• Tidak ada hasil yang ditemukan

Analisis dan Perbaikan Efisiensi Waktu pada Proses Produksi UMKM Pisang Keju

N/A
N/A
azwakh

Academic year: 2024

Membagikan "Analisis dan Perbaikan Efisiensi Waktu pada Proses Produksi UMKM Pisang Keju"

Copied!
12
0
0

Teks penuh

(1)

Analisis dan Perbaikan Efisiensi Waktu pada Proses Produksi UMKM Pisang Keju”

REKAYASA SISTEM KERJA SEMESTER GANJIL 2023/2024

(Disusun untuk memenuhi tugas Rekayasa Sistem Kerja)

OLEH:

AZWA KHOIRUNISYAH 2211019

PROGRAM STUDI TEKNIK INDUSTRI FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI

INSTITUT TEKNOLOGI BATAM 2024

(2)

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

Metode sampling pekerjaan pertama kali digunakan oleh seorang sarjana Inggris bernama LH.C. Tippett dalam aktifitas keperluannya di industri tekstil Selanjutnya metode ini digunakan untuk mengumpulkan informasi mengenai kerja mesin atau operatornya. Metode sampling pekerjaan sangat efisien karena informasi yang dikehendaki dapat diperoleh dalam waktu yang relatif lebih singkat dan dengan biaya yang tidak terlalu besar. Metode ini juga efektif karena dengan cepat dan mudah cara ini akan dapat dipakai untuk menentukan waktu longgar yang tersedia untuk suatu pekerjaan, pendayagunaan mesin sebaik-baiknya, dan penetapan waktu baku untuk proses produksi

Sampling kerja atau sering disebut juga sebagai work sampling ratio delay study atau random observation method adalah suatu teknik untuk mengadakan sejumlah besar pengamatan terhadap aktifitas kerja dari mesin, peroses atau pekerja Pengukuran kerja metode sampling pekerjaan seperti halnya pengukuran kerja pada jam hentu, dapat diklasifikasikan sebagai pengukuran kerja secara langsung, karena pelaksanaan kegiatan pengukuran harus secara langsung di tempat kerja yang diteliti.

Metode pengukuran waktu kerja produksi pisang keju menggunakan metode work sampling adalah sebuah teknik yang digunakan untuk mengukur waktu yang dihabiskan oleh pekerja dalam melakukan tugas produksi pisang keju. Metode ini memungkinkan untuk menentukan rata-rata waktu yang diperlukan untuk menyelesaikan suatu tugas, sehingga dapat membantu dalam perencanaan produksi dan peningkatan efisiensi. Metode work sampling dapat memberikan informasi terkait dengan alokasi waktu pekerja, identifikasi aktivitas yang memakan banyak waktu, dan evaluasi kinerja keseluruhan. Dengan demikian, penggunaan metode work sampling dalam pengukuran waktu kerja produksi pisang keju dapat membantu dalam meningkatkan produktivitas dan efisiensi operasional.

Penerapan metode ini juga memungkinkan untuk melakukan perbandingan antara waktu standar yang seharusnya diperlukan untuk menyelesaikan suatu tugas dengan waktu aktual yang dihabiskan oleh pekerja. Hal ini dapat membantu manajemen dalam mengevaluasi kinerja

(3)

pekerja serta mengidentifikasi potensi penyebab ketidaksesuaian antara waktu standar dan waktu aktual.

1.2 Tujuan dan Manfaat Pengukuran Waktu

Tujuan dari pengukuran waktu kerja proses produksi pisang keju dengan metode work sampling adalah untuk mengidentifikasi dan memahami pola aktivitas kerja yang terjadi selama proses produksi. Beberapa tujuan khusus meliputi:

1. Optimalisasi Efisiensi: Work sampling membantu mengidentifikasi potensi peningkatan efisiensi dalam proses produksi pisang keju. Dengan mengetahui frekuensi dan durasi setiap aktivitas, perusahaan dapat mencari cara untuk mengurangi waktu yang tidak produktif atau mengidentifikasi bottleneck yang memperlambat produksi.

2. Penilaian Kinerja Tenaga Kerja: Work sampling dapat memberikan gambaran tentang sejauh mana tenaga kerja mematuhi prosedur kerja dan sejauh mana mereka memanfaatkan waktu dengan efektif. Hal ini dapat digunakan untuk mengevaluasi kinerja individu atau tim kerja.

3. Perencanaan Tenaga Kerja dan Jadwal Produksi: Dengan pemahaman yang lebih baik tentang distribusi waktu pada berbagai tugas, perusahaan dapat merencanakan penjadwalan produksi dengan lebih efektif. Ini membantu menghindari penumpukan pekerjaan atau kelebihan beban pada suatu stasiun kerja.

4. Pengukuran Produktivitas: Work sampling memberikan data yang akurat untuk mengukur produktivitas pada berbagai tahapan proses produksi. Data ini dapat digunakan untuk membandingkan produktivitas antar waktu atau antar departemen.

5. Penentuan Standar Waktu Kerja: Work sampling dapat membantu dalam penentuan standar waktu kerja untuk setiap tugas atau aktivitas dalam proses produksi pisang keju.

Standar waktu ini dapat digunakan sebagai dasar untuk perencanaan produksi dan perhitungan biaya.

Manfaat dari pengukuran waktu kerja dengan metode work sampling mencakup peningkatan efisiensi, pengelolaan tenaga kerja yang lebih baik, pengendalian biaya produksi, dan peningkatan kualitas produk melalui perbaikan proses. Dengan demikian, work sampling memberikan landasan data yang kuat untuk pengambilan keputusan dalam mengelola dan mengoptimalkan proses produksi pisang keju.

(4)

BAB II

METODE PENGUKURAN

Metode work sampling adalah teknik pengukuran waktu yang digunakan untuk memperkirakan proporsi waktu yang dihabiskan oleh pekerja dalam melakukan tugas-tugas tertentu. Metode ini memungkinkan pengukuran waktu dilakukan secara efisien tanpa memerlukan pengawasan langsung terhadap setiap aktivitas pekerja. Dalam konteks pembuatan pisang keju, metode work sampling dapat digunakan untuk mengidentifikasi proporsi waktu yang dihabiskan untuk setiap tahapan dalam proses produksi, seperti persiapan bahan, pencampuran adonan, proses pemanggangan, hingga proses packaging.

Langkah-langkah sebelum melakukan pengukuran:

1. Menentukan tujuan pengukuran 2. Lakukan penelitian pendahuluan 3. Memilih operator-operator yang baik 4. Melakukan pemisahan kegiatan

5. Menyiapkan peralatan yang diperlukan (papan pengamatan, lembaran pengamatan, pena dan lain sebagainya).

Adapun parameter yang diukur yaitu ada banyaknya kunjungan, persentase produktif, kecukupan data, keseragaman data, waktu baku dan penentuan kebutuhan tenaga kerja.

(5)

BAB III

DESKRIPSI PROSES PRODUKSI

1. Campurkan tepung terigu, air mineral, dan satu sendok garam dapur ke dalam sebuah wadah. Aduk menggunakan sendok atau mixer hingga merata. Lakukan pengadukan sampai adonan tepung terigu, air mineral, dan garam dapur berubah teksturnya menjadi kental.

2. Kupas kulit pisang. Sediakan wadah untuk meletakan pisang. Potong pisang yang sudah dikupas kulitnya menjadi irisan - irisan kecil. Usahakan irisan tidak terlalu tipis dan tidak terlalu tebal.

3. Siapkan wajan penggorengan. Tuangkan minyak goreng yang telah disediakan ke dalam wajan. Panaskan dengan suhu sedang. Tunggu sampai minyak mendidih.

4. Sembari menunggu minyak mendidih, masukan pisang yang sudah dipotong menjadi irisan kecil ke dalam wadah berisi adonan tepung terigu, air mineral dan garam dapur.

Biarkan beberapa saat hingga meresap.

5. Setelah minyak goreng mendidih, masukan irisan pisang yang telah dilumuri dengan adonan tepung terigu ke dalam penggorengan. Tunggu hingga pisang berubah warna menjadi kecoklatan dan tampak lapisan kulit garing.

6. Angkat dan tiriskan pisang goreng. Gunakan kertas minyak untuk mempercepat proses penirisan.

7. Dinginkan pisang yang sudah digoreng.

8. Sembari menunggu tirisan dan pendinginan pisang goreng, ambil keju PROCHIZ Cheddar yang sudah disiapkan, parut menjadi butiran keju panjang. Cairkan coklat batang manis untuk mendapatkan coklat leleh yang akan dijadikan topping. Atau coklat batang manis bisa diparut saja.

9. Letakan pisang goreng pada satu wadah baru. Campurkan topping keju yang sudah diparut dan coklat batang manis yang dilelehkan atau diparut.

10. Pisang Keju Coklat Goreng sudah siap disajikan dan disantap bersama keluarga.

(6)

BAB IV

HASIL PENGUKURAN 4.1 Rekapitulasi Data

a. Bilangan Random

Bilangan Random

0 2 3 4 5 7 9 10

11 12 13 17 19 21 23 24

25 28 30 35 36 48 49 50

51 52 54 55 56 57 58 60

61 63 64 65 66 67 68 69

72 74 75 76 78 80 81 83

b. Waktu Pengamatan 1 bilangan random= 5 menit

Hari Ke-1

No Bilangan Random Jam Produktif Non-Produktif

1. 0 08:00 ✓

2. 2 08:10 ✓

3. 3 08:15 ✓

4. 4 08:20 ✓

5. 5 08:25 ✓

6. 7 08:35 ✓

7. 9 08:45 ✓

8. 10 08:50 ✓

9. 11 08:55 ✓

10. 12 09:00 ✓

11. 13 09:05 ✓

12. 17 09:10 ✓

13. 19 09:35 ✓

14. 21 09:45 ✓

15. 23 09:55 ✓

16. 24 10:00 ✓

17. 25 10:05 ✓

18. 28 10:20 ✓

19. 30 10:30 ✓

20. 35 10:55 ✓

21. 36 11:00 ✓

22. 37 11:05 ✓

23. 38 11:10 ✓

24. 42 11:30 ✓

25. 43 11:35 ✓

(7)

26. 44 11:40 ✓

27. 46 11:50 ✓

28. 47 13:00 ✓

29. 48 13:05 ✓

30. 49 13:10 ✓

31. 50 13:15 ✓

32. 51 13:20 ✓

33. 52 13:25 ✓

34. 54 13:35 ✓

35. 55 13:40 ✓

36. 56 13:45 ✓

37. 57 13:50 ✓

38. 58 13:55 ✓

39. 60 14:05 ✓

40. 61 14:10 ✓

Hari Ke-2

No Bilangan Random Jam Produktif Non-Produktif

1. 0 08:00 ✓

2. 2 08:10 ✓

3. 3 08:15 ✓

4. 4 08:20 ✓

5. 5 08:25 ✓

6. 7 08:35 ✓

7. 9 08:45 ✓

8. 10 08:50 ✓

9. 11 08:55 ✓

10. 12 09:00 ✓

11. 13 09:05 ✓

12. 17 09:10 ✓

13. 19 09:35 ✓

14. 21 09:45 ✓

15. 23 09:55 ✓

16. 24 10:00 ✓

17. 25 10:05 ✓

18. 28 10:20 ✓

19. 30 10:30 ✓

20. 35 10:55 ✓

21. 36 11:00 ✓

22. 37 11:05 ✓

23. 38 11:10 ✓

24. 42 11:30 ✓

25. 43 11:35 ✓

26. 44 11:40 ✓

27. 46 11:50 ✓

(8)

28. 47 13:00 ✓

29. 48 13:05 ✓

30. 49 13:10 ✓

31. 50 13:15 ✓

32. 51 13:20 ✓

33. 52 13:25 ✓

34. 54 13:35 ✓

35. 55 13:40 ✓

36. 56 13:45 ✓

37. 57 13:50 ✓

38. 58 13:55 ✓

39. 60 14:05 ✓

40. 61 14:10 ✓

Hari Ke-3

No Bilangan Random Jam Produktif Non-Produktif

1. 0 08:00 ✓

2. 2 08:10 ✓

3. 3 08:15 ✓

4. 4 08:20 ✓

5. 5 08:25 ✓

6. 7 08:35 ✓

7. 9 08:45 ✓

8. 10 08:50 ✓

9. 11 08:55 ✓

10. 12 09:00 ✓

11. 13 09:05 ✓

12. 17 09:10 ✓

13. 19 09:35 ✓

14. 21 09:45 ✓

15. 23 09:55 ✓

16. 24 10:00 ✓

17. 25 10:05 ✓

18. 28 10:20 ✓

19. 30 10:30 ✓

20. 35 10:55 ✓

21. 36 11:00 ✓

22. 37 11:05 ✓

23. 38 11:10 ✓

24. 42 11:30 ✓

25. 43 11:35 ✓

26. 44 11:40 ✓

27. 46 11:50 ✓

28. 47 13:00 ✓

(9)

29. 48 13:05 ✓

30. 49 13:10 ✓

31. 50 13:15 ✓

32. 51 13:20 ✓

33. 52 13:25 ✓

34. 54 13:35 ✓

35. 55 13:40 ✓

36. 56 13:45 ✓

37. 57 13:50 ✓

38. 58 13:55 ✓

39. 60 14:05 ✓

40. 61 14:10 ✓

Elemen Pengamatan

Produktif Non- Produktif

Pengamatan Produktivitas Non Produktivita

s

Produks i

Hari Ke-1 31 9 40 77,5% 22,5% 70

Hari Ke-2 24 16 40 60% 40% 64

Hari Ke-3 25 15 40 62,5% 37,5% 60

Total 80 40 120 66,6% 33,3% 194

(10)

BAB V

PERANCANGAN STANDAR WAKTU 1. Menghitung Banyaknya Kunjungan

a. Banyaknya Kunjungan Maksimal:

Total waktu Kerja x60

Interval Waktu Kunjungan

=

5x560

= 60

b. Jumlah Kunjungan Perhari 2

3

x Banyak Kunjungan Maksimal=

32

x60= 40

Maka dari itu hanya memilih 40 bilangan random dari 60 bilangan random

c. Membangkitkan Bilangan Random

Jumlah bilangan random yang dibangkitkan sesuai dengan jumlah masksimal yang boleh dibangkitkan.

d. Menentukan Waktu Kunjungan

Waktu awal bekerja + (interval kunjungan x bilangan random) Contoh: 08:00 +(5x2)= 08:10

2. Menghitung PP

Persentase Produktif (PP)= Jumlah Produktif

Jumlah Pengamatan x 100%

(PP)= 66,6 %

120 x 100%= 55%

3. Menghitung Kecukupan Data k2(1−p)

s2. p

=

22(1−0,666)

0,952.0,666

=2,222

4. Menghitung Keseragaman Data

BKA= p+3

p(1−n p) = 0,666+3

0,666(1−0,666)120 =0,79

BKB= p+3

p(1np) = 0,666-3

0,666(1−0,666)120 =0,53

Tidak ada data yang out of control

(11)

5. Menghitung Waktu Baku a. Ratio Delay

Ratio Delay= Persentase Nonproduktif

Persentase Produktif = 33,3%

66,6 % =0,005 b. Menghitung Jumlah Menit Produktif

PP x Jumlah Menit Pengamatan= 55 x 5= 275 c. Waktu yang diperlukan Perunit

d. Jumlah Menit Produktif

Jumlah Unit = 275

194 =1,41 menit/produk e. Waktu Siklus

Ws= 0,666x8x3x60

194 = 4,94

f. Waktu Normal Wn=Ws x P

Skill = Excellent = B1 +0.112.

Effort = Good = C1 +0.053.

Condition = Good = C +0.024.

Consistensy = Excellent = B +0.03 Total = 1+(0.21)p = 1,21

Wn=4,94 x 1,21= 5,9 g. Waktu Baku

Wn+(Wn+ Allowance)

Tenaga yang dikeluarkan dapat diabaikan = 02.

Sikap kerja duduk = 03.

Gerakan kerja agak terbatas = 04.

Mata : perkerjaan yang teliti cahaya baik = 6%5.

Temperatur sedang kelembaban normal = 2.5%6.

Atmosfir : sirkulasi udara baik = 07.

(12)

Keadaan lingkungan : cukup bising = 1.5%

Kebutuhan pribadi = 2%

Kelonggaran tak terhindar = 5%Jumlah = 17%

Allowance = 17

Referensi

Dokumen terkait

Proses perbaikan yang dilakukan perusahaan cukup berpengaruh pada proses di press pada mesin press untuk produk kedua (K2), dimana waktu yang diperlukan untuk proses

Data awal yang dibutuhkan dalam pembuatan Daily KPI yaitu waktu baku untuk tiap proses yang ada pada PG 1160 yang nantinya akan digunakan untuk menentukan jumlah output

diusulkan adalah Perusahaan menggunakan siklus kerja dengan waktu paling kecil sehingga dampak untuk proses produksi lebih efektif dan efisien dan juga penundaan tidak

1) Fasilitas mesin dapat dioperasikan secara cepat. 2) Penentuan routing dan scheduling mudah. 3) Tak perlu material handling. 5) Pesanan tidak ada karena proses untuk pasar. 6)

Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk mengukur efisiensi waktu dengan biaya pada pelaksanaan kegiatan proses pro- duksi perusahaan Mujur Jaya dan untuk mengetahui

OEE merupakan pengukuran efektivitas peralatan secara keseluruhan untuk mengevaluasi seberapa capaian performansi dan reliability peralatan (umumnya mesin). OEE

Metode Line Balancing digunakan untuk menentukan waktu siklus yang optimal yang digunakan agar biaya produksi tenaga kerja langsung dan pemakaian mesin langsung

Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk mengukur efisiensi waktu dengan biaya pada pelaksanaan kegiatan proses pro- duksi perusahaan Mujur Jaya dan untuk mengetahui