• Tidak ada hasil yang ditemukan

Analisis pertimbang hakim dan Putusan Hakim Mahkamah Agung

N/A
N/A
Astri

Academic year: 2023

Membagikan "Analisis pertimbang hakim dan Putusan Hakim Mahkamah Agung"

Copied!
4
0
0

Teks penuh

(1)

Analisis pertimbang hakim dan Putusan Hakim Mahkamah Agung No.175k/Pdt.Sus/Bpsk/2021

Hakim harus memiliki dasar pertimbangan yang kuat dalam memberikan putusan perkara di pengadilan. Putusan hakim dipengadilan sangat berpengaruh dalam memenuhi rasa keadilan terhadap pemohon kasasi dan termohon kasasi. Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta dalam putusan nomor : 175 K/Pdt.Sus-BPSK/2021 memeriksa perkara perdata khusus sengketa konsumen pada tingkat kasasi PT CITRA VAN TITIPAN KILAT (TIKI) sebagai pemohon kasasi selaku pelaku usaha yang telah melanggar hak, kewajiban, serta perbuatan yang dilarang kepada konsumen terkait Pengiriman Barang Tidak Sesuai Kesepakatan.

Bagian ini akan dibahas mengenai analisis terhadap pertimbangan hakim dalam mengetahui perlindungan hukum konsumen Penerima Barang yang tidak sesuai dengan kesepakatan dalam putusan perkara Pengadilan Negeri Jakarta dalam putusan nomor : 175 K/Pdt.Sus-BPSK/2021 dengan pemohon kasasi PT CITRA VAN TITIPAN KILAT (TIKI). Sebagaimana yang sudah dikemukakan sebelumnya bahwa ada beberapa pertimbangan hakim dalam perjanjian pengakutan barang memang sering terdapat pengurangan tanggung jawab pengangkut. Adanya pengurangan tanggung jawab ini akan menambah risiko pengirim karena mengurangi hak pengirim untuk menuntut ganti kerugian.

Pengurangan tanggung jawab ini jelas merugikan pengirim atau penerima, sehingga pengirim dan penerima dalam hal ini harus mendapatkan perlindungan dari pembentuk Undang-Undang.

• Bahwa yang dipermasalahkan dalam perkara ini adalah mengenai keterlambatan sampainya kiriman barang yang dilakukan oleh Pemohon Keberatan/PT Citra Van Titipan Kilat kepada penerima barang/Termohon Keberatan/Muhammad Anas, RA., M.Si., (ayah dari Alvarendra Ataya Anas) disebabkan adanya perubahan jenis layanan, berat barang kiriman dan biaya kirim yang tidak diketahui Termohon keberatan

• Dalam Pasal 1 angka (8) Peraturan Menteri Perdagangan dan Perindustrian Nomor 350 Tahun 2001 menentukan bahwa: “Sengketa konsumen adalah sengketa antara Pelaku Usaha dengan Konsumen yang menuntut ganti rugi atas kerusakan, pencemaran dan/atau yang menderita kerugian akibat mengkonsumsi barang dan atau memanfaatkan jasa”.

• Pemohon Keberatan/PT Citra Van Titipan Kilat (TIKI) selaku Pelaku Usaha dibidang jasa yang bergerak di bidang jasa pengiriman barang yang melakukan pengiriman barang sesuai pesanan dari pemesan, oleh karena itu Konsumen akhirnya adalah penerima barang kiriman yaitu Termohon Keberatan/Muhammad Anas, RA., M.Si., (ayah dari Alvarendra Ataya Anas).

(2)

• Dalam melakukan usaha jasanya ternyata Pemohon Keberatan telah mengakui menemukan kejanggalan atau pelanggaran yang dilakukan oleh eks staff counter Pemohon Keberatan (Sdri.

Ernawati), yakni telah melanggar aturan dan ketentuan serta Standar Operasional Prosedur (SOP) TIKI dengan cara mengubah jenis layanan prosuk yang semula ONS Resi Nomor:

03019738258 menjadi REG Resi Nomor: 0300197328281, mengganti berat kiriman yang semula 5 kg (lima kilogram)menjadi 4,2 kg (empat koma dua kilogram), dan mengubah biaya layanan yang semula sebesar Rp225.000,00 (dua ratus dua puluh lima ribu rupiah) menjadi sebesar Rp112.000,00 (seratus dua belas ribu rupiah), hal ini sesuai dengan Surat Pernyataan tertanggal 17 Januari 2020 yang dibuat oleh Erni Wati yang pada intinya mengakui perbuatannya telah melanggar peraturan perusahaan

• Pemohon keberatan selaku Pelaku Usaha yang melakukan usaha di bidang jasa pengiriman, yang dalam hal ini salah satu bidang kerjanya dijalankan oleh staffnya yang terbukti melakukan pelanggaran kerja, yang mengakibatkan Konsumen atau penerima barang kiriman terlambat menerima barangnya dan mengalami kerugian, maka Pemohon Keberatan selaku Pelaku Usaha bertanggung jawab terhadap kerugian tersebut.

Perlindungan konsumen di Indonesia telah diatur dalam Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen. Terdapat salah satu kasus perlindungan konsumen dalam bidang Logistik dan Pengangkutan yaitu kasus PT CITRA VAN TITIPAN KILAT (TIKI) selaku pelaku usaha yang telah melanggar hak, kewajiban, serta perbuatan yang dilarang kepada konsumen terkait Pengiriman Barang Tidak Sesuai Kesepakatan.

Dalam hukum perlindungan konsumen bahwa pengirim barang selaku konsumen harus memperoleh perlindungan hukum atas peristiwa yang menimpa dirinya selama kerugian tersebut tidak disebabkan oleh kesalahan konsumen. Secara umum wujud perlindungan konsumen dalam aktivitas transaksi dan mengalami kerugian dapat berupa penggantian pengembalian uang, dan pemberian santunan. Jaminan tersebut dirumuskan dalam Pasal 19 ayat (2) Undang-Undang Perlindungan Konsumen (UUPK). Tanggung jawab hukum atas dasar kesalahan (based on fault liability) Tanggung jawab hukum atas dasar kesalahan terdapat dalam Pasal 1365 KUHPerdata, yang dikenal sebagai tindakan melawan hukum (onrechtmatigedaad). Menurut pasal tersebut setiap perbuatan melawan hukum yang menimbulkan kerugian terhadap orang lain mewajibkan orang yang dikarenakan perbuatannya menimbulkan kerugian itu mengganti kerugian. Tanggung Jawab atas dasar kesalahan harus memenuhi unsur- unsur adanya perbuatan, kesalahan, kerugian yang diderita dan adanya hubungan kausalitas antara kesalahan dan kerugian.

(3)

Berdasarkan Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen. Bahwa konsumen sudah mendapat perlindungan hukum sebagaimana telah diatur dalam Pasal 4 huruf (b), (g), dan (h) Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen. Dalam Putusan Mahkamah Agung RI Nomor: 175 K/Pdt.Sus-BPSK/2021 hakim telah tepat menggunakan Undang- Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen sebagai dasar pertimbangan dalam membuat putusan akhir.

UUPK telah memberikan perlindungan terhadap konsumen pengguna jasa pengiriman barang.

Perlindungan terhadap konsumen pengguna jasa pengiriman barang adalah dengan adanya pengaturan pembatasan klausa baku serta ganti rugiatas kehilangan, keterlambatan dan kerusakan barang. Bila salah satu pihak enggan untuk memenuhi suatu perjanjian yang mana telah di sepakati, maka UUPK telah mengatur mengenai penyelesaian sengketa konsumen apabila pihak konsumen merasa hakhaknya dirugikan oleh pihak pelaku usaha. UUPK berusaha menyeimbangkan posisi konsumen atas Tindakan pelaku usaha yang tidak bertanggung jawab.

Berdasarkan Teori Keadilan Bahwa keadilan sendiri diciptakan untuk menciptakan ketertiban dan keamanan masyarakat. Keadilan sebagai fairness dimungkinkan terjadi bila setiap pihak memiliki posisi yang setara kesataraan hanya dapat dicapai dalam proses pencarian keadilan dengan tidak memandang atau memperhitungkan status sosial, kelas, kekayaan, distribusi asset, juga keistimewaan pada pihak tertentu seperi kemampuan alami, kecerdasaan, kekuatan atau kekuasaan.

Mengabulkan permohonan pemohon keberatan/penggugat untuk sebagian, Menyatakan pihak tertugat bersalah dalam melakukan pelayanan terhadap konsumen. Bagi setiap putusan hakim pada umumnya tersedia upaya hukum, yaitu upaya atau alat untuk mencegah atau memperbaiki kekeliruan dalam suatu putusan. Keadilan sendiri diciptakan untuk menciptakan ketertiban dan keamanan masyarakat.

Demikian Putusan Pengadilan Negeri Bekasi Nomor 295/Pdt.Sus-BPSK/2020/PN.Bks., tanggal 15 September 2020 tersebut perlu diperbaiki sepanjang besarnya sanksi administrasi menjadi Rp1.000.000,00 (satu juta rupiah) dan menghilangkan sanksi pidana denda, karena BPSK tidak berwenang menjatuhkan sanksi pidana dalam perkara sengketa konsumen (Pasal 35 ayat (4) Peraturan Menteri Perdagangan dan Perindustrian RI.

Terdapat diakhir putusan hakim ini pada Majelis Hakim Mahkamah Agung, Senin tanggal 22 Febuari 2021. Selaku hakim agung yaitu H. Dr. H. Zahrul Rabain, S.H., M.H., sebagai Ketua Mahkamah Agung, dan para masing-masing hakim agung yaitu Dr. Rahmi Mulyati, S.H., M.H., dan Dr. Dwi Sugiarto,

(4)

S.H., M.H., serta selaku Panitera Pengganti yaitu Susi Saptati, S.H., M.H., yang tanpa dihadiri oleh para pihak. Demikianlah selaku Putusan Hakim dalam perkara No.175k/Pdt.Sus/Bpsk/2021 :

• Menolak permohonan kasasi dari Pemohon Kasasi PT CITRA VAN TITIPAN KILAT (TIKI).

• Memperbaiki Putusan Pengadilan Negeri Bekasi Nomor 295/Pdt.SusBPSK/2020/PN.Bks., tanggal 15 September 2020.

• Menghukum Pemohon Kasasi untuk membayar biaya perkara yang pada tingkat kasasi ini ditetapkan sejumlah Rp500.000,00 (lima ratus ribu rupiah).

Referensi

Dokumen terkait

Bahwa alasan-alasan permohonan Pemohon Peninjauan Kembali dalam perkara a quo yaitu tidak dapat diterimanya permohonan banding Pemohon Banding (sekarang Pemohon Peninjauan

Bahwa alasan-alasan permohonan Pemohon Peninjauan Kembali dalam perkara a quo yaitu dikabulkannya gugatan Termohon Peninjauan Kembali (semula Penggugat) terhadap Keputusan

Menimbang, bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana tersebut di atas menurut Hakim pemeriksa perkara permohonan ini, alasan pemohon untuk merubah/ mengganti nama pada

Karena pada faktanya Pemohon Keberatan selalu melindungi debiturnya dan ikut membantu mencari solusi apabila ada permasalahan yang terjadi dengan debiturnya, namun dalam

Terbanding berpendapat tidak diajukannya keberatan atas Surat Ketetapan Pajak Pajak Penghasilan Badan Tahun Pajak 2002 merupakan persetujuan dan pengakuan Pemohon Banding atas

Bahwa walaupun Pemohon Banding tidak memperoleh detail materi yang dikoreksi tetapi sebagaimana penjelasan dalam pengajuan keberatan Pemohon Banding bahwa atas koreksi tersebut

Bahwa alasan-alasan permohonan Pemohon Peninjauan Kembali dalam perkara a quo yaitu ditolaknya permohonan gugatan Penggugat (sekarang Pemohon Peninjauan Kembali) terhadap

Bahwa Pemohon Kasasi keberatan atas pertimbangan Judex Facti/Pengadilan Hubungan Industrial Ambon dengan pertimbangan halaman 20-21, dimana putusan Judex Facti/Pengadilan