GRAND DESIGN
PROFIL CALON
MEMBACA UNSIKA (PETA ANALISIS)
ANALISIS KONDISI-EKSTERNAL FAKTOR GENERASI
1. Unsika Dalam Angka : a. 16.826 Mahasiswa b. 9 Fakultas
c. 32 Progam Studi
2. Dengan jumlah 16.826 Mahasiswa, Unsika memiliki Mahasiswa dengan rata-rata angkatan yang masih aktif berada di angkatan 2019-2024, dengan rentang usia 18-26 tahun.
3. Menunjukan Mahasiswa Unsika tergolong pada generasi Z Analisis SWOT Universitas Singaperbangsa Karawang Strengths (Kekuatan):
1. Jumlah Mahasiswa yang Signifikan: Dengan 16.826 mahasiswa, UNSIKA memiliki basis mahasiswa yang besar, yang dapat mendukung berbagai kegiatan akademik dan non-akademik.
2. Beragam Fakultas dan Program Studi: Terdapat 9 fakultas dan 32 program studi, yang menunjukkan diversifikasi dalam penawaran akademik, memungkinkan mahasiswa untuk memilih jurusan yang sesuai dengan minat dan bakat mereka.
3. Generasi Z: Mayoritas mahasiswa adalah generasi Z, yang dikenal adaptif terhadap teknologi, inovatif, dan memiliki potensi besar dalam bidang digital dan kreatif.
Weaknesses (Kelemahan):
1. Keterbatasan Pengelolaan Mahasiswa: Jumlah mahasiswa yang besar bisa menjadi tantangan dalam hal manajemen dan penyediaan fasilitas yang memadai.
2. Kebutuhan Adaptasi Kurikulum: Dengan mayoritas mahasiswa berasal dari generasi Z, ada kebutuhan untuk terus menyesuaikan kurikulum agar relevan dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan industri.
3. Rentang Usia Mahasiswa yang Bervariasi: Rentang usia mahasiswa yang luas (18- 26 tahun) dapat menyebabkan perbedaan dalam kebutuhan dan ekspektasi pembelajaran.
4. Keterbatasan Fasilitas untuk Jumlah Mahasiswa yang Besar: Dengan jumlah mahasiswa yang signifikan, UNSIKA mungkin menghadapi tantangan dalam menyediakan fasilitas yang memadai untuk semua mahasiswa.
Opportunities (Peluang):
1. Potensi Pengembangan Teknologi: Generasi Z yang melek teknologi membuka peluang untuk pengembangan program studi berbasis teknologi, seperti data science, AI, dan digital marketing.
2. Kemitraan dengan Industri: Lokasi di Karawang, daerah industri, membuka peluang bagi UNSIKA untuk menjalin kerjasama dengan berbagai perusahaan dan pemerintah daerah dalam bidang penelitian, pengembangan, dan penyerapan lulusan.
3. Inovasi dan Kreativitas: Generasi Z memiliki potensi tinggi dalam inovasi dan kreativitas, yang bisa dimanfaatkan untuk pengembangan proyek-proyek mahasiswa yang berdampak sosial dan ekonomi.
4. Pengembangan Program Studi Baru: Dengan status sebagai PTN di Kota Industri, UNSIKA memiliki peluang untuk berdaya saing yang sesuai dengan kebutuhan industri saat ini.
Threats (Ancaman):
1. Kompetisi dengan Universitas Lain: Banyak universitas lain yang juga menawarkan program-program menarik dan berkualitas tinggi, sehingga UNSIKA perlu menjaga daya saingnya.
2. Perubahan Teknologi yang Cepat: Teknologi yang terus berkembang bisa menjadi tantangan jika tidak diimbangi dengan pembaruan kurikulum dan fasilitas pendukung yang memadai.
3. Ekspektasi Generasi Z: Generasi Z memiliki ekspektasi tinggi terhadap kualitas pendidikan dan fasilitas kampus, yang jika tidak terpenuhi, bisa menurunkan tingkat kepuasan dan reputasi universitas.
4. Perubahan Kebijakan Pendidikan Nasional: Perubahan regulasi dan kebijakan pemerintah dalam bidang pendidikan tinggi dapat mempengaruhi operasional dan strategi UNSIKA.
5. Tuntutan Pasar Kerja yang Dinamis: Perubahan kebutuhan keterampilan di pasar kerja menuntut UNSIKA untuk terus beradaptasi agar lulusannya tetap relevan dan kompetitif.
ANALISIS KONDISI-EKSTERNAL DASAR HUKUM BEM UNSIKA
Anggaran Dasar Organisasi Mahasiswa Universitas Singaperbangsa Karawang Dasar hukum tertinggi
mengatur BEM Unsika Sebagai Lembaga Ekskutif tertinggi dalam menjalankan Pemerintahan UNSIKA
Anggaran Rumah Tangga BEM Unsika Mengatur tata kelola dan arah gerak Badan Ekskutif Mahasiswa Unsika
(ambil screenshoot mukodimah AD-ART sbg tambahan editan)
ANALISIS KONDISI-EKSTERNAL ANALISIS VUCA
VUCA menggambarkan kondisi lingkungan yang penuh dengan perubahan dan ketidakpastian yang cepat dan tidak terduga.
Volatality Perubahan yang begitu cepat dan tak terduga, tidak ada pola yang konsisten untuk tantangan baru yang disebabkan perubahan yang begitu cepat
Uncertainty Terdapat ketidakpastian dalam membaca masa depan, ketidakpastian ini disebabkan informasi dan fakta yang seringkali berubah/tidak jelas kebenarannya
Complexity Banyaknya factor/variable yang saling berkaitan dan sulit dikelola dalam menjawab setiap tantangan
Ambiguity Kurangnya kejelasan tentang makna situasi, dicerminkan dengan terdapatnya imterpretasi yang majemuk terhadap situasi yang sama
Melihat Vuca dalam membaca situasi yang penuh tantangan, maka perlu didorong untuk meciptakan situasi VUCA Prime guna membangun pendekatan strategis dalam merespons dan mengatasi tantangan tersebut
Volatality >
Vision (Visi) Mengintegrasikan program kerja BEM dengan visi dan cita-cita Mahasiswa Unsika, seperti mendorong pengembangan mahasiswa dalam bidang teknologi, kreativitas, dan inovasi.
Menyelenggarakan kegiatan atau program yang mencerminkan visi jangka panjang UNSIKA
Memberikan panduan terintegrasi kepada organisasi mahasiswa untuk memperkuat sinergi dalam mendukung pengembangan Mahasiswa generasi Z.
Uncertainty >
Understanding (Pemahaman)
Melakukan survei dan forum aspirasi mahasiswa secara berkala untuk mengetahui kebutuhan, harapan, dan keluhan mereka, terutama terkait fasilitas, kurikulum, dan kegiatan kampus.
Menjadi jembatan komunikasi antara mahasiswa dan pihak universitas untuk memastikan kebijakan yang lebih transparan dan berpihak kepada kepentingan mahasiswa.
Membuka diskusi kolaboratif dengan mitra eksternal, seperti perusahaan industri di Karawang, untuk membantu mahasiswa memahami kebutuhan pasar kerja dan tren teknologi.
Complexity >
Clarity (Kejelasan)
Menyederhanakan proses internal organisasi mahasiswa, seperti pengelolaan dana kegiatan, administrasi, dan koordinasi antar-unit organisasi.
Membuat pedoman kegiatan mahasiswa yang terstruktur dan jelas, sehingga mahasiswa memahami arah dan kontribusi program kerja terhadap pengembangan kampus.
Fokus pada prioritas utama, seperti pengembangan program berbasis teknologi, inovasi, dan kreativitas, untuk menciptakan dampak besar bagi mahasiswa generasi Z.
Ambiguity >
Agility (Kelincahan)
Menerapkan pendekatan agile dalam menyusun program kerja tahunan, sehingga dapat menyesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan mahasiswa secara real-time.
Membentuk tim respons cepat untuk menangani isu-isu mendadak di kampus, seperti permasalahan fasilitas atau keluhan akademik.
Memberikan pelatihan kepemimpinan dan manajemen adaptif bagi pengurus BEM dan organisasi mahasiswa lainnya, sehingga mereka siap menghadapi perubahan
ANALISIS KONDISI-INTERNAL STATUS QOU BEM UNSIKA
Status Qou dalam frasa latin berarti keadaan yang ada saat ini
BEM Unsika merupakan perwujudan dari pemerintahan Universitas singaperbangsa karawang yang memiliki fungsi melaksanakan kegiatan untuk kesejahteraan mahasiswa
Aspek Kerja Permasalahan Kondisi Ideal
Adminitrasi
Kesekretariatan Terdapat pengelolaan
adminitrasi Proposal yang meloncati alur birokrasi
Penguatan Alur birokrasi internal dan ekstenal
Tidak terinventarisir setiap kementerian yang ada
Terinventarisir setiap kementerian baik surat- menyurat dan perlengkapan lainnya
Keuangan Belum memiliki panduan
skala prioritas pengunaan anggaran internal BEM Unsika
Memiliki arah prioritas dalam pengunaan anggaran BEM Unsika
Internal
Sistem Kendali Internal Pengelolaan internal yang
belum cukup terkendali Memiliki Sistem Kendali Internal yang terarah guna
dalam memaksimalkan
fungsi BEM Unsika memaksimalkan fungsi BEM Unsika
Belum adanya parameter dalam pengembangan Pengurus dan Staf BEM Unsika
Memiliki Parameter yang jelas dan terukur dalam mengembangkan potensi Pengurus dan Staf BEM Unsika
Penelitian dan
Pengembangan
Tidak adanya penelitian dan
pengembangan yang
terfokus pada kebutuhan akademik mahasiswa
Memiliki peta penilitian dan
pengembangan yang
terfokus pada kebutuhan
akademik dengan
mengedepankan nilai kolaborasi
Pengembangan Sumber Daya Mahasiswa
Belum memiliki arah kebijakan yang berfokus dalam pemberdayaan SDM
Memiliki arah kebijakan yang terukur dan masif
dalam mendorong
pemberdayaan SDM
Minat dan Bakat Minimnya penyaluran,
pendirtribusian, dan pengembangan minat bakat mahasiswa
Terdapat sistem penyaluran, pendistribusian dan pengembangan minat bakat mahasiswa
Pemberdayaan Perempuan Belum adanya ruang aman bagi mahasiswi
Membuka ruang aman bagi mahasiswi
Sosial-Politik
Kajian dan Aksi Strategis SDM atau Staf belum mecukupi untuk program kerja dan isu yang diangkat
SDM atau Staf mencukupi dan dapat melaksanakan
progam kerja dan
pengawalan isu yang baik Advokasi dan Kesejahteraan
Mahasiswa
Inkonsistens dalam
mengawal dan
mengadvokasi permasalahan Kesejahteraan Mahasiswa
Terukur dan Masif dalam
mengawal dan
mengadvokasi permasalhan Kesejahteraan Mahasiswa Pengabdian Masyrakat Belum kebijakan pengabdian
masyrakat jangka panjang Memiliki Desa Binaan yang terawat
Komunikasi dan Informasi Masih terdapat miss- komunikasi dan miss- informasi
Terbangunnya alur
komunikasi dan koordinasi yang jelas anatar stake holder terkhusus Ormawa Unsika
Ekonomi dan Kreativitas
Kewirausahaan dan
Perindustrian Belum adanya badan usaha
tetap Memiliki badan usaha tetap
Seni dan Kebudayaan Tidak terdapat pengenalan dan pengayaan Seni dan Kebudyaan Karawang
Mendorong Seni dan Kebudayaan Karawang sebagai ciri khas Kampus Unsika
ANALISIS KONDISI-INTERNAL QOU-VADIS BEM-UNSIKA
1. Menjadi Garda Depan Aspirasi Mahasiswa 2. Pusat Kolaborasi dan Inovasi
3. Tata Kelola Organisasi yang Transparan dan Akuntabel
4. Memperkuat Gerakan Mahasiswa yang Berkelanjutan
"BEM UNSIKA bukan sekadar organisasi mahasiswa, tetapi
sebuah gerakan yang berkomitmen membangun mahasiswa
yang progresif, kolaboratif, dan siap menghadapi tantangan
zaman."
ANALISIS KONDISI-INTERNAL POTENSI BEM-UNSIKA
(struktural tugas dan tupoksi) Opsi 1 isinya
Opsi 2 isinya
BEM UNSIKA sebagai Pelopor
Pelopor adalah individu atau entitas yang memulai sesuatu yang baru, memperkenalkan ide, teknologi, atau metode yang belum pernah ada sebelumnya. Mereka sering kali menjadi pionir yang mendorong batasan, menghadapi tantangan, dan membawa perubahan mendasar dengan dampak jangka panjang. BEM UNSIKA tidak hanya menjadi garda terdepan dalam menghadirkan inovasi, tetapi juga membentuk fondasi yang kuat untuk perubahan positif yang berkelanjutan di Universitas Singaperbangsa Karawang.
BEM UNSIKA sebagai Akselelator
Akselerator membantu mengoptimalkan dan mempercepat pencapaian tujuan dengan memberikan dukungan, sumber daya, atau bimbingan. BEM UNSIKA juga berperan penting dalam mempercepat implementasi solusi terhadap masalah-masalah kampus, memastikan bahwa perubahan dan inovasi yang dibutuhkan dapat dirasakan dengan segera oleh seluruh civitas akademika.
Nilai-Nilai
#BERDAMPAK
Nilai Berdampak
Nilai ini menekankan pentingnya setiap tindakan atau program yang dilakukan untuk memberikan pengaruh positif yang dapat dirasakan langsung oleh individu maupun kelompok yang menjadi targetnya.
Karakteristik Nilai Berdampak:
Relevansi: Program dirancang untuk menjawab kebutuhan nyata mahasiswa atau masyarakat.
Efektivitas: Hasil yang dicapai sesuai dengan tujuan yang ditetapkan, seperti peningkatan keterampilan, solusi masalah, atau penguatan advokasi.
Signifikansi: Dampak yang ditimbulkan memberikan perubahan besar, baik dalam skala kecil (di kampus) maupun luas (di masyarakat).
#BERMANFAAT
Nilai Bermanfaat
Nilai ini berfokus pada keberlanjutan manfaat yang dirasakan oleh individu atau komunitas, bahkan setelah program selesai dilaksanakan.
Keberlanjutan: Program memiliki efek jangka panjang yang dapat terus dirasakan manfaatnya.
Kolaboratif: Manfaat melibatkan banyak pihak dan dapat diperluas melalui sinergi dengan elemen lain.
Aplikatif: Manfaat yang dihasilkan dapat langsung digunakan atau diterapkan oleh penerima program.
#BERDAMPAK-BERMANFAAT
BEM UNSIKA yang mengedepankan kedua nilai ini tidak hanya berfungsi sebagai pelaksana program, tetapi juga sebagai agen perubahan yang memastikan keberadaan organisasi benar-benar dirasakan oleh mahasiswa dan masyarakat dalam bentuk manfaat yang nyata dan berkelanjutan.
HISTORI, EMPIRIS DAN SEBUAH CITA MISI
1. "Efektivitas Ruang Peningkatan Potensi Diri Yang Edukatif Demi Terciptanya Mahasiswa Yang Unggul Dan Berkualitas"
Misi Ini Lahir Dari Kesadaran Bahwa Mahasiswa Memiliki Peran Sentral Dalam Pembangunan Bangsa. Universitas Sebagai Institusi Pendidikan Memiliki Tanggung Jawab Untuk Menyediakan Fasilitas Dan Ruang Yang Mendukung Pengembangan Potensi Diri Mahasiswa. Tren Globalisasi, Revolusi Industri, Dan Transformasi Digital Telah Menuntut Mahasiswa Untuk Memiliki Kompetensi Yang Lebih Dari Sekadar Akademik. Dalam Konteks Ini, Diperlukan Strategi Untuk Menciptakan Lingkungan Yang Memungkinkan Mahasiswa Menggali, Mengembangkan, Dan Mengoptimalkan Potensi Mereka Secara Menyeluruh. Beberapa Studi Menunjukkan Bahwa Lingkungan Belajar Yang Suportif Dan Ruang Yang Mendukung Pengembangan Diri Berkontribusi Besar Terhadap Kualitas Mahasiswa. Diantara Temuanya Ialah Lingkungan Edukatif Yang Interaktif Meningkatkan Keterampilan Berpikir Kritis Hingga 30%. Dan Mahasiswa Yang Memiliki Akses Ke Ruang Pengembangan Diri Cenderung Lebih Percaya Diri Dalam Menghadapi Tantangan Kerja.
Ataupun Program Mentoring Dan Pengembangan Potensi Diri Meningkatkan Prestasi Akademik Mahasiswa Sebesar 25%. Hal Tersebut Bisa Dilakukan Dengan Identifikasi Kebutuhan Dan Perancangan Ruang Edukatif. Yang Akhirnya Menciptakan Ruang Yang Mendukung Pengembangan Diri, Seperti Pusat Inovasi, Ruang Kolaborasi Atau Membentuk Mahasiswa Yang Memiliki Kompetensi Akademik Dan Non-Akademik Secara Seimbang Sehingga Mendistribusikan Lulusan Yang Unggul Dan Siap Bersaing Di Pasar Global.
Karena Mahasiswa Memiliki Kemampuan Berpikir Kritis, Problem-Solving, Lebih Percaya Diri Dan Inovasi Yang Lebih Baik.
2. "Sentralisasi Ruang Aspirasi Dan Fungsi Advokasi Yang Responsif"
Misi Ini Berangkat Dari Kebutuhan Mendasar Mahasiswa Untuk Memiliki Ruang Yang Efektif Dalam Menyampaikan Aspirasi, Baik Terkait Akademik, Fasilitas Kampus, Maupun Isu-Isu Sosial Lainnya. Dalam Perjalanan Sejarah, Kurangnya Komunikasi Antara Mahasiswa Dengan Pihak Pengelola Kampus Sering Kali Menimbulkan Ketegangan, Demonstrasi, Atau Rasa Ketidakpuasan. Upaya Sentralisasi Ruang Aspirasi Ini Bertujuan Untuk Menghadirkan Sistem Yang Lebih Terstruktur, Transparan, Dan Responsif, Sehingga Menciptakan Harmoni Dalam Hubungan Antara Mahasiswa Dan Institusi Pendidikan. Salah Satu Data Menunjukkan Pentingnya Ruang Aspirasi Yang Terorganisir Ialah Dengan Sistem Advokasi Yang Berbasis Digital Meningkatkan Efisiensi Pengelolaan Keluhan Mahasiswa Hingga 50%. Maka Dari Itu Perlu Beberapa Peranan Diantanranya Identifikasi Masalah, Desain Sentralisasi, Implementasi Sistem, Keterlibatan Stakeholder. Yang Akhirnya Mampu Membentuk Mekanisme Yang Cepat Dan Akurat Dalam Merespons Aspirasi Mahasiswa, Meningkatkan Keterbukaan Dalam Pengelolaan Keluhan Dan Aspirasi, Dan Menciptakan Lingkungan Kampus Yang Inklusif, Partisipatif, Dan Kondusif Untuk Perkembangan Individu
3. "Mempererat Sinergitas BEM UNSIKA Dengan Civitas Akademika Dan Luar Lingkup UNSIKA Demi Memberi Dampak Serta Kebermanfaatan”
Misi Ini Lahir Dari Kesadaran Akan Pentingnya Hubungan Harmonis Antara Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) UNSIKA Dengan Seluruh Elemen Civitas Akademika. BEM Sebagai Organisasi Mahasiswa Sering Kali Menjadi Penggerak Utama Dalam Berbagai Program Dan Kebijakan Yang Berdampak Besar Bagi Lingkungan Kampus Dan Masyarakat.
Namun, Keterbatasan Komunikasi Dan Koordinasi Sering Menjadi Kendala Utama Dalam Mencapai Keberhasilan Program Yang Lebih Luas Dan Berkelanjutan. Oleh Karena Itu, Diperlukan Pendekatan Sinergis Untuk Menciptakan Kolaborasi Yang Efektif, Baik Di Dalam Maupun Di Luar UNSIKA. Kampus Yang Memiliki Hubungan Kuat Antara BEM, Civitas Akademika, Dan Pihak Luar Kampus Melaporkan Peningkatan 30% Dalam Keberhasilan Program Yang Melibatkan Keseluruhan. Melalui Identifikasi Pemangku Kepentingan, Perencanaan Program Sinergi Dan Implementasi Kolaborasi. Sehingga Membangun Hubungan Harmonis Antara BEM Dan Seluruh Elemen Civitas Akademika UNSIKA Bahkan Membentuk Budaya Kolaborasi Yang Aktif Dan Saling Mendukung Di Lingkungan Kampus,
Ataupun Membangun Kemitraan Strategis Yang Berkelanjutan Dengan Lembaga Diluar Kampus
4. "Membangun Kembali Eskalasi Gerakan Mahasiswa UNSIKA Demi Terciptanya Progresifitas Dalam Khittah Perjuangan":
Gerakan Mahasiswa Di UNSIKA, Seperti Halnya Di Kampus-Kampus Lain, Memiliki Sejarah Panjang Sebagai Agen Perubahan Yang Memperjuangkan Keadilan, Kebebasan, Dan Kesejahteraan. Dalam Masa-Masa Awal Berdirinya, Gerakan Mahasiswa UNSIKA Berperan Aktif Dalam Isu-Isu Lokal Maupun Nasional, Menjadi Garda Terdepan Dalam Advokasi Kepentingan Rakyat Dan Civitas Akademika. Namun, Seiring Waktu, Dinamika Internal Kampus, Tekanan Eksternal, Dan Kurangnya Regenerasi Yang Terarah Telah Menyebabkan Penurunan Eskalasi Gerakan Ini. Misi Ini Bertujuan Untuk Merevitalisasi Semangat Progresifitas Mahasiswa Agar Tetap Selaras Dengan Khittah Perjuangan, Yaitu Menciptakan Keadilan Sosial, Kedaulatan Mahasiswa, Dan Kontribusi Nyata Terhadap Masyarakat.. Karena Pada Penurunan Eskalasi Gerakan Mahasiswa Terlihat Dari Minimnya Program Yang Berbasis Advokasi Dan Kritisisme. Dengan Refleksi Dan Identifikasi Masalah, Peningkatan Kesadaran Dan Edukasi, Membangun Infrastruktur Gerakan Dan Peningkatan Kolaborasi. Akan Menimbulkan Khittah, Sehinggan Mahasiswa Bisa Menjadi Revitalisasi Gerakan Dalam Konsistensi Khittah Perjuangan
VISI DAN MISI
Visi tercipta dari hasil pemikiran para pemimpin terkait gambaran masa depan organisasi.
Misi adalah bagaimana sebuah organisasi dapat mewujudkan cita-citanya tersebut di masa depan.
VISI :
Mewujudkan BEM UNSIKA yang SUPER: Sinergi, Unggul, Profesional, Edukatif, Responsif.
MISI :
1. Meningkatkan tata kelola internal BEM UNSIKA yang adaptif demi hadirnya peranan dan sumber daya yang progresif.
2. Meningkatkan efektivitas ruang peningkatan potensi diri yang edukatif demi terciptanya mahasiswa yang unggul dan berkualitas.
3. Sentralisasi ruang aspirasi dan fungsi advokasi yang responsif.
4. Mempererat sinergitas antara BEM UNSIKA dengan civitas akademika dan di luar lingkup UNSIKA demi memberikan dampak serta kebermanfaatan.
5. Membangun kembali eskalasi gerakan mahasiswa UNSIKA demi terciptanya progresifitas dalam khittah perjuangan.
PROGRAM KERJA UNGGULAN
1. Rakertas (Rapat Kerja Ormawa Universitas)
Deskripsi:
Rakertas adalah rapat koordinasi tahunan yang melibatkan organisasi mahasiswa (Ormawa) di UNSIKA untuk menyusun dan menyelaraskan rencana kerja demi mendukung kolaborasi strategis.
Input:
Partisipasi dari seluruh Ormawa.
Data kebutuhan dan rencana kerja Ormawa.
Fasilitator rapat dan panduan diskusi.
Proses:
Diskusi bersama untuk sinkronisasi program kerja antar Ormawa.
Penyusunan target tahunan dan jadwal pelaksanaan program.
Penetapan rencana strategis bersama.
Output:
Dokumen rencana kerja tahunan yang terintegrasi.
Kolaborasi antarorganisasi yang lebih erat.
2. SPI (Satuan Pengendali Internal)
Deskripsi:
SPI adalah mekanisme pengawasan internal BEM untuk memastikan pelaksanaan
program kerja dan pengelolaan anggaran berjalan sesuai aturan dengan transparansi dan akuntabilitas.
Input:
Data pelaksanaan program kerja BEM.
Regulasi dan SOP internal.
Tim pengendali internal.
Proses:
Monitoring pelaksanaan kegiatan.
Evaluasi manajemen anggaran dan kinerja.
Penyusunan laporan dan rekomendasi perbaikan.
Output:
Laporan evaluasi internal berkala.
Tata kelola yang lebih efektif dan transparan.
3. LS (Lembaga Strategis)
Deskripsi:
LS adalah unit riset dan kebijakan yang bertugas menganalisis isu strategis dan memberikan rekomendasi kebijakan untuk mendukung visi BEM serta memperkuat advokasi mahasiswa.
Input:
Data terkait isu-isu kampus dan masyarakat.
Tim analis dan riset strategis.
Tools pendukung untuk analisis data.
Proses:
Mengumpulkan data dan menganalisis isu strategis.
Menyusun rekomendasi kebijakan dan strategi advokasi.
Memaparkan hasil kajian kepada pemangku kepentingan.
Output:
Dokumen kajian strategis.
Rekomendasi kebijakan yang berdampak nyata.
4. LPP (Lembaga Pengembangan Potensi)
Deskripsi:
LPP bertujuan mengembangkan potensi mahasiswa melalui pelatihan, workshop, dan
ruang kreatif yang mendukung pengembangan kompetensi akademik dan non- akademik.
Input:
Data kebutuhan mahasiswa.
Narasumber, pelatih, atau mentor profesional.
Fasilitas pendukung pelatihan.
Proses:
Menyelenggarakan pelatihan, seminar, atau workshop.
Membuka ruang diskusi kreatif untuk inovasi mahasiswa.
Memberikan bimbingan dan mentoring secara personal.
Output:
Peningkatan kompetensi mahasiswa di bidang akademik dan non-akademik.
Kegiatan yang menghasilkan inovasi dan ide kreatif.
5. Lapor Pres
Deskripsi:
Lapor Pres adalah mekanisme untuk menerima aspirasi mahasiswa dan menyelesaikan permasalahan yang dihadapi mahasiswa di kampus secara cepat dan profesional.
Input:
Data laporan atau aspirasi mahasiswa.
Sistem pelaporan (aplikasi, hotline, formulir).
Tim pengolah laporan.
Proses:
Menerima laporan dan keluhan mahasiswa.
Menganalisis laporan untuk menentukan langkah penyelesaian.
Menindaklanjuti laporan dengan pihak terkait (universitas atau BEM).
Output:
Penyelesaian permasalahan mahasiswa secara cepat.
Laporan berkala tentang isu-isu yang diangkat mahasiswa.