• Tidak ada hasil yang ditemukan

Analisis Yuridis dalam Program Legislas Nasional di Indonesia

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "Analisis Yuridis dalam Program Legislas Nasional di Indonesia"

Copied!
115
0
0

Teks penuh

PENDAHULUAN

Latar Belakang

Unifikasi merupakan gagasan hukum nasional yang ingin diwujudkan, sedangkan kodifikasi berkaitan dengan bentuk hukum. Lihatlah rumusan kebijakan hukum nasional Indonesia pada awal masa reformasi yang dituangkan dalam Ketetapan MPR Republik Indonesia. Berdasarkan rumusan Politik Hukum Nasional Indonesia pada poin kedua Bab IV Bagian A Ketetapan MPR RI No. IV/MPR/1999, sebenarnya mempunyai ciri yang berbeda (dalam pengertian arah atau kebijakan yang ingin dituju) dengan yang terdapat dalam berbagai keputusan MPR RI sebelumnya sebagai berikut. .

II/MPR/1983 terkait GBHN pada butir (c) yang menyatakan “Meningkatkan dan menyempurnakan pembangunan hukum nasional dalam rangka reformasi hukum antara lain dengan melakukan kodifikasi dan unifikasi hukum di bidang-bidang tertentu dengan memperhatikan kesadaran hukum yang berkembang di masyarakat”.

Fokus Kajian

Tujuan Penelitian

Manfaat Penelitian

Penelitian ini diharapkan dapat memberikan tambahan pengetahuan dan memperkaya pengetahuan tentang permasalahan legal union dalam program legislatif nasional dan penekanannya terhadap manfaat legal union di Indonesia. Hasil penelitian ini dapat dijadikan acuan bagi penelitian selanjutnya, sehingga penelitian mengenai analisis hukum terhadap permasalahan penyelarasan hukum dalam program legislasi nasional mendapat perhatian khusus dalam penataan kebijakan dan pembangunan hukum di Indonesia. Hasil penelitian atau penulisan skripsi ini diharapkan dapat bermanfaat bagi pengembangan kompetensi penelitian dan dapat memberikan tambahan pengetahuan tentang Analisis Yuridis Unifikasi Hukum dalam program legislasi nasional di Indonesia.

Semoga dapat memberikan informasi kekinian dan dapat menambah pengetahuan kita bersama khususnya mengenai Unifikasi Hukum dalam Program Legislasi Nasional, apakah benar-benar mampu menjadi solusi bagi pembangunan dan pembangunan politik hukum melalui jalur legislatif.

Definisi Istilah

Dalam pembahasan lain disebutkan bahwa keseragaman hukum adalah penerapan suatu jenis hukum tertentu kepada seluruh masyarakat di suatu negara tertentu. Apabila suatu undang-undang dinyatakan berlaku secara terpadu, maka di negara tersebut hanya berlaku satu jenis undang-undang tertentu, sehingga menimbulkan karakter tersendiri bagi negara tersebut, dan tidak berlaku undang-undang atau pluralisme hukum yang berbeda. 28. Prolegnas adalah instrumen perencanaan pengembangan ketentuan peraturan perundang-undangan yang disusun bersama oleh DPR dan Pemerintah.

Pasca amandemen UUD 1945, keberadaan Prolegnas semakin diperkuat dan dikukuhkan, terutama sejak terbitnya Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2011 tentang Pembentukan Ketentuan Peraturan Perundang-undangan.

Sistematika Pembahasan

Sebagaimana telah dijelaskan dalam berbagai penjelasan di atas, pengertian istilah sangat penting dalam penelitian agar makna setiap kata dalam penelitian tidak menimbulkan perbedaan makna atau penafsiran, sehingga langkah penelitian selanjutnya akan lebih mudah dan terarah. Yakni pembahasan mempunyai fokus kajian, fokus kajian pertama berkenaan dengan substansi kedua mengenai substansi perkumpulan hukum yang harus dilaksanakan atau ditetapkan dalam Peraturan Hukum Nasional dan fokus kajian ketiga terkait dengan hal tersebut. konsep perkumpulan hukum masa depan di tengah pluralisme hukum dalam Program Legislasi Nasional.

KAJIAN KEPUSTAKAAN

Kajian Terdahulu

30Abdul Aziz, Pemikiran Mahfud MD tentang Politik Hukum Islam Sebagai Sumber Hukum di Indonesia, (Disertasi: Universitas Islam Raden Intan, Lampung, 2017), 6&82. 31Abdul Wahab, Politik Hukum Pembentukan Hukum di Indonesia, Kajian Undang-Undang Nomor 9 Tahun 2009 tentang Badan Hukum Pendidikan, (Disertasi: Universitas Indonesia, 2012), 4 & 5. 33Raja Faisal Sulaiman, Politik Hukum Kajian Peraturan Daerah pada Mahkamah Agung dan Pemerintah pasca perubahan UUD NRI Tahun 1945, (Disertasi: Universitas Islam Indonesia Yogyakarta, 2016), 16.

Membahas politik hukum pembangunan nasional melalui perencanaan peraturan perundang-undangan yang pada hakikatnya harus sesuai dengan program pemerintah yaitu PROLEGNAS.

Kerangka teori

Untuk itu, secara hukum wajib mengganti warisan budaya dengan produk hukum yang mewakili sejumlah nilai kearifan lokal. Oleh karena itu, peraturan perundang-undangan yang berlaku saat ini tidak sesuai dengan pesatnya arus perkembangan hukum dan banyak peraturan hukum yang saat ini tidak sesuai dengan situasi saat ini. Prolegnas atau Program Legislatif Nasional merupakan suatu gagasan tentang wacana pengembangan peraturan hukum dalam jangka waktu tertentu, yang mencakup skala prioritas yaitu (5 tahun) dan Prolegnas tahunan yang sesuai dengan program pembangunan nasional dan perkembangan kebutuhan masyarakat.

Namun perlu diingat bahwa berdasarkan undang-undang no. 12 Tahun 2011, Prolegnas tidak hanya sekedar materi atau rencana pembentukan peraturan perundang-undangan tetapi lebih dari itu. Program ini merupakan suatu gagasan yang mencakup mekanisme perencanaan dan pembentukan hukum, agar selalu sejalan dengan tujuan, asas dan cita-cita hukum yang mendasarinya. Adapun fungsi peraturan perundang-undangan, fungsi peraturan perundang-undangan mempunyai dua bagian pokok, yaitu: 44.

Melalui beberapa cara yaitu keputusan hukum atau yurisprudensi, kebiasaan yang diamalkan dalam kehidupan bermasyarakat atau peraturan perundang-undangan. Peraturan perundang-undangan tidak hanya menjalankan fungsi pemutakhiran peraturan perundang-undangan yang sudah ada, tetapi juga dapat dijadikan sebagai sarana pemutakhiran hukum perkara, hukum adat atau hukum adat. Pluralisme sistem hukum yang berlaku hingga saat ini merupakan salah satu warisan kolonialisme yang perlu dikaji ulang atau bahkan direnovasi.

31. dengan maksud untuk memadukan sejumlah sistem hukum sehingga tersusun dalam satu kesatuan atau perkumpulan yang serasi. Sudah menjadi gambaran umum bahwa peraturan perundang-undangan dapat memberikan kepastian hukum yang lebih efektif dan dapat dipertanggungjawabkan dibandingkan common law, bahkan hukum adat atau yurisprudensi yang hanya sekedar pernyataan doktrinal dan tidak dicatat dalam bentuk apapun.

METODE PENELITIAN

Jenis dan Pendekatan Penelitian

Pendekatan Penelitian

77 Badan Pembinaan Hukum Nasional, Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia, Prolegnas Tiga Dekade dan Peran BPHN, 144. 78 Badan Pembinaan Hukum Nasional, Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia, Prolegnas Tiga Dekade dan Peran BPHN, 144. 81 Badan Pembinaan Hukum Nasional, Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia, Prolegnas Tiga Dekade dan Peran BPHN, 148.

Peran kebijakan hukum dalam upaya kodifikasi dan pemersatu hukum untuk mengembangkan hukum nasional sesuai dengan Pancasila dan Asas Kebhinekaan di Indonesia.

Sumber Data & Jenis Data

PEMBAHASAN

Konsep Unifikasi Hukum Dalam Program Legislasi Nasional

Persamaannya, program legislasi nasional merupakan potret kebijakan hukum nasional, yang memuat rencana substantif dan juga merupakan instrumen (mekanisme) pembuatan undang-undang. Unifikasi hukum merupakan hakikat peraturan perundang-undangan nasional yang akan diwujudkan untuk mewujudkan reformasi hukum di Indonesia. Dengan demikian, Prolegnas dapat menunjukkan jenis undang-undang apa yang akan dibuat dalam periode tertentu, sebagai wacana pembangunan hukum nasional.

Pemahaman konsep yang digunakan mengenai unifikasi hukum, yang menjadi acuan dalam setiap pembinaan bahkan pembaharuan peraturan perundang-undangan nasional melalui program legislasi. 75 Badan Pembinaan Hukum Nasional, Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia, Prolegnas Tiga Dekade dan Peran BPHN, (Jakarta: Maret. 76 Badan Pembinaan Hukum Nasional, Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia, Prolegnas Tiga Dekade dan Peran BPHN , 142.

79 Badan Pembinaan Hukum Nasional Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia, Prolegnas Tiga Dekade dan Peran BPHN, 145. 80 Badan Pembinaan Hukum Nasional Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia, Prolegnas Tiga Dekade dan Peran BPHN, 147. 82 Badan Nasional Pembinaan Hukum, Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia, Program Tiga Dekade Legislasi Nasional dan Peran BPHN, 250.

84 Badan Pembinaan Hukum Nasional, Badan Perencanaan Pembangunan Hukum Nasional, Pusat Perencanaan Pembangunan Hukum Nasional (BPHN Jakarta. Dengan demikian, upaya reformasi hukum dan pembangunan hukum nasional, memuat hukum tertulis. 101 Dalam lampiran UU No. Pemikiran mengenai pembangunan hukum nasional ke depan tentunya harus diperhitungkan dalam menentukan arah pembangunan hukum nasional.

Pembangunan hukum nasional berlangsung melalui proses reformasi substansi hukum, struktur hukum, budaya hukum, landasan hukum, dan infrastruktur hukum. Kondisi ini didukung oleh tercapainya sistem hukum nasional yang kuat berdasarkan Pancasila dan UUD 1945. Selanjutnya pemangku kepentingan harus selaras dengan visi, misi dan cita-cita pembangunan hukum nasional yang ingin diwujudkan.

Gambar 4.1 tentang Korelasi tahap & Fokus Pembangunan
Gambar 4.1 tentang Korelasi tahap & Fokus Pembangunan

Urgensi Unifikasi Hukum dalam Progam Legislasi Nasional

Konsepsi Unifikasi Hukum Kedepan Di tengah Pluralisme

Dengan demikian terjadi interaksi, penerimaan, kontak dan persaingan antara hukum nasional di era modernisasi hukum dan hukum adat dalam konteks sosial politik tertentu 112. Susila Adiyanta, Reformasi Hukum Nasional: Pruralisme, Kesatuan Hukum, dan Hubungan Kewenangan Antar Jurnal Pemerintahan Pusat dan Pemerintahan Daerah, Hukum Administrasi dan Manajemen. Dengan adanya berbagai permasalahan majemuk budaya hukum di Indonesia yang mempunyai keberagaman agama, budaya, nilai adat, tradisi dan kondisi lingkungan hidup, menjadi faktor utama pertimbangan dalam pembentukan dan pengembangan hukum nasional melalui unifikasi hukum yang berkemampuan berbagai kepentingan dan latar belakang. .di belakangnya.

Oleh karena itu, untuk mengetahui rancangan sistem pembangunan hukum nasional secara menyeluruh, perlu ditetapkan kebijakan pembangunan pada setiap bagian sistem hukum tersebut. Susila Adiyanta, Reformasi Hukum Nasional: Pruralisme, Unifikasi Hukum, dan Hubungan Kewenangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah, 5. Pembentukan lembaga khusus yang bertugas merumuskan reformasi peraturan secara berkesinambungan, menetapkan dan melaksanakan serta mengawasi pelaksanaan reformasi peraturan. arah pembangunan hukum nasional.

Melakukan perubahan terhadap Program Legislasi Nasional agar tidak hanya sekedar daftar keinginan, namun berbasis kebutuhan sekaligus sebagai sarana pengendalian kualitas dan kuantitas undang-undang agar sejalan dengan agenda pembangunan hukum nasional. Penyusunan Prolegnas hendaknya menjadi forum tempat usulan pembentukan undang-undang dikaji dan dikritisi secara kolektif sehingga dapat dihasilkan sebuah Prolegnas yang benar-benar memberikan jawaban atas urgensi yang ada di masyarakat dan sejalan dengan agenda pembangunan hukum nasional. Tujuan terbentuknya negara modern dan negara kesatuan dengan menjamin terbentuknya sistem hukum modern di Indonesia yang multikultural merupakan tantangan bagi unifikasi dan pembaharuan hukum nasional.

Konsepsi perkumpulan hukum ke depan di tengah pluralisme hukum adalah melalui mekanisme harmonisasi dan sinkronisasi peraturan perundang-undangan dengan mengedepankan kualitas isi dan koherensinya, di samping melaksanakan reformasi peraturan secara berkesinambungan dan memantau arah perkembangan hukum. peraturan perundang-undangan nasional dengan memperhatikan beberapa aspek yaitu substansi hukum, struktur hukum, budaya hukum. ,. Reformasi hukum nasional: Pruralisme, unifikasi hukum dan hubungan kewenangan antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah.

PENUTUP

Kesimpulan

Bahwa konsep perkumpulan hukum dalam program legislasi nasional harus memberikan jaminan bagi keterpaduan bangsa dan negara, baik secara teritorial maupun ideologis, serta mengintegrasikan nomokrasi, yang berarti mengundang partisipasi dan menyerap aspirasi masyarakat melalui prosedur dan mekanisme yang adil, transparan dan bertanggung jawab. Di sisi lain, unifikasi hukum sangat membantu agar perumusan dan penetapan program legislasi nasional lebih obyektif, rasional dan sistematis. Unifikasi Hukum berhasil melahirkan suatu bangunan hukum yang berciri modern sejalan dengan apa yang dicita-citakan dalam perkembangan hukum nasional dengan ciri mempercepat proses integrasi yaitu pembangunan, persatuan dan kesatuan dengan tetap memperhatikan ius constitum. dan konstitusi ius.

Saran – Saran

Peranan kebijakan hukum dalam pembentukan peraturan perundang-undangan di Indonesia sebagai sarana mewujudkan tujuan bernegara. Pembentukan hukum politik dan hukum di Indonesia Kajian undang-undang nomor 9 tahun 2009 tentang mata pelajaran hukum pendidikan. Kajian Politik dan Hukum Peraturan Daerah oleh Mahkamah Agung dan Pemerintah Pasca Perubahan UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945.

Https://Www.Islampos.Com/Inilah-Daftar-Perda-Syariah-Yang-Berlaku-Di-Some-Provinsi-Di-Indonesia-115167/ Diakses pada tanggal 29 Januari 2022 pukul 13.00 WIB. Institusi : Kiai Universitas Islam Negeri Haji Achmad Siddiq Jember Saya menyatakan dengan sesungguhnya bahwa dalam hasil penelitian ini tidak terdapat unsur plagiarisme terhadap karya penelitian atau karya ilmiah yang dilakukan atau diciptakan oleh orang lain, kecuali yang dikutip secara tertulis dalam naskah ini dan disebutkan dalam bibliografi kutipan sumber. Apabila di kemudian hari ternyata hasil penelitian ini mengandung unsur plagiarisme dan klaim asing, saya siap memprosesnya sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Gambar

Gambar 4.1 tentang Korelasi tahap & Fokus Pembangunan

Referensi

Dokumen terkait

Jadi, pegertian Identitas Nasional adalah pandangan hidup bangsa, kepribadian bangsa, filsafat pancasila dan juga sebagai Ideologi Negara sehingga mempunyai kedudukan paling

harus ditempu dalam pembentukannya. Secara teknis, program legislasi nasional memuat daftar skala prioritas RUU yang akan di bentuk pada suatu periode tertentu. Perode

Finalisasi Pancasila dalam Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 didasarkan pada pengalaman historis ideologis bangsa Indonesia untuk menjaga integrasi

Di samping itu, Standar Nasional Pendidikan memiliki tujuan untuk menjamin mutu pendidikan nasional dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa dan

Tidak terkecuali Pancasila sebagai ideologi nasional bangsa Indonesia hakekatnya merupakan cipta karsa bangsa dan rakyat Indonesia untuk merumuskan suatu ideologi yang bersumber

Akhir kata, saya ucapkan terima kasih kepada semua pemakalah yang telah berpartisipasi dalam kegiatan Seminar Nasional Kearifan Lokal dalam Pemertahanan Integrasi Bangsa

Hakekat Ketahanan Nasional Indonesia adalah keuletan dan ketangguhan bangsa yang mengandung kemempuan menggambarkan kekuatan nasional untuk dapat menjamin kelangsungan hidup bangsa

IKLAN PENGAMBILAN PERSONEL SHORT TERM EMPLOYMENT PROGRAM MYSTEP 2021 JABATAN PERPADUAN NEGARA DAN INTEGRASI NASIONAL Jabatan Perpaduan Negara dan Integrasi Nasional ingin mempelawa