• Tidak ada hasil yang ditemukan

Implementasi Manajemen Berbasis Sekolah Untuk Meningkatkan Kualitas Pendidikan

N/A
N/A
Muh. Suhalmin Sriwa

Academic year: 2024

Membagikan "Implementasi Manajemen Berbasis Sekolah Untuk Meningkatkan Kualitas Pendidikan"

Copied!
7
0
0

Teks penuh

(1)

Jurnal Bahana Manajemen Pendidikan

http://ejournal.unp.ac.id/index.php/bahana Published: 12 Mei 2020

ISSN:

1 IMPLEMENTASI MANAJEMEN BERBASIS SEKOLAH UNTUK

MENINGKATKAN MUTU PENDIDIKAN Nadya Afiola Atikasari

e-mail: [email protected] Program Studi S1 Administrasi Pendidikan

Universitas Negeri Padang Abstrak

Manajemen berbasis sekolah (MBS) adalah sebuah kebijakan yang dibuat oleh pemerintah yang memberikan kewenangan kepada sekolah untuk membuat kebijakannya sendiri sesuai dengan keadaan sekolah dan lingkungan sekitar sekolah baik lingkungan internal maupun lingkungan eksternal sekolah yang menunjang secara langsung proses pembelajaran. Tujuan diadakannya manajemen berbasis sekolah adalah adanya peningkatan tehadap mutu pendidikan secara merata di sekolah. Agar manajemen berbasis sekolah dapat dilaksanakan secara efesien dan efektif diperlukan peranan penting kepala sekolah sebagai pimpinan sekolah, diharapkan kepala sekolah dapat mejalankan fungsinya sebagai pemimpin agar dapat melaksanakan manajemen berbasis sekolah untuk melakukan peningkata terhadap mutu pendidikan di sekolah.

Kata Kunci : Manajemen Berbasis Sekolah, Mutu Pendidikan

PENDAHULUAN

Sampai saat ini, masalah yang tidak kunjung usai dalam dunia pendidikan di Indonesia adalah rendahnya mutu pendidikan.

Rendahnya mutu pendidikan tersebut bukan tanpa adanya alasan yang jelas, hal tersebut disebabkan kurang meratanya kebijakan maupun usaha pemerintah dibidang pendidikan terselenggara keseluruh satuan pendidikan mulai dari satuan pendidikan tingkat provinsi, kota / kabupaten hingga satuan pendidikan yang berada di desa terpencil. Berbagai usaha sudah dilakukan oleh pemerintah pusat maupun pemerintah daerah, mulai dari pengembangan terhadap kurikulum yang dipakai secara nasional, alokasi dana terhadap pengadaan sarana dan

prasaran yang lebih memadai dalam menunjang proses pembelajaran di sekolah, hingga meningkatkan kemampuan guur dalam mengajar mellaui diadakannya pelatihan- pelatihan yang terstruktur, dan masih banyak lagi usaha- usaha pemerintah melalui kebijakan pendidikan untuk mengupayakan peningkatan terhadap mutu pendidikan di sekolah.

Namun, usaha- usaha yang dilakukan oleh pemerintah tersbeut tidak terlalu memuaskan.

Hal tersebut terjadi karena kebijakan ataupun usaha yang dicanangkan oleh pemerintah tersebut tidak terselenggara secara merata pada setiap satuan pendidikan. Sebagai contoh, dalam penerapan kurikulum 2013 lebih terfokus kepada sekolah- sekolah yang berada di kota- kota besar

(2)

Jurnal Bahana Manajemen Pendidikan

http://ejournal.unp.ac.id/index.php/bahana Published: 12 Mei 2020

ISSN:

2 sehingga dalam penerapannya mereka mampu

sedangkan pada sekolah- sekolah yang berada di desa terpencil untuk penerapan kurikulum 2013 mereka terkendala karena kurangnya pemahaman dan sosialisasi lanjutan terhadap kurikulum tersebut sehingga menyebabkan sekolah- sekolah tersebut sering tertinggl dan sulit untuk menyesuaikan diri dengan kebijakan yang dibuat oleh pemerintah. Karena itu, diperlukan perbaikan terhadap usaha- usaha atau kebijakan pemerintah dalam meningkatkan mutu pendidikan di Indonesia. Salah satunya adalah dengan cara reorientasi terhadap manajemen peningkatan mutu dari yang awalnya berbasis pusat menjadi manajemen berbasis sekolah (MBS).

Manajemen berbasis sekolah (MBS) merupakan kebijakan yang ditetapkan pemerintah dalam bidang pendidikan yang mengatur dan meperbolehkan sekolah untuk mebuat kebijakan dan mengurus rumah tangganya sendiri hal tersebut bertujuan agar dalam peningkatan mutu pendidikan dapat terlaksana secara efesien dan efektif. Manajemen berbasis sekolah (MBS) merupakan langkah yang dianggap paling efektif dan menguntungkan untuk meningkatkan mutu pendidikan di sekolah, sekolah diberi kebebasan untuk membuat kebijakannya sendiri sesua dengan kebutuhan serta keadaan lingkungan sekolah. Baik

lingkungan internal maupun lingkungan eksternal sekolah yang menunjang pembelajaran secara langsung.

Oleh karena itu, penulis tertarik untuk membahas terkait “ Implementasi Manajemen Berbasis Sekol untuk Meningkatkan Mutu Pendidikan” didalam artikel penulis. Artikel ini nantinya akan membahas terkait apa itu manajemen berbasis sekolah (MBS) dan bagaimana implementasinya, bagaimana peranan kepala sekolah sebagai pemimpin serta peningkatan terhadap mutu pendidikan.

KAJIAN TEORITIS Pengertian Manajemen

Menurut (Nurkolis, 2006) manajemen merupakan sebuah proses yang mendayagunakan semua sumber daya yang ada secara efektif dan efesien agar tercapainya sebuah tujuan / sasaran.

Dalam (Malayu, 2005) dijelaskan bahwa manajemen merupakan sebuah seni, seni dalam mengatur seluruh sumber daya yang ada baik sumber daya manusia maupun sumber daya lainnya sesuai dengan fungsinya masing-masing agar secara efektif dan efesien dapat mencapai tujuan.

Dari beberapa pengertian manajemen diatas dapat disimpulkan bahwa manajemen adalah sebuah proses yang melakukan pengendalian secara sistematik agar seluruh komponen sumber daya yang tersedia dapat dimanfaatkan secara

(3)

Jurnal Bahana Manajemen Pendidikan

http://ejournal.unp.ac.id/index.php/bahana Published: 12 Mei 2020

ISSN:

3 efesien dan efektif demi tercapainya sebuah

tujuan yang diharapkan.

Pengertian Manajemen Berbasis Sekolah (Herawan, 2016) menjelaskan bahwa manajemen berbasis sekolah (MBS) adalah sebuah model yang memberikan kewenangan kepada kepala sekolah untuk mengambil keputusan secara bersama dengan seluruh warga sekolahnya dalam upaya peningkatan terhadap mutu pendidikan. (Fattah, 2008) menjelaskan bahwa manajemen berbasis sekolah (MBS) merupakan wujud dari adanya sebuah reformasi dalam pendidikan, dimana melalui manajemen berbasis sekolah (MBS) diharapkan adanya perubahan kondisi pendidikan menjadi lebih baik lagi dari sebelumnya dengan pemberian otoriter kepada kepala sekoah untuk mengatur dirinya sendiri (sekolah). Dalam (Hadiyanto, 2015) disebutkan bahwa manajemen berbasis sekolah merupakan model yang tepat untuk diterapkan dalam mengelola pendidikan saat ini sesuai dengan alur pikir yang ada, dengan adanya penerapan manajemen berbasis sekolah diharapkan sekolah dapat merespon dengan cepat dan tepat terhadap perubahan yang akan terjadi pada lingkungannya.

Dari beberapa pengertian manajemen berbasis sekolah atau (MBS) diatas dapat disimpulkan bahwa manajemen berbasis sekolah merupakan suatu proses yang berusa untuk

mendayagunakan seluruh komponen- komponen sumber daya yang ada dengan cara memberikan kewenangan kepada kepala sekolah untuk dapat mengatur da mengurus rumah tangganya sendiri (sekolah), sehingga sekolah dapat berkembang dengan baik sesuai situasi dan kondisi lingkungannya dan dapat mencapai tujuan yang diharapkan.

Prinsip Manajemen Berbasis Sekolah

Menurut (Nurkolis, 2006) setidaknya terdapat 4 (empat) prinsip yang digunakan dalam manajemen berbasis sekolah untuk mengelola sekolah, yaitu :

1. Prinsip Ekuifinalitas, merupakan prinsip yang menyebutkan bahwa terdapat perbedaan terhadap cara yang dilakukan oleh kepala sekolah dalam mencapai tujuan, karena itu diberikan wewenang kepada kepala sekolah agar dapat mengelola sekolah dengan baik.

2. Prinsip Desentralisasi, merupakan prinsip yang menyebutkan bahwa dalam mengelola sekolah tidak akan luput dari kesulitan dan berbagai macam rintangan, oleh karena itu dibutuhkan desentralisasi dalam pelaksanaannya.

3. Prinsip Sistem Pengelolaan Mandiri, prinsip ini menyebutkan bahwa

(4)

Jurnal Bahana Manajemen Pendidikan

http://ejournal.unp.ac.id/index.php/bahana Published: 12 Mei 2020

ISSN:

4 manajemen berbasis sekolah

memberikan otonomi kepada sekolah untuk dapat mengembangakn tujuan, strategi dan memanfaatkan sumber daya yang dimiliki.

4. Prinsip Inisiatif Manusia, prinsip ini menekankan kepada pemanfaatan dan pengembangan terhadap kemampuan sumber daya manusia yang dimiliki.

Mutu Pendidikan

Mutu merupakan sebuah gambaran dari produk atau jasa yang menunjukkan kualitas atau kemampuannya dalam memuaskan kebutuhan konsumen, semakin bagus mutu sebuah produk atau jasa maka semakin bagus juga pelayanannya terhadap konsumen. Begitu juga dengan mutu pendidikan, mutu pendidikan merupakan gambaran umum keadaan sebuah lembaga pendidikan. Melalui mutu pendidikan yang baik tentu akan menghasilkan output / keluaran yang berkualitas juga. Didalam konteks pendidikan pengertian mutu mencakup 3 (tiga) aspek, yaitu : 1. Input Pendidikan, merupakan komponen yang membuat sebuah pendidikan dapat berjalan / berlangsung, salah satu komponen dari input pendidikan adalah sumber daya yang dimanfaatkan dalam mengembangakan mutu pendidikan.

2. Proses Pendidikan,merupakan rangkaian aktifitas yang dilakukan untuk merubah

suatu hal yang tadinya biasa saja menjadi luar biasa, atau menghasilkan sebuah kemajuan.

3. Output Pendidikan, merupakan gambaran dari berhasilnya sebuah proses pendidikan yang panjang. Output pendidikan merupakan hasil kinerja sekolah dalam menghasilkan lulusan yang berkualitas hal tersebut dapat dilihat dari prestasi siswa, prestasi sekolah, dll.

PEMBAHASAN

Implementasi Manajemen Berbasis Sekolah Agar implementasi manajemen berbasis sekolah (MBS) dapat berjalan secara efektif dan efesien maka diperlukan kerjasama seluruh komponen pendidikan, mulai dari kepala sekolah, pendidik, tenaga pendidik, orang tua dan masyarakat. Selain komponen tersebut ketersedian sarana dan prasarana yang memadai juga mempengaruhi keberlangsungan pelaksanaan manajemen berbasis sekolah.

Kepala sekolah sebagai pimpinan tentu yang memiliki peranan penting dalam mendayagunakan semua komponen pemdidikan tersebut, kepala sekolah harus memiliki kemampuan untuk merencanakan, melaksanakan, mengkoordinasikan serta melakukan pengontrolan dan evaluasi terhadap pelaksanaan manajemen berbasis sekolah tersebut. Selain kepala sekolah, guru sebagai

(5)

Jurnal Bahana Manajemen Pendidikan

http://ejournal.unp.ac.id/index.php/bahana Published: 12 Mei 2020

ISSN:

5 pendidik juga memilii peranan pentig dalam

mengimplementasikan manajemen berbasis sekolah dengan cara perbaikan terhadap kemampuan mengajar, melakukan perbaharuan terhadap cara mengajar dan memperbaiki suasana kelas senyaman mungkin. Implementasi manajamen berbasis sekolah dapat dilihat dari bagaimana sekolah dalam mengoptmalkan kinerjanya, mengelola sumber daya manusai dan sumber daya lainnya, serta mengelola proses belajar mengajar dengan baik.

Strategi Implementasi Manajemen Berbasis Sekolah

Menurut (Mulyasa, 2002) agar manajemen berbasis sekolah dapat berjalan secara maksimal, maka diperlukan strategi dalam pengimplementasiannya, diantaranya :

1. Pengelompokkan, dimaksudkan agar sekolah dapat dikelompokkan berdasarkan kemampuan sekolah dalam melakukan manajemen terhadap sekolahnya, sehingga akan lebih mudah untuk diketahui sekolah mana yang memerlukan perhatian lebih dalam pengimplementasian manajemen berbasis sekolah.

2. Pentahapan, implementasi manajemen berbasis sekolah dilakukan melalui tahapan-tahapan, yaitu mulai dari

tahapan jangka pendek hingga tahapan jangka panjang.

3. Implementasi, setelah dilakukannya percobaan implementasi terhadap penerapan MBS langkah selanjutnya adlaah melakukan implementasi secara permanen yang memerlukan peraturan yang mengikat.

Dari uraian diatas, dapat disimpulkan bahwa implementasi manajemen berbasis sekolah pada intinya adalah memilih alternatif yang terbaik bagi sekolah dalam mengembangan sekolahnya. Manajemen berbasis sekolah harus dilakukan secara terus- menerus sehingga nantinya akan menghasilkan sebuah peningkatan terhadap pendidikan.

Tahapan Implementasi Manajemen Berbasis Sekolah

Menurut (Fattah, 2008) terdapat 3 (tiga) tahapan implementasi, yaitu :

1. Tahap Sosialisasi, merupakan tahap yang sangat diperlukan untuk memberikan informasi secara luas kepada masyarakat dan lembaga pendidikan agar dapt memahami dan ikutserta dalam pelaksanaannya.

2. Tahap Piloting, merupakan tahap dilakukannya uji coba terhadap

(6)

Jurnal Bahana Manajemen Pendidikan

http://ejournal.unp.ac.id/index.php/bahana Published: 12 Mei 2020

ISSN:

6 penerapan konsep manajemen

berbasis sekolah.

3. Tahap Desiminasi, merupakan tahapan mengimplementasikan model MBS kepada masyarakat dan lembaga pendidikan setelah dilakukannya uji coba sebelumnya.

Meningkatkan Mutu Pendidikan

Agar mutu pendidikan dapat meningkat sesua dengan yang diinginkan, diperlukan berbagai dukungan dari komponen-komponen pendidikan. Setidaknya sekolah harus memiliki karakterisitik berikut dalam meningkatkan mutu pendidikannya, yaitu :

1. Kepemimpinan Sekolah yang Kuat, kepala sekolah sebagai pemimpin harus dapat memanfaatkan dan menjalankan fungsinya sebagai pemimpin agar dapat mendorong dan melakuakn pengambilan keputusan dalam meningktatkan mutu sekolah 2. Pengelolaan Tenaga Kependidikan

yang Efektif, tenaga kependidikan terutama guur perlu dikelola dengan baik. Mulai dari kebutuhannya saat mengajar,meningkatkan kemampuan dalam mengajar dengan mengikuti pelatihan-pelatihan,evaluasi terhadap kinerja, imbalan terhadap jasanya,dll.

3. Sekolah Memiliki Kewenangan, sekolah memiliki kewenangan sendiri untuk memperbaiki diri sehingga dapat mengembangkan kemampuan yang dimiliki masing- masing.

4. Sekolah Memiliki Keterbukaan, keterbukaan yang dimaksudkan adalah transparansi dalam proses manajemnnya, seperti dalam proses pengambilan sebuah keputusan, dalam penggunaan keuangan sekolah, dalam evaluasi pelaksanaan kegiatan.

5. Sekolah Melakukan Evaluasi dan Perbaikan secara Berkelanjutan, tidak hanya melakuak evaluasi terhadap hasil belajr peserta didik, namun sekolah juga melaksanakan evaluasi terhadap program pendidikan hal ini berguna agar nantinya sekolah dapat berkembang dan lebih baik lagi.

6. Memiliki Komunikasi yang Baik, sekolah harus menjalin komunikasi baik dengan pihak internal sekolah maupun pihak eksternal sekolah.

Komunikasi yang terjalin dengan baik tersebut bertujuan agar nantinya seluruh kegiatan- kegiatan sekolah yang hendak diselenggarakan dapat terlaksana dengan baik karena

(7)

Jurnal Bahana Manajemen Pendidikan

http://ejournal.unp.ac.id/index.php/bahana Published: 12 Mei 2020

ISSN:

7 terlibatnya semua komponen yang

ada.

KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan

Manajemen berbasis sekolah (MBS) merupakan sebuah model pendidikan yang memberikan otonomi atau kewenangan kepada sekolah untuk dapat mengurus sendiri urusannya dengan keadaan lingkungan masing- masing.

Implemetasi manajemen berbasis sekolah dapat meningkatkan mutu pendidikan dengan melaksanakan strategi yang tepat.

Setidaknya terdapat 3 (tiga) tahap yang dapat dilakukan diantaranya, tahap sosialisasi, tahap piloting, dan tahap diseminasi. Selain memanfaatkan strategi tersebut peran kepala sekolah sebagai pimpinan juga sangat dibutuhkan untuk mengkoordinir seluruh komponen sekolah agar dapat melaksanakan manajemen berbasis sekolah dengan baik agar tercapainya peningkatan terhadap mutu pendidikan.

Saran

Dari kesimpulan diatas dapat diambil saran yaitu, agar mutu pendidikan dapat ditingkatkan sesuai dengan yang diharapkan dibutuhkan keterlibatan seluruh komponen yang ada di sekolah.

DAFTAR PUSTAKA

Fattah, N. (2008). Manajemen Berbasis Sekolah. Jakarta:

Universitas Terbuka.

Hadiyanto. (2015). Manajemen Berbasis Sekolah. Jakarta:

Universitas Terbuka.

Herawan, E. (2016). KONTRIBUSI PERILAKU KEPEMIMPINAN TRANSFORMASIONAL KEPALA SEKOLAH DAN KINERJA KOMITE SEKOLAH TERHADAP EFEKTIVITAS IMPLEMENTASI MANAJEMEN BERBASIS SEKOLAH. Administrasi Pendidikan, XXIII(1).

Malayu, H. (2005). Manajemen = Dasar, Pengertian dan Masalah. Jakarta: Bumi Aksara.

Mulyasa, E. (2002). Manajemen Berbasis Sekolah.

Bandung: Remaja Rosdakarya.

Nurkolis. (2006). Manajemen Berbasis Sekolah Teori, Model dan Aplikasi. Jakarta: Grasindo.

Referensi

Dokumen terkait

3. Penerapan manajemen berbasis sekolah untuk peningkatan mutu pendidikan di. SD

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah implementasi supervisi akademik model artistik berbasis manajemen pendidikan dapat meningkatkan kinerja guru bidang

Pendidikan Islam dalam konteks manajemen berbasis sekolah pada hakikatnya adalah pemberian otonomi yang lebih luas kepada sekolah dengan tujuan akhir meningkatkan

Keberhasilan penerapan manajemen berbasis sekolah tersebut sangat tergantung pada kemampuan kepala sekolah untuk dapat berperan secara aktif dalam pengelolaan sekolah

Keberhasilan penerapan manajemen berbasis sekolah tersebut sangat tergantung pada kemampuan kepala sekolah untuk dapat berperan secara aktif dalam pengelolaan sekolah

Hasil penelitian menunjukkan: 1 Penerapan Manajemen Berbasis Sekolah dalam bidang kurikulum tingkat satuan pendidikan KTSP di mulai dari penyusunan visi, misi, tujuan sekolah,

membahas tentang manajemen berbasis