BAB IV
ANALISIS RASIO JUMLAH PENDUDUK DAN KETERSEDIAAN SDM
Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 43 Tahun 2019 tentang Pusat Kesehatan Masyarakat menjelskan bahwa kondisi tertentu dapat didirikan lebih dari 1 (satu) Puskesmas pada 1 (satu) kecamatan berdasarkan pertimbangan kebutuhan pelayanan, jumlah penduduk, dan aksesibilitas.
Jumlah penduduk sangat berpengaruh terhadap kualitas pelayanan kesehatan yang dilakukan. Berdasarkan data jumlah penduduk wilayah kerja UPT Puskesmas Tanjung Kerang dan UPT Puskesmas Sungai Lilin seperti tertera pada tabel 2.2 dan tabel 2.3, dapat ditentukan jumlah penduduk yang termasuk dalam wilayah kerja UPT Puskesmas Tenggulang Raya ± 3.710 jiwa yang terdiri dari 1.759 laki-laki dan 1.951 perempuan sebagaimana terinci dalam tabel di bawah ini.
Tabel 4.1
Distribusi Penduduk Wilayah Kerja UPT Puskesmas Tenggulang Raya
No Desa
Jumlah Penduduk Jumlah RT/
Dusun
Jumlah KK
Rata-Rata Jiwa/
Rumah Tangga Laki-Laki Perem
puan L+P 1 Sumber
Jaya 476 464 940 5 dusun 275 3,42
2 Tenggulang
Baru 482 500 982 4 dusun 291 3,37
3 Tenggulang
Jaya 442 515 957 13 RT 285 3,36
4 Bandar
Tenggulang 359 472 831 13 RT 279 2,97
Total 1.759 1.951 3.710 9/26 1.130 3,28
Tabel 4.2
Jarak dan Waktu Tempuh Desa Wilayah Kerja UPT Puskesmas Tenggulang Raya
No Desa Jumlah
Penduduk
Luas Wilayah
(Km2)
Kepadatan Penduduk
(Per Km2)
Jarak ke Puskesmas
Tanjung Kerang/
Sungai Lilin
Waktu Tempuh
(Menit)
35
(Km) 1 Sumber
Jaya 940 12 78,33 35 90
2 Tenggulang
Baru 982 12 81,83 35 90
3 Tenggulang
Jaya 957 5 191,4 30 60
4 Bandar
Tenggulang 831 10 83,1 32 75
Total 3.710 39 108,665
UPT Puskesmas memiliki tanggung jawab dalam pelaksanaan pembangunan kesehatan di wilayah kerjanya yang bertujuan mewujudkan pelayanan kesehatan bermutu dengan kemampuan perilaku hidup sehat agar mencapai derajat kesehatan yang optimal. UPT Puskesmas Tenggulang Raya berdasarkan karakteristik wilayah kerja dan kemampuan pelayanan termasuk kategori Puskesmas kawasan pedesaan nonrawat inap. Pendirian puskesmas berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 43 Tahun 2019 harus memenuhi persyaratan lokasi, bangunan, prasarana, peralatan, ketenagaan, kefarmasian, dan laboratorium klinik.
Ketenagaan di puskesmas terdiri dari tenaga kesehatan dan tenaga non kesehatan. Setiap tenaga kesehatan yang bertugas harus memiliki Surat Tanda Registrasi (STR) dan Surat Izin Praktik (SIP) pada bidang keterampilan profesi masing-masing sesuai dengan ketentuan perundang- undangan. Dalam pelaksanaan kewenangannya, tenaga kesehatan harus bekerja sesuai dengan standar profesi, standar pelayanan, standar operasional prosedur (SOP), dan etika profesi.
Berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 43 Tahun 2019 tentang Pusat Kesehatan Masyarakat ketenagaan di UPT puskesmas paling sedikit memiliki dokter dan/atau dokter layanan primer, dokter gigi, tenaga kesehatan lain, dan tenaga nonkesehatan. Tenaga kesehatan lain terdiri dari perawat, bidan, tenaga promosi kesehatan dan ilmu perilaku, tenaga sanitasi lingkungan, nutrisionis, tenaga apoteker dan/atau tenaga teknis kefarmasian, dan ahli teknologi laboratorium medik. Puskesmas dapat menambah jenis tenaga kesehatan lainnya dalam kondisi tertentu
36
diantaranya terapis gigi dan mulut, epidemiolog kesehatan, entomolog kesehatan, perekam medis dan informasi kesehatan, dan tenaga kesehatan lain sesuai dengan kebutuhan. dokter dan/atau dokter layanan primer bertugas untuk memberikan pelayanan kesehatan di wilayah kerjanya. Tenaga nonkesehatan bertugas mendukung kegiatan ketatausahaan, administrasi keuangan, sistem informasi, dan kegiatan operasional lain di Puskesmas
Standar minimal ketenagaan di puskesmas sesuai jumlah dan jenis kebutuhan ideal tenaga di Puskesmas ditetapkan berdasarkan perhitungan analisis beban kerja sehingga dapat menyelenggarakan pelayanan kesehatan dengan baik sebagai berikut:
Tabel 4.3
Standar Minimal Tenaga Kesehatan dan Tenaga Nonkesehatan UPT Puskesmas
No Jenis Tenaga
Jumlah Tenaga Puskesmas Kawasan Pedesaan Nonrawat Inap Tenaga Kesehatan
1 Dokter dan/atau Dokter Layanan Primer 1
2 Dokter Gigi 1
3 Perawat 5
4 Bidan 4
5 Tenaga Promosi Kesehatan dan Ilmu Perilaku
1
6 Tenaga Sanitasi Lingkungan 1
7 Nutrisionis 1
8 Tenaga Apoteker dan/atau Tenaga Teknis Kefarmasian
1
9 Ahli Teknologi Laboratorium Medik 1
Tenaga Nonkesehatan
10 Tenaga Sistem Informasi Kesehatan 1
11 Tenaga Administrasi Keuangan 1
12 Tenaga Ketatausahaan 1
13 Pekarya 1
Jumlah 20
Note: Belum termasuk tenaga di puskesmas pembantu dan tempat praktik bidan desa.
Dalam proses mendapatkan izin operasional pertama kali, UPT Puskesmas dapat memenuhi paling sedikit memiliki dokter dan/atau dokter layanan primer, 75% jenis tenaga dokter gigi dan tenaga kesehatan
37
lain, tenaga nonkesehatan, serta persyaratan peralatan telah terpenuhi paling sedikit 60%.
Setiap UPT Puskesmas harus memiliki struktur organisasi paling sedikit terdiri atas kepala Puskesmas, kepala tata usaha, penanggung jawab UKM dan keperawatan kesehatan masyarakat, penanggung jawab UKP, kefarmasian, dan laboratorium, penanggung jawab jaringan pelayanan Puskesmas dan jejaring Puskesmas, penanggung jawab bangunan, prasarana, dan peralatan puskesmas, serta penanggung jawab mutu. Kepala Puskesmas diangkat dan diberhentikan oleh bupati/wali kota. Dinas kesehatan kabupaten/kota bertanggung jawab sebagai pembina dan pengawas puskesmas dalam rangka harmonisasi pencapaian tujuan pembangunan kesehatan daerah.
38