• Tidak ada hasil yang ditemukan

Artikel Teknologi dan Kesehatan

N/A
N/A
Parlin Alin

Academic year: 2024

Membagikan " Artikel Teknologi dan Kesehatan"

Copied!
9
0
0

Teks penuh

(1)

PERUBAHAN TEKNOLOGI DAN DAMPAKNYA TERHADAP DUNIA KESEHATAN

ARTIKEL

Disusun Sebagai Salah Satu Tugas Dosen Pengampu: Lolita Sary, SKM., M.Kes.

Disusun Oleh:

SYAFRIZAL AR NPM 20420038

PROGRAM STUDI MAGISTER KESEHATAN MASYARAKAT FAKULTAS KESEHATAN MASYARAKAT

UNIVERSITAS MALAHAYATI BANDAR LAMPUNG

TAHUN 2021

(2)

PERUBAHAN TEKNOLOGI DAN DAMPAKNYA TERHADAP DUNIA KESEHATAN

Perkembangan teknologi saat ini berkembang semakin pesat apalagi pada era revolusi industri 4.0 saat ini. Hal ini merupakan periode perkembangan baru dimana beberapa teknologi digital, fisik dan biologis: sampai pada kemajuan yang belum pernah terjadi sebelumnya. Teknologi digital dinilai memiliki pengaruh paling besar, termasuk di bidang Teknologi Kesehatan. Berbagai produk teknologi dalam berbagai bidang pun banyak bermunculan dan semakin memudahkan kita untuk melakukan berbagai macam pekerjaan bahkan mendiagnosa suatu penyakit.

Bukan hanya teknologi yang mengikuti perkembangan, tetapi juga kita sebagai penggunanya. Dimana pada zaman sekarang ini yang semuanya sistem praktis maka kita juga harus memahami dan memperlajari bagaimana perkembangan teknologi tersebut. Teknologi komputer misalnya, banyak mengubah alat-alat kedokteran. Semua informasi medis, termasuk yang dihasilkan dari sinar X, tes laboratorium, dan monitor detak jantung, dapat ditransmisikan ke dokter lain dalam format digital. Teknologi transfer gambar juga menjadikan gambar radiologi, misal CT scan dan MRI, bisa segera dikirim ke diagram elektronik dan meja dokter. Pasien rawat intensif, yang selalu dimonitor perawat selama istirahat, juga dapat dimonitor oleh dokter melalui “menara kontrol” dari jarak jauh. Telemedicine (pengobatan jarak jauh) yang diberikan melalui telekomunikasi juga turut mambantu dunia kedokteran. Sekarang Telemedicine telah di implementasikan secara umum di masyarakat melalaui aplikasi di hanphone.

Penggunaan Terknologi di Masa Pandemi

Banyak sekali inovasi-inovasi yang para ilmuwan khususnya di Indonesia, salah satu nya adalah robot Raisa. Robot Raisa bertugas membantu para nakes dan tenaga medis untuk mengirimkan obat-obatan ke para pasien yang di isolasi. Hal ini dinilai efektif dalam mencegah penularan covid-19 di dunia kesehatan. Guna meminimalisir jumlah pasien yang datang untuk mencegah penularan, rumah sakit mengupayakan agar pasien dapat bertemu dengan dokter favorit mereka tanpa

(3)

harus bertatap muka. Bahkan, rekam medis pun telah berubah menjadi elektronik.

Pada kondisi saat ini, dunia kesehatan dipaksa beralih dari manual ke elektronik.

Segala hal tersebut diupayakan agar mencegah penularan virus antar manusia karena virus tersebut juga dapat menular lewat udara. Bahkan dapat menempel pada benda-benda mati sekitar 4 sampai 5 jam sehingga apabila tidak segera dicegah, maka akan semakin banyak yang terinfeksi (Gumilang, 2021).

Perkembangan Teknologi Kesehatan di Era Digital

Di berbagai tatanan pemberi pelayanan kesehatan kini telah memanfaatkan kemajuan teknologi dan informasi, misalnya rumah sakit, puskesmas atau klinik.

Perekaman data-data pasien secara digital, memudahkan perkerjaan di bagian rekam medis. Adanya jaringan yang tertata rapi, memudahkan akses terhadap data pasien dari bagian manapun. Pada bagian diagnosis juga memberikan harapan cerah. Berbagai alat diagnostik ditemukan, sehingga lebih memudahkan untuk penentuan perawatan atau pengobatan. Dengan perkembangan teknologi informasi yang terus menerus, tidak menutup kemungkinan nantinya akan ditemukan cara mengobati penyakit yang sementara saat ini belum ditemukan obatnya, misalnya HIV AIDS.

Teknologi mobile menjadi salah satu isu penting abad ini. Sebuah kemudahan dan kepraktisan yang sangat berpengaruh terhadap gaya hidup manusia. Asisten pribadi ada dalam genggaman, berupa telepon seluler atau perangkat sejenis. Kini telah banyak aplikasi kesehatan yang bisa disematkan dalam perangkat tersebut. Misalnya cara perhitungan Body Mass Index (BMI) yang diperlukan bagi orang yang sedang melaksanakan diet.

Dulu, pasien yang harus aktif mengunjungi penyedia layanan kesehatan ketika sakit. Namun, sekarang penyedia layanan kesehatanlah yang dapat menjangkau ke pasien. Dengan berkembangnya teknologi di bidang kesehatan, hal ini akan mempemudah pasien untuk mendapatkan layanan kesehatan. Semua itu terbantu melalui aplikasi daring (online) lewat ponsel pintar (smartphone). Hal yang sama juga terjadi pada sistem pemesanan obat, pemeriksaan laboratorium dan perawatan di rumah. Hal ini semakin terbantu dengan adanya jasa transportasi daring.

(4)

Banyak peneliti yang melakukan penelitian dan kemudian memuat hasil penelitiannya dalam bentuk jurnal di internet. Hal ini memudahkan bagi peneliti di belahan dunia yang lain untuk mengetahui, atau mempelajari riset kesehatan yang dilakukan orang lain, sehingga ilmu yang berkaitan dengan kesehatan dapat berkembang. Kemudahan-kemudahan yang tercipta karena adanya perkembangan teknologi informasi, dapat berpengaruh pada efisiensi biaya (Ladymai, 2015).

Teknologi Kesehatan di Masa Depan

Fokus perkembangan teknologi kesehatan di masa depan salah satunya akan diarahkan untuk memudahkan akses pasien pada pelayanan kesehatan.

Selain itu, dunia kesehatan dan kedokteran juga akan semakin canggih dengan berkembangnya beberapa teknologi berikut:

1. Artificial Intelligence (AI)

Artificial intelligence (AI) atau kecerdasan buatan memungkinkan mesin untuk melaksanakan berbagai fungsi seperti manusia. Dalam bidang kesehatan, AI dapat berupa chatbot atau asisten virtual yang bisa berfungsi sebagai administrator atau customer service. AI juga bisa berupa mesin untuk melakukan diagnosis penyakit atau pemeriksaan tertentu. Bahkan, kini tengah dikembangkan robot untuk membantu dokter dalam melakukan operasi-operasi dengan tingkat ketelitian yang tinggi.

2. Wearables atau Perangkat yang Dikenakan di Tubuh

Perkembangan teknologi kesehatan menuntut adanya data-data yang diolah agar dapat memberikan saran atau masukan yang akurat pada penggunanya. Kita mungkin sudah akrab dengan wearables, seperti gelang pintar. Fungsi utama gelang ini dapat mengukur frekuensi dan target berbagai jenis aktivitas fisik, menilai pola tidur, serta mengukur detak jantung. Dengan ini, pengguna bisa punya pengingat kalau gaya hidupnya kurang baik. Di samping itu, ada pula perangkat yang mampu memberikan hasil pantauan terkini pada pasien berisiko tinggi, untuk menilai peluang kejadian penyakit serius. Misalnya, oksimeter untuk memantau jumlah oksigen di dalam darah serta sweat meter (pengukur keringat) untuk menilai kadar gula darah pada penderita diabetes.

(5)

Perangkat Medis Berbasis Augmented Reality (AR) dan Virtual Reality (VR)

Kemunculan teknologi kesehatan berbasis AR dan VR mengubah cara pasien dirawat dan diobati. Bagi anak-anak dengan autisme, misalnya, teknologi ini membantu mereka belajar bagaimana menjelajahi dunia. Bagi pasien Alzheimer dan demensia, teknologi AR dan VR bisa membantu memunculkan kembali ingatan dan kesenangan dengan mengembalikannya ke waktu, suara, pengalaman dan peristiwa penting di masa lalu. Dalam bidang pendidikan medis, teknologi ini membantu para dokter dalam mengasah keterampilan. Misalnya, untuk mempersiapkan dan simulasi operasi yang rumit, tanpa harus dipraktikkan pada manusia.

3. Blockchain

Bila harus berganti dokter atau dirujuk ke spesialis, kita tahu betapa rumitnya mentransfer riwayat medis yang sudah ada. Namun, dengan teknologi blockchain, proses ini bisa diotomatisasi. Dokter pun bisa melihat riwayat medis pasien secara lengkap sehingga bisa segera mendapat perawatan dan pengobatan yang diperlukan (Amelia, 2020).

Tantangan dalam Perkembangan Teknologi Kesehatan

Sejatinya, kemajuan dalam teknologi kesehatan memiliki tujuan utama, yaitu mempersingkat berbagai proses layanan kesehatan yang rumit dan memakan waktu. Akan tetapi, pelaksanaannya tidak segampang itu. Meski tak sering, ada kasus-kasus di mana kemajuan teknologi ini berbenturan dengan masalah etika medis. Bisa jadi karena memang berbagai pemangku kebijakan terkait tidak siap dengan cepatnya perkembangan yang ada.

Seperti di Indonesia, pemerintah sebetulnya mendukung layanan kesehatan digital. Namun, hal ini tidak dibarengi dengan kecepatan dalam mengeluarkan regulasi atau kebijakan terkait. Selain keamanan, kepemilikan data, aspek privasi, berbagi data, serta perizinan, perlu dipikirkan juga bagaimana upaya perlindungan konsumen. Karena perkembangan teknologi kesehatan berbasis digital bersifat terbuka, para pemangku kebijakan sangat perlu bertindak cepat untuk mengantisipasi hal ini. Perkembangan teknologi kesehatan

(6)

sesungguhnya berdampak signifikan pada akses layanan kesehatan. Namun demikian, semua ini harus diimbangi dengan kebijakan dan aturan main yang sesuai untuk melindungi penyedia layanan kesehatan dan pasien (Hardayaperkasa, 2021).

Dampak Negatif teknologi terhadap Kesehatan

Selain memberikan dampak positif bagi kemajuan dunia kesehatan, namun perkembangan teknologi juga memberikan pengaruh negatif terhadap kesehatan diantaranya yaitu:

 Radiasi yang ditimbulkan oleh berbagai produk teknologi dapat memunculkan berbagai penyakit baru. Salah satunya adalah penyakit kanker. Kanker adalah salah satu penyakit yang paling mematikan di dunia. Selain itu, penyembuhan kanker juga menggunakan zat radioaktif yang timbul dari berbagai alat kesehatan. Hal ini juga dapat memicu munculnya penyakit baru.

 Radiasi yang ditimbulkan oleh cahaya handphone atau pun komputer juga dapat merusak penglihatan. Oleh sebab itu, kita juga hendaknya hati-hati dalam menggunakan alat-alat tersebut. Jangan terlalu dekat ketika menggunakannya. Berilah jarak sekitar 30 cm dari mata Anda.

 Teknologi seperti gadget juga berpotensi menimbulkan ketergantungan dan kecanduan. Pada anak-anak gejala yang muncul adalah ketagihan game online maupun kecanduan dalam menonton video di Youtube. Begitu pula pada orang dewasa, mereka juga cenderung lebih senang menghabiskan waktu dengan gadget dari pada berinteraksi dengan orang di sekitar. Hal inilah yang perlu kita waspadai dan harus berhati-hati dalam menghadapinya. Cara paket internet Telkomsel Anda butuhkan agar dapat menggunakan internet lebih bijak.

 Banyak beredar informasi tentang kesehatan yang tidak benar di internet juga perlu menjadi waspada tersendiri (Muhhadrianto, 2019)

Pencapaian Teknologi Kesehatan di Indonesia

Sebenarnya Indonesia telah melakukan upaya-upaya untuk pengembangan kesehatan berbasis teknologi. Hal ini dapat dibuktikan dengan banyaknya inovasi

(7)

berbasis teknologi yang diciptakan langsung oleh orang Indonesia. Berdasarkan pemaparan dari Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), Indonesia telah berhasil menempati peringkat ke-46 dalam kemajuan teknologinya pada tahun 2012.

Dari tingkat institusi pendidikan saja, ada contoh pelajar yang sudah bisa mengembangkan inovasi teknologi untuk pembangunan kesehatan. Tiga mahasiswa Teknik Elektro ITB mendesain sebuah alat yang dapat mengirimkan sinyal otak untuk menggerakan sebuah robot tangan. Alat ini dirancang untuk membantu penderita penyakit stroke yang tidak mampu menggerakkan jaringan tubuhnya. Penelitian tugas akhir yang diberi judul ‘Brain Computer Interface sebagai Pengendali Robot Tangan’ atau BCI ini dirancang agar dapat digunakan untuk sarana komunikasi bagi penderita lumpuh total dan untuk keperluan rehabilitasi. Inovasi-inovasi seperti diharapkan dapat mendorong pelaku usaha di bidang industri kesehatan untuk menghasilkan peralatan kesehatan yang berkualitas, sehingga mampu bersaing dengan peralatan sejenis dari luar negeri.

Di luar inovasi teknologi yang dapat langsung digunakan untuk merawat/mengobati pasien, Indonesia juga telah melakukan beberapa pengembangan teknologi untuk memajukan sistem pelayanan kesehatan.

Contohnya saja, e-Health, layanan elektronik untuk membenahi sistem kesehatan nasional. E-health merupakan solusi enterprise di bidang kesehatan karena melibatkan berbagai pihak, mulai dari masyarakat luas, rumah sakit, Puskesmas, Perguruan Tinggi, hingga produsen obat dan industri farmasi.

Selain itu juga ada Proses Digital Medical Records (DMR) atau rekam medis elektronik yang merupakan segmen fundamental dari e-Health, karena DMR memberikan fasilitas pertukaran data antar lembaga kesehatan seperti Rumah Sakit, Puskesmas, perguruan tinggi, perseorangan dan lain-lain.

Adanya E-health dapat membantu mengurangi kesalahan interpretasi data, penyajian yang variatif, mempercepat pembuatan keputusan, dan membantu analisis data. Aplikasi e-Health melahirkan lompatan yang luar biasa dalam sektor kesehatan seperti Surveilans Epidemiologi, Telemedicines, Prescribing dan Sistem Informasi Geografis (SIG) Kesehatan.

(8)

Pada akhirnya, ada banyak aspek yang harus ditangani dalam pelaksanaan pembangunan kesehatan terutama peningkatan derajat kesehatan masyarakat melalui upaya prefentif, promotif, kuratif, dan rehabilitatif. Inovasi teknologi menjadi salah satu ujung tombak untuk pembangunan ini, sehingga diharapkan para peneliti dapat menghasilkan produk-produk yang bisa memberikan manfaat baik dari segi pengembangan obat, teknologi kesehatan, dan sistem pengelolaan pelayanan kesehatan. Tujuan akhirnya teknologi kesehatan merupakan bagian yang sangat penting dan diperlukan dalam upaya meningkatkan derajat kesehatan masyarakat, mewujudkan kemandirian produk kesehatan, dan meningkatkan daya saing industri kesehatan (IndoHCF, 2016).

(9)

DAFTAR LITERATUR

Amelia, 2020, Melihat Perkembangan Teknologi Kesehatan di Era Digital,

diakses dari: https://www.klikdokter.com/info-

sehat/read/2664645/melihat-perkembangan -teknologi-kesehatan-di-era- digital pada tanggal 14 Juni 2021.

Gumilang, 2021, Perkembangan Teknologi Di Bidang Kesehatan, diakses dari https://umsida.ac.id/perkembangan-teknologi-di-bidang-kesehatan-

menurut-dosen-fikes-umsida/, pada 15 Juni 2021.

Hardayaperkasa, 2021, Peran Teknologi di Bidang Kesehatan Era Digital, diakses dari https://www.berca.co.id/2021/03/02/4-peran-teknologi-di-bidang- kesehatan-era-digital/, pada 15 Juni 2021

IndoHCF, 2016, Pengaruh Perkembangan Teknologi Terhadap Kualitas Pelayanan Kesehatan Di Indonesia, diakses dari;

https://indohcf.com/entry/pengaruh-perkembangan-teknologi-terhadap- kualitas-pelayanan-kesehatan-di-indonesia, pada 15 Juni 2021

Ladymasi, 2015, Pengaruh Teknologi Dalam Dunia Pelayanan Kesehatan, diakses dari: https://ladymai.web.ugm.ac.id/2015/04/14/pengaruh-teknologi-dalam -dunia-pelayanan-kesehatan/, pada 15 Juni 2021.

Muhhadrianto, 2019, Dampak Negatif Teknologi di Bidang Kesehatan, diakses dari https://brainly.co.id/, pada 15 Juni 2021.

Referensi

Dokumen terkait

2 Jumlah publikasi ilmiah di bidang teknologi terapan kesehatan dan epidemiologi klinik yang dimuat pada media cetak dan elektronik. Pada tahun. 2013 ada beberapa kegiatan

Tersedianya data dan informasi di bidang kesehatan yang berdasarkan hasil penelitian, pengembangan, penapisan teknologi dan produk teknologi kesehatan akan dijadikan

Tidak hanya di Indonesia, kegiatan iptek nuklir di bidang kesehatan lebih diarahkan pada lingkup teknologi proses, analisis, rekayasa peralatan dan instrumentasi, serta

Rencana Strategi Program Studi D3 Teknologi Laboratorium Medis Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Surabaya tahun 2017-2021 ini telah disesuaikan pula

Strategi transformasi digital kesehatan akan terfokus pada pengembangan data kesehatan, pengembangan aplikasi layanan kesehatan, dan peningkatan ekosistem teknologi kesehatan

Informasi: Hasil penelitian dan pengembangan berupa data spesifik/telaahan/ analisa/kajian bidang teknologi terapan kesehatan dan epidemiologi klinik. 1 Informasi

Pelatihan Penggunaan Teknologi Pendidikan: Dalam era digital, guru perlu menguasai teknologi untuk meningkatkan metode pengajaran mereka.. Program ini memberikan pelatihan tentang cara

Tujuan kegiatan pengabdian kepada masyarakat adalah untuk meningkatkan pemahaman mengenai generasi di era digital, meningkatkan peran pendidikan keluarga dalam era digital, meningkatkan