• Tidak ada hasil yang ditemukan

Anisa Fiatul Kharimah

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "Anisa Fiatul Kharimah"

Copied!
142
0
0

Teks penuh

HUBUNGAN PERAN KELUARGA DAN PERAWATAN DIRI PADA DIABETES TIPE 2 DI TEMPAT KERJA PANTAI. Hubungan Peran Keluarga Dengan Perawatan Diri Pada Pasien Diabetes Tipe 2 Di Wilayah Kerja Puskesmas Pakusari Kabupaten Jember (Hubungan Peran Keluarga Dengan Perawatan Diri Pada Pasien Diabetes Tipe 2 Di Bidang Kesehatan Masyarakat Pakusari Jember Tengah).

PENDAHULUAN

  • Latar Belakang
  • Rumusan Masalah
  • Tujuan Penelitian
    • Tujuan Umum
    • Tujuan Khusus
  • Manfaat Penelitian
    • Bagi Peneliti
    • Bagi Institusi Pendidikan Keperawatan
    • Bagi Pelayanan Kesehatan
    • Bagi Profesi Keperawatan
    • Bagi Masyarakat
  • Keaslian Penelitian

Adakah hubungan peran keluarga dengan perawatan diri pada klien diabetes melitus tipe 2 di Wilayah Kerja Puskesmas Pakusari Kabupaten Jember? Analisis hubungan peran keluarga dengan perawatan diri pada klien DM tipe 2 di wilayah kerja Puskesmas Pakusari Kabupaten Jember;

Tabel 1.1. Perbedaan Penelitian
Tabel 1.1. Perbedaan Penelitian

TINJAUAN PUSTAKA

Konsep Diabetes Melitus tipe 2

  • Pengertian Diabetes Melitus tipe 2
  • Etiologi Diabetes Melitus tipe 2
  • Klasifikasi Diabetes Melitus tipe 2
  • Patofisiologi Diabetes Melitus tipe 2
  • Manifestasi Klinis Diabetes Melitus tipe 2
  • Komplikasi Diabetes Melitus tipe 2
  • Diagnosa Diabetes Melitus tipe 2
  • Penatalaksanaan Diabetes Melitus tipe 2

DM tipe 2 menyebabkan tubuh menurunkan kemampuannya memproduksi insulin dan menghambat hati memproduksi glukosa akibat hiperinsulinemia, namun insulin tidak dapat menyalurkan glukosa ke jaringan akibat resistensi insulin. DM tipe 2 terjadi ketika sel β tidak seimbang antara peningkatan kebutuhan insulin dan peningkatan kadar glukosa (Smelzer & Bare, 2008).

Konsep Peran Keluarga

  • Pengertian Keluarga
  • Ciri-Ciri Keluarga
  • Peran Keluarga
  • Faktor yang Mempengaruhi Peran Keluarga
  • Pengukuran Peran Keluarga

Peran sosialisasi anak adalah peran yang ingin diajarkan oleh keluarga kepada anak untuk bersosialisasi dengan teman, lingkungan dan masyarakat. e) Peran persaudaraan, yaitu peran menjalin ikatan kekeluargaan yang timbul dari keluarga ibu dan ayah. f) Peran terapeutik adalah peran keluarga dalam pemenuhan kebutuhan afektif pasangan. Perilaku peran anggota keluarga saat ini didasarkan pada berbagai perubahan yang terjadi.

Konsep Perawatan Diri

  • Aplikasi Teori Orem pada DM
  • Pengertian Perawatan
  • Perilaku Perawatan Diri
  • Faktor yang Mempengaruhi Perawatan
  • Pengukuran Perawatan Diri Diabetes

Menurut American Association of Diabetes Educators (AADE, 2014), pada klien DM terdapat 7 jenis aktivitas perawatan diri yaitu. Bagi pelanggan DM, aktivitas yang dapat dilakukan adalah jalan kaki selama 30 menit, jogging, dan jalan cepat selama 20 menit. Klien DM harus memahami tujuan pemeriksaan kadar glukosa darah secara rutin untuk meningkatkan kesadaran klien dalam mengelola penyakitnya.

Motivasi penting bagi klien DM karena dapat memberikan dukungan dalam perawatan diri. Motivasi merupakan hal penting yang dapat mempengaruhi klien DM untuk menjaga pola makan dan mengontrol kadar glukosa darah (Shigaki et al., 2010 dalam Kusniawati, 2011). Motivasi yang baik bagi klien DM untuk melakukan perawatan diri akan sangat penting untuk mengontrol kadar gula darah sehingga komplikasi DM dapat diminimalkan.

Peran keluarga dalam penatalaksanaan klien DM sangat penting untuk meningkatkan kadar gula dan meminimalkan risiko komplikasi. Peran keluarga sangat penting dalam memotivasi, mempertahankan dan meningkatkan perannya dalam perawatan klien DM (Setyawati, 2006). Instrumen Summary of Self Care Diabetes Activity (SDSCA) yang dikembangkan oleh Toobert dkk, 2000) ditujukan untuk mengetahui tingkat perawatan diri pada klien DM.

Kerangka Teori

Kerangka Konsep

Kerangka Konsep

Hipotesis Penelitian

Metode Penelitian

Desain Penelitian

Populasi dan Sampel Penelitian

  • Populasi Penelitian
  • Sampel Penelitian
  • Teknik Sampling
  • Kriteria Sampel Penelitian

Sampel penelitian ini adalah klien DM tipe 2 di Wilayah Kerja Puskesmas Pakusari yang memenuhi kriteria yang ditetapkan peneliti. Consecutive sampling adalah pengambilan sampel dengan subjek yang memenuhi kriteria inklusi dalam jangka waktu tertentu hingga jumlah klien yang dipersyaratkan terpenuhi (Nursalam, 2013). Sampel penelitian ini adalah klien DM tipe 2 di Wilayah Kerja Puskesmas Pakusari yang memenuhi kriteria penelitian.

Jangka waktu yang ditentukan adalah 3 minggu door to door dengan jumlah pelanggan minimal 5 orang per hari. Sampel penelitian ditentukan berdasarkan peringkat nama klien yang berkunjung ke Puskesmas Pakusari pada bulan Januari sampai November 2017. Kriteria inklusi adalah karakteristik yang wajib atau dimiliki oleh responden penelitian untuk dijadikan sampel (Notoatmodjo, 2012).

Penelitian ini menggunakan sampel klien DM tipe 2 di Wilayah Kerja Puskesmas Pakusari Kabupaten Jember. Kriteria eksklusi merupakan ciri-ciri yang dimiliki responden sehingga mengakibatkan responden tersebut tidak menjadi sampel atau tidak termasuk dalam kriteria inklusi (Notoatmodjo, 2012). Klien DM mempunyai keterbatasan mental atau kognitif yang dapat mengganggu penilaian (diukur menggunakan Mini Mental State Examination (MMSE)).

Lokasi Penelitian

Waktu Penelitian

Definisi Operasional

Pengumpulan Data

  • Sumber Data
  • Teknik Pengumpulan Data
  • Instrument Penelitian
  • Uji Validitas dan Uji Reliabilitas

Peneliti berkoordinasi dengan Puskesmas untuk melakukan uji validitas dan melakukan uji validitas di Puskesmas Patrang. Pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah Kuesioner Peran Keluarga dan Kuesioner Rangkuman Aktivitas Perawatan Diri Diabetes (SDSCA). Soal favourable berisi 12 soal yaitu angka 1 sampai 4 dan 7 sampai 14, tidak pernah mendapat nilai 0, 1 hari kerja mendapat nilai 1, 2 hari kerja mendapat nilai 2, 3 hari kerja mendapat nilai 3, 4 hari kerja mendapat angka 4, 5 hari kerja mendapat angka 5, 6 hari kerja mendapat angka 6, 7 hari kerja mendapat angka 7.

Bagi yang belum pernah mengerjakan akan diberi nilai 7, jika sudah mengerjakan 1 hari diberi nilai 6, jika sudah mengerjakan 2 hari diberi nilai 5, jika sudah menyelesaikan 3 hari diberi nilai 5. akan diberi nilai 4, jika sudah mengerjakan 4 hari akan mendapat nilai 3, jika sudah mengerjakan 5 hari akan diberi nilai 2. 6 hari akan diberi nilai 1, bekerja selama 7 hari akan diberi nilai 0. Uji validitas merupakan suatu instrumen atau alat ukur yang dapat digunakan untuk memperoleh hasil yang ingin diukur (Sugioyo, 2017). Dalam uji validitas rumus yang digunakan adalah rumus uji product moment Pearson, dimana suatu instrumen dinyatakan valid jika nilai r hitung > r tabel.

Kuesioner keluarga dimodifikasi dari Nursing Outcomes Classification (NOC) yang terdiri dari 14 indikator, kuesioner Hensarling Diabetes Family Scale (HDFSS) dilihat dari 4 dimensi meliputi dimensi emosional, appraisal, instrumental dan informasional, serta penatalaksanaan DM menurut PERKENI (2005). yang meliputi edukasi, terapi nutrisi medik, olah raga dan terapi obat telah teruji validitasnya dan uji validasi tersebut dilakukan di tempat yang mempunyai karakteristik klien dan wilayah yang mirip dengan Puskesmas Pakusari yaitu Puskesmas Komunitas Patrang. Hasil uji validitas yang dilakukan terhadap 20 responden Puskesmas Patrang sebanyak 28 pertanyaan terkait peran keluarga dan terdapat 3 pertanyaan yang tidak valid yaitu pertanyaan nomor 8, 20 dan 26. Berdasarkan uji validitas yang dilakukan oleh Peneliti , kuesioner peran keluarga yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari 25 pertanyaan dengan nilai r = 0,474 hingga 0,892.

Tabel 4.2 Blue Prit Kuisioner Peran Keluarga
Tabel 4.2 Blue Prit Kuisioner Peran Keluarga

Pengolahan Data

  • Editing
  • Coding
  • Entry
  • Cleaning

Kuesioner Ringkasan Aktivitas Perawatan Diri Diabetes (SDSCA) dikembangkan oleh Toobert et al. 2000) dan diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia oleh Kusniawati (2011), dilakukan uji reliabilitas dengan nilai reliabilitas Cronbach’s alpha = 0,812. Coding merupakan suatu proses dimana data yang semula berbentuk kalimat diubah menjadi data numerik, untuk memudahkan peneliti dalam proses penghitungan data (Notoatmodjo, 2012). Cleaning merupakan teknik pengecekan ulang data yang dimasukkan untuk menemukan kesalahan, kode yang diberikan dan kesalahan lainnya (Notoatmodjo, 2012).

Analisis Data

  • Analisa Univariat
  • Analisa Bivariat

Analisis univariat menggambarkan kriteria setiap variabel penelitian untuk memperoleh hasil persentase dan distribusi frekuensi setiap variabel penelitian (Notoatmodjo, 2012). Analisis data pada penelitian ini mengenai hubungan peran keluarga dengan perawatan diri pada klien DM tipe 2. Penelitian ini menunjukkan bahwa variabel peran keluarga berdistribusi tidak normal dengan nilai p = 0,030 dan variabel perawatan diri berdistribusi normal. berdistribusi dengan nilai p = 0,088 sehingga uji analisis korelasi menggunakan uji analisis rank spearman.

Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara penerapan peran keluarga dengan derajat keberhasilan diet diabetes melitus.

Etika Penelitian

  • Lembar Persetujuan
  • Kerahasiaan
  • Keadilan
  • Kemanfaatan

Etika penelitian juga mensyaratkan etika penelitian yaitu kerahasiaan, dimana responden berhak mempunyai informasi mengenai responden tetap bersifat rahasia atau pribadi (Notoatmodjo, 2012). Dalam penelitian ini, informasi yang diperoleh selama penelitian tetap menjadi hak untuk dijaga kerahasiaannya, dan dalam laporan penelitian, data yang ditampilkan hanyalah data tertentu, dalam hal ini anonim akan digunakan sebagai kode responden. Keadilan adalah prinsip dimana penelitian memperlakukan responden secara setara, artinya tidak membeda-bedakan gender, agama dan budaya (Notoatmodjo, 2012).

Penelitian ini akan memperlakukan responden secara setara berdasarkan martabat, nilai moral, dan hak yang dimiliki setiap orang. Manfaat adalah prinsip dimana penelitian harus memberi manfaat bagi masyarakat dan dampak yang ditimbulkan minimal serta tidak merugikan responden (Notoatmodjo, 2012). Manfaat yang diperoleh adalah mengetahui hubungan peran keluarga dengan perawatan diri pada klien DM sehingga responden dan keluarga dapat menyampaikan kekhawatiran atau kesadarannya.

HASIL DAN PEMBAHASAN

  • Hasil penelitian
    • Karakteristik Klien DM
    • Peran Keluarga
    • Perawatan Diri
    • Hubungan Peran Keluarga dan Perawatan Diri pada
  • Pembahasan
    • Karakteristik Klien DM
    • Peran Keluarga pada Klien DM Tipe 2 di Wilayah Kerja
    • Perawatan Diri pada Klien DM Tipe 2 di Wilayah Kerja
    • Hubungan Peran Keluarga dan Perawatan Diri pada
  • Keterbatasan Penelitian
  • Implikasi Keperawatan

Pada tabel 5.1 sebaran klien menurut umur dan lama menderita DM di wilayah kerja Puskesmas Pakusari Kabupaten Jember diperoleh data hasil uji normalitas menunjukkan data tidak berdistribusi normal sehingga disajikan dalam bentuk data. nilai median, nilai minimum dan maksimum. Berdasarkan tabel 5.1 terlihat sebaran responden menurut jenis kelamin menunjukkan perempuan lebih banyak dibandingkan laki-laki yaitu 62 orang (63,3%). Variabel peran keluarga disajikan pada tabel 5.3 dan hasil pengukuran indikator peran keluarga disajikan pada tabel 5.4.

Pada tabel 5.3 diketahui nilai median peran keluarga sebesar 72,00 dengan nilai minimum sebesar 57 dan nilai maksimum sebesar 87. Variabel perawatan diri disajikan pada tabel 5.5 dan hasil pengukuran indikator perawatan diri terdapat pada tabel 5.6 . Indikator dengan nilai tertinggi pertama adalah pengaturan pola makan dengan nilai mean 5,46 dan nilai tertinggi kedua adalah olah raga dengan nilai mean 5,45 dan indikator terendah adalah pemeriksaan kadar gula darah sebesar 1,61.

Hasil dan analisis hubungan peran keluarga dengan perawatan diri pada pasien diabetes melitus tipe 2 di wilayah kerja Puskesmas Pakusari Kabupaten Jember disajikan pada Tabel 5.8. Terdapat korelasi sebesar 0,479 antara kedua variabel yang menunjukkan derajat korelasi sedang antara peran keluarga dan perawatan diri bangsal pada penderita DM tipe 2. Nilai korelasinya adalah positif yang berarti variabel-variabel tersebut mempunyai hubungan yang erat. hubungan, semakin baik peran keluarga maka perawatan diri klien DM tipe 2 juga semakin baik.

Tabel  5.1  Distribusi  klien  Menurut  Usia  dan  Lama  DM  pada  Klien  DM  Tipe  2  di  Wilayah Kerja Puskesmas Pakusari Kabupaten Jember (Mei, 2018; n=98)
Tabel 5.1 Distribusi klien Menurut Usia dan Lama DM pada Klien DM Tipe 2 di Wilayah Kerja Puskesmas Pakusari Kabupaten Jember (Mei, 2018; n=98)

Penutup

Kesimpulan

Terdapat hubungan tingkat kekuatan sedang antara peran keluarga dengan perawatan diri pada klien diabetes melitus tipe 2. Nilai korelasi bernilai positif artinya semakin tinggi peran keluarga maka perawatan diri juga akan semakin tinggi.

Saran

Pengaruh persepsi penggunaan obat antidiabetik herbal bersamaan dengan penggunaan obat antidiabetik oral pada pasien diabetes melitus tipe 2 di Puskesmas Kota Depok. Prevalensi dan faktor risiko diabetes melitus tipe 2 di perkotaan di Indonesia (Analisis data sekunder Riskesdas 2007). Analisis faktor-faktor yang berkontribusi terhadap perawatan mandiri diabetes pada klien diabetes melitus tipe 2 di RSUD Tangerang.

Hubungan Peran Keluarga Dengan Pengendalian Kadar Gula Darah Pada Penderita Diabetes Mellitus Di Wilayah Kerja Puskesmas Pauh Padang. 2012. Hubungan Dukungan Sosial Keluarga Dengan Perilaku Makan Pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 Di Desa Prawirodirjan Yogyakarta. Naskah publikasi. Faktor yang berhubungan dengan hambatan pola makan diabetes melitus pada penderita diabetes melitus tipe 2 di wilayah kerja Puskesmas Wonosari Kabupaten Bondowoso.

Hubungan pola makan dengan aktivitas olahraga pada penderita diabetes tipe 2 di wilayah kerja Puskesmas Berbah Sleman. Upaya dan perilaku pasien menderita diabetes tipe 2 di Puskesmas Maccini Sawah Makassar Tahun 2013. Deskripsi pengetahuan anggota keluarga berisiko mengenai pencegahan diabetes tipe II di wilayah kerja Puskesmas Pisangan.

Judul Penelitian : Hubungan Peran Keluarga Dengan Self Care Pada Klien Diabetes Mellitus Tipe 2 Di Wilayah Kerja Puskesmas Pakusari Kabupaten Jember. Dalam hal ini penelitian yang dilakukan bertujuan untuk mengetahui adakah hubungan peran keluarga dengan perawatan diri pada klien penderita diabetes melitus tipe 2 di wilayah kerja Puskesmas Pakusari Kabupaten Jember.

Keaslian Penelitian

Alokasi Waktu Penelitian

Blue Print Kuesioner Peran Keluarga

Blue Print Kuisioner Perawatan Diri

Panduan Interpretasi Hasil Uji Hipotesis

Distribusi Usia dan Lama DM

Distribusi Jenis Kelamin, Pendidikan, Pekerjaan, Status Merokok dan

Nilai Rerata Peran Keluarga

Nilai Rerata Indikator Peran Keluarga

Nilai Rerata Perawatan Diri

Nilai Rerata Indikator Perawatan Diri

Hasil Analisis Hubungan Peran Keluarga dengan Perawatan Diri

Gambar

Tabel 1.1. Perbedaan Penelitian
Gambar 3.1 kerangka konsep penelitian  Keterangan :
Tabel 4.1 Alokasi Waktu Penelitian  No  Yang akan dilakukan  SEPTEMB
Tabel 4.5 Definisi Operasional
+7

Referensi

Dokumen terkait

SURAT PERSETUJUAN MENJADI RESPONDEN Saya yang bertanda tangan dibawah ini : Nama : Usia : Tempat, tanggal lahir : Menyatakan bersedia untuk turut berpartisipasi menjadi responden

Lampiran 6 SURAT PERNYATAAN PERSETUJUAN UNTUK IKUT SERTA DALAM PENELITIAN INFORMED CONSENT Saya telah membaca atau memperoleh penjelasan, sepenuhnya menyadari, mengerti, dan memahami

Lampiran 12 LEMBAR PERSETUJUAN RESPONDEN Saya yang bertanda tangan di bawah ini menyatakan bersedia untuk turut berpartisipasi sebagai responden yang dilakukan oleh mahasiswa yang

Lampiran 2 Inform Consent PERNYATAAN PERSETUJUAN SETELAH PENJELASAN PSP/INFORMED CONSENT UNTUK ORANG DEWASA Saya telah membaca atau memperoleh penjelasan, sepenuhnya menyadari,

Pernyataan Persetujuan Setelah Penjelasan PERNYATAAN PERSETUJUAN SETELAH PENJELASAN PSP/INFORMED CONSENT UNTUK ORANG DEWASA Saya telah membaca atau memperoleh penjelasan,

Lembar Persetujuan Responden Saya telah membaca atau memperoleh penjelasan, sepenuhnya menyadari, mengerti, dan memahami tentang tujuan, manfaat, dan risiko yang mungkin timbul dalam

LEMBAR PERSETUJUAN MENJADI RESPONDEN INFORMED CONSENT Saya yang bertanda tangan dibawah ini : Nama : Usia : Alamat : Dengan ini menyatakan bahwa saya bersedia/ tidak bersedia*

Lampiran 2 Lembar Informed Consent LEMBAR PERSETUJUAN Informed Consent Surat Persetujuan Responden Penelitian Setelah Penjelasan Saya yang bertanda tangan dibawah ini : Nama