Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Halaman1dari41Putusan Nomor 62/Pdt.Sus-BPSK/2016/PN Kbj.
PUTUSAN
Nomor62/Pdt.Sus-BPSK/2016/PN Kbj.
DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA
Pengadilan Negeri Kabanjaheyang memeriksa danmemutus perkara perdata pada tingkat pertama, telah menjatuhkan putusan sebagai berikut dalam perkara gugatan antara:
PT. Bank Sumut Kantor Cabang Kabanjahe, berkedudukan di Kabanjahe,
Jalan Kapt. Pala Bangun No. 3 Karo dalam hal ini diwakili oleh MUHAMMAD ZAINI selaku Pemimpin Cabang yang bertindak untuk dan atas nama serta kepentingan Bank tersebut, dalam hal ini memberikan kuasa kepada SYAPRI CHAN, S.H., M.Hum, Advokat yang berkantor di Medan, Jl. Denai No. 95-A, Kode Pos 20226, dalam hal ini bertindak secara sendiri-sendiri maupun bersama-sama dengan staff Sekretaris Perusahaan Bidang Hukum PT. Bank Sumut: R. ZAKARIA SOMLA SUMADIHARGA, S.H. berdasarkan Surat Kuasa Khusus tanggal 28 Oktober 2016, selanjutnya disebut sebagai ... Pemohon Keberatan/Pelaku Usaha;
Lawan:
Josner Munthe, beralamat di Desa Pangambatan, Kecamatan Merek,
Kabupaten Karo, selanjutnya disebut sebagai ………..Termohon Keberatan/Konsumen; Pengadilan Negeri tersebut;
Setelah membaca berkas perkara beserta surat-surat yang bersangkutan; Setelah mendengar kedua belah pihak yang berperkara;
TENTANG DUDUK PERKARA
Menimbang, bahwa Pemohon dengan Surat Permohonan Keberatan tanggal 31 oktober 2016 yang dilampiri dengan Putusan Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen yang diterima dan didaftarkan di Kepaniteraan Pengadilan Negeri Kabanjahe pada tanggal 31 oktober 2016 dalam Register Nommor: 62/Pdt.Sus.Bpsk/2016/PN Kbj., telah mengajukan keberatan sebagai berikut:
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Halaman2dari41Putusan Nomor 62/Pdt.Sus-BPSK/2016/PN Kbj.
Penggugat dengan surat gugatan tanggal 16 Juni 2016 yang diterima dan didaftarkan di Kepaniteraan Pengadilan Negeri Simalungun pada tanggal 16 Juni 2016dalam Register Nomor 46/Pdt.Sus-BPSK/2016/PN Sim, telah mengajukan gugatan sebagai berikut:
I. Tentang PUTUSAN BADAN PENYELESAIAN SENGKETA KONSUMEN (BPSK).
- Bahwa Putusan Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen (BPSK) Kabupaten Batu Bara No. 504/Arbitrase/BPSK-BB/VIII/2016 tanggal 10 Oktober 2016.
Antara :
JOSNER MUNTHE
Melawan
PT. BANK SUMUT Kantor Cabang Kabanjahe
Amarnya berbunyi sebagai berikut :
MENGADILI :
1. Mengabulkan Permohonan Konsumen Seluruhnya. 2. Menyatakan ada kerugian dipihak Konsumen.
3. Menyatakan Pelaku Usaha tidak pernah menghadiri persidangan yang secara patut dipanggil Majelis Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen (BPSK) Kabupaten Batu Bara secara menurut Hukum dan Perundang-undangan yang berlaku di Wilayah Negara Republik Indonesia.
4. Menyatakan Pelaku Usaha yang tidak pernah memberikan Salinan/fotocopy dokumen perjanjian yang mengikat diri antara Konsumen dengan Pelaku Usaha seperti :Perjanjian Kredit, Polis Ansuransi dan Akta Pemberian Hak Tanggungan maupun lainnya walaupun telah diminta oleh Konsumen kepada Pelaku Usaha, Maka tindakannya adalah merupakan untuk kesengajaan Pelaku Usaha dan merupakan perbuatan melawan hukum serta bertentangan dengan Undang-Undang Nomor : 8 tahun 1999 Tentang Perlindungan Konsumen.
5. Menyatakan Perjanjian Kredit sebagaimana yang telah dibuat dan ditandatangani bersama antara Konsumen dengan Pelaku Usaha adalah
batal demi hukum dan tidak memiliki kekuatan hukum yang mengikat.
6. Menyatakan Konsumen telah beritikad baik dalam melakukan/melaksanakan kewajibannya kepada Pelaku Usaha yaitu dengan membayar angsuran setiap per-bulannya kepada Pelaku Usaha.
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Halaman3dari41Putusan Nomor 62/Pdt.Sus-BPSK/2016/PN Kbj.
7. Menyatakan Pelaku Usaha yang akan dan/atau telah melakukan Lelang Eksekusi Hak Tanggungan di Muka Umum atas agunan yang menjadi jaminan guna untuk pembayaran kembali atas fasilitas pinjaman kredit yang telah diberikan oleh Pelaku Usaha kepada Konsumen yaitu dengan Perantara Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Medan, yaitu berupa :
- Sertifikat Hak Milik (SHM) berupa sebidang tanah berikut segala sesuatu yang ada diatasnya, Nama Pemegang Hak Milik saat ini Tertulis/terdaftar atas nama JOSNER MUNTHE.
- Serta Surat-surat Lainnya yang menjadi Agunan/Jaminan Konsumen/JOSNER MUNTHE kepada Pelaku Usaha/PT. BANK PEMBANGUNAN DAERAH SUMATERA UTARA/BANK SUMUT KANTOR CABANG/KC KABANJAHE.
Adalah perbuatan melawan hukum (OnRechtmatig edaad) dan bertentangan dengan :
1) Bertentangan dengan Pasal 26 Undang-Undang Hak Tanggungan (UUHT) Nomor : 4 tahun 1996 yang mengharuskan Eksekusi Hak Tanggungan menggunakan Pasal 224 HIR/258 RBG yang mengharuskan ikut campur Ketua Pengadilan Negeri, (Bukan Peraturan Menteri Keuangan Republik Indonesia Nomor : 93/PMK.06/2010 yo Peraturan Menteri Keuangan Republik Indonesia Nomor : 106/PMK.06/2013).
2) Bertentangan dengan Angka 9 Tentang Penjelasan Umum Undang-Undang Hak Tanggungan (UUHT) Nomor : 4 tahun 1996 yang menyatakan bahwa “Agar ada kesatuan pengertian dan kepastian penggunaan ketentuan tersebut” Maka ditegaskan lebih lanjut dalam Undang-undang ini. Bahwa sebelum ada Peraturan Perundang-Undangan yang mengaturnya. Maka Peraturan Mengenai Eksekusi Hyphotek yang diatur dalam HIR/RBG berlaku terhadap Eksekusi Hak Tanggungan.
3) Bertentangan dengan Pasal 1211 KUHPerdata yang mengharuskan Lelang melalui Pegawai Umum (Pengadilan Negeri).
4) Bertentangan dengan Pasal 200 Ayat (1) HIR Yang Mewajibkan Ketua Pengadilan Negeri (Dalam Perkara A quo Pengadilan Negeri Lubuk Pakam) untuk memerintahkan Kantor Lelang (Kantor Pelayanan
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Halaman4dari41Putusan Nomor 62/Pdt.Sus-BPSK/2016/PN Kbj.
Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Medan untuk menjualnya (Bukan Pelaku Usaha yang meminta kepada Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang/KPKNL).
5) Bertentangan dengan Yurisprudensi Mahkamah Agung Republik Indonesia Nomor : 3210 K/PDT/1984 tanggal 30 Januari 1986 yang menyatakan bawa “Pelaksanaan Pelelangan Yang Tidak Dilaksanakan atas Penetapan/Fiat Ketua Pengadilan Negeri, Maka Lelang Umum tersebut telah bertentangan dengan Pasal 224 HIR/258 RBG”. Sehingga Tidak Sah. Sehingga Pelaksanaan Parate Eksekusi Harus Melalui Fiat Ketua Pengadilan Negeri.
6) Bertentangan dengan Undang-undang Nomor : 12 tahun 2011 Tentang Pembentukan Peraturan yang menyebutkan Jenis, Hirarki Peraturan Perundang-undangan, adalah yaitu :
1. Undang-Undang Dasar tahun 1945; 2. Ketetapan MPR;
3. Undang-Undang/Perpu; 4. Peraturan Pemerintah; 5. Peraturan Presiden; 6. Peraturan Daerah Provinsi; 7. Peraturan Daerah.
Sedangkan Peraturan Menteri Keuangan Republik Indonesia (In Cassu) Nomor : 93/PMK.06/2010 Yo Peraturan Menteri Keuangan Republik Indonesia Nomor : 106/PMK.06/2013 tidak termasuk jenis Peraturan Perundang-undangan, Apalagi Pasal 26 Undang-undang Hak Tanggungan (UUHT) Nomor : 4 tahun 1996 tidak ada menyebutkan atau memerintahkan bahwa Peraturan Pelaksanaannya adalah Peraturan Menteri Keuangan.
8. Menyatakan tidak sah dan batal demi hukum :
A. Permintaan Lelang yang akan dan/atau telah dilakukan oleh Pelaku Usaha yaitu dengan cara melalui Perantara Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Medan terhadap agunan yang menjadi jaminan Konsumen kepada Pelaku Usaha, berupa :
- Sertifikat Hak Milik (SHM) berupa sebidang tanah berikut segala sesuatu yang ada diatasnya, Nama Pemegang Hak Milik saat ini Tertulis/terdaftar atas nama JOSNER MUNTHE.
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Halaman5dari41Putusan Nomor 62/Pdt.Sus-BPSK/2016/PN Kbj.
- Serta Surat-surat Lainnya yang menjadi Agunan/Jaminan Konsumen/JOSNER MUNTHE kepada Pelaku Usaha/PT. BANK PEMBANGUNAN DAERAH SUMATERA UTARA/BANK SUMUT KANTOR CABANG/KC KABANJAHE.
B. Lelang yang akan dan/atau telah dilakukan oleh Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Medan atas permintaan dari Pelaku Usaha terhadap agunan yang menjadi jaminan Konsumen kepada Pelaku Usaha, berupa :
- Sertifikat Hak Milik (SHM) berupa sebidang tanah berikut segala sesuatu yang ada diatasnya, Nama Pemegang Hak Milik saat ini Tertulis/terdaftar atas nama JOSNER MUNTHE.
- Serta Surat-surat Lainnya yang menjadi Agunan/Jaminan Konsumen/JOSNER MUNTHE kepada Pelaku Usaha/PT. BANK PEMBANGUNAN DAERAH SUMATERA UTARA/BANK SUMUT KANTOR CABANG/KC KABANJAHE.
C. Akibat hukum yang timbul karena lelang yang akan dan/atau telah dilakukan oleh Pelaku Usaha dengan cara melalui Perantara Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Medan adalah Seperti/antara lain :
- Membalik Namakan Sertifikat Hak Milik (SHM) keatas Nama Orang Lain atau Menerbitkan Sertifikat Hak Milik (SHM) keatas Nama Orang Lain. - Apabila Tanah, Rumah dan Kebun yang menjadi Sengketa dalam
Perkara A quo di Kuasai dan/atau dimiliki oleh Orang Lain.
9. Menghukum Pelaku Usaha untuk membatalkan lelang yang akan dan/atau telah dilakukan Pelaku Usaha dengan cara Lelang Eksekusi Hak Tanggungan di Muka Umum atas agunan yang menjadi jaminan guna untuk pembayaran kembali atas fasilitas pinjaman kredit yang telah diberikan oleh Pelaku Usaha kepada Konsumen, dengan cara melalui Perantara Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Medan, berupa :
- Sertifikat Hak Milik (SHM) berupa sebidang tanah berikut segala sesuatu yang ada diatasnya, Nama Pemegang Hak Milik saat ini Tertulis/terdaftar atas nama JOSNER MUNTHE.
- Serta Surat-surat Lainnya yang menjadi Agunan/Jaminan Konsumen/JOSNER MUNTHE kepada Pelaku Usaha/PT. BANK
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Halaman6dari41Putusan Nomor 62/Pdt.Sus-BPSK/2016/PN Kbj.
PEMBANGUNAN DAERAH SUMATERA UTARA/BANK SUMUT KANTOR CABANG/KC KABANJAHE.
10. Menghukum Pelaku Usaha untuk menerima atas permintaan dan permohonan dari Konsumen (Itikad Baik), yaitu agar Pelaku Usaha memberikan penurunan pembayaran angsuran setiap per-bulannya (Peringanan Pembayaran/Restruk-turisasi) sesuai dengan kemampuan/kesanggupan dari Konsumen, disebabkan kondisi Konsumen yang saat ini sedang mengalami perekonomian keluarga yang sedang memburuk.
11. Menghukum Pelaku Usaha untuk menghapus biaya denda tunggakan yang menjadi akibat keterlambatan pembayaran angsuran suku bunga per-bulannya, biaya penalty, bunga berjalan maupun lainnya yang bertentangan dengan peraturan.
12. Menghukum Pelaku Usaha untuk membayar uang denda sebesar Rp. 1.000.000,- (Satu juta rupiah) setiap harinya, Apabila lalai atau tidak mau mematuhi keputusan pada butir 9 (Sembilan) dan 10 (Sepuluh) dan 11 (Sebelas) tersebut diatas, Terhitung sejak keputusan ini berkekuatan hukum tetap (In Kracht).
II. Tentang WEWENANG PENGADILAN NEGERI KABANJAHE.
- Bahwa Pasal 3 ayat (1) Peraturan Mahkamah Agung R.I. No. 1 Tahun 2006 tentang Tata Cara Pengajuan Keberatan Terhadap Putusan Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen menyatakan : “Keberatan terhadap putusan BPSK dapat diajukan baik oleh pelaku usaha dan/atau Konsumen kepada Pengadilan Negeri di tempat kedudukan hukum konsumen tersebut” ; - Bahwa Pemohon Keberatan mengajukan keberatan ini di Pengadilan Negeri
Kabanjahe yang merupakan tempat kedudukan hukum dari Termohon Keberatan dengan demikian Pengadilan Negeri Kabanjahe berwenang memeriksa dan memutus permohonan Keberatan yang diajukan Pemohon Keberatan tersebut ;
III. Tentang JANGKA WAKTU MENGAJUKAN PERMOHONAN KEBERATAN.
- Bahwa tenggang waktu dan tata cara/syarat-syarat pengajuan permohonan Keberatan sebagaimana yang ditentukan oleh :
a. Pasal 5 ayat (1) Peraturan Mahkamah Agung R.I. No. 1 Tahun 2006 tentang Tata Cara Pengajuan Keberatan Terhadap Putusan Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen yang menyebutkan : “Keberatan
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Halaman7dari41Putusan Nomor 62/Pdt.Sus-BPSK/2016/PN Kbj.
diajukan dalam tenggang waktu 14 (empat belas) hari terhitung sejak Pelaku Usaha atau Konsumen menerima Pemberitahuan Putusan BPSK”; b. Pasal 1 ayat (4) Peraturan Mahkamah Agung R.I. No. 1 Tahun 2006
tentang Tata Cara Pengajuan Keberatan Terhadap Putusan Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen yang menyebutkan : “Hari adalah Hari Kerja” ;
c. Pasal 56 ayat (2) Undang-Undang No. 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen menyatakan : “Para pihak dapat mengajukan keberatan kepada Pengadilan Negeri paling lambat 14 (empat belas) hari kerja setelah menerima pemberitahuan putusan tersebut” ;
d. Pasal 41 ayat (2) dan ayat (3) Keputusan Menteri Perindustrian dan Perdagangan Republik Indonesia Nomor : 350/MPP/Kep/12/2011 tentang Pelaksanaan Tugas dan Wewenang Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen menyatakan : “Ayat (2), dalam waktu 14 (empat belas) hari kerja terhitung sejak Putusan BPSK diberitahukan, konsumen dan pelaku usaha yang bersengketa wajib menyatakan menerima atau menolak putusan BPSK”. “Ayat (3), Konsumen dan Pelaku Usaha yang menolak Putusan BPSK dapat mengajukan keberatan kepada Pengadilan Negeri selambat-lambatnya dalam waktu 14 (empat belas) hari kerja terhitung sejak Keputusan BPSK diberitahukan” ;
- Bahwa Pemohon Keberatan menerima Putusan Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen (BPSK) Kabupaten Batu Bara No. 478/Pts/Js.III/Arbitrase/BPSK-BB/VIII/2016 tanggal 13 Oktober 2016, pada hari Rabu tanggal 12 Oktober 2016 dan selanjutnya pada hari Senin tanggal
31 Oktober 2016 Pemohon Keberatan mengajukan dan mendaftarkan
gugatan Keberatan terhadap Putusan Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen (BPSK) Kabupaten Batu Bara No. 504/Arbitrase/BPSK-BB/VIII/2016 tanggal 10 Oktober 2016 tersebut di Kepaniteraan Pengadilan Negeri Kabanjahe dan dengan demikian pengajuan gugatan Keberatan ini masih memenuhi tenggang waktu dan tata cara/syarat- syarat sebagaimana yang ditentukan dalam ketentuan yang berlaku ;
Bahwa sebelum Pemohon Keberatan menyampaikan alasan-alasan Keberatan atas Putusan Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen (BPSK) Kabupaten Batu Bara No. 504/Arbitrase/BPSK-BB/VIII/2016 tanggal 10 Oktober 2016, Pemohon
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Halaman8dari41Putusan Nomor 62/Pdt.Sus-BPSK/2016/PN Kbj.
Keberatan akan menyampaikan terlebih dahulu fakta-fakta yang dialami oleh Pemohon Keberatan :
- Bahwa Pemohon Keberatan ada memberikan Kredit kepada Termohon Keberatan i.c. JOSNER MUNTHE berdasarkan PERSETUJUAN MEMBUKA KREDIT No. 029/KC-05-APK/KAL/2012 tanggal 25 April 2012 sebesar Rp. 300.000.000,- (Tiga ratus juta rupiah) dan PERSETUJUAN MEMBUKA KREDIT No. 022/KC-05-APK/KRK/2014 tanggal 29 April 2014 sebesar Rp. 500.000.000,- (Lima ratus juta rupiah);
- Bahwa Termohon Keberatan kemudian tidak dapat membayar (gagal bayar) angsuran sesuai dengan jadwal yang disepakati sehingga terdapat tunggakan ; - Bahwa dikarenakan tunggakan angsuran kredit Termohon Keberatan, PT. BANK
SUMUT Kantor Cabang Kabanjahe telah melakukan langkah-langkah berupa penagihan langsung dan menerbitkan Surat Peringatan I, II dan III (Terakhir) ; - Bahwa Termohon Keberatan melaporkan dan mengajukan gugatan melalui Badan
Penyelesaian Sengketa Konsumen (BPSK) Kabupaten Batu Bara perihal pinjaman tersebut di atas ;
- Bahwa Pemohon Keberatan mengeluarkan surat Tindak Lanjut Surat Panggilan yang pada pokoknya menerangkan bahwasanya Permohonan dan Permasalahan yang disampaikan Termohon Keberatan adalah atas perbuatan wanprestasi atas kredit Termohon Keberatan sehingga BPSK Batu Bara tidak berwenang untuk menangani permasalahan tersebut ;
Bahwa adapun alasan-alasan keberatan Pemohon Keberatan atas Putusan Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen (BPSK) Kabupaten Batu Bara No. 504/Arbitrase/BPSK-BB/VIII/2016 tanggal 10 Oktober 2016 adalah sebagai berikut : 1. Bahwa Putusan Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen (BPSK) Kabupaten
Batu Bara No. 504/Arbitrase/BPSK-BB/VIII/2016 tanggal 10 Oktober 2016 diperbuat dengan salah menerapkan hukum dalam menilai penyelesaian sengketa atau perselisihan diantara Pemohon Keberatan dan Termohon Keberatan;
Bahwa Pasal 45 Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen menyatakan bahwa:
1. Setiap konsumen yang dirugikan dapat menggugat pelaku usaha melalui lembaga yang bertugas menyelesaikan sengketa antara konsumen dan pelaku usaha atau melalui peradilan yang berada di lingkungan peradilan umum;
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Halaman9dari41Putusan Nomor 62/Pdt.Sus-BPSK/2016/PN Kbj.
2. Penyelesaian sengketa konsumen dapat ditempuh melalui pengadilan atau diluar pengadilan berdasarkan pilihan sukarela para pihak yang bersengketa; 3. Penyelesaian sengketa di luar pengadilan sebagaimana dimaksud pada ayat
(2) tidak menghilangkan tanggung jawab pidana sebagaimana diatur dalam Undang-undang;
4. Apabila telah dipilih upaya penyelesaian sengketa konsumen di luar pengadilan, gugatan melalui pengadilan hanya dapat ditempuh apabila upaya tersebut dinyatakan tidak berhasil oleh salah satu pihak atau oleh pihak yang bersengketa;
Bahwa berdasarkan pasal tersebut diatas maka guna penyelesaian sengketa atau perselisihan diantara Pelaku Usaha i.c.Pemohon Keberatan dengan Konsumen i.c.Termohon Keberatan adalah tergantung pilihan hukum dan kerelaan dari masing-masing pihak yang sepakat dalam suatu perjanjian i.c.PERSETUJUAN MEMBUKA KREDIT No. 029/KC-05-APK/KAL/2012 tanggal 25 April 2012 dan PERSETUJUAN MEMBUKA KREDIT No. 022/KC-05-APK/KRK/2014 tanggal 29 April 2014 pada Pasal Penutup dinyatakan : ”Untuk segala yang berkenaan dengan persetujuan membuka Kredit ini, kedua belah pihak memilih tempat kedudukan (domisili) pada Kepaniteraan Pengadilan Negeri di Medan. Peralihan domisili ini berlaku juga untuk ahli waris Debitur/Pemberi Agunan (pihak ketiga) dan untuk siapa yang akan menjadi gantinya” ;
Bahwa hubungan hukum Pemohon Keberatan dengan Termohon Keberatan adalah dengan adanya Perjanjian i.c. PERSETUJUAN MEMBUKA KREDIT No. 029/KC-05-APK/KAL/2012 tanggal 25 April 2012 dan PERSETUJUAN MEMBUKA KREDIT No. 022/KC-05-APK/KRK/2014 tanggal 29 April 2014 yang terjadi antara Pemohon Keberatan dengan Termohon Keberatan (yang diketahui juga oleh istri Termohon Keberatan) dimana Pemohon Keberatan adalah sebagai Kreditur sedangkan Termohon Keberatan adalah sebagai Debitur, yang mana Perjanjian i.c. PERSETUJUAN MEMBUKA KREDIT No. 029/KC-05-APK/KAL/2012 tanggal 25 April 2012 dan PERSETUJUAN MEMBUKA KREDIT No. 022/KC-05-APK/KRK/2014 tanggal 29 April 2014 tersebut telah diperbuat sesuai dengan hukum dan telah memenuhi syarat sahnya suatu perjanjian sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1320 KUH.Perdata, yaitu :
- Sepakat mereka yang mengikatkan dirinya ; - Kecakapan untuk membuat suatu perikatan ; - Suatu hal tertentu ;
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Halaman10dari41Putusan Nomor 62/Pdt.Sus-BPSK/2016/PN Kbj.
- Suatu sebab yang halal.
Bahwa dengan demikian berdasarkan ketentuan Pasal 1338 KUH.Perdata baik Pemohon Keberatan dan Termohon Keberatan berkewajiban mematuhi dan menaati isi Persetujuan-persetujuan Membuka Kredit tersebut ;
Bahwa berdasarkan klausul dalam Pasal Penutup dalam PERSETUJUAN MEMBUKA KREDIT No. 029/KC-05-APK/KAL/2012 tanggal 25 April 2012 dan PERSETUJUAN MEMBUKA KREDIT No. 022/KC-05-APK/KRK/2014 tanggal 29 April 2014 telah disepakati bersama antara Pemohon Keberatan dan Termohon Keberatan bahwa pilihan hukum adalah melalui jalur Litigasi yaitu Pengadilan Negeri di Medan dan bukan penyelesaian sengketa di luar pengadilan i.c. Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen (BPSK) Kabupaten Batu Bara, karena memang BPSK Batu Bara tidak berwenang untuk mengadili sengketa yang telah ditentukan pilihan hukumnya secara tegas dalam Perjanjian i.c. Persetujuan-persetujuan Membuka Kredit tersebut ;
2. Bahwa Putusan Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen (BPSK) Kabupaten Batu Bara No. 504/Arbitrase/BPSK-BB/VIII/2016 tanggal 10 Oktober 2016 diperbuat dengan salah menerapkan hukum karena telah melebihi kewenangan yang diberikan oleh undang-undang;
Bahwa menurut ketentuan yang berlaku dalam pemeriksaan sengketa konsumen yang diperiksa dan diputus oleh BPSK, maka Putusan BPSK berupa:
- Perdamaian;
- Gugatan ditolak; dan - Gugatan dikabulkan.
Bahwa dalam hal gugatan dikabulkan maka amar putusan ditetapkan kewajiban yang harus dilakukan oleh pelaku usaha. Kewajiban tersebut berupa pemenuhan:
- Ganti rugi;
- Sanksi administratif berupa penetapan ganti rugi paling banyak Rp. 200.000.000,- (dua ratus juta rupiah).
Bahwa Putusan Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen (BPSK) Kabupaten Batu Bara No. 504/Arbitrase/BPSK-BB/VIII/2016 tanggal 10 Oktober 2016 yang mengabulkan gugatan Termohon Keberatan nyata-nyata bukanlah pemenuhan Ganti rugi dan Sanksi administratif berupa penetapan ganti rugi sebagaimana yang diamanatkan oleh ketentuan yang berlaku dan dengan demikian BPSK Batu Bara telah mengeluarkan putusan yang melebihi kewenangan yang
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Halaman11dari41Putusan Nomor 62/Pdt.Sus-BPSK/2016/PN Kbj.
diberikan undang-undang (vide Putusan Mahkamah Agung R.I. No. 336 K/Pdt.Sus/2012 tanggal 25 Juli 2012 yang mana dalam salah satu pertimbangannya menyatakan : “bahwa sesuai ketentuan yang mengatur tentang kewenangan BPSK untuk menjatuhkan putusan adalah terbatas hanya untuk sanksi administratif dan ganti rugi, sedangkan penjatuhan sanksi berupa perintah untuk melakukan perubahan perbaikan iklan ataupun menarik seluruh iklan di seluruh Indonesia adalah tidak berdasar hukum karena telah melebihi kewenangan yang diberikan oleh undang-undang” ;
Bahwa hubungan hukum Pemohon Keberatan dengan Termohon Keberatan adalah dengan adanya Perjanjian i.c.PERSETUJUAN MEMBUKA KREDIT No. 029/KC-05-APK/KAL/2012 tanggal 25 April 2012 dan PERSETUJUAN MEMBUKA KREDIT No. 022/KC-05-APK/KRK/2014 tanggal 29 April 2014 yang terjadi antara Pemohon Keberatan dengan Termohon Keberatan (yang diketahui juga oleh istri Termohon Keberatan) dan ternyata kemudian Termohon Keberatan telah melakukan perbuatan ingkar janji (wanprestasi) atas Perjanjian Kredit i.c. PERSETUJUAN MEMBUKA KREDIT No. 029/KC-05-APK/KAL/2012 tanggal 25 April 2012 dan PERSETUJUAN MEMBUKA KREDIT No. 022/KC-05-APK/KRK/2014 tanggal 29 April 2014 yang mana perbuatan ingkar janji (wanprestasi) Termohon Keberatan adalah pokok sengketa dalam perkara a quo ;
Bahwa Pasal 1 angka 8 Keputusan Menperindag No. 350/MPP/Kep/12/2001 tanggal 10 Desember 2001 menjelaskan : ”Sengketa konsumen adalah sengketa antara Pelaku Usaha dengan Konsumen yang menuntut ganti rugi atas:
- Kerusakan;
- Pencemaran dan/atau yang menderita kerugian akibat mengkonsumsi barang dan/atau memanfaatkan jasa”.
Bahwa dengan demikian BPSK Batu Bara tidak mempunyai wewenang untuk memeriksa dan memutus permasalahan antara Pemohon Keberatan dan Termohon Keberatan i.c. perbuatan ingkar janji (wanprestasi) yang dilakukan oleh Termohon Keberatan atas Perjanjian Kredit i.c. PERSETUJUAN MEMBUKA KREDIT No. 029/KC-05-APK/KAL/2012 tanggal 25 April 2012 dan PERSETUJUAN MEMBUKA KREDIT No. 022/KC-05-APK/KRK/2014 tanggal 29 April 2014 (vide Putusan Mahkamah Agung R.I. No. 94 K/Pdt.Sus/2012 tanggal 2 Mei 2012, yang dalam pertimbangannya menyatakan : ”Bahwa meskipun demikian dalam perkara a quo BPSK tidak berwenang melakukan pemeriksaan atas gugatan Penggugat karena pokok sengketa dalam perkara a quo adalah mengenai ingkar janji (wanprestasi)
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Halaman12dari41Putusan Nomor 62/Pdt.Sus-BPSK/2016/PN Kbj.
perjanjian investasi atau contractual case sehingga bukan sengketa konsumen sebagaimana dimaksud dalam ketentuan Pasal 8-18 UU Perlindungan Konsumen”); 3. Bahwa Putusan Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen (BPSK) Kabupaten Batu Bara No. 504/Arbitrase/BPSK-BB/VIII/2016 tanggal 10 Oktober 2016 diperbuat dengan adanya Kelalaian karena tidak memberikan pertimbangan untuk mengabulkan permohonan Termohon Keberatan tanpa memberikan alasan yang cukup menurut hukum;
- Bahwa atas PERSETUJUAN MEMBUKA KREDIT No. 029/KC-05-APK/KAL/2012 tanggal 25 April 2012 dan PERSETUJUAN MEMBUKA KREDIT No. 022/KC-05-APK/KRK/2014 tanggal 29 April 2014 yang terjadi antara Pemohon Keberatan dengan Termohon Keberatan yang terjadi adalah Termohon Keberatan sebagai Debitur telah lalai/ingkar janji (wanprestasi) dan telah menunggak sejak Januari 2015 dan selanjutnya Pemohon Keberatan telah melakukan upaya sesuai dengan hukum untuk mengingatkan akan kewajiban Termohon Keberatan --- dengan tidak dilakukannya kewajiban oleh Termohon Keberatan berupa pembayaran angsuran kredit kepada Pemohon Keberatan, maka Pemohon Keberatan melakukan upaya hukum guna penyelesaian kewajiban Termohon Keberatan;
- Bahwa sesuai Pasal 6 Undang-Undang No. 4 Tahun 1996 tentang Hak Tanggungan Atas Tanah Beserta Benda-Benda Yang Berkaitan Dengan Tanah menerangkan apabila debitor cidera janji, pemegang Hak Tanggungan Pertama (berdasarkan Akta Pemberian Hak Tanggungan) mempunyai hak untuk menjual obyek Hak Tanggungan atas kekuasaan sendiri melalui pelelangan umum serta mengambil pelunasan piutangnya dari hasil penjualan tersebut;
- Bahwa untuk menunjukkan adanya Hak Tanggungan, maka Kantor Pertanahan menerbitkan Sertifikat Hak Tanggungan (Pasal 14 ayat (1) Undang-Undang No. 4 Tahun 1996 tentang Hak Tanggungan Atas Tanah Beserta Benda-Benda Yang Berkaitan Dengan Tanah). Dan menurut hukum bahwa Sertifikat Hak Tanggungan mempunyai kekuatan eksekutorial yang sama dengan putusan pengadilan yang telah memperoleh kekuatan hukum tetap (Pasal 14 ayat (3) Undang-Undang No. 4 Tahun 1996 tentang Hak Tanggungan Atas Tanah Beserta Benda-Benda Yang Berkaitan Dengan Tanah);
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Halaman13dari41Putusan Nomor 62/Pdt.Sus-BPSK/2016/PN Kbj.
- Bahwa dengan demikian Pemohon Keberatan yang telah memperoleh Sertifikat Hak Tanggungan dapat melakukan penjualan secara lelang jika debitur i.c. Termohon Keberatan wanprestasi;
- Bahwa dengan demikian segala tindakan Pemohon Keberatan i.c. pengajuan agar dilakukan penjualan di muka umum (lelang) melalui KPKNL telah sesuai dengan ketentuan yang berlaku dan selanjutnya apabila Termohon Keberatan/pihak lain tidak mau mengosongkan objek lelang yang telah dimenangkan/dibeli pemenang/pembeli lelang maka untuk pengosongannya merupakan wewenang Pengadilan Negeri;
- Bahwa BPSK Batu Bara dalam Putusannya No. 504/Arbitrase/BPSK-BB/VIII/2016 tanggal 10 Oktober 2016 telah lalai dalam menilai kedudukan Peraturan Menteri Keuangan No. 93/PMK.06/2010 Tahun 2010 tentang Petunjuk Pelaksanaan Lelang sebagaimana terakhir diubah dengan Peraturan Menteri Keuangan Republik Indonesia No. 106/PMK.06/2013 Tahun 2013 tentang Perubahan Atas Peraturan Menteri Keuangan No. 93/PMK.06/2010 Tahun 2010 tentang Petunjuk Pelaksanaan Lelang dalam hirarki peraturan perundang-undangan karena Tugas dan Wewenang BPSK diatur oleh Keputusan MenPerindag R.I. No. 350/MPP/Kep/12/2001 tentang Tugas dan Wewenang BPSK dan bukan diatur oleh UU atau PP;
- Bahwa dalam Peraturan Menteri Keuangan Republik Indonesia No. 106/PMK.06/2013 Tahun 2013 tentang Perubahan Atas Peraturan Menteri Keuangan No. 93/PMK.06/2010 Tahun 2010 tentang Petunjuk Pelaksanaan Lelang, yang dikenal dan diatur adalah Pembatalan Sebelum Lelang dan jikalau benar -quad non- Pengaduan Termohon Keberatan adalah untuk Pembatalan Sebelum Lelang maka jangka waktu pengajuan pengaduan dan penyampaian kepada Pejabat Lelang telah lewat waktu (kadaluarsa) karena lelang dapat dibatalkan dengan permintaan Penjual atau penetapan provisional atau putusan dari lembaga peradilan dan pembatalan lelang dengan Putusan/Penetapan disampaikan dan diterima Pejabat Lelang paling lama sebelum lelang dimulai sedangkan gugatan perkara a quo diperbuat setelah lelang terlaksana (vide Peraturan Menteri Keuangan No. 106/PMK.06/2013 Tahun 2013 tentang Perubahan Atas Peraturan Menteri Keuangan No. 93/PMK.06/2010 Tahun 2010
tentang Petunjuk Pelaksanaan Lelang. Pasal 24 yang menyebutkan : “Lelang yang akan dilaksanakan hanya dapat dibatalkan dengan permintaan
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Halaman14dari41Putusan Nomor 62/Pdt.Sus-BPSK/2016/PN Kbj.
Penjual atau penetapan provisional atau putusan dan lembaga peradilan” Dan Pasal 25 ayat (1) yang menyebutkan : “Pembatalan lelang dengan putusan/penetapan pengadilan disampaikan secara tertulis dan harus sudah diterima oleh Pejabat Lelang paling lama sebelum lelang dimulai”;
- Bahwa BPSK adalah badan administrasi sesuai dengan ketentuan Pasal 52 dan 54 UU No. 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen dan bukanlah sebagai lembaga peradilan sebagaimana amanat UU No. 14 Tahun 1985 sebagaimana telah diubah dengan UU No. 5 Tahun 2004 tentang Mahkamah Agung ;
- Bahwa dokumen i.c. PERSETUJUAN MEMBUKA KREDIT No. 029/KC-05-APK/KAL/2012 tanggal 25 April 2012 dan PERSETUJUAN MEMBUKA KREDIT No. 022/KC-05-APK/KRK/2014 tanggal 29 April 2014 ada pada Termohon Keberatan selaku pihak debitur dalam Persetujuan-persetujuan Membuka Kredit tersebut ;
- Bahwa tindakan-tindakan Pemohon Keberatan khususnya atas i.c. PERSETUJUAN MEMBUKA KREDIT No. 029/KC-05-APK/KAL/2012 tanggal 25 April 2012 dan PERSETUJUAN MEMBUKA KREDIT No. 022/KC-05-APK/KRK/2014 tanggal 29 April 2014 berupa perhitungan biaya baik pokok, bunga dan denda dan segala sesuatu yang berkaitan dengan perjanjian yang diperbuat Pemohon Keberatan selaku kreditur dan nasabah selaku debitur harus diperbuat sesuai dengan ketentuan hukum yaitu ketentuan-ketentuan perbankan dan bukanlah dikarenakan kebijakan Pemohon Keberatan ;
Bahwa berdasarkan hal-hal yang diuraikan oleh Pemohon Keberatan jelas bahwasanya Termohon Keberatan tidak mempunyai dasar mengajukan permasalahan yang terjadi atas PERSETUJUAN MEMBUKA KREDIT No. 029/KC-05-APK/KAL/2012 tanggal 25 April 2012 dan PERSETUJUAN MEMBUKA KREDIT No. 022/KC-05-APK/KRK/2014 ke hadapan BPSK karena juga BPSK tidak berwenang memeriksa dan memutus segala sesuatu yang berkaitan dengan tindakan ingkar janji (wanprestasi) Termohon Keberatan atas perjanjian i.c. PERSETUJUAN MEMBUKA KREDIT No. 029/KC-05-APK/KAL/2012 tanggal 25 April 2012 dan PERSETUJUAN MEMBUKA KREDIT No. 022/KC-05-APK/KRK/2014 sebagaimana disebutkan di atas maka adalah patut agar gugatan Pemohon Keberatan untuk dikabulkan ;
Berdasarkan alasan-alasan yang telah dikemukakan tersebut di atas, mohon kiranya Ketua Pengadilan Negeri Kabanjahe yang terhormat berkenan menentukan
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Halaman15dari41Putusan Nomor 62/Pdt.Sus-BPSK/2016/PN Kbj.
suatu hari dan tanggal persidangan dan memanggil kedua belah pihak untuk menghadap di persidangan guna memeriksa dan mengadili perkara ini, selanjutnya mengambil keputusan sebagai berikut:
MENGADILI :
- Menerima dan mengabulkan permohonan keberatan dari Pemohon Keberatan ; - Membatalkan Putusan BPSK Pemerintah Kabupaten Batu Bara Nomor
:504/Arbitrase/BPSK-BB/VIII/2016 tanggal 10 Oktober 2016;
MENGADILI SENDIRI :
- Menyatakan BPSK Pemerintah Kabupaten Batu Bara tidak berwenang mengadili perkara sengketa konsumen Nomor : 504/Arbitrase/BPSK-BB/VIII/2016;
- Membebankan biaya yang timbul dalam perkara ini kepada Termohon Keberatan ;
A t a u :
Apabila Pengadilan berpendapat lain, mohon putusan yang seadil-adilnya (ex aequo et bono) ;
Menimbang,bahwa pada hari persidangan yang telah ditentukan, kedua belah pihak berperkara telah hadir di persidangan, untuk pihak Pemohon Keberatan / Pelaku Usaha hadir kuasanya :Syapri Chan, S.H., M.Hum, sedangkan untuk Termohon Keberatan / Konsumenhadir sendiri;
Menimbang, bahwa perkara keberatan atas putusan Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen (BPSK) merupakan pengecualian perkara yang dapat dimediasi menurut Pasal 4 Peraturan Mahkamah Agung Nomor : 1 Tahun 2008 tentang Prosedur Mediasi di Pengadilan, maka persidangan dilanjutkan dengan membacakan surat keberatan dari Pemohon Keberatan/Pelaku Usaha, yang terhadap isinya tetap dipertahankan oleh Pemohon Keberatan/Pelaku Usaha;
Menimbang, bahwa perkara keberatan atas putusan Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen (BPSK) merupakan pengecualian perkara yang dapat dimediasi menurut Pasal 4 Peraturan Mahkamah Agung Nomor : 1 Tahun 2008 tentang Prosedur Mediasi di Pengadilan, maka persidangan dilanjutkan dengan membacakan surat keberatan dari Pemohon Keberatan/Pelaku Usaha/Terlapor, yang terhadap isinya tetap dipertahankan oleh Pemohon Keberatan/Pelaku Usaha/Terlapor;
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Halaman16dari41Putusan Nomor 62/Pdt.Sus-BPSK/2016/PN Kbj.
Menimbang, bahwa terhadap Permohonan Pemohon Keberatan/Pelaku Usaha tersebut pihak Termohon/Konsumen memberikan jawaban pada pokoknya sebagai berikut:
TENTANG EKSEPSI
A. TENTANG KEWENANGAN BADAN PENYELESAIAN SENGKETA KONSUMEN (BPSK)
- Bahwa Termohon Keberatan menolak dengan tegas seluruhnya Pemohon Keberatan, kecuali dalil-dalil yang diakui secara tegas dalam jawaban ini; - Bahwa menurut Undang-undang Nomor : 8 tahun 1999 Tentang Perlindungan
Konsumen Kewenangan Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen (BPSK) adalah:
1. Undang-undang Nomor: R tahun 1999 Tfntang Perlindungan
Konsumen :
a) Menurut Pasal 45 ayat (1) yang berbunyi:
"Setiap konsumen yang dirugikan dapat menggugat pelaku usaha
melalui Lembaga yang bertugas menyelesaikan sengketa
konsumen dap pelaku usaha atau melalui peradilan yang berada di Lingkungan peradilan umum"
b) Bahwa menurut Pasal 52 Tentang Tugas dan Wewenang Badan
PenyelesaianSengketa Konsumen (BPSK), yang menyatakan:
a. Melaksanakan penanganan dan penyelesaian sengketa konsumen dengan cara melalui mediasi atau arbitrase atau konsiliasi;
b. Memberikan konsultasi perlindungan konsumen:
c. Melakukan pengawasan terhadap pencantuman klausula baku: d. Melaporkan kepada penyidik umum apabila terjadi pelanggaran
ketentuan dalam Undang-undang ini:
e. Menerima pengaduan baik tertulis maupun tidak tertulis. dari konsumen tentang terjadinya pelanggaran terhadap perlindungan konsumen:
f. Melakukan penelitian dan pemeriksaan sengketa perlindungan konsumen:
g. Memanggil pelaku usaha yang diduga telah melakukan pelanggaran terhadap perlindungan konsumen:
h. Memanggil dan menghadiri saksi, saksi ahli dan/atau setiap orang yang dianggap mengetahui pelanggaran terhadap Undang-undang
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Halaman17dari41Putusan Nomor 62/Pdt.Sus-BPSK/2016/PN Kbj.
ini:
i. Meminta bantuan penyidik untuk menghadirkan pelaku usaha, saksi, saksi ahli, atau setiap orang sebagaimana dimaksud pada huruf g dan huruf h, yang tidak bersedia memenuhi panggilan badan penyelesaian sengketa konsumen:
j. Mendapatkan, meneliti dan/atau menilai surat, dokumen, atau alat bukti lain guna penyelidikan dan/atau pemeriksaan:
k. Memutuskan dan menetapkan ada atau tidak adanya kerugian di pihak konsumen:
l. Memberitahukan putusan kepada pelaku usaha yang melakukan pelanggaran terhadap perlindungan konsumen:
m. Menjatuhkan sanksi administrative kepada pelaku usaha yang melanggar ketentuan Undang-undang ini.
c)bahwa menurut Keputusan Presiden Nomor : 18 tahun 2010 pada Pasal
(2) yang menyatakan :
“Setiap konsumen yang dirugikan atau ahli warisnya dapat mengajukan gugatan kepada Pelaku Usaha di Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen (BPSK) tempat berdomisili konsumen atau pada Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen (BPSK) terdekat”
d) Bahwa surat pernyataan Termohon Keberatan tentang memilih
Arbitrase di Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen (BPSK) Kabupaten Batu Bara;
e) Bahwa dalam Undang-Undang Nomor: 30 tahun 1999 tentang Arbitrase Keputusan mencantumkan irah-irah “Demi Keadilan Berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa”
SEHINGGA Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen (BPSK)
berwenang mutlak menangani perkara ini.
TENTANG POKOK PERKARA
- Bahwa Termohon Keberatan menolak dengan tegas seluruhnya Pemohon Keveratan, kecuali dalil-dalil yang diakui secara tegas dalam jawaban ini; - Bahwa pengajuan permohonan “Parate Eksekusi” melalui Perantara Kantor
Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Medan yang akan dan/atau telah dilakukan Pemohon Keberatan adalah merupakan cacat hukum dan tidak sah karena untuk menjual objek Hak Tanggungan harus ada berdasarkan Pasal 26 Undang-undang Hak Tanggungan Nomor : 4 Tahun
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Halaman18dari41Putusan Nomor 62/Pdt.Sus-BPSK/2016/PN Kbj.
1996 yang mengaturnya dengan memperhatikan Pasal 14 Peraturan mengenai Eksekusi Hyphoteek yang ada mulai berlakuknya Undang-undang ini, berlaku terhadap Eksekusi Hak Tanggungan, Sehingga selama belum ada Peraturan yang Mengatur tentang Pelaksanaan Pasal 6 Undang-undang Hak Tanggungan tersebut, Maka Eksekusi Hyphoteek yang berlaku yaitu harus melalui Pengadilan Negeri setempat, atau dengan kata lain "Pasal 6 Undang-undang Hak Tanggungan tidak dapat berdiri sendiri karena Pasal 26 Undang-undang Hak Tanggungan sebagai Pasal Pelaksananya" dan oleh karena Pelaksanaan atau hukum acaranya dari Pasal 26 Undang- undang Hak Tanggungan adalah merujuk pada Pasal 224 H1R/258 Rbg. Maka Pelaksanaan Eksekusinya maupun Lelangnya harus melalui Fiat Eksekusi melalui Pengadilan Negeri, Bukan Melalui Perantara Kantor Pelayanan dan Kekayaan Negara dan Lelang(KPKNL).
- Bahwa menurut Jurisprudensi Mahkamah Agung Republik Indonesia
Nomor : 3210.K/PDT/19B4 tanggal 30 Januari 1986yang menyatakan
bahwa Pelaksanaan Pelelangan yang tidak dilaksanakan atas Penetapan/Fiat Ketua Pengadilan Negeri, Maka Lelang Umum tersebut telah bertentangan dengan Pasal 224 HIR/258 RBG. Sehingga TIDAK SAH. Sehingga Pelaksanaan Parate Eksekusi harus melalui Fiat Ketua Pengadilan Negeri,
Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia Nomor : 3210.K/PDT/1984 tanggal 30 Januari 1986 juga didukung oleh buku II Pedoman Mahkamah Agnng Republik Indonesia Nomor : KMA/002/SK/I/1994 tertanggal 29 April 1994. yang menyatakan:
"Untuk menjaga agar tercapai maksud dan tujuannya. maka sebelum lelang dilaksanakan. terlebih dahulu kreditur dan debitur dipanggil oleh Ketua Pengadilan Negeri untuk mencarijalan keluarnya"
- Bahwa dengan tindakan Pemohon Keberatan yang akan dan/atau telah melaksanakan Lelang Eksekusi Hak Tanggungan yang menjadi Jaminan Konsumen di muka umum dan melakukan lelang melalui Perantara Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Medan adalah merupakan perbuatan melawan hukum, dan bertentangan dengan:
1) Bertentangan dengan Pasal 26 Undang-undang Hak Tanggungan
(UUHT) Nomor: 4 tahun 1996 yang mengharuskan Eksekusi Hak
Tanggungan menggunakan Pasal 224 HIR/258 RBG yang
mengharuskan ikut campur Ketua Pengadilan
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Halaman19dari41Putusan Nomor 62/Pdt.Sus-BPSK/2016/PN Kbj.
Negeri,(BukanPeraturan Menteri Keuangan Republik Indonesia
Nomor : 93/PMK.06/2010 Yo Peraturan Menteri Keuangan Republik Indonesia Nomor: 106/PMK.06/2013).
2) Bertentangan denganAngka 9 Penjelasan UmumUndang-undang
Hak Tangungan (UUHT) Nomor : 4 tahun 1996 yang menyatakan
"agar ada kesatuan pengertian dan kepastian penggunaan ketentuan tersebut". Maka ditegaskan lebih lanjut dalam Undang-undang ini, bahwa sebelum ada Peraturan PerUndang-undang-Undangan yang mengaturnya, Maka Peraturan mengenai Eksekusi Hyphotek yang diatur dalam HIR/RBG berlaku terhadap Eksekusi Hak Tanggungan; 3) Bertentangan dengan Pasal 1211 KUHPerdata yang mengharuskan
lelang melalui pegawai Umum Pengadilan Negeri:
4) Bertentangan dengan Pasal 200 Ayat (1) HIR Yang Mewajibkan
Ketua Pengadilan Negeri (Dalam Perkara A quoPengadilan Negeri
Kabanjahe) untuk memerintahkan Kantor Lelang (Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang/KPKNL Medan) untuk menjualnya (Bukan Pelaku Usaha yang meminta kepada Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang/KPKNL Medan):
5) Bertentangan dengan Jurisprudensui Mahkamah Agung Republik
Indonesia Nomor : 3210.K/PDT/1984 tanggal 30 Januari 1986 yang
menyatakan bahwa Pelaksanaan Pelelangan yang tidak dilaksanakan atas Penetapan/Fiat Ketua Pengadilan Negeri, Maka lelang umum tersebut telah bertentangan dengan Pasal 224 HIR/258 RBG Sehingga TIDAK SAH. Sehingga Pelaksanaan Parate Eksekusi Harus Melalui Fiat Ketua Pengadilan Negeri;
6) Bertentangan Bertentangan dengan Undang-undang Nomor : 12
tahun 2011 Tentang peraturan yang menyebutkan jenis. Hirarki Peraturan Perundang-undangan adalah:
1. Undang-undang Dasar tahun 1945; 2. Ketetapan MPR;
3. Undang-undang /Perpu; 4. Peraturan Pemerintah; 5. Peraturan Presiden; 6. Peraturan Daerah Provinsi; 7. Peraturan Daerah;
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Halaman20dari41Putusan Nomor 62/Pdt.Sus-BPSK/2016/PN Kbj.
Sedangkan Peraturan Menteri Keuanangan Republik Indonesia (In
Cassu) Nomor: 93/PMK.06/2010 Yo Peraturan MenteriKeuangan
Republik Indonesia Nomor : 106/PMK.06/2013 tidak termasuk jenis
peraturan Perundang-undangan, Apalagi Pasal 26 Undang-undang Hak Tanggungan Nomor : 4 tahun 1996 tidak ada memerintahkan bahwa peraturan pelaksanaannya adalah Peraturan Menteri Keuangan.
- Bahwa sebagai acuan (Pertimbangan/dasar hukum) dapat dilihat, yaitu sebagai berikut:
1. Putusan Pengadilan Negeri Simalungun Nomor : 02/Pdt.G.Sus/2016/PN.Sim tanggal 27 April 2016 antara SAPARLI
melawan PT. BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO). Tbk.
KANTOR CABAWNG/KC PERDAGANGAN. yang mana Pengadilan
Negeri Simalungun menguatkan Putusan Badan Penyelesaian
Sengketa Konsumen (BPSK) Kabupaten Batu Bara Nomor : 489/Arbitrase/BPSK-BB/XI/2015 tanggal 16 Februari 2016;
2. Putusan Pengadilan Negeri Rantau Prapat Nomor : 32/Pdt.Sus-BPSK/ 2016/PN.RAP antara MUHAMMAD ARIF SIREGAR melawan PT. BANK RAKYAT INDONESIA AGRON1AGA. Thk. KANTOR CABANG/KC RANTAU PRAPAT. yang mana Pengadilan Negeri Rantau Prapat menguatkan Putusan Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen (BPSK) Kabupaten Batu Bara Nomor : 03/Arbitrase/BPSK- BB/I/2016 tanggal 23 Marat 2016:
3. Putusan Pengadilan Negeri Rantau Prapat Nomor : 62/Pdt.Sus-BPSK/ 2016/PN.RAP antara DONO EKA WIJAYA TARIGAN. ST melawan PT. BANK DANAMON INDONESIA. Tbk. DSP UNIT PASAR BARU RANTAU PRAPAT. yang mana Pengadilan Negeri Rantau Prapat menguatkan Putusan Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen (BPSK) Kabupaten Batu Bara Nomor: 654/Arbitrase/BPSK- BB/IV/2016 tanggal 31 Mei 2016:
4. Putusan Pengadilan Negeri Rantau Prapat Nomor : 67/Pdt.Sus-BPSK/ 2016/PN.RAP antara EDI URUNG PASARIBU melawan PT. BANK DANAMON INDONESIA. Tbk. DSP UNIT PASAR BARU RANTAU PRAPAT. yang mana Pengadilan Negeri Rantau Prapat menguatkan Putusan Badan Penyelesaian Sengketa
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Halaman21dari41Putusan Nomor 62/Pdt.Sus-BPSK/2016/PN Kbj.
Konsumen(BPSK) Kabupaten Batu Bara Nomor : 525/Arbitrase/BPSK- BB/XII/2015 tanggal 13 Juni 2016:
5. Putusan Pengadilan Negeri Rantau Prapat Nomor : 83/Pdt.Sus-BPSK/ 2016/PN.RAP antaraHARTATI NASUTION melawan PT. BANK MYBANK INDONESIA. Tbk KANTOR CABANG/KC RANTAU PRAPAT. yang mana Pengadilan Negeri Rantau Prapat menguatkan Putusan Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen (BPSK) Kabupaten Batu Bara Nomor : 435/Arbitrase/BPSK-BB/VI/2016 tanggal 28 Juli 2016;
6. Putusan PengadiIan Negeri Rantau Prapat Nomor : 63/Pdt.Sus-BPSK/2016/PN.RAP antara MARIANA Br. PERANGIN-ANGIN
melawan PT. BANK DANAMON INDONESIA. Tbk. DSP UNIT
PASAR BARU RANTAU PRAPAT. yang mana Pengadilan Negeri
Rantau Prapat menguatkan Putusan Badan Penyelesaian Sengketa
Konsumen (BPSK) Kabupaten Batu Bara Nomor: 653/Arbitrase/BPSK- BB/IV/2016 tanggal 01 Juni 2016:
7. Putusan Pengadilan Negeri Rantau Prapat Nomor : 68/Pdt.Sus-BPSK/ 2016/PN.RAp antara NENI melawan PT. BANK DANAMON INDONESIA. Tbk. DSP UNIT PASAR BARU RANTAU PRAPAT.
yang mana Pengadilan Negeri Rantau Prapat menguatkan Putusan
Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen (BPSK) Kabupaten Batu Bara Nomor: 249/P3K/IS-III/BPSK/BB/IV/2016 tanggal 16 luni 2016:
8. Putusan Pengadilan Negeri Tanjung Balai Nomor : 19/Pdt.Sus-BPSK/ 2016/PN.TIB antara LINDAWATI Br SIREGAR melawan PT. PERMQDALAN NASIONAL MADANI (PERSERO) - ULaMM TANJUNG BALAI. yangmana Pengadilan Negeri Tanjung Balai
menguatkan Putusan Badan Penvelesaian Sengketa Konsumen
(BPSK) Kabupaten Batu Bara Nomor : 419/Arbitrase/BPSK- BB/X/2015 tanggal 13 April 2016:
9. Putusan Pengadilan Negeri Tanjung Balai Nomor : 11/Pdt.Sus-BPSK/ 2016/PN.TJB antara SAPII MANURUNG melawan PT. PERMODALAN NASIONAL MADANI (PERSERO) - ULaMM TANJUNG BALAI. yang mana Pengadilan Negeri Tanjung Balai
menguatkan Putusan Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen
(BPSK) Kabupaten Batu Bara Nomor :
232/Arbitrase/BPSK-Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Halaman22dari41Putusan Nomor 62/Pdt.Sus-BPSK/2016/PN Kbj.
BB/III/2016 tanggal 01 April 2016:
10. Putusan Pengadilan Negeri Pasir Pangaraian Nomor : 322/Pdt.Sus-BPSK/2016/PW.PRP antara AZIM melawan PT. BANK MANDIRI (PERSERO). Tbk. Yang mana Pengadilan Negeri Pasir Pangaraian menguatkan Putusan Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen (BPSK) Kabupaten Batu Bara Nomor: 443/Arbitrase/BPSK-BB/VI/201 6 tanggal 01 Agustus 2016:
11. Putusan Pengadilan Negeri Pasir Pangaraian Nomor : 317/Pdt.Sus-BPSK/2016/PN.PRP antara ILHAM SYAHPUTRA melawan PT. BANK MANDIRI (PERSERO). Tbk. yang mana Pengadilan Negeri Pasir Pangaraian menguatkan Putusap Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen (BPSK) Kabupaten Batu Bara Nomor: 462/Arbitrase/BPSK-BB/VII/2016 tanggal 22 Agustus 2016:
12. Putusan Pengadilan Negeri Pasir Pangaraian Nomor : 320/Pdt.Sus-BPSK/2016/PN.PRP antara GUNAWAN TMZ melawan PT. BANK MANDIRI (PERSERO). Tbkyang mana Pengadilan Negeri Pasir Pangaraian menguatkan Putusan Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen (BPSK) Kabupaten Batu Bara Nomor : 455/Arbitrase/BPSK-BB/VI/2016 tanggal 01 Agustus 2016;
- Bahwa menurut Undang-undang Nomor : 8 tahun 1999 tentang
Perlindungan Konsumen pada Pasal 54 ayat (4) Yo Keputusan Menteri Perindustrian dan Perdagangan Republik Indonesia Nomor : 350/MPP/Kep/12/2001 Tentang Pelaksanaan Tugas dan Wewenang Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen (BPSK} pada Pasal 36 butir (2). yang menyebutkan:
"Bilamana pada persidangan ke II (kedua) Konsumen tidak hadir. Maka gugatannya dinyatakan gugur demi hukum.Sebaliknya jika Pelaku Usaha vang tidak hadir. Maka gugatan konsumen dikabulkan oleh Majelis Hakim tanpa kehadiran Pelaku Usaha (VERSTEK)”
- Bahwa sebagaimana yang telah terwujud dan dikehendaki oleh
Undang-undang Nomor 8 tahun 1999 Tentang Perlindungan Konsumen yang
menyebutkan dan menerangkan bahwa Konsumen mempunyai kedudukan yang Setara dan Seimbangdengan Pelaku Usaha, adalah yaitu:
➢ Pasal 1 Angka 1 Undang-undang Nomor : 8 Tahun 1999 Tentang
Perlindungan Konsumen, yang berbunyi:
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :