• Tidak ada hasil yang ditemukan

artikel uji publik bebe

N/A
N/A
Adila Amixs

Academic year: 2023

Membagikan "artikel uji publik bebe"

Copied!
14
0
0

Teks penuh

(1)

Analisis Tanggapan Respondens Terhadap Bebe Anak Perempuan Pada Mata Kuliah Busana Anak

Lilian Nourmalita2, Ervita Mutia Sari2, Adila Mudrika Munif3, Khairunnisa Adi Zain4

1Pendidikan Teknik Busana, Universitas Negeri Yogyakarta

2Pendidikan Teknik Busana, Universitas Negeri Yogyakarta

3Pendidikan Teknik Busana, Universitas Negeri Yogyakarta

4Pendidikan Teknik Busana, Universitas Negeri Yogyakarta

1[email protected]

2[email protected]

3[email protected]

4[email protected]

ABSTRAK

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tanggapan respondens terhadap pakaian bebe anak Perempuan yang terdapat di mata kuliah Busana Anak. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan melakukan survey respon kepada masyarakat secara acak. Hasil penelitian menunjukkan tanggapan respondens terhadap pakaian bebe anak perempuan pada mata kuliah Busana Anak sebagian besar menunjukkan hasil yang positif. Terdapat faktor-faktor yang mempengaruhi respon positif dari para konsumen terhadap produk seperti harga yang terjangkau, pemilihan bahan, dan bentuk model secara koleksi. Dengan adanya respon masyarakat yang positif, dapat menjadikan acuan kita dalam pengembangan model bebe busana anak secara koleksi.

Kata Kunci : respon, bebe anak perempuan, koleksi

I. PENDAHULUAN

Berkembang pesatnya teknologi dan mudahnya jangkauan internet saat ini membantu masyarakat untuk mengakses informasi dari berbagai sumber informasi dengan mudah. Jumlah pengguna internet di Indonesia pun setiap tahunnya selalu meningkat secara signifikan. Meningkatnya jumlah pengguna internet dan mudahnya akses ke berbagai informasi mendorong masyarakat untuk melakukan transaksi jual beli, pemasaran dan mengiklankan produk secara online, salah satunya produk fashion. Fashion ialah segala sesuatu yang melekat pada tubuh mulai dari kepala hingga kaki yang meliputi pakaian hingga aksesoris yang berfungsi menutupi, melindungi maupun memperindah penampilan serta merupakan perwujudan ekspresi

(2)

atau karakter pribadi seseorang.

Saat ini, perkembangan fashion di Indonesia mengalami kemajuan yang sangat pesat, yang diikuti dengan tren yang selalu berubah-ubah. Pengaruh perubahan tren fashion tersebut tentunya membuat masyarakat mau tidak mau harus untuk mengikuti tren fashion yang ada. Bahkan tidak hanya mengikuti, tren fashion tersebut sudah menjadi kebutuhan masyarakat saat ini terutama dikalangan anak muda.

Mudahnya akses informasi memacu masyarakat mengetahui dan mengikuti tren fashion tersebut dan fashion yang awalnya hanya merupakan kebutuhan sehari-hari fungsinya beralih menjadi lebih kompleks dan sangat dibutuhkan.

Seiring dengan perkembangan fashion tersebut, muncul brand-brand fashion baru, menyebabkan persaingan antar perusahaan yang bergerak di bidang fashion semakin kompetitif, dimana perusahaan dituntut untuk dapat melihat berbagai kesempatan yang ada atau mencari strategi baru dalam menarik konsumen atau pelanggan dan mempertahankannya. Banyaknya pusat-pusat perbelanjaan, department store, factory outlet, butik hingga distro yang ada hampir disetiap kota di Indonesia menunjukkan bahwa bisnis fashion di Indonesia memang cukup menjanjikan dan seakan tidak pernah surut dari waktu ke waktu. Namun saat ini, bisnis fashion secara online dinilai lebih mudah aksesnya daripada bisnis secara offline yang harus datang ke toko langsung.

Pembelian produk fashion secara online terkadang membawa keraguan bagi sebagian orang dikarenakan masyarakat tidak dapat menyentuh maupun mencoba barang tersebut terlebih dahulu. Selain itu, masih banyak factor yang menjadi pertanyaan konsumen saat melakukan transaksi jual beli secara online, seperti metode pembayaran yang aman, informasi pribadi yang diberikan, keamanan produk serta kualitas produk. Karena itu, pembelian atau pembelanjaan secara online biasanya dilakukan atas rasa percaya pada penjual, karena alasan yang disebutkan sebelumnya.

Keputusan untuk melakukan pembelian merupakan hal yang kompleks karena keputusan selalu muncul karena rasa ingin tahu ingin tahu akan kebutuhan suatu produk atau karena adanya tren yang ingin diikuti. Keputusan pembelian dipengaruhi oleh psikologis dasar yang berperan penting dalam memahami bagaimana konsumen membuat keputusan pembelian mereka. Setiap orang yang ingin melakukan pembelian biasanya akan memilih-milih terlebih dahulu apa yang baik dan sesuai dengan keinginan sebelum memutuskan apa yang akan mereka beli. Mereka akan memilih sesuai dengan karakter dan kepuasan batin yang akan didapat nantinya.

(Kotler & Keller, 2012:192). Tak terkecuali pada pembelian bebe anak yang ukurannya sangat rentan tidak muat apabila tidak dicoba atau ukurannya benar-benar sesuai dengan anak yang akan menggunakannya.

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), arti baju bebe adalah baju perempuan model eropa. Arti lainnya dari baju bebe adalah gaun. Anak- anak merupakan orang yang memiliki usia 1 sampai 13 tahun. Anak sebagai manusia yang masih sensitif terhadap kesehatan yang memerlukan pakaian aman dan nyaman agar tetap dapat hidup dalam keadaan sehat. Dalam kehidupan sehari-hari penggunaan busana anak berbeda dengan penggunaan busana orang dewasa karena aktivitas fisik

(3)

yang dilakukan anak lebih banyak mengeluarkan keringat sehingga anak-anak lebih sering berganti pakaian.

Menurut Uswatun Hasanah (2011:3) Busana anak adalah segala sesuatu yang dipakai/dikenakan anak-anak mulai dari ujung rambut sampai ujung kaki. Segala pelengkap busana yang dikenakan anak seperti bando, topi, sepatu, tas merupakan busana. Macam busana anak yaitu kemeja, celana, rok, blus,bebe dll. Salah satu busana yang dikenakan oleh anak perempuan yaitu bebe. Bebe adalah busana perempuan yang bagian atas dan bawah busananya menjadi satu. Baik yang disambung di pinggang, dipanggul ataupun tanpa sambungan. Bagian rok boleh pendek ataupun panjang tergantung model yang diinginkan.

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui tanggapan responden terkait kuisioner yang diisi yang merupakan uji public untuk bebe anak perempuan. Pihak- pihak yang memiiki keterkaitan dapat memanfaatkan hasil penelitian ini untuk memperbaiki dan/atau mengembangkan lebih baik lagi.

II. METODE PENELITIAN

Pada penelitian ini digunakan metode kuantitatif berupa survey tanggapan responden terhadap bebe anak perempuan pada mata kuliah Busana Anak. Di sisi lain (Sugiyono, 2017) menyatakan bahwa metode penelitian kuantitatif didasarkan pada filosofi positivisme dan bertujuan untuk mendeskripsikan dan menguji hipotesis peneliti. Penelitian kuantitatif memiliki banyak angka, mulai dari pengumpulan hingga pemrosesan hingga hasil yang dominan secara numerik.

Populasi dalam penelitian ini adalah semua responden dari berbagai usia yang bersedia mengisi kuisioner secara online. Menurut (Sugiyono, 2013) populasi merupakan wilayah generalisasi yang terdiri atas objek atau subjek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulan. Dari populasi tersebut, jawaban akan dirangkum menjadi satu dan dianalisis untuk menunjukkan tingkat kepuasan konsumen terhadap pakaian jadi tersebut. Bebe anak yang dimaksud dalam penelitian ini meliputi saku koleksi bebe anak perempuan yang terdiri dari empat macam model namun dala satu kesatuan/koleksi.

Menurut Suharsimi Arikunto (2002:136), instrumen penelitian adalah alat atau fasilitas yang digunakan oleh peneliti dalam mengumpulkan data agar pekerjaannya lebih mudah dan hasilnya lebih baik dalam arti lebih cermat, lengkap, dan sistematis sehingga lebih mudah diolah. Dalam penelitian survey kuantitatif utamanya merupakan sejumlah responden yang memiliki link lalu menjawab kuisioner secara online dengan disajikan beberapa pertanyaan. Berikut adalah uraian rinci tentang metode yang digunakan dalam penelitian ini:

A. Pengembangan Kuisioner

Studi literatur tentang pengembangan kuesioner dalam konteks penelitian preferensi konsumen fashion. Identifikasi variabel yang relevan, seperti model desain, harga yang ditawarkan, kesesuaian model, dan juga detail desain untuk menarik perhatian. Perancangan pertanyaan dan skala pengukuran yang valid dan reliabel untuk mengukur variable variabel tersebut.

(4)

B. Pengumpulan Data

Seleksi sampel responden menggunakan metode survey dengan google form, dengan kriteria sebagai penikmat fashion dari berbagai kalangan usia.

Penyebaran kuesioner kepada responden dilakuakn dengan menyebarkan link melalui pengiriman secara daring.

C. Analisis Data

Pengolahan data menggunakan google form. Analisis statistik deskriptif untuk menjelaskan respon dari responden dan variabel-variabel penelitian.

Perhitungan persentase untuk menganalisis setuju tidaknya responden terhadap pertanyaan yang dilortarkan pada google form.

D. Interpretasi Hasil

Presentasi hasil analisis dalam bentuk narasi yang jelas. Interpretasi temuan utama berdasarkan analisis data. Diskusi tentang hasil analisis kuisioner terhadap bebe anak mata kuliah Busana Anak. Identifikasi tingkat ke setuju an responden terhadap hasil koleksi bebe anak.

III. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Penelitian

Hasil penelitian tentang tanggapan responden terhadap bebe anak perempuan untuk mata kuliah Busana Anak dapat memberikan pengetahuan penting supaya lebih baik kedepannya dalam membuat model bebe anak. Hasil survey yang diperoleh menunjukkan beberapa data penting mengenai tanggapan responden terhadap berbagai aspek dalam beb anak. Berdasarkan hasil yang telah didapat menunjukkan gambaran respon positif dari para respondens. Berikut ini adalah hasil- hasil penelitian yang relevan dengan pertanyaan penelitian:

Gambar 1. Hasil Survey Responden Menurut Usia

(5)

Gambar 2. Hasil Survey Responden Menurut Jenis Kelamin Karakteristik Responden

Berdasarkan data di atas, diketahui bahwa dari 34 orang responden dalam survey ini terdiri responden Perempuan sebesar 85,3% sedangkan responden laki – laki sebesar 14,7%. Dari data tersebut dapat disimpulkan bahwa mayoritas responden dari bebe anak hasil mata kuliah Busana Anak didominasi oleh perempuan.

Berdasarkan data di atas, diketahui bahwa dari 34 orang responden dalan penelitian ini diklasifikasikan berdasarkan usia yaitu mulai dari usia 7 tahun hingga yang paling tua 55 tahun. Bila dilihat dari data diatas, responden didominasi dari kalangan remaja mulai dari usia 16 hingga dewasa usia 33 tahun. Dan yang paling dominan yakni responden usia 20 tahunan dengan persentase 23,5%.

Gambar 3. Hasil Survey Responden Terhadap Koleksi Bebe Anak

Dari hasil survey menunjukkan bahwa sebanyak 58,8% responden suka, 35,3%

sangat suka dan 5,9% tidak suka. Hal ini menunjukkan bahwa mayoritas responden menyukai model koleksi bebe anak, karena dari bebrbagai aspen dapat diihat kesamaannya dan keterkaitan antara model satu dan model lainnya. Untuk yang

(6)

merespon tidak suka, bisa dikarenakan responden mengganggap bahwa gambar yang disajikan kurang menarik perhatian.

Gambar 4. Hasil Survey Responden Terhadap Penggunaan Kain Katun

Menurut hasil survey yang ditunjukkan, terdapat dua jawaban yakni 58,8%

menjawab setuju dan 41,2% menjawab sangat setuju. Hal ini menandakan bahwa penggunaan kain katun sebagai bahan utama pembuatan bebe anak sangatlah pas dan cocok karena mempertimbangkan factor kenyamanan penggunaan bebe bagi anak.

Gambar 5. Hasil Survey Responden Terhadap Kecocokan Warna

Dari hasil survey diatas menunjukkan bahwa responden yang menjawab setuju paling banyak sebesar 55,9%. Untuk sangat setuju sebesar 41,2% dan untuk tidak setuju sebesar 2,9%. Dengan persentase tersebut menunjukkan bahwasannya mayoritas respodens menyetujui kecocokan perpaduan warna toska dan putih tulang.

Untuk responden yang menjawab tidak setuju hanya 2,9% yang hanya 1 orang saja, yang mungkin dari pribadi tersebut tidak menyukai warna-warna yang cerah.

Gambar 6. Hasil Survey Responden Terhadap Kesesuaian Model Bebe Dengan Tren Saat Ini

(7)

Dalam diagram tersebut ditunjukkan bahwasanya semua pilihan jawaban terpilih. Responden yang memiih sangat setuju ditunjukkan dengan presentase 20,6% dan setuju dengan presentase 70,6%, tidak setuju 5,9% dan sangat tidak setuju 2,9%. Dari presentase tersebut ditunjukkan bahwa mayoritas responden menyetujui jika koleksi model bebe tersebut sudah sesuai dengan tren bebe anak-anak saat ini, dan untuk yang menjawab tidak setuju dan sangat tidak setuju bisa dikarenakan model bebe nya yang kurang menarik atau tidak sama dengan tren beb anak saat ini.

Model Bebe Anak 1

Gambar 1. Hasil Survey Responden Terhadap Cocok Tidaknya Digunakan Dari hasil survey menunjukkan bahwa sebanyak 61,8% responden setuju terhadap pertanyaan apakah model baju tersebut cocok digunakan untuk anak perempuan 3 tahun, dan 38,2% menyatakan sangat setuju. Hal ini menunjukkan bahwa mayoritas konsumen sangat puas dengan model dan kualitas produk tersebut. Membuat bebe anak dengan model yang lucu dan cocok untuk anak perempuan usia 3 tahunmenjadi fokus pada pertanyaan ini, karena target konsumennya seseorang yang memiliki anak atau adik maka model pakaian menjadi salah satu faktor untuk mengetahui apakah model tersebut cocok untuk dijual.Model produk sangat mempengaruhi konsumen dalam membeli.

Gambar 2. Hasil Survey Responden Menurut Kesesuaian antara Desain dan Hasil Jadi Dari hasil survey menunjukkan bahwa sebanyak 61,8% responden setuju bahwa hasil jadi produk bebe anak sesuai dengan desain yang sudah dibuat, dan 38,2%

menyatakan sangat setuju. Hal ini menunjukkan bahwa mayoritas konsumen puas terhadap hasil jadi yang sesuai dengan desain yang sudah dibuat.Membuat bebe anak sesuai dengan desain merupakan sesuatu yang harus ditanyakan, karena memberikan hasil jadi produk yang sesuai dengan desain memiliki efek kepercayaan konsumen

(8)

terhadap kami, kami tentu berusaha membuat produk sesuai dengan desain agar konsumen puas terhadap produk. Hasil jadi yang sesuai dengan desain sangat mempengaruhi ketertarikan terhadap produk.

Gambar 3. Hasil Survey Responden Menurut Detail Model Bebe 1

Dari hasil survey menunjukkan bahwa sebanyak 70,6% responden setuju bahwa detail detail produk seperti leher bulat, ruffle, kantong, lengan puff, dan rok tumpuk cocok untuk bebe anak usia 3 tahun, 26,5% konsumen setuju bahwa detail tersebut cocok untuk bebe anak usia 3 tahun dan ada juga konsumen yang tidak setuju bahwa detail tersebut cocok sebanyak 2,9%. Detail pada busana seperti leher bulat, ruffle, kantong, lengan puff, dan rok tumpuk ternyata membuat konsumen tertarik dilihat dari mayoritas konsumen yang puas terhadap produk. Detail produk dan hiasan memengaruhi konsumen dalam mempertimbangkan pembelian produk. Konsumen yang tidak setuju menginginkan detail produk yang lebih lucu untuk produk bebe anak perempuan usia 3 tahun.

Gambar 4. Hasil Survey Responden Menurut Harga Jual

Dari hasil survey menunjukkan bahwa sebanyak 64,7% responden setuju bahwa harga produk bebe anak sesuai dengan harga yang ditawarkan, 14,7% menyatakan setuju dan ada pula responden yang menyatakan tidak setuju sebanyak 14,7% dan juga 5,9% responden menyatakan sangat tida setuju. Harga yang ditawarkan sudah dihitung dari semua bahan dan jasa jahit dan mayoritas hasil survey menunjukkan bahwa konsumen setuju dan puas dengan harga yang ditawarkan. Harga menjadi pertimbangan konsumen dalam membeli produk bebe anak dan ketertarikan terhadap produk tersebut. Responden yang tidak setuju mungkin memiliki ekspektasi harga dibawah atau diatas harga yang ditawarkan, sehingga harga yang ditawarkan tersebut belum memuaskan konsumen untuk membeli produk.

(9)

Model Bebe Anak 2

Gambar 1. Hasil Survey Responden Terhadap Cocok Tidaknya Digunakan

Dari hasil survey menunjukkan bahwa sebanyak 55,9 %, 26,5 % tidak setuju, Mayoritas responden menganggap bahwa model baju sudah cocok digunakan untuk anak berusia 7 tahun.

Gambar 2. Hasil Survey Responden Menurut Kesesuaian antara Desain dan Hasil Jadi

Dari hasil survey diatas menunjukkan bahwa responden yang menjawab setuju paling banyak yaitu 72,5%. Untuk pernyataan sangat setuju dijawab sebesar 17,6%

responden. Dengan presentase tersebut dapat diketahui bahwa hasil bebe anak telah sesuai dengan desain yang telah dibuat

Gambar 3. Hasil Survey Responden Menurut Detail Model Bebe 2

Dari hasil survey menunjukkan bahwa sebanyak Mayoritas 55,9 % setuju, 14,7 sangat setuju, 11,8 tidak setuju. responden menganggap bahwa model baju sudah cocok digunakan untuk anak berusia 7 tahun

(10)

Gambar 4. Hasil Survey Responden Menurut Harga Jual

Dari hasil survey menunjukkan bahwa sebanyak 59,4 responden setuju terhadap penyataan jika harga bebe anak umur 7 tahun dijual Rp 102.000 Sedangkam responden menjawab sangat 18% setuju dengan pernyataan tersebut, kemudian 17,6% merespon sangat tdak setuju. Hal ini menunjukkan bahwa mayoritas konsumen setuju dengan harga Rp 102.000 untuk bebe anak umur 7 tahun.

Model Bebe Anak 3

Gambar 1. Hasil Survey Responden Terhadap Cocok Tidaknya Digunakan oleh Anak 5 tahun

Dari hasil survey menunjukkan bahwa sebanyak 26,5% responden sangat setuju terhadap penyataan bahwa model baju bebe anak sudah cocok digunakan untuk anak berusia 5 tahun. Dan 73,5% responden menjawab setuju dengan pernyataan tersebut. Mayoritas responden menganggap bahwa model baju sudah cocok digunakan untuk anak berusia 5 tahun.

Gambar 2. Hasil Survey Responden Menurut Harga Jual

Dari hasil survey diatas menunjukkan bahwa responden yang menjawab setuju paling banyak yaitu 73,5%. Untuk pernyataan sangat setuju dijawab sebesar 26,5%

(11)

responden. Dengan presentase tersebut dapat diketahui bahwa hasil bebe anak telah sesuai dengan desain yang telah dibuat

Gambar 3. Hasil Survey Responden Menurut Detail Model Bebe 3

Dari hasil survey menunjukkan bahwa sebanyak 5,9% responden sangat setuju terhadap penyataan jika harga bebe anak umur 5 tahun dijual Rp 101.000. Sedangkan 73,5% responden menjawab setuju dengan pernyataan tersebut, kemudian 17,6%

merespon tidak setuju dan sisanya yaitu 2,9% merespon sangat tdak setuju. Hal ini menunjukkan bahwa mayoritas konsumen setuju dengan harga Rp 101.000 untuk bebe anak umur 5 tahun.

a. Mayoritas responden menganggap bahwa harga Rp 101.000 sudah sesuai untuk bebe anak umur 5 tahun.

b. Untuk yang merespon tidak setuju, bisa dikarenakan konsumen membandingkan harga jual yang ada dengan harga yang ada di online shop yang harganya bisa separuh harga jual dari brand kami.

Gambar 4. Hasil Survey Responden Menurut Kesesuaian antara Desain dan Hasil Jadi

Dari hasil survey menunjukkan bahwa sebanyak 25,3% responden sangat setuju terhadap penyataan bahwa detail model baju bebe anak sudah cocok digunakan untuk anak berusia 5 tahun. Dan 76,5% responden menjawab setuju dengan pernyataan tersebut. Mayoritas responden menganggap bahwa model baju sudah cocok digunakan untuk anak berusia 5 tahun yaitu menggunakan garis leher lingkaran yang dirompok, lengan ruffle, serta menggunakan kancing hias dibagian muka bebe, lalu rok yang dikerut bertumpuk dengan jenis kain yang berbeda, dan bukaan belakang dengan resleting biasa. .

(12)

Model Bebe Anak 4

Gambar 1. Hasil Survey Responden Terhadap Cocok Tidaknya Digunakan oleh Anak 9 tahun

Dari hasil survey menunjukkan bahwasannya 61,8% responden yang merupakan 21 orang menyetujui jika model bebe anak tersebut cocok digunakan untuk anak berusia 9 tahun begitu juga dengan yang memilih sangat setuju dengan presentase sebesar 26,5%. Namun adapula yang memilih tidak setuju sebesar 11,8%

yang terdiri dari 4 orang. Hal ini bisa terjadi karena responden menganggap ukuran baju kurang besar atau bisa juga karena, modelnya yang kekanak-kanakkan.

Gambar 2. Hasil Survey Responden Menurut Kesesuaian antara Desain dan Hasil Jadi

Dari hasil survey diatas, menunjukkan adany 3 jawaban yang dipilih oleh responden yakni sangat setuju sebesar 29,4%, setuju sebesar 64,7% dan tidak setuju sebesar 5,9%. Bagi respondens yang menjawab sangat setuju dan setuju dikarenakan hasil jadi busana yang dipasang pada manekin dan desain gambar yang ada mirip/sama anatara satu dan satunya. Sedangkan bagi yang tidak setuju bisa dikarenakan hasil jatuh kain tidak sama dengan yang ada digambar.

Gambar 3. Hasil Survey Responden Menurut Detail Model Bebe 4

(13)

Hasil survey menunjukkan persentase terbesar menyetujui terkait detail model bebe anak dengan persentase setuju 79,4% dan sangat setuju dengan persentase sebesar 17,6%. Hal ini menunjukkan bahwa model tersebut sudah cocok dengan penggunaannya pada anak-anak. Walaupun ada 2,9% atau 1 orang yang tidak setuju dengan detai model tersebut, mungkin dikarenakan selera mode yang berbeda.

Gambar 4. Hasil Survey Responden Menurut Harga Jual

Dalam kuisioner tersebut kami akan menawarkan beb tersebut dengan harga Rp 120.000, dan hasil survey menunjukkan bahwa mayoritas memilih setuju dengan presentase sebesar 79,4% dan sangat setuju dengan presentase 11,8% yang artinya harga tersebut sudah sesuai dengan model bebe anak yang ditawarkan. Namun ada pula yang memilih tidak setuju dengan presentase 8,8% yang bisa dikarenakan harga tersebut mnurut responden terlalu mahal atau tidak pas untuk harga baju anak-anak.

Berikut koleksi model bebe anak perempuan.

Pembahasan Hasil Penelitian

Hasil penelitian dapat dibahas melalui analisis dan interpretasi yang sudah ditunjukkan melalui hasil-hasil penelitian diatas. Dapat dilihat beberapa poin penting yang perlu diperhatikan dalam pembahasan hasil penelitian ini yaitu kontribusi mata kuliah Busana Anak, faktor-faktor yang mempengaruhi respon positif konsumen terhadap produk.

Kontribusi mata kuliah Busana Anak menjadi poin penting karena berdasarkan hasil survei dan penelitian menunjukkan bahwa tingkat tanggapan responden terhadap model bebe anak cukup memuaskan dengan presentase yang tinggi. Dengan begitu hal

(14)

ini menunjukkan bahwa terdapat kontribusi yang positif mata kuliah Busana Anak dalam menghasilkan produk yang memiliki kualitas dan model yang baik.

Faktor-faktor yang mempengaruhi respon positif konsumen terhadap produk juga menjadi poin penting seperti: harga yang sesuai dengan model dan usia anak-anak, kesesuaian desain dan hasil jadi serta kecocokan penggunaannya untuk anak yang sesuai usianya.

Pembahasan ini memberikan hasil bahwa mata kuliah Busana Anak memberikan dampak positif dalam tanggapan responden mengenai bebe anak. Berbagai faktor seperti harga, kualitas, bahan, warna, model mempunyai peran penting dalam mempengaruhi tanggapan responden.

Dalam penelitian ini terdapat keterbatasan berupa sampel responden yang digunakan belum mewakili populasi usia secara keseluruhan. Untuk penelitian selanjutnya, perlu adanya sampel responden secara keseluruhan sehingga dari respon responden tersebut dapat dijadikan cerminan produk selanjutnya.

IV. SIMPULAN

Dari penjelasan diatas dapat kami simpulkan bahwasanya untuk penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif berupa survey respon atau kepuasan konsumen terhadap bebe anak pada mata kuliah Busana Anak.

Pakaian jadi yang dimaksudkan dalam penelitian ini yaitu bebe anak perempuan dalam usia 3 tahun, 5 tahun, 7 tahun dan 9 tahun

Dalam penelitian survey kuantitatif utamanya merupakan sejumlah masyarakat yang akan menjadi calon customer bebe anak, melalui kuisioner online dengan beberapa pertanyaan. Berikut adalah hasil dari survey. Dari keseluruhan analisis survey diatas Bebe anak tersebut sudah cocok untuk umur 5,7,9. Untuk mayoritas baju bebe sudah sesuai dengan desainnya. Kemudian untuk harga jual sudah layak diperjualkan dengan harga kisaran 102.000 dan untuk kriterianya masing masing sudah cocok sesuai umur anak yaitu 3,5,7

DAFTAR REFERENSI

Sugiyono. (2014). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R & D / Sugiyono.

https://opac.perpusnas.go.id/DetailOpac.aspx?id=911046

Referensi

Dokumen terkait

Kesesuaian hasil bordir dengan desain pada saat pemesanan Kesesuaian hasil sablon dengan desain pada saat pemesanan Kesesuaian hasil produk dengan desain pada saat pemesanan

Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) Tanggapan PKL terhadap kebijakan relokasi tempat usaha ke pusat kuliner, yaitu 90% responden setuju terhadap kebijakan tersebut. 2)

Pengolahan jawaban responden terhadap pernyataan P10 kuesioner menunjukkan bahwa sebanyak 9 responden (30%) berpendapat bahwa mereka sangat setuju dan sebanyak 20 responden

Berdasarkan gambar 2 dapat dijelaskan bahwa pengaruh hasil jadi pewarnaan menggunakan teknik heat transfer printing ditinjau dari aspek detail desain menunjukkan bahwa

Dari tabel di atas menunjukkan 12 responden menyatakan sangat setuju, 50 menyatakan setuju, 25 responden bersikap netral, 11 menyatakan tidak setuju, dan 0 menyatakan sangat tidak

Hasil analisis statistik tersebut menunjukkan kesesuaian antara UTO dengan UTL sebesar 40,9%; yang berarti UTO merupakan prosedur diagnostik yang dapat dilakukan untuk

Item pernyataan SE1 terdapat 71,4 persen responden yang menjawab setuju bahkan sangat setuju yang menunjukkan bahwa responden memiliki self-esteem yang tinggi, SE2

Berdasarkan hasil dari beberapa responden menyatakan 62% responden setuju jika beberapa website yang belum mampu menyesuaikan ukuran tampilan web, 54% responden setuju bahwa desain