• Tidak ada hasil yang ditemukan

Analisis Rasio Likuiditas dan Rasio Solvabilitas pada PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.

N/A
N/A
Heat Up

Academic year: 2024

Membagikan " Analisis Rasio Likuiditas dan Rasio Solvabilitas pada PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk."

Copied!
54
0
0

Teks penuh

(1)

USULAN PENELITIAN

ANALISIS RASIO LIKUIDITAS DAN RASIO SOLVABILITAS PADA PT. BANK RAKYAT

INDONESIA (PERSERO) TBK

Disusun dan Diajukan Oleh

WIWIN SAWA’UN NPM. 20 320 021

FAKULTAS EKONOMI

UNIVERITAS DAYANU IKHSANUDDIN BAUBAU

2024

(2)

USULAN PENELITIAN

ANALISIS RASIO LIKUIDITAS DAN RASIO SOLVABILITAS PADA PT. BANK RAKYAT

INDONESIA (PERSERO) TBK

Disusun dan Diajukan Oleh

WIWIN SAWA’UN NPM: 20 320 021

Telah Diperiksa dan Disetujui Untuk Diseminarkan:

Baubau, 2024 Komisi Pembimbing

Ketua, Anggota,

Dr. Rosnani Said, M.Si Rasit, S.E., M.M

NPP. 178 31 125 NPP. 178 31 276

Mengetahui :

Ketua Program Studi Akuntansi Fakultas Ekonomi

Universitas Dayanu Ikhsanuddin,

Wa Ode Suwarni, S.E., M,Sc NPP. 178 31 068

(3)

KATA PENGANTAR

Dengan mengucapkan puji syukur kehadiran Allah SWT Tuhan Yang Masa Esa, karena kasih dan karunia-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan penyusunan proposal penelitian ini yang berjudul “ANALISIS RASIO LIKUIDITAS DAN RASIO SOLVABILITAS PADA PT. BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) TBK”.

Proposal ini disusun untuk memenuhi memperoleh gelas Sarja Akuntansi pada Fakultas Ekonomi Universitas Dayanu Ikhsanuddin.

Penulis menyadari bahwa tersusunnya proposal ini tidak lepas dari bantuan beberapa pihak, maka pada kesempanan ini penulis mengucapkan terima kasih kepada yang terhormat:

1. Bapak Ir. H. L.M. Sjamsul Qamar, M.T., IPU, Rektor Universitas Dayanu Ikhsanuddin.

2. Ibu Wa Ode Nur Ainun, S.E., M.Si., Dekan Fakultas Ekonomi Universitas Dayanu Ikhsanuddin.

3. Ibu Wa Ode Suwarni, S.E., M.Sc., Ketua Program Studi Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Dayanu Ikhsanuddin.

4. Ibu Dr. Rosnani Said, S.E.,M.Si., Ketua Komisi Pembimbing yang dalam kesibukannya masih bersedia meluangkan waktunya untuk memberikan bimbingan, petunjuk serta arahan-arahan yang berarti kepada penulis.

5. Bapak Rasit, S.E., M.M., Pembimbing Anggota yang senantiasa membina dan mengarahkan hingga tersusunnya usulan penelitian ini.

(4)

6. Bapak/Ibu Dosen beserta seluruh karyawan Fakultas Ekonomi Universitas Dayanu Ikhsanuddin yang telah banyak membantu dalam kelancara studi.

7. Ibu tercinta, Smarwati yang telah mendoakan dan menjadi penyemangat untuk memperoleh gelar sarjana.

8. Teman-teman mahasiswa program studi Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Dayanu Ikhsanuddin yang penulis tidak bisa sebutkan satu persatu yang telah banyak membantu dari sejak proses perkuliahan hingga tersusunya usulan penelitian ini, penulis juga mengucapkan banyak terima kasih.

Penulis menyadari bahwa penulisan proposal ini disusun berdasarkan pengalama dan pengetahuan yang relative terbatas, sehingga proposal ini masih jauh dari kesempurnaan, oleh karena itu diharapkan masukan dan saran yang berguna dari para pembaca guna memyempurnakan proposal ini. Atas itu semua penulis juga menyampaikan terima kasih.

Akhirnya, penulis mengharapkan semoga amal baik dari berbagai pihak yang telah diberikan kepada penulis mendapat imbalan dari Allah SWT.

Baubau, 2024 Penulis,

Wiwin Sawa’un

(5)

DAFTAR ISI

Halaman

HALAMAN JUDUL i

HALAMAN PENGESAHAN ii

KATA PENGANTAR iii

DAFTAR ISI v

DAFTAR TABEL viii

DAFTAR GAMBAR viiii

BAB 1 PENDAHULUAN 1

1.1 Latar Belakang 1

1.2 Rumusan Masalah 5

1.3 Tujuan 5

1.4 Manfaat 6

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA 7

2.1 Kinerja Keuangan 7

2.1.1 Tujuan Kinerja Keuangan 8

2.2 Laporan Keuangan 9

2.2.1 Tujuan Laporan Keuangan 10

2.2.2 Jenis – jenis Laporan Keuangan 11

2.3 Analisis Laporan Keuangan 14

(6)

2.3.1 Tujuan Analisis Laporan Keuangan 15 2.3.2 Langkah – langkah Analisis Laporan Keuangan 17 2.3.3 Metode dan Teknik Analisis Laporan Keuangan 17

2.4 Analisis Rasio Keuangan 18

2.4.1 Tujuan Analisis Rasio Keuangan 19

2.4.2 Jenis – jenis Analisis Rasio Keuangan 20

2.5 Rasio Likuiditas 21

2.5.1 Tujuan dan Manfaat Rasio Likuiditas 21

2.5.2 Jenis – jenis Rasio Likuiditas 22

2.6 Rasio Solvabilitas 26

2.6.1 Tujuan dan Manfaat Rasio Solvabilitas 27

2.6.2 Jenis – jenis Rasio Solvabilitas 28

2.7 Kajian Empiris 29

BAB 3 KERANGKA PIKIR 33

3.1 Kerangka Pikir 33

BAB 4 METODE PENELITIAN 35

4.1 Lokasi dan Objek Penelitian 35

4.2 Jenis dan Sumber Data 35

(7)

4.2.1 Jenis Data 35

4.2.2 Sumber Data 36

4.3 Populasi dan Sampel 36

4.3.1 Populasi 36

4.3.2 Sampel 36

4.4 Teknik Pengumpulan Data 37

4.5 Variabel, Definisi dan Operasionalisasi Variabel 37

4.5.1 Variabel Penelitian 37

4.5.2 Definisi Operasional Variabel 38

4.6 Teknik Analisis Data 38

4.6.1 Rasio Likuiditas 39

4.6.2 Rasio Solvabilitas 40

DAFTAR PUSTAKA 42

(8)

DAFTAR TABEL

Nomor Teks Halaman

1.1 Laporan Keuangan Bank BRI 4

(9)

DAFTAR GAMBAR

Nomor Teks Halaman

3.1 Kerangka Pikir 34

(10)
(11)

BAB 1 PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Berkembangannya perekonomian negara dapat dipengaruhi oleh aktivitas suatu negera. Salah satu contoh aktivitas pada suatu negara adalah pembangunan bidang perbankan. Perbankan merupakan sebuah penggerak perekonomian negara, yakni dapat menumbuhkan sektor usaha kerakyatan, meningkatkan kemampuan ekonomi pengusaha dan UMKM, dan sebagai sumber pendaan. Menurut Undang – Undang Nomor 10 Tahun 1998 tentang Perbankan, Perbankan Indonesia bertujuan menunjang pelaksanaan pembangunan nasional dalam rangka meningkatkan pemerataan, pertumbuhan ekonomi, dan stabilitas nasional kearah peningkatan kesejahteraan rakyat banyak. Oleh karena itu, sektor perbankan sangat berperan penting bagi perekonomian suatu negara. Dengan meningkatnya keuangan sektor perbankan maka dapat meningkatkan perkembangan perekonomian suatu negara, sebaliknya jika perekonomian suatu negara mengalami penurunan maka dapat berdampak pula pada sektor perbankan. Dengan kata lain perekonomian suatu negara dan sektor perbankan memiliki hubungan yang saling terikat.

Bank adalah badan usaha yang didirikan untuk menerima simpanan uang, meminjam uang, dan mengelola dana dari masyarakat. Kata bank berasal dari bahasa italia banca yang berarti tempat penukaran uang. Menurut Undang – Undang Nomor 10 Tahun 1998 tentang Perbankan, Bank merupakan badan

(12)

usaha yang menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan dan menyalurkannya kepada masyarakat dalam bentuk kredit dana atau bentuk- bentuk lainnya dalam rangka meningkatkan taraf hidup masyarakat. Kegiatan menghimpun dana dan menyalurkan dana merupakan kegiatan pokok bank.

Bank dapat di katakana baik apabila dapat memenuhi kewajiban jangka pendak dan jangka panjangnya.

Untuk menilai baik atau buruknya kesehatan bank dapat dilihat pada kinerja keuangan bank. Kinerja keuangan merupakan hal penting untuk mengetahui sampai mana ukuran tingkat keberhasilan bank dalam periode tertentu melalui aktivitas-aktivitas bank dalam mencapai keuntungan efektif dan efisien.

Kinerja keuangan bank dapat dinilai dengan cara melakukan teknis analisis dengan mempelajari laporan keuangannya, yang meliputi neraca dan laporan laba/rugi. Neraca merupakan bagian dari laporan keuangan yang mengambarkan mengenai posisi aset/harta, kewajiban dan modal yang dimiliki oleh perusahaan pada periode waktu tertentu. Sedangkan laporan laba/rugi ini memperlihatkan hasil laba yang diperoleh perusahaan pada periode waktu tertentu.

Untuk menilai kinerja keuangan dapat menganalisis sebuah laporan keuangannya biasa menggunakan metode rasio keuangan. Menurut Kasmir (2014:104) analisis rasio keuangan merupakan kegiatan untuk membandingkan angka-angka di dalam laporan keuangan. Perbandingan dapat dilakukan antara satu komponen dengan komponen dalam satu laporan keuangan atau antar

(13)

komponen yang ada di antara laporan keuangan. Selanjutnya, angka yang diperbandingkan dapat berupa angka-angka dalam satu periode pembukuan maupun beberapa peiode.

Rasio Likuiditas merupakan rasio untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban jangka pendeknya yang segera jatuh tempo. Cara menganalisis likuiditas pada bank bisa di lakukan dengan cara menghitung Cash Ratio (Rasio Kas), Quick Ratio (Rasio Cepat) dan Banking Ratio (Rasio Bank). Rasio Solvabilitas merupakan rasio untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban jangka pendek atau jangka panjangnya yang segera jatuh tempo. Cara menganalisis solvabilitas pada bank bisa di lakukan dengan cara menghitung Debt to Asset Ratio (DAR) dan Debt to Equity Ratio (DER). Kedua rasio tersebut dapat menjadi referensi bagi para pemberi modal. Dengan mengetahui kondisi laporan keuangan perusahaan dapat membantu perusahaan dalam mengambil keputusan manajemen perusahaan.

Pengukuran kinerja keuangan sangat dibutuhkan seiring dengan tingginya tingkat persaingan dunia bisnis perbankan dengan berbagai produk perbankan untuk masyarakat. Pengukuan kinerja keuangan juga sangat membantu pertumbuan bank dalam kegiatan operasionalnya.

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk merupakan salah satu lembaga keuangan perbankan yang terbesar di Indonesia serta bank yang melakukan kegiatan usahanya berdasarkan prinsip syariah. PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk didirikan sejak tahun 1895 dan sudah berpengalaman selama 129

(14)

tahun. Bank BRI selalu memberikan kemudahan dan kecepatan dalam memenuhi kebutuhan nasabahnya yang berbeda-beda. Bank BRI juga menjadi salah satu bank terbesar dalam aset dan keuntungannya. Mempunyai aset yang besar dan keuntungan yang tinggi menjadikan kesuksesan yang dicapai bagi perusahaan.

Berikut data laporan keuangan PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk:

Tabel 1.1

Laporan Keuangan Bank BRI

Keterangan 2019 2020 2021 2022 2023

Cash Asset 111.873.399 92.846.911 96.791.643 199.831.062 155.844.824 Liability 1.183.155.670 1.278.346.276 1.386.310.930 1.562.243.693 1.648.534.888 Loans 839.067.353 834.293.205 909.582.789 990.950.989 1.117.828.495 Ekuitas 208.784.336 199.911.376 291.786.804 303.395.317 316.472.142 Aset 1.416.758.840 1.511.804.628 1.678.097.734 1.865.639.010 1.965.007.030

Berdasarkan tablel 1 diatas terlihat bahwa cash asset dari tahun 2019 – 2023 mengalami ketidak signifikan setiap tahunnya atau biasa disebut mengalama fluktuasi, liability dari tahun 2019 – 2023 mengalami kenaikan setiap tahunnya, loans sama halnya dengan cash asset juga mengalami fluktuasi tetapi dapat dilihat pada table bahwa hanya tahun 2020 mengalami penurunan, ekuitas juga mengalamai fluktuasi setiap tahunnya dapat dilihat bahwa pada tahun 2020 mengalamai penurunan, sedangkan asset mengalami kenaikan setiap tahunnya dari periode 2019 – 2023.

(15)

Dari paparan diatas dapat di tarik kesimpulan bahwa dari periode 2019 – 2023 sering mengalami fluktuasi atau ketidak signifikan setiap tahunnya.

Berdasarkan paparan di atas penulis tertarik mengambil judul Analisis Rasio Likuiditas dan Rasio Solvabilitas pada PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.

1.2 Rumusan Masalah

Masalah-masalah penelitian yang dapat di rumuskan berdasarkan pemaparan latar belakang di atas adalah sebagai berikut:

1. Bagaimana kinerja keuangan berdasarkan rasio likuiditas pada PT.

Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk?

2. Bagaimana kinerja keuangan berdasarkan rasio solvabilitas pada PT.

Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk?

1.3 Tujuan

Berdasarkan rumusan masalah di atas penelitian ini bertujuan sebagai berikut:

1. Menganalisis kinerja keuangan berdasarkan rasio likuiditas pada PT.

Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.

2. Menganalisis kinerjaa keuangan berdasarkan rasio solvabilitas pada PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.

(16)

1.4 Manfaat

Diharapkan dari penelitian ini dapat memberikan manfaat sebagai berikut : 1) Manfaat Teoritis

Diharapkan melalui penelitian ini dapat memberikan masukan peneliti selanjutnya yang akan melakukan penelitian lain yang sejenis.

2) Manfaat Praktis

Diharapkan melalui penelitian ini dapat dijadikan bahan pertimbangan untuk tambahan ilmu pengetahuan dan informasi untuk memecakan masalah dalam penelitian yang sejenis.

BAB 2

TINJAUAN PUSTAKA

(17)

2.1 Kinerja Keuangan

Kinerja keuangan pada umumnya adalah tingkat keberhasilan yang dicapai suatu perusahaan yang dalam mengelola keuangan yang dimiliki oleh perusahaan sehingga kita dapat memperoleh hasil pengelolaan yang baik.

Menurut Eka B.O dan Febriyanto (2019), menyatakan bahwa Kinerja keuangan merupakan gambaran mengenai hasil operasi perusahaan yang terdapat dalam laporan keuangan perusahaan dalam periode tertentu, dan pada dasarnya merupakan cerminan dari kinerja manajemen pada periode tersebut.

Kinerja Keuangan adalah laporan atas laporan keuangan perusahaan yang diperoleh selama periode waktu tertentu dengan tujuan untuk menentukan arus keuangan perusahaan. Ukuran Perusahaan mencerminkan apakah perusahaan tersebut sudah berdiri atau belum. Perusahaan yang memiliki ukuran besar diharapkan dapat menghasilkan laba yang besar, sehingga dapat membagikan dividen dan sebaliknya (Heliani et al., 2021) dalam (Permana dkk., 2022).

Kinerja keuangan merupakan elemen penting dalam dunia bisnis yang berhubungan dengan perusahaan karena keuangan suatu perusahaan merupakan tolak ukur bagaimana suatu perusahaan dapat bertahan di masa yang akan dating (Sofyan, 2019) dalam (Putra dkk., 2024).

Kinerja keuangan suatu perusahaan juga dapat diartikan sebagai prospek atau masa depan, pertumbuhan, dan potensi perkembangan yang baik bagi perusahaan. Informasi kinerja keuangan diperlukan untuk menilai perubahan

(18)

potensial sumber daya ekonomi, yang mungkin dikendalikan di masa depan dan untuk memprediksi kapasitas produksi dari sumber daya yang ada (Barlian, 2003) dalam (Sepang dkk., 2018).

Berdasarkan beberapa definisi para ahli diatas dapat ditarik kesimpulan bahwa kinerja keuangan merupakan sebuah keberhasilan yang dicapai oleh perusahaan dalam mengelola keuangannya selama satu periode tertentu. Contoh ukuran dari sebuah perusahaan dapat dilihat pada penerimaan dan laba.

2.1.1 Tujuan Kinerja Keuangan

Tujuan kinerja keuangan adalah untuk menentukan likuiditas perusahaan dalam memenuhi kewajiban keuangan segera, untuk menentukan solvabilitas perusahaan dalam memenuhi kewajiban keuangan jangka panjang dan pendek, dan untuk mengukur profitabilitas perusahaan dalam menghasilkan keuntungan dengan seluruh modal kerjanya (Munawir 2012) : 31) dalam (Permana dkk., 2022).

2.2 Laporan Keuangan

(19)

Menurut Standar Akuntansi Keuangan (SAK) 2015, laporan keuangan merupakan bagian dari proses pelaporan keuangan yang lengkap biasanya meliputi neraca, laporan laba rugi, lapoan perubahan posisi keuangan (yang dapat disajikan dalam berbagai cara misalnya sebagai laporan arus kas, atau laporan arus dana), catatan dan laporan lain serta materi penjelasan yang merupakan bagian integrasi dari laporan keuangan adalah catatan informasi keuangan suatu perusahaan pada suatu periode akuntansi yang dapat digunakan untuk menggambarkan kinerja perusahaan tersebut.

Laporan keuangan merupakan suatu informasi yang mengambarkan kondisi keuangan perusahaan. Laporan keuangan dapat menjadi sumber informasi bagi pihak yang berkepentingan untuk memeriksa kondisi kesehatan kinerja perusahaan. Adapun jenis laporan keuangan pada umumnya antara lain: neraca, laporan laba rugi, laporan perubahan modal, dan laporan arus kas.

Menurut Dr. Kasmir (2017) dalam (Sepang dkk., 2018), laporan keuangan merupakan laporan yang menunjukkan kondisi keuangan perusahaan pada saat ini atau dalam suatu periode tertentu.

Laporan keuangan pada dasarnya adalah hasil dari proses akuntansi yang dapat digunakan sebagai alat untuk mengomunikasikan data keuangan atau aktivitas perusahaan kepada pihak-pihak yang berkepentingan. Dengan kata lain, laporan keuangan ini berfungsi sebagai alat informasi yang menghubungkan perusahaan dengan pihak-pihak yang berkepentingan, yang menunjukkan kondisi kesehatan keuangan perusahaan dan kinerja Perusahaan (Sepang dkk., 2018).

(20)

Menurut Hidayat (2018:2) dalam (Rizka Noristaman, 2023) menyatakan bahwa laporan keuangan merupakan informasi yang menggambarkan posisi keuangan suatu perusahaan, informasi yang dapat dijadikan gambaran kinerja keuangan suatu perusahaan.

2.2.1 Tujuan Laporan Keuangan

Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) No. 1 menjelaskan bahwa tujuan laporan keuangan adalah menyediakan informasi yang menyangkut posisi keuangan, kinerja, serta perubahan posisi keuangan suatu perusahaan yang bermanfaat bagi sejumlah besar pemakai dalam pengambilan keputusan.

Menurut Ikatan Akuntan Indonesia (2009), tujuan laporan keuangan adalah menyediakan informasi yang menyangkut posisi keuangan, kinerja, serta perubahan posisi keuangan suatu perusahaan yang bermanfaat bagi sejumlah besar pemakai dalam pengambilan keputusan ekonomi.

Kasmir (2010:10) dalam (Herry Mokoginta, 2022) menyatakan bahwa laporan keuangan bertujuan untuk memberikan informasi keuangan suatu perusahaan, baik pada saat tertentu maupun pada periode tertentu. Laporan keuangan juga dapat disusun secara mendadak sesuai kebutuhan perusahaan maupun secara berkala. Laporan keuangan disusun guna memenuhi kepentingan berbagai pihak yang berkepentingan terhadap perusahaan. Dalam praktiknya terdapat beberapa tujuan dalam penyusunan laporan keuangan, yaitu :

(21)

1. Memberikan informasi tentang jenis dan jumlah aktiva yang dimiliki perusahaan saat ini.

2. Memberikan informasi tentang jenis dan jumlah kewajiban dan modal yang dimiliki perusahaan pada saat ini.

3. Memberikan informasi tentang jenis dan jumlah pendapatan yang diperoleh pada periode tertentu.

4. Memberikan informasi tentang jumlah biaya dan jenis biaya yang dikeluarkan perusahaan dalam suatu periode tertentu.

5. Memberikan informasi tentang perubahan-perubahan yang terjadi terhadap aktiva, pasiva, dan modal perusahaan.

6. Memberikan informasi tentang kinerja manajemen perusahaan dalam suatu periode.

7. Memberikan informasi tentang catatan-catatan

2.2.2 Jenis-jenis Laporan Keuangan

Menurut Ikatan Akuntansi Indonesia menyatakan bahwa laporan keuangan yang lengkap biasanya meliputi Neraca, Laporan Laba Rugi, Laporan Perubahan Posisi Keuangan, (yang disajikan dalam berbagai cara, misalnya Laporan Arus Kas atau Laporan Arus Dana), catatan dan laporan lain serta materi penjelasan yang merupakan bagian integral dari laporan keuangan.

(22)

Menurut Herry Mokoginta (2022) menyatakan bahwa ada beberapa jenis laporan keuangan sebagai berikut :

1. Neraca

Susan Irawati (2006:23) dalam (Herry Mokoginta, 2022) menyatakan bahwa Neraca merupakan laporan yang menunjukkan jumlah aktiva (harta), kewajiban (utang), dan modal (ekuitas) perusahaan pada saat tertentu. Artinya, dari suatu neraca akan tergambar berapa jumlah harta, kewajiban, dan modal suatu perusahaan. Pembuatan neraca biasanya dibuat secara periode tertentu (tahunan). Akan tetapi pemilik atau manajemen dapat pula meminta laporan neraca sesuai kebutuhan untuk mengetahui secara persis berapa harta, utang, dan modal yang dimiliki pada saat tertentu.

2. Laporan Laba Rugi

Laporan laba rugi (income statement) merupakan laporan yang menggambarkan jumlah penghasilan atau pendapatan dan biaya dari suatu perusahaan pada periode tertentu. Sebagaimana halnya dalam neraca, laporan laba rugi biasanya juga disusun setiap akhir tahun (31 Desember). Laporan laba rugi berisi informasi tentang hasil usaha yang diperoleh perusahaan. Laporan laba rugi juga berisi jumlah pendapatan yang diperoleh dan jumlah biaya yang dikeluarkan. Dengan kata lain laporan laba rugi merupakan laporan yang menunjukkan jumlah pendapatan atau penghasilan yang diperoleh dan biaya-biaya yang

(23)

dikeluarkan dan laba rugi dalam suatu periode tertentu (Herry Mokoginta, 2022).

3. Laporan Arus Kas

Laporan arus kas merupakan laporan yang menunjukkan arus kas masuk (pendapatan) dan arus kas keluar (biaya-biaya) di perusahaan. Laporan kas menunjukkan semua aspek yang berkaitan dengan kegiatan perusahaan, baik yang berpengaruh langsung atau tidak langsung terhadap kas (Herry Mokoginta, 2022).

Menurut Toto Prihadi (2019) menyatakan bahwa ada empat jenis laporan keuangan yaitu:

1. Laporan posisi keuangan (neraca) yang menggambarkan posisi keuangan beruapa asset, utang, dan ekuitas (modal) pada satu saat;

2. Laporan laba-rugi yang menggambarkan kinerja yang tercermin dari laba, yaitu selisih pendapatan dan biaya, selama satu periode;

3. Laporan arus kas yang menberikan gambaran bagaimana Perusahaan memeperoleh dan menggunakan kas dari aktivitas operasi, investasi, dan pendanaan selama satu periode;

4. Laporan perubahan ekuitas yang berisi perubahan ekuitas yang berasal dari kinerja internal berupa laba dan pembagian dividen, serta pengaruh dari perubahan komposisi setoran modal.

2.3 Analisis Laporan Keuangan

(24)

Menurut Soemarso S.R (1996) dalam (Frans Agustisnus Sinaga, 2020), menyatakan bahwa, analisis laporan keuangan adalah hubungan antara suatu angka dalam laporan keuangan dengan angka yang lain yang mempunyai makna/menjelaskan arah perubahan (trend) suatu fenomena.

Menurut Kariyato (2017:21) menyatakan bahwa, analisis laporan keuangan adalah suatu proses yang dengan penuh pertimbangan dalam rangka untuk membantu mengevaluasi posisi keuangan dan hasil aktivitas perusahaan pada masa sekarang dan masa lalu, dengan tujuan utama untuk menentukan perkiraan dan prediksi yang paling mungkinn mengenai kondisi dan performance Perusahaan pada masa yang akan datang.

Kasmir (2012:66) dalam (Herry Mokoginta, 2022) menyatakan bahwa, analisis laporan keuangan merupakan suatu penilaian terhadap kondisi keuangan perusahaan. Kondisi keuangan tersebut meliputi jumlah harta, kewajiban, dan modal dalam neraca yang dimiliki. Melalui analisis laporan keuangan kita dapat mengetahui informasi tentang kelemahan dan kekuatan yang dimiliki perusahaan.

Dengan adanya kelemahan dan kekuatan akan tergambar kinerja manajemen selama periode tertentu.

Menurut Dr. Alexander Thian (2022), menyatakan bahwa analisis laporan keuangan merupakan suatu proses untuk membedah lapoan keuangan ke dalam unsur-unsurnya dan menelaah masing-masing dari unsur tersebut dengan tujuan untuk memperoleh pengertian dan pemahaman yang baik dan tepat atas laporan keuangan itu sendiri.

(25)

Menganalisis laporan keuangan merupakan hal yang sangat berguna bagi perusahaan untuk mengetahui seberapa efektif arah perkembangan perusahaan.

Analisis laporan keuangan tidak hanya berguna untuk internal perusahaan saja, tetapi bagi investor juga untuk mengetahui kinerja keuangan perusahaan.

2.3.1 Tujuan Analisis Laporan Keuangan

Analisis laporan keuangan bertujuan untuk menilai hasil saat ini, masa lalu, dan operasi perusahaan. Proses ini berusaha untuk menentukan estimasi terbaik dan memprediksi kondisi masa depan keuangan dan kinerja Perusahaan (Sari1 &

Achmad Nawawi2, 2021) dalam (Putra dkk., 2024).

Menurut Dr. Alexander Thian (2022), tujuan dilakukannya analisis laporan keuangan adalah sebagai berikut:

1) Untuk mengetahui posisi keuangan perusahaan dalam suatu periode tertentu, baik aset, liabilitas, ekuitas maupun hasil usaha yang telah dicapai selama beberapa periode.

2) Untuk mengetahui kelemahan-kelemahan yang menjadi kekurangan perusahaan.

3) Untuk mengetahui kekuatan-kekuatan yang menajdi keunggulan perusahaan.

4) Untuk menentukan langkah-langkah perbaikan yang perlu dilakkan di masa mendatang, khususnya yang berkaitan dengan posisi keuangan perusahaan saat ini.

(26)

5) Untuk melakukan penilaian kinerja manajemen.

6) Sebagai pembanding dengna perusahaan sejenis, terutama mengenai hasil yang telah dicapai.

Menurut Bernstein (1983) dalam (Hery, S.E.,M.Si, 2016) tujuan analisis laporan keuangan adalah sebagai berikut:

1) Screening merupakan analisis dilakukan dengan melihat secaa kritis data-data yang terkandung dalam laporan keuangan untuk kepentingan pemilihan investasi atau kemungkinan merger.

2) Forecasting merupakan analisis dilakukan untuk memprediksi kondisi keuangan perusahaan di masa yang akan datang.

3) Diagnosis merupakan analisis dilakukan untuk melihat kemungkinan adanya masalah-masalah yang terjadi dalam perusahaan, baik dalam manajemen operasi, keuangan, atau pun masalah lainnya.

4) Evaluation merupakan analisis dilakukan untuk menilai prestasi manajemen, kineja operasional, tingkat efesiensi, dan lain sebagainya.

5) Understanding dengan melakukan analisis laporan keuangan, informasi mentah yang ada dalam laporan keuangan akan menjadi lebih bermakna.

2.3.2 Langkah-langkah Analisis Laporan Keuangan

(27)

Menurut Dr. Alexander Thian (2022), langkah-langkah yang dilakukan dalam melakukan analisis laporan keuangan, yaitu:

1) Mengumpulkan data keuangan dan data pendukung yang diperlukan selengkap mungkin, baik untuk satu periode maupun beberapa periode;

2) Melakukan pengukuran-pengukuran atau perhitungan-perhitungan secara cermat dengan memasukkan angka-angka yang ada dalam laporan keuangan ke dalam rumus-rumus tertentu;

3) Memberikan interpretasi terhadap hasil perhitungan dan pengukuran yang telah dilakukan;

4) Membuat laporan hasil analisis;

5) Memberikan rekomendasi sehubungan dengan hasil analisis yang telah dilakukan.

2.3.3 Metode dan Teknik Analisis Laporan Keuangan

Dalam melakukan analisis laporan keuangan diperlukan metode dan teknik analisis yang tepat. Tujuannya dari melakukan penentuan metode dan teknik analisis adalah agar laporan keuangan dapat memberikan manfaat secara maksimal bagi para penggunannya.

Menurut Dr. Alexander Thian (2022), ada dua metode analisis laporan keuangan yang lazim digunakan dalam praktek, yaitu:

(28)

1) Analisis vertikal (statis) merupakan analisis yang dilakukan hanya terhadap satu periode laporan keuangan saja. Analisis vertikal juga dapat berupa analisis perbandingan terhadap laporan keuangan perusahaan lain pada satu periode waktu tertentu, di mana perbandingan dilakukan terhadap informasi serupa dari perusahaan lain yang berbeda dalam satu industry yang sama tau dilakukan dengan data industri (sebagai patokan) pada periode waktu yang sama.

2) Analisis Horizontal (dinamis) merupakan analisis yang dilakukan dengan membandingkan laporan keuangan dari beberapa periode.

Dengan kata lain, perbandingan dilakukan dengan informasi serupa dari perusahaan yang sama (perusahaan itu sendiri) tetapi untuk periode waktu yang berbeda. Melalui hasil analisis ini dapat dilihat kemajuan atau kemunduran kinerja perusahaan dari periode yang satu ke periode berikutnya.

2.4 Analisis Rasio Keuangan

Analisis rasio keuangan merupakan bagian dari analisis keuangan. Analisis rasio adalah analisis yang dilakukan dengan menghubungkan berbagai perkiraan yang ada pada laporan keuangan. Analisis rasio keuangan dapat digunakan untuk mengevaluasi kondisi keuangan dan kinerja perusahaan. Dengan membandingkan rasio keuangan perusahaan dari tahun ke tahun, seorang analisis dapat mengetahui

(29)

apakah terjadi kenaikan atau penurunan pada kondisi keuangan dan kinerja perusahaan selama waktu tersebut.

Analisis rasio keuangan adalah semacam alat yang diperlukan untuk memeriksa dan membandingkan hubungan-hubungan yang ada pada unit-unit informasi dalam laporan keuangan. Perhitungan analisis rasio dapat dilakukan dengan mengambil data dari laporan laba rugi serta neraca (Frans A.S, 2020).

Irawati Susan (2006:22) dalam (Herry Mokoginta, 2022) menyatakan bahwa Rasio Keuangan merupakan suatu teknik analisis dalam bidang manajemen keuangan yang dimanfaatkan sebagai alat ukur kondisi–kondisi keuangan suatu perusahaan dalam periode tertentu, ataupun hasil–hasil usaha dari suatu perusahaan pada satu periode tertentu dengan jalan membandingkan dua buah variabel yang diambil dari laporan keuangan perusahaan, baik daftar neraca maupun rugi laba.

2.4.1 Tujuan Analisis Rasio Keuangan

Menurut Frans A.S (2020) menyatakan bahwa, tujuan analisis rasio keuangan adalah menilai kinerja dan kemampuan perusahaan dalam memperdayakan seluruh sumber daya yang ada untuk mencapai target yang telah diterapkan perusahaan, estimasi dan prediksi terhadap kondisi dan kinerja perusahaan untuk masa mendatang.

(30)

2.4.2 Jenis-jenis Analisis Rasio Keuangan

Kasmir (2010:110) dalam (Eka B.O dan Febriyanto, 2019) menyatakan bahwa dalam praktiknya terdapat beberapa jenis rasio keuangan yang digunakan dalam menilai kinerja suatu perusahaan adalah sebagai berikut :

a. Rasio Likuiditas, Rasio ini menggambarkan kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban (utang) jangka pendeknya. Artinya, apabila perusahaan ditagih, maka perusahaan akan mampu memenuhi utang (membayar) tersebut terutama pada saat jatuh tempo.

b. Rasio Solvabilitas (Laverage), Rasio ini digunakan untuk mengukur sejauh mana aktiva perusahaan dibiayai dengan utang. Artinya, berapa besar beban utang yang ditanggung perusahaan dibanding dengan aktivanya.

c. Rasio Aktivitas, Rasio ini merupakan rasio yang digunakan untuk mengukur efektivitas perusahaan dalam menggunakan aktiva yang dimilikinya. Dapat pula diartikan bahwa rasio ini digunakan untuk mengukur tingkat efisiensi pemanfaatan sumber daya perusahaan.

d. Rasio Profitabilitas/Rentabilitas, Rasio ini digunakan untuk menilai kemampuan suatu perusaan dalam mendapatkan keuntungan. Rasio ini juga memberikan ukuran tingkat efektivitas manajemen suatu perusahaan.

Dalam hal ini laba yang diperoleh dari penjualan dan pendapatan investasi.

e. Rasio Pertumbuhan Rasio merupakan rasio yang menggambarkan kemampuan suatu perusahaan mempertahankan posisi ekonominya ditengah-tengah pertumbuhan perekonomian dan sektor usahanya.

(31)

f. Rasio Penilaian meruapakn rasio yang memberikan ukuran kemampuan manajemen menciptakan nilai pasar usahanya diatas biaya investasi.

2.5 Rasio Likuiditas

Werner R. Murhadi (2013:57) menyatakan bahwa rasio likuiditas adalah rasio yang menunjukkan kemampuan perusahaan dalam memenuhi liabilitas jangka pendeknya.

Ketidakmampuan suatu perusahaan dalam melunasi kewajiban jangka pendeknya dapat disebabkan oleh beberapa faktor. Pertama, perusahaan tidak mampu membayar utang jangka pendeknya karena dapat di sebabkan perusahaan tidak memiliki dana sama sekali. Kedua, Perusahaan yang tidak mengalami kesulitian finansial, hanya saja pada saat terdapat utang yang jatuh tempo, perusahaan masih perlu menunggu untuk mencairkan beberapa asset lancer lainnya menjadi kas, seperti melakukan penagihan piutang usaha, menjual persediaan barang dagang, atau bahkan menjual beberapa sekuritas jangka pendeknya.

2.5.1 Tujuan dan Manfaat Rasio Likuiditas

Rasio likuditas memberikan banyak manfaat bagi pihak-pihak yang berkepentingan terhadap bank. Rasio likuiditas tidak hanya berguna bagi pemilik

(32)

maupun pihak manajemen bank. Rasio likuiditas sangat berguna juga bagi pihak luar bank, seperti pemerintah maupun masyarakat sebagai nasabah.

Dr. Alexander Thian (2022) menyatakan bahwa ada beberapa tujuan dan manfaat rasio likuiditas yaitu sebagai berikut:

a. Untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam membayar kewajiban atau utang yang akan segera jatuh tempo.

b. Untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam membayar kewajiban pendek dengan menggunakan total asset lancer.

c. Untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam membayar kewajiban jangka pendek dengan menggunakan asset sangat lancer (tanpa memperhitungkan persediaan barang dagang dan asset lancer lainnya).

d. Untuk mengukur tingkat ketersediaan uang kas perusahaan dalam membayar utang jangka pendek.

e. Sebagai alat perencanaan keuangan di masa mendatang terutama yang berkaitan dengan perencanaan kas dan utang jangka pendek.

f. Untuk melihat kondisi dan posisi likuditas perusahaan dari waktu ke waktu dengan membandingkan selama beberapa periode.

2.5.2 Jenis – jenis Rasio Likuiditas a. Rasio Kas (Cash Ratio)

(33)

Rasio Kas (Cash Ratio) merupakan rasio untuk mengukur sejauh mana kemampuan bank dalam melunasi kewajiban jangka pendek yang akan segera jatuh tempo.

Menurut Rizka Noristaman (2023) menyatakan bahwa rasio kas merupakan merupakan alat untuk mengukur seberapa besar uang kas yang tersedia untuk membayar utang.

Rumus untuk mencari Rasio Kas (Cash Ratio) sebagai berikut :

Cash Ratio ¿ Cash Asset

Liabilitas+Total Deposit x100 %

Kriteria penilaian peringkat pada rasio kas meliputi : 1. Peringkat 1 CR ≥ 6% = Sangat kuat 2. Peringkat 2 5,5% ≤ CR < 6% = Kuat 3. Peringkat 3 5% ≤ CR < 5,5% = Memadai 4. Peringkat 4 4% ≤ CR < 5% = Lemah

5. Peringkat 5 CR < 4% = Sangat Lemah

Kemudian, hasil dari perhitungan rasio kas akan diketahui tingkat kesehatan banknya dari faktor likuiditas. Berdasarkan matriks kriteria penetapan peringkat faktor likuiditas sebagai berikut :

1. Kemampuan likuiditas bank untuk mengantisipasi kebutuhan likuiditas dan penerapan manajemen risiko likuiditas sangat kuat.

(34)

2. Kemampuan likuiditas bank untuk mengantisipasi kebutuhan likuiditas dan penerapan manajemen risiko likuiditas kuat.

3. Kemampuan likuiditas bank untuk mengantisipasi kebutuhan likuiditas dan penerapan manajemen risiko likuiditas memadai.

4. Kemampuan likuiditas bank untuk mengantisipasi kebutuhan likuiditas dan penerapan manajemen risiko likuiditas lemah.

5. Kemampuan likuiditas bank untuk mengantisipasi kebutuhan likuiditas dan penerapan manajemen risiko likuiditas sangat lemah.

b. Rasio Cepat (Quick Ratio)

Menurut Rizka Noristaman (2023) menyatakan bahwa rasio cepat merupakan rasio untuk mengukur kemampuan bank dalam memenuhi kewajibannya terhadap para pemilik simpanan (giro, tabungan, dan deposito) dengan harta yang paling likuid yang dimiliki oleh suatu bank.

Rumus untuk Rasio Cepat (Quick Ratio) sebagai berikut :

Quick Ratio ¿ Cash Asset

Total Deposit x100 %

Kriteria penilaian peringkat pada rasio cepat meliputi : 1. Peringkat 1 > 100% = Sangat kuat

2. Peringkat 2 80% - 90% = Kuat 3. Peringkat 3 60% - 70% = Memadai 4. Peringkat 4 40% - 50% = Lemah

5. Peringkat 5 20% - 30% = Sangat Lemah

(35)

Kemudian, hasil dari perhitungan rasio cepat akan diketahui tingkat kesehatan banknya dari faktor likuiditas. Berdasarkan matriks kriteria penetapan peringkat faktor likuiditas sebagai berikut :

1. Kemampuan likuiditas bank untuk mengantisipasi kebutuhan likuiditas dan penerapan manajemen risiko likuiditas sangat kuat.

2. Kemampuan likuiditas bank untuk mengantisipasi kebutuhan likuiditas dan penerapan manajemen risiko likuiditas kuat.

3. Kemampuan likuiditas bank untuk mengantisipasi kebutuhan likuiditas dan penerapan manajemen risiko likuiditas memadai.

4. Kemampuan likuiditas bank untuk mengantisipasi kebutuhan likuiditas dan penerapan manajemen risiko likuiditas lemah.

5. Kemampuan likuiditas bank untuk mengantisipasi kebutuhan likuiditas dan penerapan manajemen risiko likuiditas sangat lemah.

c. Loan to Deposit Ratio (LDR)

Menurut Rizka Noristaman (2023), Loan to Deposit Ratio (LDR) merupakan rasio untuk mengukur komposisi jumlah kredit yang diberikan dibandingkan dengan jumlah dana masyarakat.

Rumus untuk Loan to Deposit Ratio sebagai berikut :

Loan to Deposit Ratio ¿ Total Loans

Total Deposit x100 % Kriteria penilaian peringkat pada Loan to Deposit Ratio meliputi :

(36)

1. Peringkat 1 LDR ≤ 75% = Sangat kuat 2. Peringkat 2 75% < LDR ≤ 85% = Kuat 3. Peringkat 3 85% < LDR ≤ 100% = Memadai 4. Peringkat 4 100% < LDR ≤ 120% = Lemah

5. Peringkat 5 LDR < 120% = Sangat Lemah

Kemudian, hasil dari perhitungan Loan to Deposit Ratio akan diketahui tingkat kesehatan banknya dari faktor likuiditas. Berdasarkan matriks kriteria penetapan peringkat faktor likuiditas sebagai berikut :

1. Kemampuan likuiditas bank untuk mengantisipasi kebutuhan likuiditas dan penerapan manajemen risiko likuiditas sangat kuat.

2. Kemampuan likuiditas bank untuk mengantisipasi kebutuhan likuiditas dan penerapan manajemen risiko likuiditas kuat.

3. Kemampuan likuiditas bank untuk mengantisipasi kebutuhan likuiditas dan penerapan manajemen risiko likuiditas memadai.

4. Kemampuan likuiditas bank untuk mengantisipasi kebutuhan likuiditas dan penerapan manajemen risiko likuiditas lemah.

5. Kemampuan likuiditas bank untuk mengantisipasi kebutuhan likuiditas dan penerapan manajemen risiko likuiditas sangat lemah.

2.6 Rasio Solvabilitas

Rasio solvabilitas merupakan rasio yang digunakan untuk mengukur sejauh mana aktiva perusahaan dibiayai dengan utang. Artinya berapa besar beban utang

(37)

yang ditanggung perusahaan dibandingkan dengan aktivanya, (Kasmir, 2011:151) dalam (Herry Mokoginta, 2022).

Rasio solvabilitas menggambarkan kemampuan perusahaan dalam membayar kewajiban jangka panjangnya atau kewajiban-kewajiban apabila perusahaan dilikuidasi (Harahap, 2010:301) dalam (Putri dkk., 2022).

Menurut Aqmarina dkk., 2022 menayatakan bahwa rasio solvabilitas merupakan rasio yang menunjukan besarnya aktiva perusahaan yang didanai dengan utang. Artinya seberapa besar hutang yang di tanggung oleh prusahaan dibandingkan dengan aktivanya. Rasio ini juga merupakan rasio yang digunakan untuk mengetahui ukuran kemampuan perusahaan untuk membayar seluruh kewajibannya.

2.6.1 Tujuan dan Manfaat Rasio Solvabilitas

Rasio solvabilitas sama halnya dengan rasio likuditas yaitu rasio solvabilitas tidak hanya baik bagi baik, melainkan juga sangat baik bagi bank pihak luar, seperti bagi masyarakat dan nasabah.

Berikut adalah beberapa tujuan dan manfaat rasio solvabilitas sebegai berikut : 1. Untuk mengetahui posisi kewajiban jangka panjang sebuah perusahaan

terhadap jumlah modal yang dimiliki perusahaan.

(38)

2. Untuk menilai seberapa besar aktiva perusahaan yang di bayar oleh utang dan modal.

3. Untuk mengetahui posisi total kewajiban perusahaan kepada kreditor, khususnya jika dibandingkan dengan jumlah aktiva atau modal yang dimiliki Perusahaan.

4. Untuk menilai seberapa besar pengaruh utang terhadap pembiayaan aktiba perusahaan.

2.6.2 Jenis – jenis Rasio Solvabilitas

a. Rasio Utang terhadap Aset (Debt to Assets Ratio)

Menurut Aqmarina dkk., 2022 menyatakab bahwa Debt to Assets Ratio merupakan salah satu rasio solvabilitas yang digunakan untuk mengukur antara perbandingan total hutang dengan total aktiva/aset.

Rumus untuk Debt to Assets Ratio sebagai berikut :

Debt To Assets Ratio ¿Total Liabilitas

Total Aset x100 %

Kriteria penilaian peringkat pada rasio utang terhadap asset meliputi : 1. Peringkat 1 ≤ 40% = Sangat kuat

2. Peringkat 2 > 40% - 50% = Kuat 3. Peringkat 3 >50% - 60% = Memadai

(39)

4. Peringkat 4 >60% - 80% = Lemah

5. Peringkat 5 >80% = Sangat Lemah

b. Rasio Utang terhadap Modal (Debt to Equity Ratio)

Menurut Aqmarina dkk., 2022 menyatakan bahwa Debt to Equity Ratio merupakan salah satu rasio solvabilitas yang digunakan untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam mengetahui kewajibannya dengan memanfaatkan modal yang dimiliki.

Rumus untuk Debt to Equity Ratio sebagai berikut :

Debt to Equity Ratio ¿Total Liabilitas

Total Ekuitas x100 %

Kriteria penilaian peringkat pada rasio cepat meliputi : 1. Peringkat 1 <70% = Sangat kuat

2. Peringkat 2 > 70% - 100% = Kuat 3. Peringkat 3 >100% - 150% = Memadai 4. Peringkat 4 >1500% - 200% = Lemah

5. Peringkat 5 >200% = Sangat Lemah

2.7 Kajian Empiris

Fitri Siti Nuryani, Perwito (2023). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kinerja keuangan PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk dilihat

(40)

dari ratio solvabilitas dan ratio likuiditas pada periode 2017-2021. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan menggunakan pendekatan kuantitatif.

Hasil penelitian yang di dapatkan menunjukkan bahwa keuangan kinerja PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk dilihat dari rasio likuiditas selama periode 2017 – 2021 tergolong baik, dari nilai quick ratio, loans to assets ratio dan Banking ratio sudah memenuhi standar yang telah ditetapkan Bank Indonesia. Hal ini menunjukkan bahwa bank mampu dalam memenuhi kewajiban jangka pendeknya.

Selain itu dilihat pada rasio solvabilitasnya PT Bank Rakyat Indonesia selama periode 2017-2021 terlihat baik. Hal ini terlihat pada primary ratio bank berkisar 15% - 17%, risk asset rasio berkisar 18% - 23%, dan capital adequacy ratio berkisar 18% - 21%. Nilai dari rata-rata rasio solvabilitas bank termasuk ke dalam standar yang telah ditetapkan Bank Indonesia. Ini menunjukkan bahwa bank mempunyai asset yang cukup untuk membayar kewajiban jangka panjangnya.

Eka Bekti Oktaviani, Febriyanto (2019). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kinerja keuangan pada PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk dengan mengunakan pendekatan rasio likuiditas, rasio solvabilitas dan rasio rentabilitas pada periode 2013 – 2017. Penelitian ini mengunakan metode kuantitatif. Hasil penelitian yang di dapatkan menunjukan bahwa kinerja keuangan PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk dilihat dari rasio likuiditas menunjukan bahwa cash ratio, assets to loan ratio, dan loan to deposit ratio dalam keadaan sangat baik. Akan tetapi pada quick ratio menunjukan keadaan yang tidak baik. Meskipun pada tahun 2015 mengalami kenaikan, akan tetapi pada tahun 2016-2017 mengalami penurunan kembali. Dapat disimpulkan bahwa

(41)

semakin rendah quick ratio maka semakin rendah pula tingkat likuiditas bank.

Karena bank kurang dapat menjamin pengembalian deposito tabungan maupun deposito berjangka kepada para nasabah yang menyimpan dana. Selain itu dilihat dari rasio solvablitas menunjukan bahwa primary ratio dan capital adequacy ratio dalam keadaan yang baik. Akan tetapi pada capital ratio menunjukan keadaan yang tidak baik. Meskipun pada tahun 2017 mengalami peningkatan tetap saja tidak memenuhi standar kesehatan pada bank. Sedangkan pada rasio rentabilitas menunjukan bahwa gross profit margin, net profit margin, return on asset, dan return on equity dalam keadaan baik. Hal ini dapat dilihat dari pendapatan laba. Meskipun laba tidak mengalami peningkatan, tetapi perolehan laba masih dalam keadaan yang baik.

Nur Masita, Hariatih, Dara Ayu Nianty (2023). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kinerja keuangan menggunakan rasio likuditas dan profitabilitas pada PT Bank Indonesia (Persero) Tbk selama periode 2017 – 2021.

Metode ini menggunakan penelitian analisis kuantitatif deskriptif. Hasil penelitian yang didapatkan pada rasio likuditas menunjukan bahwa kinerja keuangan Bank Rakyat Indonesia (Persero) TBK dari tahun 2017 hingga tahun 2021 mengalami fluktuatif. Pada dengan indikator Cash Ratio berada pada keadaan yang sangat sehat dan indikator Banking Ratio menunjukkan berada pada keadaan yang sehat sehingga dikatakan likuid dan mampu dalam memenuhi kewajiban jangka pendeknya. Kemudian pada indikator Quick Ratio menunjukkan keadaan yang kurang sehat pada tahun 2020 sampai 2021 hal ini disebabkan melemahnya perekonomian yang terjadi pada dua tahun tersebut akibat masuknya wabah covid

(42)

- 19 yang mengharuskan seluruh aktivitas bisnis menjadi terhalang dan terbatas, untuk tahun 2017, 2018, sampai 2019 menunjukkan keadaan cukup sehat. Namun demikian bank masih mampu membayar kembali simpanan bank dari total simpanan yang dimiliki. Selain itu pada Rasio Profitabilitas diperoleh hasil yang menunjukkan bahwa kinerja keuangan Bank Rakyat Indonesia (Persero) TBK dari tahun 2017 hingga tahun 2021. Pada dengan indikator Net Profit Margin dari tahun 2017 sampai tahun 2019 menunjukkan keadaan yang sehat karena pendapatan operasional Bank dapat menutupi beban pajak dan menghasilkan laba bersih dari kegiatan operasionalnya. Selanjutnya pada indikator ROA dan ROE dari tahun 2017 sampai tahun 2019 menunjukkan keadaan yang sangat sehat dikarenakan bank mampu memperoleh laba dari jumlah aktiva yang dimiliki.

Namun penurunan terjadi di tahun 2020 dan 2021 pada indikator Net Profit Margin, ROA, dan ROE, yang diakibatkan adanya wabah covid – 19 pada dua tahun tersebut sehingga keadaan bank berada pada posisi yang cukup sehat karena terjadi peningkatan pada beban dan tidak seimbangnya total aktiva yang dimiliki sehingga terjadi penurunan pada laba bersih. Selain itu, modal yang dimiliki lebih besar dibandingkan dengan laba yang dihasilkan, menyebabkan imbal dalam bagi hasil yang diperoleh belum meningkat secara signifikan.

(43)

BAB 3

KERANGKA PIKIR

3.1 Kerangaka Pikir

Bank merupakan salah satu lembaga keuangan yang membantu kelancaran sebuah transaksi perdagangan barang maupun jasa. Undang-Undang No 10 Tahun 1998 Pasal 1 Ayat 2 menyatakan bahwa bank merupakan badan usaha yang menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan dan menyalurkannya kepada masyarakat dalam bentuk kredit dan atau bentuk-bentuk lainnya dalam rangka meningkatkan taraf hidup masyarakat banyak. Dalam melakukan kegiatan utamanya tentu saja bank tidak terlepas dari risiko yang akan dihadapi.

Menurut (Anam 2013), Bank dapat kehilangan kepercayaan deposan jika dana tidak dikirimkan tepat waktu. Dalam situasi ini, reputasi bank bisa dipertaruhkan. Selain itu, situasi likuiditas dan solvabilitas yang buruk dapat menyebabkan sanksi dari otoritas pengawas. Oleh karena itu, bank harus memiliki posisi likuiditas dan posisi solvabilitas yang sehat karena dapat menjadi suatu pertimbangan bagi para pemberi modal.

Rasio Likuiditas merupakan rasio untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban jangka pendeknya yang segera jatuh tempo. Sedangkan Rasio Solvabilitas merupakan rasio untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban jangka pendek atau jangka panjangnya yang segera jatuh tempo. Rasio likuditas dan rasio solvabilitas dapat

(44)

dilakukan dengan cara menganalisis sebuah laporan keuangannya. Dengan melakukan kedua rasio tersebut dapat membantu perusahaan dalam mengetahui sampai mana ukuran tingkat keberhasilan kinerja keuangan perusahaan.

Berdasarkan uraian diatas, maka dapat digambarkan sebuah kerangka pikir sebagai berikut:

Gambar 3.1 Kerangka Pikir Penelitian Analisis Rasio Likuiditas dan Rasio Solvabilitas Pada PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.

PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.

Laporan Keuangan

Analisis Rasio Keuangan

Rasio Solvabilitas Debt to Assets Ratio Debt to Equity Ratio Rasio Likuiditas

Cash Ratio Quick Ratio Loan to Deposit Ratio

Kinerja Keuangan

(45)

BAB 4

METODE PENELITIAN

4.1 Lokasi dan Objek Penelitian

Lokasi atau tempat dalam penelitian adalah di PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia yaitu melalui situs www.bri.co.id.

Objek yang dijadikan penelitian adalah Analisis Rasio Likuiditas dan Rasio Solvabilitas Pada PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.

4.2 Jenis dan Sumber Data 4.2.1 Jenis Data

Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah :

1. Data kuantitatif merupakan data yang berupa angka-angka dan dapat dianalisis menggunakan analisis statistik menurut Burhan Bungin (2010:120) dalam (Eka B.O dan Febriyanto, 2019). Data penelitian ini adalah data laporan keuangan PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk yang telah di publikasikan dari tahun 2019 sampai 2023.

2. Data kualitatif merupakan data yang disajikan secara deskriptif atau bentuk uraian (Herry Mokoginta, 2022). Data penelitian ini adalah berupa gambaran umum PT.

Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk yang menyangkut sejarah, struktur organisasi dan hal – hal lainya yang berhubungan dengan penelitian.

(46)

4.2.2 Sumber Data

Sumber data yang digunakan adalah data sekunder. Data sekunder adalah sumber data penelitian yang dikumpulkan atau diperoleh peneliti secara tidak langsung melalui media perantara (diperoleh dan dicatat oleh pihak lain), berupa bukti, catatan atau laporan historis yang telah tersusun dalam arsip (data dokumenter) yang dipublikasikan dan yang tidak dipublikasikan (Sepang dkk., 2018). Dalam hal ini yaitu data dari laporan keuangan dari tahun 2019 sampai 2023.

4.3 Populasi dan Sampel 4.3.1 Populasi

Populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri dari objek atau subjek yangmemiliki pada kualitas atau karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulan (Sugiyono, 2012) dalam (Andry I dan Muhamad S, 2023). Populasi dalam penelitian ini adalah laporan keuangan PT. Bank Rakyat Indonedia (Persero) Tbk dari tahun 2019 sampai 2023.

4.3.2 Sampel

(47)

Sampel adalah bagian dari populasi yang terdiri dari sejumlah anggota yangdipilih dari populasi (Sugiono, 2012) dalam (Andry I dan Muhamad S, 2023). Sampel dalam penelitian ini adalah laporan keuangan PT. Bank Rakyat Indonedia (Persero) Tbk dari tahun 2019 sampai 2023.

4.4 Teknik Pengumpulan Data

Teknik pengumpulan data merupakan cara – cara yang akan dilakukan untuk memperoleh data dan keterangan – keterangan yang diperlukan dalam penelitian.

Sugiyono (2017:137). Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini yaitu dengan metode dokumentasi dan studi kepustakaan :

1. Dokumentasi dalam penelitian ini adalah dengan melakukan cara mengumpulkan, mencatat dan mengkaji dari data laporan keuangan PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk dari tahun 2019 sampai 2023 yang memalui situs resmi yaitu www.bri.co.id.

2. Studi kepustakaan merupakan teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan cara mempelajari literatur-literatur yang relevan dengan penelitian ini untuk digunakan sebagai landasan teori dalam membahas penelitian (Herry M, 2022).

4.5 Variabel, Definisi dan Operasionalisasi Variabel 4.5.1 Variabel Penelitian

(48)

Variabel dalam penelitian ini adalah Rasio Likuiditas dan Rasio Solvabilitas. Rasio likuditas terdiri dari Cash Ratio, Quick Ratio, dan Loan to Deposit Ratio, Sedangkan rasio solvabilitas terdiri dari Debt to Assets Ratio dan Debt to Equity Ratio.

4.5.2 Definisi Operasional Variabel

Definisi Operasional Variabel dalam penelitian ini terdiri dari dua yaitu variabel rasio likuiditas dan variabel rasio solvabilitas.

1. Variabel Rasio Likuiditas

a. Cash Ratio yaitu rasio yang memperbandingkan kas dan setara kas di banding hutang dan total deposit pada PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.

b. Quick Ratio yaitu rasio yang memperbandingkan kas dan setara kas di banding total deposit pada PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.

c. Loan to Deposit Ratio yaitu rasio yang memperbandingkan kredit yang diberikan di bandin total deposit pada PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.

2. Variabel Rasio Solvabilitas

a. Debt to Assets Ratio yaitu rasio yang membandingkan total hutang dengan total aset pada PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.

(49)

b. Debt to Equity Ratio yaitu rasio yang membandingkan total hutang dengan total ekuitas pada PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.

4.6 Teknik Analisis Data

Teknis analisis data yang digunakan dalam penelitain ini adalah teknik kuantitatif yaitu data yang berupa angka-angka yang terterah pada laporan keuangan dalam bentuk neraca dan laba rugi pada PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.

4.6.1 Rasio Likuiditas

Rasio likuiditas adalah rasio yang menunjukkan kemampuan perusahaan dalam memenuhi utang jangka pendeknya.

1. Cash Ratio

Cash Ratio merupakan rasio untuk mengukur sejauh mana kemampuan bank dalam melunasi kewajiban jangka pendek yang akan segera jatuh tempo. Cash Ratio yang baik bagi suatu bank yaitu dapat mencapai di atas 6% dan apabila berada dibawah 6% maka dapat dikatakan tidak baik atau sangat lemah. Adapun rumus yang digunakan :

Cash Ratio ¿ Cash Asset

Liabilitas+Total Deposit x100 %

(50)

2. Quick Ratio

Quick Ratio merupakan rasio untuk mengukur kemampuan bank dalam memenuhi kewajibannya terhadap para pemilik simpanan (giro, tabungan, dan deposito) dengan harta yang paling likuid yang dimiliki oleh suatu bank. Quick Ratio yang baik bagi suatu bank yaitu berapa di atas 100% dan apabila berapa di bawah 100% maka dikatakan sangat lemah. Adapun rumus yang digunakan :

Quick Ratio ¿ Cash Asset

Total Deposit x100 %

3. Loan to Deposit Ratio (LDR)

Loan to Deposit Ratio (LDR) merupakan rasio untuk mengukur komposisi jumlah kredit yang diberikan dibandingkan dengan jumlah dana masyarakat. Loan to Deposit Ratio yang baik bagi suatu bank yaitu kurang dari 75% dan apabila diatas 75% maka dapat dikatakan tidak baik atau sangat lemah. Adapun rumus yang digunakan :

Loan to Deposit Ratio ¿ Total Loans

Total Deposit x100 %

4.6.2 Rasio Solvabilitas

Rasio Solvabilitas merupakan rasio yang menunjukan sejauh mana kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban jangka pendek dan kewajiban jangka panjangnya.

1. Debt to Assets Ratio

(51)

Debt to Assets Ratio merupakan salah satu rasio solvabilitas yang digunakan untuk mengukur antara perbandingan total hutang dengan total aktiva/aset. Debt to Assets Ratio yang baik bagi suatu bank yaitu kurang dari 40% dan apabila berada diatas 40% maka dapat dikatakan tidak baik atau sangat lemah. Adapun rumus yang digunakan :

Debt To Assets Ratio ¿Total Liabilitas

Total Aset x100 %

2. Debt to Equity Ratio

Debt to Equity Ratio merupakan salah satu rasio solvabilitas yang digunakan untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam mengetahui kewajibannya dengan memanfaatkan modal yang dimiliki. Debt to Equity Ratio yang baik bagi suatu bank yaitu kurang dari 70% dan apabila diatas 70% maka dikatakan tidak baik atau sangat lemah.

Adapun rumus yang digunakan :

Debt to Equity Ratio ¿Total Liabilitas

Total Ekuitas x100 %

(52)

DAFTAR PUSTAKA

Rizka Noristaman. Analisis Risiko Likuiditas Pada Pt. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk Periode 2018 s.d 2022. Jurnal Akuntansi, Manajemen dan Ekonomi Digital (JAMED). Vol. 3 No. 3 Agustus 2023.

Nur M, Hariatih, & Dara A.N. Analisis Kinerja Keuangan Menggunakan Rasio Likuiditas dan Profitabilitas pada Pt. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. Jurnal Manajemen dan Akuntansi. Vol. 1 No. 2 Mei 2023.

Nur A, Nurul M. K, & Totok I. Analisis Rasio Profitabilitas dan Rasio Solvabilitas pada Pt. Bank Pan Indonesia Periode 2018 – 2020. Jurnal Tugas Akhir Mahasiswa Akuntansi Poltekba (JMAP). 13 Agustus 2021.

(53)

Florensia V.S, Wilfried S.M & Joanne V.M. Analisis Kinerja Keuangan Dengan Menggunakan Rasio Likuiditas, Solvabilitas dan Profitabilitas pada PT.

Bank BRI (Persero) Tbk. Jurnal Administrasi Bisnis. Vol. 7 No. 2, 2018.

Herry M. Analisa Kinerja Keuangan Pada PT. Bank Rakyat Indonesia (BRI) Unit Poyowa Besar. Jurnal Ilmu Sosial, Manajemen, dan Akuntansi (JISMA).

Vol. 1 No. 3 Agustus 2022.

Imam S.P, Rossherleen C.H, Silva N & Riza N.Z. Analisis Kinerja Keuangan Dengan Menggunakan Rasio Likuiditas, Solvabilitas dan Profitabilitas Pada PT. Bank BNI (Persero) Tbk. Jurnal Aktiva: Riset Akuntansi dan Keuangan. 4 Januari 2022.

Eka B.O & Febriyanto. Analisis Kinerja Keuangan Dengan Pendekatan Rasio (Studi Pada PT. Bank Rakyat Indonesia (PERSERO) Tbk. GEMA. Vol. XI No. 2 Juli 2019.

Dr. Alexander Thian,M.Si. 2022. Analisis Laporan Keuangan. Yogyakarta: ANDI Toto Prihadi. 2019. Analisis Laporan Keuangan Konsep dan Aplikasi. Jakarta: PT

Gramedia Pustaka Utama

Ethika K.P, Tri N.W, Endarwati & Citra A. Analisis Rasio Likuiditas, Solvabilitas dan Rentabilitas dalam Laporan Keuangan PT. Bank Tabungan Negara, Tbk Yang Terdaftar Dibursa Efek Indonesia. Journal Competency Of Business. Vol. 6 No. 1 2022.

(54)

Gambar

Gambar 3.1 Kerangka Pikir Penelitian Analisis Rasio Likuiditas dan Rasio                      Solvabilitas Pada PT

Referensi

Garis besar

Dokumen terkait

Berdasarkan hasil analisis terhadap penilaian tingkat kesehatan bank dengan metode RBBR ( Risk Based Bank Rating) , PT Bank Rakyat Indonesia (persero) Tbk

Penelitian ini bertujuan untuk mengalalisis tingkat kesehatan keuangan pada PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk selama periode 2011-2013 menggunakan analisis

PROSEDUR PELAYANAN PINJAMAN KREDIT USAHA RAKYAT(KUR) PADA PT. BANK RAKYAT INDONESIA

Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk Medan yang telah mengizinkan penulis melakukan research di Sentra Kredit Konsumer PT.. Bank Rakyat Indonesia (Persero)

Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk Cabang Tual berada dalam kategori tidak baik karena dalam mengelola current ratio masih belum optimal sehingga current ratio

Untuk mengetahui tingkat rasio likuiditas dan rasio solvabilitas PT Perkebunan.

Berdasarkan hasil analisis terhadap penilaian tingkat kesehatan bank dengan metode RBBR (Risk Based Bank Rating), PT Bank Rakyat Indonesia (persero) Tbk

Tugas Akhir dengan judul Analisis Kinerja Keuangan Bank Pada PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk dan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk Periode 2009-2012