• Tidak ada hasil yang ditemukan

Analisis Tata Kelola Perusahaan Batavia Air

N/A
N/A
Boa Hancock

Academic year: 2024

Membagikan " Analisis Tata Kelola Perusahaan Batavia Air"

Copied!
3
0
0

Teks penuh

(1)

Analisis Corporate Governance Batavia Air

Menurut Muladi dan Dwidja Priyatno (2013), korporasi adalah suatu perkumpulan atau organisasi yang oleh hukum diperlakukan seperti seorang manusia, sebagai pemilik hak dan kewajiban memiliki hak menggugat ataupun digugat dimuka pengadilan. Menurut Walterd Nord dalam Miftah Thoha (2005), pengertian kekuasaan adalah suatu kemampuan untuk mempengaruhi aliran energi dan dana yang tersedia untuk mencapai suatu tujuan yang berbeda secara jelas dari tujuan lainnya. Dari pengertian dapat disimpulkan bahwa ,

kekuasaan korporat ialah kemampuan pemilik (prnsipal) memerintah pengelola (agen) untuk melakukan suatu jasa atas nama principal serta memberi wewenang kepada agen membuat keputusan yang terbaik bagi prinsipal.

Batavia mengaku tidak bisa membayar utang karena force majeur. Batavia yang terlanjurmendatangkan Airbus A330 dari ILFC ternyata gagal dalam tender angkutan haji karena tidak memenuhi persyaratan. Akibatnya, banyak pesawat yang menganggur.

Sebuah perusahaan dinyatakan bangkrut bila kondisi keuangannya tidak sehat, baik karena kerugian atau sebab lain,sehingga tidak mampu membayar utang-utangnya

(insolvent). Akibat kebangkrutan itu, perusahaan dapat dinyatakan pailit oleh pengadilan, baik atas permohonan perusahaan sendiri maupun kreditornya. Berdasarkan UU No. 37 Tahun 2004 tentang Kepailitan, perusahaan dapat dipailitkan apabila tidak mampu melunasi hutang dua atau lebih kreditor yang telah jatuh tempo. Manajemen Batavia Air menerima putusan pailit tersebut, dan skemudian Batavia Airmenghentikan seluruh kegiatan operasional terhitung sejak 31 Januari 2013 pukul 00.00 WIB.

Meski demikian, Batavia diberi kesempatan untuk mengajukan kasasi selama periode delapan hari sejak keputusan pailit. Jika kasasi tidak diajukan, Batavia resmi pailit

dan penanganannya diambil alih oleh kurator. Kebangkrutan Batavia berawal dari langkah

(2)

perusahaan untuk leasing pesawat berbadan lebarAirbus 330 dari ILFC guna angkutan jemaah haji. Ternyata tiga tahun berturut-turut Batavia Air tidak mendapatkan proyek haji, sehingga terjadi tunggakan-tunggakan pembayaran. Seluruhhutang Batavia ke ILFC sebesar USD4,688juta telah jatuh tempo pada 13 Desember 2012. “Adanya informasi negatif dan simpang siur mengenai Batavia Air yang beredar selama  beberapa waktu terakhir ini mengakibatkan hilangnya kepercayaan para agen, pelanggan dan partner bisnis Batavia Air,”. Untuk proses selanjutnya, PN Jakpus telah menunjuk empat kurator, yakni Turman Panggabean, Andra Reinhard Sirait, Permata N Daulay, dan Alba Sukma Hadi. Para kurator tersebut akan menangani segala urusan dan dampak dari penutupan Batavia Air, termasuk urusan refund atau atau endorse tiket para penumpang, kargo pajak/tax, penyelesaian karyawan Batavia Air, mitra terkait seperti para travel agent, kreditor, dan lain-lain.

Berkaitan dengan Corporate Governance:

Seperti yang diketahui bahwa penerapan tata kelola perusahaan yang baik saat ini tidak dapat diabaikan seperti waktu-waktu sebelumnya dan memang hal itu benar adanya karena melalui tatakelola yang baiklah akan memudahkan proses operasionalisasi dan perbaikan secara kontinyu. Dalam konteks pailitnya, Batavia Air perlu mendapatkan perhatian untuk meningkatkan tata kelola perusahaan yang baik. Nasib tenaga kerja, nalarnya adalah ketika sudah dinyatakan pailit maka pihak manajerial perlu memberikan solusi pada tenaga kerjanya karena bagaimana pun pengangguran sudah menunggudan hal ini akan memiliki dampak berantai yang cukup panjang.

Dengan demikian berpijak pada kasus pailitnya Batavia Air, perusahaan-perusahaan lainnya dapat mempersiapkan program- program khusus guna menyelamatkan nasib tenaga kerjanya apabila perusahaan tempat mereka bekerja mengalami kasus yang sama dengan Batavia Air. Dalam jargon manajemen biasanya disebut sebagai corporate social

(3)

responsibility (CSR), yakni bagaimana sebuah perusahaan memahami dan mengerti serta memberikan tangung jawab berupa solusi kepada stakeholderyang meliputi juga tenaga kerjanya apabila perusahaan mengalami pailit. Dengan demikian, jalankan program CSR sekarang juga untuk mempersiapkan sesuatu yang mungkin saja terjadi.

Sumber : Tempo.com (2013) “Ini Penyebab Batavia Dinyatakan Pailit,” Januari, hal. 1.

Tersedia pada : https://bisnis.tempo.co/read/458040/ini-penyebab-batavia-air-dinyatakan- pailit, 6 maret 2018.

Referensi

Dokumen terkait

Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan Tata Kelola Perusahaan yang Baik (GCG) telah berkembang dengan baik yang dikaji dari konsep Tata Kelola Perusahaan yang Baik

Melakukan pengawasan terhadap kebijakan pengurusan, jalannya pengurusan pada umumnya baik mengenai Tata Kelola Perusahaan maupun usaha Pupuk Kaltim yang

Berdasarkan analisis dan pembahasan hasil penelitian dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut Mekanisme tata kelola perusahaan dalam hal ini kepemilikan

Berdasarkan analisis dan pembahasan hasil penelitian dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut Mekanisme tata kelola perusahaan dalam hal ini kepemilikan

Penelitian ini dilakukan dengan tujuan menganalisis pengaruh dari tata kelola perusahaan yang diwakili oleh 6 variabel yaitu dewan direksi, dewan komisaris, struktur

Hasil analisis menunjukkan bahwa ukuran perusa- haan, ukuran dewan komisaris, komisaris independen, dan komite audit dapat meningkatkan pengungkapan tata kelola

kompetitif dalam mengubah dunia, perusahaan harus berinovasi dan mengadaptasi praktek tata kelola perusahaan mereka sehingga mereka dapat memenuhi tuntutan baru dan memahami

Struktur tata kelola perusahaan BCA terdiri dari Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS), Dewan Komisaris, Direksi, Komite-Komite di bawah Dewan Komisaris, yaitu Komite