• Tidak ada hasil yang ditemukan

ANALISIS TINGKAT PROFESIONALISME GURU BERSERTIFIKASI

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2024

Membagikan "ANALISIS TINGKAT PROFESIONALISME GURU BERSERTIFIKASI"

Copied!
127
0
0

Teks penuh

Sesuai dengan kompetensi profesional guru yang dilihat dari segi kompetensi pedagogik, kompetensi kepribadian, kompetensi profesional dan kompetensi sosial. Beberapa guru yang telah lulus sertifikasi di sekolah masih belum memahami bagaimana menjadi guru yang profesional. Ada beberapa guru yang sudah tersertifikasi namun belum mampu menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) dengan baik.

Indentifikasi Masalah

Berdasarkan permasalahan diatas maka penulis tertarik untuk melakukan penelitian dan pembahasannya dalam bentuk skripsi yang diberi judul.

Pembatasan Masalah

Perumusan Masalah

Tujuan dan Manfaat Penelitian

Manfaat Penelitian

Manfaat Teoritis

Manfaat Praktis

Tinjauan Pustaka

Bedanya, disertasi ini fokus pada pengaruh sertifikasi profesi guru terhadap kinerja guru, sedangkan penulis fokus pada tingkat profesionalisme guru bersertifikat. Bedanya, disertasi ini fokus pada profesionalisme guru pasca sertifikasi, sedangkan penulis fokus pada tingkat profesionalisme guru yang tersertifikasi. Bedanya, disertasi ini fokus pada pengaruh sertifikasi guru terhadap tingkat profesionalisme guru, sedangkan penulis fokus pada tingkat profesionalisme guru bersertifikat.

SistematikaPenulisan

Bedanya, tesis ini fokus pada dampak profesionalisme guru pasca sertifikasi, sedangkan penulis fokus pada peningkatan profesionalisme guru pada guru bersertifikat.

Profesionalisme Guru

Uji Kompetensi dan Penilaian Kinerja Guru Mulyasa, “guru profesional yang bermutu adalah guru yang mempunyai kemampuan menciptakan iklim pembelajaran di kelas, mempunyai kemampuan mengelola pembelajaran, mempunyai kemampuan memberikan umpan balik dan penguatan, serta mempunyai kemampuan 10. Mulyasa dalam buku Uji Kompetensi dan Penilaian Kinerja Guru mengatakan bahwa “guru yang profesional adalah guru yang sadar akan tugas dan fungsinya sesuai dengan jabatan yang didudukinya, mempunyai tingkat pemahaman yang tinggi dan mengetahui dirinya sebagai seseorang yang terpanggil untuk mengabdi kepada masyarakat dengan mendidik dan membantu siswa untuk belajar”. 12. Rosyada mengutip pendapat Beidler dalam buku Uji Kompetensi dan Evaluasi Kinerja Guru karya E. Mulyas mengenai sepuluh kriteria guru yang baik dan profesional yang harus diperhatikan dalam penilaian. kinerja guru yaitu: 19.

Sertifikasi Guru

Pengertian, Pelaksanaan, Dasar Hukum, Prinsip- prinsip, Tujuan dan Manfaat Sertifikasi Guru

Sertifikasi Menurut Martinis Yamin, sertifikasi adalah proses pemberian kredensial pendidikan kepada guru dan pendidik atau bukti formal pengakuan yang diberikan kepada guru dan pendidik sebagai profesional.24 Suyatni dalam bukunya panduan sertifikasi guru mengatakan bahwa sertifikasi guru adalah proses pemberian kredensial pendidikan kepada para guru. Sertifikasi guru adalah pemberian sertifikat pelatihan kepada guru yang telah memenuhi standar profesi guru. Bagi peserta Program Sertifikasi Guru Pendidikan Berkelanjutan yang belum lulus melalui jalur portofolio, disarankan oleh lembaga pendidikan penyelenggara dan tenaga kependidikan tersebut.

31 Trianto dan Titik T.T, Sertifikasi Guru dan Upaya Peningkatan Kualifikasi, Kompetensi dan Kesejahteraan, (Jakarta: Selamat Pustaka, 2006), hal. 20. guru yang telah memenuhi standar untuk melaksanakan pekerjaan profesional pada jenis pendidikan tertentu. D. 40 Sertifikasi guru merupakan upaya pemerintah untuk meningkatkan kualitas guru yang dibarengi dengan peningkatan kesejahteraan guru. Sertifikasi mengacu pada kompetensi guru dan standar kompetensi guru, serta jumlah sertifikasi guru yang ditetapkan oleh pemerintah, dimana setiap Provinsi dan Kabupaten/Kota mempunyai kuota yang ditentukan oleh pemerintah.

Bedjo Sujanto dalam bukunya Cara Efektif Sertifikasi Guru mengatakan bahwa pelaksanaan sertifikasi guru mempunyai banyak tujuan, berikut beberapa tujuan utama sertifikasi guru, yaitu: 33. 32 Sertifikasi Guru Kerja 2008, Pedoman Penentuan Guru Peserta Sertifikasi (DEPDIKNAS: Direktorat Jenderal Peningkatan Mutu Pendidikan dan Lembaga Pendidikan, 2008), hal. Dalam seminar nasional sosialisasi sertifikasi guru dalam penafsiran UU No. 44 4) Mendapatkan peluang untuk perbaikan. yurisdiksi.

Menurut Bedjo Sujanto dalam bukunya Cara Efektif Sertifikasi Guru menyatakan bahwa manfaat sertifikasi guru adalah: 35.

Jenis Penelitian

Dalam melakukan penelitian ini, penulis mengunjungi salah satu sekolah di SDN 01 Gapura Lampung Utara.

Metode Pengumpulan Data

Susan Stainback menyatakan bahwa dalam observasi partisipan, peneliti mengamati apa yang dilakukan orang, mendengarkan apa yang mereka katakan, dan berpartisipasi dalam aktivitas mereka.3 Sebelum terjun ke lapangan, peneliti menyiapkan panduan observasi yang memudahkan peneliti dalam melakukan observasi. dan mengumpulkan data di lapangan. Menurut Supardi dalam bukunya Metodologi Penelitian, wawancara bebas terpimpin merupakan gabungan antara wawancara bebas dan terbimbing.4. Objek yang akan diwawancarai disini adalah kepala/wakil kepala sekolah, 4 orang guru bersertifikat, 2 orang guru tidak bersertifikat, dan 2 orang siswa terkait dengan permasalahan yang diteliti mengenai profesionalisme guru bersertifikat di SDN 01. Gapura Utara lampung.

Kuesioner adalah pengumpulan data yang dilakukan dengan memberikan responden serangkaian pertanyaan atau pernyataan tertulis untuk dijawab. Penulis menggunakan metode ini untuk memperoleh data seperti data guru, data jumlah siswa, letak geografis, sejarah berdirinya sekolah, struktur organisasi dan dokumen lain yang berkaitan dengan penelitian di SDN 01 Gapura Lampung Utara. Teknik ini digunakan untuk mengetahui tingkat profesionalisme guru bersertifikat melalui arsip atau data terkait latar belakang pendidikan dan pengalaman mengajar di SDN 01 Gapura Lampung Utara.

Peneliti mendapat informasi dari direktur/wakil direktur tentang profesionalisme guru bersertifikat. Guru bersertifikat merupakan salah satu sumber yang dapat memberikan informasi kepada peneliti tentang proses belajar mengajar siswa mengenai profesionalisme guru bersertifikat. Meminta informasi kepada guru yang belum tersertifikasi mengenai tingkat profesionalisme guru yang tersertifikasi.

Untuk meminta informasi dari berbagai siswa tentang tingkat profesionalisme guru bersertifikat dalam proses pengajaran di kelas.

Instrumen Penelitian

Analisis Data

Metode kualitatif yang penulis gunakan untuk mengolah data tersebut adalah dengan cara menarik kesimpulan dari hal atau kejadian yang bersifat umum ke hal yang khusus. Penulis menggunakan metode ini untuk mengamati proses yang dilakukan guru pada saat belajar mengajar, wawancara, angket, setelah itu diambil kesimpulan.

Gambaran Umum SDN 01 Gapura Lampung Utara 1. Sejarah singkat SDN 01 Gapura Lampung Utara

Data Siswa Dalam 4 Tahun Terakhir

Sarana dan Prasarana

Keadaan Tenaga Pengajar dan Karyawan Tabel 4.3

Hasil Pengolahan Data

Hasil Pengolahan Data Kuantitatif (Statistik)

Hal ini menunjukkan bahwa mayoritas guru sangat senang dengan profesinya. Hal ini menunjukkan bahwa sebagian besar guru selalu menggunakan metode yang berbeda-beda ketika menyajikan pembelajaran. Hal ini menunjukkan bahwa sebelum memulai kegiatan belajar mengajar, sebagian besar guru pasti sudah mempersiapkan materi yang akan diajarkan.

Hal ini menunjukkan bahwa sebagian besar guru selalu melakukan post-test untuk mengetahui sejauh mana penguasaan siswa terhadap materi yang diajarkan. Hal ini menunjukkan bahwa sebagian besar guru selalu menambahkan referensi lain terkait materi yang akan diajarkan di luar buku teks. Hal ini menunjukkan bahwa mayoritas guru selalu menggunakan metode yang berbeda-beda dalam proses pembelajaran.

Hal ini menunjukkan bahwa sebagian besar guru selalu memanfaatkan waktunya dengan baik dalam proses pengajaran. Hal ini menunjukkan bahwa guru selalu berkomunikasi dengan baik kepada rekan-rekannya dengan sopan dan penuh empati. Hal ini menunjukkan bahwa sebagian besar guru selalu menghormati siswa dari latar belakang yang berbeda.

Hal ini menunjukkan bahwa sebagian besar guru selalu dapat memberikan pedoman untuk meningkatkan kualitas pengajaran guru.

Hasil Pengolahan Data Kualitatif

Apakah sudah terlaksana dengan baik pada guru SDN 01 Gapura Lampung Utara yang sudah tersertifikasi? Terjadi peningkatan kompetensi pedagogik pada guru yang tersertifikasi, karena guru kini telah mendapatkan sertifikasi. Setelah saya mengikuti tes sertifikasi, para guru yang mengikuti tes sertifikasi dan saya juga mendapat bimbingan dan pelatihan dalam membuat RPP.

Hal ini terlihat dari beberapa pernyataan responden tentang seberapa baik guru berperilaku dan berbicara. Bagaimana tanggapan guru SDN 01 Gapura Lampung Utara yang sudah memiliki sertifikat guru? Kompetensi sosial guru SDN 01 Gapura Lampung Utara baik sebelum maupun sesudah sertifikasi alhamdulillah tetap baik.

Analisis kompetensi sosial guru bersertifikat SDN 01 Gapura Lampung Utara dinilai baik. Analisis kompetensi profesional guru di SDN 01 Gapura Lampung Utara adalah guru selalu berusaha meningkatkan kualitas kompetensi profesionalnya. Oleh karena itu, berdasarkan jawaban responden dapat dikatakan bahwa guru SDN 01 Gapura Lampung Utara mengalami peningkatan tingkat profesionalisme pasca sertifikasi.

Guru yang tersertifikasi memiliki sikap yang lebih baik sehingga diharapkan dapat menjadi teladan bagi siswanya.

SARAN

Jurnal Panamas, Kompetensi Guru dan Peningkatan Mutu Pendidikan, Jakarta: Lembaga Penelitian dan Pengembangan Agama, Volume Guru Dalam Jabatan 2008, Pedoman Penentuan Peserta Sertifikasi Guru, DEPDIKNAS: Direktorat Jenderal Peningkatan Mutu Pendidikan dan Lembaga Pendidikan, 2008 .

Terjadi peningkatan kompetensi pedagogik pada guru yang telah tersertifikasi, karena guru yang telah mendapatkan sertifikasi kini lebih memahami materi yang akan diajarkannya. Dan guru juga lebih memahami bagaimana mengelola pembelajaran bagi siswa dengan baik, yang meliputi pemahaman siswa, perencanaan pelaksanaan pembelajaran, evaluasi hasil pembelajaran dan pengembangan siswa untuk mewujudkan berbagai potensi yang dimilikinya. Guru yang tersertifikasi memiliki karakter yang menyenangkan dalam mengajar anak karena guru tersebut selalu menggunakan metode yang berbeda-beda.

Mereka juga mempunyai kepribadian yang bijaksana dalam mengajar karena tidak membeda-bedakan siswa satu dengan siswa lainnya. Dan mereka juga harus melakukan sosialisasi kepada guru, siswa, staf dan masyarakat setempat di sini. Guru yang memiliki kompetensi profesional tidak hanya harus mempunyai penguasaan materi secara formal (dalam bimbingan), tetapi juga harus mempunyai kemampuan memahami materi ilmiah lain yang berkaitan dengan topik mata pelajaran tertentu.

Guru Bersertifikasi

Namun setelah tersertifikasi, kami telah dilatih cara mengajar yang baik, memahami karakteristik siswa, berkomunikasi dengan sopan, dan melaksanakan pembelajaran dengan menyenangkan, sehingga tujuan tercapainya proses pembelajaran tercapai. Karena setelah sertifikasi, saya lebih berhati-hati dalam memilih metode pengajaran dan lebih memperdalam materi dengan menyesuaikan tingkat perkembangan siswa. Rata-rata guru di SDN 01 Gapura Lampung Utara sangat bertanggung jawab dalam menjalankan tugasnya sebagai guru.

Di SDN 01 Gapura Lampung Utara, kami benar-benar menerapkan disiplin dan menjunjung tinggi kode etik profesi guru. Guru di sini memiliki kehidupan sosial yang cukup baik karena mudah bersosialisasi dengan orang baru. Sebelum proses pengajaran, guru yang telah mengikuti tes sertifikasi biasanya melakukan brainstorming dengan tes yang berkaitan dengan materi yang akan diajarkan dan materi yang telah diselesaikan agar siswa tidak melupakan materi yang telah dipelajari sebelumnya.

Adanya peningkatan profesionalitas bagi guru yang tersertifikasi karena saya dan beliau selalu berusaha memberikan materi sesuai dengan RPP untuk mencapai tujuan yang diinginkan. Mereka selalu berinteraksi dengan sesama guru, dengan siswa dan dengan masyarakat sekitar SDN 01 Gapura Lampung Utara. Di sekolah ini, baik guru yang tersertifikasi maupun yang belum tersertifikasi, kinerjanya cukup baik.

Hal ini terlihat dari cara mereka membuat RPP, melakukan penilaian dan cara mereka memahami siswa.

Siswa

Pada umur 5 tahun penulis menyelesaikan pendidikan Taman Kanak-Kanak (TK) pada tahun 2000 di TK Muslim, pada umur 6 tahun penulis melanjutkan pendidikan di Sekolah Dasar Negeri (SDN) 01 Gapura Lampung Utara dan lulus pada tahun 2007. penulis melanjutkan pendidikan SMP di Pondok Pesantren Daarul Khair Kotabumi dan tamat pada tahun 2010, kemudian penulis melanjutkan pendidikan menengah di

Referensi

Dokumen terkait

Permasalahan dari penelitian ini adalah adakah pengaruh positif sertifikasi terhadap profesionalisme guru di MTs Muhammadiyah Blimbing yang terkait dengan

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) perbedaan persepsi guru terhadap uji sertifikasi ditinjau dari pengalaman mengajar; (2) perbedaan persepsi guru terhadap uji

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) perbedaan persepsi guru terhadap uji sertifikasi ditinjau dari tingkat pendidikan; (2) perbedaan persepsi guru terhadap uji

Kualifikasi akademik yaitu tingkat pendidikan formal yang telah dicapai sampai dengan guru mengikuti sertifikasi, baik pendidikan gelar maupun non gelar (D4/ Post Graduate

Dilakukan secara kontinyu bagi semua guru, baik terkait dengan mekanisme sertifikasi maupun bersamaan dengan penilaian kinerja.. Dapat dilakukan secara manual ( offline),

diperlihatkan guru bukan hanya didalam ruang kelas, namun juga diluar kelas baik kepada peserta didik maupun kepada sesama guru. Selain itu guru yang tersertifikasi

1 Penyerahan berkas peserta sertifikasi guru pola pemberian sertifikat secara langsung (dokumen dan berkas lain terkait) lebih awal daripada berkas peserta pola uji kompetensi

Adapun saran yang dapat disampaikan adalah sebagai berikut: (1) Guru yang menerima tunjangan sertifikasi dapat melaksanakan kewajibannya untuk kepentingan