ANALISIS VARIABEL YANG MEMPENGARUHI BETA SAHAM (Studi Pada Perusahaan Yang Terdaftar Di Jakarta Islamic Index Bursa
Efek Indonesia)”
Yulian Ade Chandra
Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Brawijaya Jl. MT. Haryono 165 Malang
Dosen Pembimbing Juni Herawati SE., MM.
Abstract: This study aims to determine how the influence of fundamental variables to market risk or systematic risk in the constituent stocks of the Jakarta Islamic Index (JII) in Indonesia Stock Exchange. Independent variables used in this study is leverage, dividend payout, earnings variability and asset growth.
While measuring market risk is beta. This study uses multiple linear regression analysis. To avoid the problems of the classical assumptions, this study used regression Double Log model. The population used in this study are all the 30 constituent stocks of JII, while the result of purposive sampling is 14 stocks.
Results of this study indicate that all the independent variables simultaneously affect the stock beta. Whereas in partial leverage positively and significantly effect on beta stocks and dividend payout variable is negatively and significantly effect on beta stocks.Keywords: beta, leverage, dividend payout, earning variability, and asset growth, Jakarta Islamic index.
Abstraksi: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimanakah pengaruh variabel fundamental terhadap risiko pasar atau risiko sistematis pada saham konstituen Jakarta Islamic Index (JII) dalam Bursa Efek Indonesia. Variabel independen yang digunakan pada penelitian ini adalah leverage, dividend payout, earning variability dan asset growth. Sedangkan pengukur resiko pasar adalah beta. Penelitian ini menggunakan analisis regresi linear berganda. Untuk menghindari permasalahan asumsi klasik maka penelitian ini menggunakan model regresi Double Log. Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah seluruh saham konstituen JII yaitu 30 saham, sedangkan hasil dari purposive sampling adalah 14 saham. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa seluruh variabel
independen berpengaruh secara simultan terhadap beta saham. Sedangkan secara parsial variabel leverage berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap beta saham dan variabel dividend payout berpengaruh secara negatif dan signifikan terhadap beta saham.
Kata Kunci: Beta, leverage, dividend payout, earning variability, asset growth.
PENDAHULUAN
Perkembangan ekonomi modern membuat jumlah emiten yang masuk dalam Bursa Efek Indonesia (BEI) terus miningkat. BEI mentargetkan ada 25 emiten baru sampai akhir tahun 2012. Secara nasional jumlah emiten di BEI sekitar 454 perusahaan, di Jawa Timur sendiri terdapat sekitar 30 emiten. Jatim memberikan kontribusi sekitar 10 persen atau 41 ribu dari jumlah investor yang memiliki rekening saham di BEI. (www.lensaindonesia.com)
Di dalam daftar saham milik BEI, saham sendiri tergolong menjadi 2 kategori yaitu saham syariah dan saham non syariah. Investor di BEI memiliki sikap yang berbeda-beda terhadap keberadaan saham syariah. Sebagian investor menyukai berinvestasi di saham syariah, ataupun sebaliknya. Namun pada kenyataannya perdagangan atau biasa disebut trading di efek syariah volumenya cukup tinggi dan jumlah peminat juga semakin meningkat. Kondisi ini semakin diperkuat dengan jumlah saham (efek) syariah saat ini. Berkisar separuh (50%) dari total saham yang tercatat di BEI adalah berkategori syariah (www.fajar.co.id).
Risiko merupakan hal yang sangat diperhatikan investor dan merupakan aspek yang sangat berkaitan dengan investasi di pasar modal. Seperti di ungkapkan Bodie et al (2008: 219) investor penghindar risiko (risk averse) menolak portofolio investasi yang termasuk permainan yang adil atau yang lebih buruk dari itu. Investor penghindar risiko akan bersedia mempertimbangkan prospek yang bebas risiko atau yang premi risikonya positif.
Menurut Bodie et al (2008: 221-222) investor yang netral terhadap risiko (risk- neutral) menilai prospek berisiko hanya dari imbal hasil yang diharapkan. Tingkat risiko tidak relevan bagi investor yang netral terhadap risiko yang berarti tidak tuntutan imbalan dari risiko yang ditanggung. Investor pecinta risiko (risk-lover) bersedia terlibat dalam permainan yang adil dan perjudian, investor jenis ini menyesuaikan ekspektasi imbal hasil ke atas dengan memasukkan kesenangan dalam menghadapi prospek beresiko.
Menurut Bodie, et al., (2008: 288) Jika sumber risiko mempengaruhi seluruh perusahaan, divesifikasi portofolio yang luas sekalipun tidak bisa menghilangkan risiko. Risiko yang tetap ada setelah diversifikasi yang luas sekali disebut risiko pasar (market risk), risiko yang muncul dari pasar. risiko tersebut juga disebut risiko sistematis atau risiko yang tidak terdiversifikasi. Risiko ini dinotasikan dengan Beta.
Menurut Suad Husnan (2009:112) Beta merupakan ukuran resiko yang berasal dari hubungan antara tingkat keuntungan saham dengan pasar. Resiko ini berasal dari beberapa faktor fundamental perusahaan dan faktor karakteristik pasar tentang saham perusahaan tersebut. Faktor-faktor fundamental yang mempengaruhi yaitu seperti cyclicality, operating leverage, dan financial leverage. Cyclicality adalah faktor yang menunjukkan seberapa jauh suatu perusahaan dipengaruhi oleh konjungtur perekonomian. Operating leverage menunjukkan proporsi biaya perusahaan yang merupakan biaya tetap. Semakin besar proporsi ini, maka cenderung memiliki nilai Beta yang semakin tinggi.
Sedangkan Financial leverage, semakin besar proporsi hutang yang dipergunakan, akan semakin besar financial leverage-nya.
Pengujian hubungan faktor-faktor yang mempengaruhi risiko pasar atau risiko sistematik diteliti pertama kali oleh Beaver, Kettler dan Scholes yang dijelaskan dalam Suad Husnan (2009: 113). Variabel yang digunakan adalah variabel akuntansi yang mencerminkan analisis fundamental. Ketujuh variabel tersebut yaitu (1) devident payout, (2) asset growth, (3) leverage, (4) liquidity, (5) asset size, (6) earning variability, dan (7) accounting beta. Hasil penelitian Beaver (1970) menunjukan bahwa dari tujuh variabel, lima variabel diantaranya yakni leverage, accounting beta, earning variability, asset growth dan asset size mempunyai hubungan positif dengan beta, sedangkan dua variabel lainnya yakni dividend payout dan liquidity memiliki hubungan negatif dengan beta saham.
Terdapat beberapa penelitian terdahulu yang meneliti tentang analisis variabel yang mempengaruhi beta saham selain Beaver (1970) antara lain penelitian Agung (2001), Susi (2003), Dwi (2008), dan Yustiantomo (2009). Hasil dari semua penelitian ini menemui research gap yaitu perbedaan hasil penelitian atau hasil yang tidak konsisten pada semua variabel. Dari hasil penelitian terdahulu ditetapkan variabel yang digunakan adalah variabel Leverage, Deviden payout, Earning variability dan Asset growth sebagai variabel independen yang mempengaruhi beta saham.
Variabel leverage diduga menjadi variabel yang memiliki pengaruh dominan terhadap beta saham. Hal ini didukung penjelasan Suad Husnan (2009: 112) yang telah dicantukam sebelumnya bahwa financial leverage memiliki pengaruh terhadap beta saham. Selain itu dalam Bodie et al (2008:425) dikatakan bahwa ukuran perusahaan dan rasio utang dapat menjadi penentu beta dan didukung penjelasan mengenai temua Rosenberg dan Guy (1976) bahwa variabel-variabel yang dapat membantu memprediksi beta adalah varians laba, varians arus kas, pertumbuhan laba per lembar saham, kapitalisasi pasar(ukuran perusahaan), imbal hasil dividen, dan rasio utang terhadap aktiva.
Pemilihan saham Jakarta Islamic Index (JII) dalam penelitian ini dikarenakan saham indeks JII merupakan saham-saham dengan kategori syariah yang menggolongkan saham dari sudut pandang berbeda dibandingkan indeks lainnya.
Kriteria pertama dalam JII adalah emiten atau perusahaan publik yang
menyatakan kegiatan usaha serta cara pengelolaan usahanya dilakukan berdasarkan prinsip syariah dan emiten yang tidak menyatakan hal tersebut namun masuk dalam kriteria yang ditetapkan Dewan Syariah Nasional-Majelis Ulama Indonesia dan juga Bapepam & LK. Hal ini berarti emiten tersebut tidak melanggar batasan-batasan dan prinsip-prinsip agama Islam.
Hasil penelitian ini nantinya akan menggambarkan pandangan investor dalam mengambil keputusan investasi saham syariah. Investor yang menentukkan apakah dalam JII variabel leverage, dividend payout, earning variability dan asset growth mempengaruhi risiko sistematis saham. Selain itu saham dalam indeks JII juga mempunyai likuiditas yang tinggi di BEI, memiliki kapitalisasi yang besar dan mempunyai prospek yang sangat baik di masa depan untuk perekonomian Indonesia. (www.idx.co.id)
Berdasarkan uraian diatas dapat dirumuskan beberapa permasalahan sebagai berikut:
1. Bagaimanakah pengaruh Leverage, Dividend payout, Earning variability dan Asset growth secara simultan terhadap Beta saham pada perusahaan JII di Bursa Efek Indonesia?
2. Bagaimanakah pengaruh Leverage, Deviden payout, Earning variability dan Asset growth secara parsial terhadap Beta saham pada perusahaan JII di Bursa Efek Indonesia?
3. Variabel mana diantara Leverage, Deviden payout, Earning variability dan Asset growth yang berpengaruh dominan terhadap Beta saham pada perusahaan JII di Bursa Efek Indonesia?
Sesuai dengan rumusan masalah diatas, maka hipotesis penelitian ini adalah:
1. Ada pengaruh simultan yang signifikan antara Leverage, Dividend payout, Earning variability dan Asset growth terhadap beta saham JII periode 2009- 2011
2. Ada pengaruh yang signifikan secara parsial antara Leverage, Dividend payout, Earning variability dan Asset growth terhadap beta saham JII periode 2009-2011
3. Leverage merupakan variabel yang berpengaruh dominan terhadap beta saham JII periode 2009-2011
METODE PENELITIAN
Paradigma Kuantitatif
-Jenis Penelitian Explanatory - Pendekatan Kuantitatif
-Jenis Data -Berdasarkan pengumpulan: Pooling
- Skala pengumpulan kuantitatif : Rasio -Sumber Data
-Teknik Pengumpulan Data
Sekunder (Bursa Efek Indonesia) Dokumentasi
-Pengujian asumsi klasik Normalitas, multikolinieritas,
heteroskedastisitas, dan autokorelasi.
-Teknik analisis data Regresi linear berganda.
-Pengujian Hipotesis Uji F dan Uji t
ANALISIS DAN PEMBAHASAN Hasil analisis Regresi Linear Berganda
Dalam penelitian ini data yang diperoleh dianalisis menggunakan regresi linear berganda karena meimiliki 4 (empat) variabel bebas yaitu Leverage, Dividend Payout, Earning variabiliy, dan Asset growth. Setelah proses pengolahan data dengan menggunakan software SPSS didapatkan nilai konstanta dan koefisien masing-masing variabel independen untuk masuk dalam model persamaan regresi.
Dikarenakan dalam hasil penelitian ini menggunakan model Regresi Double-Log yaitu merubah semua variabel dalam Logaritma natural maka model persamaan yang didapatkan adalah sebagai berikut:
Y = 4.663 + 0,961X1 – 0,984X2 + 0.077X3 + 0.006X4 Interpretasi:
1. Nilai konstanta dari persamaan regresi ini adalah positif. Hal ini menunjukkan bahwa variabel dependen Y bernilai konstan jika variabel lainnya, Xi bernilai nol. Sedangkan nilai konstanta sebesar 4.663, menunjukkan bahwa apabila variabel independen diabaikan atau tidak ada, maka beta saham bernilai sebesar 4,663.
2. Variabel Leverage(X1) dengan nilai koefisien beta 0,961 berarti setiap kenaikan rasio 1% variabel leverage pada setiap perusahaan JII akan meningkatkan beta saham atau risiko pasar pada Indeks JII sebesar 0,961%.
3. Variabel dividend payout(X2) menunjukkan nilai koefisien beta -0,984 berarti setiap kenaikan rasio 1% variabel dividend payout pada setiap
perusahaan JII akan menurunkan beta saham atau risiko pasar pada Indeks JII sebesar 0,984% .
4. Variabel earning variability menunjukkan nilai koefisien beta 0,077 berarti setiap kenaikan rasio 1% variabel earning variability pada setiap perusahaan JII akan meningkatkan beta saham atau risiko pasar pada Indeks JII sebesar 0,077%.
5. Variabel asset growth memiliki nilai koefisien beta 0,006 berarti setiap kenaikan rasio 1% variabel asset growth pada setiap perusahaan JII akan meningkatkan beta saham atau risiko pasar pada Indeks JII sebesar 0,006%.
Koefisien Determinasi (R2)
Nilai R2 mencerminkan kemampuan variabel bebas menjelaskan variasi variabel terikat. Beradasarkan pengolahan menggunakan software SPSS 17 didapatkan nilai R2 adalah 19,6% . Nilai ini tercantum pada tabel 4.9 yaitu tabel Model Summary. Nilai ini menunjukkan bahwa 19,6% dari variasi nilai beta saham dapat dijelaskan oleh nilai Leverage, Dividend Payout, Earning variabiliy, dan Asset growth, sedangkan sisanya 80,4% dijelaskan oleh variabel-variabel lain yang tidak masuk dalam model regresi.
Berdasarkan hasil analisis nilai R2 menunjukkan bahwa investor tidak hanya mempertimbangkan rasio-rasio keuangan dalam pengambilan keputusan investasi saham di JII. Seperti dikatakan Suad Husnan (2009: 112) faktor fundamental dan karakteristik pasar mempengaruhi beta saham. Rasio keuangan merupakan bagian dari analisis fundamental namun terdapat variabel lain dalam analisis fundamental yang juga dikemukakan Suad Husnan (2009: 309) yaitu kondisi makro ekonomi atau kondisi pasar dan kondisi industri. Satu variabel lainnya adalah kondisi spesifik perusahaan yang digambarkan oleh rasio keuangan yang digunakan dalam penelitian ini.
Pengujian Hipotesis
Pengujian signifikansi simultan (Uji F)
Uji statistik F menunjukkan apakah semua variabel independen yang dimasukkan dalam model mempunyai pengaruh yang signifikan secara bersama- sama atau simultan terhadap variabel dependen. Jika F hitung > F tabel maka semua variabel independen secara serentak atau bersama-sama atau simultan dan signifikan mempengaruhi variabel dependen.
Nilai F tabel dihitung dengan menggunakan Microsoft Excel dengan formula
=FINV(probability;degree of freedom 1; degree of freedom 2). Probabilitas yang digunakan 0.10 dan degree of freedom 1 didapatkan dengan cara k-1, k adalah jumlah variabel independen ditambah dengan jumlah variabel dependen.
Sedangkan degree of freedom 2 didapatkan dari n-k, dimana n adalah jumlah observasi atau sampel. Berikut nilai F hitung dan F tabel yang tercantum dalam tabel 4.10.
Tabel 4.10 ANOVAb
Model
Sum of
Squares Df Mean Square F Sig.
1 Regression 7.319 4 1.830 2.258 .081a
Residual 29.985 37 .810
Total 37.304 41
sumber: data diolah SPSS 17
Dari tabel 4.10 menunjukkan nilai F hitung adalah 2.258. Nilai ini akan dibandingkan dengan nilai F tabel untuk mencari pengaruh antara variabel- variabel independen secara simultan. Nilai F tabel dicari dengan menggunakan software Mcrosoft Excel. Hasil pencarian ini menghasilkan nilai F tabel 2.099.
Seluruh variabel independen dapat diputuskan berpengaruh terhadap beta saham jika nilai F hitung lebih besar dari nilai F tabel. Hasil pengujian menunjukkan nilai F hitung sebesar 2.258 tidak lebih besar dari F tabel yaitu 2.099. Dari pengujian ini menunjukkan bahwa terdapat pengaruh secara simultan atau bersama-sama dari semua variabel independen terhadap beta saham. Dari tabel juga tercantum nilai signifikansi yaitu 0.081. Dari nilai ini menunjukkan terjadi pengaruh simultan yang signifikan. Hal ini dikarenakan nilai signifikansi 0.081 kurang dari 0.10 (probabilitas). Dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa hipotesis pada penelitian ini diterima yaitu terdapat pengaruh yang signifikan anatara variabel Leverage, Dividend Payout, Earning Variability dan Asset Growth terhadap Beta saham.
Pengujian signifikansi Parsial (Uji t)
Uji statistik t menunjukkan seberapa jauh pengaruh satu variabel independen terhadap variabel dependen dengan menganggap variabel independen lainnya konstan. Setelah asumsi normalitas error terpenuhi, kita dapat menguji koefisien parsial dari regresi. Nilai t hitung dapat dilihat pada tabel 4.8 Coeffisients. Setiap nilai t hitung dari variabel independen dilihat signifikansinya dan juga dibandingkan dengan nilai t tabel. Dari tabel 4.3 dapat dilihat hanya variabel leverage dan dividend payout yang berpengaruh secara signifikan. Variabel leverage berpengaruh signifikan secara positif terhadap beta saham. Sedangkan variabel dividend payout berpengaruh signifikan secara negatif dengan beta saham.
Untuk variabel earning variability dan asset growth keduanya berpengaruh positif namun tidak signifikan. Nilai signifikansi dari variabel earning variability adalah 0.573. Dengan nilai probabilitas 0.10, berarti variabel earning variability dinyatakan berpengaruh secara tidak signifikan karena 0.573 diatas 0.10. Variabel asset growth dengan nilai signifikansi 0.951 juga dinyatakan berpengaruh tidak
signifikan karena nilai signifikansi diatas 0.10. Berikut ini adalah Tabel 4.11 yang meringkas nilai t hitung semua variabel independen beserta signifikansinya.
Tabel 4.11
Nilai t Hitung Variabel Independen
Variabel Nilai t hitung Signifikansi
Leverage 2.399 .022
Dividend Payout -2.206 .034
Earning Variability 0.569 .573
Asset Growth 0.061 .951
Sumber: data diolah Microsoft Excel 2007 dan SPSS 17 Penetapan Variabel independen Dominan
Berdasarkan hasil uji t sekaligus dapat diketahui variabel independen yang paling dominan dalam penelitian ini. Menentukan variabel independen yang dominan yaitu dengan melihat nilai beta pada tabel 4.4 coefficient yaitu pada kolom standardized coefficients. Dari nilai tersebut menyatakan leverage dengan nilai beta tertinngi yaitu 0.424.
Analisis Pembahasan
Dari hasil pengujian hipotesis memunculkan beberapa hasil penelitian. Secara simultan seluruh variabel independen yaitu Leverage, Dividend Payout, Earning Variability dan Asset Growth berpengaruh terhadap beta saham JII. Hasil ini konsisten dengan penelitian Dwi (2008) namun tidak konsisten dengan penelitian Agung (2001), namun karena pemilihan variabel tidak sepenuhnya sama sehingga tidak dapat dibandingkan. Sedangkan secara parsial hasil penelitian ini menunjukkan Leverage dan Dividend Payout berpengaruh signifikan terhadap beta saham JII.
Dasil pengujian hipotesis simultan menunjukkan perilaku investor dalam mengambil keputusan investasi saham masih menggunakan rasio keuangan perusahaan untuk mempertahankan atau menjual sahamnya. Perilaku seluruh investor ini akan menentukkan harga saham individu maupun harga indeks JII yang berarti juga mempengaruhi return harga saham individu dan return pasar atau indeks. Pada saat rasio keuangan perusahaan konstituen JII mencerminkan hal yang baik bagi investor maka harga saham cenderung dapat diestimasi saat akan naik sehingga dapat mengantisipasi beta.
Variabel Leverage memiliki pengaruh signifikan secara positif terhadap beta saham JII dengan probabilitas 0.10. Dari penelitian terdahulu hanya Dwi (2008) yang menggunakan variabel leverage secara umum, namun hasil uji t variabel leverage tidak konsisten jika dibandingkan dengan hasil penelitian Dwi (2008).
Hal ini dikarenakan hasil penelitian Dwi menunjukkan variabel leverage tidak berpengaruh terhadap beta saham JII. Sedangkan hasil uji t variabel leverage menunjukkan hasil yang konsisten dengan penelitian Agung (2001) dan Susi(2003) yang menggunakan variabel financial leverage .
Berdasarkan hasil pengujian parsial variabel leverage menunjukkan bahwa investor tidak menyukai tingkat leverage yang tinggi dalam saham di JII. Pada saat tingkat leverage perusahaan konstituen JII tinggi, harga indeks JII sulit diestimasi perubahaannya atau menemui ketidakpastian tinggi. Dikarenakan beberapa investor menemui harga saham yang tidak sesuai dengan yang investor harapkan, maka disinilah terjadi risiko pasar atau beta saham. Hal ini menggambarkan naiknya tingkat leverage perusahaan menyebabkan peningkatan beta saham. Dengan kata lain tingkat leverage dalam saham konstituen JII bergerak searah dengan beta saham. Investor mengambil keputusan ini dikarenakan investor memandang tingkat leverage yang tinggi menggambarkan tingginya risiko kebangkrutan perusahaan.
Variabel dividend payout berpengaruh signifikan secara negatif terhadap beta saham JII dengan probabilitas 0,100. Hasil ini tidak konsisten dengan penelitian terdahulu dari Dwi (2008) dan Yustiantomo (2009) yang keduanya menunjukkan variabel dividend payout tidak memiliki pengaruh signifikan baik secara positif maupun negatif. Namun hasil ini konsisten dengan Susi (2003) yang menunjukkan variabel dividend payout memiliki pengaruh signifikan secara negatif terhadap beta saham JII.
Berdasarkan pengujian parsial variabel yaitu dividen payout berpengaruh negatif signifikan terhadap beta saham menunjukan semakin tingginya dividend payout, maka ketidakpastian harga saham individu maupun indeks menurun. Hal ini berarti saham perusahaan konstituen JII bergerak dengan harga stabil pada saat dividend payout ratio meningkat. Investor memandang dividend payout merupakan hal positif dalam menilai perusahaan.
Variabel earning variability variabel ini tidak memiliki pengaruh terhadap beta saham JII. Hasil ini konsisten dengan hasil Susi (2003), Dwi (2008) dan Yustiantomo (2009). Namun hasil ini tidak konsisten dengan hasil Agung (2001) yang menunjukkan variabel earning variability memiliki hubungan positif yang signifikan terhadap beta saham JII.
Variabel asset growth tidak memiliki pengaruh terhadap beta saham JII. Hasil ini konsisten dengan hasil Dwi (2008) dan Yustiantomo (2009). Namun hasil ini tidak konsisten dengan Agung (2001) yang menunjukkan variabel asset growth memiliki pengaruh signifikan secara positif.
Hasil penelitian ini menetapkan variabel leverage sebagai variabel yang berpengaruh dominan terhadap beta saham JII. Hal ini sejalan dengan penjelasan Suad (2009:112) yang merumuskan teori menegenai faktor-faktor fundamental yang mempengaruhi beta saham seperti cyclicality, operating leverage, dan financial leverage. Dua faktor fundamental yang dijelaskan merupakan variabel leverage yaitu operating leverage, dan financial leverage. Hal ini berarti Suad Husnan memang memandang faktor hutang mempengaruhi penilaian investor yang berdampak pada return pasar yang juga berarti berdampak pada risiko pasar.
Dari semua hasil 4 (empat) penelitian terdahulu yang dibandingan oleh peneliti dengan hasil penelitian dari peneliti masih menunjukkan recearch gap. Research gap tersebut adalah perbedaan hasil dari beberapa penelitian. Perbedaan di sini nampak pada pengujian pengaruh secara parsial dari seluruh variabel independen yang digunakan dalam penelitian ini.
Berdasarkan penelitian ini dapat dianalisis ketika fenomena volume trading di JII tinggi, beta saham JII tidak hanya dipengaruhi oleh faktor fundamental yang berasal dari rasio keuangan saja. Beberapa variabel lain yang tidak diteliti memiliki pengaruh cukup besar terhadap beta saham JII. Namun Rasio-rasio keuangan dalam penelitian ini yaitu rasio leverage, earning variability, rasio dividend payout, dan rasio asset growth berpengaruh signifikan secara simultan terhadap beta saham JII.
Saham-saham konstituen JII merupakan saham-saham kategori syariah. Hasil penelitian ini menunjukkan investor saham syariah tidak menyukai tingginya tingkat leverage atau hutang. Namun investor menunjukkan reaksi positif terhadap meningkatnya dividend payout ratio. Terlepas dari apakah investor mengambil keputusan berdasarkan ajaran Islam atau tidak, hasil dari pengujian variabel leverage menujukkan kesesuaian dengan ajaran Islam yang tidak menganjurkan hutang. Kajian agama islam juga melarang investasi yang yang tergantung pada ketidakpastian atau risiko tinggi. Sedangkan dividend payout yang juga berarti membagi keuntungan usaha sesuai dengan hak masing-masing investor juga menunjukkan kesesuaian dengan praktek bagi hasil seperti pada prinsip investasi syariah.
Sebagai bukti kesesuaian perilaku investor dengan ajaran agama Islam, berikut ini dua hadits dari beberapa hadits yang membahas hutang. Dari Tsauban,
Rasulullah shallallahu „alaihi wa sallam bersabda “Barangsiapa yang ruhnya terpisah dari jasadnya dan dia terbebas dari tiga hal: [1] sombong, [2] ghulul (khianat), dan [3] hutang, maka dia akan masuk surga.” (HR. Ibnu Majah no.
2412. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shohih). Ibnu Majah membawakan hadits ini pada Bab “Peringatan keras mengenai hutang.”
Kemudian Dari „Abdillah bin „Amr bin Al „Ash, Rasulullah shallallahu „alaihi wa sallam bersabda “Semua dosa orang yang mati syahid akan diampuni kecuali hutang.” (HR. Muslim no. 1886). Sedangkan dividend sendiri adalah hutang perusahaan yang harus dilunasi.
Implikasi Penelitian
Berdasarkan hasil penelitian ini investor perlu mempertimbangkan pengaruh secara simultan atau bersama-sama dari semua variabel independen pada setiap saham JII terhadap beta saham JII. Variabel yang memiliki pengaruh signifikan terhadap beta saham JII adalah leverage dan dividend payout, maka investor dapat mengestimasi beta saham JII dengan melihat dua variabel tersebut. Hal ini diperkuat oleh hasil penelitian terdahulu yaitu secara simultan atau bersama-sama hasil penelitian ini konsisten dengan Dwi (2008). Sedangkan hasil penelitian
untuk leverage dan dividend payout konsisten dengan penelitian Susi (2003) yang juga menunjukkan pengaruh signifikan terhadap beta saham. Untuk variabel leverage pengaruh signifikan juga konsisten dengan penelitian Agung (2001).
Sehingga pada saat investor mengetahui perusahaan konstituen JII akan menurunkan rasio leverage dan meningkatkan rasio dividend payout, investor dapat mengestimasi beta saham akan turun pada JII.
Investor saham syariah dalam JII setelah dianalisis merupakan investor yang cenderung menganggap hutang merupakan nilai negatif dari sebuah perusahaan.
Hal ini tercerrmin pada pengambilan keputusan investor terhadap harga saham dalam JII yang mengakibatkan peningkatan beta JII saat leverage individu perusahaan dalam JII meningkat. Investor saham syariah dalam JII juga menganggap bahwa dividend payout ratio sebagai aspek positif dalam menetapkan harga saham.
PENUTUP Kesimpulan
Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan yang telah dijelaskan di Bab IV, maka kesimpulan dari penelitian ini adalah sebagai berikut:
1. Hasil penelitian ini menunjukkan berbagai fenomena pada JII yaitu tingginya volume trading, peningkatan indeks harga saham, kriteria kapitaslisasi besar dan juga likuiditas yang tinggi menemukan hasil yang mayoritas sama dengan hasil penelitian pada objek penelitian terdahulu.
2. Variabel Leverage (X1), Dividend Payout (X2), Earning variability (X3), Asset Growth (X4) dari saham anggota Jakarta Islamic Index (JII) secara simultan atau bersama-sama berpengaruh terhadap beta saham JII.
3. Masing-masing variabel Leverage dan Dividend Payout memiliki pengaruh yang signifikan terhadap beta saham JII. Leverage berpengaruh secara positif atau dengan arah yang sama dengan risiko sistematis, sedangkan Dividend Payout berpengaruh negatif atau berlawanan arah dengan risiko sistemastis.
Variabel lainya yaitu earning variability, asset growth tidak memiliki pengaruh terhadap beta saham JII.
4. Variabel yang berpengaruh dominan terhadap beta saham JII adalah leverage.
Sehingga nilai beta saham lebih banyak dipengaruhi oleh rasio leverage dari pada rasio dividend payout.
5. Hasil pengujian pengaruh secara parsial atau individu variabel terhadap beta saham menunjukkan adanya research gap dibandingkan dengan penelitian terdahulu. Research gap terjadi pada hasil yang ditunjukkan pengaruh dari masing-masing variabel independen.
6. Hasil penelitian menunjukkan bahwa investor dalam saham-saham konstituen JII selama periode 2009-2011 hanya sedikit menggunakan rasio fundamental perusahaan dalam mengambil keputusan untuk menjual maupun membeli saham. Hal ini dijelaskan dari nilai R2. Investor lebih mempertimbangkan
variabel lain yang tidak diteliti yaitu kondisi makro ekonomi dan kondisi industri.
Saran
Adapun saran yang dapat diberikan dari keseluruhan penelitian ini sebagai berikut:
1. Untuk penelitian selanjutnya dengan objek dan variabel dependen yang sama, disarankan untuk memasukkan variabel analisis fundamental selain rasio- rasio keuangan. Variabel dalam analisis fundamental tersebut tercantum dalam Suad Husnan (2009: 309) yaitu kondisi makro ekonomi atau kondisi pasar, kondisi industri, dan kondisi spesifik perusahaan.
2. Bagi pihak yang berminat melakukan penelitian dengan tema yang sama, diharapkan dapat menambahkan jumlah variabel penelitian dan periode penelitian. Dengan dilakukannya hal tersebut, diharapkan pada penelitian selanjutnya mampu memberikan informasi tambahan dalam memprediksi risiko sistematik saham.
3. Untuk Investor tidak perlu mempertimbangkan pengaruh secara bersama- sama dari semua variabel independen setiap saham JII terhadap beta saham JII. Variabel yang memiliki pengaruh signifikan terhadap beta saham JII adalah leverage dan dividend payout, maka investor dapat mengestimasi beta saham JII dengan melihat dua variabel tersebut.
DAFTAR PUSTAKA
Agung Pramono. 2001. Faktor – faktor yang mempengaruhi risiko sistematis saham perusahaan pada industry manufaktur periode 1994 – 2000 di bursa efek Jakarta. Semarang: Badan Penerbit Universitas Diponegoro.
Agus Sartono. 2001. Manajemen Keuangan Teori dan Aplikasi.
Yogyakarta:BPFE.
Andrias dkk. 2006. Transaksi Saham, Faktor-Faktor Penting yang Harus Dipertimbangkan. www.gsn-soeki.com.
Bambang Riyanto. 1999. Dasar-dasar Pembelanjaan Perusahaan Yogyakarta:
BPFE Yogyakarta.
Bodie, Kane, Marcus. 2008. Invesment. Edisi ke-9 Buku 1. Diterjemahkan oleh Zuliani Dalimunthe dan Budi Wibowo. Jakarta: Penerbit Salemba Empat.
Barr Rosenberg and J.Guy, “Prediction of Beta From Invesment Fundamentals, Part 1 and 2,” Financial Analysts Journal, May-June and July-August 1976
Beaver, W, Kettler P, Scholes M.1970. The Association Between Market Determined and Accounting Review. Oktober: 654-682.
coki002.wordpress.com/jenis-jenis-risiko-dalam-investasi-saham-di-pasar-modal/
diakses pada 17 Novembver 2012.
Dwi Soegiarto. 2008. Faktor-faktor yang mempengaruhi beta saham manufaktur di BEI (Studi kasus pada basic industri 2001). Artikel penelitian Analisis manajemen. vol. 3 no. 1 Desember 2008.
Dahlan Siamat. 2005. Manajemen Lembaga Keuangan Kebijakan Moneter dan Perbankan Jakarta: Lembaga Penerbit FE Universitas Indonesia.
ekonomi.kabo.biz/2011/05/kebijakan-dividen.html diakses 10 Desember 2012.
Garrison, Noreen, Brewer. 2006. Akuntansi Manajerial. Edisi ke-11 Buku 2.
Editor: Nuri Hinduan. Jakarta: Penerbit Salemba Empat.
Haryadi Sarjono & Winda Julianita. 2011. SPSS vs LISREL. Jakarta: Penerbit Salemba Empat.
Imam Ghozali. 2005. Aplikasi Analisis Multivariate dengan program SPSS.
Semarang: Badan Penerbit Universitas Diponegoro.
Imam Ghozali. 2011. Ekonometrika. Semarang: Badan Penerbit Universitas Diponegoro.
Indah Dewi Nirwana. 2013. Pengaruh Variabel Pendidikan Terhadap Presentase Penduduk Miskin (Studi Pada 33 Provinsi Di Indonesia, 6 Provinsi Di Pulau Jawa, 27 Provinsi Di Luar Pulau Jawa Pada Tahun 2006-2011). Malang: FEB Universitas Brawijaya.
Jogiyanto Hartono. 2002. Teori Portofolio dan Analisis Investasi.
Yogyakarta:BPFE-Yogyakarta.
Jogiyanto Hartono. 2008. Teori Portofolio dan Analisis Investasi.
Yogyakarta:BPFE-Yogyakarta.
Mudrajad Kuncoro. 2009. Metode Riset Untuk Bisnis & Ekonomi. Jakarta:
Penerbit Erlangga.
Sapto Rahardjo. 2006. Kiat Membangun Aset Kekayaan PAnduan Investasi Saham dari A sampai Z. Jakarta: PT Elex Media Komputindo Kelompok Gramedia.
Singarimbun, Masri dan Sofian, Effendi. 2006. Metode Penelitian Survey.
Cetakan Ketujuhbelas. Jakarta: LP3ES Rusdin. 2008. Pasar Modal. Bandung:
Alfabeta.
Agus Sartono. 2001. Manajemen Keuangan Teori dan Aplikasi.
Yogyakarta:BPFE.
Silvia Rahmawati. 2010. Indeks Harga dengan Formula Laspeyres dan Paasche.
keluarzonanyaman.wordpress.com diakses 4 Juni 2013.
Suad Husnan. 2009. Dasar-dasar Teori Portofolio dan Analisis investai.
Yogyakarta: UPP AMP YKPN.
Susi Widyorini. 2003. Analisis faktor-faktor yang mempengaruhi risiko sistematis saham (studi kasus pada perusahaan manukfaktur go public di BEJ). Semarang:
Badan Penerbit Universitas Diponegoro.
Warsono. 2003. Analisis Investasi dan Portofolio. Malang: UMM press.
Vincent Wijaya. 2007. Prospek Ekonomi kita 2007.(http://www.waspada.co.id bisnis Tinjauan Ekonomi/artikel.html) diakses April 2013
www.lensaindonesia.com/2012/09/05/sampai-akhir-2012-bei-masih-berharap- target-25-penjamin-emiten-baru-tercapai.html. Diakses 17 November 2012.
www.fajar.co.id/ read-20110810005819-efek-syariah-menepis-keraguan. Diakses 17 November 2012.
www.idx.co.id/Home/ProductAndServices/ShariaMarket/tabid/155/language/id- ID/Default.aspx diakses pada 19 November 2012.
Yustiantomo Budi Suseno. 2009. Analisis faktor-faktor yang mempengaruhi beta saham (studi kasus perbandingan perusahaan finance dan manufaktur yang listing di bei pada tahun 2005 – 2007). Semarang: Badan Penerbit Universitas Diponegoro.