Penelitian ini dilakukan pada BMT Syuhada Yogyakarta untuk mencari strategi bersaing yang sesuai dengan kondisi di BMT dengan menggunakan analisis persaingan SWOT. Hal ini merupakan analisis yang dilakukan terhadap faktor internal dan eksternal pada BMT Syuhada Yogyakarta agar dapat lebih kompetitif. Hasil penelitian ini antara lain faktor internal dalam menentukan strategi bersaing di BMT Syuhada Yogyakarta, terdiri dari kekuatan antara lain: tata kelola dan budaya lembaga syariah yang baik, iklim investasi yang positif, kontribusi yang baik terhadap usaha mikro, dapat meningkatkan peluang rentenir untuk mengurangi akuisisi pelanggan, memberikan peluang bagi pengusaha kecil dalam pengembangan usaha. Faktor eksternal dalam menentukan strategi bersaing pada BMT Syuhada Yogyakarta terdiri dari peluang: adanya calon nasabah di sekitar kawasan Masjid Syuhada, adanya kerjasama dengan Sekolah Syuhada dalam menawarkan produk tabungan bagi santri, adanya calon nasabah yang terdiri dari pedagang kecil di sekitar masjid.
Faktor eksternal dalam menentukan strategi bersaing di BMT Syuhada Yogyakarta terdiri dari peluang: calon nasabah yang berada di sekitar area Masjid Syuhada, adanya kerjasama dengan pihak sekolah Syuhada dalam menawarkan produk simpanan siswa, calon nasabah yang terdiri dari pedagang kecil sekitar kawasan masjid. Salah satu BMT tersebut adalah BMT Syuhada yang terletak di pusat kota, sebelah selatan Tugu, sekitar 250 meter dari Tugu. BMT Syuhada cukup berbeda dengan BMT lainnya karena dimiliki oleh sebuah yayasan yang merupakan wakaf Keraton Yogyakarta.
Sehingga peneliti tertarik untuk mengangkat judul penelitian ini dengan judul “ANALISIS SWOT BMT PADA USAHA MIKRO DIY STUDI KASUS BMT SYUHADA YOGYAKARTA TAHUN 2017”.
Rumusan Masalah
Tujuan Penelitian
Manfaat Penelitian
Prinsip operasi BMT
Menurut Heri Sudarsono, BMT tidak jauh-jauh dari BPR Syariah dalam menjalankan usahanya, yakni menggunakan 3 prinsip. Prinsip bagi hasil, dengan prinsip ini ada pembagian keuntungan antara pemberi pinjaman dengan BMT, akadnya berupa: Al Mudharabah, Al Musyarakah, Al Muzaraah, Al Musaqah. Produk pembiayaan, penyediaan uang dan tagihan berdasarkan perjanjian atau perjanjian pinjaman antara BMT dengan pihak lain, yang mewajibkan peminjam untuk melunasi utangnya beserta bagi hasil setelah jangka waktu tertentu.
Menurut Muhammad Ridwan, upaya penghimpunan dana hendaknya dirancang sedemikian rupa sehingga dapat menarik minat masyarakat untuk menjadi anggota BMT. Artinya kemauan masyarakat untuk menginvestasikan dananya pada BMT sangat dipengaruhi oleh tingkat kepercayaan masyarakat terhadap BMT itu sendiri. Karena BMT pada prinsipnya adalah lembaga yang dapat dipercaya, maka setiap pegawai BMT harus mampu menunjukkan sikap amanah tersebut (Muhammad Ridwan.
Pada tahap awal pendiriannya, BMT dapat mengundang tokoh-tokoh setempat baik tokoh agama maupun tokoh masyarakat untuk menjadi anggota pendiri BMT. Namun BMT harus mampu mengidentifikasi berbagai sumber pembiayaan dan mengemasnya ke dalam produknya sehingga memiliki nilai jual kembali yang layak. Wadiah berarti titipan atau perjanjian menitipkan barang atau uang pada BMT, oleh karena itu BMT wajib menjaga barang tersebut dengan baik dan mengembalikannya bilamana yang dikehendaki.
Wadiah amanah adalah penitipan barang atau uang, namun BMT tidak berhak menggunakan titipan tersebut. Untuk pengembangan produk ini, BMT mungkin memerlukan jasa administrator sebagai imbalan atas keamanan, pemeliharaan, dan administrasinya. Prinsip wadiah amanah ini sering diterapkan pada bank dengan jenis produk brankasnya (Muhammad Ridwan.
Wadiah Dhamanah adalah akad penitipan barang atau uang pada BMT, namun BMT mempunyai hak untuk menggunakan dana tersebut. Prinsip Mudharabah adalah perjanjian kerjasama modal antara pemilik dana dan pengelola dana atau pengusaha berdasarkan bagi hasil.
Peluang Dan Tantangan BMT Di Indonesia
Peran lembaga keuangan akan sangat penting dalam mendorong produktivitas usaha sektor riil dalam skala mikro (Ahmad Hasan Ridwan, 2013: 56). Sejauh ini kebijakan pemerintah masih memberikan peluang yang besar bagi perkembangan lembaga keuangan syariah. Tanggung jawab publik lembaga BMT tidak hanya bersifat sebagai lembaga keuangan yang beroperasi dengan sistem syariah, namun juga sebagai lembaga pendamping yang dapat membantu usaha kecil dan menengah.
Hal ini merupakan suatu hal yang mutlak diperlukan jika BMT ingin menjadi lembaga keuangan yang dibutuhkan masyarakat. Bentuk kerjasama antar lembaga adalah kemitraan usaha antara BMT dengan lembaga keuangan sejenis dalam pelaksanaan program kerja. Suprastruktur Dalam hal suprastruktur, tantangan dan hambatan yang akan dihadapi dalam pengembangan BMT antara lain adalah kurangnya sumber daya manusia yang memiliki perhatian dan kompetensi di bidang ekonomi syariah, khususnya bagi mereka yang secara pribadi merupakan praktisi aktif lembaga keuangan syariah. adalah.
Jika kepercayaan ini tumbuh maka masyarakat akan menganggap BMT sebagai satu-satunya lembaga keuangan yang benar-benar memperhatikan kepentingan masyarakat dan usaha kecil menengah. Jenis penelitian yang digunakan adalah analisis kualitatif yang memberikan penjelasan dengan cara mendeskripsikan hasil penelitian yang telah dilakukan baik melalui data tabel maupun tertulis. Untuk itu peneliti dapat menggunakan instrumen penelitian berupa petunjuk observasi atau dapat pula berupa checklist.
Metode dokumentasi banyak digunakan dalam penelitian sejarah, literatur, meta-analisis, analisis isi, dan penelitian yang menggunakan data sekunder (Duri Andriani. Instrumen penelitian dapat berupa angket, pedoman wawancara, atau daftar periksa, tergantung pada jenis penelitian yang dilakukan. Sebenarnya ada banyak jenis instrumen penelitian yang dapat digunakan sebagai alat pengumpulan data atau informasi karena banyak cara untuk mengumpulkan informasi.
Kuesioner sebagai alat pengumpulan data pada umumnya terdiri atas serangkaian pertanyaan atau pernyataan tertulis yang digunakan untuk mengumpulkan informasi penelitian yang diinginkan. Misalnya observasi akan lebih akurat dalam memperoleh gambaran aktivitas belajar siswa di kelas dibandingkan jika digunakan instrumen penelitian lain seperti wawancara dengan siswa atau guru.Bentuk observasi sebaiknya mengharuskan pengamat membuat catatan sesedikit mungkin . Fokus penelitian yang akan dilakukan adalah melihat visi dan misi subjek yang diteliti, dalam hal ini BMT Syuhada.
Salah satu lembaga atau lembaga keuangan yang dapat menawarkan alternatif permasalahan pengelolaan keuangan yang sesuai syariah adalah BMT.
Keterangan Produk Tabungan
Tabungan wadiah ini digunakan oleh pegawai atau departemen yang menarik tabungannya setiap hari kecuali pada hari-hari tertentu. Hal ini dilakukan agar tercipta ikatan antara penabung dan BMT sehingga bisa melanjutkan transaksi lainnya. Sedangkan hasil atau bagi hasil yang diberikan BMT kepada nasabah berupa bonus sukarela yang nilai atau nominalnya tidak ditentukan oleh penabung, melainkan dihitung sesuai ketentuan BMT.
Besaran bonus ini tidak sama antara satu dengan yang lain, karena sesuai dengan keuntungan yang diterima dari hasil pengelolaan uang BMT kepada debitur. Nasabah dapat menarik tabungannya kapan saja diperlukan, oleh karena itu BMT tidak berani memberikan bagi hasil yang lebih besar karena jangka waktu penarikan/penyetoran uangnya cukup fluktuatif. Tabungan mudharabah pelajar merupakan salah satu produk BMT yang digunakan untuk menghimpun dana dari masyarakat yang kemudian disalurkan kepada masyarakat lain yang membutuhkan dana agar dapat saling membantu.
Selain itu, bagi hasil yang diberikan BMT kepada nasabah yang menyalurkan dananya adalah 30:70. Tabungan jika penarikannya dilakukan pada saat nasabah akan menunaikan ibadah haji, atau dalam kondisi tertentu sesuai kesepakatan nasabah (Abdul Ghofur, 2009: 71). Tabungan ini merupakan produk perbankan yang berkaitan dengan salah satu rukun Islam yaitu Haji bagi yang mampu.
Kerjasama antara BMT sebagai pemilik modal (shohibul maal) dan mitra sebagai pengelola usaha (mudarib) untuk mengelola usaha yang produktif dan halal. Sebagai salah satu bentuk akad, mudharabah merupakan akad bagi hasil dimana pemilik dana/modal memberikan modal sebesar 100% kepada pengusaha sebagai pengelola/mudhorib, untuk melakukan kegiatan produktif dengan syarat keuntungan yang dihasilkan dibagi di antara mereka sesuai dengan ketentuan yang berlaku. kesepakatan yang telah ditetapkan sebelumnya dalam kontrak (yang besarnya juga dipengaruhi oleh kekuatan pasar) (Ascarya. Kerja sama usaha yang produktif dan halal antara BMT dengan mitra dimana sumber modalnya berasal dari kedua belah pihak.
Pembiayaan ini jarang digunakan karena nasabah biasanya meminjam untuk usaha dengan akad mudharabah atau musyarakah. Pembiayaan jenis ini merupakan produk yang hanya dapat digunakan oleh nasabah lama atau nasabah setia yang tidak memiliki gagal bayar sehingga dapat lebih dipercaya untuk memberikan dana.
Pertumbuhan Aset BMT
Pada kolom 2 (bobot), berikan bobot pada masing-masing faktor, mulai dari 1,0 (sangat penting) hingga bobot 0,0 (tidak penting). Peringkat tersebut berkisar dari 5,0 (sangat baik) hingga 1,0 (buruk), berdasarkan tanggapan manajer saat ini terhadap faktor-faktor yang dianalisis. Pada kolom 4 (nilai tertimbang), kalikan bobot pada kolom 2 dengan pangkat masing-masing faktor pada kolom 3 sehingga diperoleh nilai tertimbang.
Pada kolom 5 diberikan catatan mengapa faktor tertentu dipilih atau pada kolom komentar juga dapat dijelaskan cara penentuan bobot dan rangkingnya. Terakhir tambahkan setiap nilai tertimbang pada kolom 4 untuk mendapatkan total nilai tertimbang suatu perusahaan. Terakhir tambahkan setiap nilai tertimbang pada kolom 4 untuk mendapatkan total nilai tertimbang suatu perusahaan (Ismail Solihi.
IFAS membantu manajer mengatur faktor-faktor strategis ke dalam kategori kekuatan dan kelemahan. Ketiga, memberikan rating pada kolom 3 untuk setiap faktor dengan rentang 5 sampai 1 berdasarkan respon manajemen terhadap masing-masing faktor. Setiap peringkat merupakan penilaian seberapa baik analis yakin manajemen perusahaan menangani faktor-faktor internal tersebut.
Keempat, kalikan bobot masing-masing faktor pada kolom 2 dengan penilaian pada kolom 3 untuk mendapatkan skor tertimbang pada kolom 4. Keenam, jumlahkan seluruh skor tertimbang pada kolom 4 untuk mendapatkan total skor tertimbang perusahaan. Skor tertimbang secara keseluruhan menunjukkan seberapa baik perusahaan merespon faktor-faktor strategis internal perusahaan yang ada dan yang diharapkan.
Kedua, menentukan bobot pada kolom 2 untuk masing-masing faktor, berkisar antara 1,0 hingga 0,0, berdasarkan faktor-faktor yang berpotensi mempengaruhi posisi strategis perusahaan saat ini. Ketiga, tentukan peringkat pada kolom 3 untuk setiap faktor, dari 5 hingga 1, berdasarkan respons manajemen saat ini terhadap faktor tertentu. Skor total tertimbang menunjukkan seberapa baik perusahaan merespons faktor-faktor strategis saat ini dan yang diharapkan dalam lingkungan eksternalnya.
Intinya, ringkasan EFAS adalah analisis Anda terhadap manajemen perusahaan dalam kaitannya dengan faktor-faktor strategis eksternal yang paling penting berdasarkan daftar tingkat prioritas dari faktor-faktor tersebut (J.
DAFTAR PUSTAKA
CURRICULUM VITAE
BIODATA PRIBADI
LATAR BELAKANG PENDIDIKAN FORMAL