Masalah Penelitian…
- Identifikasi Masalah
- Pembatasan Masalah
- Perumusan Masalah
Tujuan Penelitian
Manfaat Penelitian
Sistematika Penulisan
LANDASAN PEMIKIRAN TEORITIS
Tinjauan Pustaka
- Pengertian Sistem
- Pengertian Informasi
- Sistem Informasi
- Sistem Informasi Akuntansi…
- Unsur-unsur Dalam SIA…
- Peran SIA Dalam Organisasi
- Sistem Informasi Manajemen
- E-Business
- Database Management System
- Pemrosesan Batch dan Real time
- Perbedaan Antara Sistem Batch dan Real time….25
2 Hall, James.A (2007), Sistem Informasi Akuntansi, Edisi Keempat, Jakarta: Salemba Empat.. b) Elemen yang lebih besar disebut supersistem. Sistem informasi akuntansi adalah kumpulan sumber daya, seperti manusia dan peralatan, yang diorganisasikan dan dirancang untuk mengubah data keuangan atau data lainnya menjadi informasi. Sistem informasi dimaksudkan untuk menginformasikan seluruh tingkatan manajemen, yaitu; manajemen tingkat atas, manajemen tingkat menengah, dan manajemen tingkat junior.
Perangkat keras berguna sebagai sarana untuk memasukkan, mengolah dan mengeluarkan seluruh data transaksi finansial dan non finansial hingga menjadi sebuah sistem informasi yang dapat digunakan oleh semua pengguna yang membutuhkannya. Komputer jenis ini banyak digunakan oleh bank-bank besar yang hampir semuanya telah memiliki sistem informasi terpusat. Laudon (2008:21) menjelaskan bahwa “perangkat lunak terdiri dari instruksi program terperinci yang memantau dan mengoordinasikan komponen perangkat keras dalam suatu sistem informasi”.10.
Laudon (2008:19) menjelaskan bahwa “bidang sistem informasi manajemen berkaitan dengan masalah perilaku dan masalah teknis yang berkaitan dengan pengembangan, penggunaan dan pengaruh sistem informasi yang digunakan oleh manajer dan karyawan di perusahaan”12. Laudon juga menjelaskan bahwa sistem informasi manajemen memberikan laporan rutin dan ringkasan data transaksi kepada manajer menengah dan manajer operasional untuk memberikan jawaban terhadap masalah keputusan terstruktur dan semi terstruktur.
Asuransi…
- Pengertian Asuransi
- Manfaat Asuransi
- Jenis Usaha Perasuransian
- Asuransi Jiwa
- Pengertian
- Karakteristik Usaha Asuransi Jiwa
- Manfaat Asuransi Jiwa
- Ruang Lingkup Asuransi Jiwa
- Underwriting (pertanggungan)
Memberikan jasa di bidang reasuransi terhadap risiko-risiko yang dihadapi oleh perusahaan asuransi non-jiwa dan/atau perusahaan asuransi jiwa. Undang-Undang Nomor 2 Tahun 1992 menjelaskan bahwa asuransi jiwa memberikan pelayanan dalam menangani risiko-risiko yang berkaitan dengan hidup atau matinya tertanggung. Industri asuransi jiwa merupakan suatu sistem perlindungan terhadap risiko keuangan yang berkaitan dengan hidup atau matinya seseorang dan juga merupakan upaya untuk menghimpun dana masyarakat.
Premi merupakan pendapatan perusahaan asuransi, selain hasil investasi, yang merupakan kegiatan yang tidak terpisahkan dari bisnis asuransi jiwa. Liabilitas keuangan perusahaan asuransi jiwa berkaitan dengan ketidakpastian suatu peristiwa yang akan terjadi sehingga mempengaruhi penyajian laporan keuangan. Perusahaan asuransi jiwa harus memenuhi kesehatan keuangan sesuai peraturan perundang-undangan di bidang asuransi, misalnya margin solvabilitas.
Biasanya polis asuransi jiwa ini diterbitkan dengan jumlah tertentu, katakanlah Rp atau lebih, dengan premi yang dibayarkan setiap tahun, semesteran, triwulanan, atau bulanan. Merupakan asuransi jiwa yang biasanya diterbitkan tanpa adanya pemeriksaan kesehatan kepada sekelompok orang berdasarkan satu polis induk dimana setiap anggota kelompok tersebut mendapat sertifikat keikutsertaan.
Kerangka Pemikiran
METODE PENELITIAN
- Waktu dan Tempat Penelitian
- Jenis Penelitian
- Metode Pengumpulan Data
- Sumber Data
- Tehnik Pengumpulan Data
- Metode Analisa Data
- Tehnik Pengolahan Data
Pemasar PT Asuransi Jiwa Nusantara mengirimkan SPAJ ke Departemen Asuransi Jiwa Grup (AJK). Pemasar PT Asuransi Jiwa Nusantara mengirimkan kembali surat tersebut ke Departemen Asuransi AJK (perusahaan asuransi u.p.). Pemasar PT Asuransi Jiwa Nusantara akan meneruskannya ke Departemen Asuransi AJK untuk diproses lebih lanjut (u.p. Underwriter).
Pemegang polis menyiapkan dan mengirimkan dokumen penutup (Surat Pernyataan Kesehatan (SP03), Dokumen Kesehatan, dokumen lainnya) ke dealer PT Asuransi Jiwa Nusantara. Indikator PT Asuransi Jiwa Nusantara mengirimkan surat Ekstra Premi kepada Divisi Asuransi AJK (U.p. Underwriter). Indikator PT Asuransi Jiwa Askrida meneruskannya ke AJK Bagian Asuransi (di atas pengusaha) untuk diproses lebih lanjut.
Asuransi Jiwa Nusantara mengirimkan dokumen penutup ke bagian AJP untuk pertanggungan untuk diproses lebih lanjut. Asuransi Jiwa Nusantara menyerahkan perjanjian diskon tambahan premi kepada divisi AJP untuk pertanggungan.
ANALISIS DAN PEMBAHASAN
Gambaran Umum Obyek Penelitian
- Sejarah Singkat Perusahaan
- Visi dan Misi Perusahaan
- Struktur Organisasi dan Job Description
Pengurus utama dan penanggung jawab struktur organisasi dan operasional Nusantara Jiwa mempunyai tugas, tanggung jawab, hak dan wewenang sebagai berikut. Melakukan perhitungan nilai secara berkala dan tahunan serta laporan ahli dari bidang aktuaria sesuai formulir yang dikeluarkan oleh menteri. Sektor asuransi mempunyai tugas, tanggung jawab, hak dan wewenang sebagai . yaitu : 1. Tugas... a) Membuat usulan penyusunan rencana anggaran dan program kerja serta hal-hal yang berkaitan dengan pekerjaan perorangan, kelompok dan reasuransi.
Meneruskan dokumen polis ke bagian reasuransi; ..v. Menyelesaikan hal-hal yang berkaitan dengan pertanggungan asuransi kelompok.
Sistem dan Prosedur Asuransi
- Sistem Administrasi Penerbitan Polis Induk AJK
- Sistem Seleksi Sesuai dengan Underwriting Limit AJK…63
- Sistem Administrasi Penerbitan Polis AJP
- Sistem Administrasi Pembayaran Biaya Penutupan AJK
- Cara Menghitung Umur
- Cara Menghitung Besar Premi
- Asuransi Nusantara Berjangka
- Penjelasan Prosedur Penagihan Premi Lanjutan
- Pengajuan Pembayaran Manfaat Asuransi/klaim
- Dokumen dan Persyaratan Pengajuan Manfaat…101
- Penyelesaian Pembayaran Klaim
- BIDANG KEUANGAN
- Prosedur Penerimaan Premi Pertama
- Prosedur Pembayaran Premi Lanjutan
- Pembayaran Klaim Asuransi
- Administrasi Pelaporan Bulanan Pemasar
Daftar peserta sebanyak 1 rangkap, bukti penerimaan Premi sebanyak 1 rangkap dan surat pengantar diserahkan kepada PT Asuransi Jiwa Nusantara Marketer.
Pelaksanaan Sistem Komputerisasi pada PT AJN
Analisis Sistem Prosedur PT Asuransi Jiwa Nusantara
Polis di PT Asuransi Jiwa Nusantara terdiri dari 2 (dua) polis yaitu polis individu dan polis grup. Sebab, PT Asuransi Jiwa Nusantara juga menjalin kerja sama dengan bank pemerintah daerah, bank perkreditan rakyat, bank simpanan negara, dan penyedia jasa tenaga kerja Indonesia (PJTKI). Dalam pengelolaan data asuransi nasabah secara keseluruhan, perusahaan menggunakan sistem Oracle untuk menggantikan sistem sebelumnya (Clipper).
Jika dilihat dari kemudahan pengoperasian, detail dan kehandalan data sistem Oracle yang digunakan saat ini relatif lebih unggul jika dibandingkan dengan Clipper. Nusantara Apelmas merupakan program asuransi jiwa kelompok yang memberikan santunan asuransi berupa pembayaran uang pertanggungan apabila peserta/tertanggung meninggal dunia dalam masa pertanggungan asuransi berupa pembayaran uang pertanggungan apabila peserta/tertanggung. Nusantara Asta Prima adalah program Asuransi Kelompok yang dirancang khusus oleh Penanggung yang merupakan upaya memberikan kesejahteraan dan perlindungan kepada Peserta sebagai Tertanggung, berupa Dana Tabungan apabila terjadi pengunduran diri/ PHK atau pemutusan hubungan kerja (kontrak kerja) atau pensiun, santunan kematian wajar, santunan kematian karena kecelakaan, cacat tetap, baik total maupun sebagian karena kecelakaan, ditambah santunan tunai harian (cash benefit) jika peserta dan keluarganya jatuh sakit dan memerlukan perawatan di rumah sakit (hospital care).
Nusantara Berjangka adalah program asuransi jiwa dimana penanggung wajib membayar manfaat asuransi kepada ahli waris apabila tertanggung/peserta meninggal dunia pada masa pertanggungan asuransi, dan apabila tertanggung/peserta masih hidup pada akhir masa pertanggungan maka penanggung tidak wajib melakukan apa pun untuk membayar. Nusantara Dwiguna Executive adalah program asuransi yang khusus ditujukan bagi “Eksekutif” yang memberikan perlindungan berupa: Nusantara Executive Plus merupakan program asuransi yang khusus diperuntukkan bagi “Eksekutif” yang memberikan perlindungan berupa jaminan finansial kepada Eksekutif dan keluarganya ketika masa jabatannya berakhir atau selama masa jabatannya.
Pegawai Nusantara Idaman pada dasarnya merupakan upaya pemberian dana hari tua bagi pegawai jika pegawai suatu saat pensiun atau berhenti bekerja, santunan cacat apabila pegawai mengalami kecacatan akibat kecelakaan dan santunan kematian bagi keluarga apabila yang bersangkutan meninggal dunia. selama masa layanan. Manfaat Tunai Nusantara (Khusus Penabung) adalah Program Asuransi Kesehatan Rawat Inap yang memberikan Manfaat Asuransi berupa Dana Tunai Harian apabila Peserta/Tertanggung mengalami sakit dan dirawat di rumah sakit selama masa pertanggungan asuransi. Kalaupun dokumen yang dipersyaratkan sudah lengkap, proses pembayaran klaim hanya bisa diselesaikan 1 hari setelah penyerahan.
Asuransi Jiwa Nusantara efektif membantu proses pembayaran klaim nasabah PT Asuransi Jiwa Nusantara. Hal ini dapat kami katakan karena para karyawan atau pengguna merasa bahwa sistem Oracle yang ada di perusahaannya banyak membantu mereka dalam setiap proses input, proses dan output. Sistem e-business yang digunakan akan lebih baik jika dapat dikembangkan untuk memudahkan nasabah dalam mengajukan klaim melalui internet atau ATM, sehingga dapat menjadi keunggulan kompetitif bagi PT Asuransi Jiwa Nusantara.
Keunggulan Sistem Oracle dengan Sistem Sebelumnya
Jenis-jenis Produk Asuransi Jiwa Kumpulan dan Kesehatan
Perhitungan Tingkat Efektivitas Proses Pembayaran Klaim
Pada perhitungan tingkat efektivitas dibawah ini, data yang digunakan adalah data klaim yang diajukan dan dibayar selama tahun 2008. Dalam perhitungan ini, sistem dapat dikatakan meningkatkan tingkat efektivitas jika mampu menyelesaikan proses klaim pada rata-rata dalam waktu kurang dari seminggu. Berdasarkan perhitungan di atas, terlihat rata-rata penyelesaian klaim membutuhkan waktu 3 hingga 4 hari per bulan.
Keadaan normal yang dimaksud disini adalah proses pengajuan klaim hingga pembayaran tidak menemui kendala yang dapat menunda proses pembayaran klaim, seperti Hal ini terlihat dari rata-rata proses penanganan klaim mulai dari pengajuan klaim hingga pembayaran hanya membutuhkan waktu 3 hingga 4 hari. Sistem masih terkendala proses bisnis, termasuk fitur tanda tangan direktur yang tidak tergantikan.
Selain kesimpulan di atas, penulis juga mencoba memberikan beberapa saran untuk lebih meningkatkan efektivitas layanan asuransi. Sedangkan untuk kelengkapan dokumen tambahan harus lebih diperketat agar klaim tidak tertunda hingga 90 hari jika ada dokumen yang tidak lengkap. Sebaiknya fungsi tanda tangan dapat dilakukan oleh pejabat pengganti yang diberi wewenang oleh perusahaan tanpa kehadiran direktur yang bersangkutan, sehingga tidak ada fungsi yang dihentikan.
KESIMPULAN DAN SARAN
Kesimpulan
Saran
Untuk memudahkan pelaksanaannya, sebaiknya sistem penagihan dan pembayaran premi ada pada menu sistem yang terintegrasi, sehingga tidak ada sistem lagi.